Anda di halaman 1dari 22

RINKASAN DISERTASI

KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM


(Studi Fenomenologi di MIN Malang I)

Oleh:

SITI RUCHANAH
NIM: FO.15.03.30

PROGRAM PASCASARJANA
IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA 2010

A. Latar Belakang Masalah Kepemimpinan yang baik selalu dikaitkan dengan keberhasilan sebuah madrasah. Ada korelasi yang signifikan antara peningkatan kinerja madrasah dengan efektifitas seorang pemimpin. Edmonds yang menyebutkan bahwa madrasah yang baik dipimpin oleh pemimpin yang baik. Senada dengan Edmonds, Rutherford juga menyatakan bahwa pemimpin yang efektif memiliki visi yang jelas sehingga memiliki program kerja yang jelas pula. Sementara Rutter sebagaimana yang dikutip oleh Sergiovanni menyatakan bahwa kepala madrasah menjadi kata kunci keberhasilan dan peningkatan kualitas muridnya. Sementara itu untuk menjadi pemimpin yang baik tidak semata-mata karena faktor bawaan, akan tetapi juga karena diusahakan. Latar sosial dan budaya seorang pemimpin dan miliu sosial madrasah menjadi salah satu yang berpengaruh terhadap efektifitas kepemimpinan kepala madarasah, sehingga menjelaskan konstruksi sosial warga madrasah dan latar sosial dan budaya kepala madrasah menjadi sebuah keharusan untuk mengungkap keberhasilan sebuah lembaga pendidikan semisal madrasah. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas maka ada beberapa permasalahan penelitian yang dirumuskan sebagai berikut: 1. Bagaimana konstruksi sosial warga madrasah tentang kepemimpinan kepala MIN Malang I ? 2. Bagaimana pola kepemimpinan kepala madrasah dalam mengelola MIN Malang I? C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mendeskripsikan konstruksi sosial warga madrasah tentang kepemimpinan Kepala MIN Malang I 2. Mendeskripsikan pola kepemimpinan kepala madrasah dalam mengelola MIN Malang I

D. Metode Penelitan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yaitu dengan mengandaikan peneliti sendiri sebagai instrumen kuncinya dan menggunakan latar sosial apa adanya (natural setting). Sedangkan jenis penelitian ini adalah studi kasus, yaitu di MIN Malang I pada kasus kepemimpinan kepala madrasahnya. Untuk mengumpulkan data digunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis data meliputi analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial dan analisis tema budaya. E. Landasan Teori

Keberadaan Madrasah Ibtidaiyah di Indonesia sebagian besar belum efektif. Semangat sangat tinggi dalam menyelenggarakan madrasah bagi masyarakat Indonesia, belum dibarengi dengan kapasitas kekuatan dan kecakapan yang memadai baik visi (vision), inisiatif (initiative), dan kreativitas pemimpinnya (resourcefulness) dalam mencapai tujuan yang tinggi, validitasreliabilitas sistem dan proses yang cepat, dan kecermatan-ketinggian responsibilitas terhadap lingkungan. Dengan demikian, kesenjangan antara kuantitas yang ditandai dengan menjamurnya jumlah madrasah tidak seimbang dengan kualitas lembaga tersebut, sehingga kesenjangan semakin menjadi-jadi. Sementara itu kontruksi sosial yang merupakan derivasi dari fenomenologi dalam penelitian ini diposisikan sebagai metode untuk memahami fenomena sosial yang menjadi fokus kajian, tentang kepemimpinan MIN Malang I. Teori fenomenologi berada di bawah paradigma 1 definisi sosial. Paradigma ini dikemukan oleh Max Weber, yang mengtakan bahwa sosiologi mencoba memberikan pemahaman interpretatif mengenai tindakan sosial, yang dimaksud tindakan sosial di sisni adalah semua perilaku manusia apabila yang bertindak itu memberikan suatu arti subjektf.2 Dengan demikian, dalam mengungkap penelitian tentang kepemimpinan madrasah MIN Malang I berdasarkan paradigma tersebut, maka teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fenomenolog. Teori fenomenologi lahir sebagai reaksi metodologi positivistik yang diperkenalkan Comte. Pendekatan positivisme ini selalu mengandalkan seperangkat fakta sosial yang sosial yang bersifat objektif atas gejala yang nampak mengemuka, sehingga metode ini cenderung melihat fenomena hanya dari kulitnya saja dan tidak mampu memahami makna dibalik gejala yang tampak tersebut.3 Fenomenologi yang digunakan dalam penelitian ini untuk memahami pemahaman informan terhadap fenomena yang muncul dalam kesadarnnya serta fenomena yang dialami oleh informan yang dianggap sebagai entitas sesuatu yang ada dalam dunia, yaitu kepemimpinan kepala MIN Malang I. Dalam melakukan vesrtehen, seorang peneliti masuk dalam pikiran oinforman. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pengamatan partisipan dan wawancara yang intensif agar mampu mendemonstrasikan tentang cara yang dilakukan oleh informan dan subjek penelitian dalam kepemimpinan kepala madrasah dalam mengelolah MIN Malang I. Dalam menggali informasi dan upaya untuk mendapatkan hasil yang menghasilkan terkait dengan kepemimpinan kepala madrasah dalam mengelola MIN Malang I, peneliti berperan sebagai partisipan. Meskipun demikian, peneliti tidak memiliki kepentingan apapun terkait dengan kepemimpinan MIN Malang I. F. Hasil Penelitian
1 2

Zainuddin Malik, Narasi Agung Tiga Teori Sosial Hermeneutik (Surabaya: LPAM, 2000), 15-16. Imam Suprayogo dan Tobroni, Metodologi Penelitian Sosial-Agama (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001), 100. 3 Muhammad Basrowi, Teori Sosial dalam Tiga Paradiqma (Surabaya: Yayasan Kampusina, 2004), 59.

