Anda di halaman 1dari 19

MODEL USAHA TANI (SUT) PADA EKOSISTEM SAWAH DAN PEKARANGAN DI DESA CIBULUH, KECAMATAN KALIPUCANG, KABUPATEN CIAMIS

Mata Kuliah Sistem Pertanian Berkelanjutan II

Kelompok 4 :

Yudi Rahmat T Dena Heldira SD Riandi Feral Dianing Pertiwi

150110080166 150110080177 150110080187 150110080200

Agroteknologi E

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJAJARAN 2011

BAB I PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 Latar Belakang Tujuan Metode Penulisan Metode penulisan yang kami gunakan dalam pembuatan laporan ini adalah metode observasi dengan mengumpulkan data-data hasil wawancara dengan petani sekitar, hasil analisis dengan melihat secara langsung keadaan daerah tersebut, dan mencari data-data penunjang dari sumber pustaka lainnya. 1.4 Waktu dan Tempat Adapun waktu yang kita gunakan dalam pelaksanaan kuliah lapangan ini yaitu pada tanggal 3 dan 4 Oktober 2011. Dan tempat yang kita gunakan dalam kuliah lapangan ini adalah Desa Cibuluh Kecamatan Kalipucang Kabupaten Ciamis Jawa Barat.

BAB II PROFIL DESA CIBULUH

Orientasi Wilayah Desa 2.1 Gambaran Umum Desa Cibuluh Desa Cibuluh adalah salah satu desa di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis, yang merupakan desa terkecil dengan luas wilayah 623,180 Ha dan jumlah penduduk 2.933 orang. Keadaan alam Desa Cibuluh sampai saat ini masih asri dan permai, Desa Cibuluh memiliki kekayaan alam. Berdasarkan data administratif, Desa Cibuluh berbatasan dengan: Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur
a. Luas Wilayah 1) Tanah sawah Tanah sawah irigasi Tanah sawah tadah hujan Tanah sawah pasang surut 1) Tanah pemukiman 2) Tanah bangunan Perkantoran Sekolah Pertokoan Masjid Kuburan Jalan 1) Rekreasi dan Olahraga Lapangan sepak bola Lapangan bola voli Lapangan basket

: Desa Banjar Harja : Desa Kalipucang : Desa Emplak : Sungai Citanduy : 623,180 Ha : 0 Ha : 50,310 ha : 31,110 Ha : 188,62 Ha : 41,000 Ha : 1,000 Ha : 1,500 Ha : 1,080 Ha : 1, 500 Ha : 4,000 Ha : 77,07 Ha : 1,250 Ha : 0,259 Ha : 0,450 Ha : 2,5 km : 15 menit

Desa Cibuluh memiliki dua dusun yaitu, dusun Cibuluh I dan Cibuluh II.

a. Dibatasi dengan Waktu Tempuh dan Letak Desa


1) Jarak ke ibukota kecamatan 2) Lama tempuh

3) Kendaraan umum ke ibukota kabupaten 4) Jarak ke ibukota provinsi 5) Lama tempuh 6) Kendaraan umum ke ibukota provinsi

: Roda empat : 200 km : 6 jam : Bus/elf

a. Topografi Bentangan lahan tergolong 1) Berbukit- bukit 2) Datar a. Kondisi Geografis 1) Bentang lahan dengan ketinggian tempat 100 m dari permukaan laut. 2) Curah hujan per tahun rata-rata 2700 mm 3) Keadaan suhu rata-rata 30C a. Kesuburan Tanah
1) Sangat subur 2) Subur 3) Sedang 4) Tidak subur

: 311, 080 Ha : 100,150 Ha : 110,195 Ha : 101,765 Ha : 2,933 Jiwa : 1,477 Jiwa : 1,456 Jiwa : 0,101 Jiwa : 883 KK

a. Kependudukan
1) Jumlah penduduk

Laki laki Perempuan


2) Kepadatan penduduk 3) Jumlah Kepala Keluarga

2.1

Sarana dan Prasarana Desa Cibuluh memiliki sarana jalan memadai, hal ini dikarenakan desa

