Anda di halaman 1dari 20

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Blok Neuromuskuloskeletal adalah blok kedelapan pada semester 2 dari Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Pada kesempatan ini dilaksanakan tutorial studi kasus skenario B yang memaparkan kasus Fraktur patologis. 1.2 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan dari materi tutorial ini, yaitu : 1. Sebagai laporan tugas kelompok tutorial yang merupakan bagian dari system pembelajaran KBK di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. 2. Dapat menyelesaikan kasus yang diberikan pada skenario mengenai fraktur patologis. 3. Tercapainya tujuan dari metode pembelajaran tutorial.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Data Tutorial

TUTORIAL SKENARIO C
Tutor Moderator Sekretaris meja Sekretaris papan Hari, Tanggal Rule tutorial : dr. Liza Chairani, Sp.A. M.Kes : Desi Ratnasari : Ghita Novita : Rizki Jatu Sarindra : Selasa, 18 Oktober 2011 dan Kamis, 20 Oktober 2011 : 1. Alat komunikasi dinonaktifkan 2. Semua anggota tutorial harus mengeluarkan pendapat 3. Dilarang makan dan minum 2.2 Skenario Kasus Tn. Ahmad, 51 tahun, berobat dipoliklinik saraf dengan keluhan utama lemah keempat anggota gerak, dialami sejak 6 bulan secara perlahan-lahan. Awalnya penderita merasa kesemutan pada tungkai bawah, susah tidur akibat gangguan tersebut. Keluhan ini bertambah berat sehingga mengenai kedua lengan dan bila jongkok sulit untuk berdiri. Riwayat kencing manis diderita sejak 10 tahun, namun berobat tidak teratur. Riwayat darah tinggi sejak 5 tahun yang lalu Riwayat minum obat-obatan disangkal. Riwayat trauma disangkal. Pemeriksaan Fisik: Kesadaran: compos mentis TD: 170/95 mmHg, N: 84 x/menit, RR: 20 x/menit, Suhu 37C Pemeriksaan Khusus: Visus 5/300 tidak dapat terkoreksi dengan sempurna dengan kacamata. Pemeriksaan neurologi didapat: kekuatan 4 pada keempat anggota gerak, refleks fisiologis menurun pada kedua lengan dan negatif pada tungkai bawah, gangguan sensibilitas berpola sarung tangan & kaos kaki. 2

Pemeriksaan Laboratorium: GDS: 240 mg%, Ureum : 48 mg/dl, Kreatinin: 1,2 mg/dl Fungsi hati normal. 2.3 Paparan 2.3.1 Klarifikasi Istilah-Istilah : Gejala manifestasi dari gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsangan listrik di sistem itu tidak tersalur secara penuh dengan sebab macam-macam. 2. Kencing Manis : Kelainan metabolik dimana ditemukan ketidakmampuan untuk mengoksidasi karbohidrat akibat gangguan pada mekanisme insulin yang normal. 3. Darah Tinggi 4. Trauma 5. Visus : Tekanan kondisi medis dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis. : Luka atau cedera baik fisik atau psikis. : Ketajaman penglihatan (daya lihat). tekanan dan pergerakan. 7. GDS 8. Ureum 9. Kreatinin 2.3.2 Identifikasi Masalah 1. Tn. Ahmad, 51 tahun, berobat dipoliklinik saraf dengan keluhan utamalemah keempat anggota gerak, dialami sejak 6 bulan secara perlahan-lahan. Awalnya penderita merasa kesemutan pada tungkai bawah, susah tidur akibat gangguan tersebut. 2. Keluhan ini bertambah berat sehingga mengenai kedua lengan dan bila jongkok sulit untuk berdiri. 3. Riwayat kencing manis diderita sejak 10 tahun, namun berobat tidak teratur. 4. Riwayat darah tinggi sejak 5 tahun yang lalu 5. Riwayat minum obat-obatan disangkal. 6. Riwayat trauma disangkal 7. Pemeriksaan Fisik: 3 : Kadar gula dalam darah (Gula Darah Sewaktu) : Hasil akhir metabolisme protein : Hasil akhir metabolisme fosfokreatin 1. Kesemutan

