0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan17 halaman

Jurnal Pembelajaran Modul 1

jurna dalam program ppg piloting tahap 3

Diunggah oleh

retnosilistyowati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan17 halaman

Jurnal Pembelajaran Modul 1

jurna dalam program ppg piloting tahap 3

Diunggah oleh

retnosilistyowati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JURNAL PEMBELAJARAN

MODUL 1
PRINSIP PENGAJARAN DAN ASESMEN
“Menerapkan Pembelajaran Berbasis
Pendekatan Understanding by Design
(UbD)Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
di Kelas II”

DISUSUN OLEH :

Nama : Retno Sulistyowati, S.Pd


No. UKG : 202000779386
Bidang Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Instansi : SD Negeri Barang
LPTK : Universitas Nahdatul Ulama Surabaya

Peserta PPG Guru Tertentu Piloting Tahap III


Tahun 2024
Menerapkan Prinsip Understanding by Design Pada
Pembelajaran

Merancang pembelajaran berbasis prinsip Understanding by Design.


1. Apakah yang dimaksud Understanding by Design?
Understanding by Design (UbD) atau yang biasa disebut dengan Backward Design merupakan suatu
pendekatan dalam merencanakan pembelajaran yang menekankan pada pemahaman mendalam
peserta didik terhadap materi yang diajarkan.
Pendekatan UbD ini dipelopori oleh Mc Tighe dan Grant Wiggins (2005).

2. Prinsip- prinsip pendekatan UbD antara lain :


a. perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru sebagai bagian dari tugasnya.
b. upaya untuk mengembangkan kemampuan peseta didik memaknai belajar melaui konsep-konsep
utama.
c. mendorong peserta didik memaknai pembelajaran secara mandiri
d. perencanaan pembelajaran yang efektif diawali guru menentukan tujuan atau capaaian
pembelajaran.
e. guru membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran dan memastikan pembelajaran yang
terjadi bermakna pada peserta didik.
f. refleksi berkala merupakan upaya meningkatkan kualitas dan pembelajaran yang efektif.
g. UbD merefleksikan peningkatan yang berkelanjutan untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif
bagi peserta didik.

3. Tiga langkah dalam merencanakan pembelajaran dengan prinsip UbD

Menentukan Menentukan Merancang


Tujuan Asesmen Kegiatan

A. Menentukan Tujuan Pembelajaran


Dalam membuat tujuan pembelajaran harus jelas, terukur dan sesuai kebutuhan peserta didik. Ada 2
hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan tujuan pembelajaran, yaitu :
 Fokus pada pengembangan pemahaman (mendalam dan relevan).
 Identifikasi tujuan pembelajaran spesifik dan mengarah pada pemahamn konsep.
Langkah-langkah dalam merumuskan tujuan pembelajaran :

CP

TP
Merancang tujuan-tujuan pembelajaran yang bersifat lebih operasional dan konkret.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan tujuan pembelajaran adalah :

karakteristik konsep topik


mapel yang dipelajari

konteks
karakteristik lingkungan
peserta didik pembelajaran

Dua komponen utama yang termuat dalam tujuan pembelajaran yaitu


1. Kompetensi : kemampuan atau keterampilan yang perlu ditunjukkan oleh peserta didik.
2. Ruang lingkup materi : konten atau konsep utama yang perlu dipahami pada akhir satu unit
pembelajaran.

Pendekatan teori dalam perumusan tujuan pembelajaran

 6 Pendekatan Taksonomi Bloom :


1. mengingat
2. memahami
3. mengaplikasi
4. menganalisis
5. mengevaluasi
6. menciptakan
 6 Bentuk Pemahaman menurut Tighe dan Wiggens :
1. penjelasan
2. aplikasi
3. empati
4. interprestasi
5. perspektif
6. refleksi diri

 6 Tingkat Taksonomi Marzano (2000)


1. mengenali dan mengingat Kembali
2. pemahaman
3. análisis
4. pemanfaatan pemahaman
5. metakognisi
6. sistema diri

Tiga alternatif merumuskan tujuan pembelajaran


Merumuskan tujuan secara langsung berdasarkan cp
Merumuskan TP dengan menganalisis kompetensi dan lingkup materi pada CP
Merumuskan tujuan pembelajaran lintas elemen CP

