ADDENDUM PERTAMA
PERJANJIAN KERJASAMA
ANTARA
PT. JAYA WIBAWAGUNA
DENGAN
BANGUN AFRIKANTO KRSINAJI
TENTANG
PEMBANGUNAN PERUMAHAN QURROTA A’YUN RESIDENCE
Addendum Pertama Perjanjian Kerjasama ini yang selanjutnya disebut “Addendum Pertama” dibuat dan
ditanda tangani pada hari Senin, tanggal dua puluh empat bulan Januari tahun dua ribu dua puluh dua
(24-01-2022), bertempat di Jakarta, oleh dan antara;
PT. Jaya Wibawaguna, suatu perseroan terbatas yang diberikan berdasarkan hukum Negara Republik
Indonesia, berkedudukan di Jakarta dalam hal ini diwakili oleh RIZKI FADILLAH selaku Direktur Utama
Perseroan selıingga dengan demikian sah mewakili untuk dan atas nama Perseroan Terbatas PT. JAYA
WIBAWAGUNA selanjutnya disebut dengan PIHAK PERTAMA.
Tuan BANGUN AFRlKANTO KRlSNAJI, lahir di Banjarmasin, pada tailggal 01-04-1961 (satu April seribu
sembilan rutus enam pulUh SäFtl), Warga Negara Indonesia, Karyawan Swasta, bertempat tinggal di
Kota Depok, Areman, Rukun Tetangga 001, Rukun Warga 008, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cirnanggis,
pemegang Kartu Tanda Penduduk dengan Nomor lnduk Kependudukan (NIK) 3276020104610011, Untuk
selanjutnya disebut PIHAK KEDUA
PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA untuk selanjutnya secara bersama-sama disebut sebagai Para Pihak.
Para Pihak terlebih dahulu menerangkan:
Bahwa, Para Pihak sebelumnya telah menandatangani Perjanjian Kerjasama No. 59 tertanggal 26
Desember 2019 dihadapan Notaris Eric David Wardhana selanjutnya disebut ”Perjanjian Induk”);
Bahwa, segala perubahan yang dilakukan Para Pihak mengacu pada ketentuan Pasal 8 Perjanjian Induk :
”Perjanjian Kerjasama antara PT Jaya Wibawaguna dengan Bangun Afrikanto Krisnaji
Bahwa, Para Pihak telah sepakat untuk menuangkan seluruh perubahan-perubahan tersebut ke dalam
suatu Addendum;
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka Para Pihak sepakat untuk melaksanakan Addendum Pertama
dengan ketentuan - ketentuan sebagai berikut :
Merubah ketentuan sebagaimana dimaksud di bawah ini
Bahwa PIHAK KESATU adalah pengembang yang akan membangun Perumahan “QURROTA A’YUN
RESIDENCE”, yang terletak di Desa Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Propinsi Jawa
Barat, seluas 95.629 M° (sembilan puluh lima ribu enam ratus dua puluh sembilan meter persegi), yang
akan dibangun tipe 36/72 sebanyak 270 (dua ratus tujuh puluh) unit, dan tipe 45/96 sebanyak 108
(seratus delapan) unit, sehingga juinlah keseluruhan sebanyak 378 (tiga ratus tujuh puluh delapan) unit
Menjadi
Bahwa PIHAK KESATU adalah pengembang yang akan membangun Perumahan “QURROTA A’YUN
RESIDENCE”, yang terletak di Desa Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Propinsi Jawa
Barat, seluas 88.971,80 M2 (delapan puluh delapan ribu sembilan ratus tujuh puluh puluh satu koma
delapan meter persegi), yang akan dibangun tipe 36/72 sebanyak 124 (seratus dua puluh empat) unit,
tipe 45/96 sebanyak 11 (sebelas) unit, tipe 46/105 sebanyak 30 (tiga puluh) unit, dan Ruko bertingkat
tipe 60/96 sebanyak 13 (tiga belas) unit sehingga jumlah keseluruhan sebanyak 184 (seratus delapan
puluh empat) unit sebagaimana tertuang pada surat Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang nomor B/4049/PUPR.06.01.03/XII/[Link]/2021 tanggal 29
Desember 2021 Perihal Persetujuan dan Pengesahan Revisi Rencana Tapak/Site Plan Perumahan
QURROTA A’YUN
Merubah detail alamat pada Pasal 2 Obyek Kerjasama dengan keterangan
Jalan Pangeran Bungsu No 38 Desa Cisarua Kecamatan Cisarua Kabupaten Sumedang
Merubah Pasal 3 Jangka Waktu sebagaimana dimaksud di bawah ini
Kerjasama ini disepakati berlangsung sejak perjanjian ini ditandatangani, dan akan berakhir pada saat
pembangunan proyek Perumahan dinyatakan selesai secara keseluruhan sebanyak 378 (tiga ratus tujuh
puluh delapan) unit
Menjadi
Kerjasama ini disepakati berlangsung sejak perjanjian ini ditandatangani hingga paling lambat 2 (dua)
tahun 6 (enam) bulan sejak perjanjian ini ditandatangani terhitung mulai tanggal 26 Desember 2019
sampai dengan Juni 2022, dan/atau apabila sudah ada progress dalam melakukan penjulan perumahan
di bawah 10 Juni 2022 namun modal awal dan bagi hasil belum sepenuhnya diterima PIHAK KEDUA
maka akan dilakukan addendum kedua terhadap perjanjian ini.
