Anda di halaman 1dari 9

TEORI HUKUM

I. Pengertian Dan Ciri-Ciri Teori Hukum Pada hakikatnya teori menjelaskan suatu fenomena atau merupakan proses atau produk atau aktivitas atau merupakan suatu sistem (Fred N Kerlinger, 1990: 14-15)1. Dunia ilmu, teori menempati kedudukan yang penting. Ada dua manfaat teori2, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis teori adalah sebagai alat dalam menganalisis dan mengkaji penelitian-penelitian yang akan dikembangkan oleh para ahli, baik itu yang dilakukan dalam penelitian disertasi, penelitian hibah bersaing, penelitian hibah kompetensi, dan lainnya. Manfaat praktis teori adalah sebagai alat atau instrumen dalam mengkaji dan menganalisis sebuah fenomenafonemena yang timbul dan berkembang dalam masyarakat, bangsa dan negara. Teori dapat memberikan sarana kepada kita untuk merangkum serta memahami masalah yang kita bicarakan secara lebih baik. Teori memberikan penjelasan dengan cara mengorganisasikan dan mensistematisasikan masalah yang dibicarakan. 3Ada keragu-raguan dari para akademis tentang tempat dari disiplin teori hukum dengan filsafat hukum, ilmu hukum, hukum normatif dan hukum positif. Ada yang menyamakan teori hukum dengan filsafat hukum.4 Banyak pendapat tentang apa yang dimaksud dengan disiplin teori hukum. Memperhatikan pendapat para ahli, rumusan tentang disiplin teori hukum sebagai berikut. 5 a. Teori hukum sama penegrtiannya dengan filsafat hukum b. Teori hukum berbeda pengertiannya dengan filsafat hukum c. Teori hukum bersinonim dengan ilmu hukum Penjelasan diatas, Lili Rasjidi dan Ira Thania Rashidi mencoba membedakan antara teori hukum dengan filsafat hukum. Teori hukum

Salim H, Perkembangan Teori dalam Ilmu Hukum, PT Rajagrafindo Persada,2009. Hlm.1 Ibid. 3 RahardjoSatjipto, Ilmu hukum, Bandung: Alumni 2000, hlm.253 4 Fuady Munir. Dinamika Teori Hukum, Bogor: Ghalia Indah Indonesia, 2010, hlm.1 5 Rasjidi Lili dan Ira Thania Rasjidi, Dasar-Dasar Filsafat dan Teori Hukum, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2004, hlm.11

adalah ilmu yang mempelajari pengertian-pengertian pokok dan sistem dari hukum. Pengertian-pengertian pokok seperti itu misalnya subyek hukum, perbuatan hukum, dan lain-lain yag memiliki pengertian yang bersifat umum dan teknis. Pengertian-pengertian pokok ini sangat penting supaya dapat memahami sistem hukum pada umumnya maupun pada sistem hukum positif.6 Kemudian Lili Rasjidi dan Ira Thania menjelaskan bahwa teori hukum merefleksikan obyek dan metode dari berbagai bentuk ilmu hukum. 7 Pendapat Kelsen teori hukum yang dimaksud adalah teori hukum murni disebut sebagai teori hukum positif. Teori hukum murni hanya menjelaskan hukum dan berupaya membersihkan obyek penjelasan dari segala hal yang tidak bersangkut paut dengan hukum sebagai teori, ia menjelaskan apa itu hukum dan bagaimana ia ada.8Pandangan besar mengenai teori hukum yang bertolak belakang namun ada dalam satu realitas, sperti ungkapan gambaran sebuah mata uang yang memiliki dua belah bagian yang berbeda. Pertama, pandangan yang didukung oleh tiga argument yaitu pandangan bahwa hukum sebagai suatu sistem yang pada prinsipnya dapat diprediksi dari pengetahuan yang akurat tentang kondisi sistem itu sekarang, perilaku sistem ditentukan oleh bagian-bagian yang terkecil dari sistem itu dan teori hukum mampu menjelaskan persoalannya sebagaimana adanya tanpa berkaitan dengan orang (pengamat). Hal ini membawa kita kepada pandangan bahwa teori hukum itu deterministik, reduksionis, dan realistik. Kedua, pandangan yang menyatakan bahwa hukum bukanlah sebagai suatu sistem yang teratur tetap merupakan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan ketidakberturan, tidak dapat diramalkan dan hukum sangat dipengaruhi oleh (persepsi orang atau pengamat dalam memaknai hukum tersebut). Pandangan ini banyak dikemukan oleh mereka yang beraliran sosiologis dan post-modernis, dimana mereka memandang bahwa pada setiap waktu