B. Menentukan Asesmen
Langkah kedua merancang pembelajaran dengan prinsip UbD adalah merancang asesmen. Asesmen
yang disusun harus mengacu pada tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Pengertian Asesmen
Asesmen adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan
belajar, perkembangan dan pencapaian peserta didik.
 Asemen as learning
 Asesmen for learning
 Asesmen of learning
Asesmen As Learning sebagai proses pembelajaran -> Refleksi-> Asesmen formatif
Penilaian bagi dirinya dan temannya, self assessment dan peer assesmet.
Asesmen berdasarkan fungsinya ada 3 :
a. Asesmen Formatif
 Mendiagnosis kemampuan awal dan kebutuhan belajar peserta didik

 Umpan balik memperbaiki proses pembelajaran menjadi lebih bermakna


 Mendiagnosis pemahaman peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
 Memacu perubahan suasana kelas untuk meningkatkan motivasi peserta didik.
b. Asesmen For Learning
Asesmen for learning atau asesmen untuk proses pembelajaran, asesmen yang digunakan untuk
perbaikan pembelajaran. Asesmen as learning dan asesmen for learning berfungsi sebagai asesmen
formatif karena berorientasi pada proses pembelajaran.
c. Asesmen Of Learning
Asesmen yang dilakukan setelah proses pembelajaran. Evaluasi akhir -> asesmen sumatif. Asesmen
sumatif diberikan pada akhir lingkup materi. Atau akhir semester.

Fungsi asesmen sumatif :


 Mengetahui pencapaian hasil belajar murid pada masa tertentu.
 Mendapatkan nilai capaian hasil belajar untuk dibandingkan dengan kriteria capaian yang
ditetapkan.
 Umpan balik untuk merancang atau memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya.
 Melihat kekuatan dan kelemahan belajar pada peserta didik.
Bentuk asesmen sumatif berupa : praktik, proyek, tes tertulis.
penilaian -> rubrik, portofolio, angka

Metode Asesmen
Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid dan kredibel (dapat diperercaya).
Untuk menjelaskan kemajuan belajar dan menentukan keputusan tentang langkah selanjutnya.
Jenis-jenis asesmen :
Asesmen diagnostik
Asesmen formatif
Asesmen sumatif

3 Teknik Asesmen yang paling umum :

 Teknik observasi
 Teknik performa
 Teknik tertulis/lisan
Instrument dalam melakukan asesmen :

 Instrumen Rubrik : untuk menilai dan mengevaluasi kualitas capaian murid dengan menggunakan
kriteria dan skor tertentu.
 Instrumen Ceklis : daftar informasi, data, ciri-ciri, karakteristik atau elemenn yang dituju. Dapat
juga memakai teknik observasi dan tes lisan.
 Instrumen Catatan Anekdot : catatan singkat hasil observasi pada peserta didik.
 Lembar Amatan : berisi catatan perkembangann kompetensi peserta didik dalam sebuah mata
pelajaran tertentu. Digunakan dalam asesmen formatif dengan teknik observasi.

Format Asesmen
Dalam proses asemsen peserta didik biasanya terjebak, hanya berfokus pada menghafal saja paadahal
seharusnya berpusat pada proses belajar yang bermakna, seperti :

 Merenungkan
 Merefleksikan
 Menganalisis
 Menghubungkan pengetahuan dengan fenomena yang ada.

Berdasarkan formatnya, asesmen diklasifikasikan menjadi Asesmen Tradisional dan Asesmen


Alternatif
1. Asesmen Tradisional
Merupakan asesmen yang umum digunakan. Bentuk asesmen tradisional adalah tes pilihan ganda, tes
benar/salah, soal isian pendek dan esai.
Kelemahan asesmen tradicional : keterbatasan dalam menerjemahkan capaian pembelajaran peserta
didik, hanya sebatas pengetahuan saat itu saja. Tes benar salah, PG, isian pendek cocok untuk recalling
pemahaman peserta didik terkait materi yang sudah diajarkan dengan cepat tetapi kurang tepat untuk
mengukur pemahaman mendalam tentang materi yang diajarkan.
2. Asesmen Alternatif
Penerapan asesmen alternatif menuntut komitmen dalam mengevaluasi ketercapaian kompetensi
pada capaian pembelajaran setiap peserta didik.
Alat asesmen alternatif antara lain :

