Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

HAKIKAT DAN KEINDAHAN SABAR SHALAT DALAM


AL-QURAN

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Akhlak/Tasawuf
Dosen : Dr. H. Syaifan Nur, MA.








Disusun Oleh:
Risyanto (NIM : 11510074)
Hendry Irawan (NIM : 11510070)



PRODI AQIDAH FILSAFAT
FAKULTAS USHULUDIN STUDI AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM
UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
2011
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penguasaan dan pemahaman akan arti dari sifat sabar sangatlah penting dalam memaknai
kehidupan ini karena sabar adalah akhlak yang nyata yang dijelaskan dalam al-Quran (an-
Nahl:126-127) Kerana sabar mengandung nilai yang tinggi dan utama di sisi agama dan budi
pekerti. Sejatinya, tingkat pemahaman kita terhadap sifat tersebut sangat banyak mempengaruhi
kelangsungan kehidupan kita sebagai makhluk sosial, khususnya dalam pergaulan.
Sebagai generasi muda, pemahaman akan sifat sabar merupakan hal yang patut dipelajari
dan diterapkan dalam hidup bermasyarakat. Sabar bukannya sifat sampingan yang perlu dipilih
tetapi suatu kemestian bagi mengangkat derajat agama dan akhlak diri sendiri. Agama tidak akan
mencapai kemenangan dan dunia tidak akan aman serta cita-cita tidak akan berhasil jika tanpa
sifat sabar.
Dikatakan penting, karena sifat ini tidak hanya mempengaruhi kehidupan (pergaulan)
sehari-hari, tetapi juga merupakan salah satu sarana dalam meningkatkan keImanan dan
keTakwaan kita kepada Allah swt.
Kurangnya penguasaan dan pemahaman orang-orang terhadap sifat sabar ini
menyebabkan sering terjadinya konflik yang tidak jarang melibatkan banyak pihak. Akibatnya,
orang-orang mulai mengabaikan hakikat kita sebagai makhluk sosial dan mulai hidup secara
individual. Kalau hal ini sudah terjadi, tentu yang rugi tidak hanya kita, melainkan generasi-
generasi selanjutnya yang kelak akan memegang peranan dalam kemajuan zaman.

Dalam mata kuliah Aqidah/Tashawuf ini, kita memiliki tanggung jawab besar dalam
menjawab ataupun menyelesaikan persoalan-persoalan yang sering timbul dalam kehidupan
masyarakat, oleh karena itu dalam uraian yang singkat ini kami berusaha memaparkan beberapa
penjelasan mengenai hakikat dan keindahan sifat sabar sejauhmana yang kami ketahui.
B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :
y Untuk mengetahui hakikat dan keindahan sifat sabar.
y Untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca tentang sifat sabar sebagai
salah satu sifat landasan dalam menjalani kehidupan.
y Untuk memenuhi tugas mata kuliah Akhlak/Tasawuf.
C. Rumusan Masalah
Adapun yang kami jelaskan disini rumusan masalahnya sebagai berikut :
y Apa hakikat sabar itu?
y Apa keindahan sabar itu?
y Apa makna sabar yang sesungguhnya?
D. Sistematika Penulisan
Makalah ini disusun dengan sistematika pembahasan yang meliputi : BAB I :
PENDAHULUAN. Menyajikan latar belakang masalah, tujuan penulisan, rumusan
masalah, dan sistematika penulisan. BAB II : PEMBAHASAN. Membahas Hakikat dan
Keindahan Sabar dalam al-Quran. BAB III : PENUTUP. Menyajikan simpulan dan
saran. Daftar pustaka/referensi.


BAB II
PEMBAHASAN

HAKIKAT DAN KEINDAHAN SABAR SHALAT DALAM
AL-QURAN.