Dari penelitian ini diperoleh hasil sebagai berikut: 1. Secara internal warga sekolah sebagai sebuah sistem sosial dalam sebuah organisasi formal memiliki kesamaan visi yaitu untuk memajukan madrasah. Secara sistemik akhirnya terbentuk jaringan kerjasama (networking) yang saling kait mengait untuk sampai kepada tujuan organisasi tersebut di bawah kepemimpinan kepala madrasahnya. Sedangkan secara eksternal masyarakat sekitar madrasah secara sukarela memiliki kepedulian yang cukup tinggi terhadap keberlangsungan pendidikan Islam di Madrasah. Andil dan kontribusi masyarakat tersebut sesungguhnya tidak terlepas dari peran sosial kepala madrasah di masyarakat, sehingga ada garis sambung sirkular yang bersifat simbiosis antara masyarakat dengan MIN Malang I 2. Kepemimpinan pendidikan di MIN Malang I dapat dikategorikan sebagai kepemimpinan transformasional yang bercorak konstruktivistik, yaitu sebuah pola kepemimpinan di mana kepala madrasah dapat mentransformasikan individu agar mau berubah dan meningkatkan dirinya dengan melibatkan motif dan pemenuhan kebutuhan serta penghargaan terhadap para bawahan melalui konstruksi pengalaman secara berkelanjutan. Ciri utama dari pola kepemimpinan ini adalah idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individual consideration. Sedangkan pola kepemimpinan pendidikan di MIN Malang I adalah sebagai berikut: (a) pola kepemimpinan demokratis teologis konstruktivistik. pola ini dicirikan sebagai Facilitative Leadership. yang menitikberatkan pada collaboration dan empowerment dengan didasarkan pada nilai dan semangat ibadah lillahi taala; (b) kepemimpinan konstruktivistik dengan pola uswah h{asanah. Konsep keteladanan (al-uswah al- h{asanah) ini berdasar pada konsep prophetic-leader yang dicontohkan Nabi Muhammad saw, sehingga kepribadiannya menjadi panutan (attractiveness) dan figur bagi komunikasi madrasah; dan (c) kepemimpinan konstruktivistik model humanis teologis. Gaya ini memposisikan pemimpin sebagai sosok yang ramah dan egaliter diilhami oleh nilai agama serta penalaran yang kritis sehingga menjadi humanis dan egaliter serta konstruktif.

G. Implikasi Teoritik Kajian tentang kepemimpinan kepala madrasah di MIN Malang I memberikan gambaran tentang bagaimana sebuah ide, gagasan dan pemikiran seorang kepala madrasah dikonstruksi oleh berbagai hal termasuk warga madrasah, baik di internal madrasah maupun eksternal madrasah. Madrasah sebabagi institusi pendidikan Islam dikategorikan sebagai lembaga Industri mulia (noble industry) karena mengemban misi ganda, yaitu profit sekaligus sosial. Misi profit yaitu untuk mencapai keuntungan. Hal ini dapat diperoleh ketika efisiensi dan efektifitas dana bisa tercapai, sehingga pemasukan (income) lebih besar dari biaya operasional. Misi sosial madrasah

bertujuan untuk mewariskan dan menginternalisasikan nilai-nilai luhur. Kedua misi ini dapat dicapai secara maksimal apabila lembaga madrasah tersebut memiliki modal human-capital dan social-capital yang memadai dan juga memiliki tingkat keefektifan yang tinggi. Oleh sebabnya itu, mengelola madrasah tidak hanya dibutuhkan profesionalisme yang tinggi, tetapi juga misi niat-suci dan mental-berlimpah, sama halnya dengan mengelola noble industry yang lain seperti rumah sakit, panti asuhan, yayasan sosial, lembaga riset atau kajian dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Salah satu faktor kunci keberhasilan madrasah berprestasi adalah kepemimpinan atau manajemen kepala madrasah. Edmonds menyebutkan bahwa madrasah-madrasah yang selalu meningkatkan prestasi kerjanya adalah yang dipimpin oleh kepala madrasah yang baik. Menurutnya, organisasi yang dinamis senantiasa dipimpin oleh pemimpin yang baik, yaitu pemimpin yang selalu berupaya meningkatkan prestasinya. Sementara itu Havelock menyatakan bahwa kepala madrasah adalah agen perubahan. Rutherford menyebutkan bahwa kepala madrasah yang efektif memiliki visi yang jelas, dan mampu menerjemahkannya menjadi sasaran madrasah yang berkembang menjadi harapan besar di masa depan yang dipahami, dihayati dan diwujudkan oleh seluruh warga madrasah. Rutter, sebagaimana dikutip Sergiovanni, menyimpulkan bahwa kepala madrasah merupakan kunci keberhasilan bagi peningkatan kualitas keluaran murid. Sedangkan menurut kajian Kyte, Sergiovanni, Greenleaf, Dubin, dan Lipham, bahwa kesuksesan madrasah sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan kepala madrasah bersangkutan. Sementara itu Muhaimin menyebutkan bahwa kualitas seorang pemimpin madrasah menjadi kata kunci keberhasilan pendidikan di lembaga pendidikan ini. Modal dasar yang harus dimiliki oleh pemimpin pendidikan (madrasah), yaitu: (1) bersedia mengambil resiko; (2) selalu menginginkan pembaharuan; (3) bersedia mengatur dan mengurus; (4) mempunyai harapan yang tinggi; (5) bersikap positif; dan (6) berani tampil dan berada di muka. Pengembangan madrasah berprestasi tidak bisa dilepaskan dari peran kepala madrasah yang memiliki keenam modal dasar tersebut. Menerutu Blumberg dan Greenfield, kepala sekolah yang efektif dapat diklasifikasikan dalam delapan tipologi, yaitu kepala sekolah sebagai: organisator (the organizer), pesulap berdasar nilai (the value-based juggler), penolong sejati (the authentic helper), perantara (the broker), humanis (the humanist), katalis (the catalys), rasionalis (the rasionalist), dan politikus (the politician). Penelitian Austin yang dikutip Sergiovanni, juga mengatakan bahwa sekolah yang prestasi muridnya tinggi, memiliki kepala sekolah yang terlibat dalam program pengajaran dibandingkan dengan kepala sekolah yang tidak terlibat langsung. Penelitian Djalil tentang kepemimpinan kepala madarasah, menunjukkan bahwa inovasi yang dilakukan kepala madrasah adalah peningkatan sarana fisik dan non fisik, mengembangkan semangat berjuang (ru>h{ al-jiha>d) secara maksimal, serta kepemimpinan kepala madrasah yang menerapkan manajemen modern.

