Anda di halaman 1dari 12

TUGAS PERBAIKAN NILAI

STATISTIKA INDUSTRI











Oleh :
Muhammad Fikri 116101094
(SI-34-03)


JURUSAN SISTEM INFORMASI
FAKULTAS REKAYASA INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM
BANDUNG
2012
1. Dikatakan bahwa obat A dapat menyembuhkan pilek dalam tempo lima hari. Percobaan
terhadap 158 orang yang pilek telah dilakukan. Setengahnya diberi obat A dan sisanya diberi
obat gula. Pada akhir hari kelima sejak pengobatan dimulai, hasilnya dicatat dan diberikan
dalam daftar berikut.


Sembuh Bertambah
payah
Tidak
berubah
Obat A 54 10 15
Obat gula 48 12 19

Ujilah hipotesis bahwa obat A dan obat gula menghasilkan reaksi yang sama.



=0.1

uan tiuak uiketahui


H
0
: Q
B
-Q
A
=10

H
1
: Q
B
-Q
A
>10








daerah kritis t >1,415


t
1,416 0,215

Keputusan : terima



2. Pengalaman menunjukan bahwa waktu yang diperlukan murid kelas 3 SMA untuk
menyelesaikan suatu ujian baku merupakan suatu peubah acak normal dengan simpangan
baku 6 menit. Ujilah hipotesis bahwa W = 6 lawan tandingan bahwa W < 6 bila sampel acak
20 murid SMA kelas 3 mempunyai simpangan baku s = 4,51. Gunakan taraf keberartian
0,05.
Jawab :
1. H
0 :
W

=
36.
2. H
1 :
W


< 36.
3. = 0,05.
4. Daerah kritis G
2
< 30,144; v = 19
5. Perhitungan

= 20,34 , = 20
G
2
=

= 10,735
6. Keputusan : Karena hasil perhitungan G
2
= 10,735 dengan derajat kebebasan 19
dan dapat kita lihat bahwa hasil tersebut masuk di dalam daerah kritis yaitu G
2
<
30,144. Maka H
0
dapat ditolak.



3. Data masa lalu menunjukan bahwa uang yang disumbangkan oleh karyawan di suatu kota
pada PMI berdistribusi normal dengan simpangan baku 1,40 ribu rupiah. Ada dugaan bahwa
sumbangan dari para pedagang pada PMI mempunyai simpangan baku 1,75 ribu rupiah.
Dapatkan disimpulkan, pada taraf keberartian 0,01, bahwa simpangan baku sumbangan dari
para pedagang lebih besar daripada para karyawan di kota tersebut?

W
1
=
W
2
=
=
Jawab :
1. H
0 :


2. H
1 :
W
1 <
W
2

3. = 0,01
4. Daerah kritis :
f
0,01
(11,9) = 3,11
Jadi, hipotesis nol ditolak bila f < 0,43 atau f > 3,11, untuk f =

dengan derajat
kebebasan v
1
= 9 dan v
2
= 9
5. Perhitungan

= 16,

= 25, jadi
f =

= 0,64
6. Keputusan : terima H
0
.
7. Kesimpulan : tidak cukup kenyataan untuk menyatakan bahwa variansinya berbeda.

4. Suhu udara di kota B selama 60 bulan terakhir mencapai simpangan baku 0,8 Celsius.
Pengamatan pada tiap tengah bulan selama satu tahun mencapai rata-rata suhu (dalam
Celsius): 28,4 30,7 30,2 29,4 29,9 31,2 27,9 29,8 30,9 29,2 28 30,2.
Tentukanlah apakah variabilitas suhu udara berubah atau tidak jika dibandingkan dengan
selama 60 bulan terakhir tersebut. Ambil taraf nyata 0,05.
Jawab :
1. H
0 :
W

=
0,64.
2. H
1 :
W


0,64.
3. = 0,05. Karena dwisisi jadi = 0,025
4. Daerah kritis G
2
> 21,920 & G
2
< 21,920 dengan derajat kebebasan v = 11
5. Perhitungan

= 1,114 , = 12
G
2
=

= 19,6
6. Keputusan : Karena hasil perhitungan G
2
= 19,6 dengan derajat kebebasan 11 dan dapat
kita lihat bahwa hasil tersebut masuk di dalam daerah yang diterima yaitu -21,920 < G
2
<
21,920. Maka H
0
dapat diterima.

5. Sepuluh orang pasien melakukan diet. Dan sesudahnya ditimbang untuk mengeathui
apakah diet itu berhasil ayau tidak. Hasilnya (dalam kg) sebagai berikut.
Asumsi apa yang harus diambil mengenai distribusi berat badan?
Pasien Berat Sebelum Diet Berat sesudah diet
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
78,3
84,7
77,4
95,6
82,0
69,4
79,7
85,6
92,8
99,2
77,4
83,2
75,7
92,4
80,2
68,1
76,9
83,9
90,4
95,2

Ujilah terlebih dahulu apakah simpangan baku berat badan sebelum dan sesudah diet sama
besar?
Dapatkah disimpulkan bahwa diet yang telah dilakukan itu berhasil?
Jawab :

= 0

0
= 0,1


= 84,47


= 82,34


= 755,58 / 9
= 83,95


= 640,164 / 9
= 71,13
daerah kritis :


( 9,9 ) = 3,18

(9,9) =


Jadi, hipotesis nol ditolak bila atau , untuk

dengan derajat
kebebasan

dan


Perhitungan :


Keputusan : terima H
0.
Kesimpulan : diet tidak berhasil, karena berat badan sebelum dan sesudah sama.
6. diketahui :




Dengan uji bartlett maka diperoleh daerah kritis B>5,991
Kota Ukuran Sampel
j
Y
ij

j
Y
ij
2

I
II
III
100
100
100
475,0
526,5
507,5
5.001,25
5.948,50
5.678,25
Jawab :


log

log


log log log log




jadi


keputusan : terima hipotesis
kesimpulan : varians pendapatan pegawai itu sama besar.

