Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN TUTORIAL

BLOK 4

MODUL 2 MENCETAK
Kelompok 3 Tutor : drg. Sri Ramayanti Ketua Sekretaris : : -Maya Safitri -Nining Septina R -Ria Oktamilda Anggota : -Erlis Marissa -Winda Irzalina -Pratiwi Veterin Apriyani -Sri Ayu Lestari -Asni Fathia -Wulan Utama -Vicky Warian T -Idson Kamal

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Skenario 2 : Ny. Caroline Ompong Ny. Caroline (32 thn) datang ke klinik FKG Jati bagian Prosthodonti untuk membuat protesa, dengan keluhan banyak gigi yang hilang. Setelah pendaftaran, untuk perawatannya, Ny. Caroline dirawat oleh Ami (21 thn) seorang mahasiswa co-ass FKG Jati. Kemudian dilakukan anamnesa dan pemeriksaan. Hasilnya ditemukan missing teeth 1.2 sampai 1.5 dan 3.3 sampai 3.7. Kemudian dilakukan pencetakan maksila dan mandibula dengan menggunakan stock tray, cetakan gigi tersebut diperlihatkan pada dosen di lab prosthodonti. Setelah memeriksa hasil cetakan Ami, lalu dosen yang bersangkutan meminta Ami untuk mencetak ulang. Bagaimana saudara dapat menjelaskan kasus yang terjadi pada skenario di atas?

Step 1 : Terminologi y Prosthodonti : cabang ilmu kedokteran gigi yang menangani protesa lepasan maupun cekat. y Anamnesa : suatu tanya jawab yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi

pasien dan merupakan suatu komunikasi yang direncanakan untuk memperoleh data tentang kesehatan pasien (riwayat penyakit pasien). y Stock tray : sendok cetak yang telah tersedia atau buatan pabrik, terdapat dalam

berbagai ukuran, terbuat dari logam atau plastik. y y y y y Missing teeth : gigi yang hilang atau ompong. Protesa Maksila Mandibula Co-ass : gigi tiruan. : rahang atas. : rahang bawah. : mahasiswa klinik, dihadapi setelah sarjana kedokteran gigi.

Step 2 : Menetukan Maslah 1. Mengapa perlu anamnesa untuk Ny. Caroline? 2. Apa penyebab missing teeth Ny. Caroline? 3. Bagaimana jika gigi Ny. Caroline yang hilang tidak segera diganti? 4. Apa tujuan pembuatan protesa? 5. Apa tujuan pencetakan maksila dan mandibula? 6. Hal apa saja yang perlu diperhatikan saat mensetak? 7. Apa saja syarat-syarat sendok cetak yang ideal? 8. Bagaimana cara mencetak maksila dan mandibula dengan menggunakan stock tray? 9. Apa ciri-ciri hasil cetakan yang ideal? 10. Apa kendala yang dihadapi saat mencetak? 11. Mengapa dosen menyuruh Ani untuk mencetak ulang? 12. Apa saja teknik mencetak rahang?

Step 3 : Menganalisa Masalah 1. perlu anamnesa untuk Ny. Caroline : -untuk mengetahui riwayat penyakit Ny. Caroline sebelumnya. -untuk mengetahui data-data penyakitnya. -untuk dapat melakukan tindakan selanjutnya. 2. penyebab missing teeth Ny. Caroline : -faktor keturunan. -pencabutan gigi yang tidak mungkin ditambal lagi. -OH yang buruk. -trauma/kecelakaan 3. jika gigi Ny. Caroline yang hilang tidak segera diganti : -terjadi migrasi dan rotasi gigi -penurunan efisiensi kunyah -kelainan bicara -memburuknya penampilan -efek terhadap jaringan lunak mulut 4. tujuan pembuatan protesa : untuk memperbaiki bentuk dan fungsi serta melindungi jaringan keras dan jaringan lunak yang masih ada, perbaikan estetika wajah penderita, perbaikan fungsi, perlindungan jaringan. 5. tujuan pencetakan maksila dan mandibula : -untuk membuat model study dan model kerja yang akan membantu dalam pembuatan protesa nantinya. -untuk mendapatkan detail maksimal dari maksila dan mandibula gigi.

