Anda di halaman 1dari 14

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
A. Bab I
y Latar belakang ... 2
y Tujuan ... 2
B. Bab II
y Korosi ...................... 3
y Faktor yang mempengaruhi . 6
y Cara pencegahan 8
y Kerugian 9
C. Bab III
y Metode Penelitian 10
y Soal dan Pembahasan 14






2


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Korosi adalah reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat
dilingkungannya
yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tak dikehendaki. Dalam kehidupan sehari-
hari dapat dinamakan atau disebut juga Perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim
adalah perkaratan besi. Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan
oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya berupa oksida atau
karbonat, Rumus Kimia karat besi adalah FeO.xHO. korosi merupakan proses
elektrokimia pada korosi besi, bagian tertentu dari besi itu berlaku sebagai katode
dimana oksigen tereduksi.

B. Tujuan
Dengan melakukan percobaan ini kita dapat mengetahui :

1. Proses terjadinya korosi pada besi
2. Perbandingan antara air matang,air mentah dan air garam dalam peristiwa
korosi pada besi,
3. Kecepatan korosi yang terjadi
4. Mengetahui penyebap terjadinya kororsi
5. Mengidentifikasi factor faktor yang memengaruhi korosi besi
3


BAB II
PEMBAHASAN

A. Korosi

Korosi adalah reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di
lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tak dikehendaki. Dalam
bahasa sehari-hari korosi disebut perkaratan . contoh korosi yang paling lazim adalah
perkaratan besi.
1. Bagaiman korosi terjadi?
Berdasarkan jenisnya, korosi dibedakan sebagai berikut.
1. Korosi basah (lembap)
Korosi ini dapat dijelaskan dengan konsep elektrokimia. Korosi basah terjadi pada
suhu 25C.
2. Korsi kering (dry corrosion)
Korosi ini dapat dijelaskan dengan peristiwa difusi pada suhu tinggi.
2. Lingkungan penyebab korosi
Peristiwa korosi logam dapat dijelaskan dengan perinsip elektrokimia. Berbagai proses
yang terjadi pada elektroda memerlukan pontensial elektroda yang lebih besar dari
perhitungan. Pontesial tambahan ini disebut over voltage . besi berkarat karena terbentuk
senyawa Fe
2
O
3
nH
2
O .
4


Fe(s)Fe
2+
(aq)+2 e
-

O
2
+ H
2
O(I) + 2 e
-
2OH
-
(aq)
Karena disebabkan oleh over voltage setengah reaksi yAng kedua hanya terjadi pada
bagian yang tidak murni atau bagian yang cacat dipermukaan besi.
Mekanisme korosi dapat ditulis sebagai berikut :
1. Oksidasi besi : Fe(s)Fe2+(aq)+2 e-
2. Reduksi oksigen : O2 + H2O(I) + 2 e
-
2OH- (aq)
3. Pengendapan : Fe
2+
(aq)+2OH
-
(aq) Fe(OH)
2
(s)
4. Pembentukan karat: Fe(OH)
2
(s) + O
2
(g) + (x-1) H
2
O(I) Fe
2
O
3
+H
2
O
Fe(s) +3/4 O
2
(g)+H
2
O(I) Fe
2
O
3
H
2
O
2 Fe (s) +1,5 O
2
(g)+n H
2
O(I) Fe
2
O
3
nH
3
O
Berdasarkan tempatnya lingkungan penyebab korosi dapat dibedakan menjadi lingkungan
udara , lingkungan dalam tanah , dan lingkungan air.
a. Lingkungan udara
Korosi dalam lingkungan udara disebabkan adanya oksigen dan kelebaban udara. Kandungan
oksigen dalam udara dapat dikatakan tepat. Jadi, disini yang besar pengaruhnya terhadap
korosi adalah faktor kelebapan udara. Selain itu , udara yang dikotori oleh zat-zat kimia tertentu
juga merupakan suatu lingkungan yang korosif. Lingkungan udara korosif yang disebabkan oleh
5


