Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PENYUSUNAN KAJIAN AKADEMIK RAPERDA KAWASAN BEBAS ASAP ROKOK

URAIAN PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 1. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb. 2. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet. 3. Rokok lagi-lagi dituding sebagai pemicu penyakit kanker yang mematikan. Karena itu Departemen Kesehatan (Depkes) kembali menggalakkan pengadaan ruangan atau kawasan bebas rokok didaerah-daerah. 4. Pemerintah Kota Bontang mendukung adanya penyediaan Kawasan/Ruang Bebas Asap Rokok, sehingga orang yang tidak merokok mendapat perlindungan dari bahaya asap rokok. 5. Dalam Upaya mewujudkan adanya Perda tentang Kawasan Bebas Asap Rokok maka disusunlah Kajian Akademik tentang Kawasan Bebas Asap Rokok. 2. Maksud dan Tujuan

Membantu DPRD Kota Bontang khususnya Badan Legislasinya untuk menyusun Kajian Akademik melalui kajian ilmiah, sehingga tersusun Draft Kajian Akademik tentang Kawasan Bebas Asap Rokok. Meningkatnya kualitas perda tentang Kawasan Bebas Asap Rokok melalui penyusunan draft kajian akademik tentang Kawasan Bebas Asap Rokok Kegiatan jasa konsultansi ini harus dilaksanakan di Kota Bontang. Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan APBD Kota Bontang TA 2011 Nama PPK/PA : Satuan Kerja : Sekretariat DPRD Kota Bontang

3.

Sasaran

4. 5. 6.

Lokasi Kegiatan Sumber Pendanaan Nama dan Organisasi Pejabat Pembuat Komitmen

DATA PENUNJANG 7. 8. Studi-Studi Terdahulu Referensi Hukum 1. Perpres RI No. 68 Tahun 2005; 2. Keputusan Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional Nomor : G-159.PR.09.10 Tahun 1994; 3. UU 23/1992 tentang Kesehatan, 4. UU 23/997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup 5. PP 19/2003 tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan.
1

RUANG LINGKUP

9.

Lingkup Kegiatan

1) Konseptualisasi draft Kajian Akademik Raperda Tentang Kawasan Bebas Asap Rokok, yaitu dengan pengkajian dan penelitian hukum, diskusi, wawancara. 2) Sosialisasi draft Kajian Akademik, yaitu dengan ekspose dan diskusi 3) Finalisasi dan Penggandaan Kajian Akademik, yaitu dengan Koordinasi, review dan update Kajian Akademik dan penggandaan draft Kajian Akademik

10. Keluaran

Draft Kajian Akademik tentang Kawasan Bebas Asap Rokok sebanyak 10 (sepuluh) buku PPK/PA menyediakan surat referensi jika dibutuhkan mempermudah mengakses data yang diperlukan. untuk

11. Peralatan, Material, Personil dan Fasilitas dari Pejabat Pembuat Komitmen 12. Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa Konsultansi

Penyedia jasa harus menyediakan sendiri peralatan dan material penunjang

13. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa 14. Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan 15. Personil

Penyedia Jasa berwenang mendapatkan penjelasan/ekspose laporan awal, dan laporan akhir, serta hasil pekerjaan Jangka waktu penyelesaian pekerjaan adalah 3 (tiga) bulan kalender Posisi Tenaga Ahli: 1. Ahli Hukum (Team Leader ) Kualifikasi Jumlah Orang Bulan 1 org x 3 bln

Berlatarbelakang pendidikan S-1 disiplin ilmu Hukum dan memiliki pengalaman kerja yang sesuai, dan pengalaman relevan minimal 8 tahun

2. Ahli Lingkungan Berlatarbelakang


pendidikan S-1 disiplin ilmu Kesehatan/Ekonomi dan memiliki pengalaman kerja yang sesuai, dan pengalaman relevan minimal 5 tahun .

1 org x 3 bln

3. Ahli Sosial

Berlatar belakang pendidikan S-1 dibidang Sosial Politik dan memiliki pengalaman yang relevan sekurangkurangnya 5 tahun.

1 org-3 bln

Tenaga Pendukung (jika ada):

1. Surveyor

Latar belakang 3 org 1 bln Ekonomi/Sosial dan minimal D3

16. Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

1. Tahap Konseptualisasi 2. Tahap Sosialisasi 3. Tahap Finalisasi dan Penggandaan Draft Naskah Akademik

LAPORAN 17. Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan memuat: Rencana Kerja, Metodologi dan Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 14 (empat belas) hari kerja sejak SPMK diterbitkan sebanyak 10 (sepuluh) buku laporan. Laporan Akhir memuat: Hasil Pelaksanaan Pekerjaan dan tahapan yang telah dilaksanakan dalam penyelesaian pekerjaan Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 1 (satu) hari kerja setelah waktu pelasanaan pekerjaan seleasi sebanyak 10 (sepuluh) buku laporan. HAL-HAL LAIN 19. Produksi dalam Negeri Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan , yaitu memperoleh ijin dari pihak terkait dan membawa surat referensi dari pemilik pekerjaan Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada personil proyek/satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen. Dengan tersusunnya Kerangka Acuan Kerja (KAK) , maka dapat dijadikan acuan dalam penyusunan kajian akademik Rancangan Peraturan Daerah di DPRD Kota Bontang.

18. Laporan Akhir

20. Pedoman Pengumpulan Data Lapangan

21. Alih Pengetahuan

22. Penutup