CENTER OF GRAVITY MODEL

“PENENTUAN LOKASI SARANA KESEHATAN”

ILHAM AKHSANU RIDLO

1

CENTER OF GRAVITY MODEL
“PENENTUAN LOKASI SARANA KESEHATAN”

Serial Paper Manajemen

Penulis:
Ilham Akhsanu Ridlo
©PHMovement Publication
Public Health Movement - Indonesia
Jl. Mulyorejo tengah no. 69 Surabaya
Email: ilham_ikm@yahoo.com
Upload Pertama – Januari 2012
Penata Letak – IAR
Desain Sampul – IAR
Hak Cipta dilindungi oleh Undang-Undang
Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh
isi buku ini tanpa izin tertulis dari Pemegang Hak Cipta.

2

Pengantar
Alhamdulillah, akhirnya buku CENTER OF GRAVITY MODEL “PENENTUAN
LOKASI SARANA KESEHATAN” yang merupakan upload pertama ‘Serial
Paper Manajemen’dapat diselesaikan.
Penulisan buku ini diawali oleh sebuah pemikiran bahwa metode
manajemen yang secara umum digunakan dalam bidang
manufaktur apakah bisa ditarik untuk diimplementasikan dengan
beberapa perubahan ke dalam sektor kesehatan.
PH Movement Publications (Red: Public Health Movement
Publications) merupakan sebuah wadah bagi semua pihak atau
pemerhati masalah kesehatan masyarakat yang termanifesto dalam
sebuah tulisan atau buku.
Salam Sehat!
Surabaya, Januari 2012

3

“Center of Gravity Models”
Metode

yang dipakai untuk menentukan lokasi terbaik dari
beberapa lokasi alternatif. Tujuannya adalah memperoleh
jarak/akses yang efisien dari segi biaya perpindahan barang atau
jasa dari lokasi yang ada. Teori ini banyak digunakan dalam
manajemen inventori dan logistik.

T

ujuan buku ini dibuat adalah sebagai bahan masukan untuk

Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur dan Departemen Kesehatan
dalam menentukan lokasi Rumah Sakit Jiwa yang tepat di wilayah
propinsi Jawa Timur sehingga penanganan kasus kesehatan jiwa
bisa lebih optimal.

Adapun basedata yang dipakai adalah data 2006 sehingga
dimungkinkan lokasi dapat berubah. Sehingga hasil akhir lokasi
merupakan sebuah simulasi terhadap implementasi gravity models.

4

BAGIAN I
PEMENUHAN SARANA KESEHATAN JIWA

Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar
rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan pasal 28 ayat 1 UUD
1945 dan Undang-undang nomor 23 tahun tentang kesehatan. Pembangunan kesehatan itu
sendiri harus dipandang sebagai investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi dan
pendidikan, serta berperan dalam penanggulangan kemiskinan.
Direktur

Kesehatan

Jiwa

Organisasi

Kesehatan

Dunia

(World

Health

Organization/WHO) Benedetto Saraceno mengemukakan, lebih dari 50 persen penderita
gangguan kesehatan jiwa di negara-negara berkembang belum mendapatkan perawatan.
Pada Kongres Federasi Psikiatri dan Kesehatan Jiwa ASEAN ke-10 di Jakarta, Kamis (29/6),
Saraceno menjelaskan hal itu bisa terjadi, akibat minimnya akses masyarakat terhadap
pelayanan kesehatan jiwa.
Menurutnya, jumlah psikiatri di sebagian besar negara berkembang hanya sekitar 0-1
per 100 ribu penduduk dan belum tersebar merata. Dari jumlah itu, sekitar 65,1 persen
psikiatri melakukan praktik di rumah sakit jiwa, 15,9 persennya berpraktik di rumah sakit
umum dan 19,0 persennya berpraktik di tempat-tempat praktik khusus. "Sarana pelayanan
kesehatan jiwa belum berada di dekat komunitas, sehingga tidak mampu menjangkau semua
sasaran," ujarnya. Kualitas pelayanan gangguan kesehatan jiwa pun, menurut Saraceno, ratarata masih buruk sehingga penderita enggan atau jera me-meriksakan diri atau mendapatkan
perawatan dari sarana pelayanan kesehatan jiwa yang ada

