Anda di halaman 1dari 25

PERCOBAAN 2 GENERATOR DC

2.1 TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS 2.1.1TUJUAN UMUM a. Mengetahui cara kerja mesin arus searah yang dioperasikan sebagai generator. b. Mengetahui sifat generator arus searah dalam arus beban nol mapun berbeban. c. Mengetahui besaran resistansi belitan generator DC d. Mengetahui cara mengukur besaran resistensi belitan Generator DC e. Mengetahui dan bisa mengoperasikan/menjlankan generator arus searah dengan aman dan benar. f. Mengetahui dan bisa menganalisa/menjalankan urutan-urutan pembebanan kerja Generaror DC. g. Mengetahui dan bisa menganalisa pengaruh reaksi jangka pada generator berbeban. 2.1.2 TUJUAN KHUSUS 1. Mencari harga resisteensi belitan generator DC dengan menggunakan metoda ohm meter. 2. Mengetahui dan bisa menganalisa pengaruh tahanan generator DC terhadap kerugian-kerugian generator dan terhadap efisiensi generator. 3. Mencari karakteristik beban nol, (Eo = f(Iex); I = 0,n = C). 4. mengetahui dan bisa menganalisa pengaruh tegangan keluaran generator terhadap pengaruh keluaran generator terhadap arus penguatan yang diberikan. 5. Mengetahui lengkung histerisis anti besi generator DC. 6. Mencari karakteristik beban, (V = f(Iex); I = nominal; n = C).

7. Mengetahui dan bisa menganalisa pengaruh beban terhadap tegangan keluaran. 8. Mengetahui dan bisa mencari kerugian reaksi jangka pada saat generator brbeban. 9. Mencari karakteristik efisiensi, ( = f(P); n = C; V = C). 10. Mengatahui dan bisa menganalisa daerah operasi kerja yang optimum dari suatu generator DC yang dilihat dari karakteristik efisiensinya. 2.2. DASAR TEORI 2.2.1. Pengukuran resistansi Belitan Generator DC Mesin DC bisa dioperasikan sebagai motor maupun sebagai generator. Belitan generator terdiri dari : 1. Belitan jangkar 2. Belitan kutub Bantu 3. Belitan eksitansi Arus beban mengalir melalui dua belitan yang pertama, belitan ini mempunyai resistensi yang kecil. Sistem pengukuran tahanan belitan jangkar ini ada beberapa metode pengukuran yang bisa dilakukan antara lain metode ohm meter, volt dan ampere meter, metode dinamis dan statis. Dalam percobaan ini kita memakai system pengukurannya dengan menggunakan metode ohm meter. Pengukuran jangkar. 2.2.2. Karakteristik Beban Nol karakteristik beban nol adalah merupakan karakteristik kemagnitan sebuah generator DC yang menunjukkan sebuah hubungan antara fluksi yang dibangkitkan oleh kutub dan arus penguatan (Iex). fluksi kutub ini identik dengan ggl yang diinduksikan mesin dan diukur melalui tegangan resistensi belitan arus penguatan dilakukan dengan menggunakan metoda yang sama dengan pengukuran tahanan belitan

keluaran mesin pada saat beban nol (Eo) yang mana hubungan ini ditulis Eo = f(Iex); I = 0; n = nominal. formula tegangan induksi yang dibangkitkan generator: Eo = K n dimana : Eo = tegangan induksi generator ; K = konstanta = f(Iex): fluksi skibat arus penguatan n = putaran generator Bentuk karakteristik beban nol