A. Pengertian
Salah satu sifat sufi yang fundamental bagi para sufi dalam usahanya untuk mencapai
tujuan adalah sabar. Sabar secara etimologi adalah menanggung kesulitan. Sedangkan secara
terminologi berarti melaksanakan tiga perkara, yang pertama menanggung kesulitan ibadah
memenuhi kewajiban dengan penuh ketaatan, yang kedua menanggung kesulitan taubat yang
benar menjauhi perbuatan maksiat zhahir bathin sebatas kemampuan, dan yang ketiga
menanggung kesulitan hati ketika tertimpa musibah di dunia kosong dari keluhan yang tidak
benar.
1

Maksud dari penjelasan definisi diatas dapat dipahami bahwa sabar merupakan
kemampuan diri dalam menghadapi berbagai macam kesulitan, yang antara lain :
y Kemampuan untuk menghadapi kesulitan dalam melaksanakan ibadah dan menunaikan
kewajiban-kewajiban syariat dengan sungguh-sungguh.
y Kemampuan untuk menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat yang disertai dengan taubat
baik secara lahir maupun batin.
y Kemampuan untuk menghadapi kesulitan ketika tertimpa musibah tanpa berkeluh kesah.

1
RifaI, Riayat, Juz II : 30
Orang mukmin yang sabar dalam menghadapi berbagai macam kesulitan sebagaimana
tersebut diatas akan memperoleh pahala yang tak terhingga dari sisi Allah Swt. Hal ini
sesuai janji Allah dalam surat al-Zumar ayat 10 :
VC @B CBb Fb_1b,
Fb_fVBb N,; P Cb Fb_1@=0
[ @ B,@;)Bb ,1@= N
;0, Bb , N Bf [,_
@Bb 0 @ 6LB@=

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu".


Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu
adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala
mereka tanpa batas.
2

Sabar menurut Quantum Ikhlas. Sabar adalah percaya bahwa sesuatu sedang berubah ke
arah yang lebih baik, atau percaya bahwa proses yang kita inginkan sedang belangsung. Bahwa
doa atau niat permintaan kita sedang diproses oleh komputer alam semesta milik Yang
Mahatahu. Setelah optimal berikhtiar tidak ada yang bisa kita lakukan dan tidak ada yang perlu
kita lakukan selain menanti dengan sabar.
Dengan begitu akan lebih mudah untuk kita bersikap sabar sehingga menimbulkan rasa
nyaman di hati, tidak fokus pada masalah yang membuat ketidaknyamanan hati.
3

Dalam sebuah resensi buku Quantum Shabar Mengelola Kesabaran Melejitkan
Kesuksesan yang diterbitkan media cetak KORAN SINDO : 17 Maret 2009 dijelaskan
bahwasanya kesabaran sering kali disalahartikan sebagai sebuah sikap pasif dan pasrah
menerima segala hal dalam kehidupan. Akibatnya lebih sering banyak orang yang tenggelam
dalam kenestapaan berbagai masalah yang semakin rumit dengan berdalih sebagai sikap sabar.

