Anda di halaman 1dari 13

Pengembang Minta FLPP Segera Dikucurkan Kembali

BY ANNISA MARGRIT

Penghentian sementara program subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan mengganggu kinerja pengembang. (IFT/DINUL MUBAROK) JAKARTA (IFT) Asosiasi pengembang mendesak Kementerian Perumahan Rakyat mempercepat pelaksanaan kembali program subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Eddy Ganefo, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), mengatakan penghentian sementara program FLPP tidak hanya merugikan pengembang tapi juga konsumen. Bulan ini saja ada lebih dari 8 ribu unit rumah yang terpaksa tidak bisa dilakukan akadnya karena program ini dihentikan, keluhnya, Selasa. Akibat terhambatnya akad, ujar Eddy, pembangunan rumah pun terpaksa dihentikan. Hal ini terjadi di seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah, ungkapnya. Eddy juga mengeluhkan tidak bisa dikonversinya suku bunga komersial ke suku bunga FLPP sementara menunggu perjanjian kerjasama operasional (PKO) yang baru selesai. Kalau bisa dikonversi, itu akan membantu pengembang dan konsumen, ujarnya. Dia menambahkan transaksi antara konsumen dengan pengembang anggota Apersi di Jawa Barat, Lampung, Palembang, Banten, dan Manado terpaksa dibatalkan karena konsumen tidak mau menggunakan suku bunga komersial. Tahun ini, Apersi menargetkan pembangunan 80 ribu unit rumah murah dan rumah sederhana yang menggunakan subsidi FLPP. Suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) saat ini rata-rata berkisar 10%-12%, meskipun ada bank yang bunganya mencapai 7%. Sementara, suku bunga FLPP saat ini berada di kisaran 8,15%-8,5%. Penghentian sementara subsidi FLPP terjadi sejak habisnya masa berlaku PKO antara

Kementerian Perumahan Rakyat dengan bank-bank yang menjadi penyalur dana FLPP. PKO sudah habis masa berlakunya per 31 Desember 2011. Kementerian Perumahan Rakyat mengharapkan PKO baru sudah selesai dibahas dalam satu atau dua minggu ke depan. Sri Hartoyo, Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat, menyatakan program FLPP ditargetkan sudah bisa kembali dilaksanakan pada akhir bulan ini. Bank-bank yang berminat menjadi penyalur dana FLPP sudah memasukkan proposal PKOnya, terang Sri. Dari proposal yang masuk, ada beberapa bank baru yang belum pernah menjadi penyalur FLPP. Selain itu, ada pula bank yang sebelumnya menjadi penyalur FLPP namun tidak lagi berminat dan tidak mengajukan PKO baru. Namun, Sri masih enggan memerinci jumlah dan bank-bank apa saja yang sudah memasukkan PKO baru. Menanggapi konversi suku bunga, Sri mengatakan sampai saat ini tidak ada kebijakan dari Kementerian Perumahan Rakyat untuk hal tersebut. Disinggung mengenai kemungkinan perubahan batasan gaji untuk mendapatkan subsidi FLPP, Sri menyebutkan hal itu masih dalam pembahasan. Nanti akan kami lihat pegawai negeri sipil (PNS) golongan berapa yang paling membutuhkan rumah, ungkapnya. Batasan gaji mengajukan subsidi FLPP adalah sebesar Rp 2,5 juta. Namun, mulai Januari 2012 PNS mendapat kenaikan gaji sebesar 10%. Kenaikan ini dipandang dapat berpengaruh terhadap batasan gaji untuk syarat FLPP. Sri juga membenarkan adanya wacana pembebasan uang muka bagi PNS dan pekerja anggota Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) yang menggunakan subsidi FLPP. PNS mendapat bantuan pembiayaan dari Badan Pertimbangan Bantuan Perumahan (Bapertarum). Sedangkan, pekerja anggota Jamsostek mendapat dukungan pembiayaan uang muka dari Jamsostek, paparnya. Sri menambahkan sebenarnya pembebasan uang muka sudah berjalan, tapi mekanismenya masih diatur sendiri oleh Bapertarum dan Jamsostek. Dia berharap nantinya mekanismenya bisa diintegrasikan dengan program subsidi FLPP. Rumah Tipe 36 Selain penghentian sementara subsidi FLPP, Eddy juga mengatakan Apersi akan mengajukan judicial review mengenai pembatasan rumah tipe 36 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Minggu ini akan kami daftarkan ke MK, terangnya. Apersi akan meminta MK untuk mengkaji kembali dan menghapus Pasal 22 ayat 3 dalam Undang-Undang nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Pasal tersebut menyebutkan luas lantai rumah tunggal dan rumah deret memiliki ukuran paling sedikit 36 meter persegi.(*)

http://www.indonesiafinancetoday.com/read/20989/Pengembang-Minta-FLPPSegera-Dikucurkan-Kembali