 Tes menggunakan pertanyaan terbuka


 Bermain peran
 Demonstrasi
 Praktik
 Projek
 Portopolio
Portopolio : terdiri dari karya murid yang menampilkan penguasaan keterampilan tugas dan ekspresi
atas materi yang sudah dipelajari sebelumnya.
Projek : sebagai proses yang mampu menunjukkan kemampuan murid dalam mengolah seluruh
pengetahuan yang telah mereka miliki ke dalam suatu hal yang lebih konkret.
Format kedua asesmen sesuai kebutuhan :
Asesmen Alternatif Asesmen Tradisional

 Mampu mendokumentasikan  Dapat mengukur kemampuan


kemajuan belajar peserta didik murid dalam waktu singkat.
yang lebih berorientasi pada  Mengukur kemampuan di level
proses bukan sekedar hasil. pengetahuan dan pemahaman.
 Penilaian lebih menyeluruh,
berbagai aspek atau kriteria

Media Pembelajaran
Peran media ajar
o Meningkatkan pemahaman murid
o Membuat pembelajaran lebih menarik
o Meningkatkan motivasi murid
o Membantu guru merancang pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai kebutuhan peserta didik.
Macam-macam media ajar :
o Teks (buku paket, artrikel, komik, puisi dll)
o Visual (foto, ilustrasi, diagram, majalah)
o Video (youtube, video promosi, tv)
o Audio (bunyi musik, dialoh, ceramah)
o Gestural (teater, drama, tari)
o Objek (0bjek alam lingkungan sekolah)
Pertimbangan memilih media ajar :
o Keragaman kompetensi dan kecepatan belajar murid
o Inklusifitas
o Keragaman tingkat pemahaman murid
o Jangan semata karena tren
o Harus jelas penggunaannya
Media ajar dapat dikombinasi sesuai dengan kebutuhan peserta didik agar tujuan utama dari media
ajar dapat secara efektif untuk menyampaikan materi ajar.

C. MERANCANG KEGIATAN PEMBELAJARAN


Hal yang perlu dilakukan untuk merancang asesmen :

 Menentukan TP yang akan diukur


 Menjabarkan indicator pencapaian kompetensi
 Menentukan alat ukur yang relevan
 Menhyiapkan alat ukur
 Jika berbentuk rubrik, uraikan indicator menjadi beberapa tingkat capaian.
Tingkat capaian dalam rubrik :
1. mahir
2. cakap
3. layak
4. berkembang
Selalu lakukan penyesuaian pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik

Penerapan Pendekatan Understanding by Design pada mata pelajaran Bahasa Indonesia


materi Kata Tanya (kelas 2 )/ Fase A
Pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 2 dengan materi Kata Tanya, saya menerapkan
pendekatan UbD, sebelumnya saya merumuskan tujuan pembelajaran, menentukan asesmen serta
memilih media ajar dalam pembelajaran ini.

MODUL AJAR BAHASA


INDONESIA
INFORMASI UMUM PERANGKAT AJAR
Nama Penulis : Retno Sulistyowati, S.Pd
Instansi : SD Negeri Barang
Tahun : 2024/2025
Jenjang Sekolah : Sekolah Dasar
Kelas : 2 (Dua)
Alokasi Waktu : 2x 35 menit

TUJUAN PEMBELAJARAN
 Fase A
 Elemen : Menyimak
Peserta didik mampu bersikap menjadi pendengar yang penuh perhatian. Peserta didik
menunjukkan minat pada tuturan yang didengar serta mampu memahami pesan lisan
dan informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar),
instruksi lisan, dan percakapan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi.
 Tujuan Pembelajaran: Peserta didik menunjukkan minat pada tuturan yang didengar
serta mampu memahami pesan lisan dan informasi dari media audio, teks aural (teks
yang dibacakan dan/atau didengar), instruksi lisan, dan percakapan yang berkaitan
dengan tujuan berkomunikasi.
 Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran:
2.1 Peserta didik memahami dan mampu menjawab pertanyaan yang berhubungan
dengan teks aural yang dibacakan guru dan orang tua sesuai jenjangnya.
2.2 Peserta didik mampu memahami penggunaan kata tanya 'apa', 'siapa', 'di mana',
'berapa', 'kapan'.
Konsep Utama: Menggunakan kata tanya dalam kalimat tanya
KOMPETENSI AWAL
a. Kompetensi prasyarat: peserta didik sudah mampu menyimak dan mengetahui kalimat
tanya
b. Kompetensi yang ingin dicapai : sebelum pembelajaran peserta didik belum cukup
mampu memahami dan menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan teks, setelah
pembelajaran diharapkan peserta didik mampu menjawab pertanyaan yang
berhubungan dengan teks dengan tepat.