Ibid,hlm. 36 Ibid, hlm.162 8 Kelsen Hans, Teori Hukum Murni. Bandung: Nusa Media dan Nuansa .cet III, Pengantar Teori Hukum Murni. Bandung: Nusa Media, 2010, hlm.1

mengalami perubahan, baik kecil maupun besar, evolutif maupun revolusioner.9 Teori hukum tidak hanya menjelaskan apa itu hukum sampai pada halhal yang konkret tetapi pada persoalan yang mendasar dari hukum. Radbruch yang dikutip Sajipto Rahardjo menjelaskan bahwa tugas teori hukum adalah membuat jelas nilai-nilai oleh postulat-postulat hukum sampai kepada penjelasan filosofis yang tertinggi. Teori hukum akan mempertanyakan hal-hal seperti; mengapa hukum berlaku, apa dasar kekuatan yang mengikatnya, apa yang menjadi tujuan hukum bagaimana hukum dipahami, apahubunganya dengan individu dengan masyarakat, apa yang seharusnya dilakukan oleh hukum, apakah keadilan itu, dan bagaimana hukum yang adil.10 Teori hukum merupakan kelanjutan dari usaha untuk mempelajari hukum positif. Teori hukum menggunakan hukum positif sebagai bahan kajian dengan telaah filosofis sebagai salah satu sarana bantuan untuk menjelaskan tentang hukum. Teori hukum sudah dipelajari sejak zaman dahulu, para ahli hukum Yunani maupun Romawi. Sebelum abad kesembilanbelas, teori hukum merupakan produk sampingan yang terpenting dari filsafat agama, etika atau politik. Para ahli fikir hukum terbesar pada awalnya adalah ahli-ahli filsafat, ahli-ahli agama, ahli-ahli politik. Perubahan terpenting filsafat hukum dari para pakar filsafat atau ahli politik ke filsafat hukum dari para ahli, barulah terjadi pada akhir-akhir ini, yaitu setelah adanya perkembangan hebat dalam penelitian, studi teknik dan penelitian hukum. Teori-teori hukum modern dibahas dalam bahasa dan sistem pemikiran para ahli hukum sendiri. Perbedaannya terletak dari metode dan penekanannya. Teori hukum para ahli hukum modern seperti teori hukum para filosofi ajaran skolastik, didasarkan atas keyakinan tertinggi yang ilhamnya datang dari luar bidang hukum itu sendiri.11

Salman S Otje, dan Anthon F. Susanto, Teori Hukum, Mengingat, Mengumpulkan dan Membuka Kembali. Bandung: Refika Aditama, 2004, hlm 46-47 10 Rahardjo Satjipto Op.Cit, hlm254 11 Alan Banjarnahor. Teori Hukum. http://tubiwityu.typepad.com/blog/2010/02/teorihukum.html akses tgl 24 Okt 2011 jam 18.00 WIB

Teori hukum menurut Brugging mengatakan bahwa teori hukum merupakan keseluruhan yang saling berkaitan berkenaan dengan sistem konseptual aturan-aturan hukum dan putusan hukum, dan sistem tersebut untuk sebagian penting dipositifkan12. Pengertian ini mempunyai makna ganda, yakni definisi teori sebagai produk dan proses. Sedangkan menurut Jan Gissels dan Mark van Hoecke mendefinisikan teori hukum merupakan disiplin mandiri yang perkembangannya dipengaruhi dan sangat terkait dengan berikut:13 a. Teori hukum sebagai kelanjutan dari Ajaran Hukum Umum memliki objek disiplin mandiri, diantara dogmatik hukum di satu sisi dan filsafat hukum di sisi lain. Dewasa ini teori hukum diakui sebagai disiplin ketiga disamping untuk melengkapi filsafat hukum dan dogmatik hukum, masing-masing memiliki wilayah dan nilai-nilai sendiri. b. Teori hukum dipandang sebagi ilmu a-normatif yang bebas nilai, yang membedakan dengan disiplin lain. Friedmann, mengatakan bahwa disiplin teori hukum tidak mendapatkan tempat sebagi ilmu yang mandiri, maka disiplin teori hukum tidak mendaptakan tempat sebagai ilmu yang mandiri, maka disiplin teori hukum harus mendapatkan tempat di dalam disiplin ilmu hukum secara mandiri.14 Ada lagi yang mengatakan bahwa teori hukum itu adalah teori teori tentang tertib manusia, karena ia memberi jawanb tentang apa itu hukum secara berbeda yang strategik bagi tertib baginya, yang mewarnai teori hukum.15 Untuk dapat memahami apa yang disebut teori hukum, terdapat beberapa model pendekatan yang dapat dilakukan, dimana dapat menggunakan salah ajaran hukum umum. Mereka memandang bahwa ada

