Pengantar Akuntansi
(Introduction to Accounting)
Dr. R. Drajat Armono, S.E., [Link]., CMAI
Lecturer at the Islamic University of Indonesia
VPS & Literature Study at Ph.D Program, Asia University, RoC
Master of Science in Accounting, University of Gadjah Mada,
ResearchFellowship at Ph.D Program in Economics, USM
Definisi
• Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa.
Fungsinya adalah menyediakan data
kuantitatif, terutama yang mempunyai sifat
keuangan, dari kesatuan usaha ekonomi yang
dapat digunakan dalam pengambilan
keputusan-keputusan ekonomi dalam memilih
alternatif-alternatif dari suatu keadaan
(American Institute of Certified Public Accountants
(AICPA), 1970)
Pengertian Akuntansi
Akuntansi adalah proses pencatatan,
pengklasikasian, pelaporan dan penganalisaan
data-data keuangan suatu badan usaha guna
memberikan informasi bagi pihak-pihak yang
membutuhkan sebagai alat pengambilan
keputusan.
Dari definisi diatas tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi
dari suatu badan usaha kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Informasi yang dihasilkan berguna bagi pihak-pihak didalam maupun
diluar perusahaan.
PABU
• Semua konsep, prinsip, konvensi, hukum,
aturan dan regulasi yang digunakan dalam
menyusun dan menyajikan laporan keuangan
dikenal sebagai prinsip-prinsip akuntansi
berterima umum (General Accepted
Accounting Principles atau GAAP).
Pemakai Informasi Akuntansi
1. Pihak intern Perusahaan,
yang terdiri dari pihak manajemen dan
karyawan.
2. Pihak ekstern perusahaan,
yang terdiri dari pemilik perusahaan
(investor), para kreditur dan badan
pemerintah.
Pemakai Informasi Akuntansi
• investor
Akuntansi Keuangan • kreditor
• regulator
PENGGUNA EKSTERNAL
• konsumen
• kompetitor
Pemakai Informasi Akuntansi
• investor
Akuntansi Keuangan • kreditor
• regulator
PENGGUNA EKSTERNAL
• konsumen
• kompetitor
Akuntansi Manajemen
PENGGUNA INTERNAL • pemilik
• manager
• karyawan
Bidang Akuntansi
Bidang-bidang khusus di dalam akuntansi adalah :
1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting). Merupakan bidang yang
berkaitan dengan proses pencatatan sampai denban penyusunan
laporan keuangan.
2. Akuntasi Pemeriksaan (Auditing): Merupakan bidang yang berhubungan
dan pemeriksaan terhadap laporan keuangan yang dihasillcan oleh
akuntansi keuangan. Tujuan utama dari pemeriksaan adalah agar
infornasi akuntansi yang disajikan dapat dipercaya.
3. Akuntansi manajemen ( Management Accounting). Merupakan bidang
yang berhubungan dengan analisa atas iaporan keuangan maupun
laporan-laporan akuntansi yang lain sebagai dasar untuk pengambilan
keputusan manajemen del dan kurikulum akuntansi yang paling sesuai
dengan kebutuhan
Bidang Akuntansi
4. Akuntansi Biaya (Cost Accounting). Membakar bidang akuntansi
yang menekankan pada penentuan dan pengendalian biaya
dalam perusahaan
5. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting). Merupakan bidang yang
menitikberatkan pekerjaan pada perencanaan pajak maupun
administrasi perpajakan.
6. Sistem Informasi Akuntansi (Accounting Information System).
Merupakan bidang yang berhubungan dengan perencanaan
serta pelaksanaan prosedur pengumpulan keuangan maupun
non keuangan.
7. Anggaran (Budgeting). Merupakan bidang yang terhubungan
dengan penyusunan rencanakeuangan mengenai kegiatan
perusahaan untuk jangka waktu tertentu di masa yang akan
datang serta analisa dan pengendalian.
