Anda di halaman 1dari 2

Tekanan (barotrauma) Trauma akibat perubahan tekanan pada medium yang ada disekitar tubuh manusia dapat menimbulkan

kelainan atau gangguan yang sering disebut disbarisme (dysbarism), yang terdiri atas dua macam, yaitu: a. Hiperbarik: Sindroma ini disebabkan oleh karena tekanan tinggi, antara lain: Turun dari ketinggian secara mendadak: saat pesawat mendarat atau turun gunung. Berada di kedalaman air: pada penyelam bebas, scuba diving (menyelam dengan tangki oksigen), snorkling (menyelam dengan tube di mulut) penyelam dengan pakaian khusus. Gejala yang ditimbulkan oleh perubahan tekanan tersebut dapat berupa: Barotrauma interstisialis. Barotalgia: rasa nyeri, membrana timpani pecah, perdarahan, vertigo atau dizzines. Barodontalgia: pengumpulan gas yang menyebabkan rasa nyeri atau bahkan meletus. Narkosis nitrogen: amnesia atau disorientasi. pulmoner: pneumotorak, emboli udara atau emfisema

b. Hipobarik: Sindroma ini disebabkan oleh perubahan tekanan rendah, antara lain: Naik ke tempat tinggi secara mendadak: saat pesawat mengudara atau saat pesawat meluncur ke ruang angkasa. Berada di dalam ruang bertekanan rendah: misalnya di dalam decompression chamber. Gejala yang ditimbulkannya disebabkan oleh pembentukan dan pengumpulan gelembung-gelembung udara di dalam jaringan lunak, rongga-rongga atau organ-organ berongga.

Gejala tersebut antara lain: Sendi-sendi terasa kaku disertai nyeri hebat. Rongga dada dirasakan tercekik, sesak napas dan batuk yang hebat. Gejala pada susunan syaraf tergantung letak emboli dan letak emfisema subkutan. Rongga perut terasa kembung. Gigi-geligi terasa nyeri (barodontalgia).