Anda di halaman 1dari 3

Ekonomi Kesehatan, Efisiensi dan Perilaku Kesehatan

Ekonomi Kesehatan Ekonomi kesehatan adalah ilmu yang mempelajari supply dan demand sumber daya pelayanan kesehatan dan dampak sumber daya pelayanan kesehatan terhadap populasi. Demand atau permintaan adalah apa yang diminta orang, sedangkan supply atau penyediaan adalah apa yang disediakan (Murti, 2010). Demand (permintaan) adalah barang atau pelayanan yang sesungguhnya dibeli oleh pasien. Permintaan tersebut dipengaruhi oleh pendapat medis dari dokter, dan juga faktor lain seperti pendapatan dan harga obat (Murti, 2010). Faktor-faktor yang mempengaruhi demand terhadap pelayanan kesehatan dan RS (Trisnantoro, 2005): Kebutuhan berbasis pada aspek fisiologis, yaitu perlu atau tidaknya seseorang membutuhkan pelayanan medis. Penilaian pribadi akan status kesehatan, yang dipengaruhi oleh faktor sosioantropologis, kepercayaan, budaya, dan norma sosial. Variabel-variabel ekonomi a. Tarif Tarif berpengaruh terhadap demand, namun jika pelayanan medis dibutuhkan dengan segera, maka tarif tidak lagi berpengaruh. b. Sistem asuransi kesehatan Adanya asuransi atau jaminan kesehatan meningkatkan demand. Dengan kata lain, hubungan asuransi kesehatan dengan demand merupakan hubungan yang positif. c. Penghasilan Variabel-variabel demografis dan umur Usia yang bertambah meningkatkan demand terhadap pelayanan kuratif, akan tetapi demand untuk pelayanan preventif menurun. Jenis kelamin Demand pasien wanita lebih banyak daripada pria, hal ini dapat disebabkan karena: a. Insidensi penyakit yang lebih tinggi dibandingkan pria. b. Angka kerja wanita lebih sedikit dibanding pria, sehingga wanita mempunyai waktu luang lebih banyak daripada pria. Pendidikan yang lebih tinggi meningkatkan demand, karena tingkat kesadaran akan kesehatan juga meningkat. Faktor-faktor lain, seperti pengiklanan, tersedianya dokter dan fasilitas pelayanan kesehatan, serta inflasi.

Efisiensi Efisiensi dibagi menjadi 3, yaitu: 1. Efisiensi produktif Puskesmas atau Rumah Sakit (RS) mencapai efisiensi produktif jika memproduksi kuantitas output dengan kuantitas input seminimal mungkin, atau memproduksi semaksimal mungkin kuantitas output dengan kuantitas input yang tersedia. 2. Efisiensi teknis Puskesmas atau RS mencapai efisiensi teknis jika memproduksi kuantitas output dengan kombinasi biaya seminimal mungkin, atau memproduksi semaksimal mungkin kuantitas output dengan biaya yang tersedia. 3. Efisiensi alokatif Efisiensi alokatif terjadi jika input maupun output digunakan sebaik mungkin dalam ekonomi sehingga tidak mungkin lagi diperoleh perbaikan kesejahteraan. (Murti, 2010).

Perilaku Kesehatan Perilaku kesehatan adalah suatu respon seseorang terhadap stimulus yang berhubungan dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan, serta lingkungan. Perilaku kesehatan mencakup: a. Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit 1) Health promotive behavior, yaitu perilaku sehubungan dengan peningkatan dan pemeliharaan kesehatan, seperti makan makanan bergizi dan berolahraga. 2) Health preventive behavior atau perilaku pencegahan penyakit, yaitu respon pencegahan penyakit, misalnya tidak minum minuman beralkohol, tidak merokok, tidak makan makanan berlemak, dan sebagainya. 3) Health seeking behavior atau perilaku sehubungan dengan pencarian bantuan pengobatan, misalnya mengobati sendiri penyakitnya, atau mencari pengobatan ke fasilitas kesehatan modern (dokter, Puskesmas, RS) maupun tradisional (dukun, sinshe, dan sebagainya). 4) Health rehabilitative behavior, yaitu perilaku yang berhubungan dengan usaha pemulihan setelah sembuh dari penyakit. Misalnya dengan diet rendah lemak, diet rendah garam, dan mematuhi anjuran dokter dalam rangka pemulihan kesehatannya.

b. Perilaku seseorang terhadap sistem pelayanan kesehatan, adalah respon seseorang terhadap sistem pelayanan kesehatan baik modern maupun tradisional. c. Perilaku seseorang terhadap makanan (nutrition behavior), adalah respon seseorang terhadap makanan sebagai kebutuhan vital bagi kehidupan. d. Perilaku seseorang terhadap lingkungan kesehatan (environmental health behavior), adalah respon seseorang terhadap lingkungan sebagai determinan kesehatan manusia. (Notoadmojo, 2003)

Daftar Pustaka Murti B. 2011. Economic Evaluation. Akses 13 Januari 2011 di http://fk.uns.ac.id/static/materi/Economic_Evalution_2011_Prof_Bhisma.pdf Murti B. 2011. Ekonomi Kesehatan. Akses 13 Januari 2011 di http://fk.uns.ac.id/static/materi/Ekonomi_Kesehatan_-_Prof_Bhisma_Murti.pdf Notoatmojo S. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta Trisnantoro L. 2005. Memahami penggunaan ilmu ekonomi dalam manajemen rumah sakit Cet.2. Yogyakarta: Gama Press. pp: 118-23

Anda mungkin juga menyukai