Refleksi Pertama
Saya memilih sepeda Seperti saat bersepeda, di dalam mengajar PJOK, keseimbangan sangat penting.
Kita sebagai guru PJOK harus menjaga keseimbangan antara teori dan praktik, serta antara kegiatan
fisik dan waktu istirahat. Keseimbangan ini memastikan bahwa siswa tidak hanya memahami konsep,
tetapi juga dapat mengaplikasikannya dengan baik.
Bersepeda juga menggambarkan perjalanan yang terus menerus. Setiap sesi pembelajaran adalah
langkah baru dalam perjalanan siswa untuk mengembangkan keterampilan fisik dan mental mereka.
Seperti halnya perjalanan yang kadang menanjak dan kadang menurun, proses belajar juga memiliki
tantangan dan pencapaian.
Refleksi Kedua
1. Bagaimana Bapak dan Ibu mempersiapkan diri dalam mengajar?
Dalam mempersiapkan diri, saya biasanya melakukan beberapa langkah penting. Pertama, saya
merencanakan materi yang akan diajarkan dengan mempertimbangkan kurikulum dan kebutuhan
siswa. Saya juga melakukan asesmen awal untuk mengenali potensi dan karakteristik siswa, sehingga
saya dapat menyesuaikan metode pengajaran yang tepat.
2. Bagaimana Bapak/Ibu dalam melaksanakan mengajar? Deskripsikan renungan Bapak/Ibu.
Dalam melaksanakan pengajaran, saya berusaha menciptakan suasana yang menyenangkan dan
interaktif. Saya menggunakan berbagai metode, seperti permainan dan diskusi, untuk menjaga
keterlibatan siswa. Saya juga memperhatikan dinamika kelas dan berusaha untuk melibatkan semua
siswa, baik yang aktif maupun yang cenderung pasif.
3. Apakah Bapak/Ibu merasa berhasil/sukses dalam mengajar? Jika iya/tidak, mengapa?
Saya merasa bahwa keberhasilan dalam mengajar PJOK dapat diukur dari beberapa aspek. Jika saya
merasa berhasil, itu biasanya karena peserta didik menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam
keterampilan fisik dan pemahaman mereka terhadap materi yang diajarkan. Misalnya, jika peserta
didik dapat melakukan gerakan dengan baik dan menunjukkan peningkatan dalam partisipasi, itu
menjadi indikator positif bagi saya. Namun, jika saya merasa tidak sepenuhnya berhasil, mungkin ada
beberapa alasan. Salah satunya adalah jika ada peserta didik yang masih kesulitan memahami materi
atau tidak aktif berpartisipasi dalam kegiatan. Dalam hal ini, saya merasa perlu untuk mengevaluasi
kembali metode pengajaran yang saya gunakan dan mencari cara untuk lebih mendukung peserta
didik tersebut. Secara keseluruhan, refleksi terhadap keberhasilan mengajar sangat penting. Ini
membantu saya untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran dan memberikan pengalaman belajar
yang lebih baik bagi peserta didik. Dengan melakukan refleksi, saya dapat mengenali kekuatan dan
kelemahan dalam proses pembelajaran, sehingga dapat melakukan perbaikan yang diperlukan di
masa depan.