0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan10 halaman

DSME & Akupresur untuk Diabetes

Diunggah oleh

maria uli
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan10 halaman

DSME & Akupresur untuk Diabetes

Diunggah oleh

maria uli
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X

2024 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 4 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2313-2322

IMPLEMENTASI DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) DAN PIJAT


AKUPRESUR DALAM MENURUNKAN KADAR GLUKOSA
DARAH: STUDI KASUS PADA PASIEN DIABETES
MELITUS TIPE 2

Tsani Khoirun Niswatin1*, Okti Sri Purwanti2


1-2
Program Profesi Ners, Universitas Muhammadiyah Surakarta

E-mail Korespondensi: j230225149@[Link]

Disubmit: 27 Februari 2024 Diterima: 06 Mei 2024 Diterbitkan: 01 Juni 2024


Doi: [Link]

ABSTRACT

Diabetes mellitus is a metabolic disease that occurs due to decreased tissue


sensitivity to insulin or inadequate beta cells in producing insulin. High blood
sugar levels can cause several complications that attack the body's organs, such
as hypertension and acute kidney injury (AKI). Therefore, an intervention is
needed to minimize the occurrence of complications, namely Diabetes Self
Management Education (DSME) and acupressure massage. This study aims to
determine the results of the Diabetes Self Management Education (DSME)
nursing care intervention and acupressure massage therapy on blood glucose
levels and self-management in patients with type 2 diabetes mellitus. This
research uses descriptive research with a case study design using a nursing
process approach. by conducting assessments, compiling nursing diagnoses,
nursing interventions, implementation, and evaluation. This study shows that
the nursing problems that arise in patients are knowledge deficits related to
lack of exposure to information and blood glucose instability related to insulin
resistance. The results of applying Diabetes Self Management Education (DSME)
to clients show an increase in knowledge related to diabetes mellitus diet.
Meanwhile, the results of applying acupressure massage showed a decrease in
blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus.

Keywords: Diabetes Self Management Education, Acupressure Massage, Blood


Glucose, Diabetes Mellitus

ABSTRAK

Diabetes melitus merupakan suatu penyakit metabolik yang terjadi akibat


penurunan sensitivitas jaringan terhadap insulin atau ketidakadekuatan sel beta
dalam memproduksi insulin. Tingginya kadar gula dalam darah tersebut dapat
menyebabkan beberapa komplikasi yang menyerang organ-organ tubuh
sepertihalnya hipertensi dan acute kidney injury (AKI). Oleh karena itu
diperlukannya suatu intervensi untuk meminimalisir terjadinya komplikasi yaitu
dengan Diabetes Self Management Education (DSME) dan pijat akupresur.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari intervensi asuhan
keperawatan penatalaksanaan Diabetes Self Management Education (DSME) dan
terapi pijat akupresur terhadap kadar glukosa darah dan manajemen mandiri
pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian

2313
Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2024 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 4 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2313-2322

deskriptif dengan desain studi kasus pada pendekatan proses keperawatan


dengan melakukan pengkajian, menyusun diagnosis keperawatan, intervensi
keperawatan, implementasi, dan evaluasi. Pada studi ini menunjukkan masalah
keperawatan yang muncul pada pasien adalah defisit pengetahuan berhubungan
dengan kurang terpapar informasi dan ketidakstabilan glukosa darah
berhubungan dengan resistensi insulin. Hasil penerapan Diabetes Self
Management Education (DSME) pada klien menunjukan adanya peningkatan
pengetahuan terkait dengan diit diabetes melitus. Sedangkan hasil penerapan
pijat akupresur menunjukan adanya penurunan kadar glukosa darah pada pasien
diabetes melitus tipe 2.