Eo

Iex

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui kualitas dari inti besi yang sangat mempengaruhi inti besi dan mencari daerah lengkung penjenuhan magnetisasi. karakteristik kemagnitan ini dicari pada putaran nominal mesin. adapun hubungan antara putaran dan tegangan adalah sebagai berikut: E1/n1 = E2/n2; maka E1/n1 = E2/n2; E2 = E1(n2/n1) 2.2.3. Karakteristik Berbeban Pengaruh pembebanan generator DC akan mengakibatkan adanya reaksi jangkar dan kerugian tembaga, hal ini mengakibatkan turunnyan tegangan keluaran generator. untuk mengetahui pengaruh-pengaruh kerugian tegangan ini diperlukan percobaan pembebanan dengan beban

arus keluaran yang tetap dan dengan merubah arus penguatannya dari tegangan nol sampai tegangan nominalnya. kerugian tegangan pada tembaga stator ditentukan dengan perhitungan: V = I x R (Volt) dimana : V = kerugian tegangan pada belitan jangkar I = arus jangkar R = tahanan belitan jangkar gambar karakteristik beban dengan arus beban konstan nominal, seperti gambar berikut:

Iex

Pada gambar di atas pengaruh reaksi jangkar akibat pembebanan akan diatasi oleh arus penguatan sehingga apabila kita lihat secara kesluruhan kerugian tegangannya akan bergeser searah dengan sumbu arus penguatannya. 2.2.3. Pengaruh arus beban terhadap tegangan keluaran dengan arus penguatan tetap (Karakteristik Luar) Seperti yang telah diterangkan di atas bahwa pengaruh

pembebanan sangat berpengaruh terhadap tegangan keluarannya. tegangan keluaran akibat beban ini sangat terasa bila kita tidak mengimbangi dengan menaikkan arus penguatannya, oleh karena itu

untuk mengetahui jualitas mesin sangat perlu kita mengadakan percobaan pembebanan ini dengan menetapkan arus penguatannya. Gambar karakteristik beban dengan arus pengutan konstan
V

2.2.4. Karakteristik Efisiensi Selama kita menjalankan generator, ada kerugian-kerugian yang terjadi karena macam-macam sebab. untuk mencari karakteristik efisiensi dari mesi perlu diketahui harga nyata dari kerugia daya dari berbagia kondisi beban. pengukuran efisiensi generator, dalam hal ini generator dibebani secara langsung dengan beban yang sesuai dan diukur langsung melalui daya yang diterima dan daya yang dibangkitkan. efisiensi dapat dihitung melalui perbandingan antara keduanya: = Pout/Pin 1. Kerugian Mekanik dan Besi kerugian mekanik: kerugian ini terjadi pada bagian yang berputar karena adanya gesekan di bantalan dan ventilasi. daya ini tergantungr pada kecepatan putaran mesin. karena kerugian ini hanya bergantung padakecepatan mesin (tidak tergantung pada beban), cara mencarinya adalah sebagai berikut: 5

putar

nomor

DC

(motor

penggerak)

dengan

kecepatan sama dengan kecepatan nominal generator yang akan dicari kerugiannya (kopling motor DC dan generator dilepas) ukur arus armatur motor DC 1 (Ampere) dan tegangan V (Volt) daya masukan motor menjadi : P = I x V (watt) putar generator mesin dengan mesin DC (pasang kopling generator dan motor DC) dengan kecepatan sesuai dengan kecepatan nominal generator Ukur arus almatur motor DC I (Amper ) dan tegangan V (volt) pada generator tidak diberi penguatan. Daya masukan motor menjadi ; P = I V (watt). Daya ini lebih besar dari sebelumnya, karena motor sekarang menjalankan generator yang tidak berbeban (hanya dibetuhakan untuk kerugian mekanik). Seperti pada poin 1 sebelumnya motor dijalankan dengan kondisi yang sama (tegangan armaturnya sama, kecepatannya sama, dan arusnya agak lebih tinggi sedikit), hal ini bisa diasumsikan bahwa kerugian motor masih sama dan oleh karena itu : Pm-Pm = kerugian mekanik pada generator Kerugian besi : Sirkuit magnit pada kutub penguatan arus DC yang memotong bagian yang rotor dengan fluksi yang konstan tidak akan menimbulkan kerugian. Akan lain apabila stator dipotong oleh magnit yang berubah-ubah maka akan menyebabkan adanya histerisis magnit dan arus putar. Kerugian daya ini adalah merupakan kerugian besi generator. Dan sudah tentu tergantung pada besarnya fluksi dan frekuensi (tergantung pada kecepatan putar). Cara mencari kerugian ini adalah : 6

