Anda di halaman 1dari 5

MANAJEMEN TATA LETAK RETAIL ANALISIS TATA LETAK APOTEK KIMIA FARMA

DISUSUN OLEH YEHUDA PRANATA PURBA11084731

PRODI MANAJEMEN FAKULTAS BISNIS UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA YOGYAKARTA 2011
PENDAHULUAN

Kimia Farma merupakan pioner dalam industri farmasi Indonesia. Cikal bakal perusahaan dapat dilihat jika kita kembali ke tahun 1917, ketika NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co., perusahaan farmasi pertama di Hindia Timur, didirikan. Sejalan dengan kebijakan nasionalisasi bekas perusahaan-perusahaan Belanda, pada tahun 1958 pemerintah melebur sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF Bhinneka Kimia Farma. Selanjutnya pada tanggal 16 Agustus 1971 bentuk hukumnya diubah menjadi Perseroan Terbatas, menjadi PT Kimia Farma (Persero). Sejak tanggal 4 Juli 2001 Kimia Farma tercatat sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Berbekal tradisi industri yang panjang selama lebih dari 187 tahun dan nama yang identik dengan mutu, hari ini Kimia Farma telah berkembang menjadi sebuah perusahaan pelayanan kesehatan utama di Indonesia yang kian memainkan peranan penting dalam pengembangan dan pembangunan bangsa dan masyarakat. Kimia Farma pun melakukan berbagai ekspansi di skala nasional dan internasional. Salah satu ekspansi bisnis skala nasional yang dilakukan oleh Kimia Farma adalah dengan mendirikan anak perusahan bernama PT. Kimia Farma Apotek pada tanggal 4 Januari 2004. Direktur Utama dari PT. Kimia Farma Apotek adalah Saleh Rustandi. PT. Kimia Farma Apotek mengelola sebanyak 340 Apotek yang tersebar diseluruh tanah air, yang memimpin pasar dibidang perapotekan dengan penguasaan pasar sebesar 19% dari total penjualan apotek di seluruh Indonesia. Apotek Kimia Farma melayani penjualan langsung dan melayani resep dokter dan menyediakan pelayanan lain, misalnya praktek dokter, optik, dan pelayanan OTC (swalayan) serta pusat pelayanan informasi obat. Apotek Kimia Farma dipimpin oleh tenaga Apoteker yang bekerja full timer sehingga dapat melayani informasi obat dengan baik. Penambahan jumlah apotek merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memanfaatkan momentum pasar bebas AFTA, dimana pihak yang memiliki jaringan luas seperti Kimia Farma akan diuntungkan. Apotek Kimia Farma yang saya amati kali ini terletak dekat dengan pusat penjualan buah - buahan di kawasan Colombo, berada di pojok pintu gerbang kampus Universitas Negeri Yogyakarta. Di seberang Apotek ini juga terdapat ATM Mandiri. Di Apotek yang buka selama 24 jam penuh ini juga mempunyai tempat praktek Dokter umum yang juga lumayan ramai. Praktek dokter dimulai pukul 16.30 s/d 21.00. PEMBAHASAN

Apotek Kimia Farma yang terletak di Jl.Colombo mudah terlihat oleh pengguna jalan, baik dari arah Jl.Gejayan maupun dari arah UNY dan UGM. Jenis-jenis barang yang dijual oleh apotek kimia farma jelas adalah produk obat-obatan. Produk-produk tersebut bervariasi mulai dari produk asli perusahaan Kimia Farma hingga produk dari perusahaan farmasi lainnya, mulai dari produk/obat generik hingga produk/obat bermerek. Produk obat-obatan yang disediakan tergolong lengkap, seperti berbagai obat untuk penyakit umum seperti alergi, anti biotik, batuk, asma, flu, dan obat untuk penyakit yang kurang umum seperti demensia, artritis reumatoid, dan lain sebagainya. Luas bangunan bangunan apotek untuk penjualan obat-obatan saja sekitar 4 x 15 m2 (60 m2), selebihnya diperuntukkan bagi ruang praktek dokter yang posisinya menjorok ke dalam. Terdapat beberapa rak terpisah yang berjajar di depan counter point of sales dan sistem informasi. Berbagai fasilitas juga disediakan di dalam, seperti televisi, ruang ber-AC, tempat konsultasi dokter, lemari pendingin untuk produk tertentu, dan beberapa perlengkapan lain yang berada di ruangan dalam. Display untuk jenis-jenis produk ditentukan sesuai dengan jenisnya. Setiap jenis produk yang sama dengan merek berbeda diletakkan pada rak yang sama atau berdekatan satu sama lain. Pencahayaan yang digunakan di dalam apotek terasa kurang, terutama saat malam hari. Desain apotek yang dilapisi oleh kaca di sekeliling memang membuat cahaya bebas masuk untuk menerangi bagian dalam. Di siang hari, walaupun cahaya dapat masuk secara bebas, namun agak terhalang oleh pohon besar yang berada di samping apotek. Jika matahari sedang bersinar dengan terik maka akan banyak cahaya yang masuk, namun jika matahari sedang terhalang awan maka akan terasa kurang cahaya. Untuk menghindari kurangnya cahaya pada siang hari, pihak apotek akan menyalakan lampu. Di malam hari, ketika tidak ada cahaya dari luar yang memberi penerangan ke dalam, lampu-lampu yang sudah diposisikan di beberapa tempat akan manerangi tiap rak yang mendisplay produk. Pencahayaan dalam hal ini akan mempengaruhi suasana di dalam apotek, sedangkan pencahayaan di dalam apotek ini sendiri terasa masih kurang. Pencahayaan yang kurang juga akan mempengaruhi pelanggan dalam memilih produk karena begitu banyaknya jenis-jenis produk yang dipajang di rak display dan ukurannya juga kecil. Jika dilihat dari estetika, penataan display produk pada Apotek Kimia Farma cukup teratur. Rak tengah disusun simetris, sedangkan rak di tepi disusun tidak simetris. Lokasi Apotek Kimia Farma Colombo

