Anda di halaman 1dari 11

RISK AND RETURN

Makalah diajukan untuk melengkapi persyaratan tugas Manajemen Keuangan

oleh Roy Handoko NIM : P2CC11009

Program Pascasarjana Magister Manajemen

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2011

RISK AND RETURN I. Risk (Risiko) I.1 Pengertian Risiko dapat dikatakan sebagai suatu peluang terjadinya kerugian atau kehancuran. Risiko adalah kemungkinan bahwa return sesungguhnya dari suatu investasi akan tidak sesuai dari return yg diharapkan. Menurut Ricky W. Griffin dan Ronald Ebert, risiko adalah uncertainty about future event, adapun Joel G.Siegel dan Jae K.Sim mendefinisikan risiko pada 3 hal:
1. Keadaan yang mengarah kepada sekumpulan hasil khusus dimana hasilnya dapat

diperoleh dengan kemungkinan yang telah diketahui oleh pengambilan keputusan


2. Variasi dalam keuntungan penjualan atau variabel keuangan lainnya

3. Kemungkinan dari sebuah masalah keuangan yang mempengaruhi kinerja operasi perusahaan atau posisi keuangan I.1 Tipe-tipe Risiko RISK PURE STATIC OBJECTIVE Keterangan :
1. Pure Risk (Risiko Murni) adalah suatu ketidakpastian terjadi, maka kejadian tersebut

SPECULAT IVE DYNAMIC STATIC SUBJECTIVE DYNAMIC OBJECTIVE

SUBJECTIVE

OBJECTIVE

pasti menimbulkan kerugian. Risiko murni dapat dikelompokkan menjadi 3 tipe risiko, yaitu:
a. Risiko aset fisik adalah risiko yang berakibat timbulnya kerugian pada aset fisik

suatu perusahaan/organisasi.
b. Risiko Karyawan adalah risiko yang disebabkan karena apa yang dialami oleh

karyawan yang bekerja di suatu perusahaan atau organisasi.

c. Risiko Legal adalah risiko dalam bidang kontrak yang mengecewakan atau

kontrak tidak berjalan sesuai dengan rencana.


1. Speculative Risk (Risiko Spekulatif) adalah suatu ketidakpastian akan terjadinya

untung atau rugi. Risiko ini dapat dikelompokkan menjadi 4 tipe yaitu:
a. Risiko pasar adalah risiko yang terjadi dari pergerakan harga pasar. b. Risiko kredit adalah risiko yang terjadi karena counter party gagal memenuhi

kewajibannya kepada perusahaan.


c. Risiko likuiditas adalah risiko karena ketidakmampuan memenuhi kebutuhan kas. d. Risiko operasional adalah risiko yang disebabkan pada kegiatan operasional yang

tidak berjalan lancar. 1. Static Risk (Risiko Statis) adalah mungkin sifatnya murni atau spekulatif asalnya dari masyarakat yang tidak berubah yang berada dalam keseimbangan stabil. 2. Dynamic Risk (Risiko Dinamis) adalah mungkin sifatnya murni atau spekulatif timbul dari perubahan yang terjadi dalam masyarakat. 3. Subjective Risk (Risiko Subyektif) adalah berkaitan dengan kondisi mental seseorang yang mengalami keragu-raguan dan kecemasan akan terjadinya kejadian tertentu.
4. Objective Risk (Risiko Obyektif) adalah probabilitas penyimpangan aktual dari yang

diharapkan sesuai dengan pengalaman. I.1 Perhitungan Risk (Risiko) Risiko dari suatu aset dapat dilihat dengan dua cara: 1. On a stand alone basis (risiko tunggal ) 2. In a portfolio context (risiko aset dalam suatu portfolio) I.1.1 On a stand alone basis (risiko tunggal) Mengukur risiko tunggal di lakukan dengan tiga cara: 1. Return yang diharapkan Merupakan rata-rata tertimbang dari distribusi probabilitas. Rumus: n

k = ki. Pi i=1 Keterangan: k = tingkat keuntungan yang diharapkan ki = tingkat keuntungan pada kondisi i pi = probabilitas kondisi i terjadi 2. Deviasi standar return Untuk mengukur kerapatan distribusi probabilitas, digunakan deviasi standar (). Rumus: = (ki k )2 . p i 3. Koefisien variasi Terdapat dua pilihan investasi, yaitu A dengan return yang diharapkan lebih tinggi dan B mempunyai deviasi standar lebih rendah. Rumus: CV = / k Perhitungan 1. Return yang diharapkan Keadaan Ekonomi Booming Normal Resesi Probabilitas Kejadian 0.3 0.4 0.3 Rate of Return on Stock PT Samsung 100% 15% (70)% PT Nokia 20% 15% 10%

Samsung Nokia

R = (100%x0.3) + (15%x0.4) + (-70%x0.3) = 15% R = (20%x0.3) + (15%x0.4) + (10%x0.3) = 15%

