Anda di halaman 1dari 2

Suryanti. 2008. Pisang, Budidaya, Pengolahan, dan Prospek Pasar. Jakarta: Penebar Swadaya.

Hal 37 JENIS PISANG AMBON 1. Pisang ambon lumut Kulit buah pisang ambon lumut pada waktu matang berwarna hijau atau hijau kekuningan dengan bintik cokelat kehitaman. Daging buahnya berwarna putih kemerahan dan lunak. Rasanya manis, enak, dan beraroma kuat. Berat per tandannya mencapai 15-18 kg dengan jumlah sisir 8-12. Setiap sisir kurang lebih terdiri dari 20 buah. Ukuran buah 15-20 cm dengan diameter 3-3,5 cm. Selain dikonsumsi sebagai buah segar, jenis pisang ini sangat cocok untuk diolah menjadi sale pisang, pure, sari buah, dan selai. 2. Pisang ambon putih Pada saat matang, pisang ambon putih akan berwarna kuning keputihan dengan warna daging buah putih sampai putih kekuningan. Rasa daging buahnya manis, sedikit asam, dan aromanya kuat. Selain sebagai buah meja, pisang ambon digunakan sebagai makanan pemula pada bayi. Berat tiap tandannya 15-25 kg terdiri dari 10-14 sisir. Setiap sisir terdiri dari 14-24 buah dengan panjang 15-20 cm dan diameter 3,5-4 cm. Selain dikonsumsi sebagai buah segar, jenis pisang ini sangat cocok untuk diolah menjadi sale pisang, pure, sari buah, dan selai.

Hal 11-14 (Eddy......) KANDUNGAN GIZI PISANG Menurut analisis biokimia, buah pisang mengandung karbohidrat, protein, kalium, vitamin C, dan vitamin E. Kandungan kaliumnya berkhasiat menurunkan tekanan darah. Vitamin C dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Vitamin E membantu mengendalikan proses penuaan kulit sehingga kita terlihat awet muda. Tiga kandungan pertama, yaitu karbohidrat, protein, dan vitamin, nilainya tidak banyak berada antara yang dipanen sebelum matang atau dipanen sesudah matang. Seandainya berbeda, bukan menjadi persoalan penting karena umumnya orang makan pisang bukan untuk tujusn menambah ketiga zat gizi tersebut. Jenis karbohidrat dalam pisang yang belum masak berupa sukrosa, sedangkan yang sudah matang berupa fruktosa yang rasanya lebih manis. Karena itu, pisang yang dipanen sebelum matang perlu menunggu proses perubahan biokimia. Pisang yang dipotong terlalu muda biasanya rasa pisang menjadi kurang manis karena biokimianya tidak sempurna. Kandungan kalium, vitamin C dan vitamin E dalam pisang yang dipanen sebelum matang dengan yang dipanen setelah matang sangat mencolok. Sebagai salah satu unsur mineral esensial, kalium mempunyai sifat yang unik. Unsur ini sangat diperlukan tanaman untuk

metabolisme karbohidrat dan membentuk jaringan, tetapi jika jaringannya sudah tua, unsur ini akan tertinggal di jaringan itu. Ketika buah pisang belum matang, kalium masih aktif melakukan metabolisme karbohidrat. Jika dipanen pada kondisi ini, struktur kimia dalam jaringan buah belum mantap atau kandungannya lebih sedikit dan struktur kimianya masih labil. Namun, jika dipanen setelah buah matang, kandungannya telah banyak dan struktur kimianya telah mantap. Jika kita mengonsumsi pisang mateng imbon (matang diperam), maka keuntungan yang dapat diperoleh adalah buah pisang tersebut lebih banyak mengandung kalium. Struktur kimia vitamin C dan vitamin E ketika buah belum matang masih belum mantap, sehingga kandungannya lebih rendah. Bahkan tidak mungkin dalam keadaaan struktur kimia belum mantap ini, kedua vitamin tersebut justru terurai selama proses pematangan. Berikut komposisi berbagai jenis pisang per 100 gram.

Tabel di atas menunjukkan bahwa pisang merupakan sumber mineral, terutama kalsium dan fosfor. Mineral ini sangat baik sehingga cocok dikonsumsi oleh orang yang menderita darah tinggi. Vitamin C dalam pisang umumnya lebih tinggi daripada vitamin jenis lainnya, kecuali dalam pisang siam.