Anda di halaman 1dari 8

Pedoman KAN 814-2004

Kriteria Ekolabel Untuk Kategori Kulit Jadi

Komite Akreditasi Nasional

1
Prakata

Standar ini disusun oleh Sub Pantek Manajemen Lingkungan pada Panitia Teknis 207S
Manajemen Lingkungan yang berkedudukan di Kementerian Lingkungan Hidup, untuk
mendukung sistem akreditasi dan sertifikasi ekolabel Indonesia untuk produk
manufaktur. Kriteria yang dimuat dalam standar ini termasuk dalam jenis ekolabel tipe I
multikriteria yang disepakati oleh pihak-pihak yang berkepentingan, disertai dengan
evaluasi oleh Lembaga Sertifikasi Ekolabel dan pencantuman tanda ekolabel pada
produk dan atau kemasan produk bagi produk yang memenuhi standar kriteria ini.
Berbagai pihak yang berkepentingan telah berperan aktif dan mendukung perumusan
standar kriteria ini.
.
Perumusan standar kriteria ini berdasarkan kajian teknis ilmiah yang
mempertimbangkan aspek lingkungan sepanjang daur hidup dari kategori produk yang
bersangkutan. Kajian teknis dan perumusan rancangan awal kriteria ekolabel ini
dilaksanakan oleh Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik, Badan Penelitian dan
Pengembangan Industri dan Perdagangan, Departemen Perindustrian dan
Perdagangan. Panitia Teknis 207S Manajemen Lingkungan menyimpan dokumen
kajian teknis tersebut dan secara berkala memutakhirkan informasi yang terkait dengan
perkembangan pengetahuan, inovasi produk dan kemajuan teknologi yang mendasari
kelayakan teknis standar kriteria ini. Dokumen hasil kajian teknis kriteria ekolabel dapat
diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan standar kriteria ini.

i
Daftar Isi

Prakata ................................................................................................... i
Daftar isi. ................................................................................................ ii
Pendahuluan .......................................................................................... iii
1. Ruang Lingkup ....................................................................................... 1
2. Acuan Normatif....................................................................................... 1
3. Definisi ................................................................................................... 1
3.1 Ekolabel ................................................................................................ 1
3.2 Bahan baku.......................................................................................... .. 1
3.3 Kulit atasan sepatu/kulit boks.................................................................. 1
3.4 Kulit glace kambing................................................................................. 1
3.5 Kulit jaket domba atau kambing...............................................................1
3.6 Kulit sarung tangan dan jaket domba/kambing........................................1
3.7 Kulit jok dari kulit ternak besar.................................................................2
4. Kriteria dan nilai ambang batas dan metode uji/verifikasi....................... 2
4.1 Bahan baku......... ................................................................................... 2
4.2 pH .......................................................................................................... 2
4.3 Cr 6+........................................................................................................ 2
4.4 Pentaklorofenol (PCP)............................................................................ 2
4.5 Formaldehyd................ ......................................................................... 2
4.6 Azodyes (Aromatic amines, Bensiden)................................................... 2
4.7 As, Cd dan Pb..... .................................................................................. 2
4.8 Tri-Tetra-Klorofenol.................................................................................. 2
5. Prasyarat .......................................................................................... 2
5.1 Penaatan peraturan perundang-undangan pengelolaan lingkungan
hidup ............................................................................................. 2
5.2 Sistem Manajemen Lingkungan.................................. ................. 2
5.3 Kualitas produk...................................................................................... 2
5.4 Bahan kemasan .................................................................................... 3

ii
Pendahuluan

Produk kulit merupakan salah satu produk yang mempunyai dampak lingkungan
yang penting sepanjang daur hidupnya. Selama proses pengolahan produk kulit,
berpotensi menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan karena penggunaan zat-
zat kimia tertentu yang membahayakan lingkungan. Apabila penggunaan bahan-
bahan kimia tersebut tidak dibatasi dan dikelola dengan baik, akibatnya dapat
mengancam kesehatan manusia dan terganggunya keseimbangan lingkungan.

Produksi dan Penggunaan kulit jadi di Indonesia didominasi oleh empat jenis kulit
yakni: kulit boks dan kulit glace kambing/domba untuk kulit atasan sepatu, kulit
sarung tangan, kulit jaket dan kulit jok. Konsumen, instansi pemerintah, produsen
dan pihak yang berkepentingan lainnya mendorong produk kulit Indonesia agar
ramah lingkungan. Kriteria ekolabel ini memuat persyaratan yang menyangkut
parameter teknis produk dan parameter lain yang terkait dengan aspek lingkungan,
yang ditetapkan berdasarkan pertimbangan pada dampak lingkungan penting
sepanjang daur hidupnya.

