Anda di halaman 1dari 8

Perkembangan Hewan 2011 FKIP UMP

BAB II SIKLUS REPRODUKSI A. Siklus reproduksi


Siklus reproduksi pada tubuh perempuan atau Mamalia betina dewasa seksual yang tidak hamil/tidak bunting, sangat tergantung pada fungsi ovarium, maka disebut juga siklus ovarium Mamalia betina non-primata mengalami siklus estrus, sedangkan primata betina termasuk perempuan mengalami siklus menstruasi. Lama setiap siklus ovarium dapat dibaca pada Tabel 2.1. Tabel 2.1 Lama siklus ovarium pada beberapa spesies Lama siklus Fase folikuler Spesies (hari) (hari) Manusia 24 - 32 10 - 14 Sapi 20 - 21 2-3 Babi 19 - 21 5-6 Biri-biri 16 - 17 1-2 Kuda 20 - 22 5-6 Mencit dan tikus (+ jantan infertil) 13 14 2 Kelinci (+ jantan infertil) 14 - 15 1-2 Mencit dan tikus 4-5 2 Kelinci 1-2 1-2 Fase luteal (hari) 12 - 15 18 - 19 15 - 17 14 - 15 15 - 16 11 - 12 13 23 0

Siklus Estrus Non-primata Siklus estrus dibagi dalam beberapa tahap yaitu diestrus (anestrus), proestrus, estrus, dan metestrus. Tahap-tahap siklus dapat diketahui dengan mengamati gambaran sitologis apusan vagina. Apusan vagina biasa dibuat pada hewan laboratorium seperti tikus dan mencit, sebelum hewan betina dan jantan disatukan, biasanya untuk keperluan eksperimen. Korelasi antara apusan vagina dengan tahap-tahap siklus estrus, ovarium, dan uterus ditunjukkan pada Tabel 2.2. Tabel 2. 2 Korelasi antara apusan vagina dengan keadaan organ reproduksi tikus dan mencit Apusan vagina Tahap siklus Ovarium Uterus E, L, lendir Diestrus (2 2,5 hari) Folikel muda Tipis (kecil, halus) E / E, C Proestrus (12 jam) Folikel tumbuh Menebal (agak besar) E C ,C Estrus awal (12 Ovulasi Glanduler (bengkak) jam) C Estrus akhir (18jam) Ovulasi Glanduler (bengkak) Korpus luteum C L/ECL Metestrus (6 jam) Segera luruh
segera menciut

Singkatan: E = sel epitel berinti

L = lekosit

C = sel epitel yang menanduk

Penyatuan sebaiknya dilakukan saat estrus awal, vulva berwarna merah muda dan tampak sedikit tebal. Saat estrus, vulva tampak lebih merah dan tebal.
21

Perkembangan Hewan 2011 FKIP UMP

Bila pada keesokan paginya ada sumbat vagina, menandakan bahwa kopulasi sudah terjadi, dan hari itu ditentukan sebagai hari kehamilan ke nol. Siklus estrus ditandai oleh adanya estrus (berahi). Pada saat estrus, hewan betina akan reseptif terhadap yang jantan, ovarium sedang ovulasi dan uterus dalam fase yang tepat untuk implantasi. Dari satu estrus ke estrus berikutnyadisebut satu siklus estrus. Panjang siklus estrus bervariasi, contoh sapi, babi, kuda selama 21 hari, marmut selama 15 hari, tikus dan mencit selama 4 5 hari. Dalam keadaan tidak bunting, fase dalam setiap siklus estrus terdiri dari : 1) suatu waktu yang singkat dalam persiapan untuk reproduksi disertai sikap birahi (estrus), 2) satu periode mulai terjadi regresi dalam dinding uterus (post- or metestrus), 3) satu periode istirahat (diestrus), dan dilanjutkan dengan 4) satu periode persiapan yang aktif (proestrus) menuju ke estrus berikutnya.

Gambar 2.2 Grafik menunjukkan perubahan yang terjadi selama siklus estrus biri-biri
Perhatiakn korelasi yang mengatur kebuntingan (koitus, ovulasi, fertilisasi, dan migrasi embrio awal melalui oviduk ke uterus dan implantasi) dengan aktivitas lokal yang ditandai oleh kurva.

21

Perkembangan Hewan 2011 FKIP UMP

Terdapat variasi yang sangat beragam mengenai lama suatu siklus estrus, ada hewan yang hanya satu kali siklus dalam satu tahun. Monoestrus bila dalam satu tahun hanya satu kali estrus, sedangkan polyestrus bila dalam satu tahun mengalami beberapa kali estrus. Siklus estrus kadangkala terganggu oleh keadaan lingkungan yang tidak menunjang, misalnya musim kering sehingga tidak tersedia pakan yang memadai.

