Anda di halaman 1dari 2

Jember, 30 Maret 2009 REPLIK Dalam perkara No.22/Pdt.G/2009/PN.JR.

Kepada : Yang terhormat Majelis Hakim Dalam perkara No.22/Pdt.G/2009/PN.JR. Pengadilan Negeri Jember Di Jember

Dengan hormat, Kami selaku kuasa hukum Penggugat dalam Konpensi / Tergugat dalam Rekonpensi akan memberikan tanggapan (replik) atas jawaban Tergugat dalam Konpensi / Penggugat dalam Rekonpensi yaitu sebagai berikut : 1. Bahwa pada butir satu menyatakan hutang sama sekali tidak ada dalam 6 macam alasan untuk cerai itu sangat keliru. Memang benar bahwa hutang tidak tercantum pada enam alasan bercerai tetapi jika hutang tersebut tidak diberitahukan tergugat kepada penggugat selaku suami yang wajib tahu semua tentang keluarga yang dipimpinnya, sehingga mnyebabkan pertengkaran terus menerus. Dan ketika sudah dilunasi hutang-hutang tergugat oleh penggugat, tergugat kembali berhutang yang menyebabkan jengkel penggugat dan kemudian terjadi pertengkaran lagi. Hal itu sudah cukup untuk menjadi alasan untuk bercerai. 2. Bahwa hamil 9 kali bukan menjadi tolak ukur sebuah keharmonisan karena pertengkarang bisa terjadi setiap saat. 3. Bahwa nafkah perhari yang notabene kurang itu sehaarusnya dibicarakan dengan penggugat bukan malah berhutang sana-sini. 4. Bahwa penggugat menceritakan telah membelikan perhiasan itu dan telah dijual tergugat karena untuk menjelaskan bahwa kebutuhan telah terpenuhi dan tidak perlu berhutang lagi. 5. Bahwa dalam kasus perceraian, hakim hanya memutus tentang perceraian.

Bahwa berdasarkan uraian di atas maka penggugat tetap pada surat gugatannya.

Demikian replik dari kami, terima kasih.

Kuasa Hukum Penggugat dalam Konpensi / Tergugat dalam Rekonpensi, ttd.

(Riyan Hidayat, S.H.)