Anda di halaman 1dari 17

Penulisan Kata dan Huruf Kapital

1. Penulisan Kata
A. Kata Dasar
Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Contoh : Ibu percaya bahwa engkau tahu. Buku itu sangat tebal.

B.

Kata Turunan
1. Imbuhan Kata berimbuhan adalah kata yang sudah mendapatkan imbuhan (afiks) yang dapat berupa awalan (prefiks), sisipan (infiks), dan akhiran (sufiks). Kata imbuhan ditulis serangkai dengan kata dasarnya.

Kata berawalan (prefiks)


Kata berawalan meKata berawalan me- memiliki arti diantaranya bermakna proses, berlaku seperti, membuat, dan dalam keadaan. Contoh : menghambat, melebar, mematung, menyangkal Kata berawalan di- (membentuk kalimat pasif) Contoh : ditanam, dimakan, diambil Kata berawalan berKata berawalan ber- memiliki arti diantaranya bermakna memakai, melakukan pekerjaan, himpunan, dan mempunyai. Contoh : berbaju, berlari, berempat, berpintu. Kata berawalan peArti yang dimiliki awalan pe- antara lain bermakna melakukan pekerjaan, mempunyai sifat, sebagai alat, menyatakan pekerjaan, dan menyebabkan sesuatu. Contoh : pembela, pemalu, penggaris, pelaut, pendingin Kata berawalan perArti yang biasanya dimiliki oleh awalan per- adalah menyatakan membuat jadi, dan membuat lebih. Contoh : perbudak, perbesar Kata berawalan seKata berawalan se- memiliki arti diantaranya menyatakan bilangan satu, makna segenap atau seluruh, dan makna sama atau menyerupai.

Contoh : sebutir, sekampung, serupa, serumpun Kata berawalan terArti awalan ter- yang biasanya terdapat pada kata diantaranya menyatakan ketidaksengajaan, makna paling, makna kemungkinan, makna tiba-tiba. Contoh : terbawa, terpandai, terbaca, terpeleset.

Kata berakhiran (sufiks)


Kata berakhiran kan Arti dari akhiran kan antara lain menyatakan makna kausatif (membuat jadi). Contoh : Tinggikan gantungan lampu itu! Kata berakhiran i Arti akhiran i antara lain menyatakan makna pekerjaan yang dilakukan memberi, menyatakan tempat, makna kausatif (membuat jadi). Contoh : gulai, garami, minyaki, duduki, panasi Kata berakhiran nya Contoh : suasananya, maknanya, cintanya Kata berakhiran an Arti akhiran an antara lain menyatakan makna alat, tempat, tiap-tiap, hasil, beberapa, dan sekitar. Contoh : timbangan, pangkalan, harian, didikan, ribuan, tahun 50-an Kata berakhiran wan Arti akhiran wan antara lain menyatakan orang yang ahli di bidangnya, memiliki sifat, dan menyatakan pekerjaan. Contoh : olahragawan, cendikiawan, karyawan. Kata berakhiran man Arti akhiran man antara lain menyatakan orang yang ahli, dan memiliki sifat. Contoh : seniman, budiman Kata berakhiran i atau wi Arti akhiran i atau wi ini antara lain menyatakan makna yang bersifat, dan yang berkenaan dengan. Contoh : duniawi, surgawi alami, kimiawi Kata berakhiran iah Arti akhiran iah antara lain menyatakan memiliki sifat. Contoh: lahiriah, jasmaniah, rohaniah