6. Gangguan Sensibilitas: Kelemahan dalam merasakan rangsangan seperti nyeri,

Kesadaran: compos mentis TD: 170/95 mmHg, N: 84 x/menit, RR: 20 x/menit, Suhu 37C 8. Pemeriksaan Khusus: Visus 5/300 tidak dapat terkoreksi dengan sempurna dengan kacamata. Pemeriksaan neurologi didapat: kekuatan 4 pada keempat anggota gerak, refleks fisiologis menurun pada kedua lengan dan negatif pada tungkai bawah, gangguan sensibilitas berpola sarung tangan & kaos kaki. 9. Pemeriksaan Laboratorium: GDS: 240 mg%, Ureum : 48 mg/dl, Kreatinin: 1,2 mg/dl Fungsi hati normal. 2.3.3 Analisis Masalah 1. a. Anatomi pada ekstremitas atas dan bawah? b. Bagaimana fisiologi ekstremitas atas dan bawah? c. Apa penyebab kesemutan pada tungkai bawah? d. Bagaimana dampak dari kesemutan? e. Bagaimana mekanisme dari kesemutan pada tungkai bawah? f. Bagaimana hubungan kesemutan pada tungkai bawah dengan susah tidur pada Tn. Ahmad? g. Bagaimana hubungan kesemutan dengan keluhan anggota gerak pada Tn. Ahmad? h. Bagaimana hubungan umur dengan keluhan Tn. Ahmad? i. Apa makna lemahnya anggota gerak sejak 6 bulan secara perlahan-lahan? j. Bagaimana mekanisme gangguan susah tidur pada kasus ini? 2. a. Apa penyebab keluhan bertambah berat yang mengenai kedua lengan dan bila jongkok sulit untuk berdiri? b. Apa makna dari keluhan bertambah berat yang mengenai kedua lengan dan bila jongkok sulit untuk berdiri? c. Bagaimana mekanisme keluhan bertambah berat yang mengenai kedua lengan? 3. a. Apa definisi dari kencing manis? b. Apa penyebab dari kencing manis? c. Apa dampak dari kencing manis? d. Bagaimana mekanisme dari kencing manis? e. Apa makna riwayat kencing manis yang diderita sejak 10 tahun? 4

f. Bagaimana hubungan umur dengan penyakit kencing manis? g. Apa dampak dari berobat yang tidak teratur? 4. a. Apa definisi dari darah tinggi? b. Apa penyebab dari darah tinggi? c. Apa dampak dari darah tinggi? d. Bagaimana mekanisme dari darah tinggi? e. Apa makna riwayat darh tinggi yang diderita sejak 5 tahun yang lalu? f. Bagaimana hubungan umur dengan penyakit darah tinggi? 5. a. Apa saja obat-obatan yang digunakan untuk penyakit kencing manis dan darah tinggi? b. Apa efek samping dari obat-obatan tersebut dengan keluhan utama? 6. a. Apa makna dari trauma disangkal? b. Apa saja trauma yang dapat menyebabkan keluhan utama? 7. a. Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan fisik? 8. a. Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan khusus? b. Bagaimana cara pemeriksaan khusus? 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. a. Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan Laboratorium? Apa penyakit yang mungkin terjadi pada kasus ini? Apa penyakit yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? Apa pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada kasus ini? Bagaimana tata laksana yang dilakukan pada kasus ini? Apa komplikasi yang terjadi pada kasus ini? Bagaiman prognosis yang terjadi pada kasus ini? Bagaimana Pandangan Islam dalam kasus ini? Apa standar kompetensi dokter umum pada kasus ini?

2.3.4

Kerangka konsep Diabetes Militus

Usia

Hipertensi

Gangguan sirkulasi

Polineuropati

Kelemahan

Kesemutan

Susah Tidur

2.3.5

Hipotesis Tn. Ahmad, 51 tahun, menderita neuropatik diabetik akibat diabetes mellitus

2.3.6 No 1.

Keterbatasan Ilmu Pokok Bahasan Anatomi ekstremitas atas dan bawah Fisiologi ekstremitas atas dan bawah Kesemutan Susah tidur What know Anatomi I What I Don't What I Have to How Know prove Anatomi I

will learn

2.