Perjanjian ini berakhir secara otomatis setelah PIHAK KESATU mengirimkan seluruh dana investasi
berikut bagi hasilnya kepada PIHAK KEDUA dalam bentuk uang cash yang ditransfer ke rekening bank
yang ditunjuk oleh PIHAK KEDUA.
Merubah Pasal 4 HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK KESATU ayat (2) Kewajiban PIHAK KESATU point a dan
point b sebagaimana dimaksud di bawah ini
a) Mengembalikan dana investasi kepada PIHAK KEDUA sebesar Rp. [Link],- (sepuluh
milyar rupiah) pada saat pembangunan proyek Peruniahan dinyatakan selesai secara
keseluruhan sebanyak 378 (tiga ratus tujuh puluh delapan) unit.
b) Membayarkan bagi hasil kepada PIHAK KEDUA sebesar Rp. [Link],- (dua belas milyar
rupiah) dari keuntungan bersih dengan cara :
1. Proporsional (dipotong dari setiap penjualan unit runiah) dengan simulasi pengembalian,
yaitu Dana Investasi ditambah keuntungan dibagi 378 (tisa ratus tujuh pululi delapan) unit,
atau Rp. 58.201.000,- (lima pululh delapan juta dua ratus satu ribu rupiah) per unitnya.
Menjadi
a) Mengembalikan dana investasi berikut bagi hasil kepada PIHAK KEDUA sebesar
Rp.[Link],- (dua puluh dua miliar rupiah) pada saat pembangunan proyek Perumahan
dinyatakan selesai secara keseluruhan sesuai dengan yang tertulis pada Addendum Pertama
Pasal 3 perjanjian ini.
b) Menginformasikan progress seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan dan
penjualan proyek perumahan dimaksud.
c) Pengembalian dana investasi berikut bagi hasil dilakukan secara bertahap , sesuai dengan
progres penjualan rumah yang telah terjual dan dana telah diterima PIHAK KESATU yang
selanjutnya dibayarkan kepada PIHAK KEDUA maksimal 3 (tiga) hari setelah PIHAK KESATU
menerima dana hasil penjualan.
d) Menyerahhkan data-data dan legal proyek beserta kelengkapannya kepada Pihak Kedua pada
saat pencairan Tahap I (pertama) sesuai Pasal 4 ayat (1) a
Merubah Pasal 5 HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK KEDUA ayat (1) Hak PIHAK KEDUA dan ayat (2)
Kewajiban PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud di bawah ini
(1) Hak PIHAK KEDUA
a. Menerima pengembalian dana investasi dan keuntungan sebesar Rp. [Link],- (dua
puluh dua milyar rupiah) dari PIHAK KESATU pada saat pembangunan proyek Perumahan
dinyatakan selesai secara keseluruhan sebanyak 378 (tiga ratus tujuh puluh delapan) unit.
b. Menerima bagi hasil dari PIHAK KESATU sebesar Rp. 58.201.000,- (lima puluh delapan
juta dua ratus satu ribu rupiah) per unit rumah yang teıjual dari keuntungan bersih.
c. Akan dibuatkan rekening bersama antara PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA untuk menampung
hasil penjualan unit rumah
(2) Kewajiban PIHAK KEDUA
Membayarkan dana investasi sebesar Rp. [Link],- (sepuluh milyar rupiah) kepada PIHAK
KESATU yang akan dicairkan sesuai kebutuhan dan progress di lapangan
Menjadi
(1) Hak PIHAK KEDUA :
Menerima pengembelian dana investasi berikut bagi hasil sebesar Rp. [Link],- (dua puluh
dua miliar rupiah) dari PIHAK KEDUA yang akan ditransfer melalui rekening yang telah disepakati
oleh para pihak
(2) Kewajiban PIHAK KEDUA :
Membayarkan dana investasi secara keseluruhan sebesar Rp.[Link],- (sepuluh miliar
rupiah) yang akan dibayarkan melalui rekening yang ditunjuk oleh PIHAK KESATU yangan akan
dibayarkan sesuai kebutuhan dan progress pekerjaan di lapangan.
