Anda di halaman 1dari 9

AhmadMubinr

ABSTRACT

pandai Besiproduct

as meansto increaseof quality and competitivenesshad done,this researchaimedto make

reparationof

until can addingto decorativeproperties ard resistenceof corrosionat ;roduct andtd detrmine

costadditionbecauselhattreatment

Theresearchof applicationof electroplatingtechnologytestingat

produclionprocessald to appliedelectroplatingtechology in

finishingprocess,

Accordingto

the resultof the dataanalysisby usingtwo way Analysisof Variance

LeastsquareDifference(LsD0.05) t;sdng,canbe seenthatvadation

cooling mediafactorsshowsveryiignificant

differencetoward

(variable cost only) calculation result showsvery high

product sellingpriceandmarketting.Finishingpricessoichrom

oZ fiom production cost.

(Arova)thencontinuedby

finishing process andvariationof

speclmencorrosionrate ard there is interactionbetweenboth factors.From the result of continuationtestby usingLSD',65resuitedthe lowestcorrosionrate(the besttreatment)is A3Bl (chromplatingwithwaterand"seer")combination.

rising, until

influenceor determinationof

platingadditionestimatedto increaseamountof77

Productioncost

Ke1 Wonls: electroplatingtechnolog, quality und competitit'e

PENDAHULUAN

Dalam

kondisi

perekonomian

negarayang belum sepenuhnyanormal dan

masihtingginyaangkapengangguran,maka

sebagai altematif jalan keluar adalah

pemberdayaan usaha kecil menengah

((,rKM) yangjurnlahnya terusmeningkatdan

tersebardi daerahperdesaanmaupundi

perkotaan, melalui

kualitasprodukdandayasaingpasar.

upaya peningkatan

Salah satu IJKM

yang sangat

memerlukanperharianyairuparapengrajin

pandai besi yang sebagianbesar masih

menggunakan teknologi

konvensional,

sehinggakualitasprodukkurangmempunyai

daya saing dan jangkauan pemasarannya-

punsangatterbatas.

Kenyataandi lapangan,diperoleh

bahwa produk yang

mengalamikorosijika lapisanminyakyang

dioleskanpadaprosesfinishingtelahhiiang

atau setelah produk tersebut digunakan.

OIeh karena itu, harus dilakukan upaya

peningkatan kualitas produk tersebut,

dihasilkan cepat

misalnya dengan penerapan teknologi

pelapisan krom (electroplating) sehingga

dapat mencegahterjadinya korosi dan juga

dapatmemperbaikipenampilanproduk.Dari

uraian diatas, maka perlu dilakukan

penelitian mengenai uji pemanfaatar

teknologielektroplatingpadaprodukpandai

u DosenPada Jumvn Teknik Muin

Fakultat Tekaik Uniumitat Mrhannadiah Malanl

OotimummVol.2NO.l2001Hal01 -m

besisebagaiupayapeningkatankualitasdan

dayasaing.

TINJAUANPUSTAKA

PelapisanLogam

Pelapisanlogammerupakansuatu prosesmetalurgyyang banyakmelibatkan

proseskimia.

Jenis-JenisPelapisanLogam

Macam-macamcarapelapisanlogamdapat

dikelompokkanmenjadi:

1 Pelapisanlogam denganlogam lain

secaralistrik.

2. Pelapisanlogam denganlogam lain

tanpalistrik.

3. Pelapisanlogamdenganbahanoksida

secaralistrik.

4. Pelapisanlogamdenganbahanoksida

tanpalistrik.

SifatPelapisKrom

Ion kromo atau krom bervalensi

duamerupakanzatpereduksiL-uatdanyang

paling stabil ialah krom valensitiga atau

disebutkromi oksida.Krom tidak dapat

ditemukandalam keadaanmurni, tetapi

didapatkandalambentukkromteroksidasi

Prosespelapisankrom banyak

digunakankarenabeberapafaktor kelebihan

dibandingprosespelapisanyanglain. Sifat

khaslapisankom antaralain,

a. Kerasdantaian aus

b. Tahanterhadapkorosi

c. Tahanpanas

d. Tingkatgesekanyangrendah.

