Anda di halaman 1dari 64

TGP UI 18, 25 November & 2 Desember 2006

KMI Goes to Campus Pelatihan Simulasi Proses


Mohammad Darwis

Modul 1B Process Simulation Overview

Tujuan
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta diharapkan mampu ..........
Menentukan proses simulator yang sesuai Menggambarkan bagaimana proses simulator bekerja Menentukan informasi yang diperlukan dalam menggunakan proses simulator Familiar dengan HYSYS

Preview
Process Simulator
Apakah mereka? Bagaimana mereka digunakan? Menentukan satu yang tepat?

Pengenalan Process Simulator - Problem 3 Dew-Point campuran gas - Problem 4 Valve & Separator

Problem 3 : Dew Point

Problem 3 : Deskripsi
Suatu campuran sebanyak 100 lbmole/hr dengan komposisi (% mole) propane 61%, n-butane 28% dan npentane 11%. Tentukan Dew Point campuran tersebut pada 200 psia. Gunakan Peng-Robinson untuk Property Packagenya.

Problem 3 : Langkah Detail


Cara manual : F = V zi.F = V.yi zi = yi Ki = f(T,P) xi = yi / Ki xi = zi / Ki (1) (2) ....(2) ....(3) ...(4) ...(4)

Dengan mencoba-coba temperature (T) hingga didapatkan xi = 1. Temperature inilah yang disebut Dew Point.

Problem 3 : Langkah Detail


Dengan menggunakan spreadsheet Excel diperoleh :

Problem 3 : Langkah Detail

Dengan HYSYS

Problem 3 : Langkah Detail


Dari menu : Pilih File, New, Case.

Problem 3 : Langkah Detail


Dari tab Components tambah Component List dengan tekan Add.

Problem 3 : Langkah Detail


Akan muncul Component List View.Tambahkan komponen yang diinginkan dengan tekan Add Pure.

Problem 3 : Langkah Detail


Dari tab Fluid Pkgs tambahkan Fluid Package yang akan digunakan dengan tekan Add.

Problem 3 : Langkah Detail


Pilih salah satu Property Package yang diinginkan. Setelah dipilih tutup sheet Fluid Package : Basis-1

Problem 3 : Langkah Detail


Akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Tekan Enter Simulation Environment.

Problem 3 : Langkah Detail


Akan muncul tampilan seperti dibawah ini.

Problem 3 : Langkah Detail


Dari menu : Pilih File, Save As. Tekan Save As.

Problem 3 : Langkah Detail


Tekan Save.

Problem 3 : Langkah Detail


Akan muncul tampilan seperti dibawah ini.

Problem 3 : Langkah Detail


Dari Menu, pilih Tools, Preferences. Pilih Variabels.

Problem 3 : Langkah2 Detail


Pilih Unit Set di Available Unit Sets dan maintain unit untuk setiap besaran pada Display Unit.

Problem 3 : Langkah Detail


Dari menu, Pilih Flowsheet , Palette atau tekan F4 atau tekan object Palette untuk mengeluarkan Object Palette

Problem 3 : Langkah Detail


Click Material Stream menu pada Object Palette.

Problem 3 : Langkah Detail


Double-click pada Material Stream. Dari tab Worksheet, Pilih Composition, masukan nilai mole fraksinya di Mol Fractions.

Problem 3 : Langkah Detail


Dari tab Worksheet, Pilih Conditions, Ketik Dew Point pada baris Stream Name, masukkan nilai 150 F pada baris Temperature, 200 psia pada baris Pressure, dan masukkan nilai 100 lbmole/hr pada baris Molar Flow.

Problem 3 : Langkah Detail

Problem 3 : Langkah Detail


Click Separator pada Object Palette. Doubleclick pada Separator tersebut.

Problem 3 : Langkah Detail


Double-click pada Separator tsb. Dari tab Design, ketik Separator pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream Dew Point pada inlet, stream Vapor pada Vapour Outlet dan stream Liquid pada Liquid Outlet.

Problem 3 : Langkah Detail


Akan muncul :

Problem 3 : Langkah Detail


Untuk memunculkan Table dari sebuah stream, click kanan pada stream tersebut, akan tampak seperti dibawah ini. Kemudian pilih Show Table.

Problem 3 : Langkah Detail


Heat & material balance-nya :

Problem 3 : Comment
Dari spreadsheet Excel : T = 175 F Dari HYSYS : T = 174.4 F Hasil yang diperoleh dari kedua cara tersebut adalah hampir sama. Perbedaan yang sangat kecil ini kemungkinan disebabkan oleh harga Ki yang hampir sama dari kedua cara tersebut di atas. Hal ini kembali lagi ke pemilihan asumsi untuk menghitung properties.