6. hal-hal yang perlu diperhatikan saat mencetak : -persiapan dan pemilihan sendok cetak -tehnik dan metode mencetak -macam rahang dan detail-detail yang harus terlihat (interpretasi tanda-tanda anatomis) tanda-tanda anatomis pada hasil cetakan RA : *gigi geligi *frenulum labialis *frenulum buccalis *rugae palatine *fovea palatine *hamular notch

*vestibulum labialis *tuberositas maksila *vestibulum buccalis *palatum *papilla incisivum tanda-tanda anatomis pada hasil cetakan RB : *gigi geligi *frenulum lingualis *frenulum buccalis *frenulum labialis * vestibulum buccalis *vestibulum labialis *retromolar pads *mylohyoid ridge

7. syarat-syarat sendok cetak yang ideal : y y lebar bucco-lingual: jarak tepi sendok cetak ke arah bukal gigi/ lingual gigi=1/2 cm panjang ke distal: rahang bawah: sampai retromolar pad rahang atas: tuber maksila dan batas palatum molle y y harus ada retensi untuk bahan cetak tinggi sendok cetak sesuai dengan tinggi gigi dalam kedalaman vestibulum

8. cara mencetak maksila dan mandibula dengan menggunakan stock tray : y y y y persiapan pasien persiapan operator manipulasi bahan cetak teknik mencetak sudut mulut kanan pasien ditarik dengan kaca mulut, masukkan sendok cetak ke dalam mulut dari satu sisi, setelah posisi baik tekan bagian posterior baru anterior, setelah semua bagian terlapisi bahan cetak dengan baik lalu fiksir dengan dua jari.

9. ciri-ciri hasil cetakan yang ideal : y y cetakan akurat pada gigi yang dipreparasi dan jaringan lunak disekitarnya cetakan akurat pada gigi tetangga sehingga menghasilkan anatomi yg natural dan symetris y y cetakan akurat pada gigi di rahang yang berlawanan cetakan tidak mengalami distorsi saat keluar dari mulut dan tetap stabil selama proses laboratorium y y y y bahan cetak tidak terlepas dari sendok cetak pada hasil cetakan tidak boleh terdapat gelembung udara, sobek dan lipatan bagian-bagian sendok cetak tidak boleh terlihat gigi-gigi, mukosa, frenulum, vestibulum, batas mukosa bergerak dan tidak bergerak, retromolar pad, tubermaxila batas palatum durum dan palatum molle, batas gingiva dengan gigi, perlekatan otot-otot, harus terlihat dengan jelas 10. kendala yang dihadapi saat mencetak : -tidak semua tanda-tanda anatomis tercetak -terjadi distorsi saat mengeluarkan sendok cetak dari dalam mulut pasien -terdapat pourus -konsistensi adukan bahan cetak tidak tepat

-bahan cetak terlepas/tertinggal dalam mulut pasien -pasien tidak mengangkat lidah sehingga frenulum lingualis tidak tercetak 11.dosen menyuruh Ani untuk mencetak ulang : -adonan berbutir-butir -cetakan robek -cetakan berlobang-lobang -tidak semua tanda-tanda anatomis tercetak -bahan cetak tidak menutupi sendok cetak 12. teknik mencetak rahang : -two stage impression technique dual viscosity -one stage impression technique dual viscosity -single stage impression Step 4 : Skema

Step 5 : Tujuan Pembelajaran 1. Dapat menjelaskan macam-macan sendok cetak. 2. Dapat menjelaskan syarat-syarat sendok cetak yang ideal. 3. Dapat menjelaskan tehnik mencetak. 4. Dapat menjelaskan hasil cetakan yang ideal. 5. Dapat menjelaskan kendala dalam mencetak. 6. Dapat menjelaskan cara memelihara hasil cetakan. Step 6 : Mengumpulkan Informasi Step 7 : Sintesa & Uji Informasi 1. Stock tray:sendok cetak yang sudah dibuat oleh pabrik bahan:metal/aluminium,plastik ukuran:nomor 1,2,3 huruf S,M,L fungsi:untuk rahang bergigi,bentuk dasar bersudut untuk rahang tak bergigi,bentuk dasar agak membulat 2. Custom tray:sendok cetak yang dibuat sendiri sesuai dengan ukuran rahang pasien Bahan yang dipakai:akrilik, shellac, compound Tujuan:untuk mendapatkan hasil cetakan yang akurat, terutama pada daerah tepi sendok cetak(daerah vestibulum, frenulum, dan retromylohyoid dari rahang) Cara membuat custom tray i cetak rahang dengan sendok cetak anatomis i gambar batas sendok cetak pada model tutup gigi pada model dan bagian labial/bukal model yang mempunyai undercut dengan wax setebal 2mm sehingga tidak ada undercut i lapisi permukaan model dengan bahan separasi i siapkan bahan sendok cetak, tempelkan selapis tipis(1-2mm)diseluruh permukaan model sampai batas yang sudah digambar i buat pegangan sendok cetak i cobakan ke mulut pasien, bila ukuran sudah sesuai dilubangi untuk retensi bahan cetak

