Komunikasi Risiko dalam Kesehatan Masyarakat

0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan10 halaman
makalah komunikasi resiko

Diunggah oleh

mhadinzakwan
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

KOMUNIKASI RESIKO

DOSEN PENGAMPU :

Reni Agustina Harahap, [Link]., [Link].

Disusun oleh :

Kelompok 7 [Link]/IKM 9

Evi Damayanti (0801222402)

M. Hadin Zakwan (0801222406)

Rabitha Khailila Ihrom Nst (0801223429)

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SUMATERA UTARA
TAHUN AJARAN 2022/2023
KATA PENGANTAR

Syukur allhamdulillah senantiasa kami panjatkan kehadirat allah SWT yang


telah melimpahkan dan karunia-Nya, tidak lupa pula kami shalawat serta salam
kepada nabi Muhammad SAW yang telah meninggalkan contoh cemerlang
tentang bagaimana seharusnya menjalani kehidupan kita di dunia ini. Sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ini untuk mata kuliah Komunikasi Kesehatan,
Dengan judul.”Komunikasi Resiko’’. Kami menyadari bahwa dalam membuat
makalah tidak terlepas dari bantuan banyak pihak yang telah tulus memberikan
doa, saran dan kritik sehingga ini dapat terselesaikan. Makalah ini banyak di
temukan kekurangan karna sesungguhnya kesempurnaan hanya milik allah, Demi
kesempurnaan makalah ini penyusun sangat berharap perbaikan, Kritik dan saran
yang sifatnya membangun apabila terdapat kesalahan. Demikian, semoga makalah
ini dapat bermanfaat bagi kita semua, lebih kurangnya kami mohon maaf dan
kepada allah kami mohon ampun

Medan, Mei 2024

penulis

ii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.............................................................................. ii

Daftar Isi........................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 1

1.1 Latar Belakang.......................................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah.................................................................................... 2
1.3 Tujuan........................................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN................................................................................. 3

2.1 Definisi Komunikasi Resiko..................................................................... 3


2.2 Tujuan Komunikasi Resiko..................................................................... 5
2.3 Metode Aliran Positivisme....................................................................... 7
2.4 Karakteristik Aliran Positivisme............................................................. 9

BAB III PENUTUP......................................................................................... 11

A. Kesimpulan................................................................................................ 11
B. Saran ......................................................................................................... 12

Daftar pustaka................................................................................................ 13

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Filsafat adalah sebuah disiplin berpikir yang membawa


serta menantang para pembelajarnya untuk masuk ke dalam
sebuah diskursus kontinum tiada henti. Filsafat memberikan
suatu horizon pikir dan mengajak kita untuk melihat realitas
serta mempertanyakan realitas

1.2 Rumusan Masalah


a) Definisi Komunikasi Resiko
b) Tujuan Komunikasi Resiko
c) Metode Aliran Positivisme

1.3 Tujuan
Penulisan makalah ini bertujuan agar setelah ini dapat memahami:
1) Mampu memahami definisi Komunikasi Resiko
2) Mampu memahami tujuan Komunikasi Resiko
3) Mampu memahami dan menjelaskan Metode Aliran Positivisme

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Komunikasi Resiko


Komunikasi risiko adalah suatu proses memberitahu orang –orang atau
masyarakat mengenai potensi bahaya yang ada di komunitas mereka. Menurut
para ahli, komunikasi risiko merupakan pendekatan yang berbasis sains untuk
berkomunikasi secara efektif dalam situasi apapun. Tujuan dari komunikasi risiko
ini adalah membantu masyarakat atau komunitas yang terkena atau akanterkena
dampak dalam memahami bahaya yang mungkin terjadi dan dapat berpartisipasi
dalam mengelola resiko tersebut. Alat komunikasi yang digunakan bisa dalam
bentuk pernyataan tertulis, verbal atau [Link] komunikasi risiko yang
baik adalah perorangan/masyarakat diberi informasi, prosesnya adil, dan mampu
menyelesaikan kesulitan dalam komunikasi.
Komunikasi risiko adalah kegiatan menyampaikan informasi diantara
pihak-pihak yang terlibat tentang: tingkat resiko kesehatan atau lingkungan,
pemaknaan kesehatan, lingkungan dan keputusan dan yang terakhir adalah
kegiatan atau kebijakan yang ditujukan untuk mengelola dan mengontrol resiko
1
kesehatan atau lingkungan.