Keywords: Diabetes Self Management Education, Pijat Akupresur, Glukosa


Darah, Diabetes Melitus

PENDAHULUAN
Diabetes melitus merupakan juta orang dan 784 juta orang pada
suatu penyakit metabolik yang tahun 2045 (International Diabetes
terjadi akibat penurunan sensitivitas Federation, 2022). Menurut Dinas
jaringan terhadap insulin atau Kesehatan Jawa Tengah (2022),
ketidakadekuatan sel beta dalam jumlah orang yang menderita
memproduksi insulin. Secara umum diabetes melitus semakin
terdapat 3 jenis diabetes melitus meningkat, terdapat 582. 559 kasus
yaitu diabetes melitus tipe 1, (13,67%) pada tahun 2020, 467. 365
diabetes melitus tipe 2, dan diabetes (11.0%) kasus pada tahun 2021, dan
melitus gestasional. Diabetes 163. 751 (15.6%) kasus pada tahun
melitus (DM) ditandai dengan adanya 2022.
peningkatan kadar gukosa dalam Diabetes melitus tipe 2 terjadi
darah atau biasa disebut akibat adanya penurunan sekresi
hiperglikemi akibat gangguan sekresi insulin oleh kelenjar pankreas
insulin, penurunan kerja insulin, sehingga menyebabkan kenaikan
atau akibat dari keduanya (Hananto kadar gula dalam darah. Tingginya
et al., 2022). kadar gula dalam darah tersebut
Diabetes melitus (DM) dapat menyebabkan beberapa
merupakan penyebab kematian komplikasi yang menyerang organ-
tertinggi ke tiga setelah stroke dan organ tubuh penting. Salah satu
penyakit jantung. Prevalensi komplikasi yang sering terjadi pada
diabetes melitus mengalami pasien dengan diabetes melitus tipe
peningkatan setiap tahunnya, 2 adalah acute kidney injury (AKI).
berdasarkan data yang didapatkan Hal ini dikarenakan adanya kelainan
dari Internasional Diabetes yang terjadi pada ginjal akibat
Federation (2022) menyatakan adanya eksresi albumin lebih dari 30
bahwa Indonesia menempati urutan mg per hari pada pasien diabetes
kelima sebagai negara dengan melitus tipe 2 atau yang disebut
jumlah penderita diabetes dengan mikroalbuminuria, sehingga
terbanyak di dunia. Secara global akan memicu terjadinya nefropati
diperkirakan 537 juta orang atau diabetik yang jika tidak terkontrol
10,5 % penyandang diabetes melitus akan berkembang menjadi
adalah penduduk dengan rentang proteinuria, kemudian terjadi
usia antara 20 sampai dengan 79 penurunan fungsi laju filtrasi
tahun, pada tahun 2030 jumlah ini glomerular dan berakhir dengan
diperkirakan meningkat menjadi 643

2314
Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2024 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 4 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2313-2322

keadaan gagal ginjal (Elhapidi et al., Intervensi lain yang dapat


2023). diberikan pada pasien DM tipe 2
Hal ini sejalan dengan adalah dengan melakukan intervensi
penelitian yang dilakukan oleh pijat akupresur. Terapi pijat
Mahfudzoh et al., (2019), yang akupresur merupakan suatu terapi
menyatakan bahwa komplikasi yang komplementer yang berupa
sering terjadi pada penderita DM fisioterapi dengan pemijatan dan
adalah hipertensi dan Acute Kidney stimulasi terhadap titik-titik
Injury (AKI). Salah satu penanda tertentu pada beberapa bagian
seseorang mengalami nefropati tubuh, selain itu terapi pijat
diabetika adalah adanya protein akupresur termasuk dalam tindakan
dalam urin. Sebanyak 58,8% dari 80 yang sederhana dan efektif sehingga
responden penderita DM tipe 2 di bisa diterapkan dengan mudah.
Puskesmas Jati Kota Malang Sesuai dengan penelitian yang telah
mengalami hipertensi, sedangkan dilakukan oleh Jumari et al., (2019)
20-30% penderita DM dengan tentang pengaruh pemberian teknik
hipertensi mengalami komplikasi pijat akupresur terhadap kadar
Acute Kidney Injury (AKI) atau yang glukosa darah pada penderita
biasa disebut juga dengan nefropati diabetes melitus yang diberikan
diabetika. intervensi selama 3 hari berturut-
Menurut Ismail & Yulian (2019) turut dengan frekuensi 1 kali sehari
diabetes melitus merupakan pada pagi hari dengan durasi 30
penyakit kronis yang tidak bisa menit, menyatakan bahwa terdapat
disembuhkan tetapi bisa penurunan rata-rata kadar glukosa
dikendalikan, oleh karena itu darah setelah dilakukannya
dibutuhkan perawatan yang intervensi pijat akupresur sejumlah
berkelanjutan salah satunya dengan 29,19 mg/dL. Hal ini menunjukan
Diabetes Self Management bahwa terapi pijat akupresur efektif
Education(DSME). Diabetes Self dalam menurunkan kadar glukoa
Management Education merupakan dalam darah pada pasien dengan
suatu pendidikan kesehatan yang diabetes melitus.
menekankan pada perubahan gaya Penelitian ini bertujuan untuk
hidup bagi penderita diabetes mengetahui hasil dari intervensi
sehingga patuh dalam menjalani diit asuhan keperawatan
yang dianjurkan untuk penatalaksanaan DSME dan terapi
meminimalisir komplikasi (Hananto pijat akupresur terhadap kadar
et al., 2022). Menurut Simbolon et glukosa darah dan manajemen
al., (2020), Diabetes Self mandiri pada pasien diabetes
Management Education (DSME) pada melitus tipe 2.
pasien diabetes melitus dianggap
penting untuk meminimalisir adanya
komplikasi. Pasien yang diberikan TINJAUAN PUSTAKA
informasi mengenai penyakitnya Secara teori Diabetes Self-
serta cara perawatannya akan Management Education merupakan
menunjukkan hasil yang positif di salah satu bentuk edukasi dalam
dalam pengelolaan penyakitnya. meningkatkan pengetahuan, sikap,
Pengetahuan tentang diabetes dan perilaku pederita diabetes
melitus dapat membantu pasien mellitus dalam melakukan
untuk menghasilkan lebih banyak perawatan diri. DSME bertujuan
keputusan berdasarkan informasi untuk mendukung pengambilan
yang didapatkan. keputusan, perawatan diri,
pemecahan masalah, dan kolaborasi