Kata berimbuhan gabung

Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. Kata berimbuhan me-kan Contoh : menanamkan, mencanangkan, melakukan Kata berimbuhan di-kan Contoh : dibuatkan, dijatuhkan Kata berimbuhan me-i Contoh : menyeberangi, menggarisbawahi, menghantui Kata berimbuhan di-i Contoh : Dijauhi, didekati, diamati Kata berimbuhan memper-kan Arti imbuhan memper-kan antara lain menyatakan makna kausatif, dan menganggap sebagai Contoh : mempertemukan, menperlakukan, memperbudakkan Kata berimbuhan memper-i Arti imbuhan memper-i antara lain menyatakan makna kausatif, dan berulang-ulang Contoh : mempersenjatai, memperbaiki, mempelajari Kata berimbuhan diper-i Arti imbuhan diper-i antara lain menyatakan makna membuat jadi, dan intensitas. Contoh : diperbaiki, dipersenjatai, dipelajari Kata berimbuhan ber-kan Arti imbuhan ber-kan antara lain menyatakan makna penguat, merupakan bentuk singkat dari akan, dan berfungsi sebagai pemanis, atau memperindah. Contoh : berdasarkan, berharapkan bertaburkan bunga 2. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai. Contoh : adipati aerodinamika antarkota anumerta audiogram awahama bikarbonat biokimia caturtunggal dasawarsa dekameter demoralisasi dwiwarna ekawarna ekstrakurikuler elektroteknik infrastruktur inkonvensional introspeksi kolonialisme kosponsor mahasiswa mancanegara multilateral narapidana nonkolaborasi Pancasila panteisme paripurna poligami

pramuniaga prasangka purnawirawan reinkarnasi Catatan: (1)

saptakrida semiprofesional subseksi swadaya

telepon transmigrasi tritunggal ultramodern

Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya adalah huruf kapital, di antara kedua unsur itu dituliskan tanda hubung (-). Contoh : non-Indonesia, pan-Afrikanisme

(2)

Jika kata maha sebagai unsur gabungan diikuti oleh kata esa dan kata yang bukan kata dasar, gabungan itu ditulis terpisah. Contoh : Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.

C. Kata Ulang
Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. Contoh : anak-anak, buku-buku, kuda-kuda, mata-mata, hati-hati, undang-undang, biri-biri, kupu-kupu, kura-kura, laba-laba, sia-sia, gerak-gerik, huru-hara, lauk-pauk, mondarmandir, ramah-tamah, sayur-mayur, centang-perenang, porak-poranda, tungganglanggang, berjalan-jalan, dibesar-besarkan, menulis-nulis, terus-menerus, tukarmenukar, hulubalang-hulubalang, bumiputra-bumiputra

D. Gabungan Kata
1. Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus, unsurunsurnya ditulis terpisah. Contoh : duta besar, kambing hitam, kereta api cepat luar biasa, mata pelajaran, meja tulis, model linear, orang tua, persegi panjang, rumah sakit umum, simpang empat. 2. Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian, dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian di antara unsur yang bersangkutan. Contoh : alat pandang-dengar, anak-istri saya, buku sejarah-baru, mesin-hitung tangan, ibubapak kami, watt-jam, orang-tua muda 3. Gabungan kata berikut ditulis serangkai. Contoh : acapkali, adakalanya, akhirulkalam, alhamdulillah, astagfirullah, bagaimana, barangkali, bilamana, bismillah, beasiswa, belasungkawa, bumiputra, daripada,

darmabakti, darmasiswa, dukacita, halalbihalal, hulubalang, kacamata, kasatmata, kepada, keratabasa, kilometer, manakala, manasuka, mangkubumi, matahari, olahraga, padahal, paramasastra, peribahasa, puspawarna, radioaktif, sastramarga, saputangan, saripati, sebagaimana, sediakala, segitiga, sekalipun, silaturahmi, sukacita, sukarela, sukaria, syahbandar, titimangsa, wasalam

E. Kata Ganti ku, kau, mu, dan nya


Kata ganti ku dan kau ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; ku, mu, dan nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Contoh : Apa yang kumiliki boleh kauambil. Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan.

F. Kata Depan di, ke, dan dari


Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada. Contoh : Kain itu terletak di dalam lemari. Bermalam sajalah di sini. Mereka ada di rumah. Ia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan. Ke mana saja ia selama ini? Kita perlu berpikir sepuluh tahun ke depan. Mari kita berangkat ke pasar. Ia datang dari Surabaya kemarin. Si Amin lebih tua daripada si Ahmad. Kami percaya sepenuhnya kepadanya. Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu. Ia masuk, lalu keluar lagi. Surat perintah itu dikeluarkan di Jakarta pada tanggal 11 Maret 1966. Bawa kemari gambar itu.

