Anda di halaman 1dari 14

TULANG RAHANG DAN TEMPORO-MANDIBULAR JOINT (TMJ)

SISTEM STOMATOGNATI III BLOK IKKGD 4A MODUL 3.08 KELOMPOK D PARALEL 2 Septyana Happysari Sharifah Fathia Sherly Yosvara Shinta Tasha Monica Sigit Afriandi Sitti Marwah Stella Valentina Stevany Rossitadara Steven Steven Alexander Tjang Steven Herwono Stevilla Rosalia Suci Nuraisyah Susanti Theresia Susantie Christin Tobagus Syafila Nurfathia Lubis Syanne Tarina Tantia Savitri Teresa Maria Karina Toony Hansel Liwu Utari Nur Khairunnisa Vania Andrina Wijaya (04010181) (04010182) (04010183) (04010184) (04010185) (04010186) (04010187) (04010188) (04010189) (04010190) (04010191) (04010192) (04010193) (04010194) (04010195) (04010196) (04010197) (04010198) (04010199) (04010200) (04010201) (04010202)

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS TRISAKTI JAKARTA 2011

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan hasil diskusi yang berjudul Kelenjar Liur dan Saliva ini. Proses pembuatan laporan ini ditujukan sebagai tugas diskusi integrasi Sistem Stomatognati III Blok IKKGD 4a Modul 3.08. Pada kesempatan ini, penulis berkenan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada banyak pihak yang telah membantu penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik. Pihak-pihak yang sangat berjasa dalam proses pembuatan laporan ini antara lain sebagai berikut: 1. DR. Drg. Wita Anggarini, M. Biomed 2. Prof. DR. Drg. Suzan Elias, Sp. Pros. 3. Drg. Ary Indrawati, M. Kes. 4. Drg. Suharno 5. Drg. Suzy Rahardja 6. Drg. Monica Dewi R. 7. Ytk. Para orang tua penulis yang telah memberi dukungan berupa dana bagi penulis dalam penulisan laporan ini. 8. Ytc. Teman-teman Paralel 2 Angkatan 2010 yang saling memberikan dorongan dan dukungan hingga laporan ini dapat terselesaikan. Penulis berharap agar laporan ini bermanfaat bagi para pembaca. Penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari sempurna. Seperti bunyi pepatah Tiada gading yang tak retak. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun untuk penyempurnaan laporan ini. Jakarta, November 2011

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...2 DAFTAR ISI..3 BAGIAN I KASUS....4 BAGIAN II PEMBAHASAN KASUS.....5 BAGIAN III KESIMPULAN..13

BAGIAN I KASUS

A. Permasalahan Ibu Ani umur 45 tahun datang ke RSGM Trisakti dengan keluhan bahwa akhir- akhir ini mulut beliau kering. B. Pertanyaan Diskusi 1. Gambaran anatomi dan histology kelenjar liur 2. Bagaimana mekanisme sekresi saliva? 3. a. Apa yang dimaksud dengan mulut kering xerostomia? b. Kira- kira apa penyebab mulut kering pada umumnya dan apa penyebab yang terbanyak dari mulut kering/ xerostomia pada usia lanjut? c. Bagaimana cara mendeteksi xerostomia yang paling sederhana? d. Apa manifestasi dalam mulut dari xerostomia? 4. Bagaimana kira- kira patogenesisnya? 5. Apakah terdapat perbedaan komposisi mikroflora saliva antara orang sehat dengan penderita xerostomia? 6. Apakah terdapat perbedaan konsentrasi protein antimicrobial dalam saliva orang sehat dengan penderita xerostomia? 7. Jelaskan mekanisme biokimia perubahan jaringan pada xerostomia?