Selasa, 17/01/2012 12:33 WIB

Transaksi Rumah Subsidi Batal Akibat Kisruh Bunga Kredit FLPP


Whery Enggo Prayogi - detikFinance Jakarta - Penghentian program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) akan mengurangi pasokan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan Rendah (MBR) di 2012. Awal tahun ini saja telah terjadi pembatalan beberapa akad kredit rumah sejahtera tapak dan rumah sejahtera susun. Kisruh ini karena belum ada juga titik temu soal Perjanjian Kerja Sama Operasional (PKO) yang baru antara bank penyalur dengan Kementerian Perumahan Rakyat. Akhirnya para pengembang menghentikan pembangunan rumah sejahtera tapak dan rumah sejahtera susun. Demikian disampaikan Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Iqbal Latanro di Jakarta, Selasa (17/1/2012). "Dengan belum adanya kesepakatan, maka terjadi hambatan pasokan. BTN sendiri sudah menurunkan target rumah FLPP, menjadi 100 ribu unit (per tahun). Tadinya mau 130 ribu unit," kata Iqbal. Penurunan disebabkan penghentian kredit dari pengembang, ataupun kepada masyarakat. Pengembang pun tidak mau mengambil risiko, dengan membangun rumah murah namun tidak terserap. Ia mencontohkan selama beberapa minggu ini sudah terjadi pembatalan beberapa akad kredit rumah sejahtera tapak dan rumah sejahtera susun. Seluruh stake holder menantikan agar bank penyalur dengan Kemenpera menemui titik temu perihal suku bunga FLPP. Hingga kini Kemenpera ingin bunga di kisaran 5%-6% sementara bank penyalur sendiri sudah menurunkan bunga FLPP, dari PKO sebelumnya 8,15%. Bagi pelaku industri properti, bahkan memprediksi akan ada pembatalan maksimal 11.000 unit per bulan terkait akad kredit rumah subsidi melalui FLP. Dampak terburuk menjadikan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak dapat memiliki rumah layak huni, dengan harga terjangkau. "Akan ada persoalan pasokan. Terhenti, karena FLPP belum jalan kan," ucapnya. Fasilitas FLPP merupakan pola subsidi perumahan yang baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pada pola ini, nasabah yang mendapat fasilitas FLPP akan mendapat suku bunga kredit KPR yang rendah dengan cicilan flat selama cicilan 10-15 tahun. Hal ini karena pemerintah telah menempatkan dana murah diperbankan, sehingga bank bisa memberikan bunga yang lebih rendah dari kredit komersial

lainnya. FLPP diberikan kepada nasabah yang berpengasilan tetap sekitar Rp 2,5 sampai 4,5 juta juta per bulan (wep/hen)
http://finance.detik.com/read/2012/01/17/123320/1817613/1016/transaksi-rumah-subsidi-batalakibat-kisruh-bunga-kredit-flpp