G. Kata si dan sang


Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Contoh : Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil. Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim.

H. Partikel
1. Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Contoh : Bacalah buku itu baik-baik. Jakarta adalah ibu kota Republik Indonesia. Apakah yang tersirat dalam surat itu? Siapakah gerangan dia? 2. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Contoh : Apa pun yang dimakannya, ia tetap kurus. Hendak pulang pun sudah tak ada kendaraan. Jangan dua kali, satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku. Jika ayah pergi, adik pun ingin pergi. Catatan: Kelompok yang lazim dianggap padu, misalnya adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun, sungguhpun, walaupun ditulis serangkai. 3. Partikel per yang berarti 'mulai', 'demi', dan 'tiap' ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahului atau mengikutinya. Contoh : Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 April. Mereka masuk ke dalam ruangan satu per satu. Harga kain itu Rp 2.000 per helai.

I.
1.

Singkatan dan Akronim


Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. a. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik. Contoh : A.S. Kramawijaya
Muh. Yamin M.B.A.master of business administration M.Sc.master of science S.E. S.K.M. sarjana ekonomi sarjana kesehatan masyarakat Bpk. Sdr. bapak saudara

Kol. kolonel

b.

Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik. Contoh : DPR
PGRI Dewan Perwakilan Rakyat Persatuan Guru Republik Indonesia

GBHN SMTP PT

Garis-Garis Besar Haluan Negara Sekolah Menengah Tingkat Pertama Perseroan Terbatas

c.

Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Contoh : dll.
dsb. dst. hlm. sda. Pengecualian : a.n. d.a. u.b. u.p. s.d. atas nama dengan alamat untuk beliau untuk perhatian sampai dengan dan lain-lain dan sebagainya dan seterusnya halaman sama dengan atas

d.

Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik. Contoh : Cu
TNT cm kVA kg kuprum trinitrotoluen sentimeter kilovolt-ampere kilogram (lima ribu) rupiah

Rp (5.000,00)

2.

Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. a. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Contoh :
ABRI LAN PASI IKIP SIM Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Lembaga Administrasi Negara Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Surat Izin Mengemudi

b.

Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital. Contoh :
Akabri Bappenas Iwapi Kowani Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kongres Wanita Indonesia

Sespa

Sekolah Staf Pimpinan Administrasi

c.

Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. Contoh :
pemilu radar rapim rudal tilang pemilihan umum radio detecting and ranging rapat pimpinan peluru kendali bukti pelanggaran

Catatan: Jika perlu membentuk akronim, hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut: 1. Jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia 2. Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesia yang lazim.

J.

Angka dan Lambang Bilangan


1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor 2. Angka digunakan untuk menyatakan: (i) ukuran panjang, berat, luas, dan isi (ii) satuan waktu (iii) nilai uang, dan (iv) kuantitas. Contoh : 0,5 sentimeter 5 kilogram 10 liter pukul 15.00 17 Agustus 1945 Rp5.000,00 US$3.50* $5.10* 100 100 yen 10 persen

* tanda titik di sini merupakan tanda desimal. 3. Angka lazim dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat. Contoh : Jalan Tanah Abang I No. 15 Hotel Indonesia, Kamar 169 4. Angka digunakan untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci. Contoh : Bab X, Pasal 5, halaman 252 Surah Yasin: 9 5. Penulisan lambang bilangan yang dengan huruf dilakukan sebagai berikut: a. Bilangan utuh Contoh : dua belas dua puluh dua 12 22

dua ratus dua puluh dua

222

b. Bilangan pecahan Contoh : setengah tiga perempat tiga dua pertiga satu persen satu dua persepuluh Contoh : Paku Buwono X pada awal abad XX kehidupan pada abad ke-20 ini lihat Bab II, Pasal 5 Contoh : tahun '50-an uang 5000-an lima uang 1000-an dalam bab ke-2 buku itu di tingkat kedua gedung itu di tingkat ke-2 itu kantornya di tingkat II itu (tahun lima puluhan) (uang lima ribuan) (lima uang seribuan) 3 2/3 1% 1,2