PROFIL PELAJAR PANCASILA


Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME
Bernalar kritis
Kreatif
Gotong Royong
SARANA DAN PRASARANA

LCD Proyektor, Media pembelajaran, sound

TARGET PESERTA DIDIK

Peserta didik reguler/tipikal: Umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami
materi ajar (17 peserta didik)
MODEL PEMBELAJARAN
Problem Based Learning (PBL)
METODE PEMBELAJARAN
Tutorial, tanya jawab, penugasan, presentasi

KOMPONEN INTI

PEMAHAMAN BERMAKNA

Menguasai kata tanya: 'apa', 'siapa', 'di mana', 'berapa', 'kapan'

PERTANYAAN PEMANTIK

1. Berapa tahun umurmu?


2. Apakah yang ibu guru tanyakan tadi merupakan kalimat tanya?
3. Apa yang dimaksud kalimat tanya?
URUTAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Awal
1. Sebelum kegiatan belajar dimulai, peserta didik disapa oleh guru dan dicek kehadirannya.
2. Perwakilan peserta didik memimpin kegiatan berdoa. (Beriman dan bertaqwa kepada
Tuhan YME)
3. Peserta didik diajak guru untuk tepuk semangat.
4. Guru menanyakan apa yang sudah disiapkan siswa untuk pertemuan hari ini.
5. Guru menjajaki daya ingat siswa tentang materi sebelumnya yaitu Pola Kalimat.
6. Menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
7. Peserta didik diberikan pertanyaan pemantik, yaitu “Berapa tahun umurmu?”, “Apakah
yang ibu guru tanyakan tadi merupakan kalimat tanya?”, “Apa yang dimaksud kalimat
tanya?”
Kegiatan inti
1. Peserta didik memperhatikan guru menuliskan kata tanya: ‘apa', 'siapa', 'di
mana', 'berapa', 'kapan' di papan tulis.
2. Peserta didik menyanyikan lagu “AdikSimba” mengenai apa, dimana, kapan, siapa,
mengapa, berapa dan bagaimana sesuai arahan guru.
3. Guru memberikan penjelasan tentang Kata Tanya dan memberikan penjelasan penggunaan
kata tanya dalam kalimat tanya.
3. Peserta didik mendengarkan dan mencatat poin penting pada materi.
4. Peserta didik melihat ke sampul buku yang ditunjukkan guru. Kemudian peserta didik dan
guru melakukan tanya jawab mengenai sampul buku yang diperlihatkan guru, seperti
“Menurutmu, apa isi cerita buku ini?”, “Kalau kamu mengamati gambar ini (sampul
buku/halaman pertama jika melihat melalui tautan), “apa yang kamu lihat di sana?”
(Bernalar kritis)
5. Peserta didik mendengarkan guru membacakan cerita ‘Aku Suka Caramu’. Kemudian
peserta didik diminta untuk menceritakan kembali isi cerita yang baru saja dibacakan.
6. Kelompok yang mendapat kata tanya ‘siapa’ akan membuat pertanyaan menggunakan kata
tanya ‘siapa’ mengenai cerita ‘Aku Suka Caramu’. Peserta didik menyimak contoh yang
diberikan guru tentang bagaimana penggunaan kata tanya.
7. Peserta didik membuat pertanyaan sesuai dengan kata tanya yang didapatkan. Setiap
kelompok menuliskan kata tanya dan pertanyaannya pada Kotak Tanya pada LKPD yang
sebelumnya telah diberikan kepada peserta didik.
8. Selama peserta didik bekerja kelompok, guru memantau pada peserta didik untuk
mengamati dan memberikan umpan balik.
9. Setelah semua kelompok membuat pertanyaan, setiap perwakilan kelompok membacakan
kalimat yang dibuatnya. Guru memberikan apresiasi pada setiap kelompok yang sudah
membuat pertanyaan.