5

Pada saat ini ada kecenderungan penderita dengan gangguan jiwa jumlahnya mengalami
peningkatan. Data hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga (SK-RT) yang dilakukan Badan
Litbang Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 1995 menunjukkan,
diperkirakan terdapat 264 dari 1000 anggota Rumah Tangga menderita gangguan kesehatan
jiwa. Dalam kurun waktu enam tahun terakhir ini , data tersebut dapat dipastikan meningkat
karena krisis ekonomi dan gcjolak-gejolak lainnya diseluruh daerah. Bahkan masalah dunia
internasional pun akan ikut memicu terjadinya peningkatan tersebut.
Studi Bank Dunia (World Bank) pada tahun 1995 di beberapa Negara menunjukkan
bahwa hari-hari produktif yang hilang atau Dissabiliiy Adjusted Life Years (DALY's) sebesar
8,1% dari Global Burden of Disease, disebabkan oleh masalah kesehatan jiwa. Angka ini
lebih tinggi dari pada dampak yang disebabkan penyakit Tuberculosis (7,2%), Kanker (5,8%),
Penyakit Jantung (4,4%) maupun Malaria (2,6%). Tingginya masalah tersebut menunjukkan
bahwa masalah kesehatan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang
besar dibandingkan dengan masalah kesehatan lainnya yang ada dimasyarakat.
Menurut Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 yang dimaksud dengan "Kesehatan"
adalah: "Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan
setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis". Atas dasar definisi Kesehatan
tersebut di atas, maka manusia selalu dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh (holistik). dari
unsur "badan" (organobiologik), "jiwa" (psiko-edukatif) dan “sosial” (sosio-kultural), yang
tidak dititik beratkan pada “penyakit” tetapi pada kualitas hidup yang terdiri dan
"kesejahteraan" dan “produktivitas sosial ekonomi”. Dan definisi tersebut juga tersirat bahwa
"Kesehatan Jiwa" merupakan bagian yang tidak terpisahkan (integral) dari "Kesehatan" dan
unsur utama dalam menunjang terwujudnya kualitas hidup manusia yang utuh.

6

Menurut Undang-undang No 3 Tahun 1966 yang dimaksud dengan "Kesehatan Jiwa"
adalah keadaan jiwa yang sehat menurut ilmu kedokteran sebagai unsur kesehatan, yang
dalam penjelasannya disebutkan sebagai berikut: "Kesehatan Jiwa adalah suatu kondisi yang
memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang
dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain".
Makna kesehatan jiwa mempunyai sifat-sifat yang harmonis (serasi) dan memperhatikan
semua segi-segi dalam kehidupan manusia dan dalam hubungannya dengan manusia lain. Jadi
dapat disimpulkan bahwa kesehatan jiwa adalah bagian integral dari kesehatan dan
merupakan kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, mental dan sosial individu
secara optimal, dan yang selaras dengan perkembangan orang lain.
Mengingat pentingnya upaya kesehatan jiwa maka sudah selayaknya pengembangan
sarana pemenuhan upaya kesehatan jiwa harus direncanakan dengan seksama. Upaya
perencanaan dan pengembangan upaya kesehatan jiwa tersebut salah satunya diwujudkan
dengan upaya perencanaan penentuan lokasi Rumah sakit jiwa yang strategis dan tepat
sehingga dari segi akses jarak mudah dijangkau dan berada di posisi yang sesuai penyebaran
dengan kuantitas kunjungan jiwa tiap kabupaten.
Dalam tahun 2006 setidaknya terdapat 496.676 kunjungan jiwa di rumah sakit daerah
yang tentunya memerlukan rujukan khusus untuk ditangani intensif di Rumah Sakit Jiwa.
Oleh sebab itu maka diperlukan perencanaan letak posisi Rumah Sakit Jiwa yang diharapkan
dapat terjangkau secara jarak maupun biaya di Jawa Timur berdasarkan penyebaran jumlah
kunjungan jiwa di rumah sakit daerah di Jawa timur.

7

BAGIAN II
GAMBARAN DATA

Jumlah kunjungan gangguan jiwa di Propinsi Jawa Timur di Sarana Kesehatan (Rumah
Sakit) Kabupaten /Kota dan letak koordinatnya dapat dilihat sebagai berikut :

No.

