Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH KEPERAWATAN DEWASA 2 PENYAKIT INFEKSI KULIT

OLEH Anif Frayusi

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS TAHUN 2011

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penyakit kulit adalah penyakit infeksi yang paling umum, terjadi pada orangorang dari segala usia. Sebagian besar pengobatan infeksi kulit membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan efek. Masalahnya menjadi lebih mencemaskan jika penyakit tidak merespon terhadap pengobatan. Tidak banyak statistik yang membuktikan bahwa frekuensi yang tepat daripenyakit kulit, namun kesan umum sekitar 10-20 persen pasien mencari nasehat medis jika menderita penyakit pada kulit. Matahari adalah salah satu sumber yang paling menonjol dari kanker kulit dan trauma terkait. Penyakit kulit untuk sebagian orang terutama wanita akan menghasilkan kesengsaraan, penderitaan, ketidakmampuan sampai kerugian ekonomi. Selain itu, mereka menganggap cacat besar dalam masyarakat. Namun akibat kemajuan teknologi dan perkembangan ilmu kedokteran bekas luka kulit dapat berhasil dilepas dengan perencanaan plastik, terapi laser, pencangkokan kulit dan lain sebagainya. Gejala-gejala penyakit pada kulit dapat menjadi parah jika tidak diobati, kadangkadang bahkan menyakitkan. Beberapa penyakit radang kulit dapat menyebabkan jaringan parut dan pengrusakan. Gejala-gejala penyakit kulit pun perlu dirawat untuk mengontrol tingkat keparahan dan perkembangannya. B. Tujuan Untuk memahami asuhan keperawatan tentang penyakit infeksi kulit serta macam-macam penyakit infeksi kulit.

BAB II PENYAKIT INFEKSI KULIT A. Defenisi Penyakit kulit adalah penyakit infeksi yang paling umum, terjadi pada orangorang dari segala usia. Sebagian besar pengobatan infeksi kulit membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan efek. Masalahnya menjadi lebih mencemaskan jika penyakit tidak merespon terhadap pengobatan. Tidak banyak statistik yang membuktikan bahwa frekuensi yang tepat daripenyakit kulit, namun kesan umum sekitar 10-20 persen pasien mencari nasehat medis jika menderita penyakit pada kulit. Matahari adalah salah satu sumber yang paling menonjol dari kanker kulit dan trauma terkait. Penyakit kulit untuk sebagian orang terutama wanita akan menghasilkan kesengsaraan, penderitaan, ketidakmampuan sampai kerugian ekonomi. Selain itu, mereka menganggap cacat besar dalam masyarakat. Namun akibat kemajuan teknologi dan perkembangan ilmu kedokteran bekas luka kulit dapat berhasil dilepas dengan perencanaan plastik, terapi laser, pencangkokan kulit dan lain sebagainya. Gejala-gejala penyakit pada kulit dapat menjadi parah jika tidak diobati, kadangkadang bahkan menyakitkan. Beberapa penyakit radang kulit dapat menyebabkan jaringan parut dan pengrusakan. Gejala-gejala penyakit kulit pun perlu dirawat untuk mengontrol tingkat keparahan dan perkembangannya.
B. Macam-Macam Penyakit Infeksi Pada Kulit

1. Eksim(ekzema) Ditandai dengan kulit kemerah-merahan, bersisik, pecah-pecah, terasa gatal terutama pada malam hari, timbul gelembung kecil yang berisi air atau nanah, bengkak, melepuh, berwarna merah, sangat gatal dan terasa panas. Penyebabnya karena alergi terhadap rangsangan zatkimia tertentu, maupun kepekaan terhadap makanan tertentu seperti udang, ikan laut, alkohol, vetsin, dll Pencegahan : Menghindari hal-hal atau bahan-bahan yang dapat menimbulkan alergi.