Sementara itu Arifin pernah melakukan penelitian dengan pendekatan komparatif antara MIN Malang I, MI Mambaul Ulum dan SDN Ngaglik Batu Malang, bahwa tipe kepemimpinan kepala sekolah pada tiga lembaga tersebut adalah: (1) value-based juggler dan humanist untuk MIN Malang I; (2) catalyst untuk MI Mambaul Ulum; dan (3) value-based juggler dan broker untuk SDN Ngaglik I. Profil ketiga lembaga pendidikan dasar tersebut menurut Arifin juga baik sekali. Burns dan Bass menjelaskan kepemimpinan transformasional dalam organisasi dan membedakan kepemimpinan transformasional, karismatik dan transaksional. Pemimpin transformasional membuat para pengikut menjadi lebih peka terhadap nilai dan pentingnya pekerjaan, mengaktifkan kebutuhankebutuhan pada tingkat yang lebih tinggi dan menyebabkan para pengikut lebih mementingkan organisasi. Hasilnya adalah para pengikut merasa adanya kepercayaan dan rasa hormat terhadap pemimpin tersebut, serta termotivasi untuk melakukan sesuatu melebihi dari yang diharapkan darinya. Efek-efek transformasional dicapai dengan menggunakan karisma, kepemimpinan inspirasional, perhatian yang diindividualisasi serta stimulasi intelektual. Bennis dan Nanus, Tichy dan Devanna memberikan suatu kejelasan tentang cara pemimpin transformasional mengubah budaya dan strategi-strategi sebuah organisasi. Pada umumnya, para pemimpin transformasional memformulasikan sebuah visi, mengembangkan sebuah komitmen terhadapnya, melaksanakan strategi-strategi untuk mencapai visi tersebut, dan menanamkan nilai-nilai baru. Sementara itu menurut kontruksivisme, pengetahuan ada dalam diri seseorang yang sedang mengetahui. Anggota dalam sebuah organisasi (madrasah) yang harus mengartikan apa yang telah diajarkan dengan menyesuaikan terhadap pengalaman-pengalaman mereka atau kontruksi yang telah mereka bangun atau miliki sebelumnya. Kontruktivisme juga menyatakan bahwa semua pengetahuan yang diperoleh adalah hasil konstruksi sendiri, maka sangat kecil kemungkinan adanya transfer pengetahuan dari seseorang kepada yang lain. Setiap orang membangun pengetahuannya sendiri, sehingga transfer pengetahuan (seperti air ke ember kosong) adalah sangat mustahil terjadi. Demikianpula halnya di MIN Malang 1, kepemimpinan menunjukan kompleksitas, baik dari segi komponen manajemen pendidikan, maupun lingkungan yang mempengaruhi keberlangsungan suatu pendidikan. Bahkan di satu sisi harus memenuhi tujuan, di lain fihak dihadapkan pada keterbatasan sumber daya. Apakah sumber daya manusia ataupun sumberdaya keuangan, sarana dan prasarana. Semua masalah yang muncul dalam dunia pendidikan tersebut terus berkembang seperti spiral dynamic. Agar tidak terjadi chaos dituntut kepemimpinan yang mempunyai basic life untuk memecahkan persoalan. H. Keterbatasan Penelitian Sebagai penelitian kualitatif, penelitian ini belumlah menghasilkan teori metodologik, yaitu teori yang dihasilkan dari uji hipotesis, akan tetapi menghasilkan teori substantif, yaitu teori yang dibangun di atas data yang

bersifat empirik. Oleh karenanya proposisi-proposisi yang dihasilkan baru memasuki tahapan hipotesis yang sesungguhnya memerlukan kajian lebih lanjut. Sebagai konsekuensinya, hasil penelitian ini hanya berlaku dalam seting sosial yang ditelitinya. Adapun kemudian dapat ditransferabilitaskan pada wilayah lain, hanyalah jika ada kesamaan seting dengan lokus penelitian ini. Penelitian ini juga tidak mampu menjangkau terhadap persoalan dasar, yaitu keterkaitan dan adanya hubungan antar variabel di lokasi penelitian. Karena penelitian ini hanyalah berusaha mendeskripsikan dan memahami kaitankaitan tersebut tanpa berusaha untuk menguji hubungan antar variabel yang ada, sehingga barangkali hal tersebut akan menjadi penelitian lebih lanjut untuk para peneliti yang akan datang. Penelitian ini, sesuai dengan fokus pembahasannya lebih berupaya memahami konstruksi sosial warga madrasah dalam melihat kepemimpinan kepala madrasah di MIN Malang I, sehingg hal-hal lain di luar bahasan ini seperti kepemimpinan dalam perspektif budaya (jawa) memang tidak tersentuh sama sekali. Barangkali diperlukan penelitian lain untuk melihat hal tersebut secara utuh dalam konteks nilai-nilai agama dan nilai-nilai yang disandarkan pada budaya lokal warga madrasah. I. Saran Dari hasil penelitian ini disampaikan beberapa saran kepada Kepala Madrasah Ibtidaiyah agar meningkatkan kinerja kepemimpinannya secara inovatif, kreatif dan profesional, sehingga terwujud madrasah unggul yang dicitacitakan bersama.