BAGIAN II PEMBAHASAN KASUS


1. Gambaran anatomi dan histology kelenjar liur
Kelenjar saliva berdasarkan ukuran dibagi menjadi : 1) Kelenjar saliva mayor, yaitu kelenjar parotis, kelenjar submandibularis dan kelenjar sublingualis Secara Anatomi : a) Kelenjar Parotis Merupakan kel.saliva terbesar Letaknya berpasangan : - ventrokaudal telinga - di posterior ramus mandibula - di bagian superior permukaan M. masseter Terdiri dari kumpulan sel lobus berbentuk buah anggur yg mengeluarkan sekret ke dalam rongga mulut Tertutup oleh fascia parotidea sebagai lapisan luar fascia coli superficialis pada pinggir ventral keluar saluran keluar kelenjar yg disebut Ductus Parotidicus Stenonianus. Glandula parotis dibungkus oleh kapsula fibrosa padat yang berasal dari lamina superfisialis fascia servikalis profunda Bagian bawah kelenjar, membelah menjadi dua lapisan, yang sebelah atas melekat pada arkus zygomatikus & yg bawah melekat pd pars tympanika ossis temporalis Dikelilingi jaringan Fibrosa yg keras Di dalam kelenjar terdapat juga : - Arteri carotis externa - A. & V. retromandibular - N.fasialis Mempunyai 3 permukaan : - superficial - anteromedial berhubungan dg mandibula 5

- posteromedial berhubungan dg M. sternocleidomastoideus

b) Kelenjar Submandibularis Terletak di dalam Trigonum submandibulare Menghasilkan sekitar 60-65% total volume Kombinasi saliva yg berasal dr kelenjar ini - 80% serosa - 20% mucous Merupakan kelenjar ludah yang terbesar terdiri pars superfisialis yang besar dan pars profunda yang kecil Terletak pada dasar mulut di bawah corpus mandibula Saluran keluar bermuara melalui satu atau tiga lubang berbentuk papil-papil kecil di samping frenulum labialis : Caruncula sublingualis Muara kelenjar mudah terlihat, sering terlihat saliva keluar melalui muara ini Menempati sebagian besar ruang submandibular Terletak dlm cekungan antara mandibula & kedua venter M.digastricus anterior Meluas ke kanan bawah menuju M.mylohioideus, M. hyoglossus & M.styloglossus

c) Kelenjar Sublingualis Merupakan kelenjar mayor terkecil Menghasilkan hanya 10% saliva dari total volume saliva Menghasilkan lebih banyak mucous dengan sedikit serosa oleh karena itu sering disebut : Kelenjar Mucoserosa) Secara Histologi : a) Kelenjar Parotis Kelenjar parotis dikelilingi oleh jaringan fibrosa, dari jaringan fibrosa ini, ada jaringan ikat, yang membentuk sekat-sekat, masuk ke dalam kelenjar, dan membagi kelenjar dalam lobus dan lobulus. Jaringan ikat yg membagi kelenjar bernama trabekula, dan yang membagi jadi lobulus lobulus adalah septa.

Jaringan ikat tipis ini mengandung sel lemak dan juga bertugas menyokong asinus dan duktusnya. Kapiler darah banyak terdapat di dalam jaringan ikat tersebut. Kelenjar parotis mengandung asinus serus yang terdiri dari sel-sel berbentuk piramid, 6

inti yang terletak dibagian basal, sitoplasma basofilik di bawah inti dan butir-butir sekretoris di bagian puncaknya. Asinus diliputi oleh suatu lamina basal dengan sel mioepitel. Selain itu, terdapat duktus interkalaris, dan duktus striata (duktus intralobularis) dan duktus ekskretorius (duktus interlobularis). b) Kelenjar Submandibularis Sekat-sekat dan sistem saluran keluarnya tampak jelas, mirip dengan yang terdapat pada kelenjar parotis, tetapi duktus interkalarisnya lebih pendek dan kurang mencolok. Pada duktus sekretorius, epitel bertingkatnya mengubah komposisi saliva dengan cara mencampurnya dengan sekret mukus dari sel goblet dan getah serus dari sel-sel silindrisnya. Inti sel mukosa terletak pada basal sel karena adanya tekanan ke basal oleh sekretnya. Sel serosa berbentuk piramid dan inti sel terletak di tengah, berwarna gelap dan membrane sel kurang jelas.

