Anda di halaman 1dari 82

Karya Nyata JARLITBANGKES

Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI

Arah dan Kebijakan


Visi Badan Litbangkes : Sebagai lokomotif penelitian, pengawal kebijakan dan legitimator program pembangunan kesehatan. Misi Badan Litbangkes antara lain : Menghasilkan produk, prototipe & teknologi baru Menghasilkan informasi dari penelitian yang berkualitas & aplikatif (kebijakan, opsi, program) Mengembangkan sumber daya (termasuk profesi) litbangkes Menjalin kerjasama litbangkes nasional dan internasional

Ruang lingkup penelitian


Riset skala nasional
Riskesdas berbasis komunitas Riskesdas fasilitas Riskesdas khusus

Riset terobosan produk:


Diagnostik, vaksin, obat Model intervensi Formula Produk huku: legislasi Kohort standar dan model intervensi

Riskesdas
1. Riskesdas berbasis komunitas (Rikom): Peta masalah kesehatan antar kab/kota IPKM (Indeks Pembangunan Kesehatan Masy.) 2. Riskesdas berbasis fasilitas (Rifas): Peta kinerja semua Rumah Sakit & Puskesmas IKRS (Indeks Kinerja Rumah Sakit) IK Puskesmas (Indeks Kinerja Puskesmas) 3. Riskesdas khusus (Rikus): Peta pencemaran yang berdampak kesehatan IPPI (Indeks Penanggulangan Pencemaran Industri) Peta sosbud yang berdampak kesehatan

Survei Berkala
Kegiatan
Persiapan

2010
Rifas

2011
Rikus Rifas Rikom

2012
Rikom Rikus Rifas

2013
Rifas Rikom Rikus

2014
Rikus Rifas Rikom

Pelaksanaan dan Rikom Laporan Analisis Lanjut

Keterangan: Rikom: Riskesdas berbasis komunitas Rifas : Riskesdas berbasis fasilitas Rikus : Riskesdas khusus (pencemaran & sosbud thd kes)

Studi kohort
Mulai tahun 2011 Ada 2 jenis studi kohort: Studi kohort tumbuh kembang anak Studi kohort sindroma metabolik penyakit degeneratif

Balitbangkes memelihara kerangka kohort-nya, siapapun bisa mengisi substansi studi kohort

Keterlibatan Jarlitbangkes, 2011


Rifaskes (Riset Fasilitas Kesehatan) PDBK (Penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan):
Program pusat: 8 Provinsi (Aceh, NTB, NTT, Sultra, Sulteng, Sulbar, Gorontalo & Maluku) Non program: pendampingan mandoro

Saintifikasi djamoe:
Mengangkat djamoe ke pelayanan kesehatan komplementer Perlu bukti dari penelitian

IPKM
Sebagai Dasar Kebijakan Penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan
Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI

Hubungan IPM - IPKM


IPM / HDI
Ekonomi Pendidikan Kesehatan

Umur Harapan Hidup (UHH)

Diurai lebih lanjut dengan IPKM (24 indikator kesehatan)

Indikator yang masuk


Variabel Prev. balita gizi buruk dan kurang Prev. balita sangat pendek & pendek Prev. balita sangat kurus dan kurus Prevalensi balita gemuk Prevalensi diare Prevalensi pnemonia Prevalensi hipertensi Bobot 5 5 5 4 4 4 4

Indikator yang masuk


Variabel Prevalensi gangguan mental Prevalensi asma Prevalensi penyakit gigi dan mulut Prevalensi Disabilitas Prevalensi Cedera Prevalensi Penyakit Sendi Prevalensi ISPA Bobot 3 3 3 3 3 3 3

Indikator yang masuk


Variabel Proporsi perilaku cuci tangan Proporsi merokok tiap hari Akses air bersih Akses sanitasi Cakupan persalinan oleh nakes Cakupan pemeriksaan neonatal-1 Cakupan imunisasi lengkap Cakupan penimbangan balita Ratio Dokter/Puskesmas Ratio Bidan/desa Bobot 4 3 5 5 5 5 5 5 5 5