ProsesPelapisanKrom

Prosespelapisansaatini dikenaladadua

macamyaltu :

a. Pelapisankrom mengkilap(dekoratif chromium plating). Pelapisankrom

dekoratifiniumumnyatipis danhanya

berfungsiuntuk memperindahbenda kerja.

b. Pelapisankom keras(hardchromium

plating).Pelapisankom

keras ini

biasanyadigunakanuntukindustridan merupakanpelapisankom yangtebal.

Krom ini banyak digunakan karena

memiliki kombinasi sifat-sifat ya g menguntungkan,yaitu tahan terhadap panas,aus,korosidankoefisiengesek

yangrendah.

Prosespelapisankom keraspada

dasamyasamadenganproseslapis listdk

lainnya, yaitu dilakukan dalam suatu

rangkaianyang sekurang-kurangnyaterdiri

atas satu anoda, katoda dan la.rutan

elektrolit.

Korosi

Korosi

didefinisikan

sebagai

kerusakan atau penurunan mutu

logam

karena bereaksi dengan lingkungannya.

Secaraumum,korosi juga

sebagairealsi kimia yang terjadi pada

sejumlahlogam ataupunlogam campumn

pada kondisi yang tidak sesuai yang

menyebabkan terjadinya

pengikisan, kerusakal atau lubangJubang padalogamtersebut.

dapatdifahami

penipisan-

A llubin.,PemafaatanTelorr,logiElefuopld tg UrftukPenkgkdanKtditas

Laju Korosi

Laju korosi logamunilorm logam

dapat diukur dalam beberapa cara. Cara

yang

kehilangan berat sampel tertentu yang

ditempatkan dalam lingkungan korosif

selama waktu tertentu dan menyatakan

kehilangan berat ini dalam satuan

kehilanganberat per satuanluas per satuan

waktu.

paling

umum

yaitu

mengukur

mmpy :

87,6 -

w

D.A.T

W = kehilanganberat(mg)

D

A

T

= densitasmaterial(grlcm3)

:

:

luasspesimen(cm2)

waltu percobaan(jam)

PengaruhLingkungan

Lingkunganyangdapatmempengaruhilaju

korosiantaralain :

!

Oksigen

D

Kecepatanaliran(effectofvelocity)

>

Temperatur

>

Konsentrasimediakorosif

)

Galvaniccoupling

-D

Pengubahanlingkungankorosif

)

Pemakaianpelindung/pelapisan

>

Proteksikatodadananoda

F

Penambahaninhibitor

METODOLOGI

JenisPenelitian

PENELITIAN

Jenis penelitian yang dilakukan

adalaheksperimenralyairupenelitian lang

dilakukan dengan mengadakanmanipulasi

terhadapotrjekpenelitian.

Variabel

Sebagai variabel bebas adalah

macamprosesfinishingdan macammedia

pendinginpadaprosesproduksipisau dapur

di pandaibesi,sedangkanvariabelterikatnya

yaitulajukorosidalammediakorosif

M€todePengumpulanData

Darayangdiperlukanmeliputi.macam

dan spesifikasiproduk, tahapan proses

produksi,laju korosidanpeningkatanbiaya

akibatadanyaprosespelapisankom.

Teknik AnalisaData

PencegnhanKorosi

Pencegahankorosidapatdilakukandengan dikumpulkan dianalisa dengan

beberapacaraantaralain :

Untuk percobaankorosi, data yang sudai

menggunakanAnalisa Varian (ANAVA)

dua faktor atau klasifikasigandadan uji

lanjutan.

>

Pemilihanmaterial

F

Peningkatankemumianlogam

TabelringkasanANAVA duafaktor.