6. Penulisan lambang bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara yang berikut.

7. Penulisan lambang bilangan yang mendapat akhiran -an mengikuti

8. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secara berurutan, sperti dalam perincian dan pemaparan. Contoh : Amir menonton drama itu sampai tiga kali. Ayah memesan tiga ratus ekor ayam. Di antara 72 anggota yang hadir, 52 orang setuju, 15 orang tidak setuju, dan 5 orang memberikan suara blangko. 9. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat. Contoh : Lima belas orang tewas dalam kecelakaan itu. Pak Darmo mengundang 250 orang tamu. Bukan: 15 orang tewas dalam kecelakaan itu. Dua ratus lima puluh orang tamu diundang Pak Darmo. 10. Angka yang menunjukkan bilangan utuh yang besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca.

Contoh : Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 250 juta rupiah. Penduduk Indonesia berjumlah lebih dari 120 juta orang. 11. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks kecuali di dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Contoh : Kantor kami mempunya dua puluh orang pegawai. DI lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah. Bukan: Kantor kamu mempunyai 20 (dua puluh) orang pegawai. Di lemari itu tersimpan 805 (delapan ratus lima) buku dan majalah. 12. Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf, penulisannya harus tepat. Contoh : Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp999,75 (sembilan ratus sembilan puluh sembilan dan tujuh puluh lima perseratus rupiah). Saya lampirkan tanda terima uang sebesar 999,75 (sembilan ratus sembilan puluh sembilan dan tujuh puluh lima perseratus) rupiah. K. Kata Baku Kata baku merupakan kata yang sesuai dan benar menurut bahasa Indonesia. Namun pada kenyataannya, banyak ditemukan kekeliruan dalam penggunaannya. Berikut daftar beberapa kata baku : 1. aktif, aktip 2. aktivitas, aktifitas 3. Alquran, al-Qur'an, Al-Qur'an, al Qur'an, Al Qur'an (maupun tanpa [']) 4. analisis, analisa 5. apotek, apotik (ingat: apoteker, bukan apotiker) 6. asas, azas 7. atlet, atlit (ingat: atletik, bukan atlitik) 8. bus, bis 9. besok, esok 10. diagnosis, diagnosa 11. Ekstrakurikuler, ekstrakulikuler 12. ekstrem, ekstrim 13. embus, hembus 14. Februari, Pebruari 15. frekuensi, frekwensi 16. foto, photo

17. gladi, geladi 18. hierarki, hirarki 19. hipnosis (nomina), menghipnosis (verba), hipnotis (adjektiva) 20. ibu kota, ibukota 21. ijazah, ijasah 22. imbau, himbau 23. indera, indra 24. inderagiri, indragiri 25. istri, isteri 26. izin, ijin 27. jadwal, jadual 28. jenderal, jendral 29. Jumat, Jum'at 30. kacamata, kaca mata 31. kanker, kangker 32. karier, karir 33. Katolik, Katholik 34. kendaraan, kenderaan 35. komoditas, komoditi 36. komplet, komplit 37. konkret, konkrit, kongkrit 38. kosa kata, kosakata 39. kualitas, kwalitas, kwalitet 40. kuantitas, kwantitas 41. kuitansi, kwitansi 42. kuno, kuna 43. lokakarya, loka karya 44. maaf, ma'af 45. makhluk, mahluk, mahkluk (salah satu yang paling sering salah) 46. mazhab, mahzab 47. metode, metoda 48. mungkir, pungkir (Ingat!) 49. nakhoda, nahkoda, nakoda 50. napas, nafas 51. narasumber, nara sumber (berlaku juga untuk kata belakang lain) 52. nasihat, nasehat 53. negatif, negatip (juga kata-kata lainnya yang serupa) 54. November, Nopember