IPKM
Nilai berkisar antara 0 (terburuk) 1 (terbaik) Yang terbaik adalah kondisi ideal (secara teoritik) Dari 440 Kabupaten/Kota Riskesdas, nilai berkisar antara:
Terrendah: 0,247059 (Pegunungan Bintang, Papua) Tertinggi: 0,708959(Kota Magelang, Jateng)

Peringkat 20 besar teratas


Peringkat 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 IPKM 0,708959 0,706451 0,704497 0,694835 0,691480 0,685481 0,680316 0,680142 0,679631 0,678957 Kabupaten/Kota Kota Magelang Gianyar Kota Salatiga Kota Yogyakarta Bantul Sukoharjo Sleman Balikpapan Kota Denpasar Kota Madiun

Peringkat 20 besar teratas


Peringkat 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 IPKM 0,672752 0,672242 0,663828 0,659259 0,658937 0,656839 0,656550 0,656258 0,655481 0,653035 Kabupaten/Kota Kota Metro Badung Tabanan Kota Medan Kota Batu Kuningan Kota Jambi Kota Pasuruan Kota Jakarta Selatan Kota Mojokerto

Peringkat 20 besar terbawah


Peringkat 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 IPKM 0,359507 0,357076 0,352756 0,350624 0,333381 0,327692 0,321211 0,314795 0,302086 0,301325 Kabupaten/Kota Mandailing nata Sumba Timur Murung Raya Jeneponto Nias Sampang Manggarai Barat Jayawijaya Tolikara Mamasa

Peringkat 20 besar terbawah


Peringkat 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 IPKM 0,299731 0,295536 0,294741 0,292974 0,291263 0,288243 0,283220 0,282181 0,271275 0,247059 Kabupaten/Kota Mappi Asmat Seram Bagian Timur Yahukimo Nias Selatan Paniai Manggarai Puncak Jaya Gayo lues Pegunungan Bintang

3. Kemiskinan dan IPKM


Kesehatan berhubungan erat dengan kemiskinan. Secara agregat IPKM juga berhubungan dengan proporsi penduduk miskin per kab/kota. Hasil uji anova (analisis of varians) kab/kota kaya, miskin dan sangat miskin menunjukkan rerata IPKM yang berbeda secara bermakna Kelompok kab/kota sangat miskin (proporsi penduduk miskin > 35,87% ) mempunyai rerata nilai IPKM yang paling rendah.

Kemiskinan dan IPKM


% penduduk miskin >=35.87 18.4-35.86 <18.4 Total N 27 164 249 440 Mean 0,395030 0,476461 0,542133 0,508629 SD 0,083025 0,081426 0,083040 0,092642

Uji Anova: p < 0.05 antar kelompok Secara statistik berbeda bermakna antar kelompok kab/kota berdasarkan proporsi penduduk miskin

4. Perumusan Daerah Bermasalah Kesehatan Berat (DBKB)


Dilihat dari peringkat kab/kota berdasarkan IPKM, makin bawah peringkatnya makin buruk dan makin kompleks masalah kesehatannya, karena banyak indikator kesehatan yang tertinggal. Untuk menentukan kelompok kab/kota yang dikategorikan bermasalah kesehatan berat, digunakan ukuran (Mean 1 SD).