Wilayah

Jml
Kunj.
gangguan
Jiwa

1

2

4

KABUPATEN
1 Pacitan

2.775

2

Ponorogo

1.018

3

Trenggalek

1.621

4

Tulungagung

1.784

5

Blitar

8.839

6

Kediri

4.518

7

Malang

25.671

8

Lumajang

31.543

9

Jember

22.641

10

Banyuwangi

7.201

11

Bondowoso

25.900

12

Situbondo

25.352

13

Probolinggo

6.438

14

Pasuruan

11.570

15

Sidoarjo

61.113

16

Mojokerto

18.362

17

Jombang

7.922

18

Nganjuk

5.577

19

Madiun

21.333

20

Magetan

2.581

21

Ngawi

3.337

22

Bojonegoro

41.947

23

Tuban

36.749

24

Lamongan

14.197

Letak
Koordinat
X

1
2,4
3,3
4
5
5
6,8
9
10
13
11
12
9
8
7
6
5
4
2
2
2
4,8
4,5
6

Y

3
4,8
3,8
3,8
3,5
5
3,5
3,5
5,3
3
4,9
6
5,5
6
7
7
6,5
6
6,6
6
7
8,7
10
9

8

No.

Wilayah

Jml
Kunj.
gangguan
Jiwa

1

2

4

25

Gresik

21.934

26

Bangkalan

21.424

27

Sampang

3.488

28

Pamekasan

2.574

29

Sumenep

33.540

Letak
Koordinat
X

Y

6,7
7
9
10
11

9,7
9
8,6
8,6
9,5

5
5
6,9
9
8
6
2
7
6,4

5
3,5
4,2
5,5
6
7
6,6
9
5

KOTA
30

Kediri

2.390

31

Blitar

1.301

32

Malang

8.831

33

Probolinggo

3.545

34

Pasuruan

1.459

35

Mojokerto

1.425

36

Madiun

3.153

37

Surabaya

23.855

38

Batu

6.408

JUMLAH

525.316

Sumber :Profil Kesehatan Propinsi Jawa Timur Tahun 2006

9

Y

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14X

Gambar 1. Peta Propinsi Jawa Timur dengan Koordinat Lokasi Kabupaten/Kota
(Ket :

Kabupaten ;

Kota)

10

BAGIAN III
IMPLEMENTASI GRAVITY METHODS

III.1 Gambaran Umum Permasalahan
Masyarakat Jawa Timur dengan penyebaran Kabupaten/Kota yang merata, memerlukan
akses yang baik akan pelayanan kesehatan jiwa (Rumah Sakit Jiwa). Oleh karena itu diperlukan
penghitungan yang baik melihat angka kunjungan kesehatan jiwa pada tingkat Kabupaten/Kota.
III.2 Pemecahan Masalah
Dari permasalahan tersebut, maka dibuat penentuan lokasi Rumah Sakit Jiwa yang
strategis sehingga masyarakat yang tersebar di 38 Kabupaten/Kota yang ada di Propinsi jawa
Timur untuk mengakses Layanan lanjutan/rujukan Rumah Sakit Jiwa dengan biaya transportasi
yang paling rendah.
Dari gambar 1 diatas terlihat posisi masing-masing Kabupaten/kota dengan titik
koordinatnya terlihat dengan jelas.. Nomor tersebut dalam peta sesuai dengan urutan
kabupaten/Kota dalam tabel 1. Selanjutnya jumlah kunjungan gangguan jiwa di Kabupaten/Kota
propinsi Jawa Timur (Vi) dipakai sebagai parameter untuk perhitungan selanjutnya sedangkan
biaya transport (Ri) berdasarkan estimasi di lapangan. Jumlah kunjungan gangguan jiwa per
Kabupaten/Kota dan biaya transport serta titik koordinat masing-masing Kabupaten/Kota dapat
dipakai dalam menentukan titik koordinat lokasi rumah Sakit Jiwa seperti diuraikan pada tabel 2
dibawah ini.