2
Al-Quran dan teremahannya,http : // opi.11Omb.com/
3
Sabar dalam Quantum Ikhlas.
Padahal, kesabaran sebenarnya merupakan sebuah sikap yang dinamis untuk menghadapi
pelbagai tantangan dalam hidup.
Karena sejatinya kesabaran merupakan kumpulan energi besar dan berpotensi melejitkan
kesuksesan bagi siapa saja yang memilikinya. Namun, kesabaran pun tidak seperti ilmu eksakta.
Karena bukan jaminan siapa pun yang bersabar pasti akan sukses. Kesabaran itu lebih seperti
sebuah seni yang perlu ditumbuhkan, terus dilatih, dan diterapkan dalam berbagai kondisi.
Karena itu buah dari kesabaran bisa dirasakan melalui berbagai cara yang tak disangka-sangka.
Seperti penjelasan Nabi Ibrahim AS bahwa kesabaran itu secara garis besar ada tiga jenis.
Pertama, kesabaran dalam menunggu hasil akhir dari sebuah usaha.Kedua, kesabaran dalam
mempertahankan diri dari berbagai godaan perbuatan maksiat. Ketiga, kesabaran menjalankan
sesuatu untuk mencapai tujuan.
Dari situ bisa ditarik benang merah bahwa kesabaran bukan pemberian langsung Tuhan
kepada umatnya sejak lahir. Sebaliknya, kesabaran merupakan balasan dari segenap usaha yang
telah dilakukan siapa saja. Selain itu, kesabaran bukan pula sebuah pemberian yang baku dan
sudah terukur.
Kesabaran bisa terus ditingkatkan melalui berbagai usaha, pemberdayaan diri, dan
pembelajaran yang berkesinambungan. Untuk mengoptimalkan kesabaran dalam diri kita,
Bahwa kesabaran adalah sebuah kemampuan yang perlu terus ditingkatkan. Diterangkan
juga penyebab kegagalan seseorang untuk menjadi penyabar dan solusi apa untuk mengatasinya.
Tak ketinggalan dibahas secara khusus hubungan antara kesabaran dan kecerdasan.
Buku ini membuka wawasan kita agar lebih positif memahami konsep kesabaran sebagai
sebuah upaya kontinu untuk mencapai kesuksesan. Bukan sebuah sikap pasif dan pasrah
menerima segala kenyataan yang menimpa dalam kehidupan ini.
4

Sabar mempunyai nilai kerohanian tinggi dalam islam. Didalam al-Quran ada beberapa
surat yang menjelaskan tentang sabar yang juga dihubungkan dengan sifat yang terpuji juga, atau
boleh dikatakan kedudukan sabar dalam al-Quran.
y Sabar dan Yakin (QS: as-Sajdah: 24)
Bq1, 8 10 ,),)
B@0 B Fb@@ F Fb_Cm,
B,1JB _1C_
Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk
dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat
Kami.
y Sabar danTawakkal (QS: al-Nahl: 41-42)
CBb, FbB [ Bb H )
B Fb_oL 1_q [
B,@;)Bb 1,1@= F d., JBb
@H0 P _ Fb_CAH _1
CBb Fb@@ P[V, ,;
_1m,_J
Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami
akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala
di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui.
(yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakal.
y Sabar dan Tasbih dan Istigfar (QS: al-Mukmin: 55)

4
Resensi (Wisma Wibowo) : Quantum Shabar Mengelola Kesabaran Melejitkan Kesuksesan, KORAN SINDO : 17
Maret 2009.
@BB ,f ), Bb XC=
JBb, C A=,
)m ,; ,BB
AP6Bb,
Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah
ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang
dan pagi.
y Sabar dan Jihad (QS: Muhamad: 31)
N,_1,1, P/= 1
)Bb N1
@Bb, Fb,_1,
H,;BP0
Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui
orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik
buruknya) hal ihwalmu.
y sabar dan Amalan Sholeh (QS: Hud:11)
Nf CBb Fb@@ Fb_1,
61Bb 00
0, @m
kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh;
mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.
y Sabar dan Taqwa (QS: ali-Imron: 120)
f N@ ,1@= V
f, NV @ Fb_=
B F f, Fb@V Fb_fJV, N
m@ )@AH B@A N f Bb
B ,_1 @
Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu
mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa,
niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu.
Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.



y Sabar dan Kebenaran (QS: al-Asr: 1-3)
@Bb, f @6Bb [a
X@ Nf CBb Fb_1b,
Fb_1, 61Bb Fb_@b,_V,
CBB Fb_@b,_V, @BB
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati
supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
y Sabar dan Rahmat (QS: al-Balad: 17)
CAH CBb Fb_1b,
Fb_@b,_V, @BB Fb_@b,_V,
,oA_,/BB
Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan
saling berpesan untuk berkasih sayang.
y Sabar dan Syukur.
y Sabar dan Shalat (QS: al-Baqarah: 153)
B0 CBb Fb_1b,
Fb_q@JBb @BB P_1Bb, P
f Bb @Bb
Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan
(mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
5