Seperti kelenjar parotis, Asinus diliputi oleh suatu lamina basal dengan sel mioepitel. Muara dari kelenjar ini disebut duktus Wharton. c) Kelenjar Sublingualis Asinus serus yang murni jarang ditemukan pada kelenjar ini. Sel mioepitel terlihat melapisi asinus. Duktus interkalata maupun duktus striata tidak tampak mencolok karena kecil. Kapsul kelenjar sublingualis kurang begitu tebal serta jumlah sekatnya lebih sedikit.

2) Kelenjar saliva minor, yaitu kelenjar labialis, kelenjar palatine, kelenjar bukalis, dan kelenjar lingualis Secara Anatomi : a) Kelenjar labialis terletak diantara bibir atas & bibir bawah dg M.orbicularis oris Mengeluarkan mucous dr ductus-ductus kecil yg langsung menuju mukosa bibir

b) Kelenjar palatine Berada pd palatum lunak (Molle)& palatum keras (Durum) bagian posterior & lateral Merupakan kelenjar mucous 7

c) Kelenjar bukalis Sm dg kelenjar labialis jg antara vestibulum oris bg buccal & M. buccinatorius Mengeluarkan mucous mel ductus yg kecil di bag buccal

d) Kelenjar lingualis Merupakan kelenjar saliva minor yg terbagi atas : * kel. Lingualis anterior (terletak pd ujung lidah mengeluar kan sekret mucous) * kel. Lingualis von Ebner (terletak di bawah papilla circumvallatae mengeluarkan sekret serosa yg berfungsi membersihkan lidah * kel. Lingualis posterior (terletak pd tonsilla lingualis mengeluarkan sekret muccous)

Secara Histologi : a) Kelenjar Labialis terletak di antara bibir atas dan bibir bawah dengan M. orbicutalis oris. Kelenjar ini bersifat mukus dan serus. b) Kelenjar Palatine terletak pada palatum lunak dan uvula serta regio posterolateral dari palatum keras. Kelenjar bersifat murni mucus. c) Kelenjar Bukalis terletak di antara vestibulum oris bagian buccal dan M.Buccinator

Kelenjar ini bersifat mukus dan serus. d) Kelenjar Lingualis terdapat bilateral dan terbagi menjadi beberapa kelompok. 1) Kelenjar lingualis anterior berada di permukaan inferior dari lidah, dekat dengan ujungnya, dan terbagi menjadi kelenjar mukus anterior dan kelenjar campuran posterior. 2) Kelenjar lingualis posterior berhubungan dengan tonsil lidah dan margin lateral dari lidah. Kelenjar ini bersifat murni mucus.

2. Bagaimana mekanisme sekresi saliva?


Kelenjar saliva utamanya di control oleh sinyal saraf parasimpatik sepanjang jalan dari nucleus salivatorius superior dan inferior pada batang otak. Nukleus salivatorius terletak kira-kira pada pertemuan antara medula dan pons dan tereksitasi oleh rangsangan taktil dan pengecapan dari lidah dan daerah rongga mulut dan faring lainnya. Pada rangsangan pengecapan, terutama rasa asam, merangsang sekresi saliva dalam jumlah yang banyak antara 8-20 kali kecepatan sekresi basal. Juga karena rangsangan taktil tertentu, misalnya adanya benda halus dalam rongga mulut, sehingga mnyebabkan salivasi yang nyata. Salivasi juga bisa dirangsang & di hambat oleh sinyal saraf yang tiba pada nucleus salivatorius dari pusat-pusat system saraf pusat yang lebih tinggi. Salivasi juga merupakan respon terhadap reflek dari lambung dan usus halus bagian atas. Saliva, ketika di telan akan membantu menghilangkan factor iritan pada traktus gastrointestinal dengan cara mengencerkan atau menetralkan zat iritan.

