Anda di halaman 1dari 41

PROPOSAL PENELITIAN

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENDENGAR TERHADAP PROGAM ACARA RADIO ANDIKA FM KEDIRI

Disusun Oleh : AINA AINUL MAGHFIROH NIM. 9335.005.07

PROGRAM STUDI KOMUNIKASI ISLAM JURUSAN USHULUDIN DAN ILMU SOSIAL

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) KEDIRI 2011

BAB I PENDAHULUAN

I.I. LATAR BELAKANG MASALAH Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat perkembangan teknologi komunikasi, informasi, dan teknologi media massa (media cetak, media elektronik, dan multimedia) turut mengalami kemjuan yang juga berkembang dengan cukup pesat. Hal ini menjadikan semakin semakin terdorongnya perkembangan strategi kreatif di dunia progam siaran radio. Banyaknya macam acara yang tersedia membuat para praktisi radio berusaha menyuguhkan progam-progam siaran yang diciptakan agar dapat menarik perhatian masyarakat. Pilihan terhadap setiap acara sangat tergantung dengan tema atau jenis progam siaran yang dapat mengundang perhatian publik. Radio dalam kehidupan sehari hari digunakan sebagai sarana penyampai informasi. Suara yang kita dengar dari pesawat radio merupakan perubahan bentuk energi elektromagnetik dari gelombang radio yang ditangkap oleh pesawat radio, kemudian diubah melalui loudspeaker (pengeras suara) menjadi energi bunyi sehingga bisa kita dengar. Suara yang kita dengar dari pesawat radio bisa berisi tentang hiburan, misalnya musik, humor serta berita dan berbagai informasi lainnya. Sarana penyampaian informasi sekarang ini sangatlah banyak tersedia. Dan Radio juga berperan aktif dalam penyampaian informasi dan sampai sekarang masih mampu bersaing dengan media penyampai informasi lainnya.

Karena tuntutan publik, terjadi reposisi siaran televisi di negeri ini. Bukan hanya sebagai media hiburan, tetapi juga media informasi, media pembentuk dan penyalur opini publik, media pendidikan dan media bisnis. Progam siar Radio yang sama bisa jadi berbeda saat kepuasan pada kebutuhan berbeda untuk individu yang berbeda. Kebutuhan yang berbeda diasosiasikan dengan kepribadian seseorang, tahap tahap kedewasaannya, latar belakang, dan peranan sosialnya. Fenomena yang terjadi sekarang ini dalam dunia industri Radio membawa konsekuensi pada pengelolaannya agar tetap bertahan dalam ketatnya persaingan yang sedang berlangsung, oleh karena hal tersebut maka disetiap stasiun radio berusaha untuk menciptakan dan menyuguhkan berbagai macam progam siaran yang diharapkan dapat menarik perhatian pendengar dari semua segmen yang ada. Berbagai macam progam progam siaran radio diperdengarkan setiap harinya. Keuntungan dari radio yakni, dapat menjangkau hampir seluruh warga negara dalam masyarakat, setiap waktu, setiap tempat, dan melibatkan siapa saja (bahkan orang buta huruf) serta di mana saja. Pendengar radio tidak harus tetap berada di depan pesawat radionya, tidak seperti halnya menonton televisi. Ini berarti mendengarkan radio dapat dilakukan sembari melakukan hal-hal lainnya, berpindah tempat, tetapi harus tetap dengan konsentrasi tinggi. Hal ini berarti lebih banyak waktu yang dapat digunakan untuk mengerjakan hal-hal lainnya, sambil dapat mendengarkan/ menikmati suara radio. Ini juga

berarti bahwa makin banyak pendengar yang dapat dijangkau sementara mereka masih tetap dapat bekerja sesuai tanggung jawab pekerjaannya. Progam siaran Radio yang sama bisa jadi berbeda saat kepuasan pada kebutuhan berbeda untuk individu yang berbeda. Kebutuhan yang berbeda diasosiasikan dengan kepribadian seseorang, tahap-tahap kedewasaannya, latar belakang, dan peran sosialnya. Disini timbul istilah uses and gratifications, penggunaan dan pemenuhan kebutuhan. Dalam asumsi ini tersirat pengertian bahwa komunikasi massa berguna (utility), bahwa konsumsi media diarahkan oleh motif, bahwa perilaku media mencerminkan kepentingan dan preferensi (selectivity). Model ini tidak tertarik pada apa yang dilakukan media pada diri orang, tetapi ia tertarik pada apa yang dilakukan orang terhadap media (Rakhmat, 2005). orang memilih saluran komunikasi dan pesan-pesan yang paling dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhannya. Pada pendekatan ini audiens tidak lagi dipandang audiens pasif, melainkan memiliki harapan-harapan dan kebutuhan-kebutuhan. Dalam karya penelitian ilmiah mahasiswa Universitas Kristen PETRA Silvi Adinda dengan judul Kepuasan Pendengar terhadap Progam Siaran M Radio 98.8 FM Surabaya menyebutkan bahwa : Sebagian besar manusia mempunyai kebutuhan dasar untuk mengadakan interaksi sosial. Dari pengalamannya, sebagian besar manusia tersebut berharap bahwa konsumsi atau penggunaan media massa tertentu akan memenuhi sebagian kebutuhannya itu. Hal ini menuntunnya pada kegiatan menonton progam televisi tertentu, membaca isi majalah tertentu, mendengarkan radio, dan sebagainya.

