Anda di halaman 1dari 12

Nama : Luvita Amallia S NIM : 2009730140 Tutor : dr.

Busjra Modul : 1, skenario 2 (DISFAGIA)

4. Jelaskan langkah-langkah diagnostik disfagia !

Anamnesis KU : 1.Batasan keluhan disfagia (rongga mulut, orofaring, esofagus) 2.Lama dan progresifitas keluhan disfagia 3.Saat timbulnya keluhan disfagia dalam proses menelan (makan padat, cair, stress psikis dan fisik) RPS : keluhan penyerta : odinofagi, BB turun cepat, demam, sesak nafas, batuk, perasaan mengganjal/menyumbat di tenggorokan.

RPD

: Dulu pernah mengalami hal yang sama? Riwayat operasi kepala dan leher sebelumnya Penyakit penyerta : eksplorasi neurologik degeneratif, autoimun, kardiovaskuler dll)

R. Pengobatan : Penggunaan obat-obat yg mengganggu proses menelan (anastesi, muskulorelaksan pusat) R. Psikososial : Evaluasi pola hidup, usia, hygiene mulut, pola makanan

Pemeriksaan Fisik

1.Keadaan umum pasien 2.Pemeriksaan rongga mulut ( apakah ada tanda-tanda peradangan orofaring dan tonsil selain adanya massa tumor yang dapat mengganggu proses menelan), evaluasi gerakan dan kekuatan otot mulut dan otot lidah ( apakah ada kelumpuhan otot-otot lidah dan arkus faring yang disebabkan gangguan di pusat menelan dan saraf otak N V, N VII, N IX, dan N XII) 3.Pemeriksaan orofaring, pergerakan palatum mole, sensibilitas orofaring dgn sentuhan spatel lidah, cari refleks muntah, refleks menelan, dan evaluasi suara (keterlibatan laring) 4.Pemeriksaan faring-laring : gerakan pangkal lidah, gerakan arkus faring, uvula, epiglotis, pita suara, plika ventrikularis dan sinus piriformis. 5.Pemeriksaan neurologi fungsi motorik dan sensorik saraf kranial 6.Periksa posisi dan kelenturan leher/tulang servikal, evaluasi massa leher, pembesaran KGB leher dan trauma

Pemeriksaan Penunjang y Pemeriksaan Radiologi Foto polos esophagus dan yang memakai zat kontras, dapat membantu menegakkan diagnosis kelainan esophagus. Dengan pemeriksaan fluoroskopi dapat dilihat kelenturan dinding eshofagus, adanya gangguan peristaltic, penekanan lumen esophagus dari luar. Isi lumen esophagus dan kadang-kadang kelainan mukosa esophagus. y Esofagoskopi Tujuan tindakan esofagoskopi adalah untuk melihat langsung isi lumen esophagus dan keadaan mukosanya. Caranya tabung dimasukkan ke kerongkongan untuk membantu mengevaluasi kondisi kerongkongan, dan mencoba untuk membuka bagian-bagian yang mungkin tertutup. y Pemeriksaan Monometrik Bertujuan untuk menilai fungsi motorik esophagus. Dengan mengukur tekanan dalam lumen esophagus dan tekanan sfingter esophagus dapat dinilai gerakan peristaltic secara kualitatif dan kuantitatif. Caranya tabung dimasukkan ke kerongkongan untuk membantu mengevaluasi kondisi kerongkongan, dan mencoba untuk membuka bagian-bagian yang mungkin tertutup.

Nama : Luvita Amallia S NIM : 2009730140 Tutor : dr. Busjra Modul : 2, skenario 2 (VOMITUS) 2. Penyakit-penyakit yang menyebabkan vomitus ! GASTRITIS Definisi Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung. Penyebab Lapisan lambung menahan iritasi dan biasanya tahan terhadap asam yang kuat. Tetapi lapisan lambung dapat mengalami iritasi dan peradangan karena beberapa penyebab: 1. Gastritis bakterialis biasanya merupakan akibat dari infeksi oleh Helicobacter pylori (bakteri yang tumbuh di dalam sel penghasil lendir di lapisan lambung). Tidak ada bakteri lainnya yang dalam keadaan normal tumbuh di dalam lambung yang bersifat asam, tetapi jika lambung tidak menghasilkan asam, berbagai bakteri bisa tumbuh di lambung. Bakteri ini bisa menyebabkan gastritis menetap atau gastritis sementara. 2. Gastritis karena stres akut, merupakan jenis gastritis yang paling berat, yang disebabkan oleh penyakit berat atau trauma (cedera) yang terjadi secara tiba-tiba. Cederanya sendiri mungkin tidak mengenai lambung, seperti yang terjadi pada luka bakar yang luas atau cedera yang menyebabkan perdarahan hebat. 3. Gastritis erosif kronis bisa merupakan akibat dari: - bahan iritan seperti obat-obatan, terutama aspirin dan obat anti peradangan non-steroid lainnya

