Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi. Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini. Biji kopi dibawa masuk pertama kali ke Eropa secara resmi pada tahun 1615 oleh seorang saudagar Venesia. Ia mendapatkan pasokan biji kopi dari orang Turki, namun jumlah ini tidaklah mencukupi kebutuhan pasar. Oleh kerena itu, bangsa Eropa mulai membudidayakannya. Bangsa Belanda adalah salah satu negara Eropa pertama yang berhasil membudidayakannya pada tahun 1616. Kemudian pada tahun 1690, biji kopi dibawa ke Pulau Jawa untuk dikultivasi secara besar-besaran. Pada saat itu, Indonesia masih merupakan negara jajahan Kolonial Belanda. Secara umum, terdapat dua jenis biji kopi, yaitu arabika (kualitas terbaik) dan robusta. Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu. Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya. Di samping rasa dan aromanya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit jantung (kardiovaskuler).

BAB II PEMBAHASAN

A. SIFAT-SIFAT KOPI Buah kopi tediri atas tiga bagian, yaitu : 1. lapisan kulit luar (excocarp) 2. lapisan daging (mesocarp) 3. lapisan kulit 'tanduk (endoscarp Banyak komponen pembentuk aroma kopi, termasuk minyak dalam kopi yang telah disangrai sangat sensitif terhadap kerusakan terutama karena oksidasi dan hidrolisis. Karena itu untuk menekan kerusakan tersebut akses oksigen dan air harus dibatasi, misalnya dengan mengemas bubuk secara vakum atau dengan memodifikasi udara dalam kemasan dengan C02 atau N2. Ciri khas dari terjadinya kerusakan aroma (dan flavor) pada kopi yang disimpan adalah bau apek (`staling) dan tengik (rancid). Pada proses penyeduhan sebagian besar komponen bau (fragrance) dari bubuk kopi larut dalam air penyeduh. Volatilisasi dari komponen bau dengan uap air tergantung pada koefisien partisi dari setiap komponen. Komponen volatil yang terbawa oleh uap air selanjutnya akan dapat dikenali oleh syaraf pencium di rongga hidung ketika kita menyeruput (slurping) seduhan kopi. B. PENILAIAN ORGANOLEPTIK KOPI Penilaian karakteristik kopi secara organoleptik meliputi penilaian biji beras, biji hasil sangrai, dan seduhan. Penilaian terhadap karakter biji kopi beras dan biji hasil sangrai belum dapat menggambarkan karateristik suatu kopi sesungguhnya; sehingga biasanya hanya digunakan sebagai pelengkap dari penilaian citarasa seduhan.

Penilaian karakter biji kopi beras biasanya meliputi warna, keseragaman ukuran, rupa, dan bau. Warna biji kopi beras dapat bervariasi dari abu-abu kebiruan, kuning coklat sampai hitam. Biji kopi yang baik biasanya berwarna abuabu kebiruan dengan rupa yang seragam. Biji kopi beras yang berwarna coklat atau hitam biasanya mempunyai citarasa jelek dan bermutu rendah. Penilaian bau pada biji kopi beras biasanya hanya untuk mengenali bau-bau asing atau menyimpang dari bau kopi normal. Penilaian karakter biji hasil sangrai biasanya meliputi rupa (kecerahan), celah tengah biji (center cut) dan bau. Biji kopi yang baik biasanya cerah (brillianth), dengan celah tengah jelas dan berwarna putih. Sebaliknya biji kopi jelek biasanya rupanya kusam (dull) dengan celah tengah berwarna coklat. Penalaian seduhan berbeda dengan cara minum kopi pada umumnya. Proses pengujian seperti penghirupan (sniffing), `penyeruputan' (slurping) dan pengecapan (swallowing) dilakukan secara kuat. Dengan menguatkan proses proses tersebut, maka syaraf-syaraf inderawi dapat distimulasi secara maksimum, sehingga citarasa kopi dapat dinilai dengan baik3.Berbagai aspek kehidupan dikaji pula dalam biologi. Ciri-ciri fisik bagian tubuh dipelajari dalam anatomi dan morfologi, sementara fungsinya dipelajari dalam fisiologi. Perilaku hewan dipelajari dalam etologi. Perkembangan ciri fisik makhluk hidup dalam kurun waktu panjang dipelajari dalam evolusi, sedangkan pertumbuhan dan

perkembangan dalam siklus kehidupan dipelajari dalam biologi perkembangan. Interaksi antar sesama makhluk dan dengan alam sekitar mereka dipelajari dalam ekologi; Mekanisme pewarisan sifat yang berguna dalam upaya menjaga kelangsungan hidup suatu jenis makhluk hidup dipelajari dalam genetika. Saat ini bahkan berkembang aspek biologi yang mengkaji kemungkinan berevolusinya makhluk hidup pada masa yang akan datang, juga kemungkinan adanya makhluk hidup di planet-planet selain bumi, yaitu astrobiologi.