5
Keindahan Sabar, bahagian dakwah, jabatan kemajuan islam Malaysia.
Dari beberapa sifat sabar dan hubungannya dengan sifat yang lain beserta dalilnya dalam
al-Quran ada pembahasan sedikit khususnya yang berkaitan dengan Sabar dan Shalat seperti
yang tertera pada judul makalah.
B0 CBb Fb_1b,
Fb_q@JBb @BB P_1Bb, P
f Bb @Bb
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu,
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. ( Al-Baqarah : 153 )
Ayat diatas juga boleh diterjemahkan dengan : Mintalah pertolongan (kepada Allah)
dengan sabar dan sholat. Maksudnya : Orang-orang yang beriman disuruh oleh Allah agar
memohon pertolongan kepada-Nya melalui dua cara, yaitu : sabar dan solat. Jadi dengan banyak
bersabar dan banyak mengerjakan sholat, orang beriman pasti mendapat pertolongan Allah.
Itulah sebabnya, apabila Rasulullah SAW merasa sedih dan gelisah maka baginda SAW segera
berwudhuk dan berkata kepada Bilal Bin Rabah RA : Marilah hai Bilal kita mencari kesehatan
dengan solat. Rahasianya : Dalam solat Rasulullah SAW akan mengadu kepada Allah dan
memohon pertolongan kepada-Nya untuk mengatasi apa saja problem yang baginda hadapi. Dan
sudah pasti Allah berkuasa memberi pertolongan.
Selain melalui sholat kita juga disuruh oleh Allah agar memohon pertolongan kepada-
Nya melalui sabar. Islam membagi sabar kepada tiga jenis : 1. Sabar ketika melaksanakan
suruhan Allah ; 2. Sabar ketika menjauhi larangan Allah ; 3. Sabar ketika menghadapi ujian
Allah. Kebanyakan umat Islam di Nusantara biasanya memahami bahwa kesabaran hanya
diperlukan ketika menghadapi ujian atau takdir Allah seperti kematian orang yang disayangi,
ditimpa sakit, kemalangan, dan seluruh bentuk musibah yang menimpanya. Padahal sebenarnya
sabar jenis itu adalah digolongkan sabar yang paling rendah derajatnya jika dibandingkan dengan
dua jenis sabar yang lain, iaitu sabar ketika melaksanakan suruhan dan sabar ketika menjauhi
larangan Allah. Kita tidak menafikan kesabaran jenis ketiga juga besar ganjarannya, namun
masih banyak umat Islam Nusantara yang terlepas pandang terhadap dua jenis lagi. Padahal dua
jenis itulah yang boleh membawa muslim muslimat kepada ketaqwaan, sebab maksud taqwa :
Melakukan suruhan Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Imam Al-Qurtubiy berkata : Dalam ayat di atas Allah SWT menyebut sabar terlebih
dahulu daripada solat, sedangkan solat pula adalah diantara suruhan Allah yang paling
utama. Ini seolah-olah memberi isyarat bahwa ibadah solat tidak akan sempurna jika
pelakunya tidak memiliki sifat sabar. Mungkin dia salat tetapi tidak tumakninah, tidak khusyuk,
tidak menjaga rukun, syarat dan adab-adab salat. Ketika adzan berkumandang diudara menanda
masuk waktu salat, hanya orang yang sabar saja yang akan memenuhi segera panggilan Allah itu
walau bagaimanapun sibuknya dengan hal-hal duniawi. Sementara orang yang tidak sabar akan
meneruskan pekerjaannya, malahan tidak mustahil kadang-kadang tidak salat langsung hingga
habis waktu. Jika diserukan Assalaatu Khairum Minan Nauuum , hanya orang yang sabar saja
yang akan bangun dari tidurnya untuk menunaikan salat Subuhnya, sementara yang tidak sabar
barangkali tarik selimut untuk terus tidur hingga terbit matahari.
Dalam Bahasa Arab, makna asal Sabar adalah Imsak yakni menahan. Sebagai contoh :
Agar suruhan Allah seperti salat dapat dilaksanakan dengan sempurna, terkadang kita dituntut
agar menahan rasa ngantuk dan lain-lain, demikian juga sebaliknya, agar larangan Allah dapat
ditinggalkan dengan sempurna, maka muslim dan muslimat juga mesti dapat menahan diri.
Sebagai contoh : Ketika ada peluang untuk berzina atau mencuri atau membunuh, maka hanya
orang yang sabar saja yang mampu meninggalkan dosa-dosa tersebut, sebab dia dapat menahan
nafsunya daripada terjerumus ke lembah maksiat. Seorang pecandu narkoba yang sudah masuk
rehabilitas beberapa tahun, setelah keluar dari tempat rehabilitas tersebut, lalu berjumpa dengan
rekan-rekan lama dan mengajaknya mengisap lagi. Hanya orang yang sabar saja yang akan
menolak ajakan tersebut, sedangkan yang tidak sabar akan menghisap kembali.


BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Demikianlah konsep sabar dalam Islam. Sebenarnya sabar yang dituntut dalam Islam
bukan hanya terbatas jika ditimpa musibah, tetapi juga kesabaran dituntut ketika melaksanakan
perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Malahan dua jenis sabar terakhir ini lebih tinggi
derjatnya disisi Allah sebab dua jenis sabar tersebut dapat menghasilkan sifat taqwa kepada
Allah. Sedangkan definisi taqwa pula : Melaksanakan suruhan Allah dan menjauhi larangan-
Nya. Diharapkan semoga para pembaca makalah ini khususnya dan umat Islam Nusantara
amnya, mampu merubah persepsi yang selama ini yang beranggapan kononnya kesabaran hanya
diperlukan ketika berhadapan dengan musibah saja. Siapa yang memiliki sifat sabar dalam
pengertiannya yang luas, dia layak mendapat ganjaran yang sangat banyak sehingga tiada
batasannya. Allah SWT berfirman : ( ) : Sesungguhnya hanya
orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan ganjarannya tanpa batasan. ( Al-Zumar : 10 )
Demikian juga firman Allah : ( ) : Berpesan-pesan dengan kesabaran, ( Al-Asr : 3)
disebut paling akhir dalam surah Al-Asr juga menggambarkan bahawa iman, amal soleh,
dakwah tidak akan sempurna jika muslim dan muslimat tersebut tidak memilii sifat sabar.
Sabar bukan berarti kita hanya duduk diam sambil terus-menerus memikirkan kapan
pesanan kita akan datang. Tapi kita harus terus berusaha dan berikhtiar agar sesuatu yang kita
inginkan bisa tercapai, tentunya tetap dengan ridho Allah Swt.


B. Saran
Dari penjelasan tentang Hakikat dan Keindahan Sabar Shalat dalam al-Quran,
semoga kita semua bisa mengambil manfaat dan mendapatkan pengetahuan tentang sabar dalam
arti yang sesungguhnya. Tak ada gading yang tak retak, itulah adanya makalah ini. Kritik dan
saran kami harapkan untuk memperbaiki tugas makalah diwaktu yang akan datang.


















Daftar Pustaka/referensi
Pokja Akademik. Akhlak/Tasawuf. Yogyakarta : Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga,
2005
Al-Quran dan terjemahannya. http : //opi.11Omb.com
Proyek Pembinaan Perguruan Tinggi Agama. Pengantar Ilmu Tasawuf, Jakarta : Proyek
Pembinaan Perguruan Tinggi, 1983
Al Ghozali, Imam. Terjemah Ihya Ulumudin, Jakarta : CV Asy-Syifa, 1994
AN Ubaedy. Quantum shabar, Jakarta : Bismika Institut, 2009
Asmaran, As. Pengantar Studi Tasawuf, Jakarta : Rajawali Pers, Cetakan Ke-2 2002