Anda di halaman 1dari 35
PRINSIP UTAMA Prinsip Utama GELS adalah menyelamatkan pasien dari kematian pada kondisi gawat darurat. Kemudian

PRINSIP UTAMA

Prinsip Utama GELS adalah menyelamatkan pasien dari kematian pada kondisi gawat darurat.

Kemudian filosofi dalam GELS adalah “Time Saving is Life Saving”, dalam artian bahwa seluruh tindakan yang dilakukan pada saat kondisi

gawat darurat haruslah benar-benar efektif dan

saat kondisi gawat darurat haruslah benar-benar efektif dan efisien, karena pada kondisi tersebut pasien dapat

efisien, karena pada kondisi tersebut pasien dapat kehilangan nyawa dalam hitungan menit saja ( henti nafas selama 2-3 menit dapat mengakibatkan

kematian)

Apa pasien gawat darurat itu ???? Pasien yang memerlukan pertolongan TEPAT, CEPAT, CERMAT Apa Ukuran

Apa pasien gawat darurat itu ????

Pasien yang memerlukan pertolongan TEPAT, CEPAT, CERMAT

Apa Ukuran keberhasilan ?????

RESPON TIME = WAKTU TANGGAP

KUNCI : TIME SAVING IS LIFE SAVING

AIRWAY DISABILITY, GELS DRUG, BREATHING DC.SHOCK CIRCULATION
AIRWAY
DISABILITY,
GELS
DRUG,
BREATHING
DC.SHOCK
CIRCULATION
Primary Survey Pengertian : Deteksi cepat dan koreksi segera terhadap kondisi yang mengancam Tujuan :

Primary Survey

Pengertian : Deteksi cepat dan koreksi segera terhadap kondisi yang mengancam

Tujuan : Untuk mengetahui kondisi pasien yang mengancam jiwa dan kemudian dilakukan tindakan life saving.

mengancam jiwa dan kemudian dilakukan tindakan life saving. Cara pelaksanaan (harus berurutan dan simultan) 18 Oktober

Cara pelaksanaan (harus berurutan dan simultan)

18 Oktober 2010, AHA ( American Hearth Association )
18 Oktober 2010, AHA ( American Hearth Association )
PARSIAL TOTAL Head Tilt and Chin Lift Jaw Thrust Heimlich Maneuver Orophryngeal Nasophryngeal
PARSIAL TOTAL Head Tilt and Chin Lift Jaw Thrust Heimlich Maneuver Orophryngeal Nasophryngeal
PARSIAL
TOTAL
Head Tilt and Chin Lift
Jaw Thrust
Heimlich Maneuver
Orophryngeal
Nasophryngeal
Inthubasi Endotracheal
 Back blow
Cricothyrotomy

CAIR SEMI CAIR PADAT

Bernafas Korban tidak sadar Bebaskan jalan nafas Tidak bernafas Pertahankan pola nafas Ekg monitor Raba

Bernafas

Korban tidak sadar

Bernafas Korban tidak sadar Bebaskan jalan nafas Tidak bernafas Pertahankan pola nafas Ekg monitor Raba nadi

Bebaskan jalan nafas

Bernafas Korban tidak sadar Bebaskan jalan nafas Tidak bernafas Pertahankan pola nafas Ekg monitor Raba nadi

Tidak bernafas

Korban tidak sadar Bebaskan jalan nafas Tidak bernafas Pertahankan pola nafas Ekg monitor Raba nadi carotis

Pertahankan pola nafas

Bebaskan jalan nafas Tidak bernafas Pertahankan pola nafas Ekg monitor Raba nadi carotis Teraba Tdk Teraba
Bebaskan jalan nafas Tidak bernafas Pertahankan pola nafas Ekg monitor Raba nadi carotis Teraba Tdk Teraba

Ekg

monitor

nafas Tidak bernafas Pertahankan pola nafas Ekg monitor Raba nadi carotis Teraba Tdk Teraba Tentukan titik

Raba nadi carotis

Teraba

bernafas Pertahankan pola nafas Ekg monitor Raba nadi carotis Teraba Tdk Teraba Tentukan titik tumpu, beri

