Anda di halaman 1dari 3

Analisis dan Pembahasan Pada percobaan ini bertujuan untuk membuat isomer cis-trans dari kompleks kalium bisoksalatodiaquokromat

dan mempelajari sifat-sifat cis-trans garam kompleks kalium bisoksalatodiaquokromat.


1. Pembuatan isomer trans kalium bisoksalato diaquokromat.

Untuk membuat isomer trans kalium bisoksalatodiaquokromat dengan cara melarutkan 3,278 gram asam oksalat dihidrat dengan sedikit mungkin aquadest mendidih dalam gelas kimia 50 ml. Sementara itu juga dibuat larutan 1,0897 gram kalium dikromat yang dilarutkan dengan sedikit mungkin aquadest panas juga. Penambahan aquadest mendidih ini untuk mempercepat terjadinya reaksi antara reaktan. Selain itu juga, penambahan air dilakukan sebelum kedua zat (asam oksalat dihidrat dan kalium dikromat) dicampurkan agar membedakan antara trans dan cis, trans lebih stabil dibandingkan dengan cis, sehingga ikatan pada trans lebih kuat dan sukar untuk lepas atau bereaksi dengan yang lain. Setelah itu, larutan kalium dikromat yang sudah dibuat ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam larutan asam oksalat yang dibuat pertama kali. Kemudian menutup gelas kimia dengan kaca arloji sementara reaksi berlangsung. Tujuannya adalah untuk menghindari letupan-letupan yang menyertai reksi ini. Didalam gelas kimia terjadi reaksi pelepasan CO2 dan H2O, dibiarkan beberapa menit sampai kedua-duanya benar-benar beraksi sempurna dan penutupnya kemudian dibuka.reaksi sempurna di tandai dengan jika tidak lagi dihasilkan air dan CO2. Campuran yang terbentuk berwarna hitam. Langkah selanjutnya, menguapkan campuran tersebut di atas penangas air sehingga volumenya tinggal separuhnya dari volume semula agar mengurangi volume air yang terikat. Kemudian pada suhu kamar dibiarkan menguap dengan sendirinya sampai tinggal sepertiganya. Tujuan diuapkan, selain untuk mengurangi volume air yang terikat, juga untuk membantu pembentukan Kristal. Setelah terbentuk Kristal atau padatan yang kering, maka Kristal atau padatan tersebut dicuci dengan aquadest dingin yang tujuannya agar Kristal yang terbentuk tidak lengket pada gelas kimia. Selain itu juga, air berfungsi mencuci zat-zat pengotor yang terdapat dalam Kristal agar Kristal yang diperoleh benar-benar bersih maka dicuci lagi dengan etanol. Setelah itu dikeringkan dengan diletakkan ke dalam oven.

Kristal kering yang diperoleh dengan massa Kristal yang konstan sebesar 2,115 g; 2,118 g; 2,116 g jika dirata-dirata diperoleh massa Kristal sebesar 2,1163 gram sehingga rendemen Kristal yang diperoleh sebagi berikut: Massa H2C2O4.2H2O = 3 gram, Mr = 126 g/mol Mol =
3,278 = 0,0260 126

Massa K2Cr2O7 = 1 gram, Mr = 294 g/mol Mol =


1,0897 = 0,00371 294

Mr K[Cr(C2O4)2(H2O)2=303 g/mol Persamaan reaksinya: 7H2C2O4.2H2O + K2Cr2O7 2K[Cr(C2O4)2(H2O)2] + 6CO2 + 7H2O m r s 0,0260 mol 0,02597 mol 0,00003 mol 0,00371 mol 0,00371 mol 0 mol = mol x Mr = 0,00742 x 303 = 2,248 gram Sehingga dapat diketahui massa Kristal secara teori yakni sebesar 2,248 gram. Rendemen Kristal = 2,248 x 100% = 94,1415%. 2. Pembuatan isomer cis kalium dioksalatodiaquokromat
2,1163

0,00742 mol 0,00742 mol

massa K[Cr(C2O4)2(H2O)2]