2.2 Tujuan Komunikasi Resiko


Tujuan komunikasi risiko adalah Memberikan informasi yang bermakna,
relevan dan akurat dalam istilah yang jelas dan mudahdipahami kepada audiens
tertentu dalam rangka:
1. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang berbagai persoalan spesifik
yang harusdipertimbangkan oleh semua peserta selama proses analisis risiko.
2. Meningkatkan konsistensi dan keterbukaan dalam pengambilan keputusan
manajemen risikodan implementasinya.
1
Covello, V.T. 1992. Risk communication: An emerging area of health communication
research. Newbury Park: Sage Publications

2
3. Memberikan landasan yang aman untuk memahami keputusan manajemen
risiko yangdiusulkan atau diimplementasikan.
4. Meningkatkan keseluruhan keefektifan dan efisiensi proses analisis risiko.
5. Turut memberikan kontribusi pada pengembangan dan penyampaian program
informasi dan pendidikan yang efektif jika kedua hal tersebut terpilih sebagai
pilihan manajemen risiko.

2.3 Unsur unsur Komunikasi Resiko

Unsur-unsur komunikasi risikoBergantung pada apa dan kepada siapa


pesan disampaikan, pesan-pesan komunikasi risiko dapatmengandung informasi
sebagai berikut :

a. Sifat risiko
1) Karakteristik dan pentingnya ancaman bahaya yang menjadi kekhawatiran.
2) Besaran dan intensitas risiko.
3) Mendesaknya situasi.
4) Apakah risiko itu semakin membesar atau mengecil (trend ).
5) Probabilitas pajanan terhadap ancaman bahaya.
6) Distribusi pajanan.
7) Jumlah pajanan yang mengandung risiko yang signifikan.
8) Karakteristik dan besarnya populasi yang berisiko.
9) Siapa yang berisiko paling besar.

b. Sifat manfaat
1) Manfaat yang sebenarnya atau yang diharapkan dalam kaitannya dengan
setiap risiko.
2) Siapa yang memperoleh manfaatnya dan bagaimana caranya.
3) Letak titik keseimbangan antara risiko dan manfaat.
4) Besaran dan pentingnya manfaat.
5) Manfaat keseluruhan bagi semua populasi yang terkena jika digabungkan.
6) Pentingnya masing-masing ketidak pastian.
7) Kelemahan atau ketidak-aturan data yang tersedia.
8) Asumsi yang menjadi dasar estimasi.
9) Sensitivitas estimasi terhadap perubahan asumsi.
10) Efek perubahan estimasi terhadap keputusan manajemen risiko.