Selanjutnya dalam karya penelitian ilmiah mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta Agung Dwi Iryanto dengan judul Talkshow dan kesenjangan kepuasan (Studi Deskriptif kesenjangan kepuasan yang diperoleh pemirsa dari menonton acara Kick Andy di metro TV dan satu jam lebih dekat di tvOne dikalangan Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNS dengan menggunakan pendekatan Uses and Gartification) menjelaskan bahwa: Audiens bergerak hanya semata untuk memenuhi kebutuhannya saja. Motivasi yang berbeda satu orang dan lainnya, menyebabkan audiens cenderung memilih media yang paling dapat memenuhi kebutuhannya. Kewenangan untuk memilih inilah yang disebut otoritas audiens dalam memenuhi berbagai motivasi atau kebutuhannya. Dengan demikian, dalam memenuhi kebutuhannya manusia memang memerlukan sebuah motif untuk dapat mencapai kepuasan yang diinginkan. Sebagai makhluk sosial, motif manusia terbentuk dari lingkungan sosialnya. Lingkungan sosial ini antara lain terdiri dari karakteristik demografis, kelompok-kelompok sosial yang diikuti dan karakteristik personal seseorang. Demi memenuhi kepuasan pendengar stasiun radio berupaya memperbaharui progam acara yang disajikan, khususnya di kota Kediri. Untuk itu, dalam penelitian ini penulis mengangkat judul Analisis Tingkat Kepuasan Pendengar Terhadap Progam Acara Radio Andika FM Kediri.

1.2. Rumusan Masalah Untuk mempermudah dan membantu penulis dalam proses penelitian maka dibutuhkan adanya perumusan masalah yang jelas dan tegas, sesuai dengan kriteria dan cara perumusan masalah yang benar.

Dari uraian yang melatar belakangi penelitian diatas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah, sebagai berikut: 1. Bagaimana kepuasan pendengar terhadap progam - progam acara di Radio Andika FM ? 2. Bagaimana perbandingan kepuasan antara progam - progam acara di Radio Andika FM ?

1.3. Tujuan Penelitian Setiap kegiatan bagaimanapun bentuknya pasti memiliki tujuan yang hendak dicapai. Adapun tujuan penulis melakukan penelitian ini adalah, sebagai berikut : 1. Ingin mengetahui kepuasan pendengar terhadap progam - progam acara di Radio Andika FM 2. Ingin mengetahui perbandingan kepuasan antara progam - progam acara di Radio Andika FM

1.4. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan bisa memberikan sumbangan pemikiran pada ilmu komunikasi terutama dalam bidang kajian uses and gratification yang meneliti kepuasan khalayak dalam menggunakan media massa pada umumnya dan khususnya dalam hal kepuasan atas pilihan media elektronik dalam hal ini radio dikota Kediri.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan serta dapat menambah khasanah kepustakaan dan dijadikan bahan referensi bagi penelitian yang akan datang mengenai kepuasan pendengar terhadap progam siar Radio andika FM.

2. Manfaat Praktis 1. Manfaat praktis penelitian ini diharapkan bisa memberikan gambaran yang jelas progam mana yang lebih bisa memuaskan pendengar. 2. Memberikan masukan pada pengelola Radio Andika FM mengenai pemuasan kepuasan pendengar radio. 3. Memberikan masukan-masukan pada radio lain tentang kepuasan pendengar radio.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. RADIO 2.1.1. Sejarah Radio Radio adalah buah perkembangan teknologi yang memungkinkan suara di transmisikan secara serempak melalui gelombang radio di udara. Pada tahun 1896, Guglielmo Marconi menciptakan wireless telegraph yang menggunakan gelombang radio untuk membawa pesan dalam bentuk kode Morse. Marconi lantas mendirikan perusahaan pengirim pesan kedatangan dan keberangkatan kapal, mendirikan stasiun pemancar dan penerima, terutama dikawasan yang tidak terjangkau kabel telegraf, dan belakangan bahkan mendirikan pabrik perakit dan penyedia perlengkapan radio. Pada tahun 1913, Marconi telah mendominasi bisnis radio di Eropa dan Amerika Serikat 1. Bisnis radio yang dimaksud disini bukan bisnis stasiun radio. Tetapi, lebih pada pemanfaatan radio untuk keperluan-keperluan

perdagangan dan transportasi. Amerika Serikat memerankan peranan penting dalam sejarah media massa termasuk radio. Bukan saja karena di negara ini teknologi baru diciptakan dan disebarluaskan, melainkan karena AS juga melahirkan model pertama pemanfaatan radio bagi kepentingan komersial, seperti yang kita kenal sekarang ini. Tujuan awal mendirikan stasiun radio adalah untuk
1

Santi Indra Astuti, Jurnalisme Radio Teori dan Praktik. Bandung : Simbiosa Rekatama Media. 2008. Hal. 5

menjual pesawat pesawat radio sebanyak-banyaknya. Tapi, seiring dengan beragamnya siaran radio, mata orang terbuka. Toko-toko ritel besar menggunakan radio untuk mengiklankan diri, wartawan melihat peluang media pemberitaan yang baru, sekolah dan gereja melihat adanya potensi pendidikan yang luarbiasa, industri musik melihat peluang hiburan dan potensi ekonomi yang baru, pemerintah dan politisi melihat adanya media propaganda mutakhir yang powerful2. Dengan demikian, radio menurut Dominick, dalam buku karya Adianto & Erdinaya : Merupakan media massa elektronik tertua dan sangat lues. Selama keberadaannya, radio siaran telah berhasil mengatasi persaingan yang ketat dengan bioskop, rekaman kaset, telivisi kabel, dan media hiburan lainnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa radio telah mampu beradaptasi dengan perubahan dunia, dengan mengembangkan hubungan saling menguntungkan dan melengkapi dengan media lainnya. 2.1.2. Peranan dan Fungsi Radio Radio digunakan sebagai sarana penyampai informasi. Suara yang didengar dari pesawat radio merupakan perubahan bentuk energi elektromagnetik dari gelombang radio yang ditangkap oleh pesawat radio, kemudian diubah melalui loudspeaker (pengeras suara) menjadi energi bunyi sehingga bias di dengar. Suara yang didengar dari pesawat radio bisa berisi tentang hiburan, misalnya musik, humor serta berita dan berbagai informasi lainnya.