11

Tabel. 2 Perhitungan titik koordinat lokasi Rumah Sakit Jiwa

No.
Wilayah
KABUPATEN
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34

Pacitan
Ponorogo
Trenggalek
Tulungagung
Blitar
Kediri
Malang
Lumajang
Jember
Banyuwangi
Bondowoso
Situbondo
Probolinggo
Pasuruan
Sidoarjo
Mojokerto
Jombang
Nganjuk
Madiun
Magetan
Ngawi
Bojonegoro
Tuban
Lamongan
Gresik
Bangkalan
Sampang
Pamekasan
Sumenep
KOTA
Kediri
Blitar
Malang
Probolinggo
Pasuruan

Xi

Yi

Vi

Ri

ViRi

ViRiXi

ViRiYi

1
2,4
3,3
4
5
5
6,8
9
10
13
11
12
9
8
7
6
5
4
2
2
2
4,8
4,5
6
6,7
7
9
10
11

3
4,8
3,8
3,8
3,5
5
3,5
3,5
5,3
3
4,9
6
5,5
6
7
7
6,5
6
6,6
6
7
8,7
10
9
9,7
9
8,6
8,6
9,5

2.775
1.018
1.621
1.784
8.839
4.518
25.671
31.543
22.641
7.201
25.900
25.352
6.438
11.570
61.113
18.362
7.922
5.577
21.333
2.581
3.337
41.947
36.749
14.197
21.934
21.424
3.488
2.574
33.540

0,8

2220

2220

6660

0,8

814,4

1954,56

3909,12

0,8

1296,8

4279,44

4927,84

0,7

1248,8

4995,2

4745,44

0,7

6187,3

30936,5

21655,55

0,6

2710,8

13554

13554

0,5

12835,5

87281,4

44924,25

0,7

22080,1

198720,9

77280,35

0,8

18112,8

181128

95997,84

0,9

6480,9

84251,7

19442,7

0,8

20720

227920

101528

0,8

20281,6

243379,2

121689,6

0,7

4506,6

40559,4

24786,3

0,4

4628

37024

27768

0,2

12222,6

85558,2

85558,2

0,4

7344,8

44068,8

51413,6

0,5

3961

19805

25746,5

0,6

3346,2

13384,8

20077,2

0,7

14933,1

29866,2

98558,46

0,8

2064,8

4129,6

12388,8

0,8

2669,6

5339,2

18687,2

0,7

29362,9

140941,92

255457,23

0,7

25724,3

115759,35

257243

0,4

5678,8

34072,8

51109,2

0,2

4386,8

29391,56

42551,96

0,4

8569,6

59987,2

77126,4

0,6

2092,8

18835,2

17998,08

0,7

1801,8

18018

15495,48

0,8

26832

295152

254904

5
5
6,9
9
8

5
3,5
4,2
5,5
6

2.390
1.301
8.831
3.545
1.459

0,4

956

4780

4780

0,6

780,6

3903

2732,1

0,4

3532,4

24373,56

14836,08

0,6

2127

19143

11698,5

0,3

437,7

3501,6

2626,2

12

No.

Wilayah

Mojokerto
36 Madiun
37 Surabaya
38 Batu
35

Xi

6
2
7
6,4

Yi

7
6,6
9
5

Vi

Ri

1.425
3.153
23.855
6.408

ViRi

ViRiXi

ViRiYi

0,3

427,5

2565

2992,5

0,7

2207,1

4414,2

14566,86

0,01

238,55

1669,85

2146,95

0,5

3204
289025,6

20505,6
2157369,94

16020
1925583,49

525316

Koordinat X = 2157369,94/289025,6 =7,5
Koordinat Y= 1925583,49/289025,6=6,7
Jadi dari tabel diatas didapatkan titik koordinat lokasi Rumah Sakit Jiwa (P1) adalah (7.5,6.7).
Setelah lokasi titik koordinat rumah Sakit Jiwa (P1) ditemukan, selanjutnya kita mencoba
menghitung biaya transportasi minimal yang dikeluarkan dari titik koordinat masing-masing
Kabupaten ke titik koordinat lokasi Rumah Sakit Jiwa seperti ditunjukan pada tabel dibawah ini
Tabel. 3 Perhitungan biaya transportasi minimal RSJ 1
No.
Wilayah
KABUPATEN
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18

Pacitan
Ponorogo
Trenggalek
Tulungagung
Blitar
Kediri
Malang
Lumajang
Jember
Banyuwangi
Bondowoso
Situbondo
Probolinggo
Pasuruan
Sidoarjo
Mojokerto
Jombang
Nganjuk

