AHKAMUL HURUF 2 : HUKUM MIM MATI, HUKUM LAM TA'RIF,
HUKUM RA, HUKUM LAM JALALAH DAN HUKUM QALQALAH
DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH TAHSINUL QIRA’AT
DOSEN PENGEMPU: KHOIIRUL AMIN
DISUSUN OLEH:
ARDI IMAM PRATAMA (2341020008)
FATHUR RIZKI (2341020016)
TRINOVA ADELIA AYU SAFITRI (2341020027)
PROGRAM STUDI PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
2024/2025
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang maha Esa, karena atas berkat
dan limpahan rahmatnyalah maka kami bisa menyelesaikan sebuah karya tulis dengan tepat
waktu.
Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul “HUKUM BACAAN
AL-QURAN”, yang menurut kami dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita untuk
mempelajari Hukum-hukum bacaan dalam Al-quran.
Melalui kata pengantar ini penulis & penyusun lebih dahulu meminta maaf dan memohon
permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang kami buat
kurang tepat atau menyinggung perasaan pembaca.
Dengan ini kami mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga
allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat. Amiin...
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Melihat fenomena pada masyarakat saat ini, dimana masih banyak yang belum bisa membaca
Al-Qur’an dengan baik dan benar, terkhusus pada ilmu tajwid yang mengajarkan tata cara
membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Selain itu masyarakat hanya sekedar membaca
tapi tidak mengetahui makna dan mengetahui hukum bacaan dalam Al-Qur’an tersebut.
Maka dari itu kami sebagai penyusun makalah ini akan membahas tentang Ahkamul huruf
atau Hukum bacaan dalam Al-Quran karena materi ini masih banyak yang belum
memahaminya.
Dalam materi Ahkamul Huruf ini juga mengandung nilai yang sangat penting dalam tata cara
pembacaan Al-Qur’an karena dalam membaca Al-Qur’an tajwid mutlak digunakan karena
didalam membaca Al-Qur’an salah penyebutan maka akan salah arti dan makna.
1.2 RUMUSAN MASALAH
pengertian Ahkamul Huruf 2
Penjelasan Hukum Mim Mati
Penjelasan Hukum Lam Ta’rif
Penjelasan Hukum Ra
Penjelasan Hukum Lam Jalalah
Penjelasan Hukum Qalqalah
1.3 TUJUAN
Mengetahui pengertian Ahkamul Huruf 2
Mengetahui Hukum Mim Mati
Mengetahui Hukum Lam Ta’rif
Mengetahui Hukum Ra
Mengetahui Hukum Lam Jalalah
Mengetahui Hukum Qalqalah
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN AHKAMUL HURUF
Ahakmul huruf berasal dari dua kata yaitu ahkam dan huruf, ahkamberarti hubungan
dan huru yaitu huruf, jadi ahkamul huruf adalahhubungan antara huruf, atau
pembahasan yang membahas hubungan antar huruf seperti ketika alif lam ta’rif
menghadapi huruf hijaiyah, maka ada yang dibaca idzhar ada pula yang diidghomkan.
Dan yangberhubungan dengan ahkamul huruf ini yaitu Ahkamul maddi walqasr yaitu
panjang dan pendeknya dalam melafazkan ucapan dalamtiap ayat Al-Quran, dan juga
Ahkamul waqaf wal ibtida’ yaitu mengetahui huruf yang harus mulai dibaca dan
berhenti pada bacaan bila ada tanda huruf tajwid.
B. HUKUM MIM MATI
Mim mati adalah huruf mim yang tidak memiliki tanda harakat atau tanda
baris . Hukum bacaan mim mati terjadi apabila mim mati atau mim sukun ( )ْمbertemu
dengan salah satu huruf hijaiyah yang telah ditentukan dalam aturan hukum tajwid.
Hukum mim mati terbagi menjadi tiga, yaitu izhar syafawi, ikhfa' syafawi, dan idgam
mutamasilain (idgham mimi).
Macam-macam hukum mim mati beserta contohnya antara lain sebagai berikut:
1. Izhar Syafawi
Izhar Syafawi adalah hukum bacaan mim mati yang terjadi apabila mim mati
bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah selain huruf ba ( )بdan mim ( )م.
Cara membaca izhar syafawi yaitu bunyi mim ( )مdisuarakan dengan terang dan jelas
tanpa berdengung di bibir dengan mulut tertutup.