PerlakuanA

a-l

PerlaL-uanB

b-l

Interaksi

(a-1)(b-1)

JKA

JKA/dba

KTA,/KTG

JKB

JKB/dbb

KTB/KTG

JK(AB)

JK(ABVdbab

KT(ABYKTG

Galat

Total

N-ab

JKG

JKGIdbc

N-1

JKT

OptimummVol.2NO.1200'1Hal01 -09

HASIL DAN Pf,MBAHASAN

Data Kehilanganberatspesimendan laju

korosi

Dari percobaankorosi diperoleh

data

kehilangan berat

spesimen dan

TnbelI

selanjutnyadapat dihitung laju korosinya

sebagaimanadalam tabel 1 dan tabel 2

berikutini :

Datakehilanganberat(mg)spesimen

AI

A2

A3

Kelerangan:

Al

:

Finishing Kasar

42

: FinishingHalus

A.3 :

Pelapisan Krom

AI

B

I

229.7

105.9

B2

50.4

98.0

B3

J0.1

29.8

94

59;l

62,0

B1

1762

156.1

B2

39.3

49.5

B3

37.2

l)5

B4

41,2

78.4

B

I

22.7

18.6

B2

27,1

22.4

B3

22,2

t 8.2

B4

50.3

38,9

335.6

167.8

t48.4

74.2

59.9

10.0

121.7

60,9

166.2

88,8

44.4

49.7

)44

t 19.6

59.8

41.3

20.7

49.5

24.8

40.4

20,2

89-2

44.6

81 : PendinginAir + Air Seer

82 : PendinginAir TanpaSeer

83 : PendinginOli + Air Seer

84 : PendinginOli TanpaSeer

Tabel2

DataLaju korosispesimen(mmpy)

JL},ILAIT

A

B1

B2

B3

B4

t.087

0.501

l

See

0.239

0.464

0.703

0.142

0.141

0,283

0,283

0.294

o-577

0.794

0-352

0,t42

0,289

B I

0.834

0;139

82

0.186

0.234

B3

0.176

0.059

B4

0"195

0.37l

B1

0^107

0.088

82

0.128

0.106

B3

0.105

0.086

B4

0.238

0.184

1,573

0-787

0.420

0.210

0.235

0.118

0,566

0.283

0.195

0.098

0.106

0.053

0.191

0.096

0.422

0,211

A fiubin.,PematfaatanTeknologiBeldropffingUntukPenkgkdanKuditas

BiayaProduksi

l.

Biayaproduksimeliputi:

a. Biayabahanbaku

Bahanbaku yang digunakanadalah

campuranbesidanbajadenganharga

per

2.000,-danRp. 13.000,-.Untuksatu

buahprodukdiperlukanbiayabahan

bakusebesarRp.750,-.

kilogram masing-masing Rp.

b. BiayaTenagakerjasebesarRp.

l.7O0,Jproduk.

c.

d.

BiayaArang,danlainlain sebesar

Rp.35o,_/produk

Biaya pegangan KayusebesarRp.

20O,_/produk

e. BiayaCincinBesisebesarRp.200,-

/produk

I

BiayatransportasisebesarRp.50,-

/produk

g. Biaya pelapisan kom

sebesarRp.

2.500,Jproduk

PercobaanKorosi

Tabeljumlah dariTabel2 diatasadalahsebagaiberikut:

A3

Selanjutnya

r.589

0,703

1.573

0.420

0.196

4,234

3,358

1,357

dianalisa

dengan

menggunakanAnalisaVarian(fuiava) dua

0.284

0.576

3.152

0.235

0.,566

2;794

0.19I

0.422

1.043

0.71

t,564

6,989

faklor

sebagaimanadalamTabel3 :

atau

dua

arah dan

diperoleh

Tabel3

RingkasanAnalisaVarian (ANAVA) DuaArah

PerlakuanFinishine.A

Media Pendingin,B

Interaksi

Galat

Total

0.320

0,644

0,J85

0.226

1.574

2

0.160

3

0.215

6

0.064

3.412 *

12

0.019

23

.,,opr::

3,89

6,93

3.49

5.95

3.00

4,82

Hasil analisavarian sebagaimana

dalam Tabel 3

memperlihatkan bahwa

korosi spesimenberbedasa.ngatnyataatau

dengankatalainbahwa:

perlakuanvariasifinishingdanvariasimedia

pendinginmasing-masingFhit >> Ftab.pada

tarafnyata0,05maupuntaraf sangatnyata

0,01 dan menunjukkan adanya interaksi

antarakeduanya(Fhit > Ftab.). Dengan

demikian dapat dinyatakanbahwa laju korosi spesimen.

a.

perlakuan finishing yang berbeda

sangat berpengaruhterhadap laju

korosispesrmen.