bahan pencemaran dapat dibedakan menjadi lingkungan udara industri, lingkungan udara laut ,
dan lingkungan udara daerah pedalaman.
b. Lingkungan dalam tanah
Korosi dalam tanah dipengaruhi oleh kandungan air (kelembapan tanah) . kandungan oksigen
serta kandungan garam-garam. Faktor lain seperti keasamaan dan kereaktifan bakteri juga akan
berpengaruh terhadap korosi logam dalam tanah.
c. Lingkungan air
Lingkungan air laut merupakan lingkungan penyebab korosi yang cukup besar. Korosi dalam air
laut terutama dipengaruhi oleh kandungan garam , kandungan oksigen , dan mikroorganisme.
Dalam lingkungan air tawar ,korosi dipengaruhi adanya terlarut, kandungan asam dan
kemampuan untuk membentuk film pelindung. Pada air sada, kalsium , dan magnesium
karbonat sering mengendapn diatas permukaan logam, sehingga melindungi logam tersebut
terhadap serangan korosi. Tetapi pada keadaan tertentu , tidak tidak semua permukaan logam
tersebut dilapisi oleh endapan garam. Sehingga pada daerah tersebut akan terkena korosi.
Apabila logam tersebut bersentuhan dengan oksigen dan air.dalam lingkungan yang bersifat
asam , reaksi yang terjadi merupakan reaksi redoks.
Besi dioksidasi dan berubah menjdi ion besi (II) sehingga logam besi bertindak sebagai anoda.
Ion besi (II) yang terjadi terus dioksidasi oleh molekul-molekul O
2
membentuk ion besi (III) .ion
6


besi (III) akhirnya membentuk senyawa oksida besi (III) terhidrasi yang dikenal sebagai besi
bekarat.
Reaksi yang terjadi sebagai berikut.
Anoda : 2Fe
2+
2Fe
3+
+ 2e
-
E= -0.77V x2
Katoda : O
2
+ 4H
+
+4e
-
2H
2
O E= +1,23V x1
4Fe
2+
(aq)+O
2
(g)+4H
+
(aq)4Fe
3+
(aq)+2H
2
O(l) E
sel
= +0.31 V
Secara umum reaksi pembentukan karat dapat ditulis sebagai berikut
2Fe(s) + 3/20
2
(g) + xH
2
O(l) Fe
2
O
3
xH
2
O
Senyawa Fe
2
O
3
xH
2
O adalah rumus kimia besi berkarat.
B. Faktor-faktor yang mempengaruhi Korosi
1. Oksigen terlarut ( DO = Dissolved oxygen ) DO berperan dalam
sebagian proses korosi, bila konsentrasi DO naik, maka kecepatan korosi
akan naik.

2. Zat padat terlarut jumlah ( TDS = total dissolved solid ) konsentrasi TDS
sangatlah penting, karena air yang mengandung TDS merupakan
penghantar arus listrik yang baik dibandingkan dengan air tanpa TDS.
Aliran listrik diperlukan untuk terjadinya korosi pada pipa logam, oleh
karena itu jika TDS naik, maka kecepatan korosi akan naik.
7



3. pH dan Alkalinitas mempengaruhi kecepatan reaksi, pada umumnya pH
dan alkalinitas naik, kecepatan korosi akan naik.

4. Temperatur makin tinggi temperatur, reaksi kimia lebih cepat terjadi dan
naiknya temperatur air pada umumnya menambah kecepatan korosi.

5. Tipe logam yang digunakan untuk pipa dan perlengkapan pipa logam
yang mudah memberikan elektron atau yang mudah teroksidasi, akan
mudah terkorosi.

6. Aliran listrik Aliran listrik yang diakibatkan oleh korosi sangat lemah dan
isolasi dapat menghalangi aliran listrik antara logam-logam yang berbeda,
sehingga korosi galvanis dapat dihindari. Bilamana aliran listrik yang kuat
melewati logam yang mudah terkorosi, maka akan menimbulkan aliran
nyasar dari sistem pemasangan listrik di pelanggan yang tidak
menggunakan aarde, hal ini menyebabkan korosi cepat terjadi.

B a k t e r i tipe bakteri tertentu dapat mempercepat korosi, karena mereka
akan menghasilkan karbon dioksida (CO
2
) dan hidrogen sulfida (H
2
S), selama
masa putaran hidupnya. CO
2
akan menurunkan pH secara berarti sehingga
menaikkan kecepatan korosi. H
2
S dan besi sulfida, Fe
2
S
2
, hasil reduksi sulfat (SO
4
2
)
oleh bakteri pereduksi sulfat pada kondisi anaerob, dapat mempercepat korosi
bila sulfat ada di dalam air. Zat-zat ini dapat menaikkan kecepatan korosi. Jika
8