Seperti

pada

cara

mencari

kerugian

mekanik

generator diputar dengan motor DC yang sama dan atur kecepatan motor sampai mencapai kecepatan nominal generator. Ukur arus armtur motor I (amper) dan tegangan sewaktu generator mengeluarkan tegangan V(volt)

nominalnya (generator diberi penguatan sampai tegangan keluarannya nominal). Daya masukan motor menjadi ; Pm = Vx I (watt). hal ini akan menjadi lebih besar dari harga yang telah diukur pada penguatan sebelumnya, motor sekarang dibebani kerugian besi dari generator. Untuk alsan yang sama diterangkan diatas, diasumsikan bahwa kerugian motor sama dengan pengukuran sebelumnya karena itu : Pm Pm = kerugian Generator pada kondisi tanpa beban (kerugian mekanik + besi ) 2. Kerugian Tembaga Stator Dengan mengetahui besarnya tahanan stator (R), untuk menghitung P = R x I2 Dimana R = tahanan dlam generator I = Arus armatur sesuai dengan kondisi beban 3. Kerugian tembaga belitan penguat Ada hubungan antara daya yang dipakai pada rangkaian penguatan dan kondisi pada saat mesin berbeban. Daya ini seluruhnya didisipasikan menjadi panas, masalah ini kita asumsikan bahwa generator beroperasi pada tegangan nominal konstan pada setiap kondisi beban. Besarnyaarus penguatan tergantung dari besarnya arus arrmatur, hal ini bisa dilihat dari karakteristik luarnya. Kerugian ini dihitung dengan cara : 7 kerugiannya dihitung dengan cara :

P = R.Iex2 (watt) Bentuk karakteristik efisiensi Generator DC :

2.3. DATA SPESIFIKASI GENERATOR DC Daya nominal Tegangan nominal Kecepatan nominal Arus nominal Arus Eksitansi Isolasi 2.4. LANGKAH PERCOBAAN 2.4.1. Pengukuran Tahanan Belitan 1. ukur tahanan belitan jangkar dan belitan medan generator DC dengan menggunakan ohm meter. 2. Catatlah hasil pengukurannya dalam tabel data yang telah disediakan 2.4.2. Mencari karakteristik Beban Nol 1. Gambarlah rangkaian percobaan untuk mencari karakteristik beban nol. 2. Buatlah urutan kerja ( perccobaan ini generator diputar dengan motor DC dan hati-hatilah dalam menjalankan motor DC, perhatikan urutan kerja yang sudah saudara buat dan jangan menjalankan mesin, tanpa arus penguatnya). : 5 KW : 220 V : 3000 rpm : 22,7 A : 1,1 A : klas F

Motor diputar dengan menggunakan tahanan awal ( tahanan asut ) atau regulator untuk mengurangi arus star yang besar. Apabila sudah disetujui oleh pembimbing lakukan percobaan. 3. Catat hasil percobaan kedalam tabel hasil pengamatan 2.4.3. Mencari Karakteristik Berbeban 1. Gambarlah rangkaian percobaan untuk mencari karakteristik pengaruh pembebanan terhadap tegangan keluaran bila arus penguatannya berubah. 2. Buatlah urutan kerjanya, (percobaan ini generator diputah dengan motor DC, perhatikan urutan kerja yang sudah saudara buat dan jangan menjalankan mesin tanpa ada arus penguatnya). Motor diputar dengan menggunakan tahanan awal atau regulator untuk mengurangi arus star yang besar. Arus keluaran generator dibuat tetap, pertama percobaan untuk mencari tegangan keluaran nol pada mesin harus dihubung singkat (dalam hal ini akan dibantu oleh pembimbing). Bila sudah disetujui oleh pembimbing lakukan percobannya. 3. Catat data hasil percobaan ke dalam tabel data. 2.4.4. Mencari Luar ) 1. Gambarlah rangkaian percobaan untuk mencari karakteristik luar. 2. Buatlah urutan kerjanya. (percobaan ini generator diputar dengan motor DC dan hati-hatilah dalam menjalankan motor DC, perhatikan urutan kerja yang sudah saudara buat dan jangan menjalankan mesin tanpa ada arus penguatnya). Motor diputar dengan menggunakan tahanan awal (tahanan asut) atau regulator untuk mengurangi arus star yang besar. Karakteristik Pengaruh Pembebanan terhadap