2315
Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2024 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 4 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2313-2322

aktif dengan tim kesehatan, evaluasi. Teknik pengumpulan data


sehingga dapat meningkatkan hasil penelitian dilakukan dengan
klinis, status kesehatan, serta wawancara, observasi, dan studi
kualitas hidup. Pemberian DSME ini dokumentasi. Instrumen dalam
memberikan banyak manfaat bagi penelitian ini menggunakan format
penderita diabetes mellitus. pengkajian asuhan keperawatan
Pemberian DSME ini dapat medikal bedah sesuai dengan
memberikan hasil baik jangka literatur yang digunakan. Studi ini
pendek, jangka menengah, maupun menggunakan populasi pasien
jangka panjang. Hasil dari jangka dengan kasus diabetes melitus tipe 2
pendek meliputi kontrol glikemik dengan hipertensi dan acute kidney
(gula darah dan hemoglobin injury. Sampelnya adalah Pasien
terglikosilasi), kontrol fisik (kadar dengan menggunakan teknik
lipid, mikroalbuminuria, retinopati, sampling yaitu purposive sampling.
berat badan, luka pada kaki Secara Penelitian ini dilaksanakan di Rumah
teori Diabetes Self- Management Sakit Universitas Negeri Sebelas
Education merupakan salah satu Maret di bangsal kultura pada
bentuk edukasi dalam meningkatkan tanggal 21 hingga 23 Juni 2023.
pengetahuan, sikap, dan perilaku Intervensi berupa DSME
pederita diabetes mellitus dalam diberikan menggunakan media
melakukan perawatan diri leaflet. Edukasi diberikan selama
(Dalimunthe, 2016); (Sari, 2022). dua sesi yang meliputi pemberian
DSME bertujuan untuk informasi terkait konsep dasar
mendukung pengambilan keputusan, diabetes mellitus, diit, aktivitas
perawatan diri, pemecahan fisik, serta perawatan pada pasien
masalah, dan kolaborasi aktif dengan diabetes melitus. Pendidikan
dengan tim kesehatan, sehingga kesehatan berlangsung selama 30
dapat meningkatkan hasil klinis, menit meliputi penyampaian materi
status kesehatan, serta kualitas dan diskusi dengan metode ceramah
hidup (Rosalian, 2022). Pemberian dan diskusi (tanya jawab).
DSME ini memberikan banyak Terapi pijat akupresur
manfaat bagi penderita diabetes dilakukan selama 30 menit, dimulai
mellitus. Pemberian DSME ini dapat dengan memposisikan pasien
memberikan hasil baik jangka senyaman mungkin, kemudian
pendek, jangka menengah, maupun pemijatan dimulai dengan
jangka panjang. Hasil dari jangka memberikan tekanan pada sela-sela
pendek meliputi kontrol glikemik ibu jari dan jari telunjuk selama 3
(gula darah dan hemoglobin menit pada kedua tangan. Langkah
terglikosilasi), kontrol fisik (kadar yang kedua adalah memberikan
lipid, mikroalbuminuria, retinopati, tekanan pada sisi pergelangan
berat badan, luka pada kaki (Arshad, tangan disepanjang jari kelingking
2021). selama 3 menit pada kedua tangan.
Langkah ketiga yaitu melakukan
pemijatan pada titik arthritis yaitu 2
METODE PENELITIAN cm dibawah lutut searah jarum jam
Penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan kedua ibu jari
merupakan jenis penelitian selama 3 menit pada kedua kaki.
deskriptif dengan desain studi kasus Langkah ke empat yaitu dengan
dengan menggunakan 5 langkah melakukan pemijatan pada bagian
proses keperawatan mulai dari belakang lutut, diatas otot betis
pengkajian, diagnosa keperawatan, selama 3 menit pada kedua kaki. Dan
intervensi, implementasi, dan langkah yang terakhir yaitu