batas-batas custom tray daerah posterior: rahang atas:sampai batas palatum durum dan palatum molle serta menutupi daerah tuber maxilae rahang bawah:sampai menutupi retromolar pad daerah bukal/labial:sampai batas mukosa bergerak dan tidak bergerak tidak boleh menutupi frenulum daerah lingual:sampai batas dasar mulut di lingual/retromylohyoid 2. syarat-syarat sendok cetak yang ideal : -mampu menahan bahan setak untuk tetap menutupi gigi dan jaringan lunak yang akan dicetak -dapat membatasi dan memberikan jarak sebagai tempat bahan cetak, antara sendok dengan jaringan yang akan dicetak -harus rigid untuk menghindari distorsi dari cetakan ketika dikeluarkan/dibuka -mudah dibersihkan dan disterilkan -harus murah 3. tehnik mencetak : -Secara mukostatis untuk tahanan jaringan rendah -Secara mukokompresi/mukofungsional untuk tahanan jaringan yang tinggi Pada tahanan jaringan tinggi, keadaan mukosa bila tertekan bergerak, bila dicetak secara muko statis, akan didapat model dengan bentuk mukosa yang pasif/tidak tertekan secara fungsional. Pada kasus GTSL, bila mencetak dengan tekanan fungsional, akan menghasilkan protesa yang stabil waktu berfungsi. Dalam keadaan istirahat, protesa tersebut tetap akan stabil/tak bergerak, karena ada cengkeram yang menahan sebagai retensi protesa. 1. Teknik adonan ganda. Masalah jika disediakan sendok cetak khusus bahan polisufid, cetakan sebaiknya segera dicor tetapi penyimpanan sampai 24 jam masih dapat diterima. Diperlukan relief liquid foil pada dinding-dinding aksial model. Alasan pemilihan, adanya penyusutan polimerisasi masih

memungkinkan membuat mahkota yang cukup longgar sehingga tersedia tempat bagi larutan semen dan mahkota dapat duduk rapat pada bahu. Tepi-tepi yang tipis tidak mudah robek seperti pada silikon. Warna cokelat disebabkan karena katalis yang membuat bahan-bahan ini mudah diperiksa detail hasil reproduksinya dan adanya cacat. Untuk mencetak preparasi beberapa mahkota vener penuh dan jembatan. Jika tidak tersedia sendok cetak khusus menggunakan bahan silikon (Tipe II) untuk mencetak preparasi intrakoronal (mahkota dan inlai) teknik adonan ganda silikon (tipe II) : a. dengan putty (tidak ada sendok cetak khusus). b. Mengganti putty dengan pasta heavy body (diperlukan sendok cetak khusus). Bahan silikon adalah pengeras tambahan oleh karenanya sangat akurat dan tidak menyusut pada polimerisasi atau penyimpanan. Oleh karena itu bahan ini dapat disimpan sampai waktu tak terbatas sebelum pengecoran. Teknik pencetakkan elastomer dengan teknik adonan ganda (untuk heavy dan liquid bodied polysulphide atau putty dan light bodied silicone). Buat sendok cetak khusus yang menutupi seluruh lingkung tetapi tidak menutupi palatum (sulkus bukal) (palatum hanya diperlukan jika akan dibuat bar palatal, seperti pada gambaran spring contilever). Dua lapis lempeng malam basis yang keras di atas model akan memberikan ruang yang cukup untuk bahan cetak. Berikan adhesif pada permukaan sendok cetak.i Aduk selama 45-60 detik bahan-bahan light dan heavy bodied dengan panjang yang sama sehingga menghasilkan masa yang homogen.i Keluarkan ganjal gingiva keringkan seluruh preparasi. Tempatkan bahan light-bodied dalam semprit (syringe) dan infeksikan disekeliling preparasi. Masukkan bahan heavy bodied dalam sendok dan tempatkan pada posisinya ke atas seluruh lengkung (aliran udara secara perlahan dengan semprotan udara dapat membantu menyebarkan bahan light bodied diatas permukaan preparasi).i Tahan sendok pada posisinya dengan tekanan jari yang ringan selama 4-7 menit sesuai dengan petunjuk pabrik. Dianjurkan untuk menahan cetakan pada posisinya selama 2 menit setelah bahan terlihat mengeras. Hal ini disebabkan karena bahan memperlihatkan reaksi pengerasan yang berlanjut dan jika masih banyak polimerisasi yang terjadi setelah pengeluaran sendok cetak hal ini akan mengakibatkan perubahan bentuk.i Variasi : jika tidak tersedia sendok cetak khusus dapat dipergunakan putty di kombinasikan bahan light bedied (hanya silikon).i 2. Teknik dan tahap (putty dan wash) tanpa spacer. Untuk mencetak preparasi bebarapa mahkota vener penuh dan jembatan. Masalah jika tidak