Tdk

Teraba

bernafas Pertahankan pola nafas Ekg monitor Raba nadi carotis Teraba Tdk Teraba Tentukan titik tumpu, beri
CHECK RESPONSE BREATHING SHOUT FOR HELP CALL 118 OPEN AIRWAY CHECK BREATHING CHEST COMPRESSION CONTINUE
CHECK RESPONSE BREATHING SHOUT FOR HELP CALL 118 OPEN AIRWAY CHECK BREATHING CHEST COMPRESSION CONTINUE

CHECK RESPONSE

CHECK RESPONSE BREATHING SHOUT FOR HELP CALL 118 OPEN AIRWAY CHECK BREATHING CHEST COMPRESSION CONTINUE CPR
CHECK RESPONSE BREATHING SHOUT FOR HELP CALL 118 OPEN AIRWAY CHECK BREATHING CHEST COMPRESSION CONTINUE CPR

BREATHING

CHECK RESPONSE BREATHING SHOUT FOR HELP CALL 118 OPEN AIRWAY CHECK BREATHING CHEST COMPRESSION CONTINUE CPR

SHOUT FOR HELP

CHECK RESPONSE BREATHING SHOUT FOR HELP CALL 118 OPEN AIRWAY CHECK BREATHING CHEST COMPRESSION CONTINUE CPR

CALL 118

CHECK RESPONSE BREATHING SHOUT FOR HELP CALL 118 OPEN AIRWAY CHECK BREATHING CHEST COMPRESSION CONTINUE CPR

OPEN AIRWAY

CHECK RESPONSE BREATHING SHOUT FOR HELP CALL 118 OPEN AIRWAY CHECK BREATHING CHEST COMPRESSION CONTINUE CPR

CHECK BREATHING

CHECK RESPONSE BREATHING SHOUT FOR HELP CALL 118 OPEN AIRWAY CHECK BREATHING CHEST COMPRESSION CONTINUE CPR

CHEST

COMPRESSION

CHECK RESPONSE BREATHING SHOUT FOR HELP CALL 118 OPEN AIRWAY CHECK BREATHING CHEST COMPRESSION CONTINUE CPR

CONTINUE CPR

30

:

2

Untuk mengembalikan fungsi sirkulasi dan mengatasi keadaan gawat darurat lainnya dengan menggunakan obat-obatan 
Untuk mengembalikan fungsi sirkulasi dan mengatasi keadaan gawat darurat lainnya dengan menggunakan obat-obatan 

Untuk mengembalikan fungsi sirkulasi dan mengatasi keadaan gawat darurat lainnya dengan menggunakan obat-obatan

keadaan gawat darurat lainnya dengan menggunakan obat-obatan  Pemberian obat-obatan adalah orang yang kompeten di

Pemberian obat-obatan adalah orang yang kompeten di bidangnya (dokter atau tenaga terlatih di bidang gawat darurat) Mengingat banyaknya jenis-jenis kegawatdaruratan, maka pemberian obat yang disebutkan di bawah ini untuk mengatasi kegawatdaruratan secara umum sedangkan dalam menghadapi pasien, kita harus melihat kasus per kasus.

J E N I S
J
E
N
I
S
J E N I S J E N I S O B A T  Indikasi
J E N I S
J
E
N
I
S
O B A T
O
B
A
T

Indikasi : henti jantung (VF,VT tanpa nadi, asistole, PEA) , bradikardi,

reaksi atau syok anfilaktik, hipotensi.

Dosis 1 mg iv bolus dapat diulang setiap 35 menit, dapat diberikan

intratrakeal atau transtrakeal dengan dosis 22,5 kali dosis intra vena. Untuk reaksi reaksi atau syok anafilaktik dengan dosis 0,3-0,5 mg sc dapat diulang setiap 15-20 menit. Untuk terapi bradikardi atau hipotensi

dapat diberikan epinephrine perinfus dengan dosis 1mg (1 mg = 1 :

1000) dilarutka dalam 500 cc NaCl 0,9 %, dosis dewasa 1 μg/mnt dititrasi sampai menimbulkan reaksi hemodinamik, dosis dapat mencapai 2-10 μg/mnt

Pemberian dimaksud untuk merangsang reseptor α adrenergic dan

meningkatkan aliran darah ke otak dan jantung

J E Pemberian ini dimaksud untuk mengatasi gangguan irama antara lain VF, N I VT,
J
E
Pemberian ini dimaksud untuk mengatasi gangguan irama antara lain VF,
N
I
VT, Ventrikel Ekstra Sistol yang multipel, multifokal, konsekutif/salvo dan
R on T
S
J E N I S
J
E
N
I
S
O B A T
O
B
A
T