Pada system duktus, ujung sekretori bermuara pada duktus interkalaris yang di lapisi oleh sel-sel epitel kuboid. Kemudian saluran ini bergabung membentuk duktus striata. Pada setiap lobulus di dalam duktus striata berkonvergensi, mencurahkan isinya di jaringan ikat septa pemisah lobules, yang akan berubah menjadi duktus interlobularis atau duktus ekskretorius. Selanjutnya pembuluh darah saraf memasuki kelenjar liur besar melalui hilus dan makin bercabang ke dalam lobules. Kapiler-kapiler yang mengelilingi ujung sekretori sangat penting untuk sekresi air liur yang di rangsang oleh system saraf otonom. Rangsangan parasimpatis biasanya oleh bau atau rasa makanan, menimbulkan sekresi berair dengan relative sedikit kandungan organic. Rangsangan simpatik menghasilkan sedikit liur kental, yang kaya akan materi organic.

3. a. Apa yang dimaksud dengan mulut kering xerostomia?


Xerostomia adalah mulut kering akibat produksi kelenjar ludah yang berkurang. Gangguan produksi kelenjar ludah tersebut dapat diakibatkan oleh gangguan /penyakit pada pusat saliva, syaraf pembawa rangsang saliva ataupun oleh perubahan komposisi elektrolit saliva. Gangguan tersebut diatas dapat terjadi oleh karena rasa takut / cemas, depresi, tumor otak, obat-obatan tertentu, penyakit kencing manis, penyakit ginjal dan penyakit radang selaput otak

b. Kira- kira apa penyebab mulut kering pada umumnya dan apa penyebab yang terbanyak dari mulut kering/ xerostomia pada usia lanjut?
1. 2.

Efek samping obat Dehidrasi 9

3. 4. 5.

Komplikasi dari penyakit lain Terapi radiasi Pengangkatan kelenjar saliva

Gangguan saliva pada populasi lansia biasanya disebabkan oleh penyakit sistemik dan perawatannya, seperti antikolinergik untuk terapi radiasi. Banyak kondisi kesehatan seperti diabetes, penyakit Alzheimer, dehidrasi , irradiasi kepala dan leher dan kemoterapi, yang dapat berkontribusi dan menyebabkan penyakit kelenjar saliva.

c. Bagaimana cara mendeteksi xerostomia yang paling sederhana?


Cara mendeteksi adanya xerostomia yaitu pada pemeriksaan, pasien dengan xerostomia biasanya memiliki tanda-tanda sebagai berikut: Bibir lekat pada gigi, pecah-pecah, mengelupas dan atropik (mukosa bukal pucat dan bergelombang) dan lidah halus/licin dan memerah ,lalu mukosa oral tampak merah, tipis dan rapuh. Sering kali ada peningkatan tajam dalam erosi dan gigi karies, khususnya pada gingival margin, bahkan sampai melibatkan ujung cups. Penderita xerostomia sering mengeluh masalah dengan makan, berbicara, menelan dan memakai gigi palsu. Penderita xerostomia sering mengeluh kesulitan untuk mengunyah dan menelan makanan kering seperti sereal dan kerupuk. Penderita yang memakai denture mungkin akan mengalami masalah dengan retensi gigi tiruan, luka akibat gigi tiruan dan lidah menempel pada langit-langit. Penderita dengan xerostomia akan sering mengeluh mengenai gangguan rasa (dysgeusia), lidah yang menyakitkan (glossodynia) dan kebutuhan yang meningkat untuk minum air, terutama pada malam hari.

d. Apa manifestasi dalam mulut dari xerostomia? Xerostomia adalah keluhan subyektif pada pasien berupa adanya rasa kering dalam rongga mulut akibat adanya penurunan produksi saliva (hiposalivasi) dan atau perubahan komposisi saliva. Adapun manifestasi di dalam mulut dari xerostomia, adalah : y y y y y y y Mulut kering Rasa panas seperti terbakar Loss/altered taste Increased need to sip Sukar menelan makanan yang kering Enggan makan makanan yang kering Bibir pecah-pecah, mengelupas, dan menjadi atrofi 10

y y

Mukosa pipi pucat dan bergelombang Lidah sering kali licin dan merah.

