Anda di halaman 1dari 42

1.1.

PROSES PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK

Pusat Listrik

Saluran Transmisi

Gardu Induk
JTM

Jaringan Distribusi

Gardu Distribusi

S.R APP IR JTR

1.2. SISTEM TENAGA LISTRIK

PLTU 150 kV

Subsistem Distribusi GI

Subsistem Distribusi GI

PLTGU

GI

Subsistem Distribusi

150 kV PLTG GI

Subsistem Distribusi

GI Subsistem Distribusi

GI Subsistem Distribusi

Subsistem Distribusi 150 kV

GI

PLTA

Masing-masing Masing masing Subsistem Distribusi TIDAK ADA HUBUNGAN Listrik satu sama lain 2

1.3. PUSAT LISTRIK TENAGA AIR DENGAN KOLAM TANDO

Bukit Hutan Kolam Tando Tabung Peredam (Surge Tank)

Air

Terowongan Air H (m)

Dasar Sungai Pipa Pesat P (kw)

Q m3/det)

Generator

Katup Utama Turbin

Proses konversi energi dalam Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA).

1.4. PLTA KOLAM TANDO : PELESTARIAN HUTAN PENTING

Bendungan PLTA M i B d Mrica di J Jawa T Tengah d h dengan kapasitas 3 x 60,3 MW dimana tampak Bendungan beserta Pelimpasannya (sisi kiri) dan Gedung PLTA beserta Air Keluarnya (sisi kanan).

Bendungan W d k PLTA S B d Waduk Saguling 4 x 175 MW di li dimana tampak Rock Fill Dam (sisi kiri) dan Pelimpasan (bagian tengah) serta Pintu Air untuk pengamanan Dam.

1.5. PUSAT LISTRIK TENAGA AIR RUN OFF RIVER

PUSAT LISTRIK TENAGA AIR


PRINSIP KERJA

KOLAM TANDO HARIAN PIPA UDARA

SALURAN TERBUKA

PINTU PENGATUR

SUNGAI

KATUP OTOMATIS SARINGAN HALUS

SALURAN TERTUTUP

KOLAM / BAK PENGENDAP

PIPA PESAT

PERLENGKAPAN PEMELIHARAAN

REGULATOR TURBIN

RODA GIGI GENERATOR

EXCITER PERLENGKAPAN PENYALURAN

KATUP UTAMA

SUNGAI
PIPA PEMBUANGAN

Prinsip kerja PLTA Run off River.

1.6. PUSAT LISTRIK TENAGA UAP

TURBIN
TEKANAN TINGGI UAP

TURBIN
TEKANAN SEDANG TURBIN

TURBIN

TEKANAN RENDAH TURBIN

KONDENSOR

LUVO ( PEMANAS UDARA)

PEMBAKAR

GAS BEKAS KETEL POMPA BAHAN BAKAR LAUT / SUNGAI

KIPAS TEKAN PAKSA

Prinsip kerja PLTU.

1.7. PLTU : PROSES KONVERSI ENERGI PANJANG

Coal Yard PLTU Suralaya 4 x 400 MW dan 3 x 600 MW di Jawa Barat dimana tampak Conveyor Pengangkut Batu Bara dan Cerobong.

PLTU Paiton milik PLN 2 x 400 MW di Jawa Timur dimana tampak Intake Air, Conveyor Batu Bara, Ketel Uap, dan Cerobong.

1.8. PUSAT LISTRIK TENAGA GAS

Bahan Bakar Udara Pengabut Transition Piece

Gas Buang Energi Listrik

Ruang Bakar

Poros Kompresor Turbin


Transition piece: Tempat transisi / terjadinya perubahan. p j y p

Generator

Prinsip kerja Unit Pembangkit Turbin Gas

1.9. PLTG : TEKNOLOGI SUHU TINGGI

Turbin Gas buatan Alstom tipe GTX 100 dengan daya keluar 100 MW dimana yang tampak di depan adalah sisi gas buang.

1.10. PUSAT LISTRIK TENAGA GAS DAN UAP

G
Pr P

G
Pr P

G
Pr P

TG
KU

TG
KU

TG
KU

GB

GB HU

GB

Uap Air Uap P Air Kd P

HA Pr

TU

Air Laut

Skema sebuah Blok PLTGU yang terdiri dari 3 Unit PLTG dan sebuah Unit PLTU
HU : Header Uap, Kd : Kondensor, Pr : Poros, HA : Header Air, G : Turbin Gas, TU : Turbin Uap, KU : Ketel Uap, G : Generator, GB : Gas Buang, P : Pompa

10

1.11. PLTGU : EFISIENSI TERMAL PALING TINGGI

Heat-Recovery Steam Generator PLTGU Tambak Lorok Semarang dari Unit PLTG 115 MW.