terjadi korosi logam besi maka hal ini dapat mendorong bakteri besi (iron
bacteria) untuk berkembang, karena mereka senang dengan air yang mengandung
besi.
C. Cara-cara pencegahaan korosi
Korosi menimbulkan banya kerugian karena mengurangi umur berbagai barang atau bangunan
yang menggunakan besi atau baja.sebenarnya korosi dapat dicegah dengan mengubah besi
menjadi baja tahan karat ( stainless steel) .
Cara-cara pencegahan untuk mengurai laju korosi meliputi hal-hal sebagai berikut.
a. Perlindungan Lapisan (Surface Coating)
1. Mengecat. Logam dicat dengan minyak cat yang mengandung Pb atau Zn. Pada
umumnya cat terdiri atas beberapa komponen, salah satu nya adalah pigmen (zat
pewarna yang diinginkan ). Pigmen terbuat dari suatu organ nonlogam atau logam
tertentu dan lebih baik lagi jika memakai cat yang mengandung logam yang lebih
bersifat reduktor seperti Pb dan Zn
2. Glavanising ( pelapisan dengan zink ). Digunakan pada lapisan dengan logam lain
menggunakan zink (seng) yang akan melindungi besi dari proses oksidasi.
3. Tin plating (pelapisan dengan timah). Kaleng-kaleng kemasaan terbuat dari besi
yang dilapisi dengan tiamah. Pelapisan dilakukan dengan cara elektrolisis disebut
electroplating.
9


4. Cromium plating ( lapisan dengan kromium ).kromium brmanfaat untuk memberi
lapisan pelindung yang mengkilap , misalnya untuk bumper mobil. Cromium plating
juga digunakan dengan elektrolisis.
5. Melapisi dengan minyak atau vaselin
6. Sacrificial protection ( pengorbanan anode). Magnesium adalah llogam yang jauh
lebih aktif (lebih mudah berkarat) daripada besi.
7. Melumuri dengan oli atau gemuk. Untuk berbagai perkakas besi dan mesin. Oli dan
gemuk mencegah kontak besi dengan air.
b. Menjaga bahan dari keadaan lingkungan.
1. Mengontrol kesamaan
2. Mengontrol atmosfer ( mengurangi konsntrasi O
2
dan H
2
pada permukaan besi).
3. Menjaga agar zat korosif dalam jumlah seminimal mukin.

C. Kerugian korosi
Kerugian akibat korosi sangatlah besar . korosi dapat memendekkan umur berbagai jenis
kendaraan, jembatan, peralatan, elektronika dan sebagainya.
Beberapa contoh kerusakan akibat korposi yang bisa mencelakaan kita antara lain ;
1. Jembatan yang diserang korosi, dapat runtuh sevara tiba-tiba
2. Tangga baja yang berkarat juga dapat jatuh dan menimpa manusia.
3. Meledaknya katel uap pada kapal yang diserang korosi sehingga kapal itu tenggelam
10


BAB III
METODE PENELITIAN


y Alat dan bahan
1. Paku besi
2. Gelas plastik (6buah)
3. Larutan garam
1. Air yang sudah didihkan
1. Air mentah
1. Plastik penutup 3 buah
2. amplas

y Langkah-langkah
1. Semua paku diamplas, setelah itu
2. Siapkan gelas yang masing-masing berisi air matang,air mentah< dan air garam.
Masukan paku di masing-masing gelas yang berisi air tersebut




11



NINuu0 ke I
Pelaiut
Teibuka
Teitutup



BARI KE

BARI KE

BARI KE

BARI KE

BARI KE

BARI KE

BARI KE



AIR
NATANu
TERT0T0P
Belum aua
peiubahan
Belum aua
peiubahan
Belum aua
peiubahan
Lapisan
paku
memuuai
Lapisan
paku
mulai
mulai
teikelupa
s
Teikelup
as
semakin
menyeba
i
Bauan paku
teikelupas
TERB0KA
Belum aua
peiubahan
Belum aua
peiubahan
Belum aua
peiubahan
Belum
aua
peiubaha
n
Belum
aua
peiubaha
n
Belum
aua
peiubaha
n
Lapisan paku
teikelupas

AIR
NENTAB
TERT0T0P
Belum aua
peiubahan
Belum aua
peiubahan
Belum aua
peiubahan
Belum aua
peiubahan
Belum
aua
peiubah
an
Belum
aua
peiubaha
n
Lapisan paku
mulai
mengelupas
TERB0KA
Belum aua
peiubahan
Belum aua
peiubahan
Lapisan
paku
mulai
memuuai
Lapisan
paku
tambah
banyak
memuuai
0jung
paku
teikelup
as
0jung
paku
tambah
banyak
yang
teikelupa
s
0jung paku
mulai beikaiat
tapi seuikit