IPKM Kab/Kota

N = 440 Mean = 0,508629 SD = 0,092642 Batas = 0,415987

IPKM Kab dan IPKM Kota

N = 349 Mean = 0,482541 SD = 0,083391 Batas = 0,399150

N = 91 Mean = 0,608678 SD = 0,047058 Batas = 0,561620

Batasan DBKBK
Daerah Bermasalah Kesehatan Berat (DBKB) adalah daerah kabupaten atau kota yang mempunyai nilai IPKM < (rerata IPKM 1 SD) masing2 kelompok (kabupaten atau kota). Sebagian besar pada kab/kota miskin dan ada juga pada kab/kota non-miskin Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK) adalah daerah kabupaten atau kota yang nilai IPKM > DBKB, tetapi < rerata IPKM dan pendataan sosial ekonomi (PSE) > rerata untuk masing2 kelompok kabupaten dan kota

Batasan
Daerah Bermasalah Kesehatan Khusus (DBKK) adalah daerah kabupaten atau kota yang mempunyai masalah yang khusus, bisa berkaitan dengan:
Geografi, yaitu daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan. Sosial budaya, yaitu tradisi atau adat kebiasaan yang mempunyai dampak buruk terhadap kesehatan. Misalnya tradisi sei untuk bayi baru lahir di Kabupaten Timor Tengah Selatan, tradisi sifon di NTT, dll Penyakit tertentu yang spesifik di daerah tersebut, misalnya Fasciolopsis buski di Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan, Schistosomiasis di sekitar Danau Lindau Provinsi Sulawesi Tengah, dll

Batasan
Batasan DBKB ditentukan oleh 2 indikator: IPKM, yang dibagi 3:
> (rerata IPKM) (rerata IPKM 1 SD) < IPKM < (rerata IPKM) < (rerata IPKM 1 SD)

PSE (pendataan sosial ekonomi): proporsi penduduk miskin di kab/kota:


> (rerata proporsi penduduk miskin) < (rerata proporsi penduduk miskin)

Batasan Ko-BK/B
Kab/Kota Kota IPKM > Rerata Rerata < IPKM < (Rerata 1SD) IPKM < (Rerata 1SD) Subtotal PSE < Rerata < 8,66 PSE > Rerata > 8,66 Total

26
22 4 52

22
6 11 39

48
28 15 91

Batasan Ka-BK/B
Kab/Kota Kabupaten IPKM > Rerata Rerata < IPKM < (Rerata 1SD) IPKM < (Rerata 1SD) Subtotal PSE < Rerata < 21,01 PSE > Rerata > 21,01 Total

108
75 12 195

57
57 40 154

165
132 52 349

Batasan Ka-BK/B
Kab/Kota Kabupaten IPKM > Rerata Rerata < IPKM < (Rerata 1SD) IPKM < (Rerata 1SD) Subtotal PSE < Rerata < 21,01 PSE > Rerata > 21,01 Total

F
D B
195

E
C A
154

165
132 52 349

Kategorisasi Ka/Ko-DBK/B
Kategorisasi DBK/B Kabupaten BKB Miskin (A) Kabupaten BKB Non-Miskin (B) Kabupaten BK (C) Jumlah KaBK/B Kota BKB Miskin (A) Kota BKB Non-Miskin (B) Kota BK (C) Jumlah KoBK/B Jumlah KaKoBK/B Jumlah 40 12 57 109 11 4 6 21 130

Provinsi DI Jogjakarta
KABUPATEN GUNUNG KIDUL KULON PROGO SLEMAN BANTUL Kategori wilayah KaE KaE KaF KaF R-IPKM 49 47 7 5 IPKM 0,626753 0,628427 0,680316 0,691480 PSE 28,90 28,61 12,56 19,43

KOTA YOGYAKARTA

KoE

0,694835

9,78

Provinsi Bali
Kabupaten Kategori wilayah R-IPKM IPKM

Buleleng
Karangasem Bangli

KaF
KaF KaF

218
204 176

0,511388
0,520190 0,536889

Klungkung
Jembrana Tabanan

KaF
KaF KaF

110
61 13

0,584312
0,619864 0,663828

Badung
Gianyar Kota Denpasar

KaF
KaF KoF

12
2 9

0,672242
0,706451 0,679631

Provinsi Sulawesi Utara


Kabupaten Bolaang Mengondow Kepulauan Talaud Kep. Sangihe Talaud Minahasa Minahasa Utara Minahasa Selatan Bitung Tomohon Manado Kategori wilayah KaF KaF KaF KaF KaF KaF KoE KoF KoF R-IPKM 201 174 153 139 133 82 57 38 24 IPKM 0,520742 0,537660 0,548020 0,558964 0,565420 0,601526 0,621187 0,636290 0,650180