10. Guru memberikan umpan balik jika ada kata tanya yang penggunaannya belum tepat.
11. Guru memberikan contoh membuat kalimat tanya menggunakan kata tanya dengan tepat.
12. Peserta didik dan guru kembali membahas pertanyaan yang sudah dibuat dalam setiap
kelompok dan menjawabnya bersama-sama. Secara mandiri peserta didik menjawab soal
evaluasi Lembar Kegiatan Peserta didik diberikan waktu beberapa menit untuk
menuliskan kata tanya pada Kotak Tanya.
Kegiatan Akhir
1. Peserta didik dan guru mengulang materi tentang kata tanya ‘apa', 'siapa', 'di mana',
'berapa', 'kapan'.

2. Guru menyimpulkan apa yang telah dipelajari pada materi.


3. Perwakilan peserta didik memimpin doa.
4. Peserta didik dan guru mengakhiri pelajaran

REFLEKSI PENDIDIK

1. Apakah Tujuan Pembelajaran tercapai?


2. Bagaimana respon peserta didik ketika mendengarkan cerita?
3. Bagaimana respon peserta didik ketika membuat pertanyaan?
4. Apa kesulitan peserta didik ketika membuat pertanyaan?
Apa kesulitan peserta didik ketika menuliskan pertanyaan?
LAMPIRAN
1. Bahan ajar
2. LKPD
5. 3. Media Pembelajaran
PENGAYAAN dan REMIDIAL
1. Membuat pertanyaan dari kata tanya ‘bagaimana’ dan ‘mengapa’
2. Diberikan bahan bacaan yang lebih kompleks atau lebih banyak kalimat/halaman/jenjang
yang lebih tinggi

Remedial:
Peserta didik yang masih kesulitan dalam memahami dan menjawab pertanyaan yang
berhubungan dengan teks maka menggunakan bahan bacaan yang lebih sederhana atau yang
tergolong jenjang lebih rendah.
BAHAN BACAAN PENDIDIK
Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas II Bab 2 - Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik

BAHAN BACAAN PESERTA DIDIK


Buku Murid Bahasa Indonesia Kelas II Bab 2 - Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik

LAMPIRAN

BAHAN AJAR

Pengertian Kata Tanya dan Kalimat Tanya

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian kata tanya


ialah kata yang dipakai sebagai penanda pertanyaan dalam kalimat tanya.
Sedangkan, kalimat tanya ialah kalimat yang mengandung intonasi dan
makna pertanyaan. Kalimat tanya diakhiri dengan tanda tanya.

Ciri ciri Kata Tanya

Kata tanya sejatinya memiliki ciri-ciri yang sangat spesial yang


membedakannya dari kata-kata yang lain. Adapun ciri-ciri dari kata
tanya, yaitu sebagai berikut :

1. Kata tanya selalu diikuti dengan tanda tanya pada akhir kalimat.

2. Kata tanya biasanya terletak di awal sebuah kalimat tanya.

3. Kata tanya seringkali diikuti atau ditambahkan dengan imbuhan


sufiks –kah. Seperti : apakah, siapakah, dimanakah, kapankah dan
lain sebagainya.

Kata tanya terbagi atas 7 jenis, antara lain :

1. Kata tanya “Apa”

2. Kata tanya “Siapa”

3. Kata tanya “Kapan”

4. Kata tanya “(Di, Ke, Dari) Mana”

5. Kata tanya “Mengapa”

6. Kata tanya “Bagaimana”

7. Kata tanya “Berapa”


LKPD

Kelas/ Semester : II/ 1


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Bab : 2. Keluargaku Unik
Hari/ Tanggal : ………………………………..

1. Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran:


a. Peserta didik memahami dan mampu menjawab pertanyaan yang
berhubungan dengan teks aural yang dibacakan guru dan orang tua
sesuai jenjangnya.
b. Peserta didik mampu memahami penggunaan kata tanya 'apa',
'siapa', 'di mana', 'berapa','kapan'.