2. Kudis (Skabies) Gejala : timbul gatal hebat di malam hari, terutama di sela-sela jari tangan, di bawah ketiak, pinggang, alat kelamin, sekeliling siku, aerole (sekeliling puting payudara), dan permukaan depan pergelangan. Kudis mudah menular ke orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung (handuk, pakaian, dll). Pencegahan : kudis lebih sering terjadi di daerah yang higienisnya buruk, jadi memelihara kebersihan tubuh adalah wajib bila ingin terhindar dari penyakit kulit ini. 3. Kurap Penyebab : jamur Gejala : kulit menjadi tebal dan timbul lingkaran-lingkaran, bersisik, lembab, berair, dan terasa gatal. kemudian timbul bercak keputihan. Pencegahan : jaga kebersihan kulit terutama di area tengkuk, leher, dan kulit kepala. 4. Bisul (Furunkel) Bisul disebabkan karena adanya infeksi bakteri Stafilokokus aureus pada kulit melalui folikel rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat yang kemudian menimbulkan infeksi lokal. Faktor yang meningkatkan risiko terkena bisul antara lain kebersihan yang buruk, luka yang terinfeksi, pelemahan diabetes, kosmetika yang menyumbat pori dan pemakaian bahan kimia. 5. Campak (Rubella) Gejala dari penyakit ini adalah demam, bersin, pilek, sakit kepala, badan terasa lesu, tidak nafsu makan, dan radang mata. Setelah beberapa hari dari gejala tersebut timbul ruam merah yang gatal, bertambah besar, tersebar ke beberapa bagian tubuh. 6. Kusta Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang di sebabkan oleh mycobacterium lepra yang interseluler obligat, yang pertama menyerang saraf tepi, selanjutnya dapat menyerang kulit, mukosa mulut, saluran nafas bagian atas, sistem endotelial, mata, otot, tulang, dan testis

Tanda pasti kusta adalah: 1. Kulit dengan bercak putih atau kemerahan dengan mati rasa 2. Penebalan dalm saraf tepi di sertai kelainan berupa mati rasa dan kelemahan pada otot tangan, kaki, dan mata 3. Pada pemeriksaan kulit BTA + 7. Lepra Gejala: biasanya gejala awalnya kulit terlihat mengkerut bahkan jika penyakit tersebut sudah akut kumannya perlahan-lahan akan memakan kulit dan daging anda, jika anda merasa telah terkena penyakit kulit jenis ini segeralah berobat ke dokter karena jika di biarkan penyakit kulit ini dapat menjadi momok yang menakutkan. 8. Cacar air (Frambusia) Penyebab penyakit kulit ini disebabkan oleh sejenis virus bakteri Trypanosoma. Penyakit ini sangat menular terutama melalui udara, pakaian, tempat tidur dan keropeng penderita. Keterangan : Dari jauh kulit yang terkena Frambusia mirip dengan buah frambus yang berbintil-bintil ranum. Gejala : Bintil, Frambus,Cacar Air. 9. Panu atau panau Panau atau Panu adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur,penyakit panu ditandai dengan bercak yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada saat berkeringat. Bercak-bercak ini bisa berwarna putih, coklat atau merah tergantung warna kulit si penderita. Panau paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu panau juga bisa ditemukan pada penderita berumur tua. Cara pencegahan penyakit kulit Panau dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kulit, dan dapat diobati dengan obat anti jamur yang dijual di pasaran, dan dapat juga diobati dengan obat-obatan tradisional seperti daun sirih yang dicampur dengan kapur sirih dan dioles pada kulit yang terserang Panau.

10. Infeksi Jamur Kulit

Jamur dapat tumbuh di permukaan kulit kita, dan menyebabkan kerusakan tekstur kulit sehingga terlihat buruk. Belum lagi, rasa gatal yang sering menyerang menyertai infeksi jamur tersebut. Jika tidak segera di atasi, jamur kulit dengan cepat menyebar ke jaringan kulit yang lebih luas. C. Pengkajian Fungsional Gordon 1. Pola Persepsi Kesehatan Adanya riwayat infeksi sebelumya. Pengobatan sebelumnya tidak berhasil. Riwayat mengonsumsi obat-obatan tertentu, mis., vitamin; jamu. Adakah konsultasi rutin ke Dokter. Hygiene personal yang kurang. Lingkungan yang kurang sehat, tinggal berdesak-desakan. 1. Pola Nutrisi Metabolik Pola makan sehari-hari: jumlah makanan, waktu makan, berapa kali sehari makan. Kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu: berminyak, pedas. Jenis makanan yang disukai. Nafsu makan menurun. Muntah-muntah. Penurunan berat badan. Turgor kulit buruk, kering, bersisik, pecah-pecah, benjolan. Perubahan warna kulit, terdapat bercak-bercak, gatal-gatal, rasa terbakar atau perih. 1. Pola Eliminasi Sering berkeringat. tanyakan pola berkemih dan bowel. 1. Pola Aktivitas dan Latihan Pemenuhan sehari-hari terganggu. Kelemahan umum, malaise. Toleransi terhadap aktivitas rendah. Mudah berkeringat saat melakukan aktivitas ringan Perubahan pola napas saat melakukan aktivitas. 1. Pola Tidur dan Istirahat

