Anda di halaman 1dari 15

I.

Deret Fourier
Sejarah Deret Fourier
Fourier mengarang buku Theorie analytique de la chaleur (teori matematika tentang
panas), karya puncak tentang fisika matematikal.
Fourier menyinggung tentang Sin dan Cos dalam bukunya Periodicity, dimana
didalamnya juga termaktub deret Fourier yang terkenal itu. Buatlah lingkaran dengan jara-jari =
1. Gambar lingkaran tersebut dengan pusat di titik 0 pada geometri Kartesian. Juga, gambar
lengkungan AB yang panjangnya 2p (keliling lingkaran = 2p, karena jari-jari = 1).
Titik P dengan dengan besar OQ mengawali putarannya dari titik A memutar sepanjang
lingkaran berlawanan dengan jarum jam, bergerak sehingga Sin segi-tiga POB atau juring POA.
Pada posisi manapun, titik P, sudut POA adalah bagian dari empat-kuadran atau lingkaran (360)
sehingga titik P melintas penuh semua titik (kedudukan) lingkaran. Jadi dapat diketahui bahwa
sudut POA yang makin besar digambar dari lengkungan AB dengan besar 2p yang sama
panjangnya dengan lengkungan AP. Saat titik P mencapai titik C, dari keseluruhan lingkaran
sama dengan sudut COA dapat digambar pada titik R, besar lengkungan AB dari titik A.
Apabila diterukan akan tercipta lengkungan (kurva sinusoid) berikutnya. Tidak tertutup
kemungkinan, kurva dimulai dengan mengikuti arah jarum jam, sehingga kurva dimulai dari
bawah garis horisontal.
Jika x adalah besar sudut, maka persamaan:
Sin (x + 2p) = Sin x
Mengekspresikan kenyataan bahwa sin x adalah fungsi dari x yang mempunyai periode 2p,
begitu pula:
Cos (x + 2p) = Cos x
Mengamati kurva Sin 2x akan melintasi periode dua kali lebih cepat dibanding Sin x, dan
kurva adalah setengah periode Sin x. Begitu pula untuk Sin 3x yang membutuhkan hanya 2p/3.
Hal yang sama juga berlaku untuk Cos x, Cos 2x, Cos 3x, Deret Fourier yang penuh
kontroversi pada saat itu adalah:
y = a0 + a1 cos x + a2 cos 2x + a3 cos 3x + + b1 sin x + b2 sin 2x + b3sin 3x +
Notasi tiga titik menunjuk bahwa persamaan itu sampai tidak terhingga; dan koefisien a0,
a1, a2, , b1, b2, b3 dapat ditentukan apabila nilai y ditentukan dan x diketahui.
Konsep periodik (sederhana) seperti yang dijabarkan di atas sangat penting dalam mengamati
fenomena alam; gelombang, orbit bulan, musim dan berbagai fenomena lain dengan periode
sebagai ciri-cirinya.
Dalam matematika, Deret Fourier merupakan penguraian fungsi periodik menjadi
penjumlahan fungsi-fungsi berosilasi, yaitu fungsi sinus dan kosinus, ataupun eksponensial
kompleks. Studi deret Fourier merupakan cabang analisis Fourier. Deret Fourier diperkenalkan
oleh Joseph Fourier (1768-1830) untuk memecahkan masalah persamaan panas di lempeng
logam.
Persamaan panas merupakan persamaan diferensial parsial. Sebelum Fourier, pemecahan
persamaan panas ini tidak diketahui secara umum, meskipun solusi khusus diketahui bila sumber
panas berperilaku dalam cara sederhana, terutama bila sumber panas merupakan
gelombang sinus atau kosinus. Solusi sederhana ini saat ini kadang-kadang disebut sebagai solusi
eigen. Gagasan Fourier adalah memodelkan sumber panas ini sebagai superposisi (atau
kombinasi linear) gelombang sinus dan kosinus sederhana, dan menuliskan pemecahannya
sebagai superposisi solusi eigen terkait. Superposisi kombinasi linear ini disebut sebagai deret
Fourier.
Meskipun motivasi awal adalah untuk memecahkan persamaan panas, kemudian terlihat
jelas bahwa teknik serupa dapat diterapkan untuk sejumlah besar permasalahan fisika dan
matematika. Deret Fourier saat ini memiliki banyak penerapan di bidang teknik elektro,
analisis vibrasi, akustika, optika,pengolahan citra, mekanika kuantum, dan lain-lain.

