Anda di halaman 1dari 10

PENJODODHAN (MATCHING) GRAPH

A. PENGERTIAN PENJODOHAN (MATCHING) PADA GRAPH Sebuah penjodohan (matching) pada graf G, dilambangkan dengan M, adalah sebuah himpunan sisi-sisi G yang saling lepas. Dikatakan saling lepas jika kedua sisi tersebut tidak mempunyai titik ujung persekutuan. Jadi tidak ada sisi-sisi M yang memiliki titik-titik ujung persekutuan. Sebagai contoh:

Gambar 4.1(a) Graf G Penjodohan M2

Gambar 4.1(b) Graf G Penjodohan M1

Perhatikan Gambar 4.1(a) dan Gambar 4.1(b), dari graf G yang sama dapat diperoleh 2 penjodohan yang berbeda, yaitu : 1. M1 = {(v1,v2), (v3, v4), (v7,v8)} 2. M2 = {(v1,v3), (v2,v4 ), (v7,v8 )} M1 dan M2 adalah sebuah penjodohan berukuran 3 pada G. Selain itu masih ada penjodohan lain yang mungkin, yaitu:
1

M3 = {(v2, v4), (v7, v8 )} M4 = {(v1, v3), {v4,v5)} M3 dan M4 adalah sebuah penjodohan berukuran 2 pada G. Misalkan himpunan E = {(v4, v5), (v4, v6 )}, himpunan E bukan penjodohan pada G karena ada sisi yang memiliki titik persekutuan yaitu di titik V4. Berikut ini adalah definisi tentang sifat penjodohan. 1. Dua titik ujung dari garis anggota dalam M dikatakan matched pada M. M-matched adalah himpunan berisi 2 titik yang terpasangkan, notasi yang digunakan sama seperti notasi untuk himpunan garis E. Pada Gambar 4.2(a) dan Gambar 4.2(b) : a. M1-matched = {(v1, v2), (v3, v4 ), (v7, v8)} b. M2-matched = {(v1, v3), (v2, v4), (v7, v8)} 2. Titik v disebut M-saturated jika ada garis dalam M berinsiden dengan v. Dengan kata lain, jika titik v di graph G tertutup oleh penjodohan M maka v di katakana M-saturated (penjodohan M menutup v). Pada Gambar 4.2(a) dan Gambar 4.2(b) : a. M1-saturated = {v1, v2, v3, v4, v7, v8 } b. M2-saturated = {v1, v2, v3, v4, v7, v8} 3. Titik v disebut M-unsaturated jika tidak ada garis dalam M yang berinsiden dengan titik v. Atau M tidak menutup v. Pada Gambar 4.2(a) dan Gambar 4.2(b) : a. M1-unsaturated = {v5, v6 }
2

b. M2-unsaturated = {v5, v6 } 4. Penjodohan M pada graf G dikatakan penjodohan sempurna jika setiap titik pada graf tersebut adalah M-saturated.

Gambar 4.3(a) Graf G Penjodohan M1 Pada Gambar 4.3(a) dan Gambar 4.3(b) :

Gambar 4.3(b) Graf G Penjodohan M2

a. M1 = {(c,d), (b,e), (g,h)} bukan penjodohan sempurna karena ada 2 titik M-unsaturated yaitu a dan f. b. M2 = {(a,b), (e,f), (c,d), (h,g)} adalah penjodohan sempurna karena semua titik Msaturated. 5. Penjodohan M pada graf G dikatakan penjodohan maksimum jika pada graf tersebut tidak terdapat Penjodohan lain yaitu M dengan | M | > | M |. Pada Gambar 4.3(a) dan Gambar 4.3(b) : a. M1 memiliki 3 anggota, ditulis |M1| = 3 b. M2 memiliki 4 anggota, ditulis |M2 | = 4

Karena |M1| = 3, |M2| = 4 dan tidak ada penjodohan lain yang anggotanya lebih dari 4 maka M2 adalah penjodohan maksimum.
6. Setiap penjodohan sempurna adalah penjodohan maksimum. Namun tidak berlaku sebaliknya. Pada Gambar 4.3(a) dan Gambar 4.3(b), karena M2 adalah penjodohan sempurna maka M2 adalah penjodohan maksimum.

7. M-alternating path (lintasan alternative-M) adalah lintasan yang garis-garisnya bergantian antara E\M dan M. Pada Gambar 4.3(a) dan Gambar 4.3(b): a. M1-alternating path = b(be)e(ed)d(dc)c(ch)h(hg)g b. M2-alternating path = a(ab)b(bc)c(cd)d(de)e(ef)f(fg)g(gh)h 8. M-augmenting path (lintasan augmentasi-M) adalah lintasan alternative-M yang titik awal dan titik akhirnya M-unsaturated. Pada Gambar 4.3(a) dan Gambar 4.3(b) : a. M1-augmenting path = a(ab)b(be)e(ed)d(dc)c(ch)h(hg)g(gf)f b. Tidak terdapat M2-augmenting path

B. PENJODOHAN DAN PENUTUP PADA GRAPH BIPARTISI Penjodohan pada graf bipartit adalah penjodohan yang diterapkan pada graf bipartit. Penjodohan pada graf bipartit harus memenuhi Definisi Penjodohan dan Definisi Graf Bipartit. Berikut ini definisinya: Definisi Penjodohan di Graf Bipartit :

Misalkan G = {V,E} adalah graf bipartit dengan bipartisi (V1,V2 ). Penjodohan M di graf bipartit G adalah himpunan bagian dari E dengan syarat : 1. Setiap titik pada himpunan V merupakan anggota dari salah satu himpunan bagian V1 atau V2 dengan V1 V2 = dan V1 V2 = V.