- penyakit Crohn - infeksi virus dan bakteri. Gastritis ini terjadi secara perlahan pada orang-orang yang sehat, bisa disertai dengan perdarahan atau pembentukan ulkus (borok, luka terbuka). Paling sering terjadi pada alkoholik. 4. Gastritis karena virus atau jamur bisa terjadi pada penderita penyakit menahun atau penderita yang mengalami gangguan sistem kekebalan. 5. Gastritis eosinofilik bisa terjadi sebagai akibat dari reaksi alergi terhadap infestasi cacing gelang. Eosinofil (sel darah putih) terkumpul di dinding lambung. 6. Gastritis atrofik terjadi jika antibodi menyerang lapisan lambung, sehingga lapisan lambung menjadi sangat tipis dan kehilangan sebagian atau seluruh selnya yang menghasilkan asam dan enzim. Keadaan ini biasanya terjadi pada usia lanjut. Gastritis ini juga cenderung terjadi pada orang-orang yang sebagian lambungnya telah diangkat (menjalani pembedahan gastrektomi parsial). Gastritis atrofik bisa

menyebabkan anemia pernisiosa karena mempengaruhi penyerapan vitamin B12 dari makanan. 7. Penyakit Meniere merupakan jenis gastritis yang penyebabnya tidak diketahui. Dinding lambung menjadi tebal, lipatannya melebar, kelenjarnya membesar dan memiliki kista yang terisi cairan. Sekitar 10% penderita penyakit ini menderita kanker lambung. 8. Gastritis sel plasma merupakan gastritis yang penyebabnya tidak diketahui. Sel plasma (salah satu jenis sel darah putih) terkumpul di dalam dinding lambung dan organ lainnya.

Gastritis juga bisa terjadi jika seseorang menelan bahan korosif atau menerima terapi penyinaran kadar tinggi. Gejala

Gejalanya bermacam-macam, tergantung kepada jenis gastritisnya. Biasanya penderita gastritis mengalami gangguan pencernaan (indigesti) dan rasa tidak nyaman di perut sebelah ataas.

Pada gastritis karena stres akut, penyebabnya (misalnya penyakit berat, luka bakar atau cedera) biasanya menutupi gejala-gejala lambung; tetapi perut sebelah atas terasa tidak enak.

Segera setelah cedera, timbul memar kecil di dalam lapisan lambung. Dalam beberapa jam, memar ini bisa berubah menjadi ulkus. Ulkus dan gastritis bisa menghilang bila penderita sembuh dengan cepat dari cederanya. Bila penderita tetap sakit, ulkus bisa membesar dan mulai mengalami perdarahan, biasanya dalam waktu 2-5 hari setelah terjadinya cedera. Perdarahan menyebabkan tinja berwarna kehitaman seperti aspal, cairan lambung menjadi kemerahan dan jika sangat berat, tekanan darah bisa turun. Perdarahan bisa meluas dan berakibat fatal

Gejala dari gastritis erosif kronis berupa mual ringan dan nyeri di perut sebelah atas. Tetapi banyak penderita (misalnya pemakai aspirin jangka panjang) tidak merasakan nyeri. Penderita lainnya merasakan gejala yang mirip ulkus, yaitu nyeri ketika perut kosong. Jika gastritis menyebabkan perdarahan dari ulkus lambung, gejalanya bisa berupa: - tinja berwarna kehitaman seperti aspal (melena) - muntah darah (hematemesis) atau makanan yang sebagian sudah dicerna, yang menyerupai endapan kopi.