Xi

1
2,4
3,3
4
5
5
6,8
9
10
13
11
12
9
8
7
6
5
4

Yi

3
4,8
3,8
3,8
3,5
5
3,5
3,5
5,3
3
4,9
6
5,5
6
7
7
6,5
6

Vi

2.775
1.018
1.621
1.784
8.839
4.518
25.671
31.543
22.641
7.201
25.900
25.352
6.438
11.570
61.113
18.362
7.922
5.577

Ri

di

Cost(ViRiDi)

0,8

112,1895717

249060,8492

0,8

81,63638895

66484,67516

0,8

76,55880093

99281,45305

0,7

68,17990906

85143,07044

0,7

60,91182151

376879,7132

0,6

45,34864937

122931,1187

0,5

49,13501806

630672,5243

0,7

53,01179114

1170505,65

0,8

42,97964635

778481,7383

0,9

99,43088052

644401,5935

0,8

59,03600596

1223226,044

0,8

68,31178522

1385472,303

0,7

28,81405907

129853,4386

0,4

12,9034879

59717,342

0,2

8,746427842

106904,0889

0,4

22,94558781

168530,7534

0,5

37,61980861

149012,0619

0,6

53,53970489

179154,5605

13

No.

Wilayah

19

Madiun
Magetan
Ngawi
Bojonegoro
Tuban
Lamongan
Gresik
Bangkalan
Sampang
Pamekasan
Sumenep
KOTA
Kediri
Blitar
Malang
Probolinggo
Pasuruan
Mojokerto
Madiun
Surabaya
Batu

20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38

Xi

Yi

Vi

2
2
2
4,8
4,5
6
6,7
7
9
10
11

6,6
6
7
8,7
10
9
9,7
9
8,6
8,6
9,5

21.333
2.581
3.337
41.947
36.749
14.197
21.934
21.424
3.488
2.574
33.540

5
5
6,9
9
8
6
2
7
6,4

5
3,5
4,2
5,5
6
7
6,6
9
5

2.390
1.301
8.831
3.545
1.459
1.425
3.153
23.855
6.408
525.316

Ri

di

Cost(ViRiDi)

0,7

82,51363524

1232184,366

0,8

83,16549765

171720,1196

0,8

82,62263612

220569,3894

0,7

50,40089285

1479916,377

0,7

66,89730936

1720886,455

0,4

41,18859065

233901,7686

0,2

46,57252409

204304,3487

0,4

35,30580689

302556,6427

0,6

36,31115531

75991,98583

0,7

47,1009554

84866,50145

0,8

67,23280449

1803990,61

0,4

45,34864937

43353,3088

0,6

60,91182151

47547,76787

0,4

38,5648804

136226,5835

0,6

28,81405907

61287,50364

0,3

12,9034879

5647,856654

0,3

22,94558781

9809,238789

0,7

82,51363524

182115,8443

0,01

35,30580689

8422,200233

0,5

30,3726851
1978,291766

97314,08305
15748325,93

Pada tabel 3 diatas terlihat bahwa biaya total transportasi minimal lokasi Rumah Sakit
Jiwa (RSJ1) pada titik koordinat (7.5,6.7) adalah Rp. 15.748.325,93

14

Keterangan :

Lokasi Rumah Sakit Jiwa (RSJ1)

Gambar 2. Koordinat Kabupaten/Kota serta koordinat lokasi Rumah Sakit Jiwa (RSJ1)

Selain lokasi Rumah Sakit Jiwa pada titik koordinat (7.5, 6.7), perlu juga dibandingkan
dengan titik koordinat yang lain, selanjutnya membandingkan total biaya transportasi
minimalnya. Berikut ini uraian perhitungannya.

15

Tabel 4. Perhitungan lain titik koordinat lokasi RSJ 2

No.
KABUPATEN
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34

Pacitan
Ponorogo
Trenggalek
Tulungagung
Blitar
Kediri
Malang
Lumajang
Jember
Banyuwangi
Bondowoso
Situbondo
Probolinggo
Pasuruan
Sidoarjo
Mojokerto
Jombang
Nganjuk
Madiun
Magetan
Ngawi
Bojonegoro
Tuban
Lamongan
Gresik
Bangkalan
Sampang
Pamekasan
Sumenep
KOTA
Kediri
Blitar
Malang
Probolinggo
Pasuruan