2. Setiap garis berbentuk e = (v1,v2 ) dengan v1 V1 dan v2 V2. 3. Setiap anggota M adalah link e = (v1,v2 ) dengan v1 V1 dan v2 V2. 4. Setiap pasang anggota M tidak saling berdampingan atau setiap sisi nya saling lepas.

Gambar 4.6(a)

Gambar 4.6(b)

Graf G Penjodohan M1 = {(v11, v21), (v12, v22), (v13, v23) (Gambar 4.6(a)) Graf G Penjodohan M2 = {(v12, v21), (v13, v23), (v14, v22)}(Gambar 4.6(b))

Untuk sembarang himpunan S dari titik-titik dalam G, kita mendefinisikan himpunan tetangga dari S dalam G sebagai himpunan dari semua titik-titik yang berdampingan dengan titik-titik dalam S; himpunan ini dinotasikan oleh NG(S) atau N(S).

Gambar 4.7 Pada Gambar 4.7. misal S = {a, e} maka NG(S) = {b, d, f}

Selanjutnya misalkan G adalah graf bipartit dengan bipartisi (X,Y). Dalam banyak penerapan seseorang mungkin ingin menentukan sebuah penjodohan dari G yang men saturatekan setiap titik dalam X. Suatu contoh yang memerlukan penjodohan seperti itu adalah masalah penugasan personel.

Gambar 4.8 M = {( x1, y1 ), (x2, y3), (x3, y4), (x4, y6 ), (x5, y5)}, dimana Setiap titik di X adalah M-saturated Penjodohan sempurna dalam salah satu partisi atau kedua-duanya pada graf bipartit adalah penjodohan yang mengharuskan setiap titik di salah satu partisi tersebut atau keduaduanya ter-saturate-kan. Berikut ini definisinya.

Definisi Penjodohan Sempurna di Partisi V1 pada Graf Bipartit G: Misalkan G = {V,E} adalah graf bipartit dengan bipartisi (V1,V2). Penjodohan sempurna M di partisi V1 pada graf bipartit G adalah penjodohan yang mensaturatekan semua titik di V1. Contoh:

Gambar 4.9 M = {(x1,y1), (x2,y2 ), (x3,y3)}, merupakan Penjodohan sempurna M di partisi X Definisi Penjodohan Sempurna di Partisi V2 pada Graf Bipartit G: Misalkan G = {V,E} adalah graf bipartit dengan bipartisi (V1,V2). Penjodohan sempurna M di partisi V2 pada graf bipartit G adalah penjodohan yang men saturatekan semua titik di V2. Contoh:

Gambar 4.10 M = {(x1,y1 ),(x2,y2),(x3,y3)}, merupaka Penjodohan sempurna M di partisi Y


7

Definisi Penjodohan Sempurna pada Graf Bipartit G: Misalkan G = {V,E} adalah graf bipartit dengan bipartisi (V1,V2). Penjodohan sempurna M di bipartisi (V1,V2 ) pada graf bipartit G adalah penjodohan yang mensaturate kan semua titik pada V1 dan semua titik pada V2. Contoh:

Gambar 4.11 M = {(x1,y1 ),(x2,y2),(x3,y3),(x4,y4 )}, merupakan Penjodohan sempurna M di bipartisi (X,Y) Covering (penutup) Definisi: Suatu covering dari graf G adalah suatu himpunan bagian K dari V sedemikian sehingga setiap garis dari G mempunyai paling sedikit satu titik ujung di K. contoh:

Gambar 4.15, Suatu Covering K = {v1, v2, v3, v4, v5} Definisi Covering Minimum: Suatu covering K adalah suatu covering minimum jika G tidak memiliki covering K dengan | K | < | K |. Contoh:

Gambar 4.16 Suatu Covering Minimum K = {v1, v3, v4, v6} Jika K adalah suatu covering dari G, dan M adalah suatu penjodohan dari G, maka K memuat paling sedikit satu titik ujung dari masing-masing dari garis-garis di M. C. PENJODOHAN (MATCHING) SEMPURNA Syarat cukup dan syarat perlu untuk suatu graf memiliki suatu penjodohan sempurna diperoleh Tutte (1947). Bukti yang diberikan di sini berdasarkan lovasz (1973). Suatu komponen dari suatu graf adalah ganjil atau genap sesuai dengan banyaknya titik-titik ganjil atau genap. o(G) menyatakan banyaknya komponen ganjil dari G, e(G) menyatakan banyaknya komponen genap dari G dan v(G) menyatakan banyaknya titik pada graf G. Graf ganjil graf genap
9

Teorema 4.4 G mempunyai suatu penjodohan sempurna jika dan hanya jika o(G S) | S | , untuk semua S himpunan bagian dari V(G)

Gambar 4.20(a) Graf G, dengan S = {v15, v16 }

Gambar 4.20(b) Graf G S, dengan S = {v15, v16}

10