Problem 4 : Valve & Separator

Problem 4 : Deskripsi
Sebuah liquid yang telah di-flash melalui sebuah valve (katup) menuju tekanan 1 atm dan dimasukkan ke separator. Liquid tersebut memiliki komposisi seperti di bawah ini dan menjadi jenuh pada tekanan 100 psia. Metana 50 lb-mol / hr Etana 70 lb-mol / hr Propana 60 lb-mol / hr Tentukan flow dan komposisi pada masing-masing stream yang belum diketahui.

Problem 4 : Process Flow

Problem 4 : Langkah detail


Dari menu : Pilih File, New, Case.

Problem 4 : Langkah detail


Dari tab Components tambah Component List dengan tekan Add.

Problem 4 : Langkah detail


Akan muncul Component List View.Tambahkan komponen yang diinginkan dengan tekan Add Pure.

Problem 4 : Langkah detail


Dari tab Fluid Pkgs tambahkan Fluid Package yang akan digunakan dengan tekan Add.

Problem 4 : Langkah detail


Pilih salah satu Property Package yang diinginkan. Setelah dipilih tutup sheet Fluid Package : Basis-1

Problem 4 : Langkah detail


Akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Tekan Enter Simulation Environment.

Problem 4 : Langkah detail


Akan muncul tampilan seperti dibawah ini.

Problem 4 : Langkah detail


Dari menu : Pilih File, Save As. Tekan Save As.

Problem 4 : Langkah detail


Tekan Save.

Problem 4 : Langkah detail


Akan muncul tampilan seperti dibawah ini.

Problem 4 : Langkah detail


Dari Menu, pilih Tools, Preferences. Pilih Variabels.

Problem 4 : Langkah detail


Pilih Unit Set di Available Unit Sets dan maintain unit untuk setiap besaran pada Display Unit.

Problem 4 : Langkah detail


Dari menu, Pilih Flowsheet, Palette atau tekan F4 atau tekan object Palette untuk mengeluarkan Object Palette

Problem 4 : Langkah detail


Click Material Stream menu pada Object Palette.

Problem 4 : Langkah detail


Double-click pada Material Stream. Dari tab Worksheet, Pilih Composition. Tekan Basis dan pilih Mole Flows.

Problem 4 : Langkah detail


Masukan nilai mole flow masing-masing component.

Problem 4 : Langkah detail


Dari tab Worksheet, Pilih Conditions, Ketik Feed pada baris Stream Name, masukkan nilai 0 pada baris Vapour / Phase Fraction dan 100 psia pada baris Pressure.

Problem 4 : Langkah detail


Click Valve pada Object Palette.

Problem 4 : Langkah detail


Double-click pada Valve tersebut. Dari tab Design, ketik Valve pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream Feed pada Inlet, stream Valve Outlet pada Outlet.

Problem 4 : Langkah detail


Dari tab Design, Pilih Worksheet, masukan nilai 1 atm pada kolom Valve Outlet dan baris Pressure.

Problem 4 : Langkah detail


Dari tab Design, Pilih Parameters, Delta P (pressure drop) akan terhitung.

Problem 4 : Langkah detail


Akan muncul :

Problem 4 : Langkah detail


Click Separator pada Object Palette.

Problem 4 : Langkah detail


Double-click pada Separator tersebut. Dari tab Design, ketik Separator pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream Valve Outlet pada inlet, stream Vapor pada Vapour Outlet dan stream Liquid pada Liquid Outlet.

Problem 4 : Langkah detail


Akan muncul :

Problem 4 : Langkah Detail


Untuk memunculkan Table dari sebuah stream, click kanan pada stream tersebut, akan tampak seperti dibawah ini. Kemudian pilih Show Table.

Problem 4 : Langkah detail


Heat & material balance-nya :

Review konsep utama


Menentukan perangkat / tool yang tepat untuk memecahkan masalah
Perhitungan manual (dengan tangan) Proses Simulator (HYSYS)

Menggunakan Proses Simulator


Memilih komponen & model Termodinamik Menentukan konfigurasi proses
Menentukan aliran umpan Memilih model unit operasi

Menentukan konektivitas aliran/unit operasi Menyediakan parameter operasi Jalankan simulasi (jika perlu) Cek hasil

Reference
., Process Simulation Workshop. HYSYS.Plant Simulation Basis, Hyprotech Ltd,1996. Rukmono, Tedjo, Peranan Komputer Dalam Perencanaan Process, PT. Tripatra Engineering, Jakarta, 1986. McCain, William D., Jr, The Properties of Petroleum Fluids, PennWell Books,PennWell Publishing Company, Tulsa, Oklahoma, 1981.