Dosis 1 1,5 mg/kg BB bolus i.v dapat diulang dalam 3 5 menit sampai dosis total 3 mg/kg BB dalam 1 jam pertama kemudian dosis drip 2-4 mg/menit sampai 24 jam

Dapat diberikan intratrakeal atau transtrakeal dengan dosis 22,5 kali dosis intra vena

Kontra indikasi : alergi, AV blok derajat 2 dan 3, sinus arrest dan irama idioventrikuler

J E N I S J E N I S O B A T 
J E N I S
J
E
N
I
S
J E N I S
J
E
N
I
S
O B A T
O
B
A
T

Merupakan antikolinergik, bekerja menurunkan tonus vagal dan

memperbaiki sistim konduksi AtrioVentrikuler

Indikasi : asistole atau PEA lambat (kelas II B), bradikardi (kelas II A)

selain AV blok derajat II tipe 2 atau derajat III (hati-hati pemberian atropine pada bradikardi dengan iskemi atau infark miokard), keracunan organopospat (atropinisasi)

Kontra indikasi : bradikardi dengan irama EKG AV blok derajat II tipe 2 atau derajat III.

Dosis 1 mg IV bolus dapat diulang dalam 3-5 menit sampai dosis total 0,03-0,04 mg/kg BB, untuk bradikardi 0,5 mg IV bolus setiap 3-5 menit maksimal 3 mg.

Dapat diberikan intratrakeal atau transtrakeal dengan dosis 22,5 kali dosis intra vena diencerkan menjadi 10 cc

J E N I S J E N I S Untuk merangsang efek alfa dan
J E N I S
J
E
N
I
S
J E N I S
J
E
N
I
S

Untuk merangsang efek alfa dan beta adrenergic agar kontraktilitas miokard, curah jantung ( cardiac output) dan

tekanan darah meningkat

jantung ( cardiac output ) dan tekanan darah meningkat Dosis 2-10 μ g/kgBB/menit dalam drip infuse.

Dosis 2-10 μg/kgBB/menit dalam drip infuse. Atau untuk memudahkan 2 ampul dopamine dimasukkan ke 500 cc

D5% drip 30 tetes mikro/menit untuk orang dewasa

O B A T
O
B
A
T
J E N I S J E N I S O B A T Direkomendasikan
J E N I S
J
E
N
I
S
J E N I S
J
E
N
I
S
O B A T
O
B
A
T

Direkomendasikan untuk pengobatan Torsades de pointes pada ventrikel takikardi, keracunan

digitalis.Bisa juga untuk mengatasi preeklamsia

Dosis untuk Torsades de pointes 1-2 gr dilarutkan

dengan dektrose 5% diberikan selama 5-60 menit.

Drip 0,5-1 gr/jam iv selama 24 jam

J E N I S J E N I S Sebagai analgetik kuat, dapat digunakan
J E N I S
J
E
N
I
S
J E N I S
J
E
N
I
S

Sebagai analgetik kuat, dapat digunakan untuk

edema paru setelah cardiac arrest.

Dosis 2-5 mg dapat diulang 5 30 menit

O B A T
O
B
A
T
J E N I S J E N I S O B A T Diberikan
J E N I S
J
E
N
I
S
J E N I S
J
E
N
I
S
O B A T
O
B
A
T

Diberikan untuk dugaan hiperkalemia (kelas I), setelah sirkulasi spontan yang timbul pada henti jantung lama (kelas II B), asidosis metabolik karena hipoksia (kelas III) dan overdosis antidepresi trisiklik.

Dosis 1 meq/kg BB bolus dapat diulang dosis setengahnya.karena hipoksia (kelas III) dan overdosis antidepresi trisiklik. Jangan diberikan rutin pada pasien henti jantung.