DAFTAR PUSTAKA

A. Supratiknya. Teori-teori Holistik (organismik-fenomenologis). Yogyakarta: Kanisius, 1993. Anderson, J.R. (1982). Acquisition of Cognitive Skills, Psychological Review, American Psychologeal Association, Inc., Vol. 89, (4), 369-416. Asmadi. Pelajar Pejuang. Jakarta: Sinar Harapan, 1985. Association for Supervision and Curriculum Development. Leadership for improving instruction: ASCDs 1960 Yearbook. Washington, D.C.: Department of The National Education Association of The United States, 1960. Atjeh, A. Pengantar Sejarah Sufi dan Tasawuf. Solo: Ramadhani, 1980. Austin, G.R. Exemplary Schools and the Search for Effectiveness. Educational Leadership, 37, (1), 10-14, 1979. Bafadal, I, Proses Perubahan di Sekolah: Studi Multi Situs pada Tiga Sekolah Dasar yang Baik di Sumekar, (Disertasi, PPS IKIP, Malang, 1994) Barozzo, A.C. Effective Practices in Achieving Compensatory Education Funded Schools II. Sacramento: California State Department of Education,1987. Barthos, B. Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia. Jakarta: Bina Aksara, 1992. Bass, B.M. Stogdills Handbook of Leadership: A Survey of Theory and Research. New York: The Free Press, A Division of Macmillan Publishing Co., Inc, 1981. Batsis, T.M. Characteristics of Excellence Principals. New Orlean: National Catholic Educational Association, 1987. Beeby, C.E. Pendidikan di Indonesia: Penilaian dan Pedoman Perencanaan. Terjemahan BP3K dan YIIS. Jakarta: LP3ES, 1981.

Benda, H.J. The Crescent and Rising Sun: Indonesia Islam Under the Japanese Occupation 1942-1945. Den Haaq: NV. Uitgeverij W. van Hove, 1958. Berg, C.C. Islam of Indonesia. Dalam HAR Gibb (ed.). Whiter Islam A Survey of Modern Movement in the Muslim World. London: Victor Gollands, 1932. Bernis et al, M.C. Organisasi Perusahaan: Teori dan Praktek, terj. Bambang Kussriyanto Jakarta: Pustaka Binaman Presindo, 1988. Blumberg, A., & Greenfield, W. The Effective Principal: Perspectives on School Leadership. Boston: Allyn and Bacon, Inc, 1980. Bogdan, R.C. dkk. Be Honest but Not Cruel: Staff Parent Communication A Neonatal Unit. Makalah Pengembangan Penelitian Kualitatif oleh IUC Bank Dunia XVII di Universitas Indonesia. Jakarta: Ditjendikti P3FAU, 24-30 Juli, 1990. Bogdan, R.C., & Biklen, S.K. Qualitative Research for Education: an Introduction to Theory and Methods. London: Allyn and Bacon, Inc 1982. Bogdan, R.C., & Taylor, S.J. Introduction to Qualitative Research Methods: A Phenomenological Approach to the Social Sciences. New York: John Willy and Sons, Inc, 1975. Brandt, R. On Improving Teacher Effectiveness: A Conversation With David Berliner. Educational Leadership, October, 1982. Brookover, W.B., & Lezotte, L.W. Changes in School Characteristics Coincident With Changes in School Achievement. East Lansing: Institute for Research on Theaching, Michigan State University, 1979. ., Creating Effective Schools: An In-service Program for Enhacing School Learning Climate and Achievement. Holmes Beach, Florida : Learning Publications, Inc, 1982. Brownell, C.L., Gans, L., & Maroon, T.Z. Public Relations in Education. New York: McGraw-Hill Book Company, Inc, 1955. Buchori, M. Transformasi Pendidikan Untuk Menyongsong Abad XXI. Makalah Diskusi Lustrum VII IKIP Malang, tidak dipublikasikan. Malang: IKIP Malang, 19 Oktober, 1989. ............, Ilmu Pendidikan dan Praktek Pendidikan dalam Renungan. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1994. ............, Pendidikan dalam Pembangunan. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1994.

Burhanuddin. The Leadership Roles of a Principal in Improving School Effectiveness. Thesis. South Austalia: School of Education, The Flinders University, 1993. Caldwell, B.J., & Spinks, J.M. Leading the Self-Managing School. London: The Falmer Press, 1993. Carver, F.D., & Sergiovanni, T.J. Organizations and Human Behavior: Focus on Schools. New York: McGraw-Hill Book Company, 1969. Champbell, R.F., Corbally, J.E., & Nystrand, R.O. Introduction to Educational Administration. Sixth Edition. Boston: Allyn and Bacon, Inc, 1983. Chaturverdi, M., & Tiwari, B.N. A Practical Hindi-English Dictionary. New Delhi: Rashtra Printers, 1970. Comer, J.P., dkk. Psychosocial and Academic Effects on an Intervention Program Among Minority School Children. New Haven Conn.: Child Study Center, Yale University, 1985. Coulson, A. Primary School Headship: A Review of Research. Dalam R. Saran, & V. Trafford (Eds.). Research in Education Management and Policy: Restrospect and Prospect. (hal. 101-107). London: The Falmer Press, 1990. Croghan, J.H. Identification of Competencies of High Performing Principles in Florida. Florida: FCEM, 1983. Data Madrasah di Lingkungan MAPENDA Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (2010). Daft, R.L., & Steers, R.M. Organizations: A Micro/Macro Approach. Glenview: Scott, Foresman and Company, 1986. Daldjoeni, N. Seluk Beluk Masyarakat Kota: Pusparagam Sosiologi Kota dan Ekologi Sosial. Bandung: Alumni, 1992. Danandjaja, J. Antropologi-Psikologi: Teori, Metode, dan Sejarah Perkembangannya. Jakarta: Rajawali, 1988. Daulay, H.P, Pesantren, Sekolah, dan Madrasah: Tinjauan dari Sudut Kurikulum Pendidikan Islam, (Disertasi, IAIN Sunan Kalijogo, Yogyakarta, 1991) Davies, L. The Role of Primary School Head. Educational Management and Administration. 15 (1):43-47, 1987.