Fisiologi

Fisiologi

3. 4. 5.

Definisi Definisi

Penyebab, Mekanisme Penyebab, Mekanisme Mekanisme,

Mekanisme Mekanisme Penatalaksanaan

Internet, Al-Quran, Juornal dan

Kencing manis Definisi,

(Diabetes 6.

Macam-

Penatalaksanaan Penyebab, Jenis-Jenis, Mekanisme Penyakit (cobaan) Mekanisme

textbook

Melitus) Macam Darah tinggi Definisi (hipertensi)

7.

Pandangan Islam

2.3.7

Learning Issue
1. Anatomi ekstremitas atas dan bawah 2. Fisiologi ekstremitas atas dan bawah 3. Kesemutan 4. Susah tidur 5. Kencing manis (Diabetes Melitus) 6. Darah tinggi (hipertensi 7. Pandangan islam

2.3.8

Sintesis 1. Tn. Ahmad, 51 tahun, berobat dipoliklinik saraf dengan keluhan utamalemah keempat anggota gerak, dialami sejak 6 bulan secara perlahan-lahan. Awalnya penderita merasa kesemutan pada tungkai bawah, susah tidur akibat gangguan tersebut. a. Anatomi pada ekstremitas atas dan bawah?

b. Bagaimana fisiologi ekstremitas atas dan bawah? c. Apa penyebab kesemutan pada tungkai bawah? Penyebab secara umum: Terganggunya bagian saraf tepi. Misalnya, gangguan pada fungsi pengatur indera perasa, akibat saraf mengalami tekanan (misalnya duduk terlalu lama). Bisa juga karena saraf terjepit (karena pengapuran pada tulang belakang). Atau saraf robek/putus akibat kecelakaan. Sering pula terjadi rusaknya saraf tersebut karena gangguan pada pembuluh darah (misalnya pada penderita diabetes). Penyebab kesemutan dalam kasus ini: Pada penderita diabetes mellitus, kesemutan merupakan gejala adanya kerusakan pada pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujungujung saraf akan berkurang. Kondisi tersebut dapat diatasi dengan mengendalikan kadar gula darah secara ketat, serta mengonsumsi obat diabetes dan vitamin B1 atau vitamin B12. kesemutan adalah gejala yang muncul akibat adanya gangguan pada sistem saraf sensorik. Gangguan itu timbul akibat rangsang listrik di sistem itu tidak tersalur secara penuh d. Bagaimana dampak dari kesemutan? Sulit tidur, sulit berjalan dan merasa lemas e. Bagaimana mekanisme dari kesemutan pada tungkai bawah? Mekanisme secara umum: Pada waktu dalam posisi yang menekan pembuluh darah, aliran darah jadi tidak lancar. Akibatnya, sel-sel saraf di daerah yg tidak lancar itu kekurangan nutrisi dan oksigen, dan (kesemutan). Kesemutan dimulai dari rangsangan berupa sentuhan, tekanan, rasa sakit, suhu panas atau dingin. Rangsangan ini diterima reseptor saraf pada kulit. Lalu dikirim ke saraf tepi, masuk dalam susunan saraf pusat di sumsum tulang belakang. Di bagian ini, rangsangan diteruskan ke otak di bagian thalamus (pusat penyebaran utama impuls-impuls sensoris di otak). Dari sini stimulus 9 menyebabkan saraf tidak dapat menghantarkan rangsang. sehingga bagian tubuh itu jadi mati rasa

dikirimkan ke kulit otak (cerebral cortex). Pada saat itulah yang dirasakan tadi disadari oleh si individu. Kalau ada gangguan dalam jalur sensori baku tadi, timbullah kesemutan. f. Bagaimana hubungan kesemutan pada tungkai bawah dengan susah