Huruf izhar syafawi berjumlah 26, yaitu:
alif ( ) ا, ta ( ) ت, tsa ( ) ث, jim ( ) ج, ha ( ) ج, kho ( ) خ, dal ( ) د, dzal ( ) ذ, ro ( ر
) , za ( ) ز, sin ( ) س, syin ( ) ش, shod ( ) ص, dhod ( ) ض, tho ( ) ط, zho ( ) ظ,
ain ( ) ع, ghoin ( ) غ, fa ( ) ف, qof ( ) ق, kaf ( ) ك, lam ( ) ل, nun ( ) ن, ha ( )هـ,
wa ( )و, dan ya ( )ي.
Semua huruf hijaiyah kecuali huruf ba ( )بdan mim ( )م, jika bertemu dengan mim
mati, termasuk hukum izhar syafawi .
Contoh bacaan izhar syafawi dalam Al-Qur'an, antara lain:
Surat Al-Kafirun ayat 3
َواَل َأْنُت ْم َع اِبُدوَن َما َأْعُبُد
Surat Al-Kafirun ayat 6
َلُك ْم ِد ْيُنُك ْم َو ِلَيِدْيِࣖن ِࣖن
Surat Al-Quraisy ayat 2
ِإياَل ِفِه ْم ِر ْح َلَة الِّش َتاِء َوالَّصْيف
Surat Al Ikhlas ayat 3
َل ْم َي ِلْد َوَل ْم ُي وَلْد
2. Ikhfa Syafawi
Ikhfa syafawi adalah hukum bacaan yang menyamarkan atau
menyembunyikan huruf mim ( )م. Hukum bacaan ikhfa syafawi terjadi apabila mim
mati atau mim sukun ( )ْمbertemu dengan huruf ba ( )ب. Jadi, bisa dikatakan bahwa
huruf ikhfa syafawi hanya ada satu, yakni huruf ba ( )ب.
Cara membaca ikhfa syafawi yaitu samar-samar , artinya pada saat membaca mim
sukun ( )ْمdisamarkan antara mim dan ba dan terdengar seperti didengungkan.
Contoh ikhfa syafawi dalam Al-Qur'an, antara lain:
Surat An-Nisa ayat 23
َدَخ ْلُت ْم ِب ِهَّن
Surat Al Baqarah ayat 8
َوَما ُه ْم ِبُمْؤِمِنْيَۘن َۘن
Surat Al A'raf ayat 45
َوُه ْم ِبا ٰاْلِخ َر ِةٰكِفُرْوَۘن َۘن
Surat As-Syams ayat 14
َفَكَّذُبْوُه َفَعَقُرْوَه ۖاۖا َفَدْمَدَم َعَلْيِهْم َر ُّبُه ْم ِبَذْۢن
ْۢن ِبِهْم َفَس ّٰوىَه ۖاۖا
3. Idgham Mutamatsilain (Idgham Mimi)
Idgham mimi adalah hukum bacaan apabila mim sukun ( )ْمbertemu dengan
mim ( )مyang sejenis . Jadi, bisa dikatakan bahwa huruf idgham mimi hanya ada satu,
yakni huruf mim ( )م.
Idgham mimi sering disebut juga sebagai idgham mutamatsilain, idgham mislain, atau
idgham syafawi . Cara membaca idgham mimi yaitu dengan menyuarakan mim
rangkap atau ditasydidkan dan wajib dibaca melebur atau dengung.
Contoh idgham mimi dalam Al-Qur'an, antara lain:
Surat Al Humazah ayat 8
َع َل ْي ِه ْم ُم ْؤ َص َد ٌة
Surat Al-Muthaffifin ayat 14
َكاَّل َبْل ۜ ۜ َر اَن َعٰلى ُقُلْوِبِه ْم َّم ا َكاُنْوا َيْكِسُبْوَن
Surat Al-Qadr ayat 4
َر ِّبِه ْم ِم ْن ُكِّل َأْمٍر
Surat Al-Quraisy ayat 4
اَّلِذي َأْطَعَمُه ْم ِم ْن ُج وٍع َوآَمَنُه ْم ِم ْن َخ ْوٍف
C. HUKUM LAM TA’RIF
Hukum bacaan alif lam ta'rif dibagi menjadi dua macam, yaitu alif lam
qamariyah dan alif lam syamsiah.