tegangan keluaran dengan arus penguatan tetap ( Karakteristik

Sebelum

dibebani

tegangan

keluaran

generator

harus

menunjukkan tegangan nominalnya yaitu 220 V. arus beban diatur sampai mencapai harga nominalnya. 3. Catat data hasil percobaan ke dalam tabel data. 2.4.5. Pengukuran Efisiensi Generator DC 1. Gambarlah rangkaian percobaan untuk mencari karakteristik efisiensi dari generator DC. 2. Buatlah urutan kerjanya, (sebelum motor dibebani putarlah motor pada putaran nominalnya yaitu 3000 rpm, catatlah semua alat ukur pada kondisi ini. Bebanilah generator dengan tahanan R murni.Catatlah daya masukan motor dan dayakeluaran generator setiap kondisipembebanan sehingga mencapai kondisi nominalnya dengan mempertahankan putaran nominalnya dengan mengatur arus penguatan motor. Bila sudah disetujui oleh pembimbing lakukan percobaannya. 3. Catat data hasil percobaan kedalam tabel data. Rangkaian Percobaan Secara keseluruhan :
Sumber PLN 1 fasa atau 3 fasa

A
Regulator dan Penyearah

A
M G

V A
R Sumber DC

V A
R Sumber DC

2.5. TUGAS PENDAHULUAN 1. Tuliskan bagian-bagian penting dari suatu generator DC ! 2. Tuliskan prinsip kerja suatu generator DC !

10

3. Gambarkan

rangkaian

ekivalensuatu

generator

DC

eksitasi

terpisah, serta tuliskan persamaan arusdan tegangannya. 4. tuliskan pengertian karakteristik suatu generator DC, dan tujuan mencari karakteristik geneator DC tersebut. 5. Apa akibatnya jika dalam keadaan beroperasi tiba-tiba generator DC kehilangan eksitansinya ! 2.6. HASIL PENGAMATAN ; 2.6.1. Pengukuran Resistansi Belitan No 1 2 3 Tahanan Jangkar (Ra) 6,8 6,8 6,8 Tahanan Belitan (Rf) 134,5 134,5 134,3

2.6.2. Tabel Karakteristik Beban Nol n = putaran; Iexg = arus penguatan; Eo = tegangan generator Im = arus jangkar motor, Vm = tegangan motor Pm = daya input motor No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 N (rpm) 2000 1970 1960 1920 1880 1850 1830 1800 1760 1730 Iexg (A) 0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 Eo (Volt) 14 39 70 97 115 125 127,5 135 136,5 138 Im (A) 1,15 1,2 1,2 1,3 1,35 1,4 1,5 1,5 1,6 1,65 Vm (Volt) 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 Pm = Vm.Im[W] 89,7 93,6 93,6 101,4 105,3 109,2 117 117 124,4 128,7

2.6.3 Tabel Karakteristik Beban Nol n = putaran; Iexg = arus penguatan; Eo = tegangan generator Im = arus jangkar motor, Vm = tegangan motor Iexg = 0,3 A 11

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

N (rpm) 0 100 200 300 400 500 600 700 800 900

Eo (Volt) 0 3 7,5 15 18 24 30 33 39 45

Vm (Volt) 0 9 12 15 18 24 27 30 36 39

2.6.4 Tabel Karakteristik Berbeban Generator DC n = putaran; Iexg = arus penguatan generator; Vg = tegangan generator Im = arus jangkar motorp, Vm = tegangan motor, Iexm = arus penguatan motor. Posisi beban = 222 = 214 . No n (rpm) 1 2030 Iexg (A) 0 Eo (Volt) 10 Ig (A) 0,06 Im (A) 1,2 Vm (Volt) 204 Iexm (A) 0,38 12