2316
Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2024 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 4 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2313-2322

melakukan penekanan secara dari peneliti ketidakstabilan gula


melingkar berlawanan arah jarum darah yang dialami oleh pasien
jam selama 3 menit pada pada disebabkan oleh manajemen diit
tengah telapak kaki secara mandiri yang kurang baik.
bergantian.
Laporan Pengkajian Diagnostik
Berdasarkan pengkajian yang
HASIL PENELITIAN telah dilakukan pada pasien
Laporan Kasus didapatkan beberapa masalah
Pengkajian dan pengumpulan keperawatan yaitu defisit
data dimulai pada tanggal 21 Juni pengetahuan berhubungan dengan
2023 pukul 09.00 WIB di bangsal kurang terpapar informasi tentang
kultura nomor 602B dengan pentingnya diit DM dan
wawancara kepada pasien dan ketidakstabilan kadar glukosa darah
keluarga yang mengetahui keadaan berhubungan dengan resistensi
pasien. Karakteristik dan gambaran insulin. Implementasi yang
subjek penelitian yaitu pasien dilakukan untuk mengatasi masalah
berusia 31 tahun, dengan tingkat keperawatan defisit pengetahuan
pendidikan terakhir yaitu SMA. berhubungan dengan kurang
Pasien mengatakan telah di terpapar informasi tentang
diagnosis DM dan hipertensi sejak pentingnya diit DM yaitu dengan
tahun 2020, namun pasien baru di memberikan Diabetes Self
diagnosis acute kidney injury (AKI) Management Education (DSME) yang
saat dirawat inap di RS UNS pada diberikan selama 30 menit pada
tanggal 21 Juni 2023. Keluhan utama tanggal 21 Juni 2023 pukul 16.00
yang dirasakan pasien adalah lemas WIB. Implementasi yang dilakukan
yang semakin memberat sejak untuk mengatasi masalah
seminggu yang lalu. Sedangkan keperawatan ketidakstabilan kadar
keluhan lainnya yaitu badan terasa glukosa darah berhubungan dengan
panas sejak 3 hari lalu, sering resistensi insulin adalah dengan
terbangun malam hari untuk buang pemberian terapi pijat akupresur
air kecil, nyeri punggung bagian yang diberikan selama 3 hari
bawah, dan bengkak di kedua berturut-turut dimulai pada tanggal
tungkai. 21 hingga 23 Juni 2023 dengan
Hasil analisa data didapatkan frekuensi 1 kali sehari selama 30
tekanan darah 148/96 mmHg, menit setiap terapi.
denyut nadi 94 x/menit, pernapasan
20 x/menit, suhu 37,60C, dan Laporan Hasil Penerapan
saturasi oksigen 99%. Setelah Penerapan DSME yang telah
dilakukan pengecekan kadar gula diberikan pada pasien selama 30
darah, didapatkan hasil kadar gula menit tanggal 21 Juni 2023 pukul
darah pasien yaitu 245 mg/dL. 16.00 WIB didapatkan hasil
Pasien dan keluarga mengatakan hal bahwasanya pasien mengatakan
tersebut terjadi karena paham dengan penjelasan perawat
ketidakpatuhan pasien dalam tentang pentingnya diit DM yang
menjalankan diit DM, dengan alasan dianjurkan dan pasien akan lebih
tidak terlalu menyukai makanan diit patuh untuk kedepannya. Pasien
yang disarankan. Pasien menyukai dapat menyebutkan beberapa
makanan dan minuman yang manis, makanan dan minuman yang
hampir setiap hari pasien selalu dianjurkan dan yang tidak
menyeduh teh manis hangat sejak diperbolehkan untuk dikonsumsi.
sebulan yang lalu. Menurut asumsi Sedangkan penerapan terapi pijat

2317
Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2024 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 4 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2313-2322

akupresur pada pasien yang mengurangi kadar gula darah


diberikan selama 3 hari pada tanggal didapatkan hasil sebagai berikut:
21 hingga 23 Juni 2023 untuk

Tabel 1. Hasil Pengukuran Kadar Gula Darah setelah diberikan Terapi Pijat
Akupresur