Cibuluh merupakan akses utama menuju Pangandaran. Desa Cibuluh juga memiliki sarana pendidikan yang cukup memadai dengan perbaikan yang telah dilakukan oleh dinas pendidikan. Infrastruktur secara perlahan telah diperbaiki dengan dana pemerintah daerah setempat serta bantuan dari pemerintah pusat. 2.2 Accesibility

Akses merupakan salah satu aspek yang mendukung dalam pembangunan desa. Akses yang mudah dijangkau dan fasilitas jalan yang layak akan memudahkan masyarakat dalam desa dan luar desa untuk melakukan aktifitasnya, seperti menjual hasil pertanian dan perkebunan, kemudahan untuk mendapatkan informasi, dan lain-lain. Kemudahan akses ini juga dapat dirasakan warga Desa Cibuluh. Namun, untuk sebagian masyarakat desa Cibuluh yang bertempat tinggal diatas bukit sekitar wilayah RT 20 mengalami kesulitan akses untuk berpergian termasuk untuk sekolah, ke pasar, dan sebagainya. Hal ini disebabkan topografi desa yang berbukit-bukit serta kondisi jalan yang rusak. Selain itu daerah ini sulit untuk dilalui oleh kendaraan, namun dapat dilalui oleh kendaraan yang siap untuk medan yang ekstrem. Jarak yang ditempuh untuk masuk ke Desa Cibuluh dari Kantor Kecamatan Kalipucang sekitar 5 km, dengan waktu tempuh kurang lebih 10 menit dengan mengunakan kendaraan bermotor. Terdapat empat kendaraan umum Desa Cibuluh menuju Ibu Kota Kecamatan yang tersedia dari pukul 06.00 sampai 12.00 WIB. Desa Cibuluh memiliki 3 pintu masuk yaitu melalui Desa Emplak/Pangandaran, Jawa Tengah (Kabupaten Cilacap), dan Banjarharja (arah Bandung). Kondisi jalan yang dapat dilalui untuk masuk menuju Desa Cibuluh sudah cukup baik.

Orientasi Tata Pemerintahan Desa Desa Cibuluh dipimpin oleh seorang kepala desa /kades (kuwu). Selain itu ada juga lima kepala urusan yang membantu dalam bidang pemerintahan, umum, kesejahteraan masyarakat, ekonomi pembangunan, dan keuangan. Sumber Daya Pemerintahan Desa Cibuluh No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nama S. Buntoro Yanto Sarno Turiman Lukman Arip Memed Kusmiadi Jabatan Kepala Desa Sekertaris Desa Kaur Pemerintahan Kaur Umum Kaur Ekbang Kaur Kemasyarakatan Pendidikan SMA SMA SMP SMA SMP

7. 8. 9.

Siti Maharani M. Kaur Kauangan SMA Anok Kurdi Kadus I SD Juhana Kadus II Tabel 2.1 Data Perangkat Desa Cibuluh, Kecamatan Kalipucang,

Kabupaten Ciamis No. 1 2 Uraian Kantor Desa Ruang Kerja Kepala Desa Ruang Kerja Sekretaris Desa Ruang Kerja staf Ruang Kerja BPD Ruang Kerja LPM Ruang Kerja PKK Ruang Kerja Karang Taruna Ruang Kerja Babinsa Ruang Kerja Babinmas Ruang Kerja Bides Meja Kursi Tempat Ada/Tidak ada 1 1 1 2 1 1 9 Baik Baik Baik Baik Rusak Ringan Sedang Sedang Sedang Sedang Baik . Baik Baik Baik Sedang Jumlah Kondisi

5 6 3 4 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Kerja Mesin Tik 2 Lemari Arsip 2 Papan Data 9 Komputer 2 Ruang Rapat 1 Kursi Tempat Rapat 150 Meja Tempat Rapat 3 Mimbar Rapat 1 Tabel 2.2 Fasilitas Prasarana Pemerintahan Desa