Bidang Akuntansi
8. Akuntansi Pemerintahan (Pemerintahal Accounting). Merupakan bidang
yang berhubungandengan pencatatan dan pelaporan transaksi-
transaksi pemerintah. Laporan yang disajikan tentang aspek
kepengurusan administrasi keuangan negara dan mencakup
pengendalian atas pengeluaran keuangan negara.
9. Akuntansi Pendidikan Di bidang pendidikan , staff pengajar akuntansi
dituntut untuk melakukan riset dalam rangka pengembangan model
dan kurikulum akuntansi yang paling sesuai dengan kebutuhan
masyarakat dan negara, jadi dapat disimpulkan bahwa akuntansi
adalah suatu pengetahuan yang luas dan komplek dan dapat memberi
tantangan intelektual.
Struktur akuntansi menggambarkaan pengertian akuntansi secara luas
sebagai tehnologi, bidang studi dan profesi. Penguasaaan pengetahuan
akuntansi menjadi bekal untuk memasuki bidaang pekerjaan yang
sesuai dengan minat seseorang.
Profesi di Bidang Akuntansi
Secara umum, sebutan untuk mereka yang telah memiliki pengetahuan
dan ketrampilan di bidang akuntansi melalui pendidikan formal
tertentu adalah akuntan, sedangkan sebutan untuk mereka yang
menjalankan praktik untuk kepentingan umum (dengan mendirikan
kantor akuntan) adalah akuntan publik.
Di Indonesia untuk jenjang pendidikan akuntansi, dimulai dari jalur
pendidikan akademik (S1, S2 dan S3) dan jalur pendidikan vokasional
(D1-D4). Pada lingkungna profesi akuntansi, telah dibuka berbagai
pendidikan profesi semisal Pendidikan Profesi Akuntansi (PPA) yang
dilakukan dalam rangka mendapatkan kompetensi pekerjaan seorang
akuntan dengan terlebih dahulu mengikuti Ujian Sertifikasi Akuntan
Publik atau Ujian Certified Professional Management Accountant.
Sertikasi dilakukan oleh lembaga Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
Hubungan antara Tujuan Laporan Keuangan, Asumsi dan Konsep Dasar,
Prinsip Akuntansi, Metode dan Prosedur dan Laporan Keuangan.
Tujuan Lap
Keuangan
Asumsi dan
Konsep Dasar
Prinsip Akuntansi
Metode dan Prosedur
Lap Keuangan
Neraca Laporan Laporan Laporan Arus
Rugi Laba Laba Tidak KAS
Dibagi
TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
• Berguna bagi investor dan kreditur yang ada
dan yang potensial dan pemakai lainnya dalam
membuat keputusan
• Dapat membantu investor dan kreditur yang
ada dan yang potensial dan pemakai lainnya
untuk menaksir jumlah, waktu, dan
ketidakpastian
• Menunjukkan sumber-sumber ekonomi dari
suatu perusahaan
TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
Menurut PSAK
• Menyediakan informasi yang menyangkut
posisi keuangan, kinerja serta perubahan
posisi keuangan
• Untuk tujuan memenuhi kebutuhan bersama
sebagian besar pemakai.
• menunjukkan apa yang telah dilakukan
manajemen (stewardship), atau
pertanggungjawaban manajemen atas sumber
daya yang dipercayakan kepadanya.
Tujuan LK
• Standar Akuntansi Keuangan (SAK) nomor 1
menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan
adalah menyediakan informasi kepada
pengguna tentang posisi keuangan entitas,
kinerja keuangan entitas dan perubahan posisi
keuangan.
Pengguna Laporan Keuangan
Definisi Kerangka konseptual
• adalah sistem konsep dan prinsip yang
melandasi dalam penyajian laporan keuangan.
Konsep dan prinsip tersebut harus konsisten
satu sama lain
ASUMSI DASAR
• Dasar Aktual
– Dengan dasar ini, pengaruh transaksi dan peristiwa
lain diakui pada saat kejadian (dan bukan pada saat
kas atau setara kas diterima atau dibayar) dan dicatat
dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam
laporan keuangan pada periode yang bersangkutan.