Kesulitan tidur pada malam hari karena stres. Mimpi buruk. 1. Pola Persepsi Kognitif Perubahan dalam konsentrasi dan daya ingat. Pengetahuan akan penyakitnya. 1. Pola Persepsi dan Konsep Diri Perasaan tidak percaya diri atau minder. Perasaan terisolasi. 1. Pola Hubungan dengan Sesama Hidup sendiri atau berkeluarga Frekuensi interaksi berkurang Perubahan kapasitas fisik untuk melaksanakan peran 1. Pola Reproduksi Seksualitas Gangguan pemenuhan kebutuhan biologis dengan pasangan. Penggunaan obat KB mempengaruhi hormon. 1. Pola Mekanisme Koping dan Toleransi Terhadap Stress Emosi tidak stabil Ansietas, takut akan penyakitnya Disorientasi, gelisah 1. Pola Sistem Kepercayaan Perubahan dalam diri klien dalam melakukan ibadah Agama yang dianut A. Diagnosa Keperawatan 1. Risiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan fungsi barier kulit. 2. Nyeri dan rasa gatal berhubungan dengan lesi kulit. 3. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan penampakan kulit yang tidak bagus. 4. Kurang pengetahuan tentang program terapi berhubungan dengan inadekuat informasi.

B. NANDA, NOC dan NIC a) Kerusakan integritas kulit b/d deficit perubahan tubuh

Defenisi : Suatu kondisi seorang individu yang mengalami perubahan epidermis dan atau dermis Batasan Karakteriatik : NOC 1. Integritas Jaringan: Kulit & Membran Mukosa Sensasi IER Elestisita IER Hidrasi IER Pigmentasi IER Perspirasi IER Warna IER Tekstur IER Kerusakan pada lapisan kulit (dermis) Gangguan pada permukaan kulit (epidermis) Invasi dari struktur tubuh

1. Penyembuhan Luka: Tahap Pertama Perkiraan kerusakan kulit Resolusi drainase kemerahan dari luka Resolusi drainase serosa yang berdarah Resolusi sekeliling eritema kulit Resolusi edema periwound Resolusi kenaikan suhu kulit Resolusi bau luka

1. Penyembuhan Luka: Tahap Kedua Granulasi Epitelisasi Resolusi drainase bernanah Resolusi drainase barair Resolusi drainase yang kemerahan Resolusi drainase serosa yang berdarah

Resolusi abnormal sekeliling kulit Resolusi lobang kulit Resolusi di bawah luka Resolusi bau luka

NIC 1. Pengawasan Kulit Amati warna, kehangatan (suhu), bengkak, getaran, tekstur, edema, dan nanah pada ektremitas Periksa kemerahan, perubahan suhu yang ekstrim, atau drainase dari kulit dan membran mukosa Pantau sumber tekanan dan pergeseran Pantau infeksi, khususnya pada daerah edematous Pantau area yang tidak berwarna dan memar kulit dan membrane mukosa Pantau kelainan kekeringan dan kelembaban kulit Periksa keketatan pakaian Catat perubahan kulit atau membrane mukosa Tegakkan ukuran untuk pencegahan lanjutan yang lebih buruk 1. Mandi Memandikan dengan suhu air yang nyaman. Membantu perawatan perineal sesuai kebutuhan. Membantu dengan melakukan tindakan kebersihan seperti menggunakan deodorant atau perfume. Merendam kaki sesuai kebutuhan Mencukur pasien sesuai indikasi. Manggunakan pelicin seperti salep dan krim untuk daerah yang kering. Menawarkan bantuan mencuci setelah selesai dari toilet dan sebelum makan. Menggunakan bedak pengering untuk daerah lipatan-lipatan kulit yang lebih dalam. Memantau kondisi kulit ketika mandi.

b). Nyeri Akut

Defenisi : Pengalaman emosional dan sensori yang tidak menyenangkan yang muncul dan kerusakan jaringan secara actual dan potensial atau menunjukan adanya kerusakan.Serangan atau perlahan dari intensitas ringan sampai berat yang diantisipasi atau diprediksi durasi nyeri kurang dari 6 bulan. Batasan Karakteristik: Melaporkan nyeri secara verbal atau non verbal Menunjukan kerusakan Posisi untuk mengurangi nyeri Gerakan untuk melindungi Tingkah laku berhati-hati Muka topeng Gangguan tidur Focus pada diri sendiri Perubahan otonom dalam tonus otot (dalam rentang lemah ke kaku) Tingkah laku distraksi ( jalan-jalan, menemui orang, aktivitas berulang) Perubahan dalam nafsu makan.