Desa Cibuluh dibagi dalam dua dusun dan terbagi dalam lima RW. RW 01 terdiri dari 5 RT, RW 02 terdiri dari 4 RT. RW 03 terdiri dari 3 RT. RW 04 terdiri dari 4 RT. RW 05 terdiri dari 4 RT. Dusun dipimpin oleh seorang kadus, RW dipimpin oleh seorang kepala RW, dan RT dipimpin oleh seorang ketua RT. No. Nama 1 Eman Sulaiman 2 Kholidin Wilayah RW 01 RW 02

3 Mumun Dodi RW 03 4 Solih RW 04 5 Ero Sujono RW 05 Tabel 2.3 Data Ketua RW Desa Cibuluh, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Tabel 2.4 Data Ketua Ciamis Apabila digambarkan kedalam sebuah diagram alur, alur koordinasi aparat desa dapat dugambarkan sebagai berikut. Gambar 2.1 Alur Koordinasi Desa Cibuluh Sumber Dana Desa Cibuluh Sumber dana pembangunan Desa Cibuluh diperoleh dari Penghasilan asli daerah, swadaya masyarakat, dan bantuan dari pemerintah. Sumber dana tersebut digunakan untuk pembangunan, seperti perbaikan jalan, perbaikan saluran air, pembangunan gang-gang, dan pembangunan fasilitas umum lainnya. Pembiayaan Pelaksanaan Pembangunan Desa Nama Jabatan Musa Ket. RT 01/01 Empong Ket. RT 02/01 Dino Ket. RT 03/01 Kanang Harjono Ket. RT 04/01 Koha Ket. RT 05/01 Jajat Sudrajat Ket. RT 06/02 Watim Ket. RT 07/02 Yayatun Ket. RT 08/02 Momok Ket. RT 09/02 Asidin Ket. RT 10/03 Wasirin Ket. RT 11/03 Ubed Ket. RT 12/03 Sarman Ket. RT 13/04 Tumijo Ket. RT 14/04 Deden Nono Karsono Ket. RT 15/04 Ade suryadi Ket. RT 16/04 Rakum Ket. RT 17/05 Ade Hadis Ket. RT 18/05 Sutiman Ket. RT 19/05 Warto Ket. RT 20/05 RT Desa Cibuluh, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten

Sumber Dana Penghasilan Asli Desa (PAD) Rp 15.320.500

Jumlah

Swadaya Masyarakat Desa Bantuan dari Pemerintah: Kabupaten Provinsi Pusat

Rp 70.830.000

Rp 194.323.507 Rp 137.500.000 Rp 349.020.000

Tabel 2.5 Sumber Dana Pembangunan Desa Cibuluh Selain struktur pemerintahan yang telah dijabarkan. Desa Cibuluh terdiri lembaga formal sebagai perangkat desa yaitu; LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa), BPD (Badan Permusyawaratan Desa), PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), MUID (Majelis Ulama Indonesia Desa), dan Karang Taruna. Kelima lembaga ini merupakan motor penggerak penyelenggaraan pemerintahan di Desa Cibuluh. Hanya saja saat ini, setiap tugas dan fungsi setiap lembaga tidak tersosialisasikan dengan baik di masyarakat umum. 2.3 LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa) Mengoptimalkan peran aktif masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan merupakan tugas utama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD). LPMD merupakan salah satu pihak penentu program pembangunan yang akan dilaksanakan pemerintah desa, sehingga LPMD sangat diharapkan untuk berpartisipasi kemasyarakatan. Dapat diibaratkan LPMD adalah sebagai motor penggerak masyarakat untuk membangun desa, salah satunya pembangunan fasilitas desa (jalan, mushola, dan lain-lain), secara bergotong royong. LPMD dibuat untuk menstimulus warga agar peduli terhadap daerahnya. Oleh karena itu, di Desa Cibuluh pengurus LPMD adalah tokoh masyarakat yang berpengalaman. Diharapkan dengan persuasi dari tokoh-tokoh masyarakat tersebut, warga dapat menggerakkan masyarakat dan menyukseskan kegiatan

