Anda di halaman 1dari 4

KELANGKAAN

A. Pengertian Kelangkaan
Masalah-masalah ekonomi menyebabkan timbulnya ilmu ekonomi. Salah satunya adalah kelangkaan atau keterbatasan alat pemuas kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia pada umumnya tidak terbatas jumlahnya, sedangkan alat-alat pemuas kebutuhan sangat terbatas. Kelangkaan atau keterbatasan muncul karena jumlah alat pemuas kebutuhan manusia terbatas, sedangkan kebutuhan manusia tidak terbatas. Jadi kelangkaan yaitu suatu kondisi dimana ketidakseimbangan antara alat pemuas dan kebutuhan manusia atau keterbatasan sumber daya ekonomi untuk memenuhi kebutuhan manusia.

y Alat Pemuas Kebutuhan : 1. Barang Adalah alat pemuas yang berwujud, dapat dilihat, dan dapat di pegang. Yang dapatmemenuhi kebutuhan manusia. 2. Jasa Adalah sesuatu yang tak terlihat, tidak dapat dipegang yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan manusia.

B. Faktor-Faktor Penyebab Kelangkaan

 Bencana alam Bencana alam seperti tsunami, gempa, dan banjir merusak sumbre daya sehingga sumber daya tersebut tidak dapat digunakan lagi.  Peperangan Perang juga menimbulkan kelangkaan. Perang yang banyak terjadi menimbulkan kelangkaan bahan makanan sehingga menyebabkan kelangkaan

 Prilaku manusia Prilaku manusia bisa menyebabkan kelangkaan sumber daya yang akhirnya dapat menyebabkan kelangkaan barang/jasa, misalnya penebangan liar  Kebutuhan yang tidak terbatas Kebutuhan manusia terus berkembang sesuai dengan kodrat manusia yang selalu merasa kekurangan/tidak pernah puas.

i Ketidakterbatasan kebutuhan manusia


Perkembangan pesat terjadi dalam setiap sendi kehidupan manusia menyebabkan bertambahnya kebutuhan hidup manusia. Sebagai contoh, pada zaman dahulu sebelum ditemukan mobil kita dapat bepergian dengan menggunakan hewan seperti kuda. Namun sekarang manusia lebih banyak menggunakan motor atau mobil. Akibatnya kebutuhan pun bertambah, seperti kebutuhan bensin, sampai memerlukan tempat untuk menyimpan mobil yaitu garasi. Dari contoh tersebut, jelaslah kiranya kebutuhan manusia semakin tidak terbatas dan selalu bertambah. Apabila kebutuhan yang satu terpenuhi maka akan muncul kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Begitu seterusnya sehingga jumlah kebutuhan manusia pada masa mendatang akan semakin banyak.

i Faktor-faktor yang menyebabkan ketidakterbatasan kebutuhan manusia :


y y y y y y Sifat manusia yang tidak pernah puas Perkembangan tingkat kecerdasan dan kebutuhan manusia Pendapatan Perkembangan jumlah penduduk Kemajuan dibidang teknologi dan ilmu pengetahuan Taraf hidup manusia yang semakin meningkat

i Keterbatasan Alat Pemuas Kebutuhan Manusia


Dalammemenuhi kebutuhan hidupnya, manusia selalu berusaha dengan cara menggali sumber-sumber dan di sekitarnya kemudian diolah menjadi barang dan jasa. Alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya sangat terbatas. Dengan kata lain, sumber ekonomi jumlahnya jumlahnya sangat terbatas dibandingkan kebutuhan manusia. Sebagai contoh terbatasnya jumlah alat pemuas kebutuhan atau sumber ekonomi diantaranya:

Tanah sebagai sumber kekayaan alam (sumber daya alam) jumlahnya terbatas. Manusia tidak dapat menambah luas tanah. Apabila digunakan terus menerus maka tanah akan kehilangan nilai ekonominya dan tidak dapat lagi digunakan sebagai sumber ekonomi. Bahan galian atau tambang juga merupakan sumber kekayaan alam. Apabila digali terus menerus lama kelamaan akan habis. Sementar itu, kebutuhanmanusia akan barang tambang semakin meningkat.

Laut sebagai sumber kekayaan alam yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi jumlahnya juga terbatas. Manusia tidak mungkin menambah luas laut untuk memenuhi kebutuhan yang semakin hari terus bertambah.

Contoh-contoh tersebut menunjukkan alat pemuas kebutuhan manusia tersedia dalam jumlah yang sangat terbatas. Kesenjangan antara keetidakterbatasan kebutuhan dengan terbatasnya alat pemuas kebutuhan manusia inilah yang menyebabkan terjadinya kelangkaan dan keterbatasan. Kelangkaan dan keterbatasan ini merupakan akar permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh manusia. Terjadinya kelangkaan atau keterbatasan tersebut mendorong manusia untuk menyusun suatu tingkat alternatif dengan cara memilih penyediaan alat-alat pemuas kebutuhan manusia sesuai dengan urutan kepentingannya. Barang yang lebih penting untuk dipenuhi mendapat prioritas pertama.

STUDI KASUS : KENAIKAN HARGA BERAS

Menjelang Hari Raya Idul Fitri telah terjadi kenaikan harga beras di beberapa daerah dan wilayah. Hal ini disebabkan karena besarnya permintaan yang ada. Sehingga di sebagian daerahpun kekurangan pasokan beras. Bencana alampun membuat lahan yang ada tidak bisa ditanami. Baik karena kekeringan di beberapa daerah maupun banjir. Bukan itu saja masalahnya, semakin berkurangnya lahan untuk ditanami bibit beraspun menjadi faktornya. Hal tersebut yang membuat dari hari kehari harga beras semakin naik, dan tidak menutup kemungkinan harga beras menjadi dua kali lipatnya dari harga sebenarnya. Disini beras yang termasuk barang subtitusi dapat diganti dengan ganndum, jagung, singkong maupun nasi aking. Penyebab terjadinya Kenaikan Harga Beras : y Besarnya permintaan y Kurangnnya lahan y Bencana alam Cara Masyarakat amenghadapi : y Mengantian beras dengan gandum, jagungg ataupun nasi aking. Kendala : Hal ini berdampak pada masyarakat dengan penghasilan yang kurang. Namun kendalanya adalah meskipun gandum tidak mengalami peningkatan harga tetapi harga yang ditawarkan justru lebih mahal. Sehingga masyarakat kelas bawah harus meemilih antara

jagung atau nasi aking. Nasi aking pun tidak bisa dikonsumsi terus menurus karena berbahaya bagi kesehatan. Solusi : Pemerintah bisa membantu adanya pendistribusian beras agar pendistribusian beras terjadi secara merata di setiap daerah. Untuk daerah yang terkena kekeringan sebaiknya disana diadakan pengaliran air. Sehingga air mengalir merata. Dan utamanya pemilihan bibit yang pantas untuk ditanam di daerah kering.