Anda di halaman 1dari 11

TANTANGAN UNTUK MENJADI SEORANG AUDITOR INTERNAL YANG PROFESIONAL (CHALLENGE TO BE THE PROFESSIONAL INTERNAL AUDITOR) Makalah (Paper)

ini telah dipresentasikan pada acara Seminar (Kuliah Umum) di STIE Trisakti Jakarta pada hari Sabtu tanggal 8 Desember 2007 Oleh : Muh. Arief Effendi, SE, MSi,Ak, QIA *) A. Pendahuluan

Pengertian audit internal menurut Professional Practices Framework: International Standards for The Professional Practice of Internal Audit, IIA ( 2004) adalah suatu aktivitas independen, yang memberikan jaminan keyakinan serta konsultasi (consulting) yang dirancang untuk memberikan suatu nilai tambah (to add value) serta meningkatkan (improve) kegiatan operasi organisasi. Internal auditing membantu organisasi dalam usaha mencapai tujuannya dengan cara memberikan suatu pendekatan disiplin yang sistematis untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektifitas manajemen risiko (risk management), pengendalian (control) dan proses tata kelola (governance processes). B. Perkembangan Profesi Profesi audit internal mengalami perkembangan cukup berarti pada awal abad 21, sejak munculnya kasus Enron & Worldcom yang menghebohkan kalangan dunia usaha. Meskipun reputasi audit internal sempat terpuruk oleh berbagai kasus kolapsnya beberapa perusahaan tersebut yang melibatkan peran auditor, namun profesi auditor internal ternyata semakin hari semakin dihargai dalam organisasi.Saat ini profesi auditor internal turut berperan dalam implementasi Good Corporate Governance (GCG) di perusahaan maupun Good Government Governance (GGG) di pemerintahan. C. Kebutuhan tenaga Internal Auditor Profesi auditor internal sangat dibutuhkan oleh suatu organisasi apapun, baik perusahaan swasta, BUMN/BUMD, perusahaan multinasional, perusahaan asing, pemerintahan, lembaga pendidikan dan Organisasi Nir Laba. Dalam melakukan rekrutmen terhadap tenaga auditor internal untuk suatu organisasi, selain dapat diambil dari karyawan / staf dari bagian / Divisi lain, juga diperoleh dari pihak luar organisasi, baik yang telah berpengalaman maupun yang baru lulus dari perguruan tinggi (fresh graduate). Persaingan untuk memperebutkan posisi auditor internal ternyata lebih ketat dibandingkan posisi tenaga staf akuntansi (accounting staff) atau auditor untuk Kantor Akuntan Publik (KAP), sebab auditor internal dapat diperebutkan oleh lulusan dari berbagai disiplin ilmu serta berbagai pengalaman kerja.

Berikut beberapa organisasi yang memerlukan tenaga auditor internal :

NO. 1 2

ORGANISASI BUMN / BUMD Departemen / Lembaga Pemerintah

3 4 5 6

Pemerintah Daerah (PEMDA) Lembaga Pendidikan / Universitas Perusahaan (Swasta, Multi Nasional, Asing) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)

UNIT KERJA Satuan Pengawasan Intern (SPI)  Inspektorat Jenderal Departemen.  Unit Pengawasan Lembaga  Badan Pengawasan Keuangan & Pembangunan (BPKP)  Badan Pengawasan Daerah (Bawasda)  Badan Audit Internal  Dewan Audit  Dept. Audit Internal  Unit Audit Internal