lebih berpartisipatif dalam membangun desa. LPMD Cibuluh terdiri dari 12 pengurus dan 2 orang ketua, dengan ketua I Dedi S. Dan Ketua II Siswanto. 2.4 Badan Permusyawaratan Desa (BPD) BPD (Badan Permusyawaratan Desa) berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan Desa. Berfungsi berfungsi menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat.BPD diketuai oleh M. Rahmat S.P. dan dibantu oleh 6 orang anggota. 2.5 PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) PKK di Desa Cibuluh diketuai oleh Ibu Saliah Buntoro. PKK membawahi kegiatan kesehatan dan pengembangan keterampilan di Desa Cibuluh. Program PKK terdiri dari Posyandu, Rapat (perkumpulan kader), pelatihan kader, pengelolaan koperasi, dan mengkoordinir arisan. Selain itu untuk menigktakan keterampilan, ibu-ibu kader PKK juga sering melakukan kegiatan belajar memasak, dan berpartisipasi dalam lomba-lomba.

Berikut data yang didapatkan dari kegiatan Posyandu desa Cibuluh No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Uraian Jumlah bayi yang daftar Jumlah balita yang daftar Jumlah ibu hamil yang daftar Jumlah balita yang aktif ke posyandu Jumlah balita yang baik timbangannya Jumlah balita yang kurang gizi Jumlah balita yang mempunyai KMS Tabel 2.6 Data Kegiatan Posyandu 2.6 MUID (Majelis Ulama Indonesia Desa) Di desa yang berpenduduk 100% Islam ini dan dengan kegiatan religinya yang cukup kental, keberadaan MUID memang diakui oleh masyarakat desa. Jumlah Orang 23 orang 185 orang 9 orang 185 orang 185 orang 0 185 orang

Kegiatan yang dilakukan MUID ini bisa dikatakan aktif dan cukup berpengaruh di masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan MUID meliputi pengajian, pembinaan DKM dan khotib di desa, membawahi kegiatan-kegiatan di DKM, dan lain-lain. MUID Cibuluh telah memilik struktur organisasi, yang diketuai oleh M. Kusmiadi dan dibantu oleh dua puluh orang anggota. Organisasi ini terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, bidang dakwah/pendidikan, dana usaha, organisasi kepemudaan, dan kewanitaan. 2.7 Karang Taruna Karang Taruna merupakan sebuah wadah bagi para pemuda untuk menyalurkan minat dan bakat pemuda desa. Desa Cibuluh memiliki karang taruna yang diketuai oleh Yayan Rusyanto, A.Md dan dibantu oleh 14 orang anggota. Kegiatan karang taruna di Desa Cibuluh masih cukup aktif, organisasi ini biasanya melakukan kegiatan jika ada hari-hari besar, seperti hari kemerdekaan. Karang Taruna juga membawahi pemberdayaan lele jumbo di Desa Cibuluh. Orientasi Penduduk Desa No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 0-4 tahun 10-14 tahun 10-14 tahun 15-19 tahun 20-24 tahun 25-29 tahun 30-34 tahun 35-39 tahun 40-44 tahun Umur 91 117 133 125 116 137 112 106 111 90 114 89 Laki-laki Perempuan 80 116 113 130 141 140 103 112 136 97 106 66 Jumlah Jiwa 171 233 246 255 257 277 215 218 247 187 220 155

10. 45-49 tahun 11. 50-54 tahun 12. 55-59 tahun

13. 60-64 tahun 14. 65-69 tahun 15. 70-74 tahun 16. > 75 tahun Jumlah

59 23 20 32 1.477

37 35 25 19 1.456

96 58 45 51 2.933

Tabel. 3.1 Jumlah Penduduk Berdasarkan Umur 2.8 Mata Pencaharian a. Sektor Pertanian Pangan

Pemilik tanah sawah Penyewa sawah Buruh Jumlah Orang 9 74 69 263 16

: 915 orang : 118 orang : 50 orang Jumlah Ekor 14 178 105 2.856

a. Sktor Peternakan No 1. 2. 3. 4. 5. Status Pemilik Sapi Pemilik Domba Pemilik Kambing Pemilik Ayam Pemilik Itik

Tabel 3.2 Data Kepemilikan Hewan Ternak b. Sektor Industri


Jumlah Usaha Industri Kecil Jumlah Buruh Industri Kecil

: 58 orang : 293 orang Jumlah Orang

No 1.