tidur pada Tn. Ahmad? Kesemutan membuat rasa nyeri atau gangguan gerak pada tanggan dan kaki serta manifestasi kesemutan terjadi pada malam hari sehingga Tn. Ahmad mengalami susah tidur. g. Bagaimana hubungan kesemutan dengan keluhan anggota gerak pada Tn. Ahmad? Terganggunya aliran darah sehingga oksigen kurang dialirkan akibatnya otot memiliki kekuatan. h. i. lahan? Diabetes Melitus yang telah lama dan tidak terkontrol dapat menyebabkan hiperglikemia, Hiperglikemia ini akan menyebabkan mitokondria rusak, akan mengaktivasi protein kinase C yang selanjutnya akan menekan enzim Na-KATP ase, meningkatkan Na Intrasellular, hal ini menghambat mioinositol masuk sel sehingga menghambat tranduksi sinyal pada saraf(neurotransmitter), reticulum sarcoplasma tidak akan mengeluarkan kalsium, yang pada akhirnya akan menghambat kontraksi otot. j. Bagaimana mekanisme gangguan susah tidur pada kasus ini? Bagaimana hubungan umur dengan keluhan Tn. Ahmad? Apa makna lemahnya anggota gerak sejak 6 bulan secara perlahan-

(dari kaki kesemutan? 2. Keluhan ini bertambah berat sehingga mengenai kedua lengan dan bila jongkok sulit untuk berdiri. a. Apa penyebab keluhan bertambah berat yang mengenai kedua lengan dan bila jongkok sulit untuk berdiri?

10

Penurunan mioinositol dan akumulasi sorbitol Stress osmotik Kerusakan mitokondria Menstimulasi aktivasi protein kinase (PKC) Menekan fungsi Na-K-ATP-ase Kadar Na intraselular menjadi berlebihan Mioinositol terhambat masuk ke dalam sel Gangguan transduksi sinyal saraf Neurotransmitter terganggu RS tidak mengeluarkan Ca kelemahan otot

b. Apa makna dari keluhan bertambah berat yang mengenai kedua lengan dan bila jongkok sulit untuk berdiri? Pada ND terdapat fenomena dying back yaitu semakin panjang saraf maka semakin besar kemungkinan untuk terserang. Saraf di ekstremitas bawah lebih panjang dibanding ekstremitas atas. Oleh karena itu, saraf di ekstremitas bawah yang lebih dulu terkena dengan manifestasi nyeri lalu kemudian timbul nyeri di ekstremitas atas. c. Bagaimana mekanisme keluhan bertambah berat yang mengenai kedua lengan? 3. Riwayat kencing manis diderita sejak 10 tahun, namun berobat tidak teratur. a. Apa definisi dari kencing manis? Golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Adanya poliGDS lebih dari 180 dan GDP lebih dari 126 11

b. Apa penyebab dari kencing manis? Faktor keturunan Kegemukan / obesitas biasanya terjadi pada usia 40 tahun Tekanan darah tinggi Angka Triglycerid (salah satu jenis molekul lemak) yang tinggi Level kolesterol yang tinggi Gaya hidup modern yang cenderung mengkonsumsi makanan instan Merokok dan Stress Terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat Kerusakan pada sel pancreas Peningkatan usia c. Apa dampak dari kencing manis? Sering BAK Letih dan lesu Penurunan berat badan walaupun nafsu makan baik Imunitas menurun Neuropati Kelemahan otot Retikulopati Nefropati Gangguan cardiovascular Kesemutan Luka yang sulit sembuh d. Bagaimana mekanisme dari kencing manis? Pada kondisi normal, glukosa dalam tubuh yang berasal dari makanan, diserap ke dalam aliran darah dan bergerak ke sel-sel di dalam tubuh. Glukosa tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai sumber energi. Pengubahan glukosa dalam darah menjadi energi dilakukan oleh hormon insulin yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Hormon insulin juga berfungsi untuk mengatur kadar glukosa dalam darah. Secara normal, glukosa akan masuk ke sel-sel dan kelebihannya dibersihkan dari darah dalam waktu 2 jam . Namun apabila insulin yang tersedia jumlahnya terbatas dan atau tidak bekerja dengan normal, maka sel-sel di dalam tubuh tidak terbuka dan glukosa akan 12

