Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Masalah Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Klien Waktu Pertemuan Ke Tanggal Tempat : Diet bagi penderita hipertensi : Diet : Diet Rendah Garam : Keluarga Tn. S : 15 Menit : I (Satu) : 05 Juli 2008 : Rumah Keluarga Tn.S

I. Tujuan Instruksional Umum Setelah diberikan penyuluhan, klien mampu garam bagi penderita hipertensi. II. Tujuan Instruksional Khusus Setelah diberikan penyuluhan selama 15 menit diharapkan klien dapat : 1. 2. 3. Menjelaskan kembali pengertian hipertensi Menjelaskan kembali pengertian diet Menjelaskan kembali tentang diet rendah garam bagi penderita hipertensi memahami pentingnya diet rendah

III. Materi Penyuluhan 1. 2. 3. Pengertian hipertensi Pengertian diet Diet rendah garam bagi penderita hipertensi

IV. Kegiatan Belajar Mengajar Metode : ceramah dan diskusi Langkah langkah kegiatan : A. Kegiatan Pra Pembelajaran 1. Mempersiapkan materi, media dan tempat 2. Kontrak waktu

B. Membuka Pembelajaran 1. Memberi salam 2. Perkenalan 3. Menjelaskan pokok bahasan 4. Menjelaskan tujuan 5. Apersepsi C. Kegiatan inti 1. 2. 3. 4. 5. Penyuluh menyampaikan materi Klien menyimak materi Klien mengajukan pertanyaan Penyuluh menjawab pertanyaan Penyuluh menyimpulkan jawaban 1. Evaluasi 2. Penyuluh dan klien menyimpulkan materi 3. Memberi salam V. Media Dan Sumber Media : Leaflet Sumber : Practice, Fourth Edition, Addison Wesley, St Louis Google.com VI. Evaluasi 1. 2. 3. hipertensi Prosedur Jenis tes Butir soal : Post test : Pertanyaan secara lisan : Erb, Kozier,

D. Penutup

Olivier. 1997. Fundamental Of Nursing, Consept, Process and

Jelaskan pengertian hipertensi Jelaskan pengertian diet Jelaskan diet rendah garam bagi penderita

VII. Materi Penyuluhan DIET RENDAH GARAM BAGI PENDERITA HIPERTENSI A. Pengertian Hipertensi Tekanan darah pada orang dewasa normal berkisar antara 100/70 mm Hg sampai 140/80 mm Hg. Tekanan darah seseorang dapat berubah setiap saat. Jika tekanan darah di atas normal maka akan terjadi tekanan darah tinggi atau hipertensi. Darah yang mengalir ke seluruh tubuh dipompa jantung dengan kekuatan tertentu. Kekuatan ini berupa tekanan yang mendorong darah ke luar menuju arteri (pembuluh nadi), kemudian mengalir ke seluruh tubuh. Pada saat otot bilik kiri jantung berkontraksi, maka tekanan yang terjadi diteruskan ke arteri (pembuluh nadi). Tekanan darah ini disebut sistol. Setelah otot bilik jantung berkontraksi kemudian terjadi relaksasi (istirahat) sebentar. Pada saat relaksasi terjadi penurunan tekanan sampai batas rendah. Tekanan pada saat otot jantung relaksasi ini disebut diastol. Tekanan sistol ditulis di sebelah atas, sedang diastol ditulis di sebelah bawah. Penderita hipertensi memiliki sistol di atas 140 mm Hg dan diastol di atas 90 mm Hg. Anda beresiko hipertensi, bila: - Kelebihan berat badan. - Memiliki gaya hidup tidak sehat (merokok, minum alkohol, suka menyantap makanan high cholesterol, stress). - Berusia diatas 45 tahun (pria), wanita diatas 55 tahun. - Mempunyai riwayat keluarga dengan hipertensi. Kiat mengontrol hipertensi: - Melakukan diet rendah garam dan banyak makan sayuran, buah-buahan dan makanan rendah lemak. - Kurangi berat badan hingga mencapai berat ideal. - Melakukan olahraga teratur.

- Berhenti merokok. - Berhenti konsumsi alkohol. B. Pengertian Diet Diet adalah pengaturan makanan dengan tujuan tertentu, apakah untuk menurunkan berat badan atau guna mengobati penyakit tertentu. Diet juga diperlukan untuk mereka yang mempunyai penyakit mag, lever, kembung, atau mereka yang pasca-operasi. Makanlah secara teratur sesuai jumlah pembagian makanan yang ditentukan dokter atau ahli gizi. Jika berdiet dengan produk tertentu, lakukanlah sesuai dengan aturan yang disarankan.

Untuk menghilangkan rasa lapar sewaktu berdiet, perbanyak makan sayursayuran. Usahakan agar tidak segera tidur sesudah makan. Lakukan gerak badan secara teratur, di samping melakukan diet. Jika mengalami hypoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah), segeralah minum satu gelas sirup atau satu-dua sendok teh gula pasir. Gejala gula darah terlalu rendah adalah: rasa dingin gemetar, lemas, rasa perih di ulu hati, pusing, mata berkunang-kunang.

Berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Diet Rendah Garam Bagi Penderita

C. Hipertensi

Natrium memegang peranan penting terhadap timbulnya hipertensi. Konsumsi natrium yang berlebih menyebabkan konsentrasi natrium di dalam cairan ekstraseluler meningkat. Untuk menormalkannya, cairan intraseluler ditarik ke luar, sehingga volume cairan ekstraseluler meningkat. Meningkatnya volume cairan ekstraseluler tersebut menyebabkan meningkatnya volume darah, sehingga berdampak kepada timbulnya hipertensi. Karena itu disarankan untuk mengurangi konsumsi natrium/sodium. Sumber natrium/sodium yang utama adalah natrium klorida (garam dapur), penyedap masakan (monosodium glutamat = MSG), dan sodium karbonat. Konsumsi garam dapur (mengandung iodium) yang dianjurkan tidak lebih

dari 6 gram per hari, setara dengan satu sendok teh. Dalam kenyataannya, konsumsi berlebih karena budaya masak-memasak masyarakat kita yang umumnya boros menggunakan garam.Indra perasa kita sejak kanak-kanak telah dibiasakan untuk memiliki ambang batas yang tinggi terhadap rasa asin, sehingga sulit untuk dapat menerima makanan yang agak tawar. Konsumsi garam ini sulit dikontrol, terutama jika kita terbiasa mengonsumsi makanan di luar rumah (warung, restoran, hotel, dan lain-lain). Sumber natrium yang juga perlu diwaspadai adalah yang berasal dari penyedap masakan (MSG). Budaya penggunaan MSG sudah sampai pada taraf yang sangat mengkhawatirkan. Hampir semua ibu rumah tangga, penjual makanan, dan penyedia jasa katering selalu menggunakannya. Penggunaan MSG di Indonesia sudah begitu bebasnya, sehingga penjual bakso, bubur ayam, soto, dan lain-lain, dengan seenaknya menambahkannya ke dalam mangkok tanpa takaran yang jelas. Diet rendah garam yang dianjurkan bagi penderita hipertensi, yaitu terdiri dari diet ringan (konsumsi garam 3,75-7,5 gram per hari), menengah (1,25-3,75 gram per hari) dan berat (kurang dari 1,25 gram per hari).