Anda di halaman 1dari 4

GIGIH WAHYU AKBAR

(Pengolahan dan Interpretasi Data Geolistrik Resistivitas 2D Untuk Pemetaan Air Bawah Tanah di Kawasan GeoAtlas 09-02 Propinsi Lampung)

referensi tentang batuan pembawa air (akuifer): Jenis2-nya, dan lapisan tempat terjadinya akuifer??

I.

AKUIFER Air tanah adalah air yang bergerak di dalam tanah yang terdapat didalam

ruang antar butir-butir tanah yang meresap kedalam tanah dan bergabung membentuk lapisan tanah yang disebut akuifer. Lapisan yang mudah dilalaui oleh air tanah disebut lapisan permeable, seperti lapisan yang terdapat pada pasir ataupun kerikil. Sedangakan lapisan yang sulit di lalui air tanah disebut dengan lapisan impermeable, seperti lapisan lempung. Lapisan yang dapat menangkap dan meloloskan air disebut akuifer. (Herlambang.1996)

(Model aliran airtanah melewati rekahan dan butuiran batuan)

Model aliran airtanah itu sendiri akan dimulai pada daerah resapan airtanah atau sering juga disebut sebagai daerah imbuhan airtanah (recharge zone). Daerah ini adalah wilayah dimana air yang berada di permukaan tanah baik air hujan ataupun air permukaan mengalami proses penyusupan (infiltrasi) secara gravitasi melalui lubang pori tanah/batuan atau celah/rekahan pada tanah/batuan.

(Model siklus hidrologi, dimodifikasi dari konsep Gunung Merapi-GunungKidul)

Proses penyusupan ini akan berakumulasi pada satu titik dimana air tersebut menemui suatu lapisan atau struktur batuan yang bersifat kedap air (impermeabel).

GIGIH WAHYU AKBAR


(Pengolahan dan Interpretasi Data Geolistrik Resistivitas 2D Untuk Pemetaan Air Bawah Tanah di Kawasan GeoAtlas 09-02 Propinsi Lampung)

Titik akumulasi ini akan membentuk suatu zona jenuh air (saturated zone) yang seringkali disebut sebagai daerah luahan airtanah (discharge zone). Perbedaan kondisi fisik secara alami akan mengakibatkan air dalam zonasi ini akan bergerak/mengalir baik secara gravitasi, perbedaan tekanan, kontrol struktur batuan dan parameter lainnya. Kondisi inilah yang disebut sebagai aliran airtanah. Daerah aliran airtanah ini selanjutnya disebut sebagai daerah aliran (flow zone). II. JENIS-JENIS AKUIFER

1. Unconfined Aquifer (Akuifer Bebas) Akuifer bebas adalah lapisan lolos air yang hanya sebagian terisi oleh air dan berada di atas lapisan kedap air. Permukaan tanah pada akuifer disebut dengan watertable, yaitu permukaan air yang mempunyai tekanan hidrostatik sama dengan atmosfer.

2. Confined Aquifer (Akuifer Tertekan) Akuifer tertekan adalah akuifer yang seluruh jumlahnya air yang dibatasi oleh lapisan kedap air, baik yang diatas maupun dibawah, serta mempunyai tekanan jenuh lebih besar dari pada tekanan atmosfer.

3. Semi Unconfined Aquifer (Akuifer semi bebas) Akuifer semi bebas adalah akuifer yang merupakan bagian bawahnya merupakan lapisan kedap air, sedangkan bagian atasnya merupakan material berbutir halus, sehingga pada lapisan penutupnya masih memungkinkan adanya gerakan air. Dengan demikian akuifer bebas dengan akuifer semi tertekan.

GIGIH WAHYU AKBAR


(Pengolahan dan Interpretasi Data Geolistrik Resistivitas 2D Untuk Pemetaan Air Bawah Tanah di Kawasan GeoAtlas 09-02 Propinsi Lampung)

III.

LAPISAN TANAH TEMPAT TERJADINYA

Peredaran air di bumi mengikuti daur yang berulang dan bersifat tertutup, dikenal sebagai daur hidrologi, dan airtanah merupakan bagian dari daur hidrologi tersebut. Sumber utama air tanah adalah air hujan yang meresap ke bawah permukaan hingga mencapai zona jenuh air dan akhirnya tersimpan di dalam lapisan batuan pembawa air yang disebut akuifer. Airtanah mengalir di bawah permukaan, dan selama pengalirannya airtanah mengalami berbagai proses yang membuat airtanah mengadung berbagai macam mineral dan akhirnya mempunyai kualitas yang berbeda di setiap tempat.

Airtanah tersimpan di dalam akuifer dengan kedalaman dari beberapa meter sampai dengan ratusan meter di bawah permukaan tanah, dan mempunyai waktu tinggal atau yang disebut sebagai residence time dari beberapa hari sampai jutaan tahun. Air tanah umumnya relatif mudah dan dapat ditemukan di semua tempat, walaupun dalam jumlah dan kualitas yang beragam. Kuantitas dan kualitas airtanah sangat dipengaruhi oleh kondisi geologi daerahnya, baik bentuk bentang alam mapun kondisi batuannya.

GIGIH WAHYU AKBAR


(Pengolahan dan Interpretasi Data Geolistrik Resistivitas 2D Untuk Pemetaan Air Bawah Tanah di Kawasan GeoAtlas 09-02 Propinsi Lampung)

Airtanah dapat muncul ke permukaan tanah dengan berbagai cara yang umumnya dikontrol oleh kondisi geologi setempat.

Kondisi geomorfologi sangatlah berpengaruh terhadap keberadaan airtanah di suatu wilayah, dan terdapat pengaruh kuat antara genesis atau proses geomorfologi masa lampau terhadap pembentukan bentuk lahan saat ini, dan akhirnya berpengaruh terhadap proses pembentukan akuifer dan sifat hidrogeokimia. Dengan demikian geomorfologi suatu daerah akan

menentukan hidrostratigrafi, keterdapatan serta karakteristik dari airtanah tersebut, serta proses hidrogeokimia. Hubungan tersebut memberikan arahan pada pencarian sumber mata air yang sempurna di daerah pegunungan.