Pada gastritis eosinofilik, nyeri perut dan muntah bisa disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan ujung saluran lambung yang menuju ke usus dua belas jari.

Pada penyakit Minire, gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri lambung. Hilangnya nafsu makan, mual, muntah dan penurunan berat badan, lebih jarang terjadi. Tidak pernah terjadi perdarahan lambung. Penimbunan cairan dan pembengkakan jaringan (edema) bisa disebabkan karena hilangnya protein dari lapisan lambung yang meradang. Protein yang hilang ini bercampur dengan isi lambung dan dibuang dari tubuh.

Pada gastritis sel plasma, nyeri perut dan muntah bisa terjadi bersamaan dengan timbulnya

ruam di kulit dan diare.

Gastritis akibat terapi penyinaran menyebabkan nyeri, mual dan heartburn (rasa hangat atau rasa terbakar di belakang tulang dada), yang terjadi karena adanya peradangan dan kadang karena adanya tukak di lambung. Tukak bisa menembus dinding lambung, sehingga isi lambung tumpah ke dalam rongga perut, menyebabkan peritonitis (peradangan lapisan perut) dan nyeri yang luar biasa. Perut tampak kaku dan keadaan ini memerlukan tindakan pembedahan darurat. Kadang setelah terapi penyinaran, terbentuk jaringan parut yang menyebabkan menyempitnya saluran lambung yang menuju ke usus dua belas jari, sehingga terjadi nyeri perut dan muntah. Penyinaran bisa merusak lapisan pelindung lambung, sehingga bakteri bisa masuk ke dalam dinding lambung dan menyebabkan nyeri hebat yang muncul secara tiba-tiba. KANKER KOLON Definisi Colorectal Cancer atau dikenal sebagai Ca. Colon atau Kanker Usus Besar adalah suatu bentuk keganasan yang terjadi pada kolon, rektum, dan appendix (usus buntu). Di negara maju, kanker ini menduduki peringkat ke tiga yang paling sering terjadi, dan menjadi penyebab kematian yang utama di dunia barat. Untuk menemukannya diperlukan suatu tindakan yang disebut sebagai kolonoskopi, sedangkan untuk terapinya adalah melalui pembedahan diikuti kemoterapi. Gejala
y y

Lelah, sesak napas waktu bekerja, dan kepala terasa pening. Pendarahan pada rektum, rasa kenyang bersifat sementara, atau kram lambung serta adanya tekanan pada rektum.

Adanya darah dalam tinja, seperti terjadi pada penderita pendarahan lambung, polip usus, atau wasir.

Pucat, sakit pada umumnya, malnutrisi, lemah, kurus, terjadi cairan di dalam rongga perut, pembesaran hati, serta pelebaran saluran limpa.

Penyebab

Kontak dengan zat-zat kimia tertentu seperti logam berat, toksin, dan ototoksin serta gelombang elektromagnetik.

Pola makan yang buruk, antara lain terlalu banyak daging dan lemak yang tidak diimbangi buah dan sayuran segar yang banyak mengandung serat.

Zat besi yang berlebihan diantaranya terdapat pada pigmen empedu, daging sapi dan kambing serta tranfusi darah.

y y

Lemak jenuh dan asam lemak omega-6 (asam linol). Minuman beralkohol, khususnya bir. Usus mengubah alkohol menjadi asetilaldehida yang meningkatkan risiko menderita kanker kolon.

y y

Obesitas. Bekerja sambil duduk seharian, seperti para eksekutif, pegawai administrasi, atau pengemudi kendaraan umum.

ILEUS OBSTRUKSI Definisi : Hambatan total pada pasase isi usus Etiologi : 1. intralumen : faecolith, cacing, batu empedu, biji (markisa) 2. dinding : atresia, striktura (peny. Crohn), tumor 3. luar dinding: hernia incarcerata, adhesie, volvulus, intussuception.

Gejala 1. Abdominal pain   datang tiba-tiba (kolik) interval 3 5 mnt. Nyeri terutama daerah umbilikus menyebar ke seluruh abdomen.