Jangan diberikan rutin pada pasien henti jantung.karena hipoksia (kelas III) dan overdosis antidepresi trisiklik. Dosis 1 meq/kg BB bolus dapat diulang dosis

J E N I S J E N I S O B A T Digunakan
J E N I S
J
E
N
I
S
J E N I S
J
E
N
I
S
O B A T
O
B
A
T

Digunakan untuk perbaikan kontraksi otot jantung, stabilisasi membran sel otot jantung terhadap depolarisasi. Juga digunakan untuk mencegah transfusi

masif atau efek transfusi akibat darah donor yang disimpan lama

Diberikan secara pelahan-lahan IV selama 10-20 menit atau dengan menggunakan dripatau efek transfusi akibat darah donor yang disimpan lama Dosis 4-8 mg/Kg BB untuk kalsium glukonat

Dosis 4-8 mg/Kg BB untuk kalsium glukonat dan 2-4 mg/Kg BB untuk Kalsium klorida. Dalam tranfusi, setiap 4 kantong darah yang masuk diberikan 1 ampul Kalsium gluconatakibat darah donor yang disimpan lama Diberikan secara pelahan-lahan IV selama 10-20 menit atau dengan menggunakan

J E N I S
J
E
N
I
S
J E N I S J E N I S  Digunakan untuk mengurangi edema paru
J E N I S
J
E
N
I
S

Digunakan untuk mengurangi edema paru dan edema otak

Efek samping yang dapat terjadi karena diuresis yang

berlebih adalah hipotensi, dehidrasi dan hipokalemia

Dosis 20 40 mg intra vena / 0,5 1,0 mg / kg BB / IV

O B A T
O
B
A
T
J E N I Digunakan untuk mengatasi kejang-kejang, eklamsia, gaduh gelisah dan tetanus S
J
E
N
I
Digunakan untuk mengatasi kejang-kejang, eklamsia,
gaduh gelisah dan tetanus
S
J E N I S
J
E
N
I
S
O B A T
O
B
A
T

Efek samping dapat menyebabkan depresi pernafasan

Dosis dewasa 1 amp (10 mg) intra vena dapat diulangi setiap 15 menit.

J E N Epinephrin Dosis 0,01/Kg BB dapat diulang 3-5 menit dengan dosis 0,01 mg/KgBB
J
E
N
Epinephrin
Dosis 0,01/Kg BB dapat diulang 3-5 menit dengan dosis 0,01 mg/KgBB iv (1:1000)
I
S
Atropin
Dosis 0,02 mg/KgBB iv (minimal 0,1 mg) dapat diulangi dengan dosis 2 kali maksimal 1mg
J E N I S
J
E
N
I
S
O B A T
O
B
A
T

Lidokain

Natrium Bikarbonat

Kalsium Klorida

Kalsium Glukonat

Diazepam

Furosemide

Dosis 1 mg/KgBB iv

Dosis 1 meq/KgBB iv

Dosis 20-25 mg/KgBB iv pelan-pelan

Dosis 60100 mg/KgBB iv pelan-pelan

Dosis 0,3-0,5 mg/Kg BB iv bolus

Dosis 0,5-1 mg/KgBB iv bolus

DC. Shock sedini mungkin( sebelum 5 – 10 menit ) Jika defib diberikan sebelum 5

DC. Shock sedini mungkin( sebelum 5 10 menit )

Jika defib diberikan sebelum 5 menit , > 50 % kemungkinan

sebelum 5 – 10 menit ) Jika defib diberikan sebelum 5 menit , > 50 %

jantung berdenyut kembali

NSR VF VT ASISTOL PEA

NSR

VF VT ASISTOL PEA

NSR VF VT ASISTOL PEA
• Oles Paddles dengan jelly tipis dan rata. SWITCH ON • Pasang Paddles pada posisi
• Oles Paddles dengan jelly tipis dan rata.
SWITCH ON
• Pasang Paddles pada posisi Apex dan
Parasternal.
• Perintahkan AWAS semua lepas dari
pasien.
Charge 200 joule
• Komando : atas bebas, samping bebas,
bawah bebas, dan saya bebas.
• Tekan dua tombol paddles bersamaan.
Shock
• Biarkan paddles menempel pada dada,
baca EKG
Cardio Pulmonal R esusitation  PIJAT Jantung 100 x pm  Nafas 20 – 24
Cardio Pulmonal R esusitation  PIJAT Jantung 100 x pm  Nafas 20 – 24