10

Davis, G.A. Effective School and Effective Teachers. Boston: Allyn and Bacon, 1989. DeGraaf, H.J., & Pigeaud, Th.G.Th. Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa: Peralihan dari Majapahit ke Mataram. Jakarta: Grafitipress, 1985. Denzin, N.K., & Lincoln, Y.S. Hanbook of Qualitative Research. Thousand Oaks, Clifornia: SAGE Publications, Inc, 1994. Depdikbud Sejarah Pendidikan Indonesia dari Zaman ke Zaman. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1979. DeRoche, E.F. How School Administrators Solve Problems. Englewood Cliffs, N.J: Prentice-Hall, Inc, 1985. Dewantara, Ki H. Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Taman Siswa, 1977. Dhofier, Z. Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES, 1984. Djajadiningrat, P.A.A. Sistem Pendidikan Belanda. Terjemahan oleh S. Kartodirdjo. Djogjakarta: Tanpa Penerbit, 1956. Djojonegoro, W. Pembatasan Jabatan Kepala Sekolah Sudah Siap. Surabaya Post, 11 April, 1994. Djojonegoro, W., dkk. Lima Puluh Tahun Perkembangan Pendidikan Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1995. Djumhur, I., & Danasuparta. Sejarah Pendidikan. Bandung: CV. Ilmu, 1976. Dow, I.I., & Oakely, W.F. School Effectiveness and Leadership. Alberta Journal of Educational Research. 38, (1): 33-45, 1992. Dubin, A.E. The Principal as Chief Executive Officer. London: The Falmer Press, 1991. Dwiyogo, W.D., dkk., Kapabilitas Pemecahan Masalah Matematika Siswa-siswa Sekolah Dasar di Kotamadya Malang. Laporan Penelitian tidak dipublikasikan. Malang: IKIP MALANG, 1996. Edmonds, R. Some Schools Work and More Can. Social Policyi, 1979. Eiseman, F.B. Bali: Sekala and Niskala. Vol. 1. Singapore: Periplus Editions, 1989. Ellis, T.I. The Principal as Instructional Leader. Research Round Up. 3, (462), 68-70, April, 1983.

11

Elsbree, W.S., McNally, H.J., & Wynn, R. Elementary School Administration and Supervision. New York: American Book Company, 1967. Engkoswara. Penerapan Sistem Guru Bidang Studi di Sekolah Dasar. Jakarta: Intermedia, 1987. Fattah, Nanang. Landasan Rosdakarya. 2004 Manajemen Pendidikan. Bandung: Remaja

Fadjar, A. Peradaban dan Pendidikan Islam. Jakarta: Rajawali Pers, 1991. Fontana, A., & Frey, J.H. Interviewing: The Art of Science. Dalam N.K. Denzin, & Y.S. Lincoln (Eds.). Handbook of Qualitative Research. (hlm. 361376). Thousand Oaks, California: SAGE Publications, Inc, 1994. Frymier, J., Cornbleth, C., Donmoyer, R., Gansneder, B.M., Jeter, J.T., Klein, M. F., Schwab, M., & Alexander, W.M. One Hundred Good Schools. West Lafayette, Indiana: Kappa Delta Pi, 1984. Fullan, M. The Principal as An Agent of Knowlegde Utilization for School Improvement. Dalam D. Hopkins, & M. Wideen (Eds.). Alternative Perspective on School Improvement. (hal. 89-103). London : The Falmer Press, 1984. Fuller, B. What School Factors Raise Achievement in the Third World. Review of Educational Research, 57 (3), 225-292, 1987. Furchan, A. (1993). Developing Pancasilaist Muslims: Islamic Religious Education in Public Schools in Indonesia. Disertasi tidak diterbitkan. Bundoora, Victoria, Australia : Centre for Cultural Studies School of Education, La Trobe University. ., Manajemen Pemasaran Madrasah: Antisipasi Masa Depan. Makalah Seminar Nasional tidak dipublikasikan. Malang: Unisma Malang, 14 Januari, 1995. GBHN 1993 Ketetapan MPR-RI. Jakarta: Anugrah Karya Aksara. Geerzt, C. Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Terjemahan Aswab Mahasin. Jakarta: Pustaka Jaya, 1981. Gibbon, M. School Improvement Program. Ohio: Columbus Public Schools, Dept. of Evaluation Services, 1986. Glasser, B.G., & Strauss, A.L. The Discovery of Grounded Theory Strategies for Research. Chicago: Aldine Publishing Company, 1974.

12

Goetz, J.P., & LeCompte, M.D. Ethnographic Research and the Problem of Data Reduction. Anthropology and Education Quarterly. 12 (1), 1981. Gorton, R. School Administration: Challenge and Opportunity for Leadership. Dubuque, Iowa : Wm. C. Brown Company Publishers, 1977. Graves, D. Corporate Culture: Diagnosis and Change. New York: St. Martins Press, 1986. Greenleaf, R.K. Servant Leadership. New York: Paulist Press, 1977. Guba, E.G. Toward A Methodology of Naturalistic Inquiry in Education Evaluation. Los Angles: Centre for Study of Evaluation University of California, 1978. Guba, E.G., & Lincoln, Y.S. Effective Evaluation: Improving the Usefulness of Evaluation Results Trough Responsive and Naturalistic Approaches. San Francisco, California: Jossey-Bass Inc., Publishers, 1981. Hasibuan, Malayu. S.P. Manajemen Sumber Daya Manusia Jakarta: Bumi Aksara, 2001 Habsyi, Al. H. Kamus Arab-Indonesia. Surabaya: PP. Alawy dan PP. Assegaf, 1985. Hall, G.E, & Hord, S.M. Change in Schools: Facilitating The Process. Albany : State University of New York Press, 1984. Hallinger, F., & Leithwood, K. Introduction: Exploring the Impact of Principal Leadership. School Effectiveness and School Improvement. 5 (3), 1994. Havelock, R.G. The Change Agents Guide to Innovation in Education. Englewood, NJ: Education Technology Publication, 1973. Herzberg, F. The Motivation to Work. New York: John Willey & Son, Inc, 1959. Herzberg, F. Work and The Nature of Man. New York: The World Publishing Company, 1969. Hickman, C.R., & Silva, M.A. Creating Excellence: Managing Corporate Culture, Strategy, and Change in the New Age. New York: New American Library, 1986. Himpunan Peraturan tentang Pendidikan Dasar. Jakarta: Ditjen Dikdasmen, Ditpendas, Depdikbud, 1997.