terkumpul dalam darah. Kadar glukosa darah di atas 10 mmol per liter merupakan kondisi di atas ambang serap ginjal. Apabila kadar glukosa dalam darah berlebihan, maka sebagian glukosa kemudian dibuang bersama urin. Peristiwa terbuangnya glukosa bersama-sama urin tersebut dikenal dengan istilah kencing manis. e. Apa makna riwayat kencing manis yang diderita sejak 10 tahun? Diabetes Melitus tipe 2 f. Bagaimana hubungan umur dengan penyakit kencing manis? Diabetes Melitus tipe 1 : Bergantung pada insulin dan berkembang jika sel-sel beta pancreas memproduksi insulin terlalu sedikit atau bahkan tidak memproduksi sama sekali. Jenis ini biasanya muncul pada usia 40 tahun bahkan termasuk usia anak-anak. Diabetes Melitus tipe 2 : Penyakit gula yang tidak tergantung pada insulin dan berkembang ketika tubuh masih mampu menghasilkan insulin tetapi tidak cukup dalam pemenuhannya atau bias juga disebabkan karena insulin yang dihasilkan menggalami resistence insulin.

Usia lanjut lebih rentan terkena neuropati diabetik karena semakin tua umur, maka sistem saraf pun akan mengalami penuaan. g. Apa dampak dari berobat yang tidak teratur? Dapat terjadi komplikasi 4. Riwayat darah tinggi sejak 5 tahun yang lalu a. Apa definisi dari darah tinggi? Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang bersifat abnormal. Seseoarang dianggap mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya lebih tinggi dari 140/90 mmHg sistolik atau 90 mmHg diastol. Kondisi medis dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis. b. Apa penyebab dari darah tinggi? Keturunan Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Jika seseorang memiliki orang-tua atau saudara yang memiliki tekanan darah tinggi, maka kemungkinan ia menderita tekanan darah tinggi lebih besar. Statistik menunjukkan bahwa masalah 13

tekanan darah tinggi lebih tinggi pada kembar identik daripada yang kembar tidak identik. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada bukti gen yang diturunkan untuk masalah tekanan darah tinggi. Usia Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Penelitian menunjukkan bahwa seraya usia seseorang bertambah, tekanan darah pun akan meningkat. Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun Anda dapat mengendalikan agar jangan melewati batas atas yang normal. Garam Faktor ini bisa Anda kendalikan. Garam dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat pada beberapa orang, khususnya bagi penderita diabetes, penderita hipertensi ringan, orang dengan usia tua, dan mereka yang berkulit hitam. Kolesterol Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kandungan lemak yang berlebih dalam darah Anda, dapat menyebabkan timbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Hal ini dapat membuat pembuluh darah menyempit dan akibatnya tekanan darah akan meningkat. Kendalikan kolesterol Anda sedini mungkin. Untuk tips mengendalikan kolesterol, silahkan lihat artikel berikut: kolesterol. Obesitas / Kegemukan Faktor ini bisa Anda kendalikan. Orang yang memiliki berat badan di atas 30 persen berat badan ideal, memiliki kemungkinan lebih besar menderita tekanan darah tinggi. Stres Faktor ini bisa Anda kendalikan. Stres dan kondisi emosi yang tidak stabil juga dapat memicu tekanan darah tinggi. Rokok Faktor ini bisa Anda kendalikan. Merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi. Kebiasan merokok dapat meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung dan stroke. Karena itu, kebiasaan merokok yang terus dilanjutkan ketika memiliki tekanan darah tinggi, merupakan kombinasi yang sangat berbahaya yang akan memicu penyakit-penyakit yang berkaitan dengan jantung dan darah. 14