Faktor yang berhubungan Agen cedera (biologi, kimia, fisik, psikologi)

Kriteria hasil yang disarankan Kontrol nyeri Nyeri penggagun Tingkat kenyamanan Tingkatan nyeri

NOC NIC Manajemen nyeri Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi,kualitas dan factor presipitasi Observasi reaksi non verbal dan ketidaknyamanan Kaji kultur untuk mempengaruhi respon nyeri Evalusi pengalaman nyeri masa lampau Kurangi factor presipitasi nyeri Pilih dan lakukan penanganan nyeri (farmakologi, non farmakologi dan interpersonal Berikan analgesic untuk mengurangi nyeri Tingkatkan istirahat Kolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan dan tindakan nyeri tidak berhasil. Kontrol nyeri Tingkat kenyamanan Tingkatan nyeri

Pemberian analgesic Tentukan lokasi, karakteristik,kualitas dan derajat nyeri sebelum pemberian obat Cek intruksi dokter tentang jenis obat, dosis dan frekuensi

Pilih analgesic yang diperlukan atau kombisasi dan analgesic ketika pemberian lebih dari satu tentukan pilihan analgesic tergantung tipe dan beratnya nyeri

Pilih rute pemberian secara IV, IM unuk pengobatan nyeri Berikan analgesic tepat waktu terutama saat nyeri hebat Evaluasi aktivitas analgesic tanda dan gejala (efek samping)

c). Nyeri kronik Batasan karakteristik Perubahan berat badan Laporan secara verbal dan non verbal Atrofe yang melibatkan beberapa otot Perubahan pola tidur Kelelahan Takut cedera kembali Berkurangnya interaksi dengan orang lain Anoreksia Nyeri lebih dari 6 bulan

Factor yang berhubungan: Agen cedera (biologis, fisik, psikologis Control nyeri Mengenali factor prnyebab Mengenali lamanya sakot Menggunakan metode pencegahan Menggunakan teknik non analgesic untuk mengurangi nyeri Mengguanakan analgesic sesuai kebutuhan

NOC NIC

Melaporkan gejala pada tenaga kesehatan Mengenali gejala-gejala nyeri Melaporkan nyeri yang sudah terkontrol

Manajemen nyeri Tingkatan nyeri Tingkat kenyamanan

1. Manajemen nyeri Kaji data nyeri secara komprehensif (lokasi karakteristik, frekuensi, kualitas, intensitas, factor pencetus) Observasi tanda non verbal adanya ketidaknyamanan Perhatikan tipe dan sumber nyeri untuk menentukan strategi manajemen nyeri Ajarkan teknik non farmakologi untuk mengutangi nyeri (seperti relaksasi, guided imagery, distraksi massage) Tingkatkan istirahat atau tidur untuk memfasilitasi manajemen nyeri

1. Pemberian analgetik Cek obat dosis, frekuensi pemberian analgetik Pilih analgetik atau kombinasi yang tepat apabila lebih dari satu analgetik yang diresepkan. Monitor tanda vital sebelum dan sesudah pemberian analgetik

d). Hipertemia Defenisi: suhu tubuh naik diatas rentang normal Factor yang berhubungan: Penyakit trauma Peningkatan metabolisme

Aktivitas yang berlebihan Dehidrasi Pengaruh medikasi/anestesi Penyakit Pengobatan

Batasan karakteristik: NOC NIC 1. Fever treatment Monitor suhu sesering mungkin Monitor IWL Monitor warna dan suhu kulit Monitor tekanan darah, nadi dan RR Monitor penurunan tingkat kesadaran Fever treatment Temperature regulation Vital sign monitoring Kenaikan suhu tubuh diatas rentang normal Serangan atas konvulasi (kejang) Kulit kemerahan Pertambahan RR Takikardi Saat disentuh tangan terasa hangat

1.

Monitor WBC, Hb dan HCt Monitor intake dan output Berikan antipiretik Berikan pengobatan untuk mengatasi penyebab deman Kolaborasi dalam pemberian intravena

Temperature regulation Monitor suhu minimal 2 jam Rencanakan monitoring suhu secara kontinyu Monitor TD, nadi dan RR Monitor warna dan suhu kulit Monitor tanda-tanda hipertermi dan hipotermi Tingkatkan intake cairan dan nutrisi Selimuti pasien untuk mencegah hilangnya kehangatan tubuh Ajarkan pada pasien mengech keletihan akibat panas Beritahukan tentang indikasi terjadinya keletihan dan penanganan emergency yang diperlukan. Berikan anti pireti bila perlu. Ajarkan indikasi dari hipertermi dan pengananan yang diperlukan

1.