13

Hoover, K.V., dkk. Parent Involvement: Contributions of Teacher Efficacy, School Socioeconomic Status, and Other School Characteristics. American Educational Research Journal 24, (3), Fall, 1987. Hopkins, D., & Wideen, M. Alternative Perspectives on School Improvement. London and New York: The Falmer Press, 1984. Hoy, W.K., & Ferguson, J. Theoretical Framework and Explanation of Organizational Effectiveness of Schools. Administration Quarterly, 21, (2), 1985. Hoy, W.K., & Miskel, C.G. Educational Adminstration: Theory, Research, and Practice. Second Edition. New York: Random House, Inc, 1982. Hughes, L.W., & Ubben, G.C. The Elementary Principals Handbook: A Guide to Effective Action. Fourth Edition. Boston: Allyn and Bacon, Inc, 199 4. Hymes, J.L. Effective Home-school Relations. Englewood Cliffs, N. J: PrenticeHall, Inc, 1953. Ignas, E. The Traditional American System. Dalam Edward Ignas & Raymond J. Corsini (Eds.) Comparative Educational Systems. (1-34). Itasca, Illionis : F.E. Peacock Publishers, Inc, 1985. Jawa Pos. (1994, 1 Juni). MIN Malang I Jadi Proyek Percontohan. Jawa Pos. (1994, 2 Juni). MI Gondanglegi Juga Jadi Contoh. Jiyono & Suryadi, A. Planning, Sampling, and Some Preliminary Result of Repeatnineth Grade Survey, dalam The International Series of Evaluation. Pergamon Press, 1984. Jiyono. Studi Kemampuan Guru IPA Sekolah Dasar. Jakarta: Puslit Balitbang Dikbud, 1987. Joni, T.R. Mereka Masa Depan Sekarang: Tantangan Bagi Pendidikan dalam Menyongsong Abad Informasi. Ceramah Ilmiah Dies Natalis XXXV, Lustrum VII IKIP Malang. Malang: IKIP Malang, 1989. Joni, T.R. Pembentukan Kemahirwacanaan: Tantangan Bagi Pendidikan Dasar Menyongsong Abad Informasi. Makalah Seminar Nasional Pengajaran Bahasa dan Sastra di Indonesia, tidak dipublikasikan. Malang : FPBS IKIP Malang, 5-6 Nopember, 1990. Joni, T.R. Ketentuan-ketentuan Pokok Kurikulum Pendidikan Pra-jabatan Kependidikan dan Strategi Pengembangannya. Jakarta: P2LPTK, Ditjen Dikti, Depdikbud, 1992.

14

Joni, T.R. Pidato Pengukuhan pada Upacara Promosi Andi Nabu Sogen. Malang: PPS IKIP Malang, 30 Maret, 1998. ............, Ketentuan-ketentuan Pokok Pengembangan dan Penyelenggaraan Program S2 Kependidikan. Pokok-Pokok pikiran tidak dipublikasikan. Jakarta: 1998. Kamars, M.D. Sistem Pendidikan Dasar, Menengah, dan Tinggi Suatu Perbandingan Antar Beberapa Negara. Jakarta: Depdikbud-DitjendiktiP2LPTK, 1989. Kano, H. Pagelaran: Anatomi Sosial Ekonomi Pelapisan Masyarakat Tani di Sebuah Desa Jawa Timur. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1990. Keputusan Menteri Agama RI, No. 368 Tahun 1993 tentang Madrasah Ibtidaiyah. Surabaya: Dokumen Kanwil Depag Jawa Timur. Keputusan Menteri Agama RI, No. 372 Tahun 1993 tentang Kurikulum Pendidikan Dasar Berciri khas Agama Islam. Surabaya : Dokumen Kanwil Depag Jawa Timur. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI., No. 025/0/1995 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Jakarta : Ditjen Dikdasmen, Depdikbud. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI., No. 0293/U/1993 tentang Pembentukan Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan. Jakarta: Ditjen Dikdasmen, Depdikbud R.I. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI., No. 0296/U/1996 tentang Penugasan Guru Pegawai Negeri Sipil sebagai Kepala Sekolah di lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Depdikbud RI.. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI., No. 0487/U/1992 tentang Sekolah Dasar. Jakarta : Eko Jaya. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI., No. 060/U/1993 tentang Kurikulum Pendidikan Dasar. Kimbrough, R.B., & Burkett, C.W. The Principalship: Concepts and Practices. Boston : Allyn and Bacon, Inc, 1990. Koentjaraningrat. Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia, 1989.

15

Kroeskamp, H. Early Schoolmasters in A Developing Country: A History of Experiment in School Education in 19th Century Indonesia. Assen, The Netherlands: Van Gorcum & Comp. B.V, 1974. Kyte, G.C. The Principal at Work. Reviesed Edition. Boston: Ginn and Company, 1972. Lazaruth. Kepala Sekolah: Peran dan Tanggungjawabnya. Yogyakarta: Kanisius, 1984. Lezzote, L., & Beverley, A.B. School Impovement Based on Effective Schools Research: A Promising Approach for Economically Disadvantaged and Minority Student. Albany: ERIC, 1983. Lincoln, Y.S., & Guba, E.G.L. (1985). Naturalistic Inquiry. Beverly Hill, CA: SAGE Publications, Inc. Lipham, J.M., & Hoeh, J.A. The Principalship: Foundations and Functions. New York: Halper and Row Publishers, 1974. Lipham, J.M., Rankin, R.E., & Hoeh, J.A. The Principalship: Concepts, Competencies, and Cases. New York: Longman Inc, 1985. Lofland, J., & Lofland, L.H. Analyzing Social Settings: A Guide to Qualitative Observation and Analysis. Belmont, CA: Wadsworth Publishing, Co, 1984. Madjid, N. Islam Kemodernan dan ke-Indonesiaan. Bandung: Mizan, 1985. Mansurnoor, I.A, Ulama, Villages, and Change: Islam in Central Madura, (Disertasi, McGill University, Montreal: The Institute of Islamic Study, 1987) Mantja, W, Supervisi Pengajaran: Kasus Pembinaan Profesional Guru Sekolah Dasar Negeri Kelompok Budaya Etnik Madura di Kraton, (Disertasi, PPS IKIP Malang, Malang,1989) Mantja, W. Kompetensi Kekepalasekolahan: Landasan Peran Tanggungjawabnya. Ilmu Pendidikan. 23, (1), 56-69, Januari, 1996. dan

Mataheru, F. (1994, 15 Desember). Kaitan Kebijakan dan Penelitian dengan Ilustrasi Pendidikan di Sekolah Dasar. Makalah Seminar Penelitian Bidang Manajemen Pendidikan, tidak dipublikasikan. Malang: PPS IKIP Malang.