PLTGU Grati di Jawa Timur (Pasuruan)

11

1.12. PUSAT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI

Hujan

TU Hutan Uap Lapisan Humus Permukaan Tanah Kt Kd Air P

Sumber Air Magma

Kantong Uap Lapisan Keras

Skema Sirkit Uap dan Air pada PLTP.


TU : Turbin Uap, Kd : Kondensor Kontak Langsung, Kt : Katup, G : Generator, P : Pompa

12

1.13. HUBUNGAN ANTARA GENERATOR DENGAN REL

Ujung Saluran Kabel

PMS

PMS

PMT
Poros Generator Kabel

TA

TT

Generator
Terminal Generator Terminal Kabel Pondasi Saluran Kabel

Tiang Penyangga

Permukaan Tanah

Hubungan antara generator dan rel. g g


TA = Transformator Arus, TT = Transformator Tegangan, PMS = Saklar Pemisah / Disconnecting Switch (DS) PMT = Pemutus Tenaga / Circuit Breaker (CB)

Di depan dan di belakang PMT harus selalu ada PMS karena posisi PMS, pisau-pisau sakelar PMT tidak tampak. Posisi pisau-pisau PMS harus tampak

13

2.1. TEGANGAN TRANSMISI

PLN (50 Hertz) 70 kV 150 kV 275 kV 500 kV (Tegangan Ekstra Tinggi)

SWASTA (60 Hertz) 69 kV 115 kV 230 kV

14

2.2. KONFIGURASI BUSBAR (REL) DI GARDU INDUK

REL TUNGGAL
Saluran Keluar

Rel

PMS Seksi

GI

G2

G3

Tr Rel PS

G4

G5

Pusat Listrik dengan sebuah Rel Tunggal yang menggunakan PMS Seksi.
Tr = Transformator, PMS Seksi = Saklar Pemisah Seksi, PS = Pemakaian Sendiri, G = Generator

15

Lanjutan 2.2.
REL GANDA PMT TUNGGAL

Saluran Keluar

1 2

Rel

PMT Kopel

G1

G2

G3
Trafo Pemakaian Sendiri

Pusat Listrik dengan Rel Ganda yang menggunakan PMT Tunggal.

16

Lanjutan 2.2.
REL GANDA PMT GANDA

Rel

Saluran Keluar S l K l

2 G1 G2 G3
Transformator Pemakaian Sendiri

Pusat Listrik dengan Rel Ganda dan Dua PMT (PMT Ganda).

17

Lanjutan 2.2.
REL GANDA PMT 1,5
Rel
A1 A2 A3 Saluran Keluar A4

AB1

AB2

AB3

AB4

B1

B2

B3

B4

2 G1 G2 G3
Transformator Pemakaian Sendiri

Pusat Listrik dengan Rel Ganda yang menggunakan PMT 1,5

18

2.3. MACAM SAKELAR TEGANGAN TINGGI 1. Pemutus Tenaga (PMT), Curcuit Breaker. Mampu memutus Arus Gangguan. M t A G 2. 2 Pemutus Beban (PMB) Load Break Switch (PMB), Switch. Mampu memutus Arus Beban 3. Pemisah (PMS), Disconnecting Switch. Dioperasikan tanpa arus. Posisi pisau-pisau Sakelar harus tampak.
19

2.4. SYARAT GERAK MEKANIS DARI PISAU SAKELAR

1. Gerakan harus cepat 2. Gerakan tidak boleh ragu-ragu 3. Kontak-kontak 3 Kontak kontak harus elastis 4. 4 Mempunyai sifat Self Cleaning

20

2.5. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PMT

PMT UDARA

PMT Udara Udara.

21

Lanjutan 2.5.
PMT MINYAK BANYAK

Kontak Diam
Konduktor Batang Penggerak Bushing Bantalan Udara Minyak Kontak Diam Kontak Bergerak

Pegas

Kontak Bergerak
Konstruksi ruang pemadaman PMT gp Minyak Banyak secara sederhana. Konstruksi kontak-kontak PMT Minyak Banyak secara sederhana.

22

Lanjutan 2.5.
PMT MINYAK SEDIKIT
Gases Under Pressure

Fixed Contact Arc Oil Movement

Moving Contact Side Vents Oil Outer Chamber

PMT Minyak Sedikit 70 kV buatan Alstom di PLN Utragi Pulomas.

Konstruksi ruang pemadaman pada PMT Minyak Sedikit secara umum.

