Anda di halaman 1dari 5

Di dalam sistem replenishment distribution inventories terdapat dua system, yaitu system Pull dan system Push.

Keduanya mempunyai perbedaan yang signifikan dalam pengguanaan horizon distribusi. Berikut ini adala definisi dari kedua system tersebut yang diadaptasi dari George Johnson (APICS Dictionary), yaitu : Pull system adalah suatu system dimana operasi (produksi pengadaan, pergerakan material, distribusi produk) terjadi hanya sebagai respon terhadap kebutuhan pengguan yan ada dibawahnya (downstream user). Tujuannya adalah untuk membeli/ menerima/ mengirim/ membuat/ menggerakkan sesuai dengan yang dibutuhkan dan selalu diusahakan tidak ada persediaan yan tersisa. Pull system adalah yang paling tua dan paling banyak diguanakan. Dimana setiap pusat Distribusi menentukan sendiri peramalan kebutuhannya dan bagaimana mereka mengella persediaan. Setelah itu setiap Pusat Distribusi akan melakukan pemesanan kepada Pusat Pasokan. Pemesanan tersebut tidak diperhatikan kondisi kebutuhan pada Pusat Distribusi yang lain. Sedangkan Pusat Pasokan tidak pernah mendapatkan informasi mengenai keadaan persediaan pada Pusat Distribusi yang ada di bawahnya. Pemesanan pada tingkat Pusat Distribusi merupakan kebutuhan pada tingkat Pusat Pasokan. Keuntungan dan Kekurangan dari system pull : Keuntungan dari System Pull adalah dimana proses dapat diopersaikan secara manual dan membutuhakan tingkat komunikasi yang rendah antara Pusat Pasok dengan Pusat Distribusi. Keuntungan lainnya adalah jika Pusat Distribusi merupakan profit centre maka mereka mempunyai kekuasaan penuh untuk mengelola persediaannya denga lebih leluasa tanpa adanya interfensi dari Pusat Pasokan. Kelemahan dari Sistem Pull adalah dimana dengan adanya variabilitas permintaan akan menyebabkan membengkaknya permintaan pada Pusat Pasokan hany apada salah satu Pusat distribusi. Ini menyebabkan Pusat Distribusi lainnya tidak seimbang dalam pemenuhan pesanan. Kerugian lainnya adalah dengan keadaan tersebut, Pusat Pasokan akan terbebani biaya safety stock dan biaya shortage yang sangat luar biasa. Push system adalah suatu system dimana operasi (produksi, pengadaan, pergerakkan material, distribusi produk) terjadi hanya sebagai respon terhadap perencanaan penjadwalan untuk setiap operasi tanpa memperhitungkan statusreal-time dari operasi yan bersangkutan. Tujuannya adalah untuk mengoperasikan suatu penjadwalan.] Pada system Push, keputusan replenishment dilakukan pada tingkat upstream. Sehingga informasi mengenai permintaan dan tingkat persediaan padadownstream akan dikirim secara periodic ke tingkat upstream. Hal ini dapat mengfhindari keadaan variabilitas dari permintaan. Selain itu juga, system Push ini dapat melakukan peramalan kebutuhan dan waktu pengiriman kedownstream dengan tepat. Keuntungan lain dari system Push adalah di mana pengiriman ke Pusat Distribusi dapat disinkronisasikan sedemikian rupa, sehingga persediaan di tingkat Pusat Pasokan dapat dieliminasi. http://putradriyorejo.blogspot.com/2011/02/v-behaviorurldefaultvmlo.html