Kafein Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kafein yang terdapat pada kopi, teh maupun minuman cola bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah. Alkohol Faktor ini bisa Anda kendalikan. Konsumsi alkohol secara berlebihan juga menyebabkan tekanan darah tinggi. Kurang Olahraga Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kurang olahraga dan bergerak bisa menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat. Olahraga teratur mampu menurunkan tekanan darah tinggi Anda namun jangan melakukan olahraga yang berat jika Anda menderita tekanan darah tinggi. c. Apa dampak dari darah tinggi? Sakit kepala, pegal-pegal, perasaan tidak nyaman di tengkuk, perasaan berputar/ingin jatuh,berdebar-debar, detak jantung yang cepat, telinga berdenging. Gagal jantung karena jantung bekerja lebih keras sehingga otot jantung Berkembangnya plak lemak dalam dinding pembuluh darah membesar (atherosclerosis) dan plak garam-garaman(arteriosclerosis) Atherosclerosis dan arteriosclerosis menyebabkan sumbatan aliran darah, sehingga meningkatkan potensi kebocoran pembuluh darah. Sumbatan di pembuluh nadi leher dapat menyebabkan berkurangnya suplai oksigen ke sel-sel otak. Apabila otak mengalami kekurang oksigen dalam jangka waktu tertentu dapat menimbulkan matinya sel-sel saraf otak (stroke iskhemik). Pecahnya pembuluh darah kapiler di otak menyebabkan pendarahan, sehingga sel-sel saraf dapat mati. Penyakit ini disebut stroke hemoragik (stroke pendarahan). Stroke pendarahan sering menimbulkan kematian mendadak. Pecahnya pembuluh darah menyebabkan matinya beberapa organ sehingga terjadi kelumpuhan. Lumpuh separuh badan sering terja pada penderita stroke.

15

Pecahnya pembuluh darah tajuk di jantung, menyebabkan matinya

sebagian sel otot jantung. Hipertensi menyebabkan resiko gagal jantung 6 X lebih besar dari orang yangtekanandarahnyanormal. Pecahnya pembuluh darah ginjal menyebabkan pendarahan pada ginjal Pecahnya pembuluh darah retina menyebabkan pandangan mata Bersamaan dengan hipertensi akan mengalami kencing manis dan terjadi gagal ginjal. menjadi kabur bahkan bisa buta. (Diabetes mellitus), hiperfungsi kelenjar tiroid (hyperthyroid), rematik, serta meningkatnya kadar lemak (hyperlipidemia) d. Bagaimana mekanisme dari darah tinggi? Mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin II dari angiotensin I oleh angiotensin I-converting enzyme (ACE). ACE memegang peran fisiologis penting dalam mengatur tekanan darah. Darah mengandung angiotensinogen yang diproduksi di hati. Selanjutnya oleh hormon, renin (diproduksi oleh ginjal) akan diubah menjadi angiotensin I. Oleh ACE yang terdapat di paru-paru, angiotensin I diubah menjadi angiotensin II. Angiotensin II inilah yang memiliki peranan kunci dalam menaikkan tekanan darah melalui dua aksi utama. Aksi pertama adalah meningkatkan sekresi hormon antidiuretik (ADH) dan rasa haus. ADH diproduksi di hipotalamus (kelenjar pituitari) dan bekerja pada ginjal untuk mengatur osmolalitas dan volume urin. Dengan meningkatnya ADH, sangat sedikit urin yang diekskresikan ke luar tubuh (antidiuresis), sehingga menjadi pekat dan tinggi osmolalitasnya. Untuk mengencerkannya, volume cairan ekstraseluler akan ditingkatkan dengan cara menarik cairan dari bagian intraseluler. Akibatnya, volume darah meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan tekanan darah. Aksi kedua adalah menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal. Aldosteron merupakan hormon steroid yang memiliki peranan penting pada ginjal. Untuk mengatur volume cairan ekstraseluler, aldosteron akan mengurangi ekskresi NaCl (garam) dengan cara mereabsorpsinya dari tubulus ginjal. Naiknya konsentrasi NaCl akan diencerkan kembali dengan cara