Status Pegawai Pemerintah/Non Pemerintah a. Pegawai Negeri Sipil Pegawai Desa PNS/TNI/POLRI Mantri kesehatan Dokter Bidan

9 48 1 23

a. Pensiun TNI/POLRI/PNS

b. Pegawai Swasta c. Pegawai BUMD/BUMN d. Pensiun Swasta 2. Jasa Perdagangan a. Pasar Desa b. Warung c. Kios d. Toko 3. Jasa Komunikasi dan Angkutan a. Angkutan Sepeda Motor b. Angkutan Kendaraan Umum 4. Jasa Keterampilan a. Tukang Kayu b. Tukang Batu c. Tukang Jahit d. Tukang Cukur Tabel 3.3Data Pekerjaan Penduduk

15 7 3

62 2

52 -

12 17 6 1

2.10

Pendidikan Belum sekolah Jumlah DO SD-MI Jumlah SD-MI Tamat SMP Tamat SMA Tamat D2 Tamat D3 Tamat S1 Tamat S2 Tamat S3 Tamat Ponpes Umur Jumlah Jiwa (orang) : 250 orang :: 79 orang : 103 orang : 67 orang : 10 orang : 6 orang : 1 orang ::: 15 orang Pendidikan

No

1. 2. 3. 4. 5. 6.

3-5 tahun 5-7 tahun 7-13 tahun 13-16 tahun 16-19 tahun >19 tahun

40 52 418 92 39 8

PAUD TK SD SMP SMA Perguruan tinggi

Tabel 3.4 Data Penduduk yang Masih Sekolah 2.10 No 1. 2. 3. 4. 5. Kesadaran Berpemerintahan Uraian Jumlah wajib pajak Jumlah wajib pajak guntai Target penerimaan PBB Jumlah wajib pajak yang lunas Realisasi penerimaan pajak Jumlah 1.877 115 Rp. 16.5790 1.877 Rp. 16.5790 orang Keterangan orang orang a. Pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan

Tabel 3.5 Pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan b. Partisipasi Masyarakat dalam Pengambilan Keputusan peraturan Desa yang Telah Diputuskan

Keputusan desa yang telah diputuskan Jumlah seluruh keputusan

: 2 buah : 6 buah

c. Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan No 1 2 3 4 5 6 Kegiatan Pembangunan Memperbaiki Saluran Air Memperbaiki Jalan Membangun Madrasah Membangun Mesjid Perbaikan Jalan Perkuburan Perbaikan Jalan Desa Swadaya Masyarakat 25.000.000 36.000.000 25.000.000 260.000.000 19.300.000 18.700.000 Lainnya Jumlah 25.000.000 36.000.000 25.000.000 260.000.000 19.300.000 18.700.000

Membangun Gang-gang 19.000.000 Jumlah 378.000.000 Tabel 3.6 Swadaya Masyarakat dalam Pembangunan

19.000.000 378.000.000

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1

Evaluasi Kondisi Eksisting di Desa Cibuluh 3.1.1.Karakteristik Basis Agroekosistem di Desa Cibuluh Sektor pertanian di Desa Cibuluh Kecamatan Kalipucang Kabupaten Ciamis memiliki potensi yang cukup besar. Sebagian besar selain menjadi petani maupun petani penggarap, sebagian ada yang memiliki kebun kelapa dan albasia di setiap pekarangan rumah. Karena sebagian besar mata pencaharian warga Desa Cibuluh adalah petani maka hasil dari sektor peternakan dan perikanan minim sekali. Komoditas pertanian di Desa Cibuluh adalah padi, namun yang meningkatkan pendapatan petani adalah komoditas kelapa dan albasia. Ekosistem merupakan suatu sistem ekologi yang mencakup semua organism di dalam suatu daerah, terdiri dari atas komponen-komponen biotik dan abiotik yang saling berinteraksi sehingga membentuk satu kesatuan (Odum, 1996). Adapun ekosistem yang terdapat di Desa Cibuluh Kecamatan Kalipucang Kabupaten Ciamis terdiri dari ekosistem sawah tadah hujah, ekosistem sawah pasang surut, ekosistem kelapa, dan ekosistem albasia. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di Desa Cibuluh Kecamatan Kalipucang Kabupaten Ciamis terdapat masalah umum yang terjadi, diantaranya :
a) Banjir saat hujan turun terus-menerus