Ibid, Hal. 5-6

Radio memiliki keunggulan antara lain bisa di bawa kemana saja dan kapan saja. Radio memiliki karakteristik tersendiri jika dibandingkan dengan media televisi dan surat kabar3: 1. Modal utama radio adalah suara, tidak ada visualisasi yang tampak nyata. 2. Radio merupakan sarana tercepat dalam penyebaran informasi dan hiburan. 3. 4. 5. Informasinya muncul selintas, sulit di ingat dan tidak terdokumentasi. Produksi siaran radio singkat dan berbiaya murah. Radio bersifat merakyat karena harga pesawat radio yang murah, mudah dibawa kemana saja, dan buta huruf bukanlah suatu kendala bagi pendengarnya. 6. Produksi radio yang hanya berbentuk suara, membat pendengarnya berusaha menvisualisasikan suara itu dalam benaknya masing-masing. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kekuatan radio siaran yaitu4: 1. Daya Langsung Daya langsung radio siaran berkaitan dengan proses penyusunan dan penyampaian pesan kepada pendengarnya yang relatif cepat. Hal ini yang menyebabkan radio dapat menyampaikan informasi dengan lebih cepat dibandingkan dengan media cetak.

3 4

Masduki, menjadi broadcaster profesional. Yogyakarta : Pustaka Populer. 2004. Hal. 17. Ardianto dan Erdinaya, Komunikasi Massa : Suatu Pengantar. Bandung : Simbiosa Rekatama Media. 2004. Hal. 120.

2.

Daya tembus Melalui media kecil seperti radio siaran, pendengar dapat memindahkan channel dan mendengarkan siaran radio dari berbagai belahan dunia.

3.

Daya tarik Daya tarik dari radio adalah sifatnya yang serba hidup karena adanya tiga unsur yang melekat padanya yaitu musik, kata-kata, dan efek suara. Efek suara melalui radio memiliki dampak yang kuat terhadap pendengar. Selanjutnya, agar pesan yang disampaikan dapat dimengerti oleh

pendengarnya maka radio haris memiliki gaya radio siaran yang memenuhi sifat-sifat yang harus dimiliki oleh radio siaran, yaitu5: 1. Radio is the now Maksudnya bahwa radio sangat mengandalkan aktualitas berita, apa yang disampaikan saat ini adalah apa yang terjadi saat ini juga. 2. Imajinatif Maksudnya, pendengar radio siaran bersifat imajinatif, karena indra yang digunakan oleh pendengar hanya indra pendengar dan pesan yang disampaikan hanya selintas sehingga radio siaran harus dapat mengajak pendengarnya berimajinasi.

Ibid. Hal. 131-134.

10

3.

Auditori Sifat auditori ini merupakan konsekuensi dari radio siaran yang memang untuk didengar. Karena kemampuan mendengar menusia itu terbatas maka pesan komunikasi melalui radio siaran diterima secara selintas. Selanjutnya, pendengar tidak akan dapat mendengar kembali (rehearing) informasi yang telah diterimanya.

4.

Akrab Keakraban dan keintiman ini dapat dirasakan ketika

mendengarkan siaran radio di mana seolah-olah penyiar berada di tengah-tengah pendengar. Meskipun pendengar sedang melakukan berbagai aktivitas tetapi penyiar akan tetap akrab memperdengarkan suaranya untuk menyajikan hiburan maupun informasi. 5. Gaya percakapan Gaya ini dituntut untuk dipahami oleh penyiar agar pendengar dapat merasakan kedekatan dengan penyiar radio tersebut. 6. Menjaga mobilitas Artinya adalah bahwa di dalam kegiatan mendengarkan radio, pendengar tidak harus mendengar sambil duduk diam, tetapi dapat dilakukan sambil melakukan aktivitas lainnya.

2.2. Teori Uses dan Grafication Penjelasan tentang aktifitas mendengar akan dijelaskan melalui

pendekatan uses and Gratification, dimana dalam sebuah perilaku media yang

11

melibatkan penggunaan sebuah isi media oleh khalayak yang berakibat pada adanya terpaan dalam diri khalayak tersebut, merupakan isu atau topik yang dibahas dalam pendekatan ini. Uses & Gratifications berangkat dari pandangan bahwa dalam komunikasi (khususnya media massa), tidak mempunyai kekuatan yang dapat mempengaruhi diri khalayak. Inti teori ini adalah khalayak pada dasarnya menggunakan media massa berdasarkan motifmotif tertentu. Media dianggap berusaha memenuhi motif khalayak. Jika motof ini terpenuhi maka kebutuhan khalayak akan terpenuhi. Pada akhirnya, media yang mampu memenuhi kebutuhan khalayak disebut media yang efektif6. Dalam penelitian terdahulu oleh Silvi Adinda tentang kepuasan pendengar menyebutkan bahwa Teori Uses and Gratifications merupakan kritik dari teori jarum hipodermik. Teori ini pertama kali dinyatakan oleh Elihu Katz, yang menekankan bukan pada apa yang dilakukan media pada khalayak (What media do to people) tetapi pada apa yang dilakukan khalayak terhadap media (What people do to media). Khalayak dianggap secara aktif menggunakan media untuk memenuhi kebutuhannya.

Rachmat, Kriyantono. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta : Kencana . 2010. Hal. 207-208

12

Untuk lebih jelasnya, teori Uses and Gratifications diaplikasikan melalui gambar berikut7.

Antiseden

Motif

Penggunaan Media

Efek

 Variabel individual  Variabel lingkungan

 Kognitif  Diversi  Personal identity

 Hubungan  Macam isi  Hubungan dengan isi

 Kepuasan  Pengetahuan  Dependensi

Rakhmat menjelaskan struktur model tersebut sebagai berikut. 1. Variabel Antiseden terbagi atas dua dimensi yakni: a. Individual, dimensi ini menyajikan informasi perihal data demografis seperti usia, jenis kelamin dan faktor-faktor psikologis komunikan. b. Lingkungan, dimensi ini dapat terdiri atas data mengenai organisasi, sistem sosial, dan struktur sosial. 2. Variabel motif terbagi atas tiga dimensi, yaitu : a. Kognitif, dimensi ini menyajikan informasi perihal data kebutuhan akan informasi, dan surveillance atau eksplorasi realitas. b. Diversi, dimensi ini menyajikan informasi perihal data kebutuhan akan pelepasan dari tekanan dan kebutuhan akan hiburan

Jalaludin Rahmat, Metode Penelitian Komunikasi. Bandung : Remaja Rosdakarya. 2009. Hal. 6667.