2 3 4 5 6 7 8

2050 2050 2040 2030 2020 2010 2000

0,05 0,1 0,15 0,2 0,25 0,30 0,35

25 38 57 75 90 106 117

0,13 0,19 0,28 0,36 0,42 0,5 0,55

1,2 1,2 1,3 1,35 1,4 1,5 1,55

207 219 219 219 219 219 219

0,39 0,39 0,39 0,39 0,39 0,39 0,39

13

2.6.5 Tabel Karakteristik Luar Generator DC n = putaran; Iexg = arus penguatan generator; Vg = tegangan generator Im = arus jangkar motorp, Vm = tegangan motor, Iexm = arus penguatan motor Iexg = 0,3 A konstan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 n (rpm) 2000 2000 1990 1980 1980 1980 1970 1970 1960 1950 Ig (A) 0,26 0,31 0,38 0,49 0,55 0,61 0,7 0,76 0,83 0,92 Eo (Volt) 107 107 106 105 104 104 103,5 103,5 103 102,5 Im (A) 1,4 1,4 1,4 1,4 1,5 1,5 1,65 1,6 1,6 1,65 Vm (Volt) 210 210 210 210 210 210 210 210 210 210 Iexm (A) 0,38 0,38 0,38 0,38 0,38 0,38 0,38 0,38 0,38 0,38 Beban (R) Posisi 111 211 221 222 322 332 333 433 443 444 416 349 280 214 191 174 150 136 124 110

14

2.6.6 Tabel Karakteristik Efisiensi Generator DC n = putaran; Iexg = arus penguatan generator; Vg = tegangan generator Im = arus jangkar motorp, Vm = tegangan motor, Iexm = arus penguatan motor Vg = tegangan generator, Ig = arus beban. Pg = daya generator
No Vm [Volt] Iexm (Amp) Motor DC Im Pm (Amp) [W] n (rpm) Vg [Volt] Generator DC Iexg Ig (Amp) (Amp) Pg [W]

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

210 210 210 210 210 210 210 210 210 210

0,38 0,38 0,38 0,38 0,38 0,38 0,38 0,38 0,38 0,38

1,4 1,4 1,4 1,4 1,5 1,5 1,65 1,6 1,6 1,65

294 294 294 294 315 315 346,5 336 336 346,5

2000 2000 1990 1980 1980 1980 1970 1970 1960 1950

107 107 106 105 104 104 103,5 103,5 103 102,5

0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3

0,26 0,31 0,38 0,49 0,55 0,61 0,7 0,76 0,83 0,92

27,82 33.17 40,28 51,45 57,2 63,44 72,45 78,66 85,49 94,3

2.7 ANALISA DATA a. Mencari Efesiensi Sistem Dengan menggunakan tabel karakteristik luar Generator DC kita dapat mencari efesiensi system, yaitu : sistem =
Pg 2 ,82 7 = = 9,46 % Pm 294