Bank "Menyerah" Jika Dipaksa Beri Bunga 5% untuk Subsidi Rumah FLPP
MedanBisnis-Jakarta. Pihak perbankan penyalur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mengaku sulit menerima usulan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) soal suku bunga KPR subsidi untuk tahun 2012 yang dipatok sekitar 5%. Mereka beralasan belum ada skema sumber pendanaan jangka panjang yang diperoleh bank, untuk mememuhi pembiayaan perumahan. Bank Tabungan Negara (BTN), selama ini yang memegang 99% porofolio FLPP mengaku sudah menyampaikan dokumen Perjanjian Kerja Sama Operasional (PKO) tahun 2012. Di dalamnya, BTN mengaku sudah menurunkan tingkat bungan FLPP dari proposal sebelumnya 8,15% untuk fix rate 15 tahun. "Kita sudah kasih proposalnya. Kita dari yang ada (tingkat bunga) kalaupun ada penurunan sangat kecil. Ini terkait juga dengan BI rate yang juga sudah turun," kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di Jakarta, Selasa (17/1). Seperti diketahui Kemenpera dibawah pimpinan baru Djan Faridz, mempunyai mimpi besar yakni suku bunga FLPP turun menjadi 5% karena luruhnya BI rate. Menurut Iqbal, jika ini berlaku, perbankan dipastikan merugi. Pasalnya, dengan sumber pendanaan jangka panjang obligasi bertenor 10 tahun, bunga yang ditawarkan kepada investor 8,75%. Sedangkan dana ini disalurkan kembali melalui FLPP dengan bungan yang lebih rendah. Bagaimana bisa? "Pak Menpera mintanya 5%, saya yakin dia ingin mengamati pasar. Kalau memang tidak tercapai, maka kredit akan dihentikan seketika. Pengembang akan kurang," tambahnya. Deputi Pembiayaan Kemenpera Sri Hartoyo, yakin bawah FLPP akan kembali bergulir akhir Januari 2012. Akan ada kesepakatan antara perbankan dengan Kemenpera dalam PKO. "Tidak stop kok, FLPP tidak mati suri, cuma hanya tertunda karena antara kami (Kemenpera) dengan bank penyalur FLPP belum ketemu suku bunganya," ucap Sri Hartoyo kemarin. Usulan bunga FLPP 5%-6% didasarkan atas BI rate yang terus diturunkan bank sentral, sehingga KPR murah pun yield-nya harus lebih rendah dari kesepakatan sebelumnya, 8,15%. Fasilitas FLPP merupakan pola subsidi perumahan yang baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pada pola ini, nasabah yang mendapat fasilitas FLPP akan mendapat suku bunga kredit KPR yang rendah dengan cicilan flat selama cicilan 10-15 tahun. Hal ini karena pemerintah telah menempatkan dana murah diperbankan, sehingga bank bisa memberikan bunga yang lebih rendah dari kredit komersial lainnya.(dtf)

http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/01/17/76779/bank_menyerah_jika_dipaksa_beri_ bunga_5persen_untuk_subsidi_rumah_flpp/

BNI-REI Sulsel, Siapkan Rumah Murah


Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasriyani Latif TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - BNI Wilayah Makassar kini sedang menjajaki kerjasama dengan Real Estate Indonesia (REI) Sulsel dalam hal penyiapan rumah bersubsidi melalui program kredit Fasilitas Likuiditas Pembangunan Perumahan (FLPP). Rencana kerjasama ini tertuang dalam Bisnis Meeting antara BNI dengan pengurus REI, di Hotel Grand Clarion, Makassar, Selasa (17/1/2012). Turut hadir dalam rapat bisnis tersebut, Executive Vice President Product&Development Management BNI Diah Sulianto, CEO BNI Wilayah Makassar Shadiq Akasya, Head Consumer&Ritel BNI Wilayah Makassar Danny Allogo, Ketua DPP REI Setyo Maharso, Ketua DPD REI Sulsel Raymond Arfandy, serta beberapa pengembang. Executive Vice President Product&Development Management BNI Diah Sulianto, dalam pemaparannya, mengatakan, saat ini BNI saat ini sedang melakukan negosiasi kepada pemerintah terkait suku bunga untuk FLPP yang hanya 6,5 persen dan diharapkan pengembang memiliki lahan seluas enam hektare yang menjadi dasar pengucuran kredit FLPP. Hal senada diungkapkan Shadiq Akasya selaku CEO BNI Wilayah Makassar. Saat ini, pihaknya masih menunggu persetujuan dari Kemenpera, terkait subsidi yang bisa diberikan melalui kredit FLPP. "Lebih cepat lebih baik. Saat ini kami menunggu persetujuan dulu. Apakah bunganya hanya 6,5 persen sesuai yang kita harapkan, dan sisanya subsidi, ini masih menunggu hasilnya," katanya. Dikatakan, dari total target kucuran kredit tahun ini di seluruh wilayah BNI Makassar yang meliputi, Sulselbartra, Maluku, Papua, dan Papua Barat, dia mengharapkan REI Sulsel mampu menyerap sekitar 50-60 persen kredit. "Realisasi KPR BNI Wilayah Makassar di 2011 mencapai Rp 1,8 triliun. Di tahun ini diharapkan tumbuh sekitar Rp 1,1 triliun menjadi Rp 2,9 triliun. Jadi dari jumlah kucuran kredit tersebut, harapannya 50-60 persen bisa diserap REI," katanya. Sementara itu, Ketua DPD REI Sulsel, Raymond Arfandy, mengatakan, di 2012 ini, pihaknya menargetkan perumahan yang bisa disubsidi oleh pemerintah sebanyak 5.000 unit yang tersebar di berbagai kawasan di Sulsel, seperti Makassar, Gowa, Bantaeng, dan Barru. Dia mengharapkan agar persetujuan antara BNI dengan Kemenpera sudah ada keputusan hingga akhir Januari, sehingga kredit bisa disalurkan awal Februari.