Provinsi Jambi
Kabupaten Sarolangun Tj. Jabung Timur Kerinci Bungo Tj. Jabung Barat Merangin Tebo Batanghari Muaro Jambi Kota Jambi Kategori wilayah KaB KaD KaD KaD KaD KaF KaF KaF KaF KoF R-IPKM 414 368 362 346 256 240 238 230 206 17 IPKM 0,369692 0,417493 0,425254 0,437706 0,482403 0,493972 0,495415 0,502543 0,518695 0,656550

Provinsi Banten
KABUPATEN
PANDEGLANG LEBAK SERANG TANGERANG KOTA CILEGON KOTA TANGERANG Kategori wilayah KaB KaD KaD KaF KoB KoF

R-IPKM
420 373 345 141 179 54

IPKM
0,361063 0,412081 0,438016 0,555405 0,534972 0,622227

PSE
15,64 14,43 9,47 7,18 4,71 4,92

Provinsi Kalimantan Barat


KABUPATEN LANDAK SEKADAU KAPUAS HULU KETAPANG MELAWI BENGKAYANG SINTANG SANGGAU SAMBAS PONTIANAK KOTA PONTIANAK KOTA SINGKAWANG Kategori wilayah KaA KaB KaD KaD KaD KaD KaD KaF KaF KaF KoD KoD R-IPKM 403 390 383 363 359 319 262 223 191 178 125 88 IPKM 0,382892 0,395683 0,407029 0,424304 0,425966 0,447096 0,479401 0,508573 0,526580 0,535176 0,571401 0,599614 PSE 24,95 10,25 15,05 17,94 19,50 11,88 17,10 7,97 14,00 8,26 6,77 7,02

Provinsi Sulawesi Selatan


Kabupaten Jeneponto Luwu Tana Toraja Bone Sinjai Bantaeng Bulukumba Gowa Wajo Luwu Utara Takalar Maros Kategori wilayah KaA KaC KaD KaD KaD KaD KaD KaD KaD KaD KaD KaD R-IPKM 424 299 379 355 331 318 311 290 288 272 269 258 IPKM 0,350624 0,460545 0,409028 0,430934 0,443005 0,447416 0,451781 0,466640 0,467133 0,475723 0,476500 0,481097

Provinsi Sulawesi Selatan


Kabupaten Pangkajene Kepulauan Enrekang Barru Luwu Timur Selayar Pinrang Sidenreng Rappang Soppeng Kota Pare-pare Kota Palopo Kota Makassar Kategori wilayah KaE KaE KaF KaF KaF KaF KaF KaF KoD KoE KoF R-IPKM 180 111 210 184 161 121 81 36 112 26 27 IPKM 0,534938 0,584205 0,516324 0,531654 0,544119 0,573328 0,602477 0,636888 0,582270 0,648437 0,648139

Provinsi Aceh
KABUPATEN GAYO LUES ACEH JAYA ACEH BARAT NAGAN RAYA ACEH SELATAN ACEH TENGGARA ACEH UTARA ACEH TIMUR SIMEULUE ACEH SINGKIL BENER MERIAH Kategori wilayah KaA KaA KaA KaA KaA KaA KaA KaC KaC KaC KaC R-IPKM 439 410 404 396 393 391 389 360 344 321 279 IPKM 0,271275 0,373137 0,378038 0,388881 0,392049 0,392944 0,397710 0,425879 0,438738 0,446846 0,470000 PSE 32,31 29,28 32,63 33,61 24,72 21,60 33,16 28,15 32,26 28,54 26,55