4. Bagaimana kira- kira patogenesisnya? XEROSTOMIA : mulut kering akibat kelenjar ludah yang berkurang. Gangguan produksi kelenjar ludah tersebut dapat diakibatkan oleh gangguan / penyakit pada pusat ludah. Syaraf pembawa rangsang ludah ataupun oleh perubahan komposisi faali elektrolit ludah. Gangguan tersebut dapat terjadi oleh karena rasa takut, cemas, depresi , atau mengunakan obat-obat tertentu. Mulut kering juga dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Keadaan-keadaan fisiologis seperti berolahraga,berbicara terlalu lama, bernafas melalui mulut, stress dapat menyebabkan keluhan mulut kering. Penyebab yang paling penting diketahui adalah adanya gangguan pada kelenjar saliva yang dapat menyebabkan penurunan produksi saliva, seperti radiasi pada daerah leher dan kepala, penyakit lokal pada kelenjar saliva dan lain-lain. Saliva berfungsi untuk membasahi mulut, membantu menelan dan mengecap. Saliva dapat membantu mencegah pembentukan plak dan membantu menetralkan asam mulut yang membahayakan enamel gigi. Saliva diproduksi oleh kelenjar parotis, submandibularis , sublingualis serta ratusan kelenjar saliva minor yang terdistribusi di seluruh bagian rongga mulut. Setiap harinya kelenjar-kelenjar saliva ini diperkirakan menghasilan 1 liter/hari, flow rate dapat fluktuatif hingga 50% sesuai ritme diurnal. Sistem syaraf simpatik dan parasimpatik menginervasi kelenjar saliva. Parasimpatis menginervasi lebih banyak pada watery secretion dan saraf simpatik lebih banyak menginervasi viscous saliva. Sensasi mulut kering seperti halnya yang dirasakan pada saat stress yang akut yang disebabkan adanya perubahan komposisi saliva pada saat ini stimulasi saraf simpatis lebih dominan selama periode ini. Selain itu gejala mulut kering ini juga disebabkan oleh dehidrasi mukosa rongga mulut dimana output kelenjar saliva minor dan mayor menurun serta lapisan saliva yang melapisis mukosa oral berkurang. Mekanisme patogenesis antara DM dan perubahan fungsi kelenjar saliva hingga saat ini belum jelas. Dehidrasi sebagai hasil dari hiperglikemia yang lama sebagai konsekwensi dari poliuria merupakan penyebab utama xerostomia dan hipofungsi kelenjar saliva pada pasien DM. Dehidrasi saja tidak dapat menyebabkan perubahan fungsi kelenjar saliva. Infiltrat limfositik yang terlihat pada jaringan kelenjar saliva labial mengindikasikan bahwa jaringan kelenjar saliva merupakan target suatu proses autoimun yang sama dengan sel. Degenerasi yang terus menerus pada jaringan kelenjar saliva akan menyebabkan 10-25% terjadinya hipofungsi dan gangguan komposisi saliva. DM tipe I dan II dapat menyebabkan pembesaran bilateral yang asimtomatik pada kelenjar parotis dan kadang-kadang kelenjar submandibularis yang biasa disebut sialosis diabeti. Terdapat 2 hal yang sering merupakan komplikasi degeneratif DM yaitu otonomik neuropati dan mikroangiopati yang menyebabkan terjadinya gangguan struktural pada jaringan kelenjar saliva dan kemudian terjadi hipofungsi pada kelenjar ini serta dipengaruhi inervasi otonomik dan mikrosirkulasi pada jaringan kelenjar. Pasien dengan neuropati diabetik dilaporkan mengalami peningkatan dan penurunan flow saliva. Tidak ada konsensus pada hubungan antara DM dan 11