Apotek Kimia Farma

Layout Apotek Kimia Farma Jl.Colombo

R A K P R POHON O R

A K P R O A D K P R O D

RA K PR OD UK

Bottom of Form

KONS ULTAS I DOKT POINT OF SALES KIOS PENJUALAN BUAH

RA K PR OD UK

RUANG PENYIMPANAN DAN RACIK OBAT KURSI

TROTOAR

PINTU

KESIMPULAN

Tata letak merupakan satu keputusan penting yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Tata letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan daya saing apotek dalam hal kapasitas penyediaan produk, proses pembelian, fleksibilitas penataan, dan biaya, serta kualitas lingkungan apotek, kontak dengan pelanggan, dan citra Kimia Farma sendiri. Tata letak yang efektif dapat membantu Apotek Kimia Farma mencapai sebuah strategi yang menunjang diferensiasi dari pesaing, biaya lebih rendah dalam penjualan produk, atau respon cepat untuk konsumen. Desain tata letak Apotek Kimia Farma sendiri harus mempertimbangkan bagaimana untuk dapat mencapai:
1. Utilisasi ruang, dan peralatan yang lebih tinggi. 2. Kondisi interior apotek yang lebih nyaman. 3. Interaksi dengan pelanggan yang lebih baik. 4. Fleksibilitas (bagaimanapun kondisi tata letak yang ada sekarang, tata letak tersebut

akan perlu diubah nantinya). Tata letak ritel (retail layout) sendiri didasarkan pad ide bahwa penjualan dan keuntungan bervariasi bergantung kepada produk yang dapat menarik perhatian pelanggan. Jadi, Apotek Kimia Farma harus berusaha memperlihatkan produk-produk kepada pelanggan sebanyak mungkin. Penelitian menunjukan bahwa semakin besar produk dapat dilihat oleh pelanggan, maka penjualan akan semakin tinggi, dan tingkat pengembalian investasi juga semakin tinggi. Hal ini merupakan sesuatu yang penting, terutama bagi usaha yang dijual secara waralaba. Usaha penataan produk yang mudah dilihat oleh pelanggan sudah dapat terlihat dari penggunaan kaca sebagai dinding pembatas di sekeliling apotek. Di luar berbagai hal dan ketentuan mengenai penataan layout toko retail, apotek sendiri memiliki sedikit perbedaan dengan jenis toko retail yang lainnya. Apotek merupakan speciality store penyedia obat-obatan, dengan kata lain retailer tidak perlu terpaku pada penataan dispaly produk untuk memaksimalkan penjualan karena konsumen yang datang juga memiliki kebutuhan produk yang jelas, sesuai dengan sakitnya. Jika dilihat, layout dan desain luar dari Apotek Kimia Farma sudah terlihat teratur dan tepat guna, begitu pula dengan desain interior dari apotek sendiri. Apotek Kimia Farma tidak hanya dikembangkan oleh anak perusahaan Kimia Farma saja, namun juga dijual secara franchise. Karena Apotek Kimia Farma juga dijual secara franchise, maka setiap apotek memiliki standarisasi yang sama, maka dari itu baik layout maupun desain Apotek Kimia Farma kebanyakan memiliki wujud yang tidak jauh berbeda.