15

sistem = sistem = sistem = sistem = sistem = sistem = sistem = sistem = sistem =

33 ,1 7 Pg = = 11,28 % Pm 294
Pg 40 ,28 = = 13,7 % Pm 294

5 ,4 1 5 Pg = = 17,5 % Pm 29 4
Pg 57 ,2 = = 18,15 % Pm 315

63 ,44 Pg = = 20,13 % Pm 315


7 ,1 2 4 Pg = 346 ,5 = 20,90 % Pm

78 ,66 Pg = = 23,41 % Pm 336


Pg 85 ,49 = = 25,44 % Pm 336
9 ,3 4 Pg = 346 ,5 = 27,21 % Pm

b. Mencari Rugi-Rugi Jangkar Pa = Ra . Ia2 = 6,83 . (0,26)2 = 0,4619 W Pa = Ra . Ia2 = 6,83 . (0,31)2 = 0,6566 W Pa = Ra . Ia2 = 6,83 . (0,38)2 = 0,9867 W Pa = Ra . Ia2 = 6,83 . (0,49)2 = 1,6406 W Pa = Ra . Ia2 = 6,83 . (0,55)2 = 2,0670 W Pa = Ra . Ia2 = 6,83 . (0,61)2 = 2,5426 W Pa = Ra . Ia2 = 6,83 . (0,7)2 = 3,3483 W Pa = Ra . Ia2 = 6,83 . (0,76)2 = 3,9469 W Pa = Ra . Ia2 = 6,83 . (0,83)2 = 4,7074 W Pa = Ra . Ia2 = 6,83 . (0,92)2 = 5,7837 W c. Menghitung Rugi-rugi Belitan Medan Pf = Rf . Iexg2 = 134,43 . (0,3)2 = 12,099 W 16

d. Menghitung Rugi-rugi Generator DC Pg = Pa + Pf = 0,4619 W + 12,099 W = 12,5609 W Pg = Pa + Pf = 0,6566 W + 12,099 W = 12,7556 W Pg = Pa + Pf = 0,9867 W + 12,099 W = 13,0857 W Pg = Pa + Pf = 1,6406 W + 12,099 W = 13,7396 W Pg = Pa + Pf = 2,0670 W + 12,099 W = 14,1660 W Pg = Pa + Pf = 2,5426 W + 12,099 W = 14,6416 W Pg = Pa + Pf = 3,3483 W + 12,099 W = 15,4473 W Pg = Pa + Pf = 3,9469 W + 12,099 W = 16,0459 W Pm = Pa + Pf = 4,7074 W + 12,099 W = 16,8064 W Pm = Pa + Pf = 5,7837 W + 12,099 W = 17,8827 W Dari hasil perhitungan di atas maka, dapat dituliskan dalam table berikut: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Efisiensi Sistem (%) 9,46 11,28 13,70 17,5 18,15 20,13 20,90 23,41 25,44 27,21 Rugi-rugi Pa (W) 0,46 0,56 0,98 1,64 2,06 2,54 3,34 3,94 4,70 5,78 Rugi-rugi Pf (W) 12,09 12,09 12,09 12,09 12,09 12,09 12,09 12,09 12,09 12,09 Rugi-rugi Pg(W) =Pa+Pf 12,56 12,75 13,08 13,73 14,16 14,64 15,44 16,04 16,80 17,88

17

2.8 GRAFIK HASIL PERCOBAAN

18

2.8.1 Grafik karakteristik beban nol (Eo = f(Iexg); Ig=0; n=C).

Grafik hubungan tegangan induksi (Eo) dengan arus exitasi generator (Iexg) Penjelasan Grafik : Pada grafik karakteristik beban nol di atas, didapatkan jika arus exitasi generator DC dinaikkan maka tegangan induksi yang dibangkitkan oleh generator DC akan semakin naik sampai mencapai titik jenuh. Jika tegangan induksi yang dibangkitkan generator naik maka tidak demikian dengan putaran generator, pada putaran generator apabila arus exitasi dinaikkan maka putaran generator akan semakin turun karena pengaruh arus exitasi generator. Pada karakteristik beban nol ini tegangan yang dibangkitkan sudah ada sedangkan arus generator masih = 0, karena generator belum dibebani. Hal ini sesuai dengan rumus Eo teoritis yakni Eo = c . n . dimana Iexg. Jadi Eo berbanding lurus dengan Iexg hanya saja grafiknya tidak linear sebab adanya sifat kemagnetan.