1. ALIF LAM SYAMSIAH
Menurut buku yang bertajuk Ilmu Tajwid Lengkap karya Samsul Amin,
syamsiah berasal dari kata syamsun yang artinya matahari.
Hal ini disebabkan karena huruf syamsiah diibaratkan sebagai matahari. Sementara,
lam diibaratkan sebagai bintang-bintang di siang hari yang tidak terlihat saat ada
matahari.
Alif lam syamsiah adalah alif lam ( )الyang dirangkai dengan kata benda (isim) dan
diawali dengan salah satu dari huruf-huruf syamsiah. Artinya, hukum bacaan ini
terjadu bila alif lam bertemu dengan salah satu huruf syamsiah.
Huruf-huruf syamsiah berjumlah 14 huruf di antaranya yaitu:
tha ()ط, tsa ()ث, shad ()ص, ra ()ر, ta ()ت, dha ()ض, dzal ()ذ, nun ()ن, dal ()د, zai (
)ز, sin ()س, zha ()ظ, syin ()ش, dan lam ()ل.
Cara Membaca Alif Lam Syamsiah:
Hukum bacaan ini juga biasa disebut dengan idgam syamsiah karena bacaan alif lam
dibaca idgham (memasukkan) ke dalam huruf syamsiah yang ada di depannya.
Akibatnya, huruf alif lam menjadi lebur dan tertukar dengan huruf syamsiah yang
mengikutinya. Atau seolah-olah dengan membuang lam sukun dan mentasydidkan
huruf-huruf syamsiah.
Contoh Bacaan Alif Lam Syamsiah
َّطَّمُة ْلُكْبَرٰى
(َءِت ل آQS. An Naziat: 34) dibaca atiṭ-ṭāmmatul-kubrā
Alasan: alif lam bertemu dengan huruf tha ()ط.
( ٱل َّن ْج ُم ٱل َّثا ِق ُبQS. At Tariq: 3) dibaca an-najmuṡ-ṡāqib
Alasan: alif lam bertemu dengan huruf tsa ()ث.
( ُه َو ٱل َّت َّوا ُب ٱل َّر ِحي ُمQS. At Taubah: 104) dibaca huwat-tawwābur-raḥīm
Alasan: alif lam bertemu dengan huruf ta ()ت.
( ٱل َّر ْح َٰم ِن ٱل َّر ِحي ِمQS. Al Fatihah: 3) dibaca ar-raḥmānir-raḥīm
Alasan: alif lam bertemu dengan huruf ra ()ر.
2. ALIF LAM QOMARIAH
Istilah "Alif Lam Qomariah" berasal dari kata "qamar" yang berarti bulan
dalam bahasa Arab. Dalam ilmu tajwid, Alif Lam ( )الdiumpamakan sebagai bintang,
sementara huruf-huruf Al Qomariah diumpamakan sebagai bulan. Analogi ini
digunakan untuk menjelaskan konsep ini. Ketika bintang (Alif Lam) bertemu dengan
bulan (huruf-huruf Al Qomariah), bintang tetap terlihat, yang berarti pengucapannya
harus jelas dan tidak tergabung dengan huruf sebelumnya.
Hukum Alif Lam Qomariah mengatur pengucapan lam sukun ( )ْلyang terdapat pada
huruf "Al" ( )الketika bertemu dengan salah satu dari 14 huruf hijaiyah yang
termasuk dalam kategori huruf Al Qomariah.
Huruf-huruf Al Qomariah ini adalah:
alif ()ا, ba’ ()ب, jim ()ج, kha ()ح, kho () خ, 'Ain ()ع, Ghain ()غ, Fa ()ف, Qaf ()ق, Kaf
()ك, Mim ()م, wawu ()و, Ha ()ه, dan Ya ()ي.
Alif Lam Qomariah adalah salah satu aspek penting dalam hukum bacaan Al-Quran,
yang terkait dengan cara pengucapan huruf Alif ( )الdan Lam ( )لketika diikuti oleh
salah satu huruf hijaiyah tertentu. Pemahaman dan penerapan Hukum Alif Lam
Qomariah memiliki relevansi yang besar bagi seorang Muslim dalam membaca,
memahami, dan meresapi Al-Qur'an.