13

c. Personal Identity, dimensi ini menyajikan perihal data tentang bagaimana penggunaan isi media untuk memperkuat atau menonjolkan sesuatu yang penting dalam kehidupan atau situasi khalayak sendiri. 3. Variabel Penggunaan Media terbagi atas tiga dimensi yakni : a. Jumlah Waktu, dimensi ini menyajikan jumlah waktu yang digunakan dalam menggunakan media. b. Jenis isi media, dimensi ini menyajikan jenis media yang dipergunakan. c. Hubungan, dimensi ini menyajikan perihal hubungan antara individu konsumen media dengan isi media yang di konsumsi atau dengan media secara keseluruhan. 4. Variabel Efek terbagi menjadi tiga dimensi yaitu : a. Kepuasan, dimensi ini menyajikan informasi perihal evaluasi kemampuan media untuk memberikan kepuasan. b. Dependensi media, dimensi ini menyajikan informasi perhal ketergantungan responden pada media dan isi media untuk kebutuhannya. c. Pengetahuan, dimensi ini menyajikan perihal persoalan tertentu. Ada beberapa asumsi yang mendasari teori ini, baik yang dikemukakan oleh Katz, Gurevitch dan Hass (1974), Dominick (1996) maupun oleh McQuail (2005). Asumsi-asumsi dasar tersebut anatara lain adalah ;

14

1. Khalayak merupakan sekelompok konsumen aktif yang secara sadar menggunakan media sehubungan dengan pemenuhan kebutuhan personal maupun kebutuhan sosial yang diubah menjadi motif-motif tertentu. 2. Pemilihan media dan isinya merupakan sebuah tindakan yang beralasan serta memiliki tujuan dan kepuasan tertentu sesuai dengan inisiatif khalayak. 3. Seluruh faktor yang ada pada formasi khalayak aktif seperti motif, gratifikasi yang diharapkan dan gratifikasi yang diterima secara prinsip dapat diukur karena khalayak memiliki kesadaran diri yang memadai mengenai penggunaan media, kepentingan dan motivasinya sehingga dapat menjadi bukti bagi peneliti. 4. Media massa bersaing dengan sumber-sumber lain untuk dapat memenuhi kebutuhan audiens. Perlu diingat lagi pada pendekatan ini audiens tidak lagi dipandang sebagai audiens pasif, melainkan audiens yang memiliki harapan-harapan dan kebutuhan-kebutuhan. Kebutuhan- kebutuhan yang mungkin dipenuhi oleh komunikasi ini diantaranya adalah: 1. Untuk bersantai 2. Untuk dihibur 3. Untuk melupakan pekerjaan atau hal lain 4. Untuk melakukan sesuatu bersama teman 5. Untuk mempelajari berbagai hal tentang diri sendiri maupun orang lain. 6. Untuk melewatkan waktu (ketika bosan)

15

7. Supaya merasa senang 8. Supaya tidak kesepian 9. Untuk memenuhi kebiasaan 10. Agar orang lain mengetahui bagaimana perasaan seseorang 11. Untuk mengajak seseorang melakukan sesuatu demi orang lain.

2.3.Gratifications Sought dan Gratification Obtained Salah satu macam riset Uses And Grafications yang saat ini berkembang adalah yang dibuat oleh Philip palmgreen dari Kentucky University. Kebanyakan riset uses and grafications memfokuskan pada motif sebagai variabel independent yang mempengaruhi penggunaan media. Palmgreen kendati juga menggunakan motif tertentu, namum konsep yang diteliti oleh model palmgreen ini lebih tidak berhenti disitu, dengan menanyakan apakah motif-motif khalayak itu dapat dipenuhi oleh media. Dengan kata lain, apakah khalayak puas setelah menggunakan media. Konsep kepuasan ini disebut GS (Gratification Sought) dan GO (Gratification Obtained). Grafication Sought adalah kepuasan yang dicari atau diinginkan individu ketika mengkonsumsi suatu jenis media tertentu. (radio, tv atau Koran)8. Sedangkan Gratification Obtained adalah kepuasan yang nyata yang diperoleh seseorang setelah mengonsumsi suatu jenis media tertentu (Palmgreen, 1985: 27). Dengan kata lain menurut Palmgreen; Gratification Sougth dibentuk dari kepercayaan seseorang mengenai apa yang media dapat

88

Rachmat. 2010. Hal. 210.

16

berikan dan evaluasi seseorang mengenai isi media9. Gratification Obtained mempertanyakan hal-hal yang khusus mengenai apa saja yang telah diperoleh setelah menggunakan media dengan menyebutkan acara atau rubrik tertentu secara spesifik. Pertama periset mengukur GS dan GO. Dari sini periset dapat mengetahui kepuasan khalayak berdasarkan kesenjangan antara GS dengan GO. Dengan kata lain, kesenjangan kepuasan (Discrepancy Gratifications) adalah perbedaan perolehan kepuasan yang terjadi antara skor GS dan GO dalam mengkonsumsi media tertentu. Semakin memuaskan media tersebut. Hal ini diperjelas dengan bagan sebagai berikut10:

Kepercayaankepercayaan (beliefs)

Pencarian kepuasan (GS)

Kosumsi Media

Perolehan Kepuasan Yang Diterima (GO)

Evaluasi-evaluasi

Indikator terjadinya kesenjangan kepuasan atau tidak adalah sebagai berikut: 1. Jika mean skor (rata-rata skor) GS lebih besar dari mean skor GO (mean skor GS > mean skor GO), maka terjadi kesenjangan kepuasan, karena
9

10

Rachmat. 2010. 211 Ibid. Hal.211- 212

17

kebutuhan yang diperoleh lebih sedikit dibandingkan dengan kebutuhan yang diinginkan. Media tidak me- muaskaln khalayaknya. 2 Jika mean skor GS sama dengan mean skor GO (GS= GO), maka tidak terjadi kesenjangan kepuasan karena jumlah kebutuhan yang diinginkan semuanya terpenuhi. 3. Jika mean skor GS lebih kecil dari mean skor GO (GS < GO), maka terjadi kesenjangan kepuasan karena kebutuhan yang diperoleh lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan yang diinginkan. Dengan kata lain bahwa media tersebut memuaskan khalayaknya. Semakin besar kesenjangan mean skor terjadi, maka makin tidak

memuaskan media tersebut bagi khalayaknya. Sebaliknya semakin kecil kesenjangan mean skor yang terjadi, maka makin muaskan media tersebut bagi khalayaknya.