Provinsi Aceh
KABUPATEN
PIDIE BIREUEN ACEH BARAT DAYA ACEH BESAR ACEH TAMIANG ACEH TENGAH KOTA LHOKSEUMAWE KOTA LANGSA KOTA BANDA ACEH KOTA SABANG Kategori wilayah KaC KaE KaE KaE KaE KaE KoA KoA KoD KoE

R-IPKM
260 253 246 245 219 192 205 194 98 40

IPKM
0,479638 0,484556 0,489055 0,489691 0,511308 0,524341 0,519893 0,524090 0,593039 0,634165

PSE
33,31 27,18 28,63 26,69 22,19 24,41 12,75 14,25 6,61 27,13

Provinsi Nusa Tenggara Barat


KABUPATEN
DOMPU SUMBAWA LOMBOK BARAT LOMBOK TENGAH BIMA Kategori wilayah KaC KaC KaC KaC KaC

R-IPKM
336 303 296 286 284

IPKM
0,441806 0,459297 0,462781 0,467282 0,467318

PSE
28,57 28,78 28,97 25,74 25,12

LOMBOK TIMUR
SUMBAWA BARAT KOTA BIMA

KaE
KaE KoA

237
234 252

0,495927
0,499877 0,485410

25,60
28,63 11,85

MATARAM

KoE

48

0,627411

9,67

Provinsi Nusa Tenggara Timur


Kabupaten Manggarai Manggarai Barat Sumba Timur Sumba Barat Rote Ndao Timor Tengah Selatan Alor Kupang Timor Tengah Utara Belu Lembata Ende Ngada Sikka Flores Timur Kota Kupang Kategori wilayah KaA KaA KaA KaA KaA KaA KaA KaC KaC KaC KaC KaD KaF KaF KaF KoF R-IPKM 437 427 422 406 401 399 395 370 313 304 264 316 231 227 197 32 IPKM 0,283220 0,321211 0,357076 0,377430 0,385605 0,386755 0,390217 0,416146 0,450906 0,459197 0,477881 0,449823 0,501934 0,503396 0,522098 0,643858

Provinsi Maluku
Kabupaten Maluku Tenggara Barat Kategori wilayah R-IPKM KaC 385 IPKM 0,404237

Maluku Tenggara
Maluku Tengah Buru Kepulauan Aru Seram Bagian Barat Seram Bagian Timur Kota Ambon

KaE
KaE KaA KaA KaC KaA KoF

233
199 415 394 352 433 43

0,501291
0,520899 0,368814 0,391465 0,432828 0,294741 0,632536

Provinsi Sulawesi Tengah


Kabupaten Buol Toli-toli Donggala Banggai Kepulauan Parigi Moutong Tojo Una-Una Banggai Morowali Poso Palu Kategori wilayah KaA KaC KaC KaC KaC KaC KaD KaE KaE KoA R-IPKM 392 387 337 330 320 295 265 239 142 193 IPKM 0,392416 0,401544 0,440977 0,443375 0,446960 0,463214 0,477513 0,494967 0,555379 0,524115

Provinsi Sulawesi Tenggara


Kabupaten Kolaka Utara Muna Wakatobi Kolaka Buton Konawe Bombana Konawe Selatan Bau-bau Kota Kendari Kategori wilayah KaA KaC KaC KaC KaC KaC KaD KaD KoA KoC R-IPKM 397 357 340 294 289 271 351 314 209 96 IPKM 0,388577 0,429366 0,439676 0,463434 0,466681 0,476170 0,433098 0,450837 0,517897 0,594733

Provinsi Sulawesi Barat


Kabupaten Mamasa Mamuju Mamuju Utara Polewali Mamasa Majene Kategori wilayah KaA KaB KaB KaC KaE R-IPKM 430 412 405 322 221 IPKM 0,301325 0,371524 0,377814 0,446343 0,509314

Provinsi Gorontalo
KABUPATEN POHUWATO BOALEMO GORONTALO BONE BOLANGO KOTA GORONTALO