Gambar Bentuk Fisik Kopi

C. KOMPOSISI KOPI Kopi glondong masak (kopi robusta) mempunyai ciri fisik : panjang 6-8 mm, lebar 6-7 mm, perbandingan panjang dan lebar biji 1-1,15 mm. Selain itu juga mempunyai berat jenis sekitar 44 lb/ft kubik (Sivetz, 1963). Komposisi buah kopi terdiri dari : 1. Epikarp Epikarp disebut juga dengan kulit buah, merupakan bagian terluar dari buah kopi. Menurut Wilboux (1963), komposisi dari epikarp adalah : protein kasar (9,17 %), lemak (2 %), serat (27,65%), gula reduksi (12,4%), gula non reduksi (2,02%), tanin (4,47%), pektin total (6,52%), Abu (3,63%), N bebas (57,85%). 2. Mesokarp Mesokarp disebut juga dengan daging buah, merupakan bagian yang berasa agak manis, dan mempunyai kandungan air yang cukup tinggi. Menurut Wilboux (1963), mesokarp mengandung beberapa nutrien, yaitu pektin (38,70%), gula total (45,80%) dan air (15,5%). Persentase gabungan antara epikarp dan mesokarp adalah sebesar 40,17% dari buah kopi glondong.

3.

Endokarp

Endokarp atau kulit tanduk, merupakan lapisan kulit kopi paling keras, tersusun oleh selulosa dan hemiselulosa. Menurut Wilboux (1963), komposisi endokarp adalah : protein kasar (2,20%), serat kasar (60,24%), hemiselulosa (7,58%), abu (3,30%). 4. Spermoderm Spermoderm disebut juga dengan kulit ari, merupakan kulit yang tipis dan menempel pada biji kopi. Kulit ari mengandung asam khlorogenat dan lemak (Wilboux, 1963). Persentase gabungan antara endokarp dan spermoderm adalah sebesar 17,40% dari buah kopi glondong. 5. Endosperm Endosperm atau keping biji, merupakan bagian buah kopi yang diambil manfaatnya untuk diolah menjadi kopi bubuk. Persentase endosperm adalah 49,42% dari buah kopi glondong. Menurut Wilboux (1963), komposisi endosperm dalam persen berat kering adalah : serat kasar (27,2%), lemak (10,6 12,6 %), protein kasar (3 13,5 %), gula reduksi (6 10 %), gula non reduksi (0,32 1,08 %), karbohidrat (4,47 %), abu (3,8 %), kafein (9 %), asam khlorogenat (6 10 %). Demikianlah kajian tentang komposisi kopi. Semoga dapat bermanfaat. Terimakasih. Tag : komposisi kopi , kandungan kopi , kandungan kulit kopi , komposisi kopi bubuk , kandungan biji kopi , kulit kopi , berat jenis kopi , komposisi bubuk kopi , kulit ari kopi , kulit buah kopi

D. PERUBAHAN DALAM PENYIMPANAN KOPI  Penyimpanan Buah kopi dapat disimpan dalam bentuk buah kopi kering atau buah kopi parchment kering yang membutuhkan kondisi penyimpanan yang sama. Biji kopi KA air 11 % dan RH udara tidak lebih dari 74 %. Pada kondisi tersebut pertumbuhan jamur (Aspergilus niger, A. oucharaceous dan Rhizopus sp) akan minimal. Di Indonesia kopi yang sudah di klasifikasi mutunya disimpan didalam karung goni dan dijahit zigzag mulutnya dengan tali goni selanjutnya disimpan didalam gudang penyimpanan.  Syarat Gudang penyimpanan Kopi : 1. Gudang mempunyai ventilasi yang cukup. 2. Suhu gudang optimum 20C-25C. 3. Gudang harus bersih, bebas dari hama penyakit serta bau asing. 4. Karung ditumpuk di lantai yang diben alas kayu setinggi 10 cm.

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Meski minum kopi sungguh nikmat, namun minuman ini sering memunculkan berbagai dilema. Beberapa penelitian menunjukkan bahaya dari minum kopi. Bahkan pada jaman dahulu, di Timur Tengah, kopi sempat menjadi minuman yang haram karena sering menimbulkan efek negatif. Apa saja bahaya dari kopi yang nikmat ini? Konsumsi kopi telah dikenal begitu luas dewasa ini, dan berbagai peringatan dari para ahli telah berulang kali diungkapkan selama bertahun-tahun terhadap banyaknya bahaya yang mengancam para peminum kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penggemar kopi harus mewaspadai bahaya yang bisa timbul dari kebiasaan minum kopi mereka. Bahaya tersebut antara lain penyakit jantung, Diabetes dan bahkan beberapa jenis kanker. Meski demikian, banyak orang mengabaikan peringatan ini. Mengapa?Selama beberapa tahun belakangan ini, para peneliti telah mempublikasikan hasil penelitian mereka mengenai akibat minum kopi. Namun kesimpulan yang dibuat para peneliti ini belum sampai ke kesimpulan yang meyakinkan. Mengapa? Karena biasanya para peneliti hanya meneliti bahaya dari Kafein, salah satu dari 500 kandungan kimia alami dalam secangkir kopi. Jadi sebenarnya penelitian terhadap kopi memang masih belum final dan masih jauh lebih kompleks.

DAFTAR PUSTAKA

http://carabudidaya.com/pengolahan-kopi/ http://kafeilmu.com/tema/penyimpanan-kopi.html http://www.anneahira.com/biji-kopi.htm http://kafeilmu.com/tema/biaya-penyimpanan-kopi.html http://kedaikopiluwakindonesia.com/artikel-kopi/tentang-kopi-fakta-kopi/ http://www.coffeecommunity.web.id/coffee-questions-answers/(wan-to-ask)-caraPenyimpanan-biji-kopi/