55. objek, obyek 56. objektif, obyektif/p 57. olahraga, olah raga 58. orang tua, orangtua 59. paham, faham 60. persen, prosen 61. pelepasan, penglepasan 62. penglihatan, pelihatan; pengecualian 63. permukiman, pemukiman 64. perumahan, pengrumahan; baik untuk arti housing maupun PHK 65. pikir, fikir 66. Prancis, Perancis 67. praktik, praktek (Ingat: praktikum, bukan praktekum) 68. provinsi, propinsi 69. putra, putera ; putri, puteri 70. realitas, realita 71. risiko, resiko 72. saksama, seksama (Ingat!) 73. samudra, samudera 74. sangsi (=ragu-ragu), sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar, salah) 75. saraf, syaraf 76. sekretaris, sekertaris 77. sekuriti, sekuritas 78. segitiga, segi tiga 79. selebritas, selebriti 80. silakan, silahkan (Ingat!) 81. sintesis, sintesa 82. sistem, sistim 83. surga, sorga, syurga 84. subjek, subyek 85. subjektif, subyektif/p 86. Sumatra, Sumatera 87. standar, standard ; standardisasi, standarisasi 88. tanda tangan, tandatangan 89. takhta, tahta 90. teknik, tehnik 91. telepon, tel(f/p)on, telefon, tilpon 92. teoretis, teoritis (diserap dari: theoretical)

93. terampil, trampil 94. utang, hutang (Ingat: piutang, bukan pihutang) 95. walikota, wali kota 96. Yogyakarta, Jogjakarta 97. zaman, jaman

B. Penulisan Huruf Kapital dalam EYD


Ejaan yang disempurnakan atau yang lebih dikenal dengan singkatan EYD adalah ejaan yang mulai resmi dipakai dan digunakan di Indonesia tanggal 16 agustus 1972. Ejaan ini masih tetap digunakan hingga saat ini. EYD adalah rangkaian aturan yang wajib digunakan dan ditaati dalam tulisan bahasa indonesia resmi. EYD mencakup penggunaan dalam 12 hal, yaitu penggunaan huruf besar (kapital), tanda koma, tanda titik, tanda seru, tanda hubung, tanda titik koma, tanda tanya, tanda petik, tanda titik dua, tanda kurung, tanda elipsis, dan tanda garis miring. Berikut ini akan dibahas mengenai penggunaan huruf kapital dalam EYD atau Ejaan Yang Disempurnakan: 1. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Contoh : Dia mengantuk. Kita harus bekerja keras. 2. Apa maksudnya? Pekerjaan itu belum selesai.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Contoh : Adik bertanya, "Kapan kita pulang?" Bapak menasihatkan, "Berhati-hatilah, Nak!" "Kemarin engkau terlambat," katanya. "Besok pagi," kata Ibu, "Dia akan berangkat".

3.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan. Contoh kata : Allah, Yang Mahakuasa, Yang Maha Pengasih, Alkitab, Quran, Weda, Islam, Kristen Contoh dalam kalimat : Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar kepada hamba-Nya. Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.

4.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang. Contoh : Mahaputra Yamin Haji Agus Salim Sultan Hasanuddin Imam Syafii

Nabi Ibrahim Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar, kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang. Contoh : Dia baru saja diangkat menjadi sultan. Tahun ini ia pergi naik haji. 5. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat. Contoh : Wakil Presiden Adam Malik Perdana Menteri Nehru Profesor Supomo Laksamana Muda Udara Husen Sastranegara Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian Gubernur Irian Jaya Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, atau nama tempat. Contoh : Siapa gubernur yang baru dilantik itu? Kemarin Brigadir Jenderal Ahmad dilantik menjadi mayor jenderal. 6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. Contoh : Amir Hamzah Dewi Sartika Wage Rudolf Supratman Halim Perdanakusumah Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama sejenis atau satuan ukuran. Contoh : mesin diesel, 10 volt, 5 ampere 7. Huruf kapital sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa. Contoh : bangsa Indonesia, suku Sunda, bahasa Inggris Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan. Contoh : mengindonesiakan kata asing, keinggris-inggrisan 8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah. Contoh : bulan Agustus bulan Maulid hari Natal Perang Candu hari Lebaran hari Jumat