• Kelangsungan Usaha
– Laporan keuangan biasanya disusun atas dasar asumsi
kelangsungan usaha perusahaan dan akan
melanjutkan usahanya di masa depan.
Karakteristik Kualitatif Laporan
Keuangan
• Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas
yang membuat informasi dalam laporan
keuangan berguna bagi pemakai.
• Terdapat empat karateristik kualitatif pokok
yaitu: dapat dipahami, relevan, keandalan,
dan dapat diperbandingkan
Karakteristik Kualitatif Laporan
Keuangan
1. Dapat Dipahami
– Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan
keuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami
oleh pemakai.
2. Relevan
– Agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi
kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan.
– Peran informasi dalam peramalan (predictive) dan penegasan
(confirmatory) berkaitan satu sama lain.
– Informasi posisi keuangan dan kinerja di masa lalu seringkali
digunakan sebagai dasar untuk memprediksi posisi keuangan
dan kinerja masa depan dan hal-hal lain yang langsung menarik
perhatian pemakai
Karakteristik Kualitatif Laporan
Keuangan
3. Materialitas
– kalau kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan
dala m mencatat informasi tersebut dapat
mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai
4. Keandalan (Reliable)
– Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari
pengertian yang menyesatkan, kesalahan material,
dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian
yang tulus atau jujur
Karakteristik Kualitatif Laporan
Keuangan-Keandalan
• Penyajian Jujur
– Agar dapat diandalkan, informasi harus
menggambarkan dengan jujur transaksi serta
peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau yang
secara wajar dapat diharapkan untuk disajikan.
• Substansi Mengungguli Bentuk
– Penyajikan dan dicatat dengan jujur transaksi serta
peristiwa lain dan disajikan sesuai dengan substansi
dan realitas ekonomi dan bukan hanya bentuk
hukumnya.
Karakteristik Kualitatif Laporan
Keuangan - Keandalan
• Netralitas
– Informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, dan
tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu.
• Pertimbangan Akal Sehat (Prudence)
– Penyusun laporan keuangan memasukkan tingkat kehati-hatian
dalam pengambilan keputusan dalam kondisi tidak pasti. Kehati-
hatian ketika memasukkan nilai ke aset, liabilitas atau akun
pendapatan dan beban.
• Kelengkapan
– Agar dapat diandalkan, informasi dalam laporan keuangan harus
lengkap dalam batasan materialitas dan biaya.
Karakteristik Kualitatif Laporan
Keuangan
5. Dapat Dibandingkan
– Pemakai harus dapat memperbandingkan laporan
keuangan perusahaan antar periode untuk
mengidentifikasi kecenderungan (trend) posisi dan
kinerja keuangan.
– pemakai harus mendapat informasi tentang kebijakan
akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan
keuangan dan perubahan kebijakan serta pengaruh
perubahan tersebut
– perusahaan perlu menyajikan informasi periode
sebelumnya dalam laporan keuangan.
Karakteristik Kualitatif Laporan
Keuangan
6. Kendala Informasi yang Relevan dan Andal
• Tepat waktu
• Jika terdapat penundaan yang tidak semestinya dalam
pelaporan, maka informasi yang dihasilkan akan
kehilangan relevansinya.
• Keseimbangan antara biaya dan manfaat
• Merupakan kendala yang pervasif daripada
karakteristik kualitatif.
• Manfaat yang dihasilkan informasi seharusnya melebihi
biaya penyusunannya.
Karakteristik Kualitatif Laporan
Keuangan
6. Kendala Informasi yang Relevan dan Andal
• Keseimbangan di antara Karakteristik Kualitatif
– Dalam praktek, keseimbangan atau trade-off di antara
berbagai karakteristik kualitatif sering diperlukan.
Pada umumnya tujuannya adalah untuk mencapai
suatu keseimbangan yang tepat di antara berbagai
karakteristik untuk memenuhi tujuan laporan
keuangan.