D. Standar Profesi 1. Nasional Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal pada tanggal 12 Mei 2004 telah menetapkan Standar Profesi Audit Internal (SPAI) dan wajib diterapkan semua anggota organisasi profesi yang tergabung dalam konsorsium dan mulai berlaku tanggal 1 Januari 2005. Konsorsium merekomendasikan anggota IIA Indonesia Chapter, Forum Komunikasi Satuan Pengawasan Intern (FK SPI) BUMN/BUMD, Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA), Dewan Sertifikasi Qualified Internal Auditor (QIA) dan Perhimpunan Auditor Internal Indonesia (PAII) agar segera memasukkan (mengadopsi) jiwa yang terdapat dalam butir-butir standar ini kedalam Audit Charter, pedoman, kebijakan serta prosedur audit internal yang ada pada organisasi masing-masing. 2. Internasional The Standards for The Professional Practice of Internal Auditing (SPPIA) tahun 2002 yang ditetapkan oleh The Institute of Internal Auditors mulai berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2002 merupakan revisi dari SPPIA tahun 1999. Tujuan dari SPPIA adalah : y Menggambarkan dengan jelas bahwa prinsip dasar dari pelaksanaan audit internal diterapkan. y Menyiapkan kerangka pelaksanaan dan promosi aktivitas audit internal yang lebih luas dengan nilai tambah. y y Menetapkan basis pengukuran pada pelaksanaan audit internal. Membantu perkembangan organisasi dalam proses dan operasinya.

Auditor internal merupakan suatu profesi yang memiliki peranan tertentu yang menjunjung tinggi standar terhadap mutu (kualitas) pekerjaannya. Kepatuhan / ketaatan terhadap SPPIA adalah sangat penting supaya terdapat kesamaan dalam wewenang, fungsi dan tanggungjawab para auditor internal. E. Kode Etik Profesi audit internal memiliki kode etik profesi yang harus ditaati dan dijalankan oleh segenap auditor internal. Kode etik tersebut memuat standar perilaku sebagai pedoman bagi seluruh auditor internal. 1. Nasional. Konsorsium Organisasi Profesi Auditor Internal (2004) telah menetapkan kode etik bagi para auditor internal yang terdiri dari 10 hal sebagai berikut : a. Auditor internal harus menunjukkan kejujuran, obyektivitas dan kesanggupan dalam melaksanakan tugas dan memenuhi tanggungjawab profesinya. b. Auditor internal harus menunjukkan loyalitas terhadap organisasinya atau terhadap pihak yang dilayani. Namun demikian, auditor internal tidak boleh secara sadar terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang menyimpang atau melanggar hukum. c. Auditor internal tidak boleh secara sadar terlibat dalam tindakan atau kegiatan yang dapat mendiskreditkan profesi audit internal atau mendiskreditkan organisasinya. d. Auditor internal harus menahan diri dari kegiatan-kegiatan yang dapat menibulkan konflik dengan kepentingan organisasinya atau kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan prasangka, yang meragukan kemampuannya untuk dapat melaksanakan tugas dan memenuhi tanggungjawab profesinya secara obyektif. e. Auditor internal tidak boleh menerima sesuatu dalam bentuk apapun dari karyawan, klien, pelanggan, pemasok ataupun mitra bisnis organisasinya, yang dapat atau patut diduga dapat mempengaruhi pertimbangan profesionalnya. f. Auditor internal hanya melakukan jasa-jasa yang dapat diselesikan dengan menggunakan kompetensi profesional yang dimilikinya. g. Auditor internal harus mengusahakan berbagai upaya agar senantiasa memenuhi Standar Profesi Audit Internal. h. Auditor internal harus bersikap hati-hati dan bijaksana dalam menggunakan informasi yang diperoleh dalam pelaksanaan tugasnya. Auditor internal tidak boleh menggunakan informasi rahasia (i) untuk mendapatkan keuntungan pribadi, (ii) secara melanggar hukum, (iii) yang dapat menimbulkan kerugian terhadap organisasinya.