kesinambungan antara Ajaran Hukum Umum dalam dua aspek sebagai

12 13

HS Salim Op cit, hlm. 53 Salman S Otje, dan Anthon F. Susanto Op.cit, hlm. 54-55 14 Friedmann W, Teori dan Filsafat Hukum. Susunan I. Telaah Kritis Atas Teori Hukum. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1990, hlm.1 15 L. Tanya Bernard, Yoan N. Simanjuntak, dan Markus Y. Hage.. Teoi Hukum. Strategi Tertib Manusia Lintas Ruang dan Generasi. Yogyakarta: Genta Publishing, 2010, hlm.7

satu saja ataupun beberapa pendekatan sekaligus. Adapun pendekatanpendekatan terhadap disiplin teori hukum adalah sebagai berikut:16 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pendekatan yang menafikan disiplin teori hukum Pendekatan sorotan disiplin lain ke bidang hukum Pendekatan teori hukum hakekat Pendekatan teori hukum substantif Pendekatan teori hukum nonpraktis Pendekatan teori sejarah hukum Pendekatan teori aliran hukum Pendektan teori tradisi hukum Pendekatan nasionalisme hukum

10. Pendekatan secara fungsional 11. Pendektan terstruktur Pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa teori hukum mepunyai ciriciri sebagai berikut : 1. Teori hukum membuat jelas nilai-nilai oleh postulat-postulat hukum sampai kepada penjelasan filosofis yang tertinggi 2. Teori hukum merupakan salah satu disiplin dalam ilmu hukum yang menjawab pertanyaan apa itu hukum 3. Teori hukum merefleksikan objek dan metode dari berbagai bentuk ilmu hukum 4. Disiplin teori hukum mempunyai beberapa modal pendekatanpendekatan untuk mengetahui makna dari teori hukum tersebut 5. Mempunyai dua penegertian besar dari dua pandangan yang berbeda

II. Kebenaran Teoritik Dan Kebenaran Hukum Kebenaran teoritik dan kebebaran hukum berkaitan dengan banyaknya teori-teori hukum dengan berbagai alirannya. Kebenaran teoritik merupakan dari hasil ujian dalam sintesa-sintesa yang sudah dibuat dalam teori tersebut. Teori dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pendapat yang dikemukan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa; asas dan hukum
16

Fuady Munir, Op.cit, hlm. 1-8

umum yang menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu penegetahuan; pendapat, cara dan aturan untuk melakukan status. Teoretik atau teoretis adalah berdasarkan pada teori, mengenai atau menurut teori. Arti kebenaran menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adlah keadaan yang sesungguhnya. Kebenaran teoritik adalah kebenaran yang sesungguhnya atau sesuatu dianggap benar dilihat dari sudut pandang pendapat para ahli. Kebenaran hukum adalah sesuatu yang dianggap benar oleh para teoritis tentang hukum berdasarkan aliran-aliran ilmu hukum yang mereka anut tentang hukum sendiri. Salah satunya adalah pandangan aliran positivis tentang hukum, menurut pandangan ini konsep hukum yang hendak diketengahkan hukum sebagai perintah manusia yang dibuat oleh badan yang berwenang. Bentuk positivisme hukum ada dua, yaitu : 1. Positivis yuridis yang berarti hukum dipandang sebagai suatu gejala tersendiri yang perlu diolah secara ilmiah. Dengan tujuan untuk pembentukan struktur rasional sistem yuridis yang berlaku. Dalam positivisme yuridis, berlaku closed logical system yang berarti bahwa peraturan direduksikan dari undang-undang yang berlaku tanpa perlu meminta bimbingan darti norma sosila, politik dan moral, denga tokoh van Jhering dan Austin. 2. Positivisme logisme bahwa hukum ditanggapi terbuka bagi kehidupan masyarakat, yang harus diselidiki melaui metode-metode alamiah.17 Pandangan ini ditentang oleh aliran-aliran hukum lain diantaranya realisme hukum. Aliran ini berpendapat bahwa hukum itu dibentuk tidak dari penguasa, melainkan berasal hukum yang hidup dan tumbuh bersama masyarakat. Hukum tidak dapat dipisahkan dari anasir-anasir sosiologisdan lebih mementingkan keadilan dalam masyarakat. III. Urgensi Teori Hukum Teori hukum merupakan ilmu disiplin tersendiri diantara dogmatik hukum dan filsafat hukum, yang mempunyai perspektif interdispliner dan eksternal secara kritis menganalisis berbagai aspek gejala hukum
17