2.4. Motif Motif pengonsumsian media menurut Mcquail, yaitu11 : 1. Motif Informasi, pengguna dikatakan memiliki motif informasi apabila mereka: a. Dapat mengetahui berbagai peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan masyarakat terdekat. b. Dapat mengetahui berbagai informasi mengenai peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan keadaan dunia.

11

Rachmat, Kriyantono. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta : Kencana . 2010. Hal. 215-216

18

c. Dapat mencari bimbingan menyangkut berbagai masalah. d. Dapat mencari bimbingan menyangkut berbagai pendapat. e. Dapat memperoleh rasa damai melalui penambahan pengetahuan. 2. Motif Identitas Pribadi, pengguna dikatakan memiliki identitas pribadi apabila mereka : a. Dapat menemukan penunjang nilai-nilai yang berkaitan dengan pribadi seseorang itu sendiri b. Dapat mengidentifikasi diri dengan nilai-nilai lain dalam media. c. Memperoleh nilai lebih sebagai seorang manusia. 3. Motif Integrasi dan interaksi sosial, pengguna dikatakan memiliki motif integrasi dan interaksi sosial apabila mereka: a. Memperoleh pengetahuan yang berkenaan dengan empati sosial b. Dapat menemukan percakapan dan interaksi sosial dengan orang lain disekitarnya. c. Dapat menjalankan peran sosial d. Keinginan dekat dengan orang lain e. Keinginan untuk dihargai orang lain 4. Motif Hiburan, pengguna dikatakan memiliki motif hiburan apabila mereka: a. Dapat melepaskan diri dari permasalahan b. Bisa bersantai dengan mengisi waktu luang c. Bisa menyalurkan emosi d. Bisa mendapatkan hiburan dan kesenangan

19

2.5. Nisbah Antar Konsep Penjelasan tentang aktifitas mendengar dijelaskan melalui pendekatan uses and gratification, dimana dalam sebuah perilaku media yang melibatkan penggunaan sebuah isi media oleh khalayak. Yang berakibat pada adanya terpaan yang diterima dalam diri khalayak, merupakan topik yang dibahas dalam pendekatan uses and gratification. Kepuasan dalam mendengar progam siaran di Radio Andika FM diukur dengan menggunakan Gratification Sought dan Gratification Obatined. Pendengar radio akan memilih atau tidak memilih suatu media tertentu dipengaruhi sebab-sebab tertentu, yaitu didasari oleh motif pemenuhan sejumlah kebutuhan yang ingin dipenuhi.

2.6. Hipotesis Hipotesis merupakan suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian (yang diteliti) sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Hipotesis ini bertujuan untuk mempermudah pembahasan dan menelusuri permasalahan yang sedang diteliti. Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : H0 : Terdapat perbedaan yang signifikan antara jumlah rata-rata kepuasan pendengar terhadap progam progam acara di Radio Andika FM.

20

H1

: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara jumlah rata-rata kepuasan pendengar terhadap progam progam acara di Radio Andika FM

21

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Definisi Konsep Definisi konsep yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah tingkat kepuasan. Konsep mengukur tingkat kepuasan ini dsebut GS (gratification sought) dan GO (gratification obtained). Dimana kepuasan yang dibutuhkan (gratification sought) merupakan motif individu dalam menggunakan media massa dan kepuasan yang diperoleh (gratification obtained) merupakan kepuasan individu setelah menggunakan media massa tersebut dengan membandingkan kedua konsep gratification sought (GS) dan gratification obtained (GO). Terjadinya kesenjangan kepuasan atau tidak yang pertama, jika mean skor (rata-rata skor) GS lebih besar dari mean skor GO (mean skor GS > mean skor GO), maka terjadi kesenjangan kepuasan, karena kebutuhan yang diperoleh lebih sedikit dibandingkan dengan kebutuhan yang diinginkan, media tidak memuaskan khalayaknya. Yang kedua, jika mean skor GS sama dengan mean skor GO (GS=GO), maka tidak terjadi kesenjangan kepuasan karena jumlah kebutuhan yang diinginkan semua terpenuhi. Dan yang ketiga, jika mean skor GS lebih kecil dari mean skor GO (GS<GO), maka terjadi kesenjangan kepuasan karena kebutuhan yang diperoleh lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan yang diinginkan. Dengan kata lain bahwa media tersebut memuaskan khalayaknya.

22

3.2. Definisi Operasional Dalam definisi operasional ini sesuai dengan latar belakang masalah yang dikemukakan pada bab terdahulu, maka variabel yang diamati adalah variabel kepuasan pendengar Radio Andika FM. Dalam penelitian ini variabel kepuasan akan diukur melalui uses and gratifications approach, yakni merupakan pendekatan tentang kebutuhan individu terhadap pesanpesan media berdasarkan azas manfaat dan kepuasan. Penelitian model ini tidak tertarik pada apa yang dilakukan media pada diri orang, tetapi ia tertarik pada apa yang dilakukan orang terhadap media. Anggota khalayak dianggap secara aktif menggunakan media untuk memenuhi kebutuhannya. Disini timbul istilah uses and gratification, penggunaan dan pemenuhan kebutuhan. Grafication Sought adalah kepuasan yang dicari atau diinginkan pengguna ketika menggunakan suatu jenis media tertentu. Dengan kata lain, pengguna akan memilih atau tidak memilih suatu media tertentu dipengaruhi oleh sebab-sebab tertentu. Yang dijadikan acuan adalah kategori motif

pengonsumsian media menurut McQuail, yaitu12: 1. Motif Informasi, pengguna dikatakan memiliki motif informasi apabila mereka: a. Dapat mengetahui berbagai peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan masyarakat terdekat.

12

Rachmat. 2010. Hal. 215-216.