2. Muntah    Ileus letak tinggi muntah sangat menonjol terutama sehabis minum makan

Muntah mula berwarna hijau Bila obstruksi berlangsung lama muntah kental dan coklat menandakan keadaan umum berat

3. Distensi abdomen   Besar distensi tergantung lokasi Makin rendah / lama makin besar distensi

4. Konstipasi

Pada obstruksi total setelah bgn distal dari sumbatan dikeluarkan, maka akan dijumpai konstipasi dimana tidak dijumpai faeces dan flatus Absolut Constipation

5. Dehidrasi   Muntah muntah hebat Kegagalan absorbsi isi usus kulit kering, lidah kering, mata cekung, urine output , urine pekat. GERD

Definisi Gastroesophageal reflux disease, sering disebut sebagai GERD atau refluks asam, adalah suatu kondisi di mana isi cairan perut regurgitates (punggung atas atau refluxes) ke dalam kerongkongan. Gejala Tanda-tanda dan gejala GERD meliputi: Sebuah sensasi terbakar di dada (heartburn), kadang-kadang menyebar ke tenggorokan, bersama dengan rasa asam di mulut Anda Nyeri dada Kesulitan menelan (disfagia)

Batuk kering Suara serak atau sakit tenggorokan Muntah cairan makanan atau asam (acid reflux) Sensasi benjolan di tenggorokan DIVERTIKULOSIS Definisi Divertikulosis adalah penyakit yang ditandai dengan adanya divertikula, biasanya pada usus besar.

Divertikula bisa muncul di setiap bagian dari usus besar, tetapi paling sering terdapat di kolon sigmoid, yaitu bagian terakhir dari usus besar tepat sebelum rektum. Sebuah divertikulum merupakan penonjolan pada titik-titik yang lemah, biasanya pada titik dimana pembuluh nadi (arteri) masuk ke dalam lapisan otot dari usus besar. Kejang (spasme) diduga menyebabkan bertambahnya tekanan dalam usus besar, sehingga akan menyebabkan terjadinya lebih banyak divertikula dan memperbesar divertikula yang sudah ada.

Ukuran divertikula bermacam-macam, mulai dari 0,25-2,5 cm. Jarang timbul sebelum usia 40 tahun. Pada usia 90 tahun, seseorang bisa memiliki lebih dari satu divertikula.

Divertikula raksasa memiliki ukuran sekitar 2,5-15 cm, jarang membentuk kantong yang menonjol keluar. Seseorang bisa hanya memiliki satu divertikula raksasa.

Penyebab

Penyebab utama dari penyakit divertikulum adalah makanan rendah serat. Serat merupakan bagian dari buah-buahan, sayuran dan gandum yang tidak dapat dicerna oleh tubuh.

Terdapat 2 jenis serat: y Serat yang larut dalam air, di dalam usus terdapat dalam bentuk yang menyerupai agar-agar yang lembut y Serat yang tidak larut dalam air, melewati usus tanpa mengalami perubahan bentuk. Kedua jenis serat tersebut membantu memperlunak tinja sehingga mudah melewati usus. Serat juga mencegah sembelit (konstipasi).

Sembelit menyebabkan otot-otot menjadi tegang karena tinja yang terdapat di dalam usus terlalu keras. Hal ini merupakan penyebab utama dari meningkatnya tekanan di dalam usus besar.Tekanan yang berlebihan menyebabkan titik-titik lemah pada usus besar menonjol dan membentuk divertikula.

Gejala Kebanyakan penderita divertikulosis tidak menunjukan gejala. Tetapi beberapa ahli yakin bahwa bila seseorang mengalami nyeri kram, diare dan gangguan pencernaan lainnya, yang tidak diketahui penyebabnya, bisa dipastikan penyebabnya adalah divertikulosis.

Pintu divertikulum bisa mengalami perdarahan, yang akan masuk ke dalam usus dan keluar melalui rektum. Perdarahan bisa terjadi jika tinja terjepit di dalam divertikulum dan merusak pembuluh darahnya. Perdarahan lebih sering terjadi pada divertikula yang terletak di kolon asendens.

Divertikulanya sendiri tidak berbahaya. Tetapi tinja yang terperangkap di dalam divertikulum, bukan saja bisa menyebabkan perdarahan, tetapi juga menyebabkan peradangan dan infeksi,

sehingga timbul divertikulitis. Sumber perdarahan bisa diketahui melalui pemeriksaan kolonoskopi.