http://www.tribunnews.com/2012/01/17/bni-rei-susel-siapkan-rumah-murah

Menpera Kaget OKU Timur Bedah 303 Rumah


Sriwijaya Post - Selasa, 17 Januari 2012 17:48 WIB
SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Djan Faridz, mengaku kaget dengan program bedah rumah sebanyak 303 buah yang dilaksanakan tanpa menggunakan dana APBD. Saya kaget ketika bapak bupati menyebutkan bahwa di OKU Timur melakukan bedah rumah tanpa bantuan Menpera, ujarnya dalam sambutan saat melakukan kunjungan ke OKU Timur dalam rangka launcing rumah murah PNS, penyerahan kunci bedah rumah dalam rangka peringatan HUT ke-8 OKU Timur. Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Sumsel Ir Eddy Yusuf, Ketua Umum BAZ Nasional, anggota DPR RI, DPD RI dan sejumlah pejabat lainnya.
http://palembang.tribunnews.com/2012/01/17/menpera-kaget-oku-timur-bedah-303-rumah

Menpera Luncurkan Rumah Murah untuk PNS


SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) RI, Djan Farid, Rabu (17/1/2012) tiba di Kabupaten OKU Timur. Kedatangan Menteri Perumahan Rakyat tersebut untuk menghadiri penyerahan kunci bedah rumah dan peluncuran rumah murah untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dibangun sebanyak 500 unit. Kedatangan menpera disambut Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf, Bupati OKU Timur H Herman Deru, serta sejumlah pejabat di Pemkab OKU Timur. Tampak hadir pula anggota DPD RI Hj Percha Leanpuri.
http://palembang.tribunnews.com/2012/01/17/menpera-luncurkan-rumah-murah-untuk-pns

Menpera Tinjau Hasil Bedah Rumah


SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) didampingi Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Eddy Yusuf, Bupati OKU Timur H Herman Deru serta Kepala BAZ Provinsi Sumsel, Rabu (17/1/2012), melakukan peninjauan hasil pembangunan Bedah Rumah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten OKU Timur. Bedah rumah tersebut dengan menggunakan dana stimulan yang berasal dari Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) OKU Timur. Dalam kunjungan tersebut, Herman Deru menjelaskan mekanisme pembedahan rumah serta jumlah dana yang digunakan untuk pembedahan rumah tersebut.
http://palembang.tribunnews.com/2012/01/17/menpera-tinjau-hasil-bedah-rumah

Menpera akan Tularkan Program Bedah Rumah ke Daerah Lain


Selasa, 17 Januari 2012 | 18:10
MARTAPURA, SUMSEL - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz mengatakan pihaknya akan menularkan program bedah rumah ke seluruh daerah di Indonesia, sehingga akan semakin banyak masyarakat miskin terbantu melalui program kreatif tersebut. Hal itu dikemukakan Menpera saat meresmikan 303 rumah untuk warga miskin yang dibangun menggunakan dana badan amil zakat senilai Rp10,7 miliar di Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, Selasa, seperti dilansir Antara. Program ini akan menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia dengan memanfaatkan dana BAZ. Program bedah rumah ini, memang tidak menggunakan dana APBD, katanya. Pembangunan rumah untuk warga miskin melalui program bedah rumah tersebut merupakan yang pertama dilaksanakan di Indonesia dengan memanfaatkan dana Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Bedah rumah ini dipusatkan di Desa Trukis, Kelurahan Rahayu, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur. Selain meresmikan program bedah rumah, Menpera juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah untuk PNS berpenghasilan rendah sebanyak 1.000 unit di Kotabaru Selatan, Kecamatan Martapura, di belakang kompleks perkantoran setempat. Ketua BAZ Nasional Didin Hafidhuddin mengatakan program ini merupakan wujud pendayagunaan zakat dengan manajemen yang baik dan dukungan masyarakat setempat. Didin juga menyampaikan apresiasinya atas partisipasi masyarakat Kabupaten OKU Timur terhadap program tersebut yang melebihi 100%. "Sesuatu yang belum pernah terjadi di masyarakat, dan ini perlu dijadikan model di Indonesia," kata dia. Bupati OKU Timur Herman Deru menjelaskan, pembangunan 303 rumah ini berasal dari dana stimulan BAZ setempat sebesar Rp1,48 miliar dan dana partisipasi masyarakat Rp9,28 miliar, dengan total keseluruhan Rp10,7 miliar. Menurut Herman Deru, potensi BAZ di Kabupaten OKU Timur dalam satu tahun sebesar Rp2 miliar. Pada 2012 dana BAZ OKU Timur sudah terkumpul Rp900 juta.

