Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH NORMALISASI

OLEH: PETRUS KANISIUS BELALO LASAR NIM : 07060104 JURUSAN : MATEMATIKA/STATISTIK

FAKULTAS SAINS TERAPAN INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA 2008
1

A. Pengertian Normalisasi merupakan suatu proses untuk mengubah suatu tabel yang memiliki masalah tertentu ke dalam dua buah tabel atau lebih yang tak lagi memiliki masalah tertentu. Normalisasi bisa dipakai oleh perancang database untuk melakukan verifikasi terhadap tabel yang dibuat. Aturan-aturan normalisasi dinyatakan dalam istilah bentuk normal. Bentuk normal adalah suatu aturan yang dikenakan pada tabel-tabel dalam database dan harus dipenuhi oleh tabel-tabel tersebut pada level-level normalisasi. Suatu tabel dikatakan berada dalam bentuk normal tertentu jika memenuhi kondisi-kondisi tertentu. Bentuk Normal yang biasa dipakai pada normalisasi adalah : Bentuk Normal Pertama (1NF) Bentuk Normal Kedua (2NF) Bentuk Normal Ketiga (3NF) Sedangkan bentuk-bentuk normal yang lain seperti normal keempat dan seterusnya digunakan untuk kasus tertentu. B. Bentuk Normal Pertama Yaitu suatu tabel dikatakan dalam bentuk normal pertama hanya jika setiap kolom bernilai tunggal untuk setiap baris. Bentuk normal pertama mempunyai ciri bahwa setiap data dibentuk dalam flat tabel (tabel datar/rata). Data dibentuk dalam satu record demi satu record dan nilai dari field-field. C. Bentuk Normal Kedua Suatu tabel berada dalam bentuk normal kedua jika : Tabel berada dalam bentuk normal pertama Semua kolom bukan-kunci-primer tergantung sepenuhnya terhadap kunci primer.

Tergantung sepenuhnya jika suatu kolom selalu bernilai sama untuk nilai kunci primer yang sama. 2

D. Bentuk Normal Ketiga Suatu tabel dikatakan dalam bentuk normal ketiga, apabila : E. Berada dalam bentuk normal kedua, Setiap kolom bukan kunci primer yang tidak memiliki ketergantungan secara transitif terhadap kunci primer. Overnormalisai Tabel yang memenuhi bentuk normalisai ketiga kadang kala dipecah lagi. Proses pemecahan ini disebut dengan sebutan overnormalisai. Ada beberapa alasan melakukan hal ini. Pertama, kolom-kolom data yang sering diperlukan dipisahkan dengan kolom yang jarang diakses dengan tujuan untuk mempercepat pengaksesan data. Alasan yang lain, susunan kolom didasarkan pada pengelompokn tertentu. F. Contoh kasus Normalisasi : 1. Kasus Pertama (Faktur Penjualan Barang) Data diperoleh dari hasil survey di lapangan pada Faktur Penjualan Barang.
FAKTUR PENJUALAN BARANG PT. ALAMANDA
Jl. Parangtritis XX Yogyakarta Nomor Faktur Kode Pelanggan Nama Pelanggan Kode Barang B001 B002 : F101 : P002 : Ir. Anjani Adi Nama Barang Kulkas JVC TV Sony Jumlah 3 5 Tanggal : 06/10/07

Harga 1.500.000 1.000.000

Total 4.500.000 5.000.000

Total Faktur : 9.500.000 Tanggal Pelunasan : 20/10/07

PT. ALAMANDA
Nomor Faktur Kode Pelanggan Nama Pelanggan Kode Barang B001 B004

FAKTUR PENJUALAN BARANG

Jl. Parangtritis XX Yogyakarta : F106 : P004 : Ir. Adi Sumanto Nama Barang Kulkas JVC TV Sharp Jumlah 4 5 Tanggal : 08/10/07

Harga 1.500.000 800.000

Total 6.000.000 4.000.000

Total Faktur : 10.000.000 Tanggal Pelunasan : 22/10/07

a. Membuat Bentuk Tidak Ternormalisasi Bentuk tidak ternormalisasi dari kasus mengenai faktur penjualan barang, adalah sebagai berikut :

Nomor Faktur F101

Kode Pelanggan P002

Nama Pelanggan Ir. Anjani

Kode Barang B001 B002 B001 B004

Nama Barang Kulkas JVC TV Sony Kulkas JVC TV Sharp

Tanggal 06/10/07

Pelunasan 20/10/07

Jml 3 5 4 5

Harga 1.500.000 1.000.000 1.500.000 800.000

Total 4.500.000 5.000.000 6.000.000 4.000.000

Total Faktur 9.500.000

F106

P004

Ir. Adi Sumanto

08/10/07

22/10/07

10.000.000

b. Bentuk Normal Pertama Bentuk Normal Pertama dari kasus mengenai faktur penjualan barang, adalah sebagai berikut :
Nomor Faktur F101 F101 F106 Kode Pelanggan P002 P002 P004 Nama Pelanggan Ir. Anjani Ir. Anjani Ir. Adi Sumanto Ir. Adi Sumanto Kode Barang B001 B002 B001 Nama Barang Kulkas JVC TV Sony Kulkas JVC TV Sharp Tanggal 06/10/07 06/10/07 08/10/07 Pelunasan 20/10/07 20/10/07 22/10/07 Jml 3 5 4 Harga 1.500.000 1.000.000 1.500.000 Total 4.500.000 5.000.000 6.000.000 Total Faktur 9.500.000 9.500.000 10.000.000