2. Deviasi standar return Probabilitas Kejadian (pi) 0.3 0.4 0.3 Rate of Return (ki) Samsung 100% 15% (70)% Nokia 20% 15% 10% Total Standar Deviasi Expected Return (k) 15% 3. Koefisien variasi Samsung Return yang diharapkan Deviasi standar Koefisien variasi 15% 65.88% 65.66/15 = 4.38 Nokia 15% 4.47% 4.47/15 = 0.30 (ki-k)2 Samsung 0.723 0.000 0.723 Nokia 0.003 0.000 0.003 (ki-k)2 x pi Samsung 0.217 0.000 0.217 0.434 65.88 Nokia 0.001 0.000 0.001 0.002 4.47

4.38 > 0.30 berarti PT Samsung lebih berisiko daripada PT Nokia


I.1.1

In a portfolio context (risiko aset dalam suatu portofolio) Dalam konteks portfolio, risiko dari suatu asset dibagi menjadi dua komponen: 1. Diversifiable risk Disebabkan oleh kejadian-kejadian random seperti mogok kerja, sukses atau gagalnya marketing program. Efek dalam portfolio dapat dihilangkan dengan diversifikasi. 2. Market risk Disebabkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi seperti inflasi, naiknya harga bbm, perang, resesi, dan lain-lain.

I.1 Alternatif alternatif Menghindari Risiko Untuk menghindari risiko yang timbul terhadap aktivitas investasi yang dilakukan, perlu dilakukan alternatif-alternatif dalam pengambilan keputusan. Alternatif

keputusan yang diambil adalah dianggap realistis dan tidak akan menimbulkan masalah nantinya. Tindakan seperti ini dianggap sebagai bagian strategi investasi. Bahwa berbagai keputusan-keputusan strategis akan menghasilkan nilai yang lebih besar bagi perusahaan. Dimana tindak lanjut dari keputusan strategis ini adalah dengan melibatkan secara maksimal sumber daya yang ada untuk mengimplementasikan keputusan yang dimaksud dan menentukan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas implementasi ini. Artinya adalah risiko yang timbul merupakan bentuk dari realita yang terjadi, yang mana risiko itu selalu saja sulit untuk dihindari namun diusahakan risiko itu terjadi dalam jumlah yang sangat minim. I.2 Mengelola Risiko Dalam aktivitas yang namanya risiko adalah pasti terjadi dan sulit untuk dihindari sehingga bagi sebuah lembaga bisnis seperti perbankan sangat penting untuk memikirkan bagaimana mengelola risiko tersebut. Dalam mengelola risiko pada dasarnya ada 4 cara yaitu : 1. Memperkecil risiko, dengan cara tidak memperbesar setiap keputusan yang mengandung risiko tinggi tapi membatasinya bahkan meminimalisirnya agar risiko tersebut tidak menambah menjadi besar dan diluar kontrol manajemen perusahaan. 2. Mengalihkan risiko, dengan cara mengalihkan risiko yang kita terima tersebut ketempat lain seperti mengasurasikan bisnis guna menghindari terjadinya risiko yang sifatnya tidak tentu waktunya 3. Mengontrol risiko, dengan cara melakukan kebijakan mengantisipasi terhadap timbulnya risiko sebelum terjadi, seperti memasang alarm terhadap mobil, menempatkan satpam pada siang atau malam hari 4. Pendanaan risiko, dengan cara menyediakan dana cadangan (reserve) guna mengantispasi timbulnya risiko dikemudian hari, seperti perubahan terhadap nilai tukar dolar dipasaran maka kebijakan sebuah bank adalah harus memiliki dana cadangan dalam bentuk dolar I. Return (Pengembalian) I.1 Pengertian

Return atau pengembalian adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan, individu dan institusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukan. Menurut R. J. Shook, return merupakan laba investasi, baik melalui bunga atau deviden. Beberapa pengertian return yang lain :
1. Return on equity atau imbal hasil atas ekuitas merupakan pendapatan bersih dibagi

ekuitas pemegang saham.


2. Return of capital atau imbal hasil atas modal merupakan pembayaran kas yang tidak

kena pajak kepada pemegang saham yang mewakili imbal hasil modal yang diinvestasikan dan bukan distribusi deviden. Investor mengurangi biaya investasi dengan jumlah pembayaran.
3. Return on investment atau imbal hasil atas investasi merupakan membagi pendapatan

sebelum pajak terhadap investasi untuk memperoleh angka yang mencerminkan hubungan antara investasi dan laba. 4. Return on invested capital atau imbal hasil atas modal investasi merupakan pendapatan bersih dan pengeluaran bunga perusahaan di bagi total kapitalisasi perusahaan. 5. Return realisasi merupakan return yang telah terjadi.
6. Return on network atau imbal hasil atas kekayaan bersih merupakan pemegang saham

yang dapat menentukan imbal hasilnya dengan membandingkan laba bersih setelah pajak dengan kekayaan bersihnya.
7. Return on sales atau imbal hasil atas penjualannya merupakan untuk menentukan

efisiensi operasi perusahaan, seseorang dapat membandingkan presentase penjualan bersihnya yang mencerminkan laba sebelun pajak terhadap variable yang sama dari periode sebelumnya. 8. Return ekspektasi merupakan return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor di masa mendatang. 9. Total return merupakan return keseluruhan dari suatu investasi dalam suatu periode tertentu. 10. Return realisasi portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari return-return realisasi masing-masing sekuritas tunggal di dalam portofolio tersebut. 11. Return ekspektasi portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari return-return ekspektasi masing-masing sekuritas tunggal di dalam portofolio.