i. Dalam melaporkan hasil pekerjaannya, auditor internal harus mengungkapkan semua fakta-fakta penting yang diketahuinya, yaitu fakta-fakta yang jika tidak diungkap dapat (i) mendistorsi laporan atas kegiatan yang direview, atau (ii) menutupi adanya praktik-praktik yang melanggar hukum. j. Auditor internal harus senantiasa meningkatkan kompetensi serta efektivitas dan kualitas pelaksanaan tugasnya. Auditor internal wajib mengikuti pendidikan profesional berkelanjutan. 2. Internasional Terdapat 4 (empat) prinsip yang harus dipegang teguh dan diterapkan oleh auditor internal menurut IIA yaitu : Integrity , Objectivity, Confidentiality dan Competency THE INSTITUTE OF INTERNAL AUDITORSCODE OF ETHICS ROLE OF CONDUCT (Adopted by The IIA Board of Directors, June 17, 2000)
NO 1 ROLE OF CONDUCT Integrity INTERNAL AUDITOR SHALL :
perform their work with honesty, diligence, and responsibility. observe the law and make disclosures expected by the law and the profession. not knowingly be a party to any illegal activity, or engage in acts that are discreditable to the profession of internal auditing or to the organization. respect and contribute to the legitimate and ethical objectives of the organization. not participate in any activity or relationship that may impair or be presumed to impair their unbiased assessment. not accept anything that may impair or be presumed to impair their professional judgment. disclose all material facts known to them that, if not disclosed, may distort the reporting of activities under review. be prudent in the use and protection of information acquired in the course of their duties. not use information for any personal gain or in any manner that would be contrary to the law or detrimental to the legitimate and ethical objectives of the organization. engage only in those services for which they have the necessary knowledge, skills, and experience. perform internal auditing services in accordance with the International Standards for the Professional Practice of Internal Auditing. continually improve their proficiency and the effectiveness and quality of their services.

Objectivity

Confidentiality

Competency

F. Organisasi Profesi 1. Nasional. a. Forum Komunikasi Satuan Pengawasan Intern (FK SPI) Forum ini awalnya bernama FKSPI BUMN/BUMD karena anggotanya para auditor internal yang bekerja pada Satuan Pengawasan Intern (SPI) di BUMN/BUMD. Sehubungan dengan keanggotaan yang terbuka bagi auditor intern yang bekerja di sektor perusahaan swasta, multi nasional maupun asing maka berubah menjadi FK SPI. b. Perhimpunan Auditor Internal Indonesia (PAII) Organisasi ini menghimpun para auditor internal yang telah memiliki gelar Qualified Internal Auditor (QIA). c. Asosiasi Auditor Internal (AAI)

Anggota AAI tersebar di seluruh Indonesia baik yang berasal dari BUMN/BUMD/Swasta. AAI juga membuka keanggotaan dengan auditor internal dari perguruan tinggi berstatus Badan Hukum Milik Negara dan perusahaan baik BUMN/BUMD maupun privat. Visi AAI adalah menjadi organisasi profesi terdepan sebagai agen perubahan di bidang audit intern. Sedangkan misi AAI yaitu : 1). Menyediakan wadah untuk meningkatkan kompetensi dan integritas anggota secara berkesinambungan; 2). Mendorong pemberdayakan fungsi dan peran auditor internal; 3). Meningkatkan kualitas auditor internal sesuai tuntutan perkembangan lingkungan dan standar profesi; 4). Membangun komitmen anggota dalam pengembangan profesionalisme audit intern. AAI akan menyelenggarakan Ujian Sertifikasi Auditor Internal untuk meningkatkan penguasaan auditor atas pengetahuan dan komptensi teknis dibidang pelaporan keuangan (financial reporting), Corporate Governance, dan pengawasan perusahaan (corporate control). Juga dalam hal Pencegahan Kecurangan (Fraud Prevention), Pendeteksian Kecurangan (Fraud Detection), dan Penginvestigasian Kecurangan (Fraud Investigation). Ke depan AAI akan menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSF) untuk profesi auditor internal. 2. Internasional