23

b. Dapat mengetahui berbagai informasi mengenai peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan keadaan dunia. c. Dapat mencari bimbingan menyangkut berbagai masalah. d. Dapat mencari bimbingan menyangkut berbagai pendapat. e. Dapat memperoleh rasa damai melalui penambahan pengetahuan. 2. Motif Identitas Pribadi, pengguna dikatakan memiliki identitas pribadi apabila mereka : a. Dapat menemukan penunjang nilai-nilai yang berkaitan dengan pribadi seseorang itu sendiri b. Dapat mengidentifikasi diri dengan nilai-nilai lain dalam media. c. Memperoleh nilai lebih sebagai seorang manusia. 3. Motif Integrasi dan interaksi sosial, pengguna dikatakan memiliki motif integrasi dan interaksi sosial apabila mereka: a. Memperoleh pengetahuan yang berkenaan dengan empati sosial b. Dapat menemukan percakapan dan interaksi sosial dengan orang lain disekitarnya. c. Dapat menjalankan peran sosial d. Keinginan dekat dengan orang lain e. Keinginan untuk dihargai orang lain 4. Motif Hiburan, pengguna dikatakan memiliki motif hiburan apabila mereka: a. Dapat melepaskan diri dari permasalahan b. Bisa bersantai dengan mengisi waktu luang

24

c. Bisa menyalurkan emosi d. Bisa mendapatkan hiburan dan kesenangan

Grafication Obtained adalah sejumlah kepuasan nyata yang diperoleh individu atas terpenuhinya kebutuhan kebutuhan tertentu setelah individu tersebut menggunakan media. Kategori kepuasan yang diperoleh dalam penelitian ini dikategorikan sebagai berikut13: 1. Motif Informasi, pengguna dikatakan memiliki motif informasi apabila mereka: a. Dapat mengetahui berbagai peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan masyarakat terdekat. b. Dapat mengetahui berbagai informasi mengenai peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan keadaan dunia. c. Dapat mencari bimbingan menyangkut berbagai masalah. d. Dapat mencari bimbingan menyangkut berbagai pendapat. e. Dapat memperoleh rasa damai melalui penambahan pengetahuan. 2. Motif Identitas Pribadi, pengguna dikatakan memiliki identitas pribadi apabila mereka : a. Dapat menemukan penunjang nilai-nilai yang berkaitan dengan pribadi seseorang itu sendiri b. Dapat mengidentifikasi diri dengan nilai-nilai lain dalam media. c. Memperoleh nilai lebih sebagai seorang manusia.

13

Ibid. Hal. 217-218

25

3. Motif Integrasi dan interaksi sosial, pengguna dikatakan memiliki motif integrasi dan interaksi sosial apabila mereka: a. Memperoleh pengetahuan yang berkenaan dengan empati sosial b. Dapat menemukan percakapan dan interaksi sosial dengan orang lain disekitarnya. c. Dapat menjalankan peran sosial d. Keinginan dekat dengan orang lain e. Keinginan untuk dihargai orang lain 4. Motif Hiburan, pengguna dikatakan memiliki motif hiburan apabila mereka: a. Dapat melepaskan diri dari permasalahan b. Bisa bersantai dengan mengisi waktu luang c. Bisa menyalurkan emosi d. Bisa mendapatkan hiburan dan kesenangan Untuk mengukurnya, pemberian skor dilakukan dengan menggunakan skala sikap likert dengan menggunakan lima alternative jawaban. Scoring dilakukan dengan cara menentukan skor dari tiap item dari tiap-tiap kuesioner sehinggar diperoleh skor total dari tiap kuesioner tersebut untuk masing masing individu. Selanjutnya hasil yang diperoleh akan diinterpretasikan. Adapun skor untuk tiap-tiap item adalah sebagai berikut: a. Sangat Setuju (SS) mendapat skor (5) b. Setuju (S) mendapat skor (4) c. Tidak Tahu (TT) mendapat skor (3)

26

d. Tidak Setuju (TS) mendapat skor (2) e. Sangat Tidak Setuju (STS) mendapat skor (1) Selanjutnya kepuasan pendengar dalam menggunakan media pada akhirnya diukur berdasarkan kesenjangan antara Grafication Sought (GS) dengan Grafication Obtained (GO). Kesenjangan kepuasan (Disperency Grafication) adalah perbedaan perolehan kepuasan yang terjadi antara skor Gratification Sought dan Gratification Obtained dalam mengkosumsi suatu media tertentu. Kesenjangan ini diukur dengan melihat jawaban-jawaban yang diberikan oleh responden mengenai Gratification Sought dan Gratification Obtained.

2.7. Pendekatan Dan Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif. Statistik deskriptif digunakan pada riset deskriptif, yang digunakan untuk menggambarkan peristiwa, perilaku atau objek tertentu lainnya.

2.8. Jenis Sumber Data Kuncoro menyebutkan bahwa data mempunyai pengertian sebagai

sekumpulan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan14. Dalam penelitian ini ada dua jenis data yang digunakan, antara lain15 :

Kuncoro, Mudrajad.Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta : Erlangga. 2003. Hal. 124 Bungin, Burhan. Metodologi Penelitian Sosial : Format-format Kuantitatif dan Kualitatif. Surabaya: Airlangga University Press. Hal. 129.
15

14

27

1. Data primer Data primer merupakan sumber data pertama dimana sebuah data akan dihasilkan. Dalam penelitian ini sumber data primer akan diperoleh langsung dari pihak pertama atau subyek yang langsung berhubungan dengan penelitian dan berkaitan dengan jawaban hasil kuesioner. 2. Data Sekunder Data sekunder yaitu sumber data kedua setelah sumber data primer. Di dalam data sekunder ini peneliti mengambil data dari buku-buku literatur, internet, maupun data-data yang di peroleh dari Radio Andika FM yang menunjang proses penelitian.

2.9. Pengukuran Data Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan aras ordinal dengan skala Likert. Ruslan menyebutkan bahwa skala Likert yaitu skala yang dikembangkan pertama kali oleh Rensis Likert dan sering disebut sebagai method of summated ratings, artinya nilai peringkat setiap jawaban atau tanggapan itu dijumlahkan sehingga mencapai nilai total. Dalam kuesioner yang disebarkan tersebut responden diminta untuk memberikan tanda silang pada alternatif jawaban sesuai dengan skala yang telah dicantumkan untuk masing-masing pertanyaan16. Grafication Sought dan Grafication Obtained responden diukur dengan skala sikap Likert. Skala Likert juga digunakan untuk mengukur sikap,
16

Ruslan, Rosady. Metode Penelitian Public Relations dan komunikasi. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Hal.196.