Sistem desentralisasi (PULL SYSTEM): Setiap distribution center bisa menentukan apa dan kapan pemesanan barang, dan kapan melakukan pemesanan ke central supply. Mengurangi biaya komunkias dan koordinasi, namun dapat membahayakan kondisi inventory, customer service, dan factory schedule. Sistem pemesanannya bisa order point atau periodic review system. Sistem sentralisasi (PUSH SYSTEM): Semua peramalan permintaan, perencanaan dan keputusan pemesanan dilakukan secara terpusat oleh central supply. Sistem distribusi itu sendiri, secara bebas dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu: 1. Sistem Tarik (Pull system) Prinsip dari sistem ini adalah setiap pusat distribusi mengelola persediaanproduk yang dimilikinya. Persediaan berada di gudang pusat atau di pusatproduksi. Setiap pusat distribusi pada tingkat yang lebih rendahmenghitung kebutuhan dan kemudian memesan kepada pusat distribusipada tingkat yang lebih tinggi. Dengan demikian produk ditarik daripabrik melalui struktur jaringan distribusi, dipesan melalui pesananpengisian kembali dari lokasi stok yang secara langsung memasok kebutuhan pelanggan. Model model persediaan termasuk dalam sistem tarik ini adalah: a.Sistem titik pemesanan kembali (Re-Order Point) Merupakan cara pemesanan yang dilakukan bila persediaan yang adatelah mencapai titik tertentu. Pusat distribusi pada tingkat yang lebihrendah menghitung kebutuhannya dan kemudian memesan pada pusatdistribusi yang lebih tinggi apabila persediaan telah mencapai titikpemesanan kembali atau Re-Order Point (ROP). Gudang cabangmeminta barang ke gudang pusat bila jumlah persediaan di gudangcabang mencapai jumlah tertentu (gudang pusat menyimpan banyakinventory). Order point didasarkan

kepadademand normal selama lead timeditambah safety. b.Sistem pemesanan secara periodik (periodic review system) Merupakan salah satu pemesanan dengan interval waktu antarapemesanan tetap, misalnya mingguan, bulanan atau tahunan. Jumlahpemesanan bervariasi tergantung pada permintaan, sehingga tidakmemperhatikan kondisi persediaan yang ada. Fixed order

interval darigudang cabang, safety stock di gudang cabang lebih banyak karenaadanya fluktuasidem and pada periode yangfixed. c.Sistem titik pemesanan ganda Pada sistem ini gudang pusat menerima laporan kapan persediaangudang daerah mencapai titik pemesanan kembali ditambahpermintaan normal selama waktu tenggang. d.Sistem pengganti penjualan (the sales replacement system) Pada sistem ini gudang menentukan persediaan setiap item secaraperiodik berdasarkan permintaan lokal. Setiap produk terjualdilaporkan ke gudang pusat. Gudang pusat mengirim barang kegudang cabang sejumlah yang terjual. Gambaran aliran informasi dalam penyediaan stock/order melalui sistem tarik dapat dilihat pada gambar 7.2 di bawah ini

Gambar 7.2. Aliran sistem persediaan dasar dari data penjualan, pesanan, dan inventory 2. Sistem Dorong (Push System) Sistem ini mendorong persediaan dari pabrik pusat ke gudang. Keputusanpenambahan kembali persediaan dilakukan di pabrik. Keuntungan darisistem dorong adalah tercapainya skala ekonomis oleh satu sumber pusat,seperti pabrik. Kerugiannya adalah kurang fleksibel dalam menanggapikebutuhan pelanggan lokal. Menentukan kebutuhan total (gudang-gudangdan penjualan langsung), persediaan yang ada di gudang pusat dan cabang,barang dalam perjalanan dan rencana penerimaan dari sumber (pabrik atau pemasok). Menentukan jumlah yang tersedia untuk setiap gudang danpenjualan langsung, dimana gudang pusat menentukan apa yang akandikirim (to push) ke gudang cabang.

Sistem dorong yang paling umum adalah perencanaan kebutuhandistribusi (Distribution Requirement Planning/DRP). Seperti halnya prosesMRP, DRP

menggunakan teknik titik pemesanan kembali berbasis waktuuntuk mencerminkan permintaan dan rencana pesan yang akan datang disemua tingkatan sistem distribusi. Perencanaan dan pengendalian persediaandistribusi dengan sistem dorong, titik kendali pusat seperti pabrik menetapkanjumlah persediaan yang akan diterima setiap pusat distribusi. http://www.scribd.com/doc/25881096/Bab-7MANAJEMEN-DISTRIBUSI-DRP

Anda mungkin juga menyukai