7. Lakukan uji model regresi pada soal no.1 Buku Ajar Hal. 145
Jawab :
x = 4122 y = 1950 x
i
y
i
= 228412
x
i
2 =
480262 y
i
2
= 111892
= 114,5 = 54,17
b = 0,62
a = -16,82
Sxx = x
i
2
n( )
2
= 480262 36.

8293
Sxy = x
i
y
i
n( )= 228412 36.114,5.54,17 = 5123,26
Syy = y
i
2
n()
2
= 111892 36.

= 6254
SSR = b
2
Sxx =

.8293 = 3187,83
SSE = Syy SSR = 6254 3187,83 = 3066,17
y Hipotesis
H
0
: = 0
H
1
: 0
= 0.05
y Tabel Anaysis of Variance
KomponenRegresi SS df MS F
hitung
Regresi 3187,83 1 3187,83 35,35
Error 3066,17 34 90,18
Total 6254 35
y Pengambilan Keputusan
F tabel = F
(0.05;1,34)
= 4,11
Karena Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak
y Kesimpulan:Model Regresi linier sesuai

8. Dua jenis alat untuk mengukur kadar sulfur monoksida di udara hendak dibandingkan.
Berikut ini diberikan hasil pencatatan oleh kedua alat tersebut selama periode 2 minggu:

H
a
r
i
Sulfur monoksida

Tanda
Alat A Alat B
1 26.46 25.41 1,05 +
2 17.46 22.53 -5,07 -
3 16.32 16.32 0 0
4 20.19 27.48 -7,29 -
5 19.84 24.97 -5,13 -
6 20.65 21.77 -1,12 -
7 28.21 28.17 0.04 +
8 33.94 32.02 1,92 +
9 29.32 28.96 0,36 +
1
0
19.85 20.45
-0,6 -
1
1
28.35 23.67
4,68 +
1
2
22.78 18.96
3,82 +
1
3
21.64 19.88
1,76 +
1
4
18.93 23.44
-4,51 -

Dengan menggunakan hampiran normal, kerjakan uji tanda untuk menentukan apakah
kedua alat itu memberikan hasil yang berbeda. Gunakan taraf nyata 0.01.
jawab:
y

0
y

0
y Buang selisih 0, sehingga n = 13.
x = 7.
y Daerah kritis

Z > 0,496
y



y Keputusan : Karena

, maka tolak Ho
Kesimpulan : Maka, dapat disimpulkan bahwa kedua alat itu tidak memberikan
hasil yang berbeda



9. Analisislah data pada soal 2 dengan menggunakan uji peringkat-bertanda Wilcoxon.
jawab:
Hari
Sulfur monoksida
Alat A Rank Alat B Rank
1 26.46 19 25.41 18
2 17.46 3 22.53 14
3 16.32 1,5 16.32 1,5
4 20.19 9 27.48 20
5 19.84 6 24.97 17
6 20.65 11 21.77 13
7 28.21 22 28.17 21
8 33.94 27 32.02 26
9 29.32 25 28.96 24
10 19.85 7 20.45 10
11 28.35 23 23.67 17
12 22.78 15 18.96 5
13 21.64 12 19.88 8
14 18.93 4 23.44 16

W
1
= 19 + 1,5 + 9 + 6 + 11 + 22 + 27 + 25 + 7 + 23 + 15 + 12 + 4 = 183

W1 =


Nilai kritis U < 16
y U
1
= W
1
-

= 183

= 78
y U
2
= W
2
-

= 223


y Karena U1 < U2, maka ambil U = 78.
y Keputusan : Terima


y Kesimpulan : Kedua alat memberikan hasil yang berbeda
10. Bobot badan, dalam kilogram, sepuluh orang sebelum dan sesudah berhenti merokok
tercatat sebagai berikut:
BB sebelum 58 60 62 69 70 64 76 72 66 75
Ranking 2,5 4,5 7 14,5 15,33 8,5 20 18 11 19
BB setelah 60 55 58 65 69 64 70 67 61 70
Ranking 4,5 1 2,5 10 14,5 8,5 15,33 12 6 15,33

Gunakan uji peringkat-bertanda Wilcoxon untuk menguji hipotesis, pada taraf nyata 0.05,
bahwa berhenti merokok tidak dapat berpengaruh pada bobot badan seseorang, lawan
alternatifnya bahwa bobot badan seseorang akan bertambah bila ia berhenti merokok.

W
1
= 2,5+4,5+7+14,5+15,33+8,5+20+18+11+19 = 120,33

W1 =


Nilai kritis U < 23
y U
1
= W
1
-

= 120,33

= 65,33
y U
2
= W
2
-

= 223


y Karena U1 < U2, maka ambil U = 65,33
y Keputusan : Terima


y Kesimpulan : Kedua alat memberikan hasil yang berbeda