Media

berbeda

sangat berpengaruhterhadap laju

b.

pendingin yang

OptimummVol.2NO.12m1 Hal01 - 09

Uji Lanjutan denganBNT

Analisa varian untuk percobaan

korosi

sangatnyata antaraperlakuanfinishingdan

mediapendinginyang berbedaterhadaplaju

menunjukkan adanya pengaruh

korosi spesimendan menunjukkaa adanya

interaksiantarakeduafaklor tersebut,maka

untuk memperoleh perlakuan terbaik

terhadap ketahanan korosi spesimen

dilanjutkanuji BedaNyata Terkecil,BNT

(LSD : LeastSignificantDifference).

BNTcr.:1"{,){2KTG/r

KTG = 0,019

ra:

8 ; rs=

6 ; r1asl:2

t s!)511D =

BNT o.o5(A) =

BNT o.oj(B) = 2,1'79x 0,0'19 : 0,1'13

BNTo,o5(AB) = 2,179x0,138 :

2,779

2,179x0,069:0,150

0,300

Uji BNTo.o5pengaruhutama dan

tunggal dari

dan media pendingin (B) terhadaplaju

korosispesimendidapatkansebagaiberikut:

faktor perlakuan finishing (A)

Tabel 4 Ilasil Uji BNTn,n5

Ketercmgan: Angka-angkayangdiihti

huruf yang samapada kolom yang sama

berartiberbedatidak nyata.

oleh

Kesimpulanhasiluji BNTq,os:

a. UntukpengaruhutamaB, yaknimedia

pendinginBl menunjukkanperbedaan

yang nyata (pada taraf uji

terhadap laju korosi spesimen dan

mempunyai laju

tertinggi. SedangkanantaraB2, 83 dan

84 tidakmenunjukkanperbedaanyang

nyata.Laju korosi terendah(ketahanan

korosi terbaik) yaitu pada 83

(Pendingin Oli + Air Seer).

5

%)

korosi

rata-rata

b. Untuk pengaruh urama A. yakni

perlakuanfinishing Al, A2 dan A3

masrng-masrng

perbedaanyangnyata(padatarafuji 5

%) terhadaplaju korosispesimendan

diperoleh laju korosi terendah

(ketahanankorosi terbaik) yaitu pada

,{3 (pelapisan kom). Sedangkan

menunjukkan

spesimenyangmempunyailaju korosi

tertinggi adalah spesimen dengan

perlakuanA.1(finishing kasar)

c. Kombinasi perlal-uan terbaik (laju

korositerendah)yaitukombinasiA3B1

(pendingin Air

pelapisan kom). Secara statistik

kombinasiA3Bl tidak berbedanyata

denganA3B2, L383, A384, A282,

MB3, 4284,AIB2,A1B3,A184.

+ Air Seer dan

A lfihin, PenanfaatanlelarcbgiEletuoplatjngUntukPeningkatanKualitas

AnalisisBiayaProduksi

Karena sulitnya mendapat data

tentang biaya tetap (fixed cost), sehingga

biaya produksi disini hanyamengarahpada

biayavariabel(variable cost)yangmeliputi

biayabahanbaku,tenagakerjadanlain-lain.