ViRi

ViRiXi

ViRiYi

ViRi/di

ViRiXi/di

ViRiYi/di

2220

2220

6660

19,78794

19,78793542

59,36381

814,4

1954,56

3909,12

9,975943

23,94226429

47,88453

1296,8

4279,44

4927,84

16,93861

55,89742718

64,36673

1248,8

4995,2

4745,44

18,31625

73,26498478

69,60174

6187,3

30936,5

21655,55

101,578

507,8899175

355,5229

2710,8

13554

13554

59,77686

298,8843149

298,8843

12835,5

87281,4

44924,25

261,2292

1776,358358

914,3021

22080,1

198720,9

77280,35

416,513

3748,616972

1457,795

18112,8

181128

95997,84

421,4274

4214,273858

2233,565

6480,9

84251,7

19442,7

65,17995

847,3393735

195,5399

20720

227920

101528

350,9723

3860,694779

1719,764

20281,6

243379,2

121689,6

296,8975

3562,770307

1781,385

4506,6

40559,4

24786,3

156,4028

1407,625351

860,2155

4628

37024

27768

358,6627

2869,301718

2151,976

12222,6

85558,2

85558,2

1397,439

9782,073498

9782,073

7344,8

44068,8

51413,6

320,0964

1920,578386

2240,675

3961

19805

25746,5

105,2903

526,4513758

684,3868

3346,2

13384,8

20077,2

62,49941

249,9976424

374,9965

14933,1

29866,2

98558,46

180,9774

361,9547232

1194,451

2064,8

4129,6

12388,8

24,8276

49,65520698

148,9656

2669,6

5339,2

18687,2

32,31076

64,62151597

226,1753

29362,9

140941,92

255457,23

582,5869

2796,417127

5068,506

25724,3

115759,35

257243

384,5342

1730,403675

3845,342

5678,8

34072,8

51109,2

137,8731

827,2387926

1240,858

4386,8

29391,56

42551,96

94,19288

631,0922711

913,6709

8569,6

59987,2

77126,4

242,7249

1699,074608

2184,524

2092,8

18835,2

17998,08

57,63518

518,7166269

495,6626

1801,8

18018

15495,48

38,254

382,540011

328,9844

26832

295152

254904

399,0909

4389,999826

3791,363

956

4780

4780

21,08111

105,4055648

105,4056

780,6

3903

2732,1

12,81525

64,07623189

44,85336

3532,4

24373,56

14836,08

91,59629

632,0144066

384,7044

2127

19143

11698,5

73,81813

664,3631831

405,9997

437,7

3501,6

2626,2

33,92106

271,3684879

203,5264

16

No.

ViRi

Mojokerto
36 Madiun
37 Surabaya
38 Batu
35

ViRiXi

ViRiYi

ViRi/di

ViRiXi/di

ViRiYi/di

427,5

2565

2992,5

18,63103

111,786197

130,4172

2207,1

4414,2

14566,86

26,74831

53,49661286

176,5388

238,55

1669,85

2146,95

6,756679

47,29675221

60,81011

3204
289.026

20505,6
2.157.370

16020
1.925.583

105,4895
7.005

675,1329339
51.822

527,4476
46.771

X = 51882/7005 = 7,4
Y = 46771/7005 = 6,7
Jadi dari tabel diatas tampak bahwa titik koordinat Rumah Sakit Jiwa kedua (RSJ2) adalah (7.4,
6,7). Berikut ini merupakan perhitungan biaya total transportasi minimal.

Tabel 5. Perhitungan biaya transportasi minimal RSJ 2
No.
Wilayah
KABUPATEN
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23

Pacitan
Ponorogo
Trenggalek
Tulungagung
Blitar
Kediri
Malang
Lumajang
Jember
Banyuwangi
Bondowoso
Situbondo
Probolinggo
Pasuruan
Sidoarjo
Mojokerto
Jombang
Nganjuk
Madiun
Magetan
Ngawi
Bojonegoro
Tuban

Xi

1
2,4
3,3
4
5
5
6,8
9
10
13
11
12
9
8
7
6
5
4
2
2
2
4,8
4,5

Yi

3
4,8
3,8
3,8
3,5
5
3,5
3,5
5,3
3
4,9
6
5,5
6
7
7
6,5
6
6,6
6
7
8,7
10

Vi

2775
1018
1621
1784
8839
4518
25671
31543
22641
7201
25900
25352
6438
11570
61113
18362
7922
5577
21333
2581
3337
41947
36749