Cardio Pulmonal R esusitation

Cardio Pulmonal R esusitation  PIJAT Jantung 100 x pm  Nafas 20 – 24 x

PIJAT Jantung 100 x pm

Nafas 20 24 x pm

Sinkronisasi 30 : 2

( Satu atau Dua penolong )

pm  Sinkronisasi 30 : 2  ( Satu atau Dua penolong ) Segera ECG Siapkan

Segera ECG Siapkan Dc - Shock

: 2  ( Satu atau Dua penolong ) Segera ECG Siapkan Dc - Shock Asystole

Asystole / PEA

VF / VT Pulseless

: 2  ( Satu atau Dua penolong ) Segera ECG Siapkan Dc - Shock Asystole

Dc - Shock

CPR 3 menit

ECG VF / VT PULSELESS ( Nadi Carotis tidak teraba ) Dc – Shock 200
ECG VF / VT PULSELESS
( Nadi Carotis tidak teraba )
Dc – Shock 200 Joules
Masih VF / VT
ROSC Carotis ( + )
Dc – Shock 200 Joules Masih VF / VT ROSC Carotis ( + ) Dc –

Dc Shock 200 / 300 Joules

VF / VT ROSC Carotis ( + ) Dc – Shock 200 / 300 Joules Masih

Masih VF / VT

Carotis ( + ) Dc – Shock 200 / 300 Joules Masih VF / VT Dc

Dc Shock 360 Joules

200 / 300 Joules Masih VF / VT Dc – Shock 360 Joules Masih VF /

Masih VF / VT

Joules Masih VF / VT Dc – Shock 360 Joules Masih VF / VT Pertahankan oksigenasi

Pertahankan oksigenasi Pertahankan tensi

CPR 1 menit, Inthubasi, IV Line, Adrenalin 1 mg ( intra vena, intra trachea, intra osseus )

Dc – Shock 200 – 200 / 300 – 360 Joules CPR 1 menit, Inthubasi,
Dc – Shock 200 – 200 / 300 – 360 Joules
CPR 1 menit, Inthubasi, IV Line,
Masih VF
/ VT

Adrenalin 1 mg ( intra vena )

Dc – Shock 200 – 200 / 300 Masih VF / VT ROSC Carotis (
Dc – Shock 200 – 200 / 300
Masih VF
/ VT
ROSC Carotis ( + )
Shock 200 – 200 / 300 Masih VF / VT ROSC Carotis ( + ) –

360 Joules CPR 1 menit, Inthubasi, IV Line, Adrenalin 1 mg ( intra vena )

( + ) – 3 6 0 J o u l e s CPR 1 menit,

Masih VF / VT

( + ) – 3 6 0 J o u l e s CPR 1 menit,
Asystole / PEA = EMD CPR 3 menit Inthubasi, IV Line,Adrenalin 1 mg / 3

Asystole / PEA = EMD

Asystole / PEA = EMD CPR 3 menit Inthubasi, IV Line,Adrenalin 1 mg / 3 –

CPR 3 menit

Asystole / PEA = EMD CPR 3 menit Inthubasi, IV Line,Adrenalin 1 mg / 3 –

Inthubasi, IV Line,Adrenalin 1 mg / 3 5 menit

1 – 1 – 1 / 1 – 3 – 5 mg
1 –
1
– 1
/
1
– 3 – 5
mg

ROSC carotis ( + )

Bradikardi Normal
Bradikardi
Normal

Asystole / PEA = EMD

i s ( + ) Bradikardi Normal Asystole / PEA = EMD C P R 3

CPR 3 menit

Sulfas Atropin

1 1 1 sampai 3 mg

POLYTRON
POLYTRON
POLYTRON
Pasang ECG monitoring Korban Cek respon VF / VT pulselles Asistole / PEA Ada Tdk
Pasang ECG monitoring
Korban
Cek respon
VF / VT pulselles
Asistole / PEA
Ada
Tdk ada
CPR 3 menit
Dc- Shock
Airway
Open airway
200 J – 200 / 300 J – 360 J
Adrenalin 1 mg / 3 – 5 menit
Breathing
ROSC
Pola nafas : look, listen, feel
3 – 5 detik
1
– 1
– 1 / 1 – 3 – 5 mg
VF / VT pulselles
Carotis (+)
Ada Tdk ada
CPR 1 mnt, adrenalin 1 mg
Circulation
Raba N.Carotis 5 – 10 detik
Prthankan O2,
tensi
Ada
Tdk ada
VF / VT pulselles
30 kali pijatan jantung
CPR
Dc- Shock
2 kali nafas buatan
ROSC
Asistole / PEA
200 J – 200 / 300 J – 360 J
Carotis (+)
Call for help
CPR 3 menit
VF / VT pulselles
Bradikardi
Normal
CPR 1 mnt, adrenalin 1 mg
Dst…. Shock – evaluasi - drug…
shock – evaluasi - drug
Sulfas atropin 1- 1 – 1 /
sampai 3 mg
AKU telah menciptakan bumi ini dengan segala isinya … .kasihilah segala yang hidup di bumi
AKU telah menciptakan bumi ini dengan segala isinya … .kasihilah segala yang hidup di bumi