Hari/
No. Implementasi Kadar Glukosa Darah setelah
Tanggal, Jam
Terapi
Rabu, 21 Juni 2023 Terapi pijat
1. 235 gr/dL
Pukul 20.00 WIB akupresur
Kamis, 22 Juni Terapi pijat
2. 2023 akupresur 205 gr/dL
Pukul 10.00 WIB
Jumat, 23 Juni Terapi pijat
3. 2023 akupresur 169 gr/dL
Pukul 10.00 WIB

Pada hari pertama sebelum mulai memberikan terapi pijat


dilakukan tindakan implementasi akupresur 3 hari berturut-turut
terapi pijat akupresur pada pasien selama 30 menit. Hasil evaluasi
dilakukan pengukuran kadar glukosa didapatkan setelah 3 hari melakukan
dalam darah tanggal 21 Juni 2023 terapi pijat akupresur kadar gula
pukul 09.00 WIB dan didapatkan darah pasien menurun dari 245
hasil 245 gr/dL, kemudian peneliti mg/dL menjadi 169 gr/dL.

PEMBAHASAN
Pengaruh Diabetes Self dengan kurang terpapar informasi.
Management Education (DSME) Oleh karena itu DSME merupakan
terhadap Tingkat Pengetahuan salah satu intervensi yang tepat
Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 untuk dilakukan yang bertujuan
Diabetes Self Management untuk mengubah gaya hidup pasien
Education (DSME) merupakan agar patuh dalam menjalani diit DM
serangkaian intervensi khusus untuk yang disarankan.
membantu pasien diabetes dalam Implementasi Diabetes Self
merubah gaya hidupnya sehingga Management Education (DSME)
menjadi patuh dalam manajemen dilakukan dengan menggunakan
perawatan diri. Pengetahuan yang media leaflet. Media leaflet ini
kurang menyebabkan penyandang dipilih untuk memudahkan pasien
diabetes melitus tidak menyadari dalam memahami informasi yang
akibat dan dampak diabetes melitus disampaikan, leaflet disusun secara
seperti munculnya komplikasi sistematis dan terstruktur dengan
(Purwanti et al., 2023). Pada studi tujuan agar peserta dapat belajar
kasus yang dilakukan pada pasien, dengan mandiri, selain itu dalam
didapatkan data bahwasanya pasien leaflet juga dilengkapi gambar-
masih sering konsumsi minuman gambar dengan warna yang menarik
manis selama sebulan terakhir, sehingga seseorang tidak mudah
sehingga salah satu diagnosa yang bosan ketika membacanya (Sitohang
ditegakkan pada pasien adalah & Adella, 2020).
defisit pengetahuan berhubungan

2318
Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2024 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 4 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2313-2322