28

pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan Skala Likert, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan Skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yang dapat berupa kata-kata antara lain: (SS) sangat setuju, (S) setuju, (TS) tidak setuju, (TT) tidak tahu, (STS) sangat tidak setuju. Selanjutnya Gratification Sought dan Gratification Obtained responden di perbandingkan untuk mengetahui adakah perbandingan antara Gratification Sought dan Gratification Obtained pendengar pada program acara Andika FM.

2.10.

Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan dari observasi, pengumpulan data, pemrosesan

data sampai dengan penyusunan penilitian dimulai pada awal bulan Juli .

2.11.

Populasi dan Teknik Penarikan Sampel.

3.7.1. Populasi Penelitian Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian yang mencakup semua elemen dan unsur-unsur. Populasi penelitian merupakan keseluruhan subjek penelitian. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah para pendengar progam acara kediri bersemi, citra andika, gayeng marem, ekspresi asyik, dan senandung rindu Radio Andika FM.

29

3.7.2 Teknik Penarikan Sampel Dalam melakukan penelitian, sampling atau pengambilan sampel merupakan salah satu hal yang sangat penting karena sampling akan sangat mempengaruhi analisis data yang akan dilakukan dalam penelitian. Secara ideal penelitian harus menyelidiki keseluruhan populasi. Akan tetapi karena populasi terlampau besar, maka peneliti mengambil sejumlah sample representative, yaitu yang mewakili keseluruhan populasi. Memilih sejumlah tertentu dari keseluruhan populasi disebut sampling. Untuk mengetahui apakah responden yang ditemui merupakan pendengar Radio Andika FM Kediri atau tidak maka di dalam kuesioner yang dibagikan akan diberikan pertanyaan screening untuk digunakan sebagai alat penyaring antara pendengar Radio Andika FM Kediri dan yang bukan. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah pendengar progam acara kediri bersemi, citra andika, gayeng marem, ekspresi asyik, dan senandung rindu di kota Kediri. Akan tetapi mengingat jumlah populasi yang besar, maka peneliti menetapkan sample yang akan dipakai adalah Probability sampling, dimana dalam metode ini setiap anggota populasinya memiliki peluang yang spesifik dan bukan nol untuk terpilih menjadi sample. Perhitungan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin yang biasa digunakan untuk menentukan ukuran sampel dari populasi yang diketahui jumlahnya, yang rumusnya adalah17 :

17

Rachmat Kriyantono. 2010. Hal. 164

30

Dimana: n : Ukuran sampel

N : Ukuran populasi e : Kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolelir. Jumlah sampel yang sebaiknya diambil menurut formulasi tersebut adalah:  Jadi jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 398 Responden dan dibulatkan menjadi 400 responden

2.12.

Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data adalah cara yang dipakai untuk mengumpulkan

data dengan menggunakan metode-metode tertentu. Metode- metode yang akan digunakan dalam penelitian ini, Yakni : 2.12.1. Field Research (Studi Lapangan) Yaitu penelitian yang langsung dilakukan dilapangan untuk

memperoleh data objektif. Dalam melakukan setudi lapangan ini penulis menggunakan metode:

31

1. Metode Observasi Dalam hal ini penulis langsung mengamati terhadap objek dan subjek penelitian, kemudain mencatat hasilnya. 2. Metode Angket Angket adalah suatu teknik atau alat pengumpul data yang berbentuk pertanyaan-pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis pula. Metode ini digunakan untuk mencari dan menyaring data yang bersumber dari responden.

2.13. Teknik Analisis Data. 2.13.1. Pengeditan (Editing) Pengeditan merupakan proses pengecekan dan penyesuaian yang diperlukan terhadap data penelitian, yaitu untuk memudahkan proses pemberian kode dan pemrosesan data melalui statistik. Tujuan pengeditan data penelitian tersebut merupakan jaminan kelengkapan, konsistensi, dan kesiapan data penelitian dalam proses analisis. 2.13.2. Skala Pengukuran Jenis ukuran yang digunakan untuk mengukur data yaitu skala interval Likert. Skala interval adalah skala suatu variabel yang selain dibedakan dan memiliki tingkatan juga dasumsikan mempunyai jarak yang pasti antara satu kategori yang lain dalam satu variabel sedangkan skala Likert menjelaskan bahwa pertanyaan untu responden mempunyai kriteria dari

32

yang sangat positif sampai dengan sangat negatif dengan diberi bobot (score) sebagai berikut18 : Sangat Setuju Setuju Tidak Tahu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 2.13.3. Pemrosesan data (Data Processing) Di dalam melakukan pengolahan dan analisis data, peneliti menggunakan bantuan progam SPSS for Windows version 19.0. adapun tahapan pengolahan data yang dilakukan adalah: 1. Melakukan uji validitas dan reliabilitas instrument penelitian. a. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur kevalidan suatu kuesioner. Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang diukur. Langkah dalam menguji validitas butir pertanyaan pada kuisioer yaitu mencari r hitung (angka korelasi pearson) dengan rumus sebagai berikut19: 5 4 3 2 1

 

18 19

Rachmat. Riset Komunikasi, 2010. Hal. 138-141 Ibid. Hal. 175-176

33

Dimana : r n X Y adalah Pearson Product Moment Correlation adalah jumlah sampel (responden penelitian) adalah skor tiap item adalah skor total

Dengan ketentuan bahwa sebuah item kuesioner dinyatakan valid jika nilai r memiliki tingkat signifikasi kurang dari 5% b. Uji Reliabilitas Uji Reabilitas digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliabel apabila jawaban seorang responden terhadap pernyataan bersifat konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Dengan demikian reliabel adalah suatu keadaan dimana instrumen penelitian tersebut akan tetap menghasilkan data yang sama meskipun disebarkan pada sampel yang berbeda dan pada waktu yang berbeda. Uji reabilitas akan dilakukan dengan menggunakan uji statistik cronbach alpha ( ) dengan ketentuan bahwa yang diteliti dinyatakan reliabel apabila cronbach alpha ( ) adalah diatas 0,6 (Ghozali,2001, p.132) Pengujian validitas dan reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan cara one shot measure atau satu kali pengukuran, yaitu bahwa pengukuran hanya dilakukan sekali kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan.