Menpera juga berharap dengan program bedah rumah ini, OKU Timur akan menjadi kabupaten yang bebas kumuh dalam dua tahun ke depan. (*/gor)

Menpera : OKUT Layak Jadi Percontohan


Wednesday, 18 January 2012 MARTAPURA Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz menilai program bedah rumah dan rumah murah bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Ogan Komering Ulu (OKU) Timur layak dijadikan percontohan. Pernyataan tersebut disampaikannya saat launching kedua program tersebut di Martapura kemarin. Menurut mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) ini, ide Bupati OKU Timur, Herman Deru memberikan rumah bagi warga tidak mampu dengan memanfaatkan dana Badan Amil Zakat (BAZ) sangat brilian. Jika program yang pertama kali dilakukan di Desa Trukis,Kelurahan Rahayu,Kecamatan Martapura ini diikuti pemerintah daerah lain, dia yakin akan jumlah rumah tidak layak huni akan semakin berkurang. Program ini akan menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia dengan memanfaatkan dana BAZ. (Dengan adanya program ini) dua tahun lagi saya berharap OKU Timur bebas kawasan kumuh, katanya seusai memberikan kunci rumah kepada 303 Kepala Keluarga peserta program bedah rumah. Dia bahkan mengharapkan BAZ Nasional mengeluarkan fatwa untuk memanfaatkan uang zakat yang terkumpul untuk membantu masyarakat. Seluruh BAZ di Indonesia saya harapkan bisa meniru program ini, karena bisa mengentaskan kemiskinan dan hal itu sangat sejalan dengan tujuan pengumpulan dana BAZ, tegasnya. Pengurus Nahdlatul Ulama DKI Jakarta ini juga mengaku mengapresiasi keberanian Pemkab OKU Timur dalam menjalankan program bantuan rumah murah bagi PNS. Sebab, Pemkab OKU Timur sudah berhasil menjalankan program tersebut di saat pemerintah daerah yang lain masih mempersiapkannya. Saat ini Kementerian Perumahan Rakyat baru melakukan MoU dengan 46 kabupaten dan kota di Indonesia untuk merealisasikan program ini. Tapi saya sangat terkejut,PemkabOKUTyangbelumadaMoU dengan kami ternyata sudah terlebih dahulu merealisasikan program ini,ungkapnya. Rencana Menpera menjadikan OKU Timur sebagai percontohan program bedah rumah dan rumah murah ini didukung Ketua Umum BAZ Nasional, Didin Hafidhuddin. Dia menyatakan akan mendorong agar setiap daerah menjalankan kedua program ini. Bupati OKU Timur Herman Deru mengatakan dana untuk program bedah rumah berjumlah Rp10,7 miliar. Dana tersebut diperoleh dari BAZ OKU Timur sebesar Rp1,4 miliar dan dana partisipasi masyarakat sebesar Rp9,2 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membedah rumah keluarga kurang mampu yang tersebar di 290 desa dan kelurahan di OKU Timur, terangnya. Sementara mengenai program rumah murah PNS, dia berjanji akan merealisasikannya secara bertahap dan pada tahap pertama rumah dengan tipe 36 yang akan dibangun sebanyak 1.000

unit. Ribuan rumah tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 23 hektare yang dihibahkan Pemkab OKU Timur. Selain Menpera dan Ketua BAZ turut hadir dalam kegiatan ini,Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf dan tiga anggota DPD RI asal Sumsel, yakni Percha Leanpuri, Asmawi dan Abdul Aziz. Pada kesempatan itu, Bupati OKU Timur Herman Deru,Ketua Tim Penggerak PKK OKU Timur Febrita Lustia Herman Deru dan Ketua BAZ OKU Timur, Hamdi M Adil mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) terkait dadang dinata http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/461430/

