Anda di halaman 1dari 3

Belajar geometri 17: Kuasi kristal

Om Tris

Diberitakan bahwa Peter Lu dari Universitas Harvard dan Paul Steinhardt ahli fisika dari
universitas Princeton pada tahun 2007 yang lalu menemukan mosaic islami yang dibuat
pada abad pertengahan (sekitar tahun 1500-an) mengandung bangun geometri yang baru
ditemukan rumusnya pada tahun 1960-an. Bangun geometri itu disebut kristal semu
(Quasicrystal). Lihat Gambar 1.

Gambar 1

Kristal semu merupakan struktur geometri yang beraturan dan non-periodik. Bangun ini
merupakan bangun berdimensi ruang orde tiga (memiliki: panjang, lebar, dan tinggi)
tetapi tidak memiliki simetri translasi. Karena itu, Kristal semu ini dipandang sebagai
bangun transisi antara kristal dan kaca.

Kristal, dalam kimia, dipandang sebagai benda padat yang terdiri atas atom, molekul dan
ion yang digabungkan menjadi bangun yang teratur, dan sambung-menyambung tiada
akhir baik dalam arah panjang, lebar maupun tinggi. Kita mengenal diamond, safir,
mirah dan sebagianya sebagai kristal. Secara fisis kristal mampu membiaskan semua
sinar yang jatuh ke padanya sesuai dengan arah yang dinginkan. Akibatnya,
menghasilkan efek penglihatan yang mentakjubkan. Secara geomatri, kristal memiliki
simetri translasi.

Sedangkan kaca, secara umum dipandang sebagai benda padat yang keras serta
transparan-tembus pandang. Secara teknis, kaca merupakan bahan inorganic yang
dihasilkan dari fusi yang didinginkan dalam suhu tertentu sehingga tidak terjadi
kristalisasi.

Kristal semu berada di antara kristal dan kaca. Teori klasik kristal menyatakan bahwa
kristal memiliki simetri rotasi tingkat 2, 3, 4, dan 6. Kristal semu memiliki simetri rotasi
pada tingkat yang lain (bukan tingkat 2, 3, 4, dan 6). Kristal semu menghasilkan
pembiasan yang lebih rumit dibandingkan dengan pembiasan pada Kristal.

Dekorasi yang terdapat pada bangunan-bangunan bercorak Islami abad pertengahan


berupa bangun geometri yang dikenal sebagai geometri kristal semu (Quasicrystal
geometry). Misalnya, bangun Ubin Penrose. Ubin Penrose dikenalkan oleh Roger
Penrose, guru besar fisika matematika dan seorang filsof (1974). Bangun ini terbentuk
dari pengubinan dua bangun sehingga dihasilkan sebuah bangun yang nonperiodik dan
memiliki simetri putar tingkat 5. Lihat Gambar 2)

Gambar 2

Pola ubin yang tiada akhir ini, dalam matematika disebut takberhingga, mengingatkan
bahwa alam semesta ini tiada awal dan tiada akhir. Hukum Allah tidak akan berubah.
Dengan perantaraan Nabi Muhamad, Allah menurunkan hukum-hukum-Nya yang
bersifat mutlak dan kekal. Tuada Tuhan selain Allah.

Pola ketakberhinggaan ini juga melambangkan persatuan antara tujuan dan fungsi.
Semua diarahkan kepada Allah Yang Maha Kuasa. Persatuan antara tujuan dan fungsi
juga berlaku antara lambang dan penjelasan verbal. Keduanya tidak dapat dipisahkan.

Pengubinan geometri Islami yang mengarah ketakberhinggaan juga sibagai lambang


Allah yang menguasai alam semesta. Pola-pola tiada akhir itu juga menuntun makna
musyafir. Hidup ini adalah musyafir yang abadi. Suatu perjalanan abadi dari Allah dan
kembali ke Allah. Kalau makna ini dipahami maka hidup akan terasa indah. Keindahan
itu digambarkan dalam bentuk mosaik-mosaik yang tiada ujung tiada pangkal. Lihat
Gambar 3.
Gambar 3

Tulisan yang akan datang akan menyajikan msail islami yang lain. Selamat berpuasa.