hari Galungan dipakai sebagai nama. Contoh :

tahun Hijriah

tarikh Masehi

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak

Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya. Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia. 9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Contoh : Asia Tenggara Banyuwangi Bukit Barisan Cirebon Danau Toba Daratan Tinggi Dieng Jalan Diponegoro menjadi unsur nama diri. Contoh : berlayar ke teluk menyeberangi selat digunakan sebagai nama jenis. Misalnya: garam inggris, gula jawa, kacang bogor, pisang ambon 11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan. Contoh : Republik Indonesia Majelis Permusyawaratan Rakyat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 57, Tahun 1972 Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan, serta nama dokumen resmi. Contoh : menjadi sebuah republik beberapa badan hukum kerja sama antara pemerintah dan rakyat menurut undang-undang yang berlaku mandi di kali pergi ke arah tenggara Kali Brantas Lembah Baliem Ngarai Sianok Pegunungan Jayawijaya Selat Lombok Tanjung Harapan Terusan Suez

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang

12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi. Contohnya : Perserikatan Bangsa-Bangsa Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Rancangan Undang-Undang Kepegawaian 13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal. Contoh : Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. Bacalah majalah Bahasa dan Sastra. Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan. Ia menyelesaikan makalah "Asas-Asas Hukum Perdata". 14. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan. Contoh : Dr. M.A. S.H. S.S. Tn. Ny. Sdr. doktor master of arts sarjana hukum sarjana sastra tuan nyonya saudara

Prof. profesor

15. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan. Contoh : "Kapan Bapak berangkat?" tanya Harto. Adik bertanya, "Itu apa, Bu?" Surat Saudara sudah saya terima. "Silakan duduk, Dik!" kata Ucok. Besok Paman akan datang. Mereka pergi ke rumah Pak Camat. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan.

Contoh : Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. 16. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda. Contoh : Sudahkah Anda tahu? Surat Anda telah kami terima. Pertanyaan : 1. a. b. c. d. e. 2. a. b. c. d. e. 3. a. b. c. d. e. Penggunaan huruf kapital yang benar terdapat pada kalimat

Dana-dana inpres seluruhnya berjumlah rp 5,3 triliun Kami sekeluarga liburan ke danau Toba Makalah ini berjudul Penggunaan Huruf Kapital Kakakku akan menikah pada bulan agustus Pertandingan sepakbola tahun ini diadakan di kota surabaya Penggunaan partikel yang benar terdapat pada kalimat. Bacalah buku itu dengan seksama Hargailah siapapun yang ada di kelas ini Kertas itu dihargai Rp 100,- perhelai Siapa kah pegawai yang sakit itu? Bagaimanapun dia adalah pegawai terbaik di kantor ini Penulisan kata depan yang tepat terdapat dalam kalimat . Korban kecelakaan itu dibawa kerumah sakit terdekat Ayahku baru datang dari Surabaya setelah seminggu bekerja disana Di sanalah kami mengumpulkan dana untuk korban bencana banjir Produk makanan instan lebih disukai para remaja dari pada makanan tradisional Ratih melihat pameran lukisan keluar kota 4. Kalimat yang ditulis sesuai EYD adalah..... a. Tigapuluh enam orang terperangkap dalam longsoran itu. b. Disana-sini terdengar tangisan yang memilukan. c. Penanganan musibah itu diambilalih oleh pemerintah pusat. d. Kata nominator tidak berarti yang dinominasikan. e. Cara penanganan masalah tersebut menimbulkan ketidakpuasan. 5. a. b. c. d. e. Makna berulang-ulang untuk imbuhan ber-an terdapat pada kalimat.... Para penumpang di dalam bus kota itu berhimpitan. Anak-anak berhamburan dikejar Pak Raden. Pada malam hari tampak bintang bertebaran di angkasa. Mereka berpandangan, lalu bersalaman. Suara meriam berdentuman selama serangan kilat itu berlangsung.

Anda mungkin juga menyukai