Standar kriteria ini dimaksudkan untuk digunakan oleh produsen kulit dan Lembaga
Sertifikasi Ekolabel, dengan mengikuti ketentuan akreditasi dan sertifikasi ekolabel
Indonesia.

iii
Kriteria Ekolabel Untuk Kategori Kulit Jadi

1. Ruang Lingkup

Standar ini menetapkan kriteria ekolabel untuk jenis kulit boks dan kulit glace
kambing/domba yang digunakan untuk atasan sepatu,, kulit jaket dari kulit sapi dan
kulit domba / kambing, kulit sarung tangan dan kulit jok. Standar kriteria ini
mencakup definisi, persyaratan kriteria dan nilai ambang batas, prasyarat serta
metode uji / alat verifikasi.

2. Acuan Normatif

SNI 06-0253-1989 Kulit glace kambing


SNI 06-4593-1998 Kulit jaket dari kulit sapi
SNI 06-4593-1998 Kulit jaket domba atau kambing
SNI-06-0234-1989 Kulit boks
SNI 06-0779-1989 Kulit jok
SNI 06-0250-1989 Mutu dan Cara uji Kulit sarung tangan dan jaket domba / kambing

3. Definisi

3.1
Ekolabel adalah pernyataan yang menunjukkan aspek lingkungan dari produk atau
jasa.

3.2
Kulit boks yaitu kulit jadi (matang) yang berasal dari kulit sapi atau anak sapi, yang
disamak dengan proses samak krom dan umumnya digunakan untuk kulit sepatu
bagian atas.
Catatan: Kulit boks juga sering disebut kulit boks

3.3
Kulit glace kambing adalah kulit kambing yang disamak krom dan, dipergunakan
untuk kulit atasan.

3.4
Kulit jaket domba atau kambing adalah kulit domba atau kambing yang disamak
dengan bahan penyamak krom, ditujukan untuk pembuatan jaket

3.5
Kulit sarung tangan adalah kulit yang berukuran kecil yang disamak dengan krom,
khusus digunakan untuk pembuatan sarung tangan.
Catatan : definisi diambil dari SNI 06-0250-1989 dengan modifikasi

3.6

1
Kulit jok dari kulit ternak besar adalah kulit yang disamak masak dengan dengan
bahan penyamak krom, umumnya digunakan sebagai pelapis pembuatan jok, alat
rumah tangga dan jok kendaraan.

4. Kriteria, Persyaratan Ambang Batas dan Metoda Uji/Verifikasi

No Parameter Persyaratan Ambang Batas Metoda Uji/Verifikasi


1 Cr 6+ < 3 ppm DIN. 53314/IUC 18

2 Pentaklorofenol < 5 ppm DIN. 53313 /IUC 25


(PCP)
3 Formaldehyde < 200 ppm DIN. 53315

4 Azodyes < 30 ppm DIN. 53316


(Aromatic
amines, Bensidin)
5 As, Cd dan Pb < 100 ppm CEN TC 309 WI 0654-4-3
(masing-masing logam)
6 Tri danTetra- < 5 ppm DIN.53313
Klorofenol
(TECP)

5. Prasyarat

No Aspek Persyaratan Metoda


Uji/Verifikasi
1. Penaatan Produsen harus berkomitmen pada Pernyataan
peraturan penaatan ketentuan hukum dan peraturan produsen/ kebijakan
perundang - pengelolaan lingkungan yang berlaku. manajemen dan atau
undangan verifikasi kepada
pengelolaan instansi pemerintah
lingkungan yang berwenang
hidup
2. Sistem Produsen harus menerapkan Sistem Asesmen Sistem
Manajemen Manajemen Lingkungan yang menjamin Manajemen
Lingkungan konsistensi pemenuhan persyaratan kriteria Lingkungan.
dan ambang batas sertifikasi ekolabel,
pengendalian dampak lingkungan serta
pemenuhan prasyarat penaatan peraturan
perundang-undangan pengelolaan
lingkungan.
3. Kualitas produk Produsen harus menerapkan sistem Asesmen Sistem
manajemen mutu dan memenuhi standar Manajemen Mutu
mutu produk. dan pemenuhan
mutu produk
4. Bahan a. Bahan kemasan harus dapat didaur Pernyataan
Kemasan ulang (recyclable), digunakan kembali produsen, dilengkapi
(reuseable) atau mudah terurai secara dengan pernyataan

2
alamiah (biodegradable) pemasok bahan
kemasan mengenai
jenis dan sifat bahan
kemasan

b. Informasi pada kemasan : Observasi label dan


- Nama, alamat, dan nomor telepon informasi pada
/faksimili produsen kemasan

3
BIBLIOGRAFI

1. ISO 14020
2. DIN 53314/IULC 18
3. DIN 53313/IULC 25
4. DIN 53315
5. DIN 53316
6. CEN TC 309 WI 0654-4-3
7. ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan. Deskripsi dengan Panduan Penggunaan
8. ISO 9000 Sistem Manajemen Mutu Produk

Beri Nilai