Gambar 2.1 Diagram yang menunjukkan urutan peristiwa dalam siklus reproduksi kelinci. (A) Reaksi supaya mencapai tahap estrus. (B) Urutan peristiwa setelah kawin (koitus dengan jantan fertil).

21

Perkembangan Hewan 2011 FKIP UMP

Banyak spesies hewan (contoh biri-biri) hanya satu kali mengalami estrus dalam satu tahun bila hidup bebas, tetapi menjadi polyestrus bila dipelihara. Hewan jenis lain yang mempunyai masa bunting singkat, seperti kelinci, tikus, mencit; bagi mereka cahaya merupakan faktor inisiasi yang menentukan (critical initiating factor). Bila jumlah cahaya harian yang diterima memadai, maka hipofisis menjadi aktif memproduksi FSH (follicle-stimulating hormone). Memperhatikan Tabel 1. 2, terdapat perbedaan lama siklus estrus mencit dan tikus yang tidak kawin dibandingkan yang kawin dengan jantan infertil; hal itu dijelaskan sebagai berikut. Rangsang mekanis ke serviks yang terjadi saat koitus diteruskan melalui saraf sensoris ke sistem saraf pusat, dan mengaktifkan pelepasan prolaktin dari hipofisis. Prolaktin merupakan bagian utama hormon luteotrofik, sehingga memperpanjang fase luteal; menimbulkan kesan seperti bunting (pseudopregnancy), perhatikan Gambar 2.1 dan Gambar 2.2. Siklus Menstruasi Primata Siklus seksual primata betina dicirikan dengan menstruasi, pengelupasan darah, mukus, dan debris sel dari uterus saat periode interval (sekitar 4 minggu pada manusia). Pada manusia menstruasi dimulai (menarche) sewaktu perempuan berumur 12 14 tahun, dan berlanjut sampai waktu (menopause) yang umumnya terjadi pada akhir 40 tahunan atau awal 50 tahunan. Biasanya waktu menstruasi sekitar 4 7 hari, bervariasi dan sangat individual. Siklus menstruasi dibagi dalam tiga fase: (1) mensis, (2) fase proliferatif (folikular), dan (3) fase sekretori (luteal).

Gambar 2.3 menunjukkan mekanisme menginduksi pubertas pada manusia

21

Perkembangan Hewan 2011 FKIP UMP

Pubertas adalah periode transisi antara fase juvenil dan dewasa; selama tahap perkembangan ini, karakteristik seks sekunder muncul dan matang, pertumbuhan remaja sangat mencolok, fertilitas dicapai, dan tampak jelas pengaruh psikologis. Perubahan ini secara langsung atau tidak langsung merupakan hasil pematangan unit gonadotropin hipotalamus hipofisis, stimulasi organ-organ seksual, dan sekresi hormon seks steroid. Sebelum pubertas hipotalamus bersifat sensitif terhadap hormon seks steroid dan LRF (Luteinizing Hormone Releasing Factor) dalam kadar sangat rendah, sehingga sintesis hormon seks tetap sedikit (dalam kadar rendah). Pada awal pubertas, hipotalamus menjadi kurang sensitif terhadap hormon seks, maka sintesis hormon tersebut lebih banyak, sampai dicapai kadar normal dalam tubuh orang dewasa.

Gambar 2.4 Diagram yang menggambarkan siklus menstruasi manusia. Koordinasi siklus ovarium (B) dan uterus (D) yang dikendalikan oleh hormon-hormon hipofisis (A) dan hormon-hormon ovarium (C). Selama fase folikuler, telur tahap metafase II terbentuk di dalam folikel dan dinding dalam uterus dipersiapkan untuk menerima embrio. Telur tersebut dilepaskan pada hari ke-14. Bila embrio tidak diimplantasikan, dinding uterus mulai meluruh, sehingga terjadi mensis.

21

Perkembangan Hewan 2011 FKIP UMP

Gambar 2.5 Diagramatis yang menggambarkan aksis hipotalamus hipofisis - ovaria - endometrium Ditunjukkan satu siklus menstruasi selesai dan awal siklus berikutnya. Perubahan di dalam ovaria dicetuskan oleh hormon gonadotropik (FSH dan LH). Hormon dari ovaria (estrogen dan progesteron) menyebabkan perubahan terhadap struktur dan fungsi endometrium.