Satu-satunya organisasi profesi yang menghimpun para auditor internal se dunia adalah The Institute of Internal Auditor (IIA). Masing-masing Negara memiliki perwakilan IIA yang beranggotakan pemegang gelar Certified Internal Auditor (CIA), Indonesia juga memiliki yaitu IIA Indonesia Chapter. Setiap tahun IIA mengadakan konferensi internasional yang dihadiri oleh para auditor internal se dunia. Pada tanggal 8-11 Juli 2007, telah diselenggarakan konferensi internasional (International Conference) para auditor internal di Amsterdam, Belanda. G. Sertifikasi 1. Nasional. a. Qualified Internal Auditor (QIA) QIA adalah gelar kualifikasi dalam bidang internal auditing, yang merupakan simbol profesionalisme dari individu yang menyandang gelar tersebut. Gelar QIA juga merupakan pengakuan bahwa penyandang gelar telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sejajar dengan kualifikasi internal auditor kelas dunia. QIA diberikan oleh Dewan Sertifikasi yang terdiri dari unsur-unsur organisasi profesi internal audit terkemuka di Indonesia yaitu unsur Badan Pengawasan Keuangan & Pembangunan (BPKP), Forum Komunikasi Satuan Pengawasan Intern , The Institute of Internal Auditor (IIA) Indonesia Chapter, Perhimpunan Auditor Internal Indonesia (PAII), YPIA dan akademisi serta praktisi bisnis yang memiliki kompetensi dan komitmen terhadap internal auditing. Sampai saat ini, YPIA adalah satu-satunya lembaga yang diberi wewenang oleh Dewan Sertifikasi untuk menyelenggarakan pendidikan dan Ujian Sertifikasi QIA. Gelar QIA dapat diperoleh oleh seorang auditor setelah menjalani serangkaian pelatihan / ujian sertifikasi dan dinyatakan lulus yang dilaksanakan oleh Institut Pendidikan Audit Manajemen / Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA) yang terdiri dari 5 (lima) jenjang, sebagai berikut : j Pelatihan Audit Intern Tingkat Dasar I. j Pelatihan Audit Intern Tingkat Dasar II j Pelatihan Audit Intern Tingkat Lanjutan I j Pelatihan Audit Intern Tingkat Lanjutan II j Pelatihan Audit Intern Tingkat Manajerial. b. Professional Internal Auditor (PIA)

Pusat Pengembangan Akuntansi & Keuangan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PPAK STAN) memberikan pengakuan berupa pemberian sertifikat Professional

Internal Auditor (PIA) terhadap peserta Pendidikan & Pelatihan (diklat) auditor internal yang telah menyelesaikan 5 tahapan diklat auditor internal yaitu : 1). Diklat Dasar-dasar Audit. 2). Diklat Audit Operasional. 3). Diklat Psikologi dan Komunikasi Audit. 4). Diklat Audit Kecurangan. 5). Diklat Pengelolaan Tugas-tugas Audit. Selain kepada peserta diklat yang telah mengikuti kelima tahapan diklat tersebut, sertifikat Professional Internal Auditor juga diberikan bagi para Kepala Satuan Pengawas Intern dan Kepala Badan Pengawas Daerah yang telah mengikuti Diklat Khusus yang diselenggarakan oleh PPAK STAN. 2. Internasional Certified Internal Auditor (CIA) merupakan satu-satunya sertifikasi bidang audit internal yang diakui secara internasional. Gelar CIA saat ini dijadikan sebagai salah satu pengakuan atas integritas, profesionalisme dan kompetensi pemegangnya di bidang audit internal. Pemegang sertifikat CIA akan mendapat pengakuan yang tinggi karena program CIA terkenal memiliki standar pengetahuan, integritas dan profesionalisme yang tinggi pula. Sertifikasi yang dikeluarkan oleh The Institute of Internal Auditors (The IIA) ini diberikan kepada kandidat yang telah lulus dalam 4 (empat) bagian (part) ujian, sbb : NEW CIA EXAM (Effective as of May 2004)
PART I The Internal Audit Activitys Role in Governance, Risk and Control.
A. Comply with the IIAs Atribute Standard (15 25 %). B. Establish a Risk-based Plan to Determine the Priorities of the Internal Audit Activity (15 25 %). C. Understand the Internal Audit Activitys Role in Organizational Governance (10-20%). D. Perform Other Internal Audit Roles andResponsibilities (0-10%). E. Governance, Risk and Control Knowledge Elements (15-25%). F. Plan Engagements (15-25%) A. Conduct Engagement (25-35%). B. Conduct Spesific Engagement (25-35%). C. Monitor Engagement Outcome (515%). D. Fraud Knowledge Elements (5-15%). E. Engagement Tools (15-25%). A. Business Processes (15-25%). B. Financial Accounting & Finance (1525%). C. Managerial Accounting (10-20%).