2. Langkah kegiatan.
a. Simak dan dengarlah cerita yang dibacakan guru.
b. Tuliskan kata tanya yang kamu dapatkan pada kotak tanya berikut
c. Buatlah kalimat tanya

Soal Formatif
I. Berilah tanda silang (x) pada huruf A, B, C, atau D yang menjadi jawaban yang benar!
Bacalah teks berikut untuk menjawab pertanyaan nomor 1-3.
Ada berbagai macam tanaman hias
Kaktus adalah salah satunya
Pernahkah kamu melihat tanaman kaktus?
Kaktus adalah tanaman yang tumbuh di daerah kering seperti gurun Daun
kaktus biasanya berduri
Kaktus tidak membutuhkan air yang banyak untuk hidup Kaktus dapat
menyimpan air pada batangnya
Siti, Beni, Diana, dan Udin membawa tanaman kaktus dalam pot Di sekolah, Siti
bertugas menyiramnya setiap 3 hari sekali

1. Apa yang dibawa oleh Siti, Beni, Diana, dan Udin?


a. Bunga mawar
b. Bunga melati
c. Kaktus
d. Anggrek
2. Dimana kaktus menyimpan air?
a. Daun
b. Batang
c. Akar
d. Bunga
3. Siapa yang bertugas menyiram tanaman kaktus?
a. Beni
b. Diana
c. Udin
d. Siti
4. Fani : “…. bajumu basah Tina?” Tinah : “ Aku tadi kehujanan di jalan.
a. Siapa
b. Dimana
c. Mengapa
d. Apa
5. "Syafiq tidak masuk sekolah hari ini karena sakit."
Kalimat tanya yang tepat untuk pernyataan di atas adalah ….
a. Bagaimana Syafiq tidak masuk sekolah?
b. Apakah Syafiq tidak masuk sekolah?
c. Kapan Syafiq ke sekolah?
d. Mengapa Syafiq tidak masuk sekolah?

II. Jawablah soal-soal berikut ini!

1. Buatlah 3 kalimat tanya menggunakan kata tanya ‘siapa’!


_
_
_
2. Buatlah 3 kalimat tanya menggunakan kata tanya ‘kapan’!
_
_
_

Refleksi
Setelah melaksanakan pembelajaran dengam menerapkan pendekatan Understanding by
Design (UbD) pada materi Kata Tanya mata pelajaran Bahasa Indonesia, saya merasakan
mendapatkan manfaat yang banyak karena terbantu dalam menyusun dan melakanakan
pembelajaran.
Peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan mudah dan kegiatan lebih aktif
sehingga pesereta didik lebih termotivasi dan bersemangat. Dalam pembelajaran ini saya
menemukan beberapa siswa masih kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan. Untuk
mengatasui masalah tersebut, peserta didik terbebut saya beri waktu tambahan untuk dilakukan
pembimbingan.

Beberapa kelebihan yang ada pada pendekatan Understanding by Design :

1. peserta didik lebih aktif dan antusias dalam pembelajaran.

2. pembelajaran menjadi lebih bermakna.


Tantangan pada pendekatan Understanding by Design diantaranya adalah membutuhkan waktu
yang lebih banyak karena ada beberapa tahapan yang harus dilakukan serta proses pembelajaran
yang dilaksanakan.
Untuk rencana pembelajaran selanjutnya, saya akan mencoba memperkaya sumber ajar dan media
ajar agar pembelajaran di kelas semakin menarik sehingga peserta didik bersemangat, aktif dan
diharapkan pembelajaran menjadi lebih bermakna.

Umpan Balik

Fiky Laili Ardiyanti, S.Pd

Penerapan pembelajaran UbD yang


dirancang oleh Bu Retno bagus dan sangat
menginspirasi. Dengan penggunaan media
ajar dan bahan ajar yang sesuai dengan
materi ajarnya sehingga peserta didik lebih
aktif, pembelaajaran menjadi bermakna.

Fina Haziratul Qudsiyah, S.Pd.Gr

Pembelajaran menggunakan UbD sangat


menarik dan menyenangkan, guru juga
dimudahkan karena melalui proses atau
langkah-langkah yang sistematis.

Laily Yuniarti, S.Pd.Gr

Pada pendekatan UbD yang dipakai oleh


anda memberikan inspirasi kepada guru-guru
sekolah dasar, peserta didik dapat belajar
secara mendalam dan bermakna sehingga
tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Dokumentasi

Anda mungkin juga menyukai