16

meningkatkan volume cairan ekstraseluler yang pada gilirannya akan meningkatkan volume dan tekanan darah. e. Apa makna riwayat darh tinggi yang diderita sejak 5 tahun yang lalu? Merupakan dampak dari diabetes mellitus sehingga terjadi komplikasi f. Bagaimana hubungan umur dengan penyakit darah tinggi? Usia berpengaruh dengan hipertensi, tekanan Sistolik meningkat sampai umur 70-80 tahun, sedangkan diastilok sampai 50-60 tahun. Bertambahnya umur dapat meningkatkan kejadian hipertensi. Dengan bertambahnya umur, risiko terkena hipertensi menjadi lebih besar. Pada umumnya tekanan darah akan meningkat dengan bertambahnya umur terutama setelah 40 tahun. Prevalensi hipertensi di Indonesia pada golongan umur di bawah umur 40 tahun masih berada di bawah 10%, tetapi di atas 50 tahun angka tersebut terus meningkat mencapai 20-30%, sehingga ini sudah menjadi masalah yang serius untuk diperhatikan Semakin bertambah usia maka semakin tinggi terjadinya penimbunan lemak pada pembuluh darah sehingga lebih beresiko terkena darah tinggi. 5. Riwayat minum obat-obatan disangkal. a. Apa saja obat-obatan yang digunakan untuk penyakit kencing manis dan darah tinggi? Hipertensi Diuretic {Tablet Hydrochlorothiazide (HCT), Lasix (Furosemide)}. Merupakan golongan obat hipertensi dengan proses pengeluaran cairan tubuh via urine. Tetapi karena potasium berkemungkinan terbuang dalam cairan urine, maka pengontrolan konsumsi potasium harus dilakukan.

Beta-blockers {Atenolol (Tenorim), Capoten (Captopril)}. Merupakan obat yang dipakai dalam upaya pengontrolan tekanan darah melalui proses memperlambat kerja jantung dan memperlebar (vasodilatasi) pembuluh darah. Calcium channel blockers {Norvasc (amlopidine), Angiotensinconverting enzyme (ACE)}. Merupakan salah satu obat yang biasa dipakai dalam

17

pengontrolan darah tinggi atau Hipertensi melalui proses rileksasi pembuluh darah yang juga memperlebar pembuluh darah. b. Apa efek samping dari obat-obatan tersebut dengan keluhan utama?

6. Riwayat trauma disangkal a. Apa makna dari trauma disangkal? Tidak mengalami trauma b. Apa saja trauma yang dapat menyebabkan keluhan utama? Benturan di daerah cervical 7. Pemeriksaan Fisik: Kesadaran: compos mentis TD: 170/95 mmHg, N: 84 x/menit, RR: 20 x/menit, Suhu 37C a. Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan fisik? TD : Hipertensi , Nadi : Normal , RR : Normal 8. Pemeriksaan Khusus: Visus 5/300 tidak dapat terkoreksi dengan sempurna dengan kacamata. Pemeriksaan neurologi didapat: kekuatan 4 pada keempat anggota gerak, refleks fisiologis menurun pada kedua lengan dan negatif pada tungkai bawah, gangguan sensibilitas berpola sarung tangan & kaos kaki. a. Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan khusus? Visus : Retinopati Pemeriksaan neurologi : Tetraparesis, flaccid, Hipestesi b. Bagaimana cara pemeriksaan khusus? 9. Pemeriksaan Laboratorium: GDS: 240 mg%, Ureum : 48 mg/dl, Kreatinin: 1,2 mg/dl Fungsi hati normal. a. Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan Laboratorium? GDS : Hiperglikemi , Ureum : .. (15-40) , Kreatinin : Normal (0,5-1,5) 10. Apa penyakit yang mungkin terjadi pada kasus ini? Neuropatik diabetik, SGB, Miastemia, Miopati 18

11. Apa penyakit yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? Neuropatik Diabetik 12. Apa pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada kasus ini? ENMG, GDS, GDP 13. Bagaimana tata laksana yang dilakukan pada kasus ini? Penanganan DM, penanganan symptom, penanganan suportif (febby) 14. Apa komplikasi yang terjadi pada kasus ini? Ulkus, Amputasi, stroke, disfungsi seksual 15. Bagaiman prognosis yang terjadi pada kasus ini? Dubia ad malam 16. Bagaimana Pandangan Islam dalam kasus ini? QS. Al-Baqarah ayat 214 Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul datang dan orang-orang yang beriman bersamanya sesungguhnya berkata,Kapankah pertolongan Allah? Ingatlah,

pertolongan allah itu dekat. 17. Apa standar kompetensi dokter umum pada kasus ini? Tingkat kemampuan 3 3a Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya: pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan, serta merujuk ke spesialis yang relevan (bukan kasus gawat darurat)

19

20