16

McPherson, R.B., Crowson, R.L., & Pitner, N.T. Managing Uncertainty: Administrative Theory and Practice in Education. Columbus: Charles E. Merrill Publishing Company, 1986. Miles, M.B., & Huberman, A.M. Qualitative Data Analysis A Sources Book of New Methods. Beverly Hill, C.A: SAGE Publication, 1984. Moleong, L.J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Karya, 1989. Mondy, R.W., dkk. Management and Organizational Behavior. Boston: Allyn and Bacon, 1990. Morse, J.M. Critical Issues in Qualitative Research Methods. London: SAGE Publications, 1994. Mortimore, P., Sammons, P., Stoll, L., Lewis, D., & Ecob, R. School Matters: The Junior Years. Wells: Open Books, 1988. Mubarok Kebijakan dan Strategi Pembangunan Madrasah. Makalah seminar tidak dipublikasikan. Salatiga: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo, 1997. Muhadjir, N. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rake Sarasin,1988. Mulyana, S. Negarakretagama dan Tafsir Sejarahnya. Jakarta: Bhratara, 1979. Muslich, M. Dasar-dasar Pemahaman Kurikulum 1994: Penuntun bagi Guru, Kepala Sekolah, Administratur Pendidikan dan Mahasiswa Keguruan. Malang: YA3 Malang 1994. Nasution, H. dkk. Ensiklopedi Islam Indonesia. Jakarta: Djambatan, 1992. .............., Metode Penelitian Naturalistik-kualitatif. Bandung: Tarsito, 1988. .............., Sejarah Pendidikan Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara, 1995. Nawawi, H. Organisasi Sekolah dan Pengelolaan Kelas. Jakarta: Gunung Agung, 1985. Neagley, R.L., & Evans, N.D. Handbook for Effective Supervision of Instruction. Englewood Cliffs, N.J.: Prentice-Hall, Inc, 1980. Nias, J. The Negotiation of Decision-Making Roles in a New School. Dalam Sandy Goulding, dkk. Case Studies in Educational Management. London : Harper and Row Publisher, 1986. Otto, H.J., & Sanders, D.C. Elementary School Organization and Administration. New York: Appleton-Century-Crofts, 1964.

17

Owens, R.G. Organizational Behavior in Education. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall, Inc, 1987. PP No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Patton, M.Q. Qualitative Evaluation Methods. Beverly Hill: SAGE Publications, Inc, 1980. Peacock, C.L. (1987). Furifying the Faith. California: . Peraturan Pemerintah R.I. No. 27/1990 tentang Pendidikan Prasekolah. Peraturan Pemerintah R.I. No. 28/1990 tentang Pendidikan Dasar. Poerbatjaraka. Agastya di Indonesia. Terjemahan KITLV LIPI. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1992. Postlethwaite, T.N. Succes and Failure in School. Dalam Philip G. Altbach, Robert F. Arove, & Gail P. Kelly (Eds.) Comparative Education. New York: Macmillan Publishing Co., Inc, 1982. Postman, N., & Weingartner, C. The School Book: For People Who Want to Know What All The Hollering is About. New York: Delacorte Press, 1973. Psacharopoulos, G. Public vs Private School in Developing Countries: Evidence from Colombia and Tanzania. Washington, D.C.: IBRD, 1996. Purnell, R.F. & Goots, E.E. An Approach for Improving Parent Involvement Through Mor Effective School-Home Communications. New Orlean, L.A: Southern Association of Colleges and Schools, 1983. Reynolds, D. Research on School/Organizational Effectiveness: The End of The Beginning. Dalam R. Saran, & V. Trafford (Eds.). Research in education management and policy: Restrospect and Prospect, London: The Falmer Press, 1990. Robbin, Stephen P. Perilaku Organisasi: Konsep, Kontroversi, Aplikasi jilid 1 terj. Hadyana Pujaatmaka, et.al (Jakarta: Prenhallindo, 2000), 3. ,Organization Theory: The Structure and Design of Organizations. Englewood Cliffs, NJ : Prentice-Hall, 1983. Rogers, E.M., Burdge, R.J., Korsching, P.F., & Donnermever, J.F. Social Change in Rural Societies: An Introduction to Rural Sociology. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice Hall, Inc, 1988.

18

Rutherford, W.L. School Principal as Effective Leaders. NASSP Bulletin. 52 (383), 1974. Rutter, M., Maughan, B., Mortimore, P., Ouston, J., & Smith, A. Fifteen Thousan Hours. London: Open Books, 1979. Safaria, Triantoro. Kepemimpinan Yogyakarta: Graha Ilmu, 2004. Said, Muh. & Junimar Affa. Psikologi Dari Zaman ke Zaman. Bandung: Jemmars, 1990. Saran, R., & Trafford, V. Research in Education Management and Policy: Restrospect and Prospect. London: The Falmer Press, 1990. Scheerens, J. Effective Schooling: Research, Theory, and Practice. New York: Cassel, 1992. Scoot, W.C. Human Relation in Management: A Behavioral Science Approach. Illionis: Richard D. Irwin, Inc, 1967. Sergiovanni, T. J. The Principalship: A Reflective Practice Perspective. Boston: Allyn and Bacon, Inc, 1987. Sergiovanni, T. J., & Elliot, D. L. Educational and Organizational Leadership in Elementary Schools. Englewood Cliffs, N. J.: Prentice-Hall, Inc, 1975. Seyfarth, J. T. Personnel Management for Effective Schools. Boston: Allyn and Bacon, 1991. Shaeffer, S. F. Schooling in a Developing Society: A Case Study of Indonesian Primary Education. Disertasi tidak dipublikasikan. Stanford: The School of Education and The Committee on Graduate Studies of Stanford University, 1979. SKB Menteri Agama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Menteri Dalam Negeri No. 6/1975, No. 37/U/1975, dan No. 36/1975. SKB Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Mengeri Agama R.I. No. 2099/U/1984/45 Tahun 1984 tentang Kurikulum Sekolah Umum dan Madrasah. Soegiyanto, S. Desain dalam Penelitian Kualitatif. Makalah Penataran Dosen IKIP Surabaya, tidak dipublikasikan. Surabaya: Pusat Penelitian IKIP Surabaya, 1989. Sonhadji K.H., A. Teknik Pengumpulan dan Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif. Dalam Imron Arifin (Ed.). Penelitian Kualitatif dalam Bidang