Setelah dilakukan DSME pada peningkatan pengetahuan tersebut


pasien selama 30 menit didapatkan menunjukkan dampak positif dalam
data subjektif bahwasanya pasien upaya peningkatan derajat
mengatakan paham dengan kesehatan pasien diabetes melitus.
penjelasan yang disampaikan dan Pemberian Diabetes Self
akan lebih patuh dalam menjalani Management Education menekankan
diit DM demi kesehatannya. Data pada upaya promotif dan preventif
objektif yang didapatkan yaitu dalam pencegahan komplikasi.
pasien terlihat paham dan dapat Pemberian edukasi merupakan salah
menjelaskan kembali apa yang satu intervensi utama keberhasilan
sebelumnya sudah dijelaskan oleh dalam pengelolaan DM. Adanya
perawat. pemberian Diabetes Self
Diabetes Self Management Management Education dapat
Education (DSME) yang diberikan meningkatkan kemampuan pasien
pada pasien diabetes melitus dapat dalam melakukan perawatan diri
meningkatkan pengetahuan, self melalui proses pembelajaran yang
efficacy, dan sikap penderita DM terstruktur dengan menekankan
tipe 2, hal ini dikarenakan DSME aspek pengetahuan, perilaku dan
merupakan suatu proses pemberian sikap diabetesi secara simultan.
pendidikan kesehatan tentang Intervensi ini dapat membuat
strategi perawatan diri secara penderita DM mandiri dalam
mandiri untuk mengoptimalkan melakukan perencanaan terhadap
kontrol metabolik, mencegah diet, memonitor kadar glukosa
komplikasi, dan meningkatkan darah, olahraga, istirahat, serta
kualitas hidup pasien dengan mengelola stress dengan baik.
diabetes melitus. Hal ini Dengan demikian, pendidikan
membuktikan bahwa pengetahuan kesehatan dapat meningkatkan
sangat penting bagi seseorang untuk kemampuan seseorang untuk
dapat merubah perilaku serta meningkatkan kognitif, keahlian,
meningkatkan derajat kesehatannya dan sikap dalam melakuakan
(Lengga et al., 2023). perawatan diri penderita DM.
Hasil dari penelitian ini sejalan
dengan penelitian yang dilakukan Pengaruh Terapi Pijat Akupresur
oleh Simbolon et al., (2020) yang terhadap Penurunan Kadar Glukosa
menyatakan bahwa hasil analisis Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe
statistik uji wilcoxon rank test yang 2
didapatkan pada pre post test Terapi pijat akupresur
kelompok perlakuan dan kelompok merupakan salah satu terapi
kontrol yaitu pengetahuan dari komplementer berupa fisioterapi
(p=0,000) menjadi (p=0,317), dengan pemijatan dan stimulasi
sehingga dapat diketahui bahwa terhadap beberapa titik khusus pada
Diabetes Self Management tubuh. Terapi ini sangat mudah dan
Education (DSME) dapat tanpa memerlukan alat khusus
meningkatkan pengetahuan, sikap, sehingga bisa dilakukan secara
dan self efficacy penderita DM tipe mandiri oleh masyarakat. Pada studi
2. Penelitian Lengga et al., (2023) kasus yang dilakukan pada pasien,
juga menunjukan hasil yang sama, didapatkan data bahwa kadar
bahwa setelah diberikan edukasi glukosa darah pasien adalah 245
DSME dengan durasi waktu 30 menit mg/dL sehingga diagnosa yang
secara langsung menggunakan media ditegakkan adalah ketidakstabilan
leaflet tingkat pengetahuan pasien kadar glukosa darah berhubungan
meningkat (p value = 0,000). Adanya dengan resistensi insulin. Salah satu

2319
Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2024 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 4 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2313-2322

intervensi keperawatan yang dapat akupresur efektif untuk menurunkan


diberikan untuk mengatasi masalah kadar glukosa darah, sehingga dapat
tersebut adalah terapi pijat dijadikan sebagai rekomendasi
akupresur. alternatif intervensi keperawatan
Fokus intervensi pijat non farmakologis dalam menurunkan
akupresur ini adalah untuk kadar glukosa darah pasien diabetes
menurunkan kadar gula darah pasien melitus tipe 2.
diabetes melitus. Setelah dilakukan
tindakan selama 3 hari didapatkan
hasil yaitu kadar gula darah pasien KESIMPULAN
menurun dari 245 mg/dL menjadi Hasil penerapan DSME dan
169 gr/dL. Hasil tersebut juga sesuai terapi pijat akupresur dalam asuhan
dengan penelitian yang dilakukan keperawatan pada pasien diabetes
oleh Jumari et al., (2019) yang melitus tipe 2 dengan hipertensi dan
menyatakan bahwa terdapat acute kidney injury (AKI)
perbedaan yang signifikan kadar menunjukan bahwa pemberian DSME
glukosa darah antara kelompok dapat meningkatkan pengetahuan
intervensi dan kelompok kontrol (t = pasien terkait dengan diit yang
4,22; p = 0,001) setelah diberikan dianjurkan, sedangkan terapi pijat
terapi pijat akupresur selama 3 hari. akupresur dapat berdampak pada
Penelitian lain yang juga penurunan kadar glukosa darah
menunjukkan bahwa terapi pijat pasien diabetes melitus tipe 2.
akupresur mampu menurunkan kadar Berdasarkan hasil implementasi ini,
glukosa darah dilakukan oleh maka penulis menyarankan kepada
Komariah et al., (2021) dimana perawat agar dapat menerapkan
hasilnya menunjukkan bahwa terapi terapi pijat akupresur sebagai salah
pijat akupresur dalam praktik satu alternatif terapi non
kesehatan dapat mengurangi farmakologi untuk menurunkan
beberapa masalah salah satunya kadar glukosa darah pada pasien
adalah menurunkan kadar glukosa dengan diabetes melitus tipe 2.
darah pada pasien diabetes melitus
tipe 2. Akupresur bekerja pada
pankreas untuk meningkatkan DAFTAR PUSTAKA
sintesis insulin, meningkatkan salah
satu reseptor pada sel target, dan Alam, S., Hasan, M. K., Neaz, S.,
mempercepat penggunaan glukosa di Hussain, N., Hossain, M. F., &
dalam sel, sehingga hal tersebut Rahman, T. (2021). Diabetes
dapat menurunkan kadar gula yang Mellitus: Insights From
ada di darah. Epidemiology, Biochemistry,
Akupresur merupakan suatu Risk Factors, Diagnosis,
terapi yang menekankan pada Complications And
tekanan lembut pada di titik-titik Comprehensive Management.
tertentu yang disebut acupoint. Journal Diabetology, 2(2), 36–
Akupresur merangsang sistem saraf 50.
pusat (yaitu otak dan sumsum tulang Arshad, W. (2021). Pengaruh Senam
belakang) untuk melepaskan zat Dan Pendidikan Kesehatan
kimia yang mengeluarkan hormon Dalam Diabetes Self
dan mempengaruhi penyembuhan Management Education
alami tubuh, meningkatkan Terhadap Penurunan Kadar
kesehatan fisik, dan emosional Gula Darah Pasien Diabetes
(Surya & Desnita, 2019). Dengan Mellitus Tipe Ii Di Rs Sentra
demikian dapat diketahui bahwa, Medika Cibinong Tahun