Hukum Alif Lam Qomariah merupakan salah satu hukum bacaan dalam ilmu tajwid,
dengan cara pengucapan Alif Lam ( )الketika diikuti oleh huruf-huruf qomariah.
Huruf-huruf qomariah adalah huruf-huruf yang dieja dengan suara bulat, misalnya Ta
()ط, Tha ()ظ, Dal ()ض, Dzal ()ذ, Zai ()ز, Sain ()ص, Sin ()س, dan Syin ()ش. Dalam
kasus ini, Alif Lam ( )الharus dibaca dengan jelas, artinya huruf Lam ( )لdibaca
dengan suara. Ini dikenal sebagai izhar, yang berarti "menyatakan" atau
"membaca dengan jelas."
Berikut ini beberapa contoh Alif Lam qomariah yang ditemukan dalam Al-Qur’an:
Surat Al-Humazah Ayat 4
ىاۡل ُح َطَمِة
َكاَّلُيۢۡن َبَذَّن ِف ۡل
ۢۡنَل
Dibaca dengan cara: Kalla layum ba zanna fil hutamah
Alasan dibaca demikian karena alif lam bertemu huruf ha ()ح
Surat At-Tin Ayat 3
َوٰهَذا اْلَبَلاِدَاْلِمْيِۙن ِۙن
Dibaca dengan cara: wa hazal-baladil amini
Alasan dibaca demikian karena alif lam bertemu huruf ba ()ب
Surat Al-Buruj Ayat 14
َوُهَو اْلَغُفْوُر
Dibaca dengan cara: wahuwal gafuuru
Alasan dibaca demikian karena alif lam bertemu huruf 'ain ()ع
Surat Al Ghasyiyah ayat 19
َوِاَلى اْلِج َباِل َكْيَف
ُنِصَبْۗت ْۗت
Dibaca dengan cara: wa ilal Jibaali kaifa nushibat.
Alasan dibaca demikian karena alif lam bertemu huruf jim ()ج
Surat Al Buruj ayat 4
ُقِتَل َاْصٰحُباُاْلْخ ُدْوِۙد ِۙد
Dibaca dengan cara: qutila ashaabul ukhduud.
Alasan dibaca demikian karena alif lam bertemu huruf kho ()خ
D. HUKUM RA
Huruf ra ( ) ﺭadalah salah satu huruf hijaiyah yang hukum pelafalannya
berbeda-beda dalam ilmu tajwid. Artinya adalah terdapat kondisi dimana hukum
bacaan ra dapat dibaca tebal atau pun dibaca tipis. Hukum inilah yang disebut dengan
hukum tafkhim dan tarqiq.
Sama seperti kondisi pada penjelasan hukum bacaan lam di atas, kata tafkhim
berasal dari kata al tasmin yang mengandung arti menggemukkan atau menebalkan.
Di lain sisi, kata tarqiq diambil dari kata al tanhif yang artinya menguruskan atau
menipiskan.
Berikut ini adalah penjelasan mengenai tiga macam hukum bacaan ra ( ) ﺭdan
contohnya dalam Al-Qur'an.
1. TARQIQ
Ra tarqiq adalah salah satu konsep dalam ilmu tajwid Al-Qur'an yang
berkaitan dengan pengucapan huruf "ra" ( )ﺭdengan cara yang tipis atau ringan.
Kata "tarqiq" berasal dari kata al tanhif yang berarti menipiskan
atau menguruskan.
Ada tiga alasan yakni di antaranya:
Apabila huruf ra ( ) ﺭberharakat kasrah ( ِ- ) atau kasratain ( ٍٍ- ). Contohnya:
ِرَج ااًل َكِثيًر ا
Apabila huruf ra ( ) ﺭsukun karena dibaca waqaf didahului ya sukun ( ) ْي.
Contohnya: ِفي َكِثيٍر
Apabila huruf ra ( ) ﺭberharakat sukun, huruf sebelumnya berharakat kasrah
yang asli, dan tidak terdapat huruf isti'la sesudah huruf ra ( ) ﺭ.
Adapun yang dimaksud huruf isti'la adalah kha ()خ, ṣad ()ص, ḍad ()ض, ghain ()غ, ṭha
()ط, qaf ()ق, dan zha ()ظ. Contohnya: َوِفْر َعْوَن ِذي
2. TAFKHIM
Ra tafkhim adalah hukum bacaan yang menyatakan bahwa huruf ra diucapkan
dengan tebal sehingga memenuhi mulut dengan gemanya.