Tabel 5 Biaya Produlai Satu Produk Pisau Dapur

1

Bahanbaku

2

Tenagakeria

3

Bahanbakar

4

Pegangankavu

5

Cincinbesi

6

Trarsportsi

Junlalr

7

Pgl$!€n $.9rn

lumlah

PercobaanKorosi

dengan

menggunakananalisa varian (anava) dua

faktor atau dua arah (two way anova)

menunjukkanbahwa baik faktor perlakuan

variasi finishing maupunfakror variasi

pendingin menyebabkanperbedaanlaju

korosi yang sangatnyata (Fhit >> Ftab

Hasil

analisa

data

l%). Atau dengaakatalain bahwaperlakuan

variasi hnishing dan media pendingin

berpengaruh sangat nyata terhadap laju

korosispesimenpisaudapur.Hasil analisa

varian juga menunjukkanadanya interaksi

antarakeduafalcor (Fhit > Ftab.).

Dari uji

NyataTerkecil @NTe.q5) bahwa ;

a. Untukpengaruh utamaB, yaknimedia

lanjutan menggunaftanuji

Beda

pendinginBl menunjukkanperbedaan

yang nyata (pada taraf ujt

terhadaplaju korosi spesimendan

mempunyai laju korosi rata-rata

tertinggi.Sedargkanartara82, 83 dan

84 tidak menunjukkanperbedaanyang

nyata.Lajukorositerendah(ketahanan

korosi terbaik) yaitu pada 83

5

%)

750.00

23

1.700.00

52

350.00

l

l

200.00

6

200.00

6

50.00

2

3.250.00

100

2500.00

77

5.750.00

(Pendingin Oli + Air Seer).Perlakuan

B1 (pendinginan air + 211 .""t;

mempunyai laju korosi rata.i,ata

tertinggi,hal ini dimungkinkankarena

air seer bersifat asam dan

konsentrasinyatidak terlalu ringgi

dibandingperlakuan82 (air seertanpa

air), sehingga justru akan lebih

mempercepatterjadinyakorosi pada

permukaanspesimen.

b. Urtuk pengaruh utama A, yakni

perlakuanfinishing A1, 42 dan A.3

masing-masing menunjukkan

perbedaanyangnyata(padatarafuji 5

%) terhadaplaju korosispesimendan

diperoleh laju korosi terendah

(ketahanan korosi terbaik) yaitu pada

Sedangkan

spesimenyangmempunyailaju korosi

,A3

(pelapisan krom).

tertinggi adalah spesimen dengan

perlakuanA | (finishing kasar).

c. Perlakuan43 (pelapisankrom) yang

terbaik karena lapisan kom yang

menulupi permukaan spesimen

berfungsi sebagaipelindung dari zat

OptimummVol.2NO.12m1 Hal01 - W

korosif,

sehingga spesimen yang

dilapisi krom mempunyaiketahanan korosiyang lebih tinggi. Korosi baru

terJadi jika lapisan krom pada

permukaan tersebut terkelupas, tergoresataubila terdapatlubangyang memungkinkan zat korosif masuk melaluilubangtersebut.

d. Kombinasi perlakuan terbaik (laju

korositerendah)yaitukombinasiA3B1

(pendingin At + Air Seer dan

pelapisankrom). Walaupun secara

statistikkombinasiA3Bl tidakberbeda

nyata denganA3B2, 4383, 4384.

4282, A283, A2B4, A1B2, AIB3,

A1B4 Hal ini telahsejalandenganapa

yang dihasilkanpadapoint a dan b diatas,bahwauntukpenganh utamaB,

perlakuan Bl merupakan perlakuan

terbaik karena dapat menghasilkan

ketahanan korosi

demikian pula pada perlakuan 43 (pelapisankom).

yang

tertinggi,

BiayaProduksi

analisis biaya, diperoleh

bahwa biaya produksi untuk satu produk

pisau dapw sebesarRp. 3.250,- (biaya

investasiawal belumdiperhitungkan), jelas

jauh lebihtinggi dibandingbeberapatahun

yang lalu sebelumterjadi kdsis moneter,

sehinggahalini akanberpengaruhpulapada penentuanharga jual dan tidak menutup

kemungkinan akan mengalami sedikit pergeseranpangsa pasar. Akibat lainnya

akansulit bisa bersaingdi

denganproduk-produk industribesar.