19

Ilmu-ilmu Sosial dan Keagamaan. (hal. 63-83). Malang: Kalimasahada Press, 1994. Steenbrik, K.A. Pesantren, Madrasah, Sekolah: Pendidikan Islam dalam Kurun Modern. Jakarta: LP3ES, 1986. Steers, R.M. Organizational Effectiveness: A Behavioral View. Santa Monica, CA : Goodyear, 1977. Stoops, E., Rafferty, M., and Johnson, R.E. Handbook of Educational Administration: A Guide for Practitioner. Second Edition, Boston: Allyn and Bacon, Inc, 1981. Suparlan, J.B. Kamus Bahasa Kawi-Indonesia. Yogyakarta: Kanisius, 1988. Supraptiwi, M. Kontribusi Motivasi Terhadap Semangat Kerja Dosen IAIN Sunan Ampel. Malang: PPS IKIP Malang, 1994. Surabaya Post. (1994, 1 Juni). MIN Malang I Dikaji ADB. Surabyaa Post. (1998, 13 Februari). Mendikbud, Wardiman Djojonegoro: Melihat MIN Malang I Serasa Seperti Berada di Singapura. Surya. (1998, 16 Februari). Kelilingi MIN I, Wardiman Merasa Berada di Singapura. Suryadi, A. Studi Mutu Pendidikan Dasar: Diterminan Prestasi Belajar Murid. Makalah Seminar Balitbang EPP-IEES. Jakarta: Pusat Informasi, 1989. ............, A. Studi Mutu Pendidikan Dasar: Konsepsi Penelitian. Jakarta: Pusat Informatika Balitbang Dikbud, 1990. ............, Laporan Studi Mutu Pendidikan Dasar: Diterminan Prestasi Belajar Murid SD Kelas V. Jakarta: Pusat Informatika Balitbang Dikbud, 1991. Suryadi, A. dan Tilaar, A.R. Analisis Kebijakan Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1993. Sutopo, H.B. Penelitian Kualitatif dalam Pendidikan. Makalah Kuliah Umum tidak dipublikasikan. Malang: Pusat Penelitian IKIP Malang. 4 Februari, 1991. Syarif, M. Adminstrasi Pesantren. Jakarta: Prayu Barkah, 1983. Syis, Z.A., dkk. Standarisasi Pengajaran Agama di Pondok Pesantren. Jakarta: Dirjen Bimbaga Islam Depag RI, 1984.

20

Tilaar, H.A.R. Meningkatkan Mutu Pendidikan Menyongsong Abad XII. Makalah Diskusi Panel Lustrum VII IKIP Malang. Malang: Panitia Lustrum VII IKIP Malang, 19 Oktober, 1989. ............., Manajemen Pendidikan Nasional: Kajian Pendidikan Masa Depan. Bandung: Rosdakarya, 1992. ............., 50 Tahun Pembangunan Pendidikan Nasional 1945-1995. Jakarta: Grasindo, 1995. Tim Depdikbud. Pendidikan dari Zaman ke Zaman. Jakarta: Balitbangdikbud Depdikbud, 1979. Tim MIN Malang I. Data dan Kegiatan UKS. Kenang-kenangan Kunjungan Kerja Peserta RAKERNAS TPUKAS Tk. I se Indonesia ke II. Malang: Dokumen MIN Malang I, 2-6 Desember, 1991. Tim MIN Malang I. (1994). Lembaran Informasi MIN Malang I. Dokumen Tidak dipublikasikan. Malang: Dokumen MIN Malang I, 1994. Tim Pelaksana UKS MI Mambaul Ulum. Laporan MI Mambaul Ulum Sepanjang, Gondanglegi, Kabupaten Dati II Malangi. Dokumen tidak Dipublikasikan. Malang: Dokumen MI Mambaul Ulum Sepanjang, Malang, 1993. Tim Pelaksana UKS SDN Ngaglik I. SD Negeri Ngaglik I Sepintas Kilas Disajikan dalam Rangka LLSS Jawa Timur. Dokumen tidak dipublikasikan. Malang: Dokumen SDN Ngaglik I Batu, 1984. Tim Penyusun Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi, Tesis, Disertasi, Artikel, Makalah Laporan Penelitian. Malang: Satgas Operasional Pendidikan dan Pengajaran IKIP Malang, 1996. Townsend, T. Effective Schooling for the Community. London and New York: Routledge, 1994. Townsend, T. Goals for Effectiveness Schools: The View from the Field. School Effectiveness and School Improvement. 5, 1994. Undang-Undang RI. No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Veeger, K.J. Realitas Sosial: Refleksi Filsafat Sosial atas Hubungan Individu Masyarakat dalam Cakrawala Sejarah Sosiologi. Jakarta: Gramedia, 1986. Wahjosumidjo. Kepemimpinan Kepala Sekolah: Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007.

21

Wertheim, W.F. Snouck Hurgronje :Etika Sosial dalam Perubahan. Terjemahan Oleh Hamid Al-Gadri. Jakarta: Haji Masagung, 1981. Wiles, J. and Bondi, J. Principles of School Administration: The Real World of Leadership in Schools. Columbus, Ohio: Charles E. Merril Publishing Company a Bell & Howell Company, 1987. Williams, D. Issues in Naturalistic Inquiry. Bandung: FPS IKIP Bandung, 1988. Vredenbergt, J. Metode dan Teknik Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT. Gramedia, 1987. Vroom, V.H. dan Deci, E.L. (Eds.). Management and Motivation. Canada: Penguin Book Canada, Ltd, 1974. Yamin, M. Tatanegara Majapahit. Jakarta: Yayasan Prapanca, 1962. Yunus, M. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Hidakarya Agung, 1983.

22