Ada empat alasan di antaranya:
Apabila huruf ra ( ) ﺭberharakat dammah ( ُ- ), fathah ( ) ﹷ, fathatain ( ً- ), atau
dammatain ( ٌ- ). Contohnya: َس َيْصَلٰى َناًر ا
Apabila huruf ra ( ) ﺭberharakat sukun dan huruf sebelumnya fathah atau
dammah. Contohnya: َوَأْر َس َل َعَلْيِهْم
Apabila huruf ra ( ) ﺭberharakat sukun dan huruf sebelumnya berharakat
kasrah tetapi kasrahnya tidak asli dari kalimat itu. Contohnya: َر ِّب اْر َح ْمُهَما
Apabila huruf ra ( ) ﺭberharakat sukun, huruf sebelumnya berharakat kasrah
asli, dan terdapat salah satu huruf isti'la sesudah huruf ra ( ) ﺭ. Contohnya: ُكِّل
ِفْر َقٍة
3. JAWAZUL WAJHAIN
Pengertian jawazul wajhain adalah huruf ra boleh dibaca tafkhim (tebal) dan
boleh dibaca tarqiq (tipis). Hukum jawazul wajhain berlaku apabila terdapat huruf
ra sukun, huruf sebelumnya berharakat kasrah, dan huruf sesudahnya
berupa huruf isti’la.
Berikut ini contohnya:
ِمْن ِع ْر ِضِه – ِبِح ْر ٍص
E. HUKUM LAM JALALAH
Lam Jalalah ( )اَل ُم الَج اَل َلةadalah istilah yang digunakan dalam ilmu tajwid
untuk merujuk kepada huruf lam ( )لpada lafaz Allah ()الله. Huruf lam pada lafaz
Allah memiliki hukum khusus dalam tajwid, yaitu kadang-kadang dibaca tebal
(tafkhim) dan kadang-kadang dibaca tipis (tarqiq) bergantung kepada harakat (vokal)
huruf sebelum lam.
Hukum Bacaan Lam Jalalah
1. Tafkhim (dibaca tebal):
Lam pada lafaz Allah dibaca tebal jika didahului oleh harakat fathah ( )ـَـatau
dhammah ()ـُـ. Dalam hal ini, lam dilafazkan dengan penekanan yang lebih kuat dan
suara yang lebih tebal.
Contoh:
( َنْصُر اللِهnasru Allahi)
( َوَر ُس وُل اللِهwarasūlu Allahi)
2. Tarqiq (dibaca tipis):
Lam pada lafaz Allah dibaca tipis jika didahului oleh harakat kasrah ()ـِـ. Dalam hal
ini, lam dilafazkan dengan suara yang lembut dan lebih ringan.
Contoh:
( ِبْس ِم اللِهbismi Allahi)
( ِإَّن اللَهinna Allaha)
F. HUKUM QALQALAH
Qalqalah termasuk salah satu sifat huruf yang tidak memiliki lawan kata dan qalqalah
merupakan hukum bacaan yang menjadi bagian dari ilmu tajwid.
Sedangkan arti secara umum, qalqalah dapat dipahami sebagai getaran atau pantulan.
Sementara itu, pengertian qalqalah dalam ilmu tajwid, berarti memantulkan getaran
suara ketika membaca lafal yang terdapat pada huruf qalqalah yang berharakat sukun
atau diwaqafkan.
Qalqalah adalah mantul bunyi huruf tertentu lantaran sukun dengan mati asli, karena
waqaf dengan dimatikan, dan tasydid/syiddah karena waqaf.
Qalqalah merupakan hukum bacaan yang menjadi bagian dari ilmu tajwid. Qalqalah
ini bisa diartikan sebagai suara tambahan atau pantulan kuat dan jelas pada huruf
sukun. Mengartikan hukum tajwid satu ini dapat dilakukan dengan dua macam, yaitu
sugra dan kubra.
Qalqalah terbagi menjadi dua jenis, yakni qalqalah sugra dan qalqalah kubra. Berikut
ini penjelasannya:
1. Qalqalah Sugra
Qalqalah sugra secara bahasa dapat diartikan kecil. Jenis yang satu ini adalah jika ada
huruf qalqalah yang berada di tengah lafal dengan harakat sukun. Cara membaca
qalqalah sugra ini adalah dipantulkan dengan tidak terlalu kuat.