disfungsi kelenjar saliva. Xerostomia dan hipofungsi kelenjar saliva sering dilaporkan berhubungan penyakit DM dimana terjadi kontrol metabolik yang buruk 5. Apakah terdapat perbedaan komposisi mikroflora saliva antara orang sehat dengan penderita xerostomia? Ya, terdapat perbedaan komposisi mikroflora saliva antara orang sehat dengan penderita xerostomia. Komposisi mikroflora normal saliva adalah mikoorganisme yg ditemukan setiap saat secara konsisten dan dalam jumlah yg signifikan dalam sampel saliva. Mikroorganisme terdiri dari bacteria ( gram positif dan negative), fungi, mycoplasma, protozoa dan virus. Bacteria seperti streptococcus, lactobacillus dan actinomyces. Fungi seperti candida albicans. Sedangkan virus seperti Epstein-Barr dan human herpes virus tipe 6. Saliva pada orang sehat memiliki peran menjaga pertumbuhan bakteri pathogen dalam rongga mulut atau merupakan bagian dari system imun mukosa. Komposisi mikroflora saliva pada penderita xerostomia mengalami perubahan maka dari itu, kuman akan lebih mudah berkembang yang menyebabkan mikroorganisme kariogenik seperti streptokokus mutans, lactobacillus dan candida meningkat. Selain itu, fungsi bakteriostase dari saliva berkurang. Akibatnya, pasien yang menderita mulut kering akan mengalami proses karies gigi, infeksi candida dan gingivitis.

6. Apakah terdapat perbedaan konsentrasi protein antimicrobial dalam saliva orang sehat dengan penderita xerostomia? Terdapat perbedaan konsentrasi protein antimikroba dalam saliva orang sehat dengan penderita xerostomia. Saliva orang sehat mengandung zat antimikroba yaitu thyocianat, lisozym, imunoglobulin, laktoferin dan transferin. Pada keadaan xerostomia, berkurang atau tidak adanya saliva mengakibatkan penurunan konsentrasi protein antimikroba tersebut, sehingga terjadi peningkatan perkembangan bakteri di dalam mulut. 7. Jelaskan mekanisme biokimia perubahan jaringan pada xerostomia? Xerostomia dalah gejala mulut kering , dimana terjadi penurunan produksi saliva yang disebabkan penurunan fungsi kelenjar saliva. Penurunan fungsi produksi saliva ini disebebkan oleh obat-obatan yang mengandung anticholinergic,antidepressant, dan beberapa antibiotik. Xerostomia juga dapat disebabkan efek dari radiasi ion-ion, seperti kemoterapi pada penyakit kanker. xerostomia diderita oleh orang yang merokok dan minum alkohol. Xerostomia menyebabkan mulut kering karenan penurunan produksi saliva, dimana saliva mempunyai peranan penting, yaitu sebagai selfcleansing, melindungi mukosa mulut dan

12

gigi,sebagai buffer, pengatur kandungan cairan. Jika keseimbangan buffer terganggu, maka mulut dapat menjadi asam dan menyebabkan mukosa mulut rusak (mulut luka). kelenjar liur menghasilkan lysozim dan laktoferin, juga imunoglobulin A yang berfungsi untuk melindungi selaput mukosa dari serangan bakteri dan virus.

13

BAGIAN III KESIMPULAN


1. Kelenjar Saliva dibagi berdasarkan ukurannya menjadi kelenjar saliva mayor dan minor. Kelenjar saliva mayor yaitu, kelenjar parotis, submandibularis, dan sub lingualis. Sedangkan kelenjar minor yaitu, kelenjar bukalis, palatinus, labialis, dan lingualis.

14