23

Lanjutan 2.5.
PMT GAS SF6
Kontak Diam Nozel Pengarah Gas SF 6

Aliran Gas SF6 Kontak Gas SF6 Bergerak Arah Gerak Kontak

PMT SF6 500 kV buatan BBC di PLN Sektor TET 500 kV Gandul.

Konstruksi ruang pemadaman PMT SF6 secara sederhana.

24

Lanjutan 2.5.
PMT UDARA TEKAN
Blast Valve

Interrupter

Interrupter

Air Receiver

Penampung udara (air receiver), ruang pemutus (interrupter), dan katup t (i t t ) d k t penghembus (blast valve) Air Blast Circuit Breaker

Air Blast Circuit Breaker without closing resistor chamber (PMT Udara l i i t h b Ud Tekan yang tidak menggunakan resistor) 500 kV di GI Ungaran.

25

Lanjutan 2.5.
PMT DENGAN MEDAN MAGNET

Pemotong Busur

Lintasan Busur Listrik Arah G k A h Gerak

Kontak Diam

Medan Magnet

Kontak Gerak

PMT Medan Magnet.

26

Lanjutan 2.5.
G

PMT HAMPA
S

M T

PMT Vakum buatan ABB tipe VD4.

Konstruksi ruang pemadaman PMT Vakum secara umum.


B Bellows konstruksi harmonika (logam bergelombang) E Ceramic or glass bottle keramik atau botol kaca F, F M Arcing contacts kontak kontak kontak-kontak busur listrik G Fixed electrode elektroda tetap N Moving electrode elektroda bergerak S Metal shield pelindung dari logam T Bellows shield pelindung logam bergelombang

27

2.6. TRANSIENT REVOVERY VOLTAGE


K.J K.T

(a)

ef eg
d

to

t1 t2 if t3
Waktu (t)

(b)

Transient Recovery Voltage


(c)
Derajat Isolasi PMT (KV)

1 (berhasil)
Inti Busur Plasma Gas Panas

ef 2 (gagal)

Proses terjadinya busur listrik pada kontak-kontak sakelar K.J = Kontak Jalan K.T K T = Kontak Tetap
L
PMT F

0
eg
C

t (waktu)

ef

Pemulihan derajat isolasi PMT (kurva 1 dan kurva 2) serta Transient Recovery Voltage : ef Skema 1 fasa dari saluran Transmisi

28

3.1. SISTEM PROTEKSI

TA C

Poros Keping imbas

Keping imbas E D Pal penutup kontak p p _ Manual Trip

+ PMT TC IT

Bagan rangkaian listrik untuk sistem proteksi (prinsip kerja relai elektromekanik).

A = Kumparan Imbas TA = Transformator Arus B = Elektromagnet untuk menutup kontak C C = Kontak penutup rangkaian kumparan imbas D = Pal penutup kontak yang terletak pada keping imbas, berputar bersama keping imbas E = Kontak-kontak yang ditutup oleh pal D TC = Trip Coil yang menjatuhkan PMT IT = Instantaneous Trip

29

3.2. MEKANISME PENGGERAK PMT

Konduktor Pandangan Depan Isolator Kontak Diam Kontak Bergerak Engsel Engkol
Kontak Diam Engkol Ganjal Roda Penggerak Kontak Bergerak Kumparan untuk Penahan Ganjal Arah Roda Penggerak Roda Penggerak Kumparan Trip Konduktor Pandangan Depan Isolator Engsel

Pandangan Samping Roda Gigi dengan Perbandingan 1:2

2 1 Engsel Poros P Roda Penggerak

Pegas Tarik

Kumparan untuk memasukkan PMT Penahan Ganjal Arah Roda a oda Penggerak Roda Penggerak Ganjal Roda Penggerak Kumparan Trip

Penahan G j P h Ganjall

Penahan Ganjal

Roda Pengisi Pegas dengan Gigi Bebas untuk Arah

penggerak PMT yang menggunakan pegas d l dalam keadaan PMT tertutup k d dilihat dari sisi depan.

Mekanisme penggerak PMT yang k dalam keadaan k d menggunakan pegas d l PMT terbuka dilihat dari sisi depan.

Mekanisme penggerak PMT yang k dilihat d i i i menggunakan pegas dilih dari sisi samping.

30

3.3. PENGAWATAN SEKUNDER

Saluran Tegangan Tinggi

+
OCR TA K1 K3 K9 MA K2

+ 120 V +
Alarm Al

GFR

PMT

TC

Merah

CC Hijau

K10
Tombol Reset

_ _ 120 V

K4

K5

K6 K7

K8

Pengawatan Sekunder sebuah Saluran Tegangan Tinggi yang diproteksi dengan P t S k d b hS l T Ti i di t k id Relai Arus Lebih dan Relai Gangguan Hubung Tanah.
TA = Transformator Arus, TT = Transformator Tegangan, PMT = Pemutus Tenaga OCR = Relai Arus Lebih, GFR = Relai Gangguan Hubung Tanah, TC = Trip Coil CC = Cl i C il MA = M Closing Coil, Magnetic Al ti Alarm, ----- = menggambarkan h b b k hubungan mekanis k i Kontak-kontak K3 dan K9 hanya menutup apabila ditekan. Apabila tidak ditekan maka akan membuka.