125 multiple choice questions.

PART II

Conducting the Internal Audit Engagement Business Analysis & Information

125 multiple choice questions.

PART III

125 multiple choice questions.

Technology PART IV Business Management Skills

D. Regulatory, Legal & Economics (515%). E. Information Technology IT (30-40%). A. Strategic Management (20-30%). B. Global Business Environtments (1525%). C. Organization Behavior (20-30%). D. Management Skills (20-30%). E. Negotiating (5-15%).

125 multiple choice questions.

H. Pendidikan Profesi berkelanjutan (Continued Profession Education) Sebagai sebuah profesi, organisasi profesi internal auditor mensyaratkan para anggotanya untuk selalu meningkatkan pengetahuan & ketrampilan melalui Pendidikan Profesi berkelanjutan (PPL). Pemegang gelar QIA yang dikeluarkan oleh Dewan sertifikasi QIA harus menjalani PPL sbb : NILAI KREDIT PPL QIA

NO JALUR
1 PENDIDIKAN

KREDIT PPL
1. Peserta seminar / pelatihan / workshop di Dalam Negeri. 2. Peserta seminar / pelatihan / workshop di Luar Negeri. 3. Moderator seminar. 4. Pembicara seminar. 5. Pengajar Pelatihan Bidang Auditing (Related to Auditing). 6. Kegiatan pembinaan & pengembangan auditor di Kantor Sendiri. 1. Penulisan artikel. 2. Penulisan Diktat (Modul). 3. Penterjemahan Buku 4. Penulisan Buku 5. Editor / penyunting penulisan buku. Praktek sebagai auditor dalam 1 tahun penuh .

NILAI KREDIT
10 Jam / hari 20 Jam / hari 20 Jam 40 Jam sesuai jam efektif mengajar. Sesuai jam efektif.

PUBLIKASI

20 jam / tiap artikel. 30 jam / tiap diktat (modul). 30 jam / tiap buku 60 jam / tiap buku 30 jam / tiap buku Diberi kredit sesuai dengan jam penugasan, dengan kedit max 30 jam per tahun

PRAKTISI

I.

Tantangan Internal Auditor Abad 21 (Challenge of The 21st Century Internal Auditor).

Beberapa tantangan yang harus dihadapi auditor internal pada abad 21 antara lain sbb : 1. Orientasi berbasiskan risiko (Risk- based Orientation).

Auditor internal harus merubah pendekatan dari audit secara konvensional menuju audit berbasiskan risiko (risk based audit approach). Pola audit yang didasarkan atas pendekatan risiko yang dilakukan oleh auditor internal lebih difokuskan terhadap masalah parameter risk assesment yang diformulasikan pada

risk based audit plan. Berdasarkan risk assesment tersebut dapat diketahui risk matrix, sehingga dapat membantu auditor internal untuk menyusun risk audit matrix. Manfaat yang akan diperoleh auditor internal apabila menggunakan risk based audit approach, antara lain auditor internal akan lebih efisien & efektif dalam melakukan audit, sehingga dapat meningkatkan kinerja Departemen Audit internal. Auditor internal juga harus berubah dari paradigma lama menuju paradigma baru, yang ditandai dengan perubahan orientasi dan peran profesi internal auditor. Perbedaan pokok antara paradigma lama dengan paradigma baru sebagai berikut :

URAIAN
Peran Pendekatan Sikap Ketaatan / kepatuhan Fokus Komunikasi dengan manajemen Audit Jenjang karir

PARADIGMA LAMA
Watchdog Detektif (mendeteksi masalah) Seperti Polisi Semua policy / kebijakan Kelemahan / penyimpangan terbatas

PARADIGMA BARU
Konsultan & Katalis Prefentif (mencegah masalah) Sebagai mitra bisnis / customer Hanya policy yang relevan Penyelesaian (solusi) yang konstruktif Reguler

Financial / compliance audit Sempit (hanya auditor)

Financial, compliance, operasional audit. Berkembang luas (dapat berkarir di bagian / fungsi lain)