Kategori wilayah
KaA KaA KaC KaC KoB

R-IPKM 419 411 372 333 146

IPKM 0,363029 0,371624 0,412362 0,442348 0,551443

PSE 29,74 29,21 32,07 30,60 8,11

Provinsi Papua Barat


KABUPATEN
TELUK WONDAMA KAIMANA SORONG SELATAN TELUK BINTUNI RAJA AMPAT MANOKWARI SORONG FAK-FAK KOTA SORONG Kategori wilayah KaA KaA KaC KaC KaC KaE KaE KaE KoA

R-IPKM
408 402 358 293 261 255 222 211 156

IPKM
0,374026 0,384936 0,428914 0,463739 0,479417 0,483619 0,509246 0,516219 0,546419

PSE
47,34 33,84 30,07 35,22 53,34 28,05 51,37 39,57 35,71

Provinsi Papua
Kabupaten Pegunungan Bintang Puncak Jaya Paniai Yahukimo Asmat Mappi Tolikara Jayawijaya Waropen Boven Digoel

Kategori wilayah R-IPKM IPKM 440 0,247059 KaA 438 0,282181 KaA 436 0,288243 KaA 434 0,292974 KaA 432 0,295536 KaA 431 0,299731 KaA 429 0,302086 KaA 428 0,314795 KaA 418 0,363633 KaA 417 0,366978 KaA

Provinsi Papua
Kabupaten Supiori Nabire Yapen Waropen Merauke Jayapura Biak Numfor Mimika Sarmi Keerom Kota Jayapura

Kategori wilayah R-IPKM IPKM 398 0,386935 KaA 343 0,438776 KaC 332 0,442937 KaC 122 0,573297 KaE 171 0,538811 KaE 225 0,507261 KaE 254 0,484058 KaE 198 0,521530 KaE 115 0,580288 KaE 77 0,604670 KoC

Penanggulangan
PDBK, merupakan pengembangan, jadi dikoordinir oleh Badan Litbang Polanya adalah pendampingan intensif, pendamping memberikan alternatif solusi, pemda menentukan pilihan solusi Bentuknya studi operasional, setiap saat bisa dilakukan modifikasi intervensi pendamping eselon 1 dan eselon2 dari unsur program Tiap pendamping ada seorang peneliti yang juga bertugas mendokumentasikan PDBK di kab/kota yang bersangkutan

Keberhasilan PDBK
Proses pendampingan dilakukan 3-5 tahun Indikator keberhasilan dilihat salah satunya dengan perubahan IPKM Bila IPKM meningkat, pembangunan kesehatan berhasil. IPKM menurun berarti kurang berhasil. Harus dilakukan perbaikan kebijakan dan program Untuk memacu pembangunan kesehatan, akan disediakan IPKM Award

Majene - Mamasa
Indikator IPKM Rank_IPKM UHH_2007 IPM_2007 PSE gemuk burkur pendek_sgtpndk krs_sgtkrs p_dgdiare Majene 0,509314 221 64,43 69,12 23,55 11,63 19,53 40,68 14,42 5,70 Mamasa 0,301325 430 70,78 69,16 25,51 14,29 37,05 47,37 18,27 7,96

Majene - Mamasa
Indikator
p_ispa p_dgpneu p_mental p_gilut p_dgasma p_sendi p_tensi p_cedera p_disable p_rokok

Majene 23,96 0,89 9,20 31,46 3,59 14,05 30,54 3,84 26,16 22,25

Mamasa 8,75 1,02 10,08 9,66 5,74 21,50 48,15 2,84 24,10 25,04

Majene - Mamasa
Indikator p_cucitangan p_sanitasi p_akses_air p_nakes2 p_kn1 P_imun p_timbang dokter_jml_puskes bidan_jml_desa Majene 36,51 34,21 53,86 80,44 72,97 8,32 22,03 3,00 1,55 Mamasa 17,09 18,00 7,16 23,25 9,52 10,55 5,03 1,56 0,36