2320
Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2024 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 4 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2313-2322

2022. Jurnal Ilmiah Kesehatan Antara Kadar Gula Darah


Medika Drg. Suherman, 3(2). Dengan Tekanan Darah Pada
Dalimunthe, D. Y., Nasution, J. D., & Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii.
Harahap, S. (2016). Pengaruh Indonesian Journal Of
Diabetes Self Management Pharmacy, 4(2), 93–101.
Education (Dsme) Sebagai Jumari, J., Waluyo, A., Jumaiyah,
Model Keperawatan Berbasis W., & Natashia, D. (2019).
Keluarga Terhadap Pengaruh Akupresur Terhadap
Pengendalian Glukosa Pada Kadar Glukosa Darah Pasien
Penderita Diabetes Melitus. Diabetes Melitus Tipe 2 Di
Davood Bayat, Abolfazl Persadia Rs Islam Jakarta
Mohammadbeigi, Mahmoud Cempaka Putih. Journal Of
Parham, Akram Mehrandasht, Telenursing (Joting), 1(1), 38–
Mamak Hashemi, Kamran 50.
Mahlooji, M. A. (2019). The Komariah, M., Mulyana, A. M.,
Effect Of Massage On Diabetes Maulana, S., Rachmah, A. D., &
And Its Complications: A Nuraeni, F. (2021). Literature
Systematic Review. Crescent Review Terkait Manfaat Terapi
Journal Of Medical And Akupresur Dalam Mengatasi
Biological Sciences, 7(1), 22– Berbagai Masalah Kesehatan.
28. Medika Hutama, 02(04), 1223–
Elhapidi, N. Z., Kalew, A. K., 1230.
Darmadji, E. G., Pake, I. A. R., Lengga, V. M., Mulyati, T., &
& Regina, S. (2023). Risk Mariam, S. R. (2023). Pengaruh
Prediction Acute Kidney Injury Diabetes Self Management
Pada Pasien Sepsis. Hjp : Education (Dsme) Terhadap
Health Information Jurnal Tingkat Pengetahuan Penyakit
Penelitian, 15(2), 890–915. Diabetes Melitus Pada Pasien
Hajiri, F., Pujiastuti, S. E., & Diabetes Melitus. Jurnal
Siswanto, J. (2019). Terapi Penelitian Perawat
Murottal Dengan Akupresur Profesional, 5(1), 103–112.
Terhadap Tingkat Kecemasan Mahfudzoh, B. S., Yunus, M., &
Dan Kadar Gula Darah Pada Ratih, S. P. (2019). Hubungan
PasienDenganPenyakit Jantung Antara Faktor Risiko Diabetes
Koroner. Jurnal Keperawatan Melitus Yang Dapat Diubah
Silampari, 2(2), 146–159. Dengan Kejadian Dm Tipe 2 Di
Hananto, S. Y., Putri, S. T., & Puskesmas Janti Kota Malang.
Puspita, A. P. W. (2022). Studi Sport Science And Health,
Kasus : Penatalaksanaan 1(1), 59–71.
Diabetes Self Management Mujabi, M. F., & Yuniartika, W.
Education (Dsme) Terhadap (2018). Hubungan Kadar Gula
Kadar Glukosa Darah Pada Darah Dengan Tingkat Depresi
Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Dan Aktifitas Fisik Pada
Jurnal Keperawatan, 20(4), Penderita Diabetes Mellitus.
128–137. Jurnal Berita Ilmu
Ismail, M. H., & Yulian, V. (2019). Keperawatan, 11(2), 73–83.
Pengaruh Dukungan Kelompok Nuriya, N., & Taufik, A. (2022).
Terhadap Kualitas Hidup Acupressure As A Stability Of
Penderita Diabetes Melitus. Blood Sugar In Patients With
Jurnal Berita Ilmu Type Ii Diabetes Mellitus: A
Keperawatan, 12(2), 51–58. Literature Review.
Julianti, I. M. D. (2021). Hubungan International Journal Of