baik

Salman S Otje, dan Anthon F. Susanto Op.cit, hlm 80-81

tersendiri maupun dalam kaitan keseluruhan, baik dalam konsepsi teoritisnya maupun dalam penerapan praktisnya, dengan tujuan untuk meperoleh pemahaman yang lebih baik dan memberikan penjelasan sejernih mungkin tentang hukum dalam kenyataan kemasyarakatan. Menjadi urgensi teori hukum adalah teori hukum yang memiliki kegunaan, diantaranya: 1. Menjelaskan hukum dengan cara menafsirkan sesuatu arti atau penegertian, sesuatu syarat atau unsur syahnya seuatu peristiwa hukum dan hirarkhi kekuatan peraturan hukum 2. Menilai suatu peristiwa hukum 3. Memprediksi tentang sesuatu yang akan terjadi Radbruch mengatakan bahwa teori hukum memiliki tugas, yaitu membikin jelas nilai-nilai serta postulat-postulat hukum sampai kepada landasan filosofisnya yang tertinggi, sedangkan Kelsen menyatakan bahwa teori hukum berfungsi mengurangi kekacauan dan kemajemukan menjadi kesatuan. Teori hukum merupakan ilmu pengetahuan mengenai hukum yang berlaku, bukan mengenai hukum yang seharusnya.18 Kegunaan lain menurut Mochtar Kusumaatmadja, teori hukum pembangunan adalah mengundang banyak atensi yang apabila dijabarkan aspek tersebut secara global antara lain: 1. Teori hukum pembangunan sampai saat ini adalah teori hukum yang diciptakan oleh orang Indonesia dengan melihat dimensi dan kultur masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu dengan tolak ukur dimensi teori hukum pembangunan tersebut lahir, tumbuh dan berkembang sesuai

dengan kondisi Indonesia. Hakikatnya jikalau diterapkan dalam aplikasinya akan sesuai dengan kondisi dan situasi msyarakat Indonesia yang pluralistik. 2. Secara dimensional, Teori Hukum Pembangunan memakai kerangka acuan pada pandangan hidup (way of live) masyarakat serta bangsa Indonesia berdasarkan asas Pancasila yang bersifat kekeluargaan maka terhadap norma, asas, lembaga dan kaidah yang terdapat dalam Teori

18

http://www.forumbebas.com/thread-11519.html jam 13.00 WIB, Selasa 25 Oktober 2011

Hukum Pembangunan tersebut relatif sudah merupakan dimensi yang meliputi struktur , kultur, substansi. 3. Pada dasarnya Teori Hukum Pembangunan memberikan dasar fungsi hukum sebagai sarana pembaharuan masyarakat (law as a tool social engeenering) dan hukum sebagai suatu sistem sngat diperlukan bagi bangsa Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang.19

IV. Sumber-sumber Teori Hukum Sumber-sumber teori hukum bersumber pada pendapat para sarjana hukum tentang hukum, dan bagaimana mereka memaknai hukum tergantung kepada aliran yang mereka anut untuk menjelaskan apa itu hukum. Dijelakan oleh Radbruch bahwa teori hukum membikin jeas nilai-nilai serta postulat-postulat jhukum sampai kepada landasan filosofisnya tertinggi,20 contohnya Hans Kelsen mengajarkan teori hukum murni, yang mengatakan bahwa teori hukum murni adalah teori hukum umum yang berusaha menjawab bagaimana hukum itu dibuat dan bukan menjawab pertanyaan bagimana hukum itu seharusnya dibuat. Ia mengatakan murni karena teori tersebut mengarahkan kognisi (pengetahuan) pada hukum itu sendiri, karena teori tersebut menghilangkan semau yang tidak menjadi obyek kognisi yang sebenarnya ditetapkan sebagai hukumtersebut, yakni dengan membebaskan ilmu hukum dari semua elemen asing.21 Karl Max yang hidup masa revolusi industri mengatakan bahwa hukum alat legitimasi dari kelas ekonnomi tertentu. Hukum hanya melayani kepentingan orang yang berpunya, maksudnya adalah pemilik modal. Teori Karl Marx yang terkenal adalah hukum ada dalam bingkai infra-struktur, supra-struktur. Infra-struktur adalah fakta hubungan-hubungan ekonomi masyarakat, sedangkan supra-

Mulyadi Lilik, Teori Hukum Pembangunan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, Sebuah Kajian Deskriptif Analitis tanpa tahun 20 Rahardjo Satjipto 21 Kelsen Hans Op.cit, hlm. 37-38

19

struktur adalah kelembagaan-kelembagaan sosial non ekonomi, seperti hukum, agama, sistem politik, corak budaya, dan sebaginya.22

22

L. Tanya Bernard, Yoan N. Simanjuntak, dan Markus Y. Hage. 2010. Teori Hukum. Strategi Tertib Manusia Lintas Ruang dan Generasi. Yogyakarta: Genta Publishing, 2010, 97-98