Deret fourier trigonometri
Suatu fungsi f(t) dikatakan periodik apabila
f (t) = f (t+ nT)
dimana n adalah bilangan bulat / integer dan T adalah periode dari f(t). Menurut teori Fourier
setiap fungsi periodik dengan frekuensi

dapat di ekspresikan sebagai perjumlahan dari fungsi


sinus ataupun kosinus atau :

cos

sin

= 2/T disebut sebagai frekuensi dasar


sin

dan cos

merupakan harmonisa yang ke-n dari f (t) dan bila n merupakan bilangan
ganjil disebut harmonisa ganjil dan bila genap disebut harmonisa genap.

Suatu fungsi f(t) dapat dinyatakan dengan sebuah deret Fourier apabila :
1. f(t) memiliki nilai tunggal untuk setiap t.
2. Jika f(t) tidak kontinyu maka hanya terdapat jumlah diskontinuitas terbatas pada periode T.
3. Memiliki jumlah maksimum dan minimum yang terbatas dalam periode.
4.

Untuk setiap

.
syarat-syarat ini disebut sebagai syarat Dirichlet.

Adapun proses untuk menentukan koefisien ao ; an dan bn disebut sebagai analisa. Fourier,
dimana dalam analisa Fourier ini ada beberapa bentuk integral trigonometri yang sangat
membantu diantaranya :
sin

semua n . (a)
cos

semua n 0 .. (b)
sin

cos

semua n,m (c)


sin

sin

n m (d)
cos

cos

n m ...(e)




semua n ... (f)

semua m (g)
Dari analisa fourier, didapat :

cos

sin


Maka :

cos

cos

cos

cos

sin

sin


Sehingga :

cos

sin

tan


Dalam bentuk kompleks :




Kesimetrisan
- Simetris Genap


Gambar 1: fungsi genap




Adapun sifat yang utama dari fungsi genap ini adalah :


Dimana notasi e pada

untuk melambangkan fungsi genap (even).


Didapat koefisen-koefisen fourier-nya :

cos






- Simetris Ganjil


Gambar 2 : fungsi ganjil



Adapun bentuk umum fungsi ini adalah :


Dimana

hanya berupa simbol dari fungsi ganjil(Odd).


Untuk fungsi ganjil ini, harga-harga nya :

sin


Setiap fungsi periodic f(t) dapat merupakan gabungan fungsi-fungsi genap atau ganjil
saja ataupun gabungan fungsi genap atau ganjil.

sin

sin


Harmonic Analisis
Untuk mendapatkan konstante dari deret fourier dari data-data yang diberikan digunakan suatu
formula yaitu :

cos

sin


Identitas Parsevel
Bila deret Fourier dari f(x) konvergen uniform ke f(x) dalam interval (-L,L) maka :