Regulasi hormonal dalam siklus menstruasi FSH memacu perkembangan folikel telur/folikel ovarium (oosit dan sel-sel folikel), sehingga folikel ovarium menghasilkan estrogen; endometrium mulai menebal. Akibat peningkatan kadar estrogen yaitu feed-back (-) penurunan produksi FSH; sebaliknya feed-back (+) peningkatan produksi LH. Lonjakan kadar LH pada pertengahan siklus, mencetuskan ovulasi. Setelah ovulasi, LH memacu pembentukan korpus luteum (KL), fungsi KL menghasilkan progesteron dan estrogen. Akibat kadar progesteron dan estrogen yang tinggi, terjadi feed-back (-) terhadap LH dan FSH, sehingga kadar progesteron dan estrogen menurun. Selanjutnya menimbulkan fedd-back (+) terhadap hipotalamus dan hipofisis, untuk memulai siklus berikunya.
21

Perkembangan Hewan 2011 FKIP UMP

Jika sel telur (oosit sekunder) tidak difertilisasi, KL berdegenerasi dalam 810 hari setelah ovulasi. Hal tersebut menyebabkan peluruhan endometrium, sehingga terjadi mensis. (Perhatikan Gambar 2.4 dan 2.5)

* * Jika sel telur difertilisasi, jaringan ekstraembrio menghasilkan human Chorionic Gonadotropin (hCG), hormon yang berfungsi mempertahankan KL; maka produksi progesteron dan estrogen tetap dipertahankan sampai dengan usia kehamilan 4 bulan. Selanjutnya fungsi KL digantikan oleh plasenta, yang memproduksi progesteron dan estrogen, dan akhirnya KL mengalami degenerasi. Regulasi hormonal terhadap reproduksi lelaki Hormon utama yang berperan dalam sistem reproduksi lelaki adalah testosterone (bagian dari hormone androgen), merupakan hormon steroid yang dihasilkan oleh sel Leydig (sel interstisial) di luar tubulus seminiferus terdapat di dalam testis (ingat histologis testis). Testosteron sebagian dirubah menjadi dihidrotestosteron, mempunyai pengaruh lokal yaitu mempertahankan spermatogenesis. Selain itu juga disekresikan dalam aliran darah yang berpengaruh ke berbagai organ target, termasuk otak Sel-sel Leydig distimulasi oleh ICSH (interstitial-cell-stimulating hormone), disebut juga sebagai LH, untuk memproduksi androgen. ICSH diproduksi oleh hipofisis anterior dalam interval setiap 90 menit terutama pada malam hari. Dipengaruhi oleh FSH, sel Sertoli di dalam tubulus seminiferus mensintesis ABP (androgen binding protein) yang berguna untuk mempertahankan kadar testosteron di dalam tubulus seminiferus. Di dalam tubuh, testosteron berperan pada aksis hipotalamus-hipofisis, sehingga terdapat keseimbangan yang konstan antara kadar testosteron dalam darah dengan produksi FSH dan ICSH (gonadotropin). Pengaturan produksi gonadotropin dipengaruhi oleh inhibin, yang diproduksi oleh sel Sertoli dan dilepaskan dalam darah. Berarti, kadar testosteron tinggi maka sekresi gonadotropin rendah; dan sebaliknya kadar testosteron rendah akan menstimulasi sekresi gonadotropin. Pertanyaan: 1. Jelaskan maksud proses perkembangan, dan uraikan lima konsep dalam proses perkembangan. Apa komentar Saudara tentang pokok bahasan atau kompetensi dasar: Pertumbuhan dan Perkembangan? 2. Jelaskan pengertian siklus reproduksi pada Mamalia perempuan dan Mamalia betina non-primata, gunakan Tabel 2.1. 3. Uraikan siklus estrus, tahap-tahapnya gunakan Gambar 2.1A. 4. Perhatikan Tabel 2.2 dan Gambar 2.2 deskripsikan perubahan yang terjadi selama siklus estrus. 5. Perhatikan Gambar 2.1B deskripsikan proses yang terjadi sejak seekor kelinci betina yang estrus melakukan koitus dengan kelinci jantan yang fertile, sampai dengan kehamilan (dan perkembangan embrio). 6. Mengapa menyatukan mencit jantan harus dengan betina yang sedang estrus, terutama untuk kepentingan suatu penelitian.

21

Perkembangan Hewan 2011 FKIP UMP

Perhatikan Gambar 2.3, jelaskan proses pubertas pada manusia, sejak sebelum pubertas., awal pubertas, dan mencapai tahap dewasa muda (hormone reproduksi mulai berfungsi). 8. Uraikan fungsi hormonal, aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium-endometrium dalam siklus reproduksi perempuan. Gunakan Gambar 2.4 dan 2.5. 9. Berdasarkan jawaban No.8 buatkan diagram regulasi hormonal dalam pengaturan siklus reproduksi perempuan. 10. Mengapa siklus reproduksi untuk sementara waktu berhenti sewaktu seorang perempuan hamil, ataupun sewaktu seekor mencit bunting. Deskripsikan jawaban Saudara. 11. Uraikan dan buat diagram regulasi hormonal, aksis hipofisis - testis dalam pengaturan siklus reproduksi lelaki.
7.

21