Hujan rutin terjadi di Desa Cibuluh setiap tahun. Hujan yang terjadi hampir 3 bulan berturut-turut dan terus menerus menyebabkan banjir sehingga menggenangi areal pertanian dan pemukiman. Keadaan semakin diperparah oleh ketinggian lahan pertanian dan pemukiman lebih rendah dari permukaan sungai Citanduy, infiltrasi pada lahan tersebut buruk. Selain itu irigasi tidak bisa dilaksanakan karena pintu air yang menghubungkan air dari sungai Citanduy ke sawah tidak bisa terbuka. Sehingga menyebabkan aliran air terhambat.
b) Musim kemarau berkepanjangan pada pertengahan tahun 2011

Ketika musim kemarau tiba para petani di Cibuluh mulai menanam palawija berupa kacang hijau. Namun, cuaca pada saat itu ternyata berbeda dengan apa yang diperkirakan. Musim kemarau tersebut berlangsung lebih lama dari musim kemarau biasanya. Akibatnya kacang hijau yang ditanam mengalami gagal panen. Adapun masalah yang terjadi pada setiap ekosistem: Ekosistem sawah tadah hujan Luas lahan sawah tadah hujan di Cibuluh adalah 50.310 Ha dan varietas padi yang digunakan adalah Ciherang. Namun, produktivitas padi di sana hanya 1 ton/Ha dan intensitas pertanamannya sekali dalam satu tahun. Ekosistem sawah pasang surut Luas lahan sawah tadah hujan di Cibuluh adalah 31,110 Ha dan varietas padi yang digunakan adalah Cisadane. Permasalahan yang terjadi pada lahan sawah pasang surut adalah drainase pada lahan tersebut buruk akibatnya debit air yang ada di lahan sawah berlebihan meyebabkan petani tidak dapat memanfaatkan lahan tersebut dalam kurun waktu yang cukup lama. Ekosistem kelapa Komoditas kelapa di Desa Cibuluh ditanam terdapat di pekarangan atau sepanjang jalan menuju rumah warga setempat. Yang di panen dari pohon kelapa tersebut yaitu nira dan kelapa muda. Nira yang dihasilkan ..liter/pohon. Harga nira Rp. 2500,-/liter. Nira

tersebut dapat diolah menjadi gula merah. Untuk membuat 1 kg gula merah dibutuhkan nira sebanyak 3 liter. Harga gulamerah Rp. 2000/kg. Ekosistem albasia Albasia yang ada di Desa Cibuluh sudah di budidayakan secara turun temurun selama 20 tahun. Albasia ditanam sebagai hutan buatan dan adapula yang ditanam di pekarangan rumah untuk pemanfaatan lahan kosong. Albasia dapat dipanen minimal 4-5 tahun, diameter batang 2540 cm, dengan kisaran harga 2,8 juta/pohon.