31

3.4. PROSEDUR MEMBEBASKAN TEGANGAN

Pusat Listrik A A11

A1 A12

Pht1 A13 B13 B12

B1 B11

GI B

A2 A21 A22

Pht2 A23 B23 B22

B2 B21

Prosedur Pembebasan Tegangan pada Penghantar No. 1 antara Pusat Listrik A dan GI B.

32

3.5. MENYANGKUT 3 KELOMPOK KERJA :


1. 1 Operator Sistem : O t Si t Menentukan Jadwal : Tanggal dan Jam Menjamin tidak terjadi Overload 2. Penguasa Instalasi : Melaksanakan Pembukaan PMT dan PMS. Menjamin tidak d M j i tid k ada pemasukan T k Tegangan selama l pekerjaan 3. Regu Kerja Saluran Melaksanakan Pekerjaan Perbaikan Menjamin Pekerjaan berlangsung dengan selamat.
33

3.6. PROSEDUR MEMINDAH BEBAN/TRAFO PS TANPA PEMADAMAN

1. 2. 3. 3 4. 4

Masukkan PMT Kopel Masukkan PMS No. 2 Buka B k PMS No. 1 (Uj N (Ujung-ujung PMS t j tegangannya sama karena PMT Kopel Masuk) Buka PMT Kopel

Catata Catatan : A. Harus ada Engineer yang menjamin bahwa PMT Kopel boleh dimasukkan B. Langkah 2 dan Langkah 3 tidak boleh terbalik
34

3.7. SPESIFIKASI TEKNIS PMT


1. Dalam Operasi Normal : Tegangan Nominal Arus N i l A Nominal Dalam Operasi Tidak Normal Tegangan lebih berapa lama Arus lebih berapa lama Dalam memutus Gangguan : a. Kecepatan membuka b. Kemampuan memutus Arus Gangguan c. Kemampuan Termis Outdoor atau Indoor Harus ada Type Test
35

2.

3. 3

4. 5.

3.8. TUJUAN PENTANAHAN TITIK NETRAL


Pusat Listrik Saluran Transmisi Gardu Induk JTM
JTM

R Di Pusat Listrik : = Untuk memblokir Gangguan Hubung Tanah = Untuk menghemat Tingkat Isolasi Dasar Gardu Distribusi

Di Gardu Induk (GI) : = Untuk menghemat Tingkat Isolasi Dasar

Di Jaringan Tegangan Menengah (JTM) : R = Untuk membatasi Arus Hubung Tanah, melindungi Kabel Tanah

JTR

Di Gardu Distribusi (GD) : = Untuk memblokir Gangguan Hubung Tanah = Untuk mengusahakan agar kawat Netral potensialnya mendekati potensial tanah

APP IR

36

3.9. TUJUAN PENTANAHAN LOGAM INSTALASI

R = Tahanan Pentanahan Vs = Tegangan Sentuh Vl = Tegangan Langkah Makin tinggi nilai R makin tinggi nilai Vs (kurva 2) Nilai Vl dipengaruhi oleh besarnya arus hubung tanah

37

3.10 TIMBULNYA TEGANGAN SENTUH DAN TEGANGAN LANGKAH 1. Sewaktu ada sambaran Petir 2. Sewaktu ada Gangguan Hubung Tanah 3. 3 Sewaktu sentuh makin besar kalau nilai tahanan tanah tinggi 4. Tegangan langkah makin besar kalau arus g gg gangguan hubung tanah tinggi g gg 5. Bagaimana tubuh manusia yang paling peka : Jantung J t
38

3.11. ALAT PENTANAHAN

1. Batang Pentanahan g

2. Pelat Tembaga g

3. Anyaman y

39

3.12. CONTOH KABEL TANAH 150 KV

40

Lanjutan 3.12.

KABEL 150 kV

41

3.13. PREDICTIVE MAINTENANCE

1. Berdasarkan Analisa Rekaman Data : a. Tahanan Isolasi b. Analisa gas minyak Trafo c. Pemutusan arus PMT d. Pengamatan Partial Discharge Di h e. Suhu bantalan Generator/Motor 2. Analisa Foto Sinar Infra Merah 3. 3 Analisa Foto Ultra Violet
42