• Penyajian Wajar
– Laporan keuangan sering dianggap menggambarkan
pandangan yang wajar dari, atau menyajikan dengan
wajar
Hirarki karakteristik kualitatif informasi keuangan
Prinsip Akuntansi
Konsep Dasar
• Konsep dasar yang mendasari penyusunan
prinsip akuntansi adalah prinsip biaya historis
(historical cost principle), prinsip
mempertemukan (matching principle), prinsip
konsitensi (consistency principles) dan prinsip
lengkap (full disclosure).
Prinsip Biaya Historis
• Digunakannya harga perolehan dalam
mencatat aktiva, utang, modal dan biaya.
• Harga perolehan adalah harga pertukaran
yang disetujui oleh kedua belah pihak yang
tersangkut dalam transaksi.
• Harga perolehan terjadi dalam transaksi di
antara dua belah pihak yang bebas (arm’s-
length transaction).
Prinsip Pengakuan Pendapatan
• adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul
dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh
suatu unit usaha selama suatu periode tertentu.
• asar yang digunkan untuk mengukur besarnya
pendapatan adalah jumlah kas atau ekuivalennya yang
diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang
bebas.
• Pengakuan pendapatan penjualan angsuran diakui
sebesar jumlah uang yang sudah diterima.
Prinsip mempertemukan
• adalah mempertemukan biaya dengan
pendapatan yang timbul karena biaya
tersebut.
• Prinsip ini berguna untuk menentukan
besarnya penghasilan bersih setiap periode.
• Jika pengakuan suatu pendapatan ditunda,
maka pembebanan biayanya juga akan
ditunda sampai saat diakuinya pendapatan.
Prinsip Konsitensi
• Metode dan prosedur-prosedur yang digunakan dalam
proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten
dari tahun ke tahun
• Tujuannya: bila terdapat perbedaan antara suatu pos
dalam dua periode, dapat segera diketahui bahwa
perbedaan itu bukan selisih akibat penggunaan
metode yang berbeda.
• Konsistensi tidak dimaksudkan sebagai larangan
penggantian metode, jadi masih dimungkinkan untuk
mengadakan perubahan metode yang dipakai
Prinsip Pengungkapan Lengkap
• adalah menyajikan informasi yang lengkap
dalam laporan keuangan.
• Informasi yang disajikan Lap Keuangan
merupakan ringkasan dari transaksi-transaksi
dalam satu periode dan juga saldo-saldo dari
rekening-rekening tertentu.
• LK memiliki keterbatasan penulisan
KETERBATASAN LAPORAN KEUANGAN
• Cukup berarti (materiality)
• Konservatif
• Sifat-sifat khusus dari suatu industri
Materialitas
• Jumlah nilai rupiah kesalahan yang dapat mempengaruhi
atau menyebabkan timbulnya perbedaan dalam
pengambilan suatu keputusan
• jumlah yang dianggap cukup besar sehingga perlu
dipertimbangkan
• Aspek kuantitatif Berdasarkan pada jumlah absolute,
misalnya jumlah rupiah, atau berdasarkan pada nilai
relative, misalnya sebagai suatu persentase dari
pendapatan bersih.
• Aspek kualitatif. Mempertimbangkan karakteristik dari
lingkungan, besar kecilnya perusahaan, struktur modal.
Konservatif
• Cenderung memilih alternative yang tidak akan
membuat aktiva dan pendapatan terlalu besar.
• Jika ada lebih dari satu alternative atau bisa juga timbul
dalam hal suatu jumlah itu belum dapat dipastikan.
• kenaikan nilai aktiva dan laba yang diharapkan, tidak
boleh dicatat sebelum direalisasikan atau jual, dan
penurunan nilai aktiva dan rugi yang diperkirakan akan
timbul harus dicatat walaupun jumlahnya belum dapat
ditentukan.
• Contoh: harga pokok atau harga pasar yang lebih
rendah (lower of cost or market)
Sifat Khusus Industri
• Memerlukan prinsip akuntansi yang berbeda
dengan industri-industri lainnya, seperti bank,
asuransi, leasing dan lain-lain
• prinsip-prinsip akuntansi tertentu yang
berbeda dengan yangm umumnya digunakan