tersedia sendok cetak khusus sebaiknya cetakan ini dicor dalam 1 jam karena penyusutan yang terjadi sesudah proses polimerisasi lebih lanjut dan penguapan alkohol. Alasan pemilihan karena bahan masih mempunyai penyusutan polimerisasi yang sangat besar, penyusutan bahan ini harus dijaga sesedikit mungkin dengan penggunaan bahan putty tanpa spacer. Penyusutan yang terjadi masih memungkinkan dibuat mahkota yang cukup longgar guna menyediakan tempat bagi larutan semen. Dengan atau tanpa sendok cetak khusus teknik dua tahap dengan spacer (putty dan wash ; tidak ada sendok cetak khusus) Alasan pemilihan karena bahan ini sangat elastik, tidak berubah bentuk sewaktu dikeluarkan dari underkut sekitar intrakoronal gigi yang dipreparasi. Bahan silikon (tipe I). Teknik pencetakan elastomer dengan teknik dua tahap (untuk putty dan masih silikon menggunakan spacer). Sendok cetak berlubang-lubang siap pakai bawah (palatum hanya diperlukan jika akan dibuat bar palatal). Bagaimanapun juga sebaiknya sendok cetak harus cukup kuat untuk menahan tekanan yang dapat merubah bentuk. Berikan adesif pada permukaan sendok cetak.i Campur putty base dan tetesan katalis pada pad yang disediakan.i Berikan alas plastik di atas seluruh lengkung gigi. Masukan putty ke dalam sendok, tempatkan pada posisinya dalam mulut. Tahan kurang lebih 3 menit hingga mengeras , sedikit perubahan bentuk tidaklah penting apabila dipergunakan spacer.i Keluarkan sendok dan keringkan permukaannya. Buang spacer dan keluarkan ganjal gingival. Aduk bahan light bodied. Masukkan bahan light bodied yang telah dicampur ke dalam cetakan di atas seluruh lengkung (tidak hanya di sekitar cetakkan pada gigi yang telah dipreparasi).i Suntikkan bahan light bodied sekeliling gigi yang dipreparasi (penggunaan semprotan udara secara perlahan akan membantu dapat membantu menyebarkan bahan light bodied di atas permukaan preparasi).i Tempatkan kembali sendok cetak ke dalam mulut dan tahan selama kira-kira 5 menit Gunakan tekanan jari yang ringan.i Tempatkan kembali sendok cetak ke dalam mulut dan tahan selama kira-kira 5 menit. Gunakan tekanan jari yang ringan.i 3. Teknik sekali aduk. Untuk mencetak preparasi beberapa mahkota vener penuh dan jembatan jika tidak tersedia sendok cetak khusus. Bahan polieter. Biasanya cetakan ini mempunyai daya tahan yang baik. Pada keadaan lembab, cetakan ini sebaiknya dicor sesegera mungkin karena dapat menyerap air. Disini diperlukan pula liquid foil pada model. Alasan pemilihan sederhana