2321
Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2024 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 4 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2313-2322

Biomedical Nursing Review, Rosarlian, R. (2022). Pengaruh


1(1), 19–25. Diabetes Self-Management
Purwanti, O.S. (2020). Peningkatan Education (Dsme) Terhadap
Pengetahuan Anggota Pengetahuan, Sikap Dan Kadar
Posyandu Lanjut Usia Pinilih Gula Darah Penderita Diabetes
Gumpang Tentang Komplikasi Melitus Tipe 2 Di Wilayah
Luka Kaki Pada Penderita Kerja Puskesmas Kaledupa=
Diabetes. Jurpikat (Jurnal The Effect Of Diabetes Self-
Pengabdian Kepada Management Education (Dsme)
Masyarakat), 1(3), 225–233. On Knowledge, Attitude And
Orbanida, F. N., Wurjanto, M. A., Blood Sugar Levels Of Type 2
Udijono, A., & Setyawan, H. Diabetes Mellitus In The
(2021). Systematic Review Working Area Of Kaledupa
Hubungan Antara Kepatuhan HealthCenter (DoctoralDissert
Pengobatan Oral Antidiabetes ation,Universitas Hasanuddin).
Dan Gagal Ginjal Penderita Sari, N. M. C. C., Sagitarini, P. N., &
Diabetes Mellitus. Jurnal Sanjana, I. W. E. (2022). The
Kesehatan Masyarakat Effectiveness Of Providing
(Undip), 9(6), 755–759. Audiovisual-Based Diabetes
Https://[Link]/10.14710/Jk Self Management Education
m.V9i6.31348 (Dsme) Interventions On
Purwanti, O. S., Istiningrum, A. I., & Diabetes Self-Care Knowledge
Fathurozaq Wibowo, S. (2023). And Skills. Jurnal
Peningkatan Pengetahuan Kesehatan, 11(2), 100-106.
Penyandang Diabetes Melitus Shabrina, S. A., Saftarina, F., &
Dalam Penanganan Neuropati. Pramesona, B. A. (2022).
Agustus, 7(4), 3831–3842. Faktor Risiko Penyakit Ginjal
Rayhan, M., & Joe, J. (2021). Kronik Pada Pasien Diabetes
Hubungan Kontrol Glikemik Risk Factors For Chronic Kidney
Preoperatif Dan Gangguan Disease In Diabetic Patients.
Ginjal Akut Pasca Coronary Jurnal Kedokteran Unila, 6,
Arterial Bypass Grafting Pada 58–62.
Pasien Diabetes Mellitus. Ijcnp Simbolon, M. A., Kurniawati, N. D.,
(Indonesian Journal Of Clinical & Harmayetty, H. (2020).
Nutrition Physician), 4(1), 63– Daiabetes Self Management
[Link]://[Link]/10.54773/ Education(Dsme)Meningkatkan
Ijcnp.V4i1.63 Pengetahuan, Sikap, Dan Self
Rumondang, S., Sedli, B. P., & Efficacy Penderita Diabetes
Umboh, O. R. H. (2022). Melitus Tipe 2. Indonesian
Pengaruh Inflamasi Mikro Journal Of Community Health
Terhadap Penyakit Ginjal Pada Nursing, 4(2), 60.
Pasien Diabetes Melitus Tipe-2. Sitohang, N. A., & Adella, C. A.
Medical Scope Journal, 4(1), (2020). Pengaruh Pendidikan
40–47. Kesehatan Terhadap
Safitri, L., & Rosyid, F. N. (2018). Pengetahuan Dan Sikap Siswa
Hubungan Nilai Ankle Brachial Smp Dharma Pancasila Tentang
Index Dengan Kualitas Hidup Manajemen Kesehatan
Penderita Diabetes Melitus Menstruasi. Jurnal Riset Hesti
Tipe 2. Jurnal Berita Ilmu Medan Akper Kesdam I/Bb
Keperawatan, 11(2), 51–56. Medan, 4(2), 126.

2322

Anda mungkin juga menyukai