34

Adapun rumus reliabilitas adalah : Rumus Reliabilitas :


Keterangan : = Koefisien reliabilitas alpha K = Banyaknya item

Sj = varian skor item Sx = Varian skor total

2.13.4. Statistik deskriptif Statistik deskriptif adalah metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang sistematis. Dengan statistik deskriptif data mentah diubah kedalam bentuk yang dapat menyediakan informasi yang menggambarkan serangkaian faktor dalam suatu keadaan yang meliputi frekuensi, pengukuran tendensi sentral (mean, median, modus), pengukuran dispersi (range, varians, standar deviasi) dan tren. Dalam statistik ini terkait penyajian berupa distribusi, tabel dan grafik. (Umar, 2002). Adapun tahapan analisi datanya adalah sebagai berikut : 1. Masing-masing pertanyaan dari variabel yang telah ada, baik dari Gratifications Sought maupun Gratifications Obtained diberi skor

35

dan dijumlahkan sehingga diperoleh hasil yang berupa skor Gratifications Sought dan Gratifications Obtained dari Progam siar Radio Andika FM. 2. Kemudian setelah itu melakukan deskripsi atau penggambaran sekumpulan data secara visual dapat dilakukan dalam dua bagian yaitu dalam bentuk gambar atau grafik dan dalam bentuk tulisan. Dalam progam SPSS for Windows version 19.0, metode statistik deskriptif dapat digunakan untuk menghasilkan gambaran data berupa tabel frekuensi. 3. Selain itu, akan dilakukan analisis mean untuk mengetahui motifmotif yang paling menonjol (paling tinggi maupun paling rendah) pada progam siaran yang diamati, sehingga dapat diketahui motif apa yang paling menonjol. Analisis mean ini dapat digunakan untuk melakukan ratifikasi pada setiap motif yang harus dipenuhi dalam progam penyiaran Radio Andika FM Kediri. Adapun rumus untuk menghitung mean adalah20 :


Dimana : Me = mean (rata-rata) = epsilot (baca jumlah)

= nilai X ke i sampai ke n

20

Ibid, Hal. 167-168.

36

= jumlah individu 4. Kepuasan Pendengar Untuk mengetahui tingkat kepuasan pendengar Radio Andika FM maka akan dilakukan dengan membandingkan skor yang diperoleh gratification Sought (GS) dan Gratification obtained (GO), dimana: a. Jika mean skor (rata-rata skor) GS lebih besar dari mean skor GO (mean skor GS > mean skor GO), maka terjadi kesenjangan kepuasan, karena kebutuhan yang diperoleh lebih sedikit dibandingkan dengan kebutuhan yang diinginkan. Dengan demikian, Radio Andika FM tidak memuaskan pendengarnya. b. Jika mean skor GS sama dengan mean skor GO (GS= GO), maka tidak terjadi kesenjangan kepuasan karena jumlah kebutuhan yang diinginkan semuanya terpenuhi. Dengan demikian, Radio Andika FM telah dapat memuaskan

pendengarnya. c. Jika mean skor GS lebih kecil dari mean skor GO (GS < GO), maka terjadi kesenjangan kepuasan karena kebutuhan yang diperoleh lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan yang diinginkan. Dengan demikian, Radio Andika FM telah dapat memuaskan pendengarnya dan bahkan membuat pendengarnya merasa sangat puas.

37

5. Uji T berpasangan Uji-t berpasangan (paired t-test) adalah salah satu metode pengujian hipotesis dimana data yang digunakan tidak bebas (berpasangan). Ciri-ciri yang paling sering ditemui pada kasus yang berpasangan adalah satu individu (objek penelitian) dikenai 2 buah perlakuan yang berbeda. Walaupun menggunakan individu yang sama, peneliti tetap memperoleh 2 macam data sampel, yaitu data dari perlakuan pertama dan data dari perlakuan kedua. Rumus yang di gunakan untuk mencari nilai t dalam uji-t berpasangan adalah :

t!

i 2

N d i2  d i N 1

Keterangan : t = Nilai t

d = Selisih nilai antar 2 pengamatan N = Banyaknya sampel pengukuran

38

DAFTAR PUSTAKA

Adinda, silvi. 2009. Kepuasan Pendengar Terhadap Progam Siaran M Radio 98.8 FM Surabaya. Universitas Kristen PETRA. Ardianto, elvinaro, &Erdinaya, K. 2004. Komunikasi massa: suatu pengantar. Bandung : Simbiosa Rekatama Media Astuti, Santi Indra. 2008. Jurnalisme Radio Teori dan praktik. Bandung: Simbiosa Rekatama Media Bungin, Burhan. (2001). Metodologi Penelitian Sosial: Format-format kuantitatif dan Kualitatif. Surabaya: Airlangga University Press. Cangara, Hafied. Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2006. Effendi, Onong Uchjana. Ilmu,, Teori dan Filsafat Komunikasi, Bandung : Citra Aditya Bakti, 1993. Effendi, Onong Uchjana. Pengantar Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek, Bandung : Citra Aditya Bakti, 1984. Iryanto, Agung Dwi (2010). Talkshow dan Kesenjangan Kepuasan. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: kencana Prenada Media Kuncoro, Mudrajad. (2003). Metode Riset untuk Binsnis dan Ekonomi. Jakarta: Erlangga.

39

Rachmat, Jalaluddin. (2009). Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya. Ruslan, Rosady. (2006). Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Susanto, Phil Astrid S. Komunikasi Dalam Teori dan Praktek, Jilid 2, Bandung : Binacipta, 1991.

Referensi Online : http://kolokiumkpmipb.wordpress.com diakses tanggal 11 Desember 2010 http://meopinion.wordpress.com diakses tanggal 7 Desember 2010

40