Anda di halaman 1dari 20

Oleh : Ade Riza W idyanti Pembimbing : dr.Gladis Gunawan Sp.

ADHD
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah suatu kondisi neurobehavioral yang muncul sebelum usia 7 tahun. Bila dibiarkan dapat menetap sampai dewasa. Gangguan bisa

ditunjukkan melalui tindakan sang anak berupa: tidak bisa diam, tidak bisa konsentrasi, mudah teralih perhatiannya, dan impulsif.

Penyebab

Genetik Cedera kepala Makanan Lingkungan Faktor biologis termasuk aktivitas neurologis Pengaruh keluarga Konsumsi alkohol dan obat-obatan saat hamil

Diagnosis

Bila anak usia 6 hingga 12 tahun menunjukkan tanda-tanda hiperaktif dengan prestasi akademik rendah dan kelainan perilaku, hendaknya dilakukan evaluasi awal. Untuk mendiagnosis ADHD digunakan kriteria DSM IV yang juga digunakan, harus terdapat 3 gejala : Hiperaktif, masalah perhatian dan masalah konduksi.

DSM-IV Criteria for Diagnosis

Six or more inattention symptoms or six or more hyperactivity-impulsivity symptoms Symptoms must be inconsistent childs current developmental level with the

Must persist to a degree that is considered maladaptive for at least six months

Additional DSM Criteria

Some symptoms present before age 7 Impairment from symptoms must be present in at least two types of settings Clinically significant impairment in school, social or occupational functioning Symptoms do not occur solely during a pervasive developmental disorder or psychotic disorder Symptoms are not accounted for better by another mental disorder

INATTENTION

Sering gagal dalam memberi perhatian secara erat secara jelas atau membuat kesalahan yang tidak terkontrol dalam : 1. Sekolah 2. Bekerja 3. Aktifitas lainnya

Sering mengalami kesulitan menjaga perhatian/ konsentrasi dalam menerima tugas atau aktifitas bermain. Sering kelihatan tidak mendengarkan ketika berbicara secara langsung 1. Menyelesaikan pekerjaan rumah 2. Pekerjaan atau tugas 3. Mengerjakan perkerjaan rumah (bukan karena perilaku melawan) 4. Gagal untuk mengerti perintah

Sering kesulitan mengatur tugas dan kegiatan Sering menghindar, tidak senang atau enggan mengerjakan tugas yang membutuhkan usaha (seperti pekerjaan sekolah atau perkerjaan rumah) Sering kehilangan suatu yang dibutuhkan untuk tugas atau kegiatan ( permainan, tugas sekolah, pensil, buku dan alat sekolah lainnya )) Sering mudah mengalihkan perhatian dari rangsangan dari luar yang tidak berkaitan Sering melupakan tugas atau kegiatan sehari-hari

Hiperaktifitas

Sering merasa gelisah tampak pada menggeliat dalam tempat duduk

tangan, kaki dan

Sering meninggalkan tempat duduk dalam kelas atau situasi lain yang mengharuskan tetap duduk. Sering berlari dari sesuatu atau memanjat secara berlebihan dalam situasi yang tidak seharusnya (pada dewasa atau remaja biasanya terbatas dalam keadaan perasaan tertentu atau kelelahan ) Sering kesulitan bermain atau sulit mengisi waktu luangnya dengan tenang. Sering berperilaku seperti mengendarai motor Sering berbicara berlebihan

IMPULSIF

Sering mengeluarkan perkataan tanpa berpikir, menjawab pertanyaan sebelum pertanyaannya selesai. Sering sulit menunggu giliran atau antrian Sering menyela atau memaksakan terhadap orang lain (misalnya dalam percakapan atau permainan).

Subtipe ADHD
Predominantly Inattentive Type children who only meet the criteria for inattention

Predominantly Hyperactive-Impulsive Type children who only meet the criteria for hyperactivityimpulsivity

Combined Type children who meet the criteria for both inattention and hyperactivity-impulsivity

Treatment

A complete conducted

medical

evaluation

should

be

The condition can be diagnosed appropriate guidelines are used. The treatment of ADHD multimodal approach. must

when a

involve

Medication

Stimulant (most commonly used) Non-stimulant Antidepressants Antihypertensives Mood Stabilizers Neuroleptic drugs

Stimulant medication
Variety of forms:

Methylphenidate Dextroamphetamine Amphetamine Lisdexamfetaime

For 80% of children with ADHD, Stimulants produce dramatic increases in:

Sustained attention Impulsive control Persistence of work effort Decrease in task-irrelevant behavior Cooperation Physical Coordination

Obat yang digunakan untuk gangguan ADHD pada anak

Behavior therapies
Parent Management Training (PMT)

Parents are taught about ADHD Given guidelines for raising a child with ADHD For disruptive behavior parents are taught to use penalties

Studies support PMT

Educational behavior

Focus on managing inattentive and hyperactiveimpulsive behaviors Techniques are similar to those recommended to parents
- Reward system

Considerable support for school based interventions

Intensive interventions
Summer Treatment Programs

Provided to children between 5-15 Classroom and recreational activates Advantages: peer relationships, and progress made during school year is not lost Used with medication, PMT, and Educational Interventions

Additional intervention
Family Counseling and Support Groups

Helps everyone develop new skills, and attitudes, and teaches them how to relate more effectively Local and National support groups On-line bulletin boards

Individual Counseling

Teach children with ADHD how to feel better about ones self Build strengths, cope with daily problems, and control attention and aggression

THANKS