Anda di halaman 1dari 6

BAB 1 PARA PIHAK DALAM KEMITRAAN BISNIS

I.

Definisi Bisnis Pada intinya bisnis memiliki definisi yang sama namun beberapa ahli menjelaskan

dengan penjelasan yang agak berbeda. Menurut Mahmud Machfoedz, bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Para pelaku bisnis harus mampu memadukan 4 macam sumber daya, seperti sumber daya materi, sumber daya manusia, sumber daya keuangan, dan sumber daya informasi. Tujuan Bisnis sendiri, menurut Mahmud Machfoedz adalah guna mengolah bahan untuk dijadikan produk yang diperlukan oleh konsumen produk dapat berupa barang atau jasa. Tujuan perusahaan memproduksi produk adalah untuk mendapatkan laba, yakni imbalan yang diperoleh perusahaan dari penyediaan suatu produk bagi konsumen. Ada 4 faktor produksi dalam perusahaan : 1. Sumber Daya Alam 2. Sumber Daya Manusia 3. Modal dan 4. Informasi Bagi Brown dan Petrello (1976), bisnis ialah suatu lembaga yang memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba. Menurut Hughes dan Kapoor, Bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan ada dalam industri. Dari beberapa penjelasan para ahli di atas, dapat kita simpulkan bahwa bisnis adalah suatu pihak yang melakukan proses produksi barang atau pun jasa dengan berbagai sumber daya yang ada demi memenuhi kebutuhan konsumen dengan tujuan mendapatkan laba.

II.

Perusahaan / Manajemen Perusahaan ada banyak macam. Ada yang besar atau kecil, dan banyak sekali bidang berbeda digeluti oleh perusahaan. Biro perjalanan sangat berbeda dengan pabrik kerupuk atau jenis makanan lainnya. Jaringan toko serba ada sangat berbeda

dengan pabrik otomotif, kantor pengacara berbeda lagi dengan tempat money changer. Tetapi semua jenis usaha itu kita sebut perusahaan. Masalah etis yang ditimbulkan oleh perusahaan tidak selalu sama pula. Pada pabik kimia, umpamanya, kita menemui masalah-masalah moral yang tidak akan timbul pada kebanyakan perusahaan lain. Suatu perusahaan didirikan dengan maksud dan tujuan tertentu. Para pendiri, pemodal, pemilik saham dan manajemen berupaya agar maksud dan tujuan tersebut tercapai dengan tingkat efisiensi, efektivitas dan produktivitas setinggi mungkin. Pada pendiri, pemodal dan pemilik saham menyisihkan sebagian harta atau kekayaannya untuk dijadikan modal perusahaan. Manajemen mengelola perusahaan sedemikian rupa sehingga para pendiri, pemodal dan pemilih saham memperoleh apa yang disebut sebagai return on investment dan return on equity (pada umumnya dalam bentuk deviden) dan berbagai pihak berkepentingan lainnya memperoleh manfaat dari keberhasilan manajemen mengelola perusahaan. Perusahaan menghasilkan produk tertentu, berupa barang dan atau jasa, untuk dipasarkan dan dijual kepada para pemakai atau pengguna produk tersebut pada tingkat yang wajar dan dengan demikian perusahaan memperoleh keuntungan. Dalam upaya memenuhi maksud dan mencapai tujuan perusahaan yang ditetapkan oleh para pendiri, pemodal dan pemilik saham (dan bahkan juga berbagai pihak yang berkepentingan lainnya) manajemen, yang dewasa ini umumnya terdiri dari para tenaga manajerial yang profesional, mempunyai berbagai hak yang sering dikategorikan sebagai hak yang bersifat prerogatif, antara lain:

1. Perolehan keuntungan Perolehan keuntungan mempunyai berbagai makna dalam pengoperasian suatu perusahaan. Makna pertama ialah bahwa mencari keuntungan merupakan motif utama dalam penyelenggaraan kegiatan perusahaan. Dengan perolehan keuntungan, perusahaan akan mampu tidak hanya mempertahankan eksitstensinya, melainkan juga bertumbuh dan berkembang. Perusahaan yang tidak bertumbuh dan berkembang, cepat atau lambat akan mengalami kemunduran dan, pada akhirnya, lenyap dari peredaran. Makna kedua ialah bahwa kemampuan perusahaan meraih keuntungan berarti bahwa perusahaan menghasilkan produk yang bermanfaat bagi dan diminati oleh sekelompok konsumen dalam rangka upaya para konsumen tersebut memuaskan sebagian kebutuhannya. Artinya, perusahaan menghasilkan suatu produk yang

bermutu tinggi dan dijual dengan harga yang terjangkau oleh konsumen dan pelanggannya dan mereka membeli produk tersebut meski di pasaran sudah ada produk sejenis atau produk substitusi dengan manfaat yang relatif sama.