Merubah Pasal 6 RESIKO/KERUGIAN sebagaimana dimaksud di bawah ini
Pasal 6
RESIKO/KERUGIAN
Dalam kondisi resiko kerugian karena tidak ada penjualan terhadap unit-unit rumah yang dimaksud,
maka PIHAK KESATU sepakat untuk memberikan sejumlah unit kepada PIHAK KEDUA, sesuai dengan
nilai investasi awal yang ditanamkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU dalam
pejanjian ini
Menjadi
PASAL 6
RISIKO PENJUALAN
Dalam kondisi risiko penjualan, karena tidak ada penjualan terhadap unit-unit rumah yang dimaksud,
maka PIHAK KESATU sepakat untuk melakukan penjualan tanah yang dijaminkan kepada Pihak Kedua
maksimal 3 (bulan) setelah selesainya perjanjian ini berakhir dan kemudian dana hasil penjualan tanah
diserahkan kepada PIHAK KEDUA ditambahkan dengan bagi hasil dari keuntungan penjulan tanah oleh
PIHAK KESATU sebesar 10 (sepuluh) persen dari dana investasi awal , sesuai dengan nilai investasi awal
yang ditanamkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU dalam perjanjian ini
Menambah pasal sebagaimana dimaksud
PASAL 11
CARA PEMBAYARAN
PIHAK KESATU melakukan pembayaran dana investasi berikut bagi hasil kepada PIHAK KEDUA secara
transfer melalui rekening yang telah disepakati kedua belah pihak yaitu :
Bank Mandiri Cabang Jakarta Juanda No rek 1190000000 atas nama Anggoro Sri Setiaji
PASAL 12
JAMINAN
PIHAK KESATU memberikan jaminan atas proyek perumahan di atas berupa 30 (tiga puiluh) sertifikat
tanah penjelasan dibawah :
1. Sertifikat HGB No xxx luas xx m2 Provinsi Jawa Barat Kabupaten Sukabumi Kecamatan Sukaraja
Kelurahan Limbangan
Dsttt
Pecahan asal Hak sertifikat dari HGB No xxx Provinsi Jawa Barat Kabupaten Sukabumi Kecamatan
Sukaraja Kelurahan Limbangan.
2. Sertifikat HGB No xxx luas xx m2 Provinsi Jawa Barat Kabupaten Sukabumi Kecamatan Sukaraja
Kelurahan Limbangan
yang di atasnya akan dibangun Perumahan “QURROTA A’YUN RESIDENCE”yang diserahkan kepada
pihak Kedua untuk disimpan di tempat yang aman.
PIHAK KEDUA dilarang menjaminkan kembali sertifikat tanah tersebut kepada siapapun juga tanpa ada
persetujuan dari PIHAK KESATU.
PASAL 12
HAK TANGGUNGAN
PASAL 13
FORCE MAJEURE
(1) Yang dimaksud force majeure (keadaan memaksa) dalam Perjanjian Kerja Sama ini adalah peristiwa-
peristiwa yang berada diluar kemampuan PARA PIHAK yang dapat mempengaruhi kinerja dan
pelaksanaan pekerjaan PARA PIHAK yaitu:
a. Bencana alam (gempa, tanah longsor, badai, dan banjir);
b. Perang, revolusi, makar, huru hara, pemberontakan, kerusuhan dan kekacauan, kebakaran; dan
c. Keadaan memaksa yang dinyatakan oleh pemerintah.
(2) Apabila terjadi force majeure maka:
a. PIHAK KEDUA memberitahukan kepada PIHAK KESATU atau sebaliknya bahwa telah terjadi
keadaan memaksa;
b. PIHAK KESATU menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA atau sebaliknya bahwa telah
terjadi keadaan memaksa;
c. Apabila dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK KESATU tidak
membuat pernyataan sebagaimana dimaksud pada huruf b, maka PIHAK KEDUA berhak
mengajukan keadaan memaksa kepada PIHAK KESATU untuk mendapatkan persetujuan tertulis;
d. Jika dalam waktu 3 x 24 (tiga kali dua puluh empat) jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK
KEDUA kepada PIHAK KESATU tentang keadaan memaksa tersebut, PIHAK KESATU tidak
memberikan jawaban, maka PIHAK KESATU dianggap menyetujui terjadinya keadaan memaksa
tersebut;
e. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan memaksa, setelah
diperiksa oleh PIHAK KESATU; dan
f. Pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA dilakukan perhitungan setelah PIHAK KEDUA
menyelesaikan kewajibannya.
PASAL 14
LAIN-LAIN
1. Para Pihak menjamin sepenuhnya bahwa tanah yang di jual adalah milik sah secara Hukum syara
atau bebas dari sitaan, tidak tersangkut dalam suatu perkara atau sengketa, tidak sedang atau dijual
kepada orang dan/atau pihak lain.
2. Akta perjanjian ini dibuat oleh PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA dalam keadaan sadar tanpa tekanan
pihak manapun
3. Dokumen ini dibuat dalam dua rangkap yang memiliki kekuatan hukum yang sama. Masing -masing
Salinan dipegang para pihak