pasar,terutama

Hasil

Pelapisankom padaprodukyang bertujuanagarpenampilanlebih bagusdan

lebih tahanterhadapkorosi,sehinggaakan

lebih berdayasaing,ternyatadiikuti pula konsekuensitambahanbiaya yang cukup

besar yaitu 77 % dan biaya produksi. Disamping itu, pelapisan kom aftan mengurangiketajamanpadapisau,sehingga

pelapisankrom hanya direkomendasikan untuk produk-produk dekoratif atau produk

yangtidak diperlukanketajamannya

KESIMPULAN

Berdasarkananalisa yang telah dilakukan,

makakesimpulanyang dapatdiambil antara

lain:

1.

Perlakuanfinishing (A) yangberbeda

berpengaruhsangatnyataterhadaplaju

korosispesimen.Hasilaaalisislanjutar

denganuji BedaNyaraTerkecil(BNT),

diperolehbahwalaju korosi terendah padaperlakuan43 (pelapisankom)

2.

Media pendingin(B) yang berbeda

berpengaruhsangatnyataterhadaplaju

korosispesimen.Hasilanalisislanjutan

denganuji BedaNyataTerkecil(BNT),

diperolehbahwalaju korosi terendah

padaperlakuanB I (air+air seer).

3.

Ada interaksi antara fahor A

(finishing) dan faktor B (media pendingin). Hasil analisis lanjutan

denganuji BedaNyataTerkecil(BNT),

diperoleh bahwa kombinasi terbaik

(laju korosi terendah)yaitu A3Bl

(pelapisan kom danmediapendingin air+ nir 5sgD.

A Mubin.,PenanfaatanTeknologiEle(roplatingUntukPeningkatanKuditas

4. Hasil perhitungan biaya produksi

(hanya variable cost) sebesarRp.

3.250,-setiapproduk.Jika dilakukan

pelapisankrom untuk meningkatkan

sifat dekoratif dan ketahanan

korosinya, sehingga lebih berdaya

saing, diperkirakan memerlukan

tambahanbiaya sebesarRp. 2.500,-

setiap produk aiau perlu tambahan

sebesar77 o/o daribiayaproduksi.

DAFTAR PUSTAKA

Breck, W.G., et.al., 1989, Chemistry for

Science

Editior\ Mc Graw Hill Book Co.,

Singapore.

and

Engineering,

2nn

Fontan4

M.G.,

1986,

Corrosion

Engineeing, 3'd Edition, Mc Graw

Hill, Ohio.

Hanafiah, K.A., 1995, Rancangan

Percobaan,

FP-LTNSRI,

Jakarta.

RGp,

Hartomo, A.J. & Kaneko, T., 1995,

Mengenal Pelapisan Logam, Andi

Offset,Yogyakarta.

Mubin, A. & Moh. Jufri, 1997,Pengaruh

penambahan

organih

terhadap korosi bqja ST 37 dalam

larutan asamdangafam,

inhibitor

Mubin, Ahmad, 1998, Proses Pelapisan

krom keraspada permakaun logam

dan

lingkungan asam. Lap. Penelitian,

FT-[IMM, Malang.

ketahsnan korosinya dalam

Sanders, A.H., 1950, Electroplating,

Intemational texbook company,

GrcatBdtain.

Shreir,L.L., 1976,Conosion,2'd Edition,

Newnes-Bulrerwonh, Boslon

Smallmaq R.E.

1991, Metalurgi

Fisik

Motlern

Edisike-4,PT.Gramedi4Jakarta.

(Alihbahasa :

Sriati Dj),

Smith,W.F., 1986,Principle of

Materials

Scienceantl Engineeing, Me Ctraw

Hill Inc.

SurdiqT. & Saito,S., 1985,Pengetahuan

Bahan

Teknik,

Paramit4Jakarta.

PT.

pradnya

Walpolg R.E. & Myers R.H., 1995,Ilmu

Peluang dan Statistiko. untuk

Insinyur dan llmuwan (allhbahasa .

RK. Sembiring),Edisi Ke-4, ITB,

Bandung.