2. Penentuan filosofi bisnis yang dianut Yang dimaksud dengan filosofi bisnis, yang merupakan suatu hak prerogatif manajemen untuk menentukannya, ialah pandangan dan kerangka berpikir yang sifatnya mendasar tentang orientasi apa yang digunakan dalam mengelola kegiatan bisnis. Orientasi tersebut dapat berupa penekanan pada perolehan keuntungan dengan segala cara. Dapat pula bersifat penekanan pada perolehan keuntungan secara wajar dan sehat.

3. Perumusan dan penentuan kultur organisasi Setiap organisasi, termasuk organisasi bisnis, merupakan kesatuan kerja yang bersifat khas dan mempunyai kepribadian serta jati diri. Sifat kas, kepribadian dan jati diri tersebut ditentukan oleh kultur organisasi yang dipilih dan ditentukan oleh manajemen puncak. Yang dimaksud dengan kultur organisasi ialah persepsi yang sama dikalangan para anggota organisasi tentang hakikat dan makna kehidupan bersama dalam organisasi yang bersangkutan yang diciptakan, ditumbuhkan, dipelihara dan dilestarikan sedemikian rupa sehingga menjadi alat pengikat berpikir, bertindak, dan berprilaku dalam organisasi.

4. Penentuan kualifikasi tenaga manajerial pada berbagai tingkat Untuk meraih keuntungan yang diharapkan para pendiri, pemodal dan pemilik saham bisanya menyerahkan tugas dan tanggung jawab mengelola perusahaan kepada sekelompok tenaga profesional di bidang manajemen yang diberi kepercayaan untuk menduduki posisi manajerial puncak.

5. Penentuan jenis produk yang dihasilkan Kegiatan pokok dan utama suatu perusahaan ialah menghasilkan produk tertentu yang dapat berupa barang atau jasa atau kedua-duanya. Memilih dan menentukan produk apa yang akan dihasilkan, dipasarkan dan dijual oleh perusahaan merupakan hak prerogatif manajemen. Dapat dipastikan bahwa manajemen yang bertanggung jawab tidak begitu saja menentukan dan memilih produk tersebut namun menggunakan

pertimbangan yaitu: kemampuan perusahaan, jenuh tidaknya pasar, bentuk persaingan, manfaat bagi penggunanya, apakah produk tersebut merupakan produk tunggal dari perusahaan, apakah produk tersebut merupakan produk unggulan, apakah produk tersebut merupakan substitusi bagi produk lain yang sejenis, apakah produk tersebut dipasarkan pada kelompok konsumen khusus atau masyarakat luas, apakah produk tersebut bersifat trendy atau bersifat konvensional dan apakah produk untuk kepentingan pasar domestik atau untuk diekspor.

6. Penentuan strategi bisnis Dalam penyelanggaraan berbagai kegiatan perusahaan dalam rangka pencapaian tujuan dan sasarannya, manajemen melakukan analisis dan merumuskan strategi perusahaan. Para ahli strategi bisnis pada umumnya menyatakan bahwa yang dimaksud dengan strategi bisnis ialah pernyataan umum yang secara sadar dibuat oleh manajemen puncak tentang kegiatan bisnis apa yang ditekuni sekarang dan dalam kegiatan bisnis apa perusahaan akan bergerak di masa depan.

7. Pemilihan wilayah operasi perusahaan Salah satu aspek penylenggaraan bisnis yang menjadi hak prerogatif manajemen untuk memutuskannya ialah wilayah operasi perusahaan. Ada lima alternatif piliah, yaitu bersifat lokal, wilayah geograsif domestik dalam arti beroperasi hanya pada sebagian wilayah dimana perusahaan berada, nasional dalam arti meliputi seluruh wilayah negara, regional dalam arti mencakup berapa negara di kawasan tertentu dan global. Yang jelas, para karyawan harus rela dan ikhlas ditempatkan di wilayah operasi tertentu, termasuk wilayah atau kawasan yang mungkin saja tidak disenangi.