Pendampingan berkelanjutan
Proses pendampingan akan terus berlanjut sampai 3 tahun Setiap tahun ada monitoring dan evaluasi Hasil pendampingan akan diketahui tahun 2014, apakah nilai IPKM membaik atau malah memburuk Bila IPKM membaik dan lulus, Kab/Kota akan dikembalikan ke jalur biasa Bila IPKM memburuk, pendampingan dilanjutkan sampai Kab/Kota lulus, melewati batas Daerah Bermasalah Kesehatan Peningkatan IPKM terbaik mendapatkan IPKM Award dari Menteri Kesehatan

0.0000 0.7000 Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Bangka Belitung Kepulauan Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua IPKM(7)2010 IPKM(7)2007

0.1000

0.2000

0.3000

0.4000

0.5000

0.6000

0.8000

Perubahan IPKM Prov: 07-10

Komposit IPKM (7 Indikator): GzBurKur, Pendek, Imunisasi, Linakes, Sanitasi, KN1, Penimbangan Balita

Saintifikasi Djamoe
Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI

Djamoe
Banyak tanaman obat di Indonesia Banyak ramuan djamoe di Nusantara, baik yang dibuat sendiri maupun djamoe ramuan jadi Sudah puluhan bahkan ratusan tahun telah dipakai secara turun-temurun Jadi dari sisi keamanan terbukti aman Dari sisi khasiat komprehensif, kualitatif Bukti kuantitatif berbasis laboratorium?

Pemanfaatan Djamoe
Kebiasaan mengonsumsi djamoe Tanaman obat yang paling banyak digunakan Gambaran bentuk djamoe yang diminati Manfaat yang dirasakan bagi yang pernah mengonsumsi djamoe

20

60

90

50

70

30

80

40 80.71

10 59.12 23.95

Indonesia: 59,12%; Tertinggi: Kalsel 80,71%; Terendah: Sultra 23,95%


KALSEL DI Y JATIM DKI KEPRI BANTEN JATENG BALI JABAR KALTENG KALTIM INDON LAMPUNG SUMBAR JAMBI SULUT GORON MALUT KEP. KALBAR NTB RIAU SUMSEL SULTENG MALUKU BENGK SULSEL SULUT SULBAR PABAR ACEH PAPUA NTT SULTRA
0

Konsumsi Djamoe: PERNAH

60

90

40 80 70 50

20

10

30

KALSEL DIY JATIM DKI KEPRI BANTEN JATENG BALI JABAR KALTENG KALTIM INDONESIA LAMPUNG SUMBAR

Konsumsi Djamoe: Frekuensi

Tiap hari
JAMBI
SULUT MALUT BABEL KALBAR NTB RIAU SUMSEL SULTENG MALUKU BENGKULU SULSEL SUMUT SULBAR PABAR

Kadang-kadang
GORONTALO

Dulu Pernah

Tiap hari: Indonesia (4,36%) ; tertinggi DKI (7,75%); Terendah NTT (0,79%)
ACEH
PAPUA NTT

Pilihan Tanaman Obat untuk Djamoe Buatan Sendiri


80 70 60 50 40

72.51 50.36 39.65 48.77

30
20 10 0 Temulawak Jahe Kencur Meniran Pace Lainnya

13.93

11.17

Bentuk Djamoe: Pilihan


60 50

55.3 44.1

40
30 20 10 0 Kapsul Seduhan Rebusan Cairan

20.3
11.6

100

90

85

80

95

75

96.66 95.6

Merasakan Manfaat Djamoe

Merasakan manfaat : 95,6% ( 83,23 96,66%)

MALUT BALI KALSEL NAD INDONESIA NTB KALBAR MALUKU KEPRI JATIM LAMPUNG JAMBI SUMUT JATENG SUMSEL SULBAR BANTEN JABAR KALTENG DKI BABEL DIY KALTIM RIAU BENGKULU SULTENG SULTRA GORONTALO PABAR NTT SULSEL SULUT PAPUA SUMBAR