Progam Bedah Rumah Sabet Rekor MURI


MARTAPURA-OKUT, BeritAnda - Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten OKU Timur ke-8 tanggal 17 Januari 2012, penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) kembali diraih kabupaten OKU TImur. Sukses untuk kedua kalinya itu, diraih Bumi Sebiduk Sehaluan melalui program bedah rumah sebanyak 303 unit rumah tanpa menggunakan dana APBD maupun APBN. Salah satu pejabat perwakilan MURI menyerahkan langsung piagam tersebut kepada Bupati ,H Herman Deru, sebagai Pemrakarsa dan Penyelenggara Bedah Rumah jumlah terbanyak se-Indonesia dengan total 303 unit rumah. Penyerahan rekor MURI ini dilakukan, Selasa (17/1/2012) bertepatan dengan HUT OKU Timur ke 8 Tahun yang disaksikan langsung oleh Menteri Perumahan Rakyat RI, H Djan Faridz. Disampaikan Herman Deru, program Bedah Rumah tersebut dilakukan berkat kerjasama antara Pemkab OKU Timur, Badan Amil Zakat (BAZ) OKU Timur serta Tim Penggerak PKK. Perlu diketahui program Bedah Rumah ini dilakukan tanpa menggunakan dana APBD maupun APBN sepeserpun. Namun dana yang digunakan adalah dana stimulant (Bergulir -red) dari BAZ OKU Timur dan selebihnya partisipasi dari masyarakat OKU Timur, terang Bupati. Pada kesempatan itu, selain Bupati, Ketua Tim Penggerak PKK OKU Timur Hj Febrita Lustia HD dan Ketua BAZ OKU Timur, Hamdi M Adil SAg juga mendapatkan rekor MURI. Dikatakan lebih lanjut oleh Bupati, total 303 unit rumah yang dibedah tersebut tersebar dalam 298 Desa/Kelurahan tersebut menggunakan dana stimulant sebesar Rp1.485.000.000 kemudian mendapat partisipasi masyarakat sebanyak Rp9.288.109.050 sehingga total nilai keseluruhan mencapai Rp10.773.109.050. Adanya partisipasi masyarakat yang mencapai 1.000 persen ini membuktikan bahwa semangat dan jiwa gotong royong masyarakat OKU Timur sangat tinggi. Bahkan program bedah rumah kita ini diakui secara nasional dan dihadiri langsung oleh Menteri Perumahan Rakyat RI, ujar Bupati Deru. Terpisah, dalam sambutannya, Menteri Perumahan Rakyat Republik Indonesia (RI), H Djan Faridz mengatakan Program bedah rumah di Kabupaten OKU Timur akan dijadikan percontohan tingkat nasional, karena tanpa menggunakan dana APBD dan APBN sama sekali. Untuk di Jakarta sendiri belum ada terpikir dana bergulir dari BAZ dimanfaatkan untuk dana produktif. Tapi disini, di kabupaten OKU Timur program tersebut dimanfaatkan langsung untuk membantu kepentingan masyarakat dengan program bedah rumah, sungguh benar-benar prakarsa dan ide yang cemerlang dari Bupati OKU Timur, ungkap Djan Faridz. Djan Faridz menambahkan, oleh karenanya program seperti ini patut ditiru kabupaten/kota lainnya di Indonesia. "Saya bangga dan tertarik sekali atas antusias masyarakat OKU Timur yang begitu tinggi dalam mendukung program bedah rumah. Dan harapan saya mudah-mudahan 1 sampai 2 tahun lagi tidak ada lagi kawasan kumuh di kabupaten OKU Timur ini. tegas Menpera disambut applaus tepuk tangan seluruh undangan yang hadir. (Yanto)

http://www.beritanda.com/nusantara/kolom-nusantara/sumatera-selatan/4706-progam-bedahrumah-sabet-rekor-muri.html