penggunaannya tetapi sulit dikeluarkan dari underkut dalam mulut dan pada model setelah pengecoran. Hal ini disebabkan karena konsistensinya yang sangat keras setelah mengeras. Jangan dipergunakan pada pasien yang mempunyai bakat alergi. 4. Teknik pencetakan pita tembaga (copper band) dikombinasi dengan cetakan alginat. Untuk mencetak preparasi mahkota penuh tunggal. (khususnya cocok untuk cetakkan preparasi yang tipis seperti gigi insisivus lateral atas dan gigi-gigi insisivus sentral serba lateral bawah. Juga sesuai untuk gigi non vital dimana panas dari compound tidak menimbulkan trauma pulpa, dan pada kasus-kasus dimana perlu mengatur jaringan lunak yang tumbuh berlebihan). Bahan cetak compound dalam cincin tembaga untuk mencetak permukaan yang dipreparasi, dikombinasikan dengan cetakan alginat dari seluruh lengkung rahang. Cetakan alginat harus disimpan dalam kantong plastik yang tertutup. Algihard adalah bahan yang berguna karena dapat disimpan untuk periode yang lama. Alasan pemilihan. Murah, karena tidak memerlukan sendok cetak khusus atau bahan mahal lain. Mudah untuk mendapatkan cooper plated die yang kuat (lain dengan die stone yang lebih lemah biasanya dibuat pada cetakan elastometik). Teknik pencetakan untuk bahan non-elastik dengan pita tembaga dengan compound : Pilih ukuran pita yang sesuai (pita yang keras lebih mudah digunakan dari pada yang lunak). Sebaiknya sedikit melewati tepi preparasi tanpa menjadi terlalu longgar. Pita yang telah longgar akan menjebak jaringan lunak pada bahu preparasi. Pita merengang pita yang sedikit keseimbang kesempitan dapat di renggangkan dengan memasukkannya ke sepasang jepitan howe dan sedikit membuka peganganya. Mungkin perlu untuk melakukan pengurangan pada cincin tembaga yang keras dengan memanaskannya sampai kemerahan dan mendinginkannya dalam methyled spiritus. Pita kontur, sesuaikan kontur supaya rapat dibawah tepi gingiva dan tandai permukaan bukalnya untuk memudahkan mengenalinya sewaktu melakukan pencetakkan. Pembentukan kontur awal dengan pemotong Be-Be dan diikuti dengan batu abrasif. Compound lunak. Panaskan grey stick compound panjang (kira-kira 4-5 cm) pada api bunsen sampai lunak sampai pertengahan panjangnya. Masukkan ke dalam pita dan lunnakkan kembali dengan nyala api. Penggunaan petroleum jelly akan mencegah kompound melekat pada jari-jari. Pencetakkan, letakkan permukaan yang bertanda dari band pada posisi bukal gigi dan dengan kokoh dorong cetakan di atas gigi yang dipreparasi sampai melewati tepi gingiva. Pada kasus-kasus dimana terdapat inti dan pasak, pemberian sedikit pasta anestesi topikal akan membuat pekerjaan ini cukup nyaman bagi gingiva tanpa perlu melakukan injeksi anestesi lokal. Compound yang meluncur di atas preparasi akan mendorong darah dan saliva

pada satu sisi. Akhrinya compound dijepit pula posisinya oleh pita sewaktu mencapai tepi gingiva yang berada sedikit dibelakang compound. Pendinginan, diinginkan cetakan dengan semprotan air sebelum mengeluarkannya. Pengeluaran, jika mengalami kesulitan pada waktu mengeluarkan pita, masukkan bur bulat no. 3 pada henpis konvensional ke dalam pita, untuk membebaskan preparasi. Cetakan dapat dibiarkan pada henpis yang memberikan pegangan tambahan. Sekarang dapat diberikan dorongan pada arah aksial. Dapat dipergunakan sepasang jepitan. (Allan dan foreman). 4. hasil cetakan yang ideal : -cetakan akurat pada gigi tetangga sehingga menghasilkan anatomi yg natural dan symetriscetakan akurat pada gigi di rahang yang berlawanan -cetakan tidak mengalami distorsi saat keluar dari mulut dan tetap stabil selama proses laboratorium -bahan cetak tidak terlepas dari sendok cetak -pada hasil cetakan tidak boleh terdapat gelembung udara, sobek dan lipatan -bagian-bagian sendok cetak tidak boleh terlihat -gigi-gigi, mukosa, frenulum, vestibulum, batas mukosa bergerak dan tidak bergerak, retromolar pad, tubermaxila batas palatum durum dan palatum molle, batas gingiva dengan gigi, perlekatan otot-otot, harus terlihat dengan jelas 5. kendala dalam mencetak : -tidak semua tanda-tanda anatomis tercetak -terjadi distorsi saat mengeluarkan sendok cetak dari dalam mulut pasien -terdapat pourus -konsistensi adukan bahan cetak tidak tepat -bahan cetak terlepas/tertinggal dalam mulut pasien -pasien tidak mengangkat lidah sehingga frenulum lingualis tidak tercetak 6. cara memelihara hasil cetakan : hasil cetakan yang baik, dicuci sampai bersih

bila diletakkan di atas meja kerja harus ditopang di bawahnya agar bagian posterior tidak menyentuh meja. Tujuannya: untuk menghindari terlepasnya bahan cetak bagian posterior dan sendok cetak