II. Transformasi Fourier
Transformasi Fourier
Transformasi Fourier adalah sebuah transformasi integral yang menyatakan-kembali
sebuah fungsi dalam fungsi basis sinusioidal, yaitu sebuah fungsi sinusoidal penjumlahan atau
integral dikalikan oleh beberapa koefisien ("amplitudo"). Ada banyak variasi yang berhubungan-
dekat dari transformasi ini tergantung jenis fungsi yang ditransformasikan.
Asal kata transformasi berarti mengubah sesuatu, begitu juga dengan transformasi
fourier. Secara sederhananya transformasi fourier dipergunakan untuk mengubah dari kawasan
waktu menjadi kawasan frekuensi. Pengubahan itu dimaksudkan untuk mempermudah analisis
yang dilakukan. Dalam bidang pengolahan sinyal maka pengubahan tersebut dapat dilakukan
terhadap sinyal maupun terhadap sistemnya. Transformasi fourier sinyal akan menghasilkan
spektrum sinyal. Sedangkan transformasi fourier terhadap sistem akan menghasilkan tanggapan
frekuensi sistem.



Pemakaian Pada Rangkaian Listrik
Adapun langkah-langkah yang diperlukan diantaranya :
Untuk mendapatkan respons steady state rangkaian terhadap eksitasi non-sinusoidal periodik ini
diperlukan pemakaian deret Fourier, analisis fasor ac dan prinsip superposisi.
1. Nyatakan eksitasi dalam deret Fourier.
2. Transformasikan rangkaian dari bentuk wawasan waktu menjadi wawasan frekuensi.
3. Cari resonse komponen dc dan ac dalam deret Fourier.
4. Jumlahkan masing-masing response secara superposisi.



Gambar 3 : a) Rangkaian linier dengan sumber tegangan periodik
b) Merepresentasekan deret Fourier (wawasaan waktu)

adapun pernyataan deret Fourier-nya :

cos

ln cos




Gambar 9.7 a) Respons steady state komponen dc
b) Respons steady state komponen ac (wawasan frekuensi)



Daya Rata-rata dan RMS

Untuk mendapatkan harga daya rata-rata yang diserap oleh suatu rangkaian dengan sumber suatu
fungsi periodik , yaitu :


cos

cos




sedangkan sebagaimana diketahui bahwa daya rata-rata adalah :


cos



harga efektif (rms) dari suatu f(t) adalah :





Aplikasi Transformasi Fourier

y Aplikasi Transformasi Fourier di Bidang Medis
Tahun 1910, seorang matematikawan Hungaria, Alfred Haar mengembangkan sebuah basis
fungsi. Basis fungsi ini yang sekarang dikenal sebagai wavelet Haar. Transformasi wavelet
dikenal sejak tahun 1980-an, lahir sebagai solusi yang dapat menangani kekurangan transformasi
fourier dalam menganalisis berbagai sinyal yang terdapat pada dunia nyata. Seringkali, informasi
yang tidak dapat dilihat pada domain waktu, dapat dilihat pada domain frekuensi. Sebagai contoh
dalam bidang medis dikenal sinyal ECG (ElectroCardioGraphy), yaitu catatan grafik aktivitas
elektrik jantung. Bentuk khusus ECG orang yang sehat, dikenal betul oleh seorang ahli jantung.
Sebuah penyimpangan yang berarti dari bentuk tersebut biasanya dianggap sebagai gejala adanya
penyakit. Namun gejala adanya penyakit tidak selalu terlihat jelas pada sinyal ECG dalam
domain waktu, terkadang penyakit dapat didiagnosa lebih mudah jika sinyal dianalisis dalam
domain frekuensi. Hal tersebut merupakan contoh sederhana dari kegunaan domain frekuensi.
Transformasi fourier bersifat reversibel; yaitu suatu fungsi dapat ditransformasi ke dalam
domain frekuensi (yang memuat informasi frekuensi- amplitudo), dan di inversikan lagi ke
domain waktu (yang memuat informasi waktu-amplitudo). Namun, kedua informasi tersebut
tidak bisa didapatkan secara bersamaan. Representasi fungsi dalam domain frekuensi tidak
memuat informasi waktu, demikian pula sebaliknya. Untuk fungsi-fungsi yang stasioner, yaitu
fungsi yang nilai frekuensinya tidak berubah-ubah secara kontinu, informasi waktu dan frekuensi
secara bersamaan tidak diperlukan, karena di seluruh interval waktu, nilai komponen
frekuensinya konstan.
Namun jika fungsi yang akan dianalisis merupakan fungsi yang non- stasioner, yaitu fungsi
yang nilai frekuensinya berubah-ubah secara kontinu, maka informasi waktu dan frekuensi
secara bersamaan diperlukan, untuk mengetahui kapan perubahan itu terjadi. Ketidakmampuan
transformasi fourier dalam merepresentasikan informasi waktu dan frekuensi secara bersamaan,
menyebabkan transformasi fourier tidak dapat digunakan untuk menganalisis fungsi-fungsi yang
non-stasioner. Sebagai contoh, hampir seluruh sinyal di bidang biologi adalah non- stasioner.
Beberapa yang terkenal adalah ECG(ElectroCardioGraphy, catatan grafik dari aktivitas elektrik
jantung), EEG(ElectroEncephaloGraph, aktivitas elektrik otak) dan EMG(ElectroMyoGraph,
aktivitas elektrik otot).