83.23

96

86 92 88

90

94

84
15-24 25-34 35-44 45-54 55-64 65-74 75+ Laki laki Perempuan Perkotaan Perdesaan Tidak sekolah Tidak tamat SD Tamat SD Tamat SMP Tamat SMA Tamat PT Tidak kerja Sekolah TNI/POLRI Pegawai /PNS Pelayan jasa/dagang Buruh/tani/nelayan Lainnya Kuintil 1 Kuintil 2 Kuintil 3 Kuintil 4 Kuintil 5

Karakteristik Penduduk

Obat tradisional/Tanaman Obat: MALARIA & Tb


18

16
14 12 10 8 6 4 2 0

15.4

7.8

Malaria Semua Usia

Tb Usia 15 th

Saintifikasi Djamoe
Dasar hukum: Peraturan Menteri Kesehatan No. 003/ Menkes/Per/I/2010 tentang Saintifikasi djamoe Dalam Penelitian Berbasis Pelayanan Kesehatan Tujuan: Memberi landasan ilmiah pada praktek pelayanan djamoe di fasilitas kesehatan (saintifikasi djamoe)

Jalur Saintifikasi Djamoe

Jalur Saintifikasi Djamoe


Tanaman Obat

Jalur Saintifikasi Djamoe


Tanaman Obat Zat aktif Obat Modern Yankes Modern

Jalur Saintifikasi Djamoe


Tanaman Obat Zat aktif Obat Modern Yankes Modern Yankes komplementer djamoe (dokter) Saintifikasi djamoe Permenkes: lityan Rumah Sakit

djamoe tersaintifikasi

Jalur Saintifikasi Djamoe


Tanaman Obat Zat aktif Obat Modern Yankes Modern Yankes komplementer djamoe (dokter) Saintifikasi djamoe Permenkes: lityan Rumah Sakit djamoe (non-dokter)

djamoe tersaintifikasi

Yankes Tradisional

Jalur integrasi
Artemisin Produksi obat malaria secara swa-sembada Disponsori oleh Indofarma Mulai digarap tahun ini Merupakan upaya memulai swa sembada obat Semoga diikuti dengan produksi obat lainnya, yang berbasis bahan obat alami Indonesia

Jalur Saintifikasi
Saintifikasi djamoe menggabungkan pelayanan dan penelitian Pelakunya adalah dokter (yang sudah mempunyai body of knowledge kedokteran) Digunakan metoda ilmiah, meski tidak bisa sampai ke level Randomized Double Blind Clinical Trial Peluang untuk melakukan model penelitian saintifikasi djamoe

Jalur Rumah Sakit


Rumah Sakit banyak yang sudah melakukan penelitian djamoe Seharusnya tetap dalam payung lityan, sehingga harus dimasukkan dalam ranah saintifikasi djamoe Pertemuan khusus dengan RS yang melakukan penelitian djamoe

Jalur mandiri
Untuk Batra non-dokter Harus diatur juga oleh Kementerian Kesehatan Sudah ada beberapa himpunan/asosiasi pengobat tradisional Perannya bisa memilih djamoe yang selanjutnya masuk jalur saintifikasi Pengembangan body of knowledge djamoe yang khas Indonesia

Karya Nyata Jarlitbangkes


Rifas: PJT Kab/Kota Enumerator PDBK: Bergabung dengan pendampingan Pusat Pendampingan mandiri (bantuan teknis dari pusat tetap bisa) Scientifikasi djamoe: Bila ada penelitian djamoe masuk dalam program scientifikasi djamoe

Kerjasama Riskesdas 2013


2013 Riskesdas skala besar, representasi sampai tingkat kabupaten/kota Kesepatan kab/kota:
Menambah besar sampel keterwakilan sampai tingkat kec/puskesmas Menambah muatan lokal tambah variabel yang diperlukan daerah

Biaya murah, manfaat besar

Terima Kasih

Trihono trihono@centrin.net.id trihono1954@yahoo.com HP: 08129557410