F106

P004

B004

08/10/07

22/10/07

800.000

4.000.000

10.000.000

c. Bentuk Normal Kedua Bentuk Normal Kedua dari kasus mengenai faktur penjualan barang, adalah sebagai berikut:

Tabel Barang

Kode_Barang (*) B001 B002 B004

Nama_Barang Kulkas JVC TV Sony TV Sharp

Tabel Pelanggan
Kode_Pelanggan (*) P002 P004 Nama_Pelanggan Ir. Anjani Ir. Adi Sumanto

Tabel Faktur
Nomor Faktur (*) F101 F101 F106 F106 Kode Pelanggan (**) P002 P002 P004 P004 Kode Barang (**) B001 B002 B001 B004

Tanggal 06/10/07 06/10/07 08/10/07 08/10/07

Pelunasan 20/10/07 20/10/07 22/10/07 22/10/07

Jml 3 5 4 5

Harga 1.500.000 1.000.000 1.500.000 800.000

Total Faktur 9.500.000 9.500.000 10.000.000 10.000.000

Keterangan : * : kunci Primer dari tabel ** : kunci tamu/foreign key

d. Bentuk Normal Ketiga Bentuk Normal Ketiga dari kasus mengenai faktur penjualan barang, adalah sebagai berikut : Tabel Barang
Kode_Barang (*) B001 B002 B004 Nama_Barang Kulkas JVC TV Sony TV Sharp

Tabel Pelanggan
Kode_Pelanggan (*) P002 P004 Nama_Pelanggan Ir. Anjani Ir. Adi Sumanto

Tabel Faktu Nomor Faktur Kode Pelanggan Tanggal (*) (**)


F101 F101 F106 F106 P002 P002 P004 P004 06/10/07 06/10/07 08/10/07 08/10/07

Pelunasan
20/10/07 20/10/07 22/10/07 22/10/07

Total Faktur
9.500.000 9.500.000 10.000.000 10.000.000

Tabel ItemFaktur Nomor (*)


F101 F101 F106 F106

Faktur Kode (**)


B001 B002 B001 B004

Barang

Jml
3 5 4 5

Harga
1.500.000 1.000.000 1.500.000 800.000

Keterangan : * : kunci Primer dari tabel ** : kunci tamu/foreign key Gambar diagram kerelasian antar tabel

2. Kasus Kedua a. Bentuk Normalisasi pertama


KARTU PEMINJAMAN PERPUSTAKAAN SEJATI Kode Anggota : A001 Nama : Tony Parlin Aamat : Aspol Balapan Peminjaman Kode_Buku Judul Tgl. Pinjam 10/1/06 11/10/06 23/1/07 Petugas Sudarmoko Mochammad Trisno Pengembalian Tgl. Kembali 17/01/06 19/10/06 25/01/07 Denda 0 200 0 Ttd. Petugas Roflith Roflith Roflith

B001 B002 B003

Basis Data AP 1 Kalkulus

b. Bentuk Normalisasi Pertama


Kode Anggota A001 Nama Anggota Toni Parlin Tgl. Pinjam 10/1/06 Petugas Peminjaman Sudarmoko Tgl. Kembali 17/01/06 Petugas Pengem balian Roflith

Alamat

Kode_Buku

Judul

Denda

Aspol Balapan Aspol Balapan Aspol Balapan

B001

Basis Data

A001

Toni Parlin

B002

AP 1

11/10/06

Mochammad

19/10/06

200

Roflith

A001

Toni Parlin

B003

Kalkulus

23/1/07

Trisno

25/01/07

Roflith

c. Bentuk Normalisasi Kedua Tabel Anggota


Kode Anggota (*) A001 Nama Anggota Toni Parlin Alamat Aspol Balapan

Tabel Buku
Kode_Buku (*) B001 B002 B003 Judul Basis Data AP 1 Kalkulus

Tabel Peminjaman
Kode Anggota (*) A001 A001 A001 Kode_Buku (**) B001 B002 B003 Tgl. Pinjam 10/1/06 11/10/06 23/1/07 Petugas Peminjaman Sudarmoko Mochammad Trisno Tgl. Kembali 17/01/06 19/10/06 25/01/07 Denda 0 200 0 Petugas Pengembalian Roflith Roflith Roflith

d. Bentuk normal ketiga Tabel Anggota


Kode Anggota (*) A001 Nama Anggota Toni Parlin Alamat Aspol Balapan

Tabel Buku
Kode_Buku (*) B001 B002 B003 Judul Basis Data AP 1 Kalkulus

Tabel Peminjaman
Kode Anggota (*) A001 A001 A001 Kode_Buku (**) B001 B002 B003 Tgl. Pinjam 10/1/06 11/10/06 23/1/07 Tgl. Kembali 17/01/06 19/10/06 25/01/07 0 200 0 Denda

Tabel Item Peminjaman


Kode Anggota (*) A001 A001 A001 Kode_Buku (**) B001 B002 B003 Tgl. Pinjam 10/1/06 11/10/06 23/1/07 Petugas Peminjaman Sudarmoko Mochammad Trisno Tgl. Kembali 17/01/06 19/10/06 25/01/07 Petugas Pengembalian Roflith Roflith Roflith