2.4 Prinsip- prinsip Komunikasi Resiko


1. Mengenali Audiens

3
Dalam merumuskan pesan-pesan komunikasi risiko, audiens harus
dianalisis untukmengetahui motivasi dan pandangan mereka. Selain secara
umum mengetahui siapayang menjadi audiensnya, kita juga perlu mengenalinya
sebagai kelompok dan secara ideal sebagai perorangan untuk memahami
kekhawatiran serta perasaan mereka danuntuk mempertahankan terbukanya
saluran komunikasi dengan mereka. Mendengarkansemua pihak yang
berkepentingan merupakan bagian penting dalam komunikasi risiko.
2. Melibatkan pakar ilmiah
Pakar ilmiah dalam kapasitasnya sebagai pengkaji risiko harus mampu
menjelaskankonsep dan proses pengkajian risiko. Mereka harus dapat
menerangkan hasil-hasil pengkajian serta data-data ilmiahnya, asumsi dan
pertimbangan objektif yang menjadidasar penjelasan itu sehingga manajer risiko
serta pihak berkepentingan lainnya dapatmemahami dengan jelas risiko
tersebut. Sebaliknya, manajer risiko harus mampumenjelaskan bagaimana cara
keputusan manajemen risiko itu diambil.
3. Menciptakan keahlian dalam berkomunikasi
Untuk bisa berhasil, komunikasi risiko memerlukan keahlian dalam
menyampaikaninformasi yang mudah dipahami dan mudah digunakan kepada
semua pihak yang berkepentingan. Manajer risiko dan pakar teknis mungkin tidak
mempunyai waktu atau keterampilan untuk melaksanakan tugas komunikasi
risiko yang kompleks sepertimemberikan respons terhadap kebutuhan berbagai
audiens (masyarakat, industri, mediadan lain-lain) dan menyiapkan pesan-pesan
yang efektif. Oleh karena itu, orang yang ahlidalam komunikasi risiko
harus dilibatkan sedini mungkin. Keahlian ini mungkin harusdikembangkan
melalui pelatihan dan pengalaman.
4. Menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya
Informasi dari sumber yang dapat dipercaya memiliki kemungkinan yang
lebih besaruntuk mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap suatu risiko
daripada informasi yang berasal dari sumber yang kurang dapat dipercaya.
Kredibilitas yang membuat suatusumber informasi dipercaya oleh audiens sasaran
mungkin bervariasi menurutkarakteristik bahayanya, budaya, status sosial dan

4
ekonomi mereka, serta faktor-faktorlainnya. Jika pesan yang konsisten diterima
dari banyak sumber, kredibilitas pesantersebut akan diperkuat.
5. Tanggung jawab bersama
Badan pemerintah yang bertugas untuk mengatur di tingkat nasional,
regional maupunlokal memiliki tanggung jawab pokok dalam pelaksanaan
komunikasi risiko. Masyarakatmengharapkan agar pemerintah memainkan
peranan utama di dalam pelaksanaanmanajemen berbagai risiko kesehatan
masyarakat. Hal ini memang benar jika pengambilan keputusan dalam manajemen
risiko melibatkan kontrol secara sukarela ataumelalui peraturan dan juga benar
jika keputusan pemerintah adalah untuk tidakmelakukan tindakan. Dalam hal
yang disebutkan terakhir ini, komunikasi masih tetap penting untuk
menyampaikan alasan mengapa keputusan untuk tidak melakukan
tindakanmerupakan pilihan yang terbaik. Untuk memahami kekhawatiran
masyarakat dan memastikan bahwa keputusan yangdiambil dalam manajemen
risiko merupakan respons yang diimplementasi dengan carayang tepat terhadap
kekhawatiran tersebut, pemerintah harus menentukan apa yangdiketahui
masyarakat tentang risiko dan bagaimana pandangan masyarakat
mengenai berbagai pilihan yang dipertimbangkan untuk mengelola risiko tersebut.
6. Menjamin keterbukaan
Jika masyarakat diharapkan menerima proses analisis risiko dan hasil
akhirnya, prosestersebut harus transparan. Meskipun kita menghormati masalah
legitimasi untuk menjagakerahasiaan (misal, informasi atau data yang merupakan
milik pribadi), transparansidalam analisis risiko harus terdiri atas upaya untuk
membuat proses tersebut terbuka dandapat diteliti oleh pihak-pihak yang
berkepentingan. Komunikasi dua-arah yang efektifantara manajer risiko,
masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan merupakan bagian yang
esensial dalam manajemen risiko maupun kunci untuk mencapai keterbukaan.

BAB III

PENUTUP

5
A. Kesimpulan

B. Saran

Kepada Pembaca yang senantiasa menyempatkan waktu unttuk membaca


makalah ini, sangat diharapkan untuk mengambil apa yang bisa di pelajari dalam
makalah Paragraf ini. Kami sadar bahwa makalah ini penuh dengan kekurangan.
Oleh karena itu kami berpesan agar para pembaca mengambil pelajaran positif
yang dapat menjadi wawasan yang sangat bermanfaat. Semoga dengan makalah
ini kita dapat lebih mengenal bahasa dan marilah kita terus berusaha untuk
menggapain semua cita-cita.

DAFTAR PUSTAKA

6
7

Anda mungkin juga menyukai