Vital sign monitoring Monitor TD, nadi,suhu dan RR Catat adanya fluktasi tekanan darah Monitor VS pada saat pasien berbaring, duduk, atau berdiri Auskultasi TD kedua lengan dan bandingkan Monitor TD, nadi dan RR sebelum, selama dan setelah aktivitas

Monitor kualitas dari nadi Monitor frekuensi dan irama pernapasan Monitor suara paru Monitor adanya cushing triad (tekanan nadi yang melebar, bradikhardi, peningkatan sistolik)

e). Cemas

Monitor sianosis perifer

Batasan karakteristik: Prilaku: Produktivitas berkurang Scaning dan kewaspadaan Kontak mata yang buruk Gelisah Pandangan sekilas Insomnia Resah

Afektive Penyesalan Irritable Kesedihan yang mendalam Ketakutan Gelisah, gugup Mudah tersinggung Rasa nyeri hebat dan menetap Focus pada diri

Ketakutan Perasaan tidak adekuat

Fisiologis Gemetar, tangan tremor Goyang Respirasi menigkat (simpatis) Keinginan ingin kencing (parasimpatis) Nadi meningkat Pupil dilatasi Reflek meningkat Nyeri abdomen Gangguan tidur Berkeringat banyak Wajah tegang.

Factor yang berhubungan: NOC Control cemas Transmisi interpersoanal Kebutuhsn tidal terpenuhi Ancaman kematian Stres Substansi abuse Perubahan dalam status peran, kesehatan, pola interaksi Fungsi peran

NIC

Penurunan kecemasan Peningkatan koping

1. Control cemas Indikator Koping Menunjukkan fleksibilitas peran Keluarga menunjukkan fleksibilitas peran para anggotanya Pertentangan masalah Nilai keluarga dapat mengatur masalah Manajemen masalah Melibatkan anggota keluarga memutuskan masalah Mengguanakan support sosial Monitor intensitas tingkat kecemasan Menyingkirkan tanda kecemasan Menurunkan stimulasi lingkungan ketika cemas Menggunakan teknik relasasi untuk menurunkan kecemasan Merencanakan koping Mengguankan strategi koping efektif Melaporkan penurunan durasi dari periode cemas Melaporkan rentang waktu antara episode cemas Mempertahankan huubungan sosial Melaporkan tidak adanya gangguan persepsi sensori

1. Penurunan kecemasan

Tenagkan klien Berusaha memahami keadaan klien Berikan informasi tentang diagnose, prognosis, dan tindakan Jelaskan seluruh tindakan yang diberikan kepada klien dan perasaan yang ungkin muncul pada saat diberikan tindakan

Kaji tingkat kecemasan dan reaksi fisik pada tingkat kecemasan Sediakan aktivitas untuk menurunkan ketegangan Bantu pasien untuk mengidentfikiasi situasi yang mencitakan cemas Instruksikan pasien untuk menggunakan teknik relaksasi Berikan pengobatan untuk menurunkan cemas dengan cara cepat

1. Peningkatan Koping Hargai pemahaman pasien tentang proses penyakit Hargai dn diskusikan alternative respon terhadap situasi Gunakan pendekatan yang tenang dan memberikan jaminan Sediakan informasi yang actual tentang diagnose, penanganan dan prognosis Tentukan keampuan klien untuk mengambil keputusan Instruksikan pasien untuk menggunakan teknik relaksasi Berikan pengobatan untuk menurunkan cemas dengan cara cepat

DAFTAR PUSTAKA Price. A Sylvia, (2006). Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, Ed 6. Jakarta: EGC Sarwono Prawirohardjo, (2007). Ilmu Kebidanan, Jakarta. YBPS Lachlan, MC. 1987. Buku Pedoman Diagnosis dan Penyakit Kelamin. Ilmiah Kedokteran: Yogyakarta. Natadidjaja, hendarto. 1990. Kapita Selekta Kedokteran. Bina Rupa Aksara: Jakarta. Prof. DR. Djuanda, Adhi. 1999. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi 3. Balai Penerbit FKUI: Jakarta.
Herdman, T Heather. Nanda International Nursing Diagnoses Defenitions and Classification 20092011. 2009. United Stated: Wiley-Blacwell Mccloskey, Joanne C and Gloria M. Bulechek. 1996. Nursing Interventions Classification Second Edition. United Stated: Mosby Johnson, Marion dkk. Nursing Outcomes Classification Second Edition. 2000. United Stated: Mosby