AKU telah menciptakan bumi ini dengan segala isinya.kasihilah segala yang hidup di bumi ini seperti kamu mengasihi AKU

AKU telah menciptakan bumi ini dengan segala isinya … .kasihilah segala yang hidup di bumi ini
AKU telah menciptakan bumi ini dengan segala isinya … .kasihilah segala yang hidup di bumi ini
AKU telah menciptakan bumi ini dengan segala isinya … .kasihilah segala yang hidup di bumi ini
AKU telah menciptakan bumi ini dengan segala isinya … .kasihilah segala yang hidup di bumi ini
AKU telah menciptakan bumi ini dengan segala isinya … .kasihilah segala yang hidup di bumi ini
AKU telah menciptakan bumi ini dengan segala isinya … .kasihilah segala yang hidup di bumi ini
AKU telah menciptakan bumi ini dengan segala isinya … .kasihilah segala yang hidup di bumi ini
AKU telah menciptakan bumi ini dengan segala isinya … .kasihilah segala yang hidup di bumi ini
AKU telah menciptakan bumi ini dengan segala isinya … .kasihilah segala yang hidup di bumi ini
AKU telah menciptakan bumi ini dengan segala isinya … .kasihilah segala yang hidup di bumi ini
AKU telah menciptakan bumi ini dengan segala isinya … .kasihilah segala yang hidup di bumi ini
AKU telah menciptakan bumi ini dengan segala isinya … .kasihilah segala yang hidup di bumi ini
Riwayat “AMPE” yang harus diingat yaitu : Prosedur : A :Alergi M : Medikasi (obat
Riwayat “AMPE” yang harus diingat yaitu :
Prosedur :
A :Alergi
M : Medikasi (obat yang diminum sebelumnya)
Anamnesis
P
: Past illness (penyakit sebelumnya)/Pregnancy (hamil)
E
: Event/environment (lingkungan Posisi yang saat berhubungan ditemukan
Pemeriksaan fisik : dengan kegawatan)
Tingkat kesadaran
Sikap umum, keluhan
Pemeriksaan kondisi umum menyeluruh
Pemeriksaan kepala dan leher
Trauma, kelainan
Keadaan kulit
o Rambut dan kulit kepala
Perdarahan, pengelupasan, perlukaan, penekanan
Perlukaan, darah, cairan
oTelingga
Perlukaan, perdarahan, sianosis, kering
o Bibir
Perlukaan, pembengkakan, perdarahan, reflek
Perlukaan, stabilitas, krepitasi
o Mata
o
Rahang
pupil, kondisi kelopak mata, adanya benda asing,
Perlukaan, darah, cairan, nafas cuping hidung,
Perlukaan, basah/kering, darah, suhu, warna
o Hidung
o
Kulit
Perlukaan, darah, muntahan, benda asing, gigi, bau, dapat
pergerakan abnormal
kelainan anatomi akibat trauma
Perlukaan, bendungan vena, deviasi trakea, spasme
oMulut
o
Leher
buka mulut/ tidak
otot, stoma, stabilitas tulang leher
Flail chest, nafas diafragma, kelainan bentuk,
tarikan antar iga, nyeri tekan, perlukaan
Pemeriksaan dada
Pemeriksaan perut
Perlukaan, distensi, tegang, kendor, nyeri tekan,
(luka terbuka, luka mengisap), suara
Perlukaan, nyeri, pembengkakan, krepitasi,
Perlukaan, angulasi, hambatan pergerakan,
undulasi
Kelainan bentuk, nyeri tekan, spasme otot
ketuk/perkusi, suara nafas
inkontinensia
Pemeriksaan tulang belakang
gangguan rasa, bengkak, denyut nadi, warna luka
Pemeriksaan pelvic / genetalia

Pemeriksaan extremitas atas dan bawah

POLYTRON
POLYTRON
POLYTRON
POLYTRON
POLYTRON
POLYTRON
POLYTRON
POLYTRON