I.1 Investment Return Salah satu cara menghitung return dari suatu investasi Rumus: In dollar terms: Dollar return = amount received amount invested Tapi ada dua masalah dalam dollar terms, yaitu: 1. Besarnya perubahan investasi 2. Waktu sampai kita mendapatkan return (timing) Sebagai solusi dari permasalah ini kita memakai rate of return atau % return Rumus: Rate of return = (Amount received Amount invested) Amount invested Rate of return umunya banyak dipakai untuk mengukur kinerja dari suatu investasi I. Investasi Portfolio I.1 Pengertian Portfolio adalah suatu kombinasi dua atau lebih investasi. I.2 Tujuan Tujuannya adalah untuk meminimumkan risiko dengan cara diversifikasi. I.3 Portfolio Risk Diukur dengan deviasi standar portfolio. Tetapi tidak dihitung atau dicari dengan menggunakan rata-rata tertimbang deviasi standar masing-masing sekuritas dalam portfolio. Apabila menggunakan itu berarti mengabaikan korelasi antara sekuritas-

sekuritas yang ada di dalam portfolio. Korelasi antara sekuritas-sekuritas tersebut mempengaruhi besarnya deviasi standar portfolio. Market and Diversifiable Risk Dalam suatu kondisi tertentu, mengkombinasikan sekuritas dalam portfolio mengurangi risiko tapi tidak menghasilkan risiko. Apa yang terjadi apabila kita memasukan lebih dari dua saham di portfolio? Kurva market and diversifiable risk: Risiko dari portfolio akan berkurang seiring dengan bertambahnya jumlah saham di portfolio. I.4 Portfolio Return Return yang diharapkan dari suatu portfolio adalah rata-rata tertimbang dari semua return yang diharapkan dari sekuritas-sekuritas dalam portfolio. Rumus: kp = w1k1 + w2k2 + + wnkn Perhitungan Expected Return (ki) Samsung Nokia Sony Ericson Motorola 14% 13% 20% 18% Nilai Investasi (wi) 25.000 25.000 25.000 25.000

Berapakah return yang diharapkan dari portfolio ini? Kp = w1k1+w2k2+w3k3+w4k4 = 0,25(14%)+0,25(13%)+0,25(20%)+0,25(18%) = 16,25 % II. CAPM

II.1Pengertian Sebuah model yang menggambarkan hubungan antara risiko dan return yang diharapkan, model ini digunakan dalam penilaian harga sekuritas. Kesimpulan dari CAPM adalah risiko yang relevant dari suatu saham adalah kontribusi risiko saham tersebut pada risiko portfolio. CAPM digunakan untuk menganalisa risk dan rate of return. II.2Persamaan CAPM Persamaan risiko dan perolehan adalah: Rs = Rf + Rp Rs = Expected Return on a given risky security Rf = Risk-free rate Rp = Risk premium Perubahan persamaan risiko dan perolehan (Equation Risk and Return) dengan memasukan faktor dinyatakan sebagai: Rs = Rf + s (Rm Rf) Rs = Expected Return on a given risky security Rf = Risk-free rate Rm = Expected return on the stock market as a whole s = Stocks beta, yang dihitung berdasarkan waktu tertentu

II.3BETA dalam CAPM Koefisien BETA adalah jumlah risiko dari suatu saham yang dikontribusikan untuk portfolio pasar. Saham dengan deviasi standar tinggi akan mempunyai BETA yang

tinggi pula. Oleh karena itu saham dengan stand alone tinggi akan mengkontribusikan banyak risiko untuk portfolio. adalah ukuran dari hubungan paralel dari sebuah saham biasa dengan seluruh tren dalam pasar saham. Bila nilai = 1 artinya adanya hubungan yang sempurna dengan kinerja seluruh pasar seperti yang diukur indek pasar (market index). Bila nilai > 1.00 artinya saham cenderung naik dan turun lebih tinggi daripada pasar. Bila nilai < 1.00 artinya saham cenderung naik dan turun lebih rendah daripada indek pasar secara umum (general market index). Perhitungan Suatu sekuritas x yang mempunyai Expected Return 0.27 (27% per tahun) dan nilai betanya 1.2, apakah sekuritas x ini layak di beli atau tidak? Rs = Rf + s (Rm Rf) Rf = misal SBI 1 bulan saat ini adalah 0.06 (6% per tahun) Rm = misal return IHSG yang diharapkan saat ini adalah 0.26 (26% per tahun, didapatkan dengan cara memprediksi return) s = 1.2 Sehingga Rs = 0.06 + 1.2 (0.26 0.06) Rs = 0.06 + 1.2 (0.2) Rs = 0.06 + 0.24 Rs = 0.3 (30%) Kesimpulan, dengan nilai beta 1.2, apabila return yang diperoleh hanya 27%, maka harga sekuritas terlalu mahal, karena return wajarnya adalah 30%