3.1.1.Croping Sistem yang Telah Dilakukan

System pertanaman yang dilakukan di Desa Cibuluh Kecamatan Kalipucang Kabupaten Ciamis adalah tumpang sari, dimana tanaman padi sebagai tanaman utama dan tanaman sekunder seperti singkong. Selain itu pergiliran tanaman pada lahan sawah yaitu ditanami palawija seperti jagung dan kacang hijau. Sedangkan pada sawah pasang surut dilakukan system pertanaman monokultur dimana padi menjadi tanaman tunggal yang ditanamn di areal tersebut. 3.1.2.Produktivitas Sistem Pertanaman Akibat adanya permasalahan permasalahan yang terjadi di atas, sangat mempengaruhi produktivitas hasil pertanaman yang ada di Desa Cibuluh Kecamatan Kalipucang Kabupaten Ciamis. Seperti pada ekosistem sawah tadah hujan hanya menghasilkan hanya 1 ton/ha/tahun, sedangkan pada sawah pasang surut menghasilkan 3 ton/ha namun kondisi lahan yang tidak dapat ditanam sekitar hampir 3 tahun akibat drainase yang sangat buruk.

3.1

Peluang yang dapat Dipadukan antara Komponen Terkait secara Sinergis dan Menguntungkan dengan Teknik LEISA

Tabel

Hasil

evaluasi

kondisi

eksisting

dan

rencana

penangan masalah yang ada Masalah Pertanian Tanaman Kondisi eksisting


1. Padi var.

Rencana Penanganan Perbaikan pemupukan seperti jumlah pupuk dan waktu pengaplikasian yang tepat Sistem pertanaman jajar legowo Mengatur waktu tanam sehingga dalam setahun padi dapat ditanam 2 kali Jumlah debit air yang diserap oleh tanaman kurang Perbaikan drainase sawah

Ciherang : Produktivitas rendah hanya 1 ton/ha Tanah sawah : sawah tadah hujan 50. 310 ha Sistem tanam tumpang sari dengan singkong jenis dan pupuk yang di berikan pupuk kandang, UREA, dan NPK pergantian tanaman dalam satu tahun padipalawija (jagung atau kacang hijau) Sistem non irigasi tadah hujan Sumber pengairan: air hujan Penggunaan jerami sebagai pupuk. 1. Padi var. Cisadane : Produktivitas tinggi 3 ton/ha namun waktu panen yang jarang (hingga 3 tahun) Tanah sawah :

Perbaikan drainase sawah agar dapat mengatur debit air tidak sampai kelebihan dengan membuat pompa yang kemudian dialirkan ke embung sehingga dapat mengairi sawah pada waktu musim kemarau. Diusahakan jika di buat surjan sehingga pemanfaatan lahan dapat optimal. Bisa di Tanami palawija dsb.

sawah pasang surut 31.110 ha Sistem tanam monokultur jenis dan pupuk yang di berikan Urea, SP36, KCL pergantian tanaman dalam satu tahun hanya padi Sistem non irigasi Sumber pengairan: air hujan Penggunaan jerami sebagai pupuk. 1. Kelapa : produktivitas tinggi pemanfaatan hanya diambil nira dan buahnya saja sistem tanam monokultur lahan yang digunakan dipekarangan rumah pemeliharaan secara tidak teratur/minim teknologi budidaya secara tradisional (turun temurun) 1. Albasia: pola tanam monokultur lahan yang digunakan ada yang di pekarangan rumah ada juga yang dibuat suatu perkebunan

Pembudidayaan secara intensif sejak pembibitan sampai dengan pemanenan sanitasi lahan dilakukan sebelum dan setelah penanaman penggunaan pestisida berbahan aktif yang tidak bersifat toksik

pembudidayaan secara intensif sejak pemilihan benih sampai dengan penanaman penggunaan pola tanam secara tumpang sari. sanitasi lahan sebelum dan sesudah penanaman menyiangi gulma secara teratur 2 minggu sekali mengendalikan opt secara ramah lingkungan membuat drainase yang baik.

OPT Lereng/

hama ulat pada albasia -Topografi relative datar

Grumosol kelabudan alluvial coklat kelabu Tesktur liat berdebus Struktur gumpal membulat Kebutuhan Padi air Bawang daun tanaman Kangkung Sawi Tomat Cabe

kemiringa n Tanah

dengan kemiringan 0

11,69 mm/hari 6,0 mm/hari 1.68 ; 4.66 mm/hari

Daftar Pustaka Z, Nasution. %20II.pdf 2011. Tinjauan Pustaka. Avaible at :

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/26636/4/Chapter