2. Perspektif global (Global Perspective). Auditor internal harus berpandangan luas dan dalam menilai sesuatu secara global bukan secara sempit (mikro). Pada era globalisasi saat ini, sudah tidak ada lagi batas-batas antar negara dalam menjalankan bisnis. 3. Governance Expertise. Auditor internal harus melaksanakan prinsip tata kelola perusahaan yang baik yaitu Good Corporate Governance (GCG) serta tata pemerintahan yang baik yaitu Good Goverment Governance (GGG). Auditor internal harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang GCG & GGG. Auditor internal berperanan penting dalam implementasi GCG di perusahaan dan GGG di pemerintahan. Efektivitas sistem pengendalian internal dan auditor internal merupakan salah satu kriteria penilaian dalam implementasi GCG.Para auditor internal harus menggunakan kompetensi yang dimiliki dan agar bekerja secara profesional sehingga dapat bernilai tambah (added value) bagi organisasinya. Agar auditor internal bernilai tambah, maka hendaknya dapat melakukan asesmen atas : a. Operational & quality efefctiveness.

b. c. d. e. f. g.

Business Risk Business & process control. Process & business efficiencies. Cost reduction opportunities. Waste elimination opportunities. Corporate governance efectiveness.

4. Technologically Adept. Auditor internal harus senantiasa mengikuti perkembangan teknologi, terutama Teknologi Informasi. Auditor internal harus memiliki technology proficiency, misalnya ahli dibidang Audit Sistem Informasi (System Information Audit). Apabila diperlukan auditor internal dapat mengambil gelar sertifikasi Certified Information System Audit (CISA). Selain itu auditor internal harus dapat menggunakan kemampuan di bidang teknologi (technologicall skills) untuk menganalisis / mitigasi risiko, perbaikan proses ( improve process) dan evaluasi efisiensi (upgrade efficiency). 5. Business Acumen. Auditor internal harus memiliki jiwa entrepeneurship yang tinggi, sehingga mengikuti setiap perkembangan dalam proses bisnis (business process). Pada masa lalu auditor internal lebih mengedepankan perannya sebagai watchdog, saat ini auditor internal diharapkan lebih berperan sebagai mitra bisnis (business partner) bagi manajemen dan lebih berorientasi untuk memberikan kepuasan kepada jajaran manajemen sebagai pelanggan (customer satisfaction). 6. Berpikir kreatif & solusi masalah (Creative Thinking & Problem Solving). Auditor internal harus selalu berpikir positif dan inovatif serta lebih berorientasi pada pemecahan masalah. Untuk menjadi problem solver auditor internal memerlukan pengalaman bertahun-tahun melakukan audit berbagai fungsi / unit kerja suatu organisasi / perusahaan. 7. Strong Ethical Compass. Auditor internal harus selalu menjaga kode etik dan moralitas yang berlandaskan ajaran agama dalam menjalankan tugas, sehingga terhindar dari perilaku yang tidak terpuji. 8. Communication Skills.

Pekerjaan auditor internal berhubungan erat dengan unit organisasi lain, yaitu manajemen, komite audit, auditor eksternal (Kantor Akuntan Publik), oleh karena itu auditor internal harus menjalin komunikasi yang baik dengan pihak-pihak lain tersebut. Dalam hal ini, auditor internal perlu memiliki kemampuan dalam bidang komunikasi, baik lisan maupun tertulis. J. Kesimpulan

Untuk menjadi auditor internal yang profesional terdapat beberapa hal yang perlu dilaksanakan oleh para auditor internal, sbb : 1. Auditor internal melaksanakan standar profesional serta kode etik profesi yang ditetapkan oleh organisasi profesi secara konsisten. 2. Auditor internal harus senantiasa mengikuti perkembangan mutakhir lingkungan bisnis yang sangat cepat serta teknologi informasi yang pesat. 3. Auditor internal harus selalu mengikuti perkembangan terbaru tentang konsep & teknik dalam internal auditing melalui Pendidikan profesi berkelanjutan (PPL). 4. Auditor internal harus selalu meningkatkan kemampuan dibidang komunikasi (communication skills) baik lisan maupun tertulis.