8. Pemilihan dan penentuan tipe dan struktur organisasi Perlu ditekantan bahwa yang dimaksud dengan tipe dan struktur organisasi bukan dalam arti bentuk perusahaan dilihat dari segi hukum dagang, seperti firma, CV, atau perseroan terbatas. Yang dimaksud disini adalah tipe dan struktur organisasi menurut teori organisasi dan manajemen, terutama yang ada kaitannya dengan pemeliharaan hubungan yang serasi antara perusahaan dan para karyawannya

9. Penentuan pilihan antara padat karya dan padat teknologi Tidak dapat disangkal bahwa perkembangan tekhnologi dalam berbagai bidang sangat berpengaruh pada penyelenggaraan berbagai kegiatan bisnis. godaan bagi manajemen sangat besar untuk sejauh mungkin menggunakan berbagai tekhnologi tersebut, banyak diantaranya yang sangat canggih alasannya ialah dengan penggunaan teknologi canggih tersebut efisiensi organisasi mudah ditingkatkan. Artinya, jika manajemen berorientasi semata-mata pada peningkatan efisiensi kerja, maka kecenderungan pilihannya adalah pada pemanfaatan teknologi semkasimal mungkin.

10. Penetapan kebijakan tentang sistem imbalan Sebagai balas jasa atas penggunaan pengetahuan, keterampilan, bakat, pengalaman, tenaga, dan waktu para karyawan demi kepentingan perusahaan, kepada mereka diberikan imbalan. Dalam memilih dan menentukan sistem imbalan tertentu, pada umumnya digunakan berbagai prinsip, seperti prinsip keadilan, kewajaran, kesetaraan, imbalan berdasarkan kinerja dan bukan atas dasar senioritas semata-mata, dan prinsi perbandingan nilai.

III.

Karyawan Diantara karyawan terdapat banyak variasi: ada posisi dan peran yang sangat beragam. Yang terutama kita maksudkan adalah manajer, dalam arti mereka yang memimpin karyawan lain, seperti misalnya kepala bagian. Alasannya, terutama merekalah yang memikul tanggung jawab dalam perusahaan, sehingga konsekuensikonsekuensi etika tampak lebih jelas. Tetapi yang berlaku bagi para manajer, mutatis mutandis bisa diterapkan juga pada semua karyawan lain. Seseorang yang menjadi karyawan suatu perusahaan menjatuhkan pilihan berkarya pada perusahaan tertentu atas kemauan sendiri dan bukan atas paksaan. Seorang karyawan secara sadar dan ikhlas mau mengikat dirinya pada hubungan kontraktual dengan perusahaan melalui mana ia setuju untuk: 1. Menerima kewenangan formal organisasi 2. Memikul tanggung jawab tertentu 3. Menerima penugasaan dan penempatan pada salah satu satuan kerja dalam perusahaan 4. Mengerahkan segala pengetahuan, segala keterampilan, tenaga dan waktu demi keberhasilan perusahaan mencapai tujuan dan sasarannya.

5. Taat kepada berbagai ketentuan formal yang ditentukan oleh manajemen. 6. Menunjukkan loyalitas, dedikasi dan komitmen kepada organisasi. 7. Menampilkan prilaku yang bersifat fungsional. Disamping hal-hal tersebut ia pun mempunyai hak-hak tertentu yang harus diakui, dihargai, dan dipenuhi oleh perusahaan seprti: 1. Pengakuan atas harkat dan martabatnya sebagai manusia 2. Sistem imbalan yang adil, wajar, dan setara dengan imbalan yang diberikan oleh perusahaan lain yang bergerak dalam kegiatan bisnis sejenis di kawasan yang sama. 3. Penugasan yang menarik 4. Pemberdayaan dalam kekaryaan antara lain melalui partisipasi dalam

pengambilan keputusan yang menyangkut tugas pekerjaannya. 5. Penyeliaan yang simpatik 6. Lingkungan kerja yang sehat dan aman 7. Peningkatan mutu hidup kekaryaan 8. Penilaian kinerja yang didasarkan pada tolak ukur yang rasional dan objektif 9. Penyediaan kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan 10. Dukungan organisasi dalam hal yang bersangkutan menghadapi berbagai masalah di tempat kerja dan bahkan mungkin yang sifatnya pribadi.

Perusahaan

Barang

Proses Produksi

Karyawan Menikmati hasil atau keuntungan

Jasa

(semua pihak yang bersangkutan menikmati hasil atau keuntungan)