19

2.8.2 Karakteristik beban nol (Eo=f(n); Iexg=C; Ig=0) Grafik hubungan tegangan induksi (Eo) dengan putaran (rpm). Penjelasan grafik : Pada grafik karakteristik beban nol di atas didapatkan jika putaran motor generator DC dinaikkan maka tegangan induksi yang dibangkitkan oleh generator DC akan semakin naik sampai mencapai titik jenuh. Pada karakteristik beban nol ini tegangan yang dibangkitkan sudah ada sedangkan arus generator masih = 0, karena generator belum dibebani. Hal ini sesuai dengan rumus Eo teoritis yakni Eo = c . n . dimana n = putaran motor.

20

2.8.3 Karakteristik Berbeban (Eo=f(Iexg); n=C; R=C) Grafik hubungan tegangan induksi (Eo) dengan Arus exitasi generator (Iexg). Penjelasan grafik : Pada karakteristik berbeban ini digunakan beban luar dalam hal ini jenis beban yang dipakai adalah jenis tahanan (R) dan dimana arus exitasi generator dinaikkan maka tegangan generator dan arus generator/beban akan bertambah juga. Jika tegangan dan arus generator/beban bertambah maka tidak demikian dengan putaran generator akan semakin menurun.

21

2.8.4 Karakteristik Luar Generator DC (Eo=f(Ig); Iexg=C; RC) a. Grafik hubungan Tegangan induksi dengan arus generator/beban.

Penjelasan grafik: Pada karakteristik luar generator DC didapatkan apabila beban luar dalam hal ini jenis beban yang dipakai adalah jenis tahanan (R) diturunkan maka tegangan generator akan turun sedangkan arus generator dalam hal ini arus beban akan naik. Hal ini terjadi karena jumlah nilai tahanan yang dipakai semakin berkurang sehingga beban arus yang dilalui akan semakin besar dan mengakibatkan tegangan generator juga akan turun.

22

b. Grafik

hubungan

putaran

generator

DC

dengan

arus

generator/beban.

Penjelasan grafik: Pada grafik karakteristik luar generator DC didapatkan apabila beban luar dalam hal ini jenis beban yang dipakai adalah jenis tahanan (R) turun maka putaran generator akan turun sedangkan arus generator dalam hal ini juga arus beban akan naik. Hal ini terjadi karena jumlah nilai tahanan yang dipakai semakin berkurang sehingga beban arus yang dilalui akan semakin besar dan mengakibatkan putaran generator juga akan turun.

23

2.8.5 Karakteristik efisiensi Generator DC (Eo=f(Ig); Iexg=C; RC)

Grafik hubungan efisiensi syatem generator DC dengan Pg. Penjelasan grafik : Pada karakteristik efisiensi generator DC didapatkan apabila jumlah Pg semakin naik maka efisiensi kerja generator akan semakin naik juga. Pg merupakan jumlah rugi-rugi yang terjadi pada belitan jangkar (Ra) generator dan belitan medan (Rf) generator. Jumlah Pg semakin naik karena jumlah beban dalam hal ini jenis beban yang dipakai adalah jenis tahanan (R) semakin berkurang sehingga jumlah beban yang dilalui arus generator atau arus beban sehingga mengakibatkan Pg naik. akan semakin besar

24

2.9

KESIMPULAN generator (Iex) maka tegangan induksi (Eo) yang dibangkitkan oleh generator DC akan semakin bertambah hingga mencapai titik jenuh 138 Volt dengan arus exitasi generator (Iexg) 0,9 A.

1. Pada karakteristik beban nol semakin tinggi arus exsitasi

2. Pada karakteristik beban nol semakin tinggi putaran generator (n) generator maka tegangan induksi (Eo) yang dibangkitkan oleh generator DC akan semakin bertambah hingga mencapai titik jenuhnya. 3. Pada generator DC berbeban semakin tinggi arus exitasi generator (Iexg) maka tegangan generator (Vg) akan semakin bertambah hingga mencapai titik jenuhnya. 4. Pada karakteristik luar generator DC semakin rendah beban generator maka arus generator/beban (Ig) akan sebaliknya tegangan generator (Vg) dan putaran generator (n) akan turun. 5. Pada karakteristik efisiensi generator semakin tinggi rugirugi tembaga P generator maka efisiensi system akan naik .

25