Ri

di

Cost(ViRiDi)

0,8

110,8884575

246172,3756

0,8

80,23247472

65341,32741

0,8

75,32927718

97687,00664

0,7

67,03170891

83709,19809

0,7

60

371238

0,6

44,11632351

119590,5298

0,5

48,83646179

626840,4053

0,7

53,66563146

1184942,509

0,8

44,29446918

802296,8614

0,9

100,6789452

652490,1757

0,8

60,37383539

1250945,869

0,8

69,79434074

1415540,901

0,7

30

135198

0,4

13,82931669

64002,07762

0,2

7,5

91669,5

0,4

21,47673159

157742,2982

0,5

36,12478374

143090,2684

0,6

52,06966487

174235,5126

0,7

81,0138877

1209788,486

0,8

81,67772034

168648,157

0,8

81,1249037

216571,0429

0,7

49,2036584

1444762,101

0,7

65,89764791

1695170,864

17

No.
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38

Wilayah

Lamongan
Gresik
Bangkalan
Sampang
Pamekasan
Sumenep
KOTA
Kediri
Blitar
Malang
Probolinggo
Pasuruan
Mojokerto
Madiun
Surabaya
Batu

Xi

Yi

Vi

6
6,7
7
9
10
11

9
9,7
9
8,6
8,6
9,5

14197
21934
21424
3488
2574
33540

5
5
6,9
9
8
6
2
7
6,4

5
3,5
4,2
5,5
6
7
6,6
9
5

2390
1301
8831
3545
1459
1425
3153
23855
6408

Ri

di

Cost(ViRiDi)

0,4

40,38873605

229359,5543

0,2

46,2087654

202708,6121

0,4

35,01785259

300088,9896

0,6

37,25922705

77976,11036

0,7

48,30372656

87033,65452

0,8

68,41052551

1835591,22

0,4

44,11632351

42175,20528

0,6

60

46836

0,4

38,24264635

135088,324

0,6

30

63810

0,3

13,82931669

6053,091913

0,3

21,47673159

9181,302757

0,7

81,0138877

178805,7515

0,01

35,01785259

8353,508735

0,5

29,58462438
1964,030456

94789,13653
15.735.523,93

525316

Dari tabel diatas diketahui pada koordinat Rumah Sakit Jiwa (RSJ2)= (7.4, 6.7), biaya total
transportasi minimal adalah Rp 15.735.523,93. Dapat disimpulkan bahwa pada titik koordinat
kedua (RSJ2) biaya transportasi yang dibutuhkan lebih murah dari titik koordinat di awal (RSJ1).
Berikut ini kita ulangi lagi tahapan diawal untuk melihat penghitungan biaya transportasi
minimal paling kecil.
Tabel 6 Perbandingan RSJ1 dan RSJ 2
Titik

X

Y

di

Cost (ViRidi)

RSJ1

7.5

6.7

1978,291766

Rp.15.748.325,93

RSJ2

7.4

6.7

1964,030456

Rp. 15.735.523,93

Dari tabel diatas diketahui bahwa titik koordinat lokasi yang biaya transportasinya
minimal lebih kecil adalah pada koordinat RSJ2 (7.4, 6.7) dengan biaya Rp. 15.735.523,93

18

Gambar 3. Koordinat Kabupaten/Kota dan Lokasi RSJ1 dan RSJ 2
Keterangan :
Lokasi Rumah Sakit Jiwa (RSJ2)
Lokasi Rumah Sakit Jiwa (RSJ2)

19

BAGIAN IV
PENUTUP
Pemanfaatan dan implementasi gravity models yang pada umumnya dipakai dalam
manajemen inventory dan logistik dalam penentuan lokasi sarana kesehatan dimungkinkan dapat
menjadi metode alternatif dalam menentukan lokasi sarana kesehatan dengan akurasi dan presisi
yang lebih baik. Harapannya lokasi sarana kesehatan yang tepat dapat diakses dan dinikmati oleh
pengguna layanan dan masyarakat.
Jauh dari semua keterbatasan penghitungan dan penerapan metode maka segala masukan
dan saran kami terima untuk membuat buku ini menjadi lebih baik. Terimakasih.

20

Referensi
Jay Heizer and Barry Render, Operations Management, 9th Edition, Pearson Education
International, 2008.

21

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times