y Aplikasi Transformasi Fourier dalam Bidang Teknik
Transformasi fourier menjadi alat analisis yang banyak dipergunakan di berbagai bidang.
Pada pembahasan kali ini transformasi fourier dikaitkan dengan bidang pengolahan sinyal.
Dalam bidang pengolahan sinyal maka pengubahan tersebut dapat dilakukan terhadap sinyal
maupun terhadap sistemnya. Transformasi fourier sinyal akan menghasilkan spektrum sinyal.
Sedangkan transformasi fourier terhadap sistem akan menghasilkan tanggapan frekuensi sistem.
Alat yang dasarnya transformasi fourier contohnya adalah spektrum analyzer. Spektrum analyzer
adalah implementasi dari transformasi fourier cepat (fast fourier transform). Sedangkan alat ukur
untuk menampilkan sinyal dalam kawasan waktu contohnya adalah osiloskop. Dengan
osisloskop kita dengan mudah menganalisis frekuensi dari sinyal tersebut dengan meliat waktu
yang dibutuhkan untuk mencapai satu gelombang penuh maka akan didapati periode sinyal.
Frekuensi didapatkan dengan rumusan f=1/T. Untuk amplitudenya juga dengan mudah dapat kita
liat pada sumbu vertikal osisloskop tersebut.
Aplikasi transformasi fourier lainya dalam bidang teknik dapat dilihat pada sistem CT Scanner.
Peralatan CT Scanner terdiri atas tiga bagian yaitu sistem pemroses citra, sistem komputer dan
sistem kontrol. Sistem pemroses citra merupakan bagian yang secara langsung berhadapan
dengan obyek yang diamati (pasien).
Bagian keluaran dari sistem pemroses citra, adalah sekumpulan detektor yang dilengkapi sistem
akusisi data. Detektor adalah alat untuk mengubah besaran fisik-dalam hal ini radiasi-menjadi
besaran listrik. Dengan menggunakan sistem akusisi data maka data-data dari detektor dapat
dimasukkan dalam komputer. Sistem akusisi data terdiri atas sistem pengkondisi sinyal dan
interfacae (antarmuka ) analog ke komputer.
Bagian komputer bertanggung jawab atas keseluruhan sistem CT Scanner, yaitu mengontrol
sumber sinar-x, menyimpan data, dan mengkonstruksi gambar tomografi..
Bagian terakhir dari CT Scanner adalah rekonstruksi. Untuk mendapatkan gambar rekonstruksi
yang lebih baik, maka digunakan metode konvolusi. Proses rekonstruksi dari konvolusi dapat
dinyatakan dalam bentuk matematik yaitu transformasi Fourier. Dengan menggunakan konvolusi
dan transformasi Fourier, maka bayangan radiologi dapat dimanipulasi dan dikoreksi sehingga
dihasilkan gambar yang lebih baik.