AIR
uARAN
TERT0T0
P
Belum aua
peiubahan
Belum aua
peiubahan
Belum aua
peiubahan
Belum aua
peiubahan
Lapisan
paku
mulai
memuua
i
Semakin
iata
pengelup
asan
paku
Bauan paku
teikelupas
TERB0KA
Belum aua
peiubahan
Belum aua
peiubahan
Belum aua
peiubahan
Belum aua
peiubahan
Pengelu
pasan
paua
ujung
paku
Pengelup
asan
tambah
banyak
Pengelupasan
menyebai
KESINP0LAN
Paku ualam aii mentah yang teibuka melakukan peiubahan uengan cepat tapi belum beikaiat
seuangkan aii gaiam uan matang seuikit agak lama melakukan peiubahan paku aii matang
yang teitutup melakukan peiubahan uuluan uan uiikuti oleh aii gaiam uan mentah

12




NINuu0 ke II
Pelaiut
Teibuka
Teitutup

BARI KE

BARI KE

BARI KE

BARI KE

BARI KE

BARI KE

BARI KE


AIR NATANu
TERT0T0P
0jung paku
mulai
beikaiat tapi
seuikit
Kaiat
semakin
menyebai
Nulai
menyeluiuh
kaiatan
Bauan
paku mulai
beikaiat
Kaiat
mulai
menebal
Kaiat
mulai
menyelui
uh uan
tebal
Kaiat
semakin
tebal
TERB0KA
Nulai
menyeluih
teikelupasny
a paku
Nulai
timbul
kaiat tapi
seuikit
0jung paku
uilapisin
kaiat
Kaiat mulai
menyeluiu
h
Bauan
paku
beikaiat
Kaiat
semakin
tebal
Kaiat
menyelui
uh san
semakin
tebal

AIR NENTAB
TERT0T0P
Bauan paku
mulai
mengelupas
Pengelupas
an semakin
meiata
0jung paku
mulai
beikaiat
Kaiatan
semakin
tebal ui
ujung paku
Kaiat
semakin
menyelui
uh
Bauan
paku
beikaiat
Kaiat
semakin
tebal
TERB0KA
Kaiat mulai
menebal tapi
paua ujung
paku
Kaiat mulai
timbul
uibauan
paku
Kaiat mulai
menyeluiuh
kebagian
paku
Bagian
paku
beikaiat
Kaiat
mulai
menebal
Paku
semakin
tebal uan
menyelui
uh
Paku uan
aii
uipenuhi
oleh kaiat
uan
semakin
tebal

AIR uARAN
TERT0T0P
Pengelupasa
n menyebai
0jung paku
mulai
beikaiat
Peikaiatan
semakin
menyebai
Bauan paku
beikaiat
Kaiat
semakin
tebal
Aii mulai
beiubah
waina
menjaui
kuning
Kaiat
semakin
tebal uan
menyelui
uh
TERB0KA
Nulai timbul
peikaiatan
tapi seuikit
Timbul
kaiat paua
bauan paku
Kaiat mulai
menyeluiu
h
Bauan paku
beikaiat
Kaiat
semakin
tebal
Peikaiata
n semakin
menyelui
uh
Kaiat
semakin
tebal uan
menyelui
uh
KETERANuAN
Aii mentah teitutup tiap haii semakin beikaiat uan menyeluiuh seuangkan yang lainnya
peiubahan agak lama Aii matang teitutup semakin haii semakin beikaiat uan aii gaiam
melakukan peiubahan menuju beikaiat peiubahan aii mentah teitup beibanuing teibalik uaii
yang teibuka
13



Soal dan Pembahasan
1) Paku manakah yang berkarat ?
2) Samakah kecepatan berkaratnya/terbentuknya karat ? Jika berbeda urutkan
berdasarkan kecepatan berkaratnya.
3) Faktor apa sajakah yang mempengaruhi terjadinya karat ?
4) Jika besi diganti dengan logam lain(Alumunium), apakah terjadi karat ?

JAWAB

1) Paku yang berkarat adalah paku yang di rendam dalam air mentah, air matang dan air
garam
2) Kecepatan terbentuknya karat berbeda - beda.
Kecepatan karat dimulai dari :
i. Air mentah terbuka
ii. Air matang tertutup
iii. Air garam ( terbuka dan tertutup )
iv. Air mentah tertutp dan air matang terbuka
3) Faktor yang mempengaruhi terjadinya karat adalah :
Kontak Langsung logam dengan H
2
O dan O
2

14


Keberadaan Zat Pengotor
Kontak dengan Elektrolit
Temperatur
pH

4) Ya, tetapi karat dari alumunium akan membentuk lapisan luar baru di logam alumunium
yang warnanya agak buram dibandingkan alumunium biasa, sehingga karat tersebut
berfungsi untuk melindungi alumunium yang berada di bagian dalamnya.