Jenis qalqalah yang satu ini terjadi apabila huruf qalqalah dimatikan di tengah kalimat
(sukun). Itulah sebabnya, sebagian ulama qiraat menamakan qalqalah ini sebagai
qalqalah wustha (pertengahan).
2. Qalqalah Kubra
Sementara itu, qalqalah kubra diartikan secara bahasa sebagai besar. Pengertian
qalqalah kubra adalah jika ada huruf qalqalah yang terletak di akhir lafal, baik secara
harakat sukun, fathah, kasrah, dhammah, dan tanwin, tetap dibaca waqaf. Cara
membacanya lebih baik dipantulkan dengan cukup kuat. Jenis qalqalah ini terjadi
apabila terdapat huruf qalqalah dimatikan di akhir kalimat (waqaf).
Huruf Qalqalah Sugra dan Kubra
Sama dengan jenis hukum tajwid lainnya, qalqalah sugra dan kubra memiliki huruf
tertentu, ada lima huruf qalqalah, yakni ba ()ب, jim ()ج, dal ()د, tha ()ط, dan qaf ()ق.
Untuk mempermudah proses menghafal, kelima huruf di atas dapat disingkat menjadi,
BA-JU-DI-THO-QO.
Contoh ayat yang mengandung bacaan qalqalah sugra antara lain :
Al-Kautsar ayat 3
َأْل
ِإَّن َش اِنَئَك ُهَو ا ْبَتُر
Huruf ba ( )بsukun di tengah lafal dibaca memantul dengan tekanan yang tipis.
Quraisy ayat 4
َأ
اَّلِذي ْطَعَمُهْم ِمْن ُج وٍع َوآَمَنُهْم ِمْن َخ ْوٍف
Huruf tha ( )طsukun dibaca memantul tapi tipis.
Al Qari’ah ayat 3
َوَما َأْدَر اَك َما اْلَقاِرَعُة
Huruf dal ( )دsukun pada tengah lafal dibaca memantul dengan tekanan tipis.
Al Fiil Ayat 2
َأ
َلْم َيْجَعْل َكْيَدُهْم ِفي َتْضِليٍل
Huruf jim ( )جsukun pada tengah lafal juga dibaca memantul dengan tekanan tipis.
Contoh ayat yang mengandung bacaan qalqalah kubro antara lain :
Al-Falaq ayat 1
ِّبْلَفَلِۙق ِۙق
ُقْل َاُعْوُذ ِبَر ا
Huruf qaf ( )قpada lafal terakhir walaupun berharakat kasrah, cara membacanya tetap
disukunkan dan dibaca memantul.
l Buruj ayat 20
ْن ۤإِىِهُّمْمِح ْيٌۚط ٌۚط
َّوالّٰلُه ِم ۤاَّوَر
Huruf tha ( )طpada lafal terakhir meskipun berharakat dhammah, cara membacanya
tetap disukunkan dan dibaca memantul.
Al Falaq ayat 3
َوِمْن َش ِّر َغاِس ٍق ِاَوَذاَقَۙب َۙب
Huruf ba ( )بpada lafal terakhir walaupun harakat fathah, cara membacanya tetap
disukunkan dan dibaca memantul keras.
Al Ikhlas ayat 1
ُقْل ُهَو الّٰلُهَاَحٌۚد ٌۚد
Huruf dal ( )دpada lafal terakhir meskipun berharakat dhammah, cara membacanya
tetap disukunkan dan dibaca memantul.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Ahakmul huruf berasal dari dua kata yaitu ahkam dan huruf, ahkam berarti
hubungan dan huruf yaitu huruf, jadi ahkamul huruf adalah hubungan antara
huruf, atau pembahasan yang membahas hubungan antar huruf seperti ketika alif
lam ta’rif menghadapi huruf hijaiyah, maka ada yang dibaca idzhar ada pula yang
diidghomkan.
3. Macam-macam ahkamul terdiri dari:
A. Hukum Mim Mati
B. Hukum Lam Ta’rif
C. Hukum Ra
D. Hukum Lam Jalalah
E. Hukum Qolqolah
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
Https://[Link]/berita-hari-ini/hukum-mim-mati-dalam-ilmu-tajwid-